Prosiding Seminar Biologi
Not a member yet
365 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN DENGAN STRATEGI ACTIVE LEARNING
PERKEMBANGAN PENGGUNAAN ISTILAH * PENGAJARAN - tekanan pada guru * KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR - tekanan pada dua pihak * PEMBELAJARAN - tekanan pada siswa yg belajar MAKNA PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN = SEBUAH KEGIATAN YANG MENUNJUK PADA PEBELAJAR YANG DALAM OTAKNYA TERJADI PROSES PENELAAHAN MATERI UNTUK MENJADI MILIKNYA. *APAKAH KURIKULUM ITU? KURIKULUM : SEMUA PENGALAMAN YANG DIPEROLEH SISWA SELAMA TINGGAL DI SUATU TEMPAT BELAJA
DIAPERS BAGI KESEHATAN BAYI DAN LINGKUNGAN
Bayi yang berusia 0 sampai hingga 1 tahun termasuk golongan rentan, karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Kekebalan tubuh yang dimiliki bayi adalah kekebalan pasif . Terpaparnya bayi terhadap antigen dapat terjadi melalui udara, air, makanan maupun perlengkapan yang digunakan seperti alas perlindungan (diapers) terhadap enupresis dan enkopresis. Diapers dikenal di Indonesia sejak tahun 1980 karena penggunaannya yang praktis dan mudah Penggunaan diapers menimbulkan keluhan pada sebagian bayi diantaranya terjadinya iritasi kulit, gatal, luka, dan infeksi. Keadaan ini disebabkan pengaruh ammonia dan uric acid pada urine, feses dan juga bahan kimia yang terdapat pada diapers. Kasus atopic dermatitis pada bayi yang menggunakan diapers dijumpai adanya mikroba Escherichia coli (E.Coli) Klebsiela , dan Candida. Disamping itu penggunaan diapers yang sekali pakai dapat menimbulkan masalah lingkungan karena bahan penyusunnya adalah sintetik pulp, polychlorine dibenzodioxins, gel super absorbing polyacrylic acid dan juga plastik . Kata kunci : bayi, diapers, iritasi, infeksi, masalah lingkunga
PENINGKATAN RESPON AFEKTIF (AFFECTIVE RESPONSE) SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 3 SURAKARTA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan respon afektif siswa kelas X-1 SMA Negeri Surakarta pada pembelajaran Biologi melalui penerapan strategi pembelajaran aktif tipe Active Knowledge Sharing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus dengan setiap siklus masing-masing 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perenca-naan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan penerapan strategi Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan respon afektif siswa pada pembelajaran Biologi. Hal ini didasarkan pada hasil observasi, angket, dan wawancara. Rata-rata persentase capaian setiap indikator respon afektif siswa untuk siklus I 71,71% dan siklus II 74,724% (meningkat 2,514%), rata-rata persentase capaian indikator angket respon afektif untuk siklus III sebe-sar 76,691% (meningkat 1,96%). Sedangkan rata-rata nilai capaian setiap indi-ator yang didapat dari hasil observasi respon afektif siswa untuk siklus I sebesar 67,83% dan siklus II 72,058% (meningkat 5,228%), serta pada siklus III sebesar 79,595% (meningkat 7,537%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan respon afektif siswa kelas X-1 SMA Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011
PENGEMBANGAN BERBAGAI TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA
ABSTRAK Penelitian ini dususn dengan pijakan rendahnya nilai UAN dan resahnya guru mengahdapi UAN serta rendanya taraf berpikir kritis siswa pada bidang IPA. Jika proses pembelajaran biologi khususnya dan sain pada umunya dikelola dengan baik, maka akan diperoleh hasil belajar yang baik. Keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor, salah satu di antaranya partisipasi aktif siswa, seperti menyampaikan ide, mengajukan pertanyaan, dan menjawab pertanyaan. Kesempatan partisipasi sulit diperoleh setiap siswa jika pembelajaran diselenggarakn secara klasikal. Siswa yang mempunyai keberanian dan pandai dalam mengemukakan pendapat selalu aktif mendominasi kelas. