LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
Pustakawan di Ruang Virtual: Menggali Potensi dan Tantangan dalam Melayani Pengguna Melalui Platform Digital
Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi peran pustakawan dalam melayani pengguna melalui platform digital dan mengidentifikasi potensi dan tantangan yang terkait. Dalam latar belakangnya, perpustakaan semakin mengadopsi ruang virtual sebagai alternatif untuk memberikan layanan kepada pengguna dalam era teknologi informasi yang berkembang pesat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literer, dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel, buku, dan sumber-sumber terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan memiliki potensi besar dalam melayani pengguna melalui platform digital. Mereka dapat memberikan akses mudah ke koleksi digital, memberikan bantuan dan panduan secara online, serta berkolaborasi dengan pengguna secara virtual. Namun, terdapat tantangan yang harus diatasi, seperti kesenjangan akses teknologi, kendala teknis dan keamanan, serta tantangan komunikasi dan interaksi dalam lingkungan virtual. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran pustakawan dalam ruang virtual dan menyoroti potensi serta tantangan yang perlu diperhatikan. Dengan pemahaman ini, pengembangan layanan perpustakaan dalam ruang virtual dapat lebih efektif.
Urgensi Literasi Digital bagi Generasi Milenial dalam Konservasi Budaya
The digital era is marked by the shift of mechanical and analog technology to digital technology. This transfer of technology has caused the millennial generation to understand the values of cultural conservation, including the way of thinking and acting, especially for the millennial generation who must have digital literacy competencies, namely the ability to access, manage, understand, integrate, communicate, evaluate, and create information. safely and appropriately through digital literature. Digital literacy can increase individual focus and concentration. Increase individual abilities in reading, composing sentences and writing information. Digital literacy challenges Digital literacy has at least two challenges that must be faced. This challenge can be overcome by implementing digital literacy in every use of technology. The term millennials or millennials, the millennial generation, is the gadget people. In fact, Gadgets are better defined as a group of individuals who every day and every problem is solved with Gadget equipment. So the Gadget generation is meant as a generation whose life is always in contact with equipment that contains information elements. Don't know valid information or good sources, as long as it's resolved that's part of the solution taken. So, these tools have become a part of life that cannot be separated at all. Many of us still don't understand the meaning of conservation. Conservation is not just a beautiful park, green environment, or orderly vehicles. In the context of a Conservation University, the meaning of conservation is understood in a broader scope. Conservation is interpreted as an effort to protect, preserve, and use in a sustainable manner. The objects include nature, environment, and culture. So the formulation of the problem is how is digital literacy practice for the millennial generation in understanding the values of cultural conservation? What is the impact of digital literacy on the millennial generation in understanding the values of cultural conservation? In this study, using a continuous descriptive research methodology (continuity description) which has the characteristics of qualitative research. What is meant by continuity description research is descriptive research work carried out continuously on an object of research.Keywords: Digital Literacy, Cultural Conservation
Analisis Sitasi dalam Penulisan Skripsi Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Lancang Kuning dan Prodi Ilmu Hukum Universitas Islam Riau
This study aims to determine the citation of thesis students of the law study program at Lancang Kuning University and the law study program at the Islamic University of Riau. The research method used is descriptive quantitative with a literature study approach. The results showed that there were 14 types of regulations used by Lancang Kuning University students and 19 types of regulations that were most widely used by law study program students at the Islamic University of Riau. The type of citation most widely used by these two universities is the law with the use of almost all of it in part with a total of 48.98% carried out by students of the Lancang Kuning University law study program and mostly used by students of the law study program at the Islamic University of Riau with a total of 60.87%. The most widely used type of law is law. No. 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Code by Lancang Kuning University and the Civil Code by the Islamic University of Riau. The most widely used citation year at the two universities was in the range of 2000 to 2010
Evaluasi Penerapan Search Engine Optimization (SEO) Website Untuk Meningkatkan Indikator Visibility Webometrics Universitas “XYZ”
