LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan
Not a member yet
    95 research outputs found

    Pemanfaatan Zoom Sebagai Sarana Pendidikan Pemakai di Era Kenormalan Baru (Studi Kasus di Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Surakarta)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi penjelasan mengenai kegiatan pendidikan pemakai di perpustakaan UNS yang dilakukan secara daring di era kenormalan baru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data menggunakan observasi partisipatif.Hasil penelitian menunjukkan dua hal yaitu mahasiswa baru mengikuti secara antusias kegiatan pendidikan pemakai dan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan pemakai secara daring. Simpulan dari penelitian ini adalah pentingnya penguatan peran perpustakaan peguruan tinggi melalui kompetensi sumber daya manusianya yang dituntut senantiasa belajar

    Analisis Metode User Education Di Perpustakaan Perguruan Tinggi

    No full text
    User education is one of the important programs to be implemented in a college library. Libraries need to ensure that users can use and access all types of services properly and correctly so that their utilization can be maximized. Thus, libraries need to implement effective methods for delivering user education material so that users can make the most of the facilities and services possible. This study aims to determine which methods are considered to be the most effective in implementing user education. The method used in this study is quantitative with descriptive analysis carried out by distributing questionnaires to students of the Library and Information Science study program at the University of Education of Indonesia (UPI) class of 2017. In order for user education to be conveyed properly, the library needs to determine what methods are used effective to distributing the user education material. The results obtained based on the survey that had been carried out were that the user education method that was considered the most effective for use in college libraries was the library tour method.; User education merupakan salah satu program yang penting untuk dilaksanakan di sebuah perpustakaan perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan perpustakaan perlu memastikan jika pemustaka dapat menggunakan dan mengakses segala jenis layanan yang ada di perpustakaan dengan baik dan benar sehingga pemanfaatannya dapat lebih maksimal. Dengan demikian maka perpustakaan perlu melaksanakan metode yang efektif untuk penyampaian materi user education sehingga pemustaka dapat memanfaatkan fasilitas dan juga layanan semaksimal mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode-metode apa saja yang dinilai paling efektif dalam pelaksanaan user education. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif yang dilakukan dengan pembagian kuisioner pada mahasiswa program studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2017. Agar user education dapat tersampaikan dengan baik, maka perpustakaan perlu untuk menentukan metode apa saja yang efektif sebagai sarana penyebaran materi user education tersebut. Hasil yang diperoleh berdasarkan survey yang telah dilaksanakan adalah bahwa metode user education yang dinilai paling efektif untuk digunakan di perpustakaan perguruan tinggi adalah metode library tour atau wisata perpustakaan

    Analisis Prosedur Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Perguruan Tinggi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi,  fokus penelitian ini meliputi 6 aspek dengan mengumpulkan berbagai teori yang berkaitan dengan pengembangan koleksi antara lain, menurut ALA (American Librarti Acssociation), Teori Edwar Evans diantaranya Identifikasi, sleksi, pengadaan, organisasi, pengolahan, penyimpanan, interpretasi, pemanfaatan, penyebaran,Teori Yuyu Yulia, Teori Ciyan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kajian studi literatur dengan membandingkan dan menganalisis  teori yang ada, Pada tahap pengemabangan  koleksi umumnya telah dilakukan secara bertahap, namun masih banyak perpustakaan perguruan tinggi yang belum optimal dalam hal pengembangan koleksi di perpustakaan,  dalam hal ini perpustakaan harus mampu menyediakan koleksi-koleksi yang yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, agar terpenuhinya informasi yang dibutuhkan bagi para pemustaka. Dalam hal ini penulis menganalisis beberapa teori yang ada, dan mengambil 1 teori yang layak dijadikan sebagai pedoman pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi dengan berpedoman pada teori Edwar Evans yang meliputi 9 Aaspek dalam pengembangan Koleksi, Agar dalam hal pengembangan koleksi dapat tercapai dengan maksimal

    Issues of Social Capital in Developing Collaboration of Information Professional Organizations in Indonesia

    No full text
    AbstractThis research identifies the issue of social capital in building cooperation within professional information organizations in Indonesia. Social capital is the basic capital for building cooperation between organizations. Using a quantitative approach and survey method, data collection was carried out in 2019. There were 80 respondents from various professional information organizations. The findings show that members of the organization apply the value of mutual trust, togetherness, and mutual help between members in each organization, as well as applying network elements that tend to be done more by managers than by members. They network with the media, government, and donor agencies or philanthropy based on the interests of their respective organizations. In addition, another cause is the loosening of ties between leaders and members. As a result, some of them make use of their identities as members of the organization for their own benefit. Collaboration between information professional organizations can be established, if there is a personal closeness to one of its members or leaders. The conclusion shows that the issue of social capital in building cooperation between professional information organizations in Indonesia is that social capital has not been created to its full potential. Suggestions proposed are to provide awareness to all members that professional information organizations basically have the same vision and goals, and improve the organization's function to protect and prosper the members