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang memberi kesempatan kepada seluruh siswa agar berpartisipasi. Salah satu cara yang dapat meningkatkan partisipasi seluruh siswa adalah membentuk siswa dalam kelompok koperatif. Tujuan penelitian ini adalah menyusun perangkat pembelajaran biologi berbasis pembelajaran kooperatif tipe STAD, NHT, dan TPS dan mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang telah disusun Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan mengikuti tahap-tahap Four D Models yang terdiri atas Define, Design, Develop, dan Disseminate. Namun, pada tahap Disseminate belum dilakukan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan tipe pembelajaran kooperatif tipe STAD , NHT, dan TPS masing-masing dikembangkan empat RPP sesuai jumlah materi sehingga jumlah keseluruhan 12 RPP. Buku Siswa sebanyak empat materi yaitu Ekosistem, Daur Biogeokomia, Pencemaran Lingkungan, dan Pelestarian Lingkungan. Lembar Kerja Siswa sebanyak 3 tipe kooperatif yaitu STAD, NHT, dan TPS masing-masing terdiri dari 5 LKS sesuai materi yang ada dan LKS sesuai setiap model pembelajaran kooperatif. Jadi jumlah keseluruhan 15 LKS. Lembar Tes Hasil Belajar dan Kunci yang tertulis dalam bentuk kisi-kisi lembar penilaian. Berhasil dikembangkan 18 soal yang berbasis berpikir kritis. Pada dasarnya perangkat pembelajaran yang dikembangkan mengacu pada standar BSNP. Hasil pengembangan perangkat berkategori sangat baik dengan kata lain perangkat yang disusun peneliti yang terdiri dari RPP, buku siswa, dan LKS serta tes hasil belajar layak untuk diujicobakan. Hasil validasi RPP memperoleh 3,88 berkategori sangat baik , buku siswa memperoleh nilai 3,5 berkategori sangat baik , dan LKS memperoleh nilai 3,66 berkategori sangat baik, dan yang terakhir tes hasil belajar validasinya juga berkategori sangat baik. Kata kunci : perangkat pembelajaran, kooperatif, berpikir kriti
PENGEMBANGAN MODEL PENGAWET ALAMI DARI EKSTRAK LENGKUAS (Languas galanga), KUNYIT (Curcuma domestica) DAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI PENGGANTI FORMALIN PADA DAGING SEGAR (The Nature Preservative From Extract Of Languas galanga, Curcuma domestic
ABSTRAK Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa rempah-rempah dan bumbu asli Indonesia ternyata banyak mengandung zat aktif anti mikrobia yang berpotensi untuk dijadikan sebagai pengawet alami. Rempah-rempah tersebut diantaranya adalah lengkuas, kunyit dan jahe. Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah 1) Isolasi mikrobia daging (segar dan busuk), menentukan jumlah dan jenis isolat mikrobia 2) mengidentifikasi spesies dari isolat yang ditemukan 3) menganalisis konsentrasi ekstraks pengawet yang optimal berdasarkan besar daya hambat isolat yang ditemukan 4) menganalisis jenis pengawet yang optimal berdasarkan besar daya hambat. Desain penelitian ini adalah eksperimental murni dengan total perlakuan 4 x 5 perlakuan. Hasil yang diperoleh, total jumlah isolat mikrobia ditemukan sejumlah 80 koloni. Hasil identifikasi spesies dari 80 isolat diperoleh jenis mikrobia perusak dan patogen sejumlah 7 spesies yaitu Bacillus licheniformis, Bacillus alvei, Klebsiella pneumonia, Acinetobacter calcoaceticus, Enterobacter aerogenes, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus cereus. Jenis pengawet yang optimal berdasarkan daya hambat mikrobia pada daging adalah ekstrak jahe (P<0.01). Konsentrasi optimal pada daya hambat mikrobia pada daging adalah 35% untuk kunyit dan jahe dan 80% untuk laos. Kesimpulan dari penelitian ini, jenis pengawet yang optimal adalah jahe, sedangkan konsentrasi optimal pada daging adalah 35% untuk kunyit dan jahe dan 80% untuk laos. Saran dari Penelitian ini adalah konsentrasi 35% untuk semua jenis pengawet sudah menunjukkan adanya daya hambat meskipun masih kecil, sehingga untuk pengembangan penelitian bisa ditambahkan garam 5% untuk menguatkan besar daya hambat. Kata kunci: antimikrobia, daging, lengkuas, kunyit, jah
Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Akibat Pembelajaran Classwide Peer Tutoring (CWPT) dengan Pembelajaran Multimodel pada Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar kognitif biologi akibat penerapan pembelajaran ClassWide Peer Tutoring dengan pembelajaran multimodel pada siswa kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Pelajaran 2007/2008.Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian dirancang dengan desain pretes dan postes dengan kelompok tidak diacak. Sampel dipilih dua kelas yang ada dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa untuk kelompok kontrol dan 31 siswa untuk kelompok eksperimen dari total populasi kelas X sebanyak enam kelas dengan jumlah siswa sebanyak 186 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis kovarian (anakova) dengan melakukan kontrol terhadap nilai pretes masing variabel terikat. Analisis anakova memanfaatkan aplikasi SPSS 16,0 for Windows.Hasil uji statistik dengan anakova pada variabel terikat hasil belajar kognitif dengan melakukan kontrol terhadap nilai pretes menunjukkan bahwa nilai F hitung untuk strategi pernbelajaran adalah 5,764 dengan taraf signifikansi 0,020. Oleh karena taraf signifikansi 0,020 < 0,05 maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Jika Ho ditolak dan H1 diterima maka hipotesis penelitian ini diterima, artinya ada perbedaan hasil belajar kognitif biologi akibat pembelajaran CWPT dan hasil belajar kognitif biologi akibat pembelajaran multimodel pada siswa kelas X SMA Laboratoriurn Universitas Negeri Malang tahun pelajaran2007/2008.Kata Kunci: Classwide Peer Tutoring, hasil belajar kogniti
MANAJEMEN DIKLAT PETERNAK (SUATU STUDI TENTANG MANAJEMEN DIKLAT TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU UNTUK MENINGKATKAN TARAF HIDUP PETERNAK PADA BALAI PELATIHAN PETERNAKAN CIKOLE LEMBANG)
ABSTRAK Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah Manajemen Pendidikan dan Pelatihan Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai manajemen pelatihan Teknologi Pengolahan susu yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Peternakan Cikole Lembang. Sedangkan manfaatnya adalah untuk kepentingan pengembangan lembaga pelatihan peternakan dan SDM Peternak.Adapun konsep yang mendukung penelitian adalah Konsep manajemen , Konsep Pelatihan, Konsep Taraf Hidup, Konsep Way of Life, Konsep Perubahan, Konsep Pemasaran. Teori Manajemen lebih difokuskan untuk dapat mengetahui fungsi manajemen secara jelas sehingga akan mampu mendeskripsikan pengaruhnya terhadap ketercapaian kompetensi . Konsep taraf Hidup diperlukan untuk dapat mendeskripsikan ketercapaian taraf hidup peserta yang di inginkan setelah diklat.Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metoda penelitian dalam bentuk studi kasus . Adapun subyek yang diteliti sebanyak 38 orang yaitu 30 orang peserta pelatihan, dan 10 orang panitia penyelenggara serta para pengajar pelatihan. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara , observasi dan studi dokumentasi. Manajemen pelatihan pada BPP Cikole belum berjalan dengan efektif dan efisien dan masih diwarnai kelemahan-kelemahan serta memerlukan perbaikan-perbaikan. Kelemahan itu disebabkan antara lain karena belum optimalnya fungsi disainer pelatihan pada tahap perencanaan diklat menyebabkan penetapan tujuan diklat ini tidak jelas demikian juga penetapan peserta maupun pengajar diklat disamping itu ada dualisme fungsi perencana yakni Sub Bagian program pada Dinas induk ( Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat ) serta Sub bidang