Prosiding Seminar Biologi
Not a member yet
    365 research outputs found

    PROFIL PERANGKAT PEMBELAJARAN TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI BERBASIS PROYEK UNTUK MELATIH MAHASISWA BERPIKIR KREATIF

    Full text link
    ABSTRAK   Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui profil  perangkat pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Tinggi berbasis proyek untuk melatih  mahasiswa berpikir kreatif . Penelitian  tahun I  (2011) telah  menghasilkan perangkat pembelajaran berupa, (a) Hand out, (b) Lembar Kerja Mahasiswa berbasis proyek dan Panduannya, yang  layak untuk  diujicoba ke mahasiswa. Adapun tujuan khusus penelitian tahun II (2012) adalah (1) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa setelah menggunakan perangkat pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Tinggi berbasis proyek. Perangkat tersebut diterapkan dengan menggunakan rancangan one shot case study, pada mahasiswa prodi Pendidikan Biologi angkatan 2010 jurusan biologi sebanyak dua  kelas, semester genap TA 2011/2012. Data yang diperoleh berupa hasil penilaian yang mengakses kreativitas mahasiswa dan respon mahasiswa terhadap penerapan perangkat pembelajaran berbasis proyek. Data ini dianalisis secara deskriptif. Mahasiswa memberikan respon yang baik terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. Kreativitas yang dapat dilatihkan pada mahasiswa antara lain menghasikan produk orisinil, merancang, merumuskan hipotesis, menarik kesimpulan dan menciptkan gagasan baru. Hasilnya menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran Taksononomi Tumbuhan Tinggi berbasis proyek dapat melatih berpikir kreatif  pada aspek  menghasilkan produk orisinil, efektif dan  kompleks, inventif (mencipta atau merancang), merumuskan hipotesis,  dan pensintesis.   Kata Kunci: pembelajaran proyek, berpikir kreatif, taksonomi tumbuhan tingg

    TEKNOLOGI PENGAWETAN IKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KERAGAMAN MIKOFLORA SERTA SPESIES KAPANG KONTAMINAN DOMINAN PADA DENDENG IKAN

    Full text link
    ABSTRAK Dendeng ikan dapat terkontaminasi oleh berbagai spesies kapang kontaminan. Dendeng ikan merupakan salah satu produk olahan ikan yang banyak disukai oleh masyarakat dan banyak diproduksi sebagai industri rumah tangga dalam rangka diversifikasi produk ikan. Apabila spesies-spesies kapang kontaminan dapat menghasilkan mikotoksin, maka dapat membahayakan kesehatan para konsumen dendeng Ikan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meneliti spesies-spesies kapang kontaminan yang dapat bertahan hidup pada ikan yang telah diawetkan menjadi dendeng ikan 2) mengetahui jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan; 3) mengetahui spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan. Sampel dendeng Ikan dibuat dengan menggunakan bahan baku ikan kembung lelaki (Rastreiliger canagurta). Dendeng ikan disimpan dalam suhu ruang selama 1-3 hari. Sampel dendeng ikan yang telah disimpan selama 6x24 jam sebanyak 10 gram dihaluskan dan dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1%, sehingga diperoleh suspensi dengan tingkat pengenceran 10-1 kemudian suspensi diencerkan lagi dalam larutan air pepton 0.1% pada tingkat pengenceran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. Suspensi pada masing-masing tingkat pengenceran dinokulasikan pada medium Czapek’s Agar sebanyak 0,1 ml dan diinkubasikan pada suhu 25°C selama 7x24 jam. Selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan, isolasi tiap spesies kapang kontaminan, pengamatan morfologi koloni, deskripsi ciri-ciri mikroskopis, serta identifikasi tiap spesies kapang kontaminan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, 1) Dalam sampel dendeng ikan yang diperiksa ditemukan 5 genus yang meliputi 17 spesies kapang. Kelima genus kapang tersebut ialah Aspergillus, Peniciilium. Fusarium, Cladosporium, dan Genicularia 2) Jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan berkisar antara 0,13x104 cfu/g sampai 3,20x107 cfu/g sampel; 3) Spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan ialah Penicilium paraherquei yang berjumlah 3,20x10 cfu/gram sampel. Sehubungan dengan hal tersebut, maka keberadaan speies-spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan perlu mendapat perhatian agar dendeng ikan tetap aman untuk dikonsumsi.   Kata kunci: Kapang kontaminan, dendeng ikan, mikoflo