Webometrics adalah salah satu pemeringkatan universitas - universitas di dunia melalui website universitas atau dikenal sebagai Ranking Web of Universities, merupakan salah satu pemeringkatan institusi pendidikan berskala internasional yang diprakarsai oleh Lab Cybermetrics, sebuah kelompok penelitian yang tergabung dalam Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), sebuah badan penelitian publik yang berada di Spanyol. Hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia melakukan upaya untuk mengevaluasi dan memperbaiki perangkingan internasional pada Webometric. Universitas “XYZ” merupakan salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur yang memperhatikan perangkingan Webometrics dalam rangka meningkatkan citra bagi masyarakat. Dapat dilihat dengan meningkatnya rangking Universitas “XYZ” dalam webometrics selama 5 tahun terakhir. Webometrics mengeluarkan rilis pada bulan Januari dan Juli. Universitas “XYZ” terus melakukan evaluasi dan perbaikan dan tentu saja berusaha mempertahankan yang telah diraih dengan mengacu pada 4 indikator penilaian yaitu Presence rank, Impact rank, Openness rank, Excellence rank. Pada tahun 2021, indikator presence dihilangkan, menyisakan 3 indikator terakhir. Oleh karena itu, Universitas “XYZ” melakukan evaluasi terhadap masing-masing indikator penilaian webometrics dan menetapkan strategi untuk meningkatkan peringkat. Universitas “XYZ” Telah menerapkan optimalisasi mesin pencari atau yang biasa disebut Search Engine Optimization (SEO) pada website utama. Optimalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan indikator visibility. Melalui penelitian ini, tim akan melakukan evaluasi efektifitas penerapan tersebut dengan menggunakan crawler data SEO. Penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategi dalam peningkatan peringkat webometrics Universitas “XYZ”
Pengaruh Pemahaman Sistem Temu Kembali Informasi Pemustaka Terhadap Pemanfaatan OPAC (Online Public Access Catalog) Di UPT Perpustakaan Universitas Dehasen Bengkulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman sistem temu kembali informasi pemustaka terhadap pemanfaatan OPAC (online public access catalogue), Penelitian ini dilakukan di UPT Perpustakaan Universitas Dehasen Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang menunjukkan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Populasi dari penelitian ini sebanyak 2.050 orang dengan penarikan sampel sebesar 95 orang dengan penentuan responden menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan dokumentasi.Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji regresi linear sederhana dan koefisien determinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh terhadap pemahaman sistem temu kembali informasi pemustaka terhadap pemanfaatan OPAC yaitu sebesar 0,486 atau 48,6% dimana berdasarkan tabel interpretasi tingkat pengaruh pada tingkat cukup atau sedang. Maka hipotesis H1 diterima dan H0 ditolak. Kata kunci :Pemahaman, sistem temu kembali informasi, pemanfaatan, OPA
Peran Perpustakaan Rosella Genematrik dalam Meningkatkan Literasi Anak-Anak di Wilayah Pontianak Utara
The culture of literacy is currently being promoted massively because of its potential in building the quality of the nation. Literacy does not grow by itself, it needs support such as libraries that provides sources of information, therefore there is a role carried out by libraries in supporting literacy. The purpose of this study is to determine the role of the Rosella Genematrik Library, obstacles, efforts to hdanling literacy problems in children in the North Pontianak, especially in Siantan Tengah. The research used qualitative methods with data collection techniques such as observations dan in-depth interviews with 6 informants, dan documentation. Data analysis techniques using reduction, presentation, dan then drawing conclusions. Data validity tests using triangulation. The results showed that the Rosella Genematrik Library acts as a source of information, a non- formal educational institution, as well as a facilitator, mediator dan motivator. The role of libraries in improving children's literacy has not been fully realized due to several obstacles such as human resources, insufficient medium, dan the attention dan interest of the surrounding community. The efforts made to alleviate the existing problems are to provide comfort dan satisfaction in finding the information they need dan promoting them to the local community.Keywords: Literacy, library role, reading cultur
Peranan Perpustakaan Sekolah Dalam Mendukung Gerakan Literasi di Sekolah Dasar
Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia ini makin menyebabkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia juga hanya jalan di tempat (stagnan) dan cenderung mundur. Tak hanya minat baca, ternyata kemampuan membaca anak-anak Indonesia apabila dibandingkan setingkat negara se-Asean saja masih sangat jauh, apalagi jika dibandingkan dengan seluruh negara di dunia. Melalui Gerakan Literasi Sekolah inilah pemerintah berharap dengan budaya membaca di kalangan generasi muda dapat menumbuh kembangkan keterampilan membaca dan menulis bagi peserta didik yang akan berdampak terhadap perilaku dan budi pekerti anak - anak Indonesia sehingga mampu menekan perbuatan - perbuatan yang merusak moralitas generasi penerus kita di masa yang akan datang. Untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah, maka perpustakaan memiliki peranan dalam memfasilitasi kegiatan literasi siswa di sekolah dasar
Program Book Sharing Dalam Usaha Meningkatkan Kemampuan Literasi di Perpustakaan SMA Homeschooling AB Home Bogor