Perencanaan dan evaluasi pada UPT BPP Cikole sehingga fungsi ini tidak dapat berjalan secara obyektif, sementara pada fungsi perencanaan itu sendiri belum dapat melaksanakan fungsinya sesuai tugasnya sebagai perencana. Peserta diklat ini sangat variatif ada peternak, ada pengusaha dan ada pegawai KPBS dan KUD juga PNS.Dalam perencanaan para pengajar juga terjadi tumpang tindih tugas antara tugas pejabat struktural yang seharusnya menjalankan fungsi manajerial namun pada kenyataanya mereka melaksanakan fungsi pengajaran sehingga materi yang diberikan sifatnya hanya kebijakan-kebijakan belum mengarah kepada materi yang sesungguhnya, disamping itu penetapan usia peserta tidak jelas sehingga menjadi kendala dalam keterserapan materi bagi sebagian besar mereka yang berusia lanjut, hal yang paling mendasar adalah ketidak jelasan tujuan dari pelatihan ini, bila untuk peningkatan taraf hidup peternak maka kurikulum seyogyanya mengarah pada tehnik meningkatkan pendapatan melalui kewirausahaan namun kenyataannya lebih mengarah pada fungsi pemeliharaan dan pengawetan susu. Hasil dari pelatihan untuk meningkatkan taraf hidup Peternak dapat dikatakan belum tercapai.Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa faktor yang mendukung keberhasilan pelatihan adalah pelaksanaan manajemen pelatihan yang sempurna dalam arti bahwa fungsi-fungsi manajemen harus saling terkait antara satu fungsi dengan fungsi lainnya sehingga tidak terdapat pelaksanaan pelatihan yang tidak sesuai dengan perencanaannya juga pelaksanaan fungsi evaluasi yang tidak memberikan informasi kepada manajemen. Keyword : manajemen diklat teknologi pengolahan sus
KAJIAN BIOLOGI MOLEKULER PERAN ESTROGEN /FITOESTROGEN PADA METABOLISME TULANG USIA MENOPAUSE
ABSTRAK Tahun 2015 diperkirakan jumlah wanita usia menopause di Indonesia mencapai lebih kurang 24 juta orang. Lebih kurang 35% osteoporosis dan 50% osteopenia. Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang belakangan menjadi masalah di Indonesia sebagai efek peningkatan usia harapan hidup. Osteopororosis menurut WHO adalah penyakit metabolisme tulang dengan ciri pengurangan kepadatan tulang (T score < -2,5) yang mengarah pada terjadinya fragilitas tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang Metabolisme tulang melibatkan banyak faktor, namun demikian estrogen merupakan salah satu faktor yang cukup potensial terhadap pengaturan kepadatan tulang pada perempuan demikian juga pada laki-laki, namun demikian mekanisme peran estrogen dalam memempengaruhi kepadatan tulang belum banayak diungkap. Kajian ilmiah ini bertujuan untuk mengungkap kejelasan mekanisme aksi biologi estrogen/fitoestrogen pada metabolisme tulang dalam mempengaruhi kepadatan tulang atas dasar pendekatan biologi molekuler. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi informasi tentang bagaimana peran estrogen/fitoestrogen dalam mempengaruhi kepadatan tulang pada umumnya dan menjadi tambahan wawasan untuk menyiapkan bahan ajar Endokrin untuk sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Kata kunci: Estrogen, metabolism tulang, kepadatan tulang, osteoporosi
APLIKASI MODEL VCT (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) BERBASIS LOCAL WISDOM SEBAGAI UPAYA INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BERPIKIR DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kreativitas berpikir siswa dan hasil belajar biologi siswa kelas XA MA Ibnul Qoyyim Putri melalui aplikasi model VCT (Value Clarification Technique) berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan, serta mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran biologi dengan menggunakan model VCT (Value Clarification Technique) berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan. Local Wisdom dalam penelitian ini adalah kearifan lokal di lingkungan siswa (sekolah/Madrasah, pondok, dan masyarakat). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh peneliti secara kolaboratif dengan guru kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu instrumen pelaksanaan pembelajaran (terdiri dari silabus, RPP, LKS, dan Hand Out) dan instrumen pengambilan data (terdiri dari tes hasil belajar, tes kreativitas berpikir siswa dan angket tanggapan siswa). Analisis data kreativitas berpikir siswa dilakukan dengan statistik deskriptif dengan teknik prosentase, sedangkan data hasil belajar dilakukan dengan membandingkan rerata tes pada siklus 1 dan siklus 2. Untuk mengetahui adanya peningkatan dilakukan dengan teknik effet size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penelitian tindakan yang telah dilakukan: (1) Terjadi peningkatan kreativitas berpikir siswa kelas XA MA Ibnul Qoyyim Putri melalui aplikasi model VCT berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan pada penelitian tindakan ini dengan nilai selisih atau effect size sebesar 13,05; (2) Terjadi peningkatan hasil belajar biologi siswa kelas XA MA Ibnul Qoyyim Putri melalui aplikasi model VCT berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan pada penelitian tindakan ini dengan nilai selisih atau effect size sebesar 13,71; dan (3) Siswa memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran biologi dengan menggunakan model VCT berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan. Hal ini didukung dengan terjadinya peningkatan skor tanggapan siswa pada siklus I sebesar 9,9 mengalami peningkatan sebesar 11,3 pada siklus II. Kata Kunci : VCT (Value Clarification Technique), Local Wisdom, Kreativitas Berpikir, dan Hasil Belajar Sisw
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI KABUPATEN MIMIKA
ABSTRAK Malaria merupakan penyakit endemis dan sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat Mimika. Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. Peningkatan kejadian malaria disebabkan adanya kontak manusia dengan nyamuk malaria dan didukung oleh kondisi lingkungan yang kurang baik. Terdapat tiga faktor yang berperan dalam penyebaran malaria, yaitu parasit, inang, dan lingkungan. Di Kabupaten Mimika tingkat kejadian malaria cukup tinggi, pada tahun 2010 jumlah malaria mencapai 80.000 kasus dan hampir mencapai sepertiga dari jumlah penduduk Mimika. Kampung Limau Asri Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika sebagai tempat penelitian merupakan daerah endemis malaria dengan jumlah kejadian mencapai 700 kasus. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kasus kontrol yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan terhadap kejadian malaria di Kampung Limau Asri Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika. Sebagai kasus adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas dengan gejala klinis dan hasil pemeriksaan darah malaria positif, sedangkan kontrol adalah pasien yang berkunjung tanpa gejala malaria klinis dan hasil pemeriksaan darah negatif. Jumlah kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 50 responden. Faktor-faktor yang diteliti adalah keberadaan genangan air, keberadaan semak, dan keberadaan kandang hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan terhadap kejadian malaria adalah: keberadaan genangan air dengan p=0,003 dan OR=0, 011, keberadaan semak dengan p=0,026 dan OR=0,65, dan keberadaan kandang hewan dengan p=0,002 dan OR=256, 272. Usaha pencegahan yaitu perlu dilakukan pembuatan saluran air dan pengeringan genangan air, pembersihan semak di sekitar rumah, dan menjauhkan kandang hewan dengan rumah. Pihak terkait hendaknya melakukan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan, dan tata cara penanggulangan malaria. Kata kunci : Pengaruh lingkungan, masyarakat Mimika, penyakit malari