    RESPON PERTUMBUHAN BEBERAPA AKSESI TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP PUPUK HAYATI SELAMA PEMBIBITAN

    Full text link
    Physic nut (Jatropha curcas L.) is a potential plant for biofuels production. The objectives of this study was to analyze seedling growth response to application of biofertilizer during seedling establishment. The experiment were carried out in green house used Block Randomized Design with two factor and three replication. The first factor was four plant accessions i.e S1, J2, JB, and B3. The second factor was fertilizer treatment i.e with and without NPK at recommended rate, 36 g of AMF, and 30 g of PGPR. The result of this experiment indicated that the AMF and PGPR application increased vegetative growth and nutrient uptake of physic nut seedling.  Key words: Jatropha Curcas L., Biofertilize

    OPTIMASI VOLUME Acetobacter xylinum TERHADAP PRODUKTIFITAS NATA DE COCO PADA MEDIA MINIMUM

    Full text link
    ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimasi volume Acetobacter xylinum terhadap produktifitas nata de coco pada media minimum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, A0 = 0 ml starter, A1 = ditambahkan 25 ml starter, A2 =  ditambahkan 50 ml starter, A3 = ditambahkan 75 ml starter, A4 =  ditambahkan 100 ml starter per 1000 mL media minimum (air kelapa 1000 mL, cuka 10 mL, dan gula pasir 100 gram). Data penelitian diperoleh: tebal nata de coco tertinggi diperoleh pada perlakuan A4 dan berat maksimal pada perlakuan A4. Ada signifikasi tebal nata de coco antar perlakuan (Fhit 5,0069 > Ftab 2,87 pada taraf signifikan 5%) serta ada signifikasi berat nata de coco antar perlakuan (Fhit 1127,167 > Ftab 2,87 dengan taraf signifikan 5%). Di samping itu, juga diperoleh korelasi positif antara tebal dengan berat nata de coco (R2=0,9947 dan R=0,9973) dan hasil tersebut diperoleh pada perlakuan A4.   Kata Kunci: Acetobacter xylinum, tebal, berat, nata de coco

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 11 YOGYAKARTA DENGAN PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA PADA MATERI PROTISTA

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA 11 Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam penerapan pembelajaran dengan permainan edukatif ular tangga. Berdasarkan observasi awal pembelajaran Biologi di SMA 11 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 memperlihatkan adanya beberapa kendala dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah  yang berdampak pada hasil belajar siswa yang belum optimal. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri dari lima kegiatan yaitu: (1) Planning, dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan kegiatan pembelajaran; (2) Acting, yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan permainan edukatif ular tangga; (3) Observing yaitu pengambilan data tentang proses hasil belajar dan Evaluating yaitu memberikan evaluasi pada siswa; serta (4)  Reflecting, adalah kegiatan untuk menganalisa data  hasil pengamatan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XA SMA Negeri 11 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hasil belajar maupun keaktifan siswa, pada setiap siklusnya tidak mengalami peningkatan yang sesuai target. Pada siklus I nilai rata-rata siswa 75,36 dengan ketuntasan belajar klasikal 53,33%. Siklus II nilai rata-rata mengalami penurunan menjadi 63,14 dengan ketuntasan belajar klasikal 14,81%. Dari data yang diperoleh, tingkat keaktifan klasikal siswa siklus I dari 29 siswa 17,24% siswa aktif dan aktif sekali. Pada siklus II tingkat keaktifan klasikal menurun, dari 30 siswa 6,66% siswa termasuk kategori aktif dan aktif sekali. Tingkat keaktifan klasikal siswa belum sesuai yang diharapkan yaitu sebesar 80% siswa aktif dan aktif sekali. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan edukatif ular tangga kurang dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada materi Protista. Disarankan untuk menggunakan metode lain yang lebih cocok dengan materi Protista dan keadaan siswa.  Kata kunci: Permainan Edukatif, Hasil Belajar, Keaktifa