    GEULIS: Pengembangan Sistem Terintegrasi Untuk Panduan Pemustaka Berbasis Mobile Application Sebagai Daya Dukung Peningkatan Pelayanan Perpustakaan

    No full text
    Teknologi informasi saat ini berkembang dengan pesat, perkembangan teknologi informasi ini memasuki segala aspek kehidupan manusia. Perpustakaan sebagai lembaga informasi sudah seharusnya mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk kebutuhan pelayanan terhadap pemustaka atau untuk menyelaraskan dengan perkembangan teknologi informasi yang sudah berkembang pesat. Pelayanan pemustaka di perpustakaan perlu ditingkatkan lagi, melihat pemustaka masih kesulitan dalam beberapa hal. Permasalahan di pemustaka perpustakaan, seperti pemustaka kesulitan mencari referensi yang di butuhkan, kesulitan mengenai tata cara alur sirkulasi pada perpustakaan hingga kesulitan menemukan rak atau ruangan buku disimpan. Penulis mencoba memberikan solusi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang telah ada. Penulis menawarkan gagasan solusi, yaitu GEULIS. GEULIS adalah singkatan dari Guide of Library Users yang merupakan inovasi panduan pemustaka dalam melakukan kegiatannya di perpustakaan dengan berbasis mobile application. Tujuan utama GEULIS adalah memudahkan pemustaka dalam kegiatannya di dalam perpustakaan, seperti mencari perpustakaan terdekat, denah ruangan dalam perpustakaan, alur sirkulasi perpustakaan hingga konsultasi dengan pustakawan

    ANALISIS BIBLIOMETRIK PUBLIKASI ILMIAH TENTANG PREDIKSI GEMPA BUMI BERBASIS DATA SCOPUS PERIODE 2015-2020

    No full text
    Telah dilakukan analisis bibliometrik untuk mengetahui tren penelitian prediksi gempa pada publikasi terindeks Scopus (2015-2020) meliputi: (1) jumlah publikasi, (2) jumlah publikasi berdasarkan sumber publikasi, (3) negara yang paling produktif, (4) pengarang terproduktif, (5) jumlah publikasi berdasarkan afiliasi, (6) jumlah publikasi berdasarkan tipe dokumen, (7) jumlah publikasi berdasarkan subyek, (8) sponsor, dan (9) pemetaan publikasi berdasarkan kata kunci. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan kata kunci (earthquake AND prediction) OR (earthquake AND forecasting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi tentang prediksi gempa sebanyak 402 publikasi, hanya 12 publikasi membahas tentang prediksi gempa di Indonesia. Mayoritas publikasi diterbitkan dalam Bulletin of the Seismological Society of America dan China merupakan negara yang terproduktif menghasilkan penelitian, disusul oleh USA. Pengarang terproduktif adalah Martínez-Álvarez, F dan Michael, sedangkan pengarang Indonesia terproduktif adalah Muksin, Umar; Rusydy, Ibnu; Akram, Muhammad Nouval, Idris, Y, Mulkal, Syamsidik dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Mayoritas publikasi berupa artikel, dimana earth and planetary sciences merupakan subyek terbanyak. Lembaga yang paling banyak memberikan pendanaan adalah National Natural Science Foundation of China. Lembaga riset yang paling produktif adalah China Earthquake Administration, sedangkan di Indonesia organisasi yang paling produktif adalah Universitas Syiah Kuala. Hasil pemetaan kata kunci menggunakan software VosViewer menunjukkan bahwa kata kunci yang paling banyak ditemukan adalah anelastic attenuation, crustal earthquakes, earthquake effects, earthquake ground motion, earthquake hazard, earthquake mechanism, empirical analysis, equation, equation of motion, fault slips, faulting, ground motion, ground motion prediction

    Implementasi Service Quality Dalam Menganalisis Kualitas Layanan Perpustakaan Ditinjau dari Tingkat Kepuasan Mahasiswa

    No full text
    Abstract The purpose of this research was to implemented the servqual method to analyze the level of students satisfaction towards the quality of central library services UIN Raden Intan lampung. This research was a descriptive qualitative research with data collection techniques carried out by triangulation (combined). Data analysis was performed using the servqual method and importance performance analysis (IPA). The results of the study showed that the services provided by the library in the very satisfied category were marked by a positive gap value (+) or <0 on the overall servqual calculation of 8.48. While in the importance performance analysis there are some things that are felt to be still unsatisfactory to students, namely the completeness of the book collection, grouping of books and the availability of reference materials, so that quality improvement is needed

    Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial Di Perpustakaan Universitas Sari Mutiara Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perilaku pencarian informasi oleh mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial di Perpustakaan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan kerangka analisis berdasarkan model tahapan perilaku pencarian informasi oleh David Ellis yakni terdiri dari: Starting, Chaining, Browsing, Differentiating, Monitoring, Extracting dan ending. Hasil penelitian menunjukan bahwa, terdapat kesamaan tahapan-tahapan kegiatan pencarian informasi menurut model yang dikemukakan oleh David Ellis dengan perilaku pencarian informasi yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia

    Aktifitas Berbagi Informasi oleh Pustakawan dan Pemustaka Pada Layanan Referensi di Perpustakaan Universitas Airlangga

    No full text
    This article discusses information sharing activities at the Airlangga University Library, especially in reference services. This research uses descriptive quantitative method. The technique of collecting data by direct observation and through questionnaires. The purpose of this research is to find out how the process and sustainability of information sharing activities and how to cultivate sustainable information sharing activities. This research resulted in findings that the process and sustainability of information-sharing activities were carried out by regularly holding discussion forums between fellow librarians, sharing information via social media among fellow librarians, and being diligent in participating in librarian trainings. It is not only librarians who share information, but also users. Users share information by forming a learning forum at the Airlangga University library either at reference services or other services. Sharing information between librarians and visitors also occurs especially in reference services with discussion activities when there is a request for accompanying services and looking for reference information needed by users for study and research purposes. To cultivate information sharing, it was found that the response of librarians and visitors was the need to maintain communication, as well as ethics and communication principles such as listening to each other's opinions, asking for and receiving new knowledge sharing, and being able to communicate politely, politely and clearly understood

    Pengaruh Kompetensi Pustakawan Pelatihan terhadap Kinerja

    No full text
    Introduction. The school library is one of the school components to support the information needs of teachers and students. Therefore, in realizing a good library, a competent librarian is needed. In Law no. 43 of 2007, it is stated that in managing and serving the library users, it can be done by a librarian whose competence obtained from college education or training. In recent years there are many school librarians whose competence is obtained from training, whether government or non-government institutions organize it. It is interesting to examine further how good the competence of these school librarians influences their performance in managing school libraries. Data Collection Method. This research uses the explanative quantitative approach with survey method on school librarians with training background. Analusis Data. Then, to see whether there is any effect on the librarians’ performance, the general, core, and special variables are analyzed by using Smart PLS. Result and Discussions. The results of this study indicate that there is no influence on the librarians’ performance in core competence and specific competence variables, while the general competence variable shows a significant influence on the librarians’ performance. Conclusions. From these results, it can be concluded that librarians with training backgrounds have less than maximum performance in serving and managing the school libraries.ABSTRAKPendahuluan. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu lembaga penunjang kebutuhan informasi bagi guru dan siswa sekolah. Maka dari itu, untuk mewujudkan perpustakaan yang baik diperlukan pustakawan yang berkompeten. Di dalam UU No. 43 tahun 2007 dijelaskan bahwa untuk mengelola dan melayani pemustaka dapat dilakukan oleh pustakawan yang kompetensinya diperoleh dari pendidikan atau pelatihan. Fenomena yang muncul dalam beberapa tahun ini adalah banyaknya pustakawan sekolah yang kompetensinya diperoleh dari pelatihan, baik pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah atau lembaga non pemerintah. Hal ini menjadi menarik untuk dikaji lebih jauh tentang seberapa jauh kompetensi para pustakawan pelatihan ini berpengaruh pada kinerja mereka dalam mengelola perpustakaan sekolah.Metode penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode survey pada pustakawan sekolah yang berlatar belakang pelatihan.Data analisis. Kemudian untuk melihat ada tidaknya pengaruh kompetensi terhadap kinerja dilakukan analisa pengaruh dari variabel kompetensi umum, inti dan khusus dengan menggunakan Smart PLS. Hasil dan Pembahasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada variabel kompetensi inti dan kompetensi khusus tidak terdapat pengaruh pada kinerja pustakawan, sedangkan pada variabel kompetensi umum menunjukkan pengaruh yang signifikan pada kinerja pustakawan pelatihan.Kesimpulan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pustakawan yang memiliki latar belakang pelatihan memiliki kinerja yang kurang maksimal dalam melayani dan mengelola perpustakaan sekolah.Kata Kunci: Pustakawan sekolah; Pustakawan  pelatihan; Pustakawan diklat; Kompetensi pustakawa

    0

    full texts

    95

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