Abstract Literacy is the key of knowledge. Libraries have a strategic role in improving and developing students' literacy skills. Through programs and activities organized by librarians together with educators, this goal can be realized. One way to increase interest in literacy is the book sharing program. The purpose of this study was to find out how the implementation of the book sharing program in improving the literacy skills of students in the Homeschooling AB Home Bogor High School library. The research method used is descriptive qualitative research, so that the data obtained through interviews, observations and documentation can be described descriptively. The result of the research is that the implementation of the book sharing program can make students aware of the importance of literacy. In addition, the book sharing program can also develop the ability of students to interact and can inform a book to other students. The book sharing program is carried out in a fun format so that students don't get bored. From the results of the study, it can be concluded that the book sharing program is one of the efforts of educators and librarians in improving and developing students' literacy skills. The book sharing program can be recommended as an effort to improve literacy in other educational institutions.AbstrakKemampuan berliterasi merupakan kunci terbukanya pintu-pintu ilmu pengetahuan. Perpustakaan memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berliterasi peserta didik. Melalui program-program dan kegiatan yang diselenggaraka pustakawan bersama pendidik dapat mewujudkan tujuan tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan minat berliterasi adalah dengan program book sharing. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan program book sharing dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di perpustakaan SMA Homeschooling AB Home Bogor. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif diskriptif, sehingga data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dapat digambarkan secara diskriptif. Hasil penelitian bahwa dengan dilaksanakannya program book sharing dapat menyadarkan peserta didik tentang pentingnya berliterasi. Selain itu, program book sharing juga dapat mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi dan dapat menginformasikan sebuah buku kepada peserta didik lainnya. Program book sharing dilaksanakan dengan format yang menyenangkan sehingga peserta didik tidak bosan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program book sharing merupakan salah satu usaha pendidik dan pustakawan dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan literasi peserta didik. Program book sharing dapat direkomendasikan sebagai usaha meningkatkan literasi di lembaga pendidikan lainnya.
Evaluasi Ketersediaan Bahan Pustaka Menggunakan Analisis Sitiran pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Hukum Perdata Universitas Sriwijaya Tahun 2019-2020
Evaluasi koleksi perpustakaan secara berkala perlu dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara apa yang disediakan perpustakaan dan kebutuhan pemustaka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis literatur yang dimanfaatkan (disitir) mahasiswa dan ketersediaan literatur tersebut di Ruang Baca Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan melakukan analisis sitiran pada skripsi mahasiswa Fakultas Hukum Perdata tahun 2019-2020. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dan mengidentifikasi sitiran yang digunakan dalam skripsi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnal (51,36%) merupakan jenis literatur yang paling banyak digunakan mahasiswa dalam penulisan skripsinya, diikuti buku (45,75%) dan skripsi sebanyak 1,63%. Ketersediaan bahan pustaka yang disitir di Ruang Baca Fakultas Hukum menunjukkan jurnal tersedia 12,98%, skripsi 0,00 % dan buku merupakan jenis literatur yang ketersediaannya paling tinggi di perpustakaan yakni 83,10%
Kondisi Tertib Administrasi Layanan di Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha, Permasalahan, dan Alternatif Pemecahannya
This research was aimed at: knowing the condition of unregistered books in the library of Undiksha, Knowing the weaknesses that appeared in the library ordered administration service, discovering the caused of the weaknesses in ordered administration service, and finding out the alternative solutions to cope with the problems existed in ordered administration service. The research subject was all of the Undiksha librarian staff. The data gathered through implementing instruments, such as questionnaires, observation, and documentation, which analyzed by descriptive qualitative analysis. The result of the research showed that; (1) the condition of the unregistered books (lost books) was about 21.59 %.; (2) the weaknesses in implementing ordered administration service such as the unorganized recording system; .the imperfect job system procedure; book borrowing that was not through circulation; less of supporting facilities; and lack of human resources performance; (3). The factor that caused defection in ordered administration service among others: lack of staff disciplined, circulation recording system that was not efficient and manual. There was violence in administration service for about 61.29 %, staff didn’t record in book borrowing (25.81%), borrower without having member card (9.68%), borrowing book up from quota, and not returning the book; (4) alternative solutions on ordered administration service that proposed were: repairing the supporting facility (computer); ordered recording; increasing the staff performances, and observing the users in the library room collection