    PENGARUH Paparan Berulang Ikan Berformalin TERHADAP GANGGUAN FUNGSIONAL HEPAR MENCIT

    Full text link
    ABSTRAK   Formalin masih sering ditemukan terkandung dalam bahan makanan, sekalipun senyawa kimia ini telah dilarang penggunaannya sebagai bahan tambahan pangan. Paparan berulang dari bahan makanan berformalin diduga dapat menyebabkan peningkatan kerusakan struktur maupun gangguan fungsional hepar. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan berulang ikan berformalin terhadap kadar SGOT dan SGPT hewan coba mencit (Mus musculus). Kadar SGOT dan SGPT dalam serum mencit ditentukan dengan alat Cobas Mira® Automatic Analyzer. Data SGOT dan SGPT dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dengan variabel bebas yaitu faktor perlakuan dan faktor waktu. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perlakuan formaldehida baik dalam bentuk senyawa tunggal maupun campuran dengan daging ikan dapat meningkatkan kadar SGOT dan SGPT. Berdasarkan faktor waktu, kadar SGOT dan SGPT sudah mengalami peningkatan bahkan pada hari ke-2 setelah pemaparan berulang.   Kata Kunci: Ikan berformalin, paparan berulang, SGOT, SGPT, dan hepar mencit

    PEMANFAATAN ASESMEN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR

    Full text link
     Artikel ini memaparkan hasil penelitian tentang pemanfaatan Asesmen Portofolio oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar Sains bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Untuk menentukan prestasi belajar siswa dalam Sains  guru menggunakan fakta-fakta tentang siswa selain tes/ulangan juga non tes. Dalam menggunakan Asesmen Portofolio guru banyak mengalami kendala seperti kesibukan guru saat memeriksa dan menilai tugas siswa dan mengarsipkannya, kesulitan guru saat merencanakan, menentukan tugas siswa. Hal ini dapat segera diatasi dengan meningkatkan disiplin guru dan siswa. Disiplin bagi guru terutama pada ketepatan waktu dan kejelasan tugas yang diberikan kepada siswa berikut sanksi bagi siswa yang melanggarnya dan penghargaan bagi yang mematuhinya. Disiplin bagi siswa adalah kesiapan dan ketepatan waktu untuk mengerjakan tugas sesuai dengan kesepakatan bersama antara guru dengan siswa. Dengan melakukan kolaborasi dengan peneliti, guru berperan sebagai guru sekaligus juga sebagai peneliti menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), guru dengan segera dapat melakukan refleksi diri  berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan peneliti Sehingga siswa akan terbiasa dengan belajar efektif terutama pada pelajaran Sains  yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajarnya. Kata kunci : Asesmen Portofolio, penilaia

    ISOLASI BAKTERI PENDEGRADASI SENYAWA PERSISTEN ORGANOKLORIN POLUTTANS ASAL TANAH INCEPTISOL KARAWANG

    Full text link
    Penggunaan pestisida yang tidak terkontrol akan mengganggu agroekosistem pertanian dan mencemari lingkungan. Jumlah pestisida yang beredar di Indonesia tahun 2006 terdaftar sebanyak 1336 formulasi, 2008  sebanyak 1702 formulasi, 2010 sebanyak 2048 formulasi, 2011 sebanyak 2247 formulasi. Di dalam tanah, karbon aktif peranan sebagai shelter atau rumah untuk mikroorganisme. Pori-pori kecil pada karbon aktif digunakan sebagai tempat tinggal bakteri, sedangkan pori besar dan retakan (cracks) digunakan sebagai tempat berkumpul. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Cibinong Mei 2011 s/d Agustus 2011. Tujuan penelitian adalah menyeleksi bakteri  dalam tanah yang berpotensi mendegradasi residu insektisida yang bersifat persistent organic poluttants  (POPs).  Isolasi dan karakterisasi mikroba pendegradasi POPs dilakukan  dengan tiga tahapan, yaitu (1) Isolasi dan identifikasi mikroba pendegradasi POPs, (2) Uji karakteristik pertumbuhan isolat pada berbagai jenis POPs, dan  (3) Penetapan residu insektisida POPs hasil kultur. Hasil terdapat 7 (tujuh) isolat yang mampu mendegradasi senyawa POPs, Lima isolat bersifat gram positif (BOB1, BOB2, BOB3, BOB4, BOB5) efektif untuk mendegradasi POPs berbahan aktif: lindan, heptaklor, DDT, dan dieldrin, sedangkan  dua isolat bersifat gram negatif (BOB6 dan BOB7) efektif untuk mendegradasi POPs berbahan aktif aldrin.  Kata Kunci: Arang Aktif, Senyawa POPs, Bakteri Pendegardas

    SUSTAINABLE ENVIRONMENT FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT

    Full text link
    ABSTRAK Sustainable development is a famous concept and strategy to balance the state between human anthropogenic activity and environmental conservation. It is conceptualized mainly, to address the challenge of ensuring continual human civilization under the limitedly available natural resources. There is no dispute to value ecosystem services to be included into the idea of sustainable development. However, since sustainable development is defined as it is affected by many vested interests, the precise ecosystem and environmental aspects that are regarded as critical for sustainable development are also under debate. Essentially, the emerging debates deal with criticism towards giving value on particular environmental properties and, deal with the judgement of whether they are considered as critical or less critical for the sustainability of particular developmental activities. Hence, this paper is aimed to provide ideas to bridge the presence polemics by presenting the two important ideas in combination, sustainable environment and socio ecological sustainability as a considerable ideas to achieve sustainable development. To have the research’s goal the criteria of millennium ecosystem assessment and the socio ecological indicator proposed are is scrutinized. Indeed, human activity is considered as sustainable if it is put in position with socio ecological indicators. In addition to this, extending human’s moral standing to the environment will be importantly underpin the achievement of sustainable environment and therefore, the sustainable development. Kata kunci : Sustainable environment, Sustainable developmen

    PEMBERIAN KULTUR CAMPUR ANTARA Lactobacillus bulgaricus DAN Streptococcus thermophilus TERHADAP KANDUNGAN SERAT DAN Fe PADA YOGHURT KACANG KORO BENGUK PUTIH (Mucuna pruriens)

    Full text link
    Yoghurt merupakan produk hasil fermentasi susu, starter atau bibit yang digunakan adalah bakteri  asam laktat (Lactobacillus bulgaricus  dan  Streptococcus thermophilus) dengan perbandingan yang sama. Yoghurt kacang koro benguk putih merupakan  salah satu produk hasil fermentasi yang banyak mengandung zat gizi. Proses fermentasi dalam bahan pangan menyebabkan pertumbuhan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan dari segi mutu, baik dari aspek gizi maupun daya cerna.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kultur campur antara  Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus  terhadap kandugan serat dan Fe (besi) pada yoghurt kacang koro benguk putih (Mucuna pruriens). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan  Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu (A). 1liter susu koro + 15 ml starter, (B). 1liter susu koro + 20 ml starter, (C). 1l iter susu koro + 25 ml starter. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Of Variance (ANAVA), dilanjutkan dengan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD). Hasil analisis varians kandungan serat pada yoghurt koro benguk putih (Mucuna pruriens) diketahui Fhitung (19,698) > Ftabel 5% (5,14) dan < Ftabel 1% (10,92) sehingga menunjukan hasil yang sangat signifikan/beda nyata pada taraf 1 %. Sedangkan Hasil analisis varians kandungan Fe (Besi) pada yoghurt koro benguk putih (Mucuna pruriens) diketahui bahwa Fhitung (137,917) > Ftabel 5% (5,14) dan  Ftabel 1% (10,92) sehingga menunjukan hasil yang sangat signifikan/beda nyata pada taraf 1%.  Kata Kunci : Kultur campur, Serat, Fe (Besi), Koro Benguk (Mucuna pruriens

    354

    full texts

    365

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Seminar Biologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