Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Tinjauan Maslahah terhadap Pemberlakuan Sertifikat ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) sebagai Persyaratan Pernikahan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan
Maslahah merupakan sesuatu yang mendatangkan kemaslahatan dan menghindari dari kemud}aratan. Pemberlakuan sertifikat ELSIMIL (hasil skrining kesehatan) sebagai syarat pernikahan di KUA perlu ditelaah dengan maslahah untuk mengetahui sisi kemaslahatannya, karena dalam Islam tidak ada aturan yang mengatur mengenai persoalan tersebut. Namun, dalam ketentuan yang berlaku saat ini, syarat pendaftaran nikah di KUA calon pengantin diharuskan untuk memiliki sertifikat ELSIMIL sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Hal ini sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini yang dilakukan oleh calon pengantin.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tinjauan maslahah terhadap dasar hukum, alasan, dan tujuan pemberlakuan sertifikat ELSIMIL sebagai syarat pernikahan di KUA Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan?
Skripsi ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan normatif yang disebabkan untuk mengetahui ada tidaknya kemaslahatan dari masalah penelitian. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi untuk memperoleh data yang valid. Teknik analisis data dengan metode deduktif karena pembahasannya dari ketentuan umum dan dikemukakan menjadi kenyataan yang khusus.
Hasil penelitian ini, (1) Dasar hukum pemberlakuan sertifikat ELSIMIL sebagai syarat pernikahan di KUA sesuai dengan maslahah mursalah karena tidak ada dalil yang mengakuinya. Kemaslahatan ini bagian dari maslahah al-hajiyah karena implementasi dari tugas dan fungsi KUA. Sertifikat ELSIMIL digunakan untuk pendaftaran nikah di KUA termasuk maslahah al-khassah, dan pelaksanaannya berdasarkan kebutuhan di masing-masing daerah bagian dari maslahah al-mutaghayirah. Adapun alasan pemberlakuan ini karena KUA sebagai lembaga pencatatan perkawinan, tingginya prevalensi stunting di Indonesia, dan rendahnya kesadaran calon pengantin terhadap kesehatan sebelum menikah, hal ini termasuk maslahah al-hajiyah karena kemaslahatan ini memberikan kemudahan dan menolak kesulitan. (2) Tujuan pemberlakuan sertifikat ELSIMIL di KUA sesuai dengan tujuan shara’, yaitu hifz al-nafs dan hifz al-nasl. Adapun upaya pencegahan stunting melalui Sertifikat ELSIMIL ini bagian dari maslahah al-hajiyah karena pentingnya mempersiapkan kesehatan kehamilan bagi calon pengantin untuk mitigasi risiko melahirkan bayi stunting
Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Ponorogo Terkait Putusan Nomor 259/Pdt.P/2023/PA.Po Tentang Permohonan Dispensasi Kawin Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019
..(FILE KOSONG, UPLOAD ULANG)..Hubungan Religiusitas dengan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo Angkatan 2020
Quarter Life Crisis merupakan fenomena yang dialami oleh individu usia 20-30 tahun sebagai respon terhadap munculnya ketidakpastian hidup, perubahan yang terus menerus, banyaknya pilihan, dan juga perasaan cemas dan tertekan karena situasi yang sulit. Bagi mahasiswa yang sebentar lagi lulus kuliah akan mengalami transisi kehidupan dari masa perkuliahan menuju kehidupan selanjutnya. Transisi kehidupan inilah yang menimbulkan quarter life crisis yang ditandai dengan munculnya berbagai perasaan emosional yang negatif. Religiusitas disebut dapat memberikan pencegahan pada munculnya depresi dan sikap agresif dalam diri seseorang yang mengalami quarter life crisis.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara religiusitas dengan quarter life crisis pada mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo angkatan 2020. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo angkatan 2020. Kemudian diambil sampel sebanyak 72 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment.
Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi sebesar -0.125 dengan nilai signifikansi sebesar 0.294 (p>0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi negatif yang tidak signifikan antara variabel religiusitas dengan quarter life crisis pada mahasiswa. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi religiusitas mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo angkatan 2020, maka mahasiswa dapat terhindar dari quarter life crisis
..(FILE KOSONG, UPLOAD ULANG)..Hubungan Religiusitas dengan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo Angkatan 2020
Quarter Life Crisis merupakan fenomena yang dialami oleh individu usia 20-30 tahun sebagai respon terhadap munculnya ketidakpastian hidup, perubahan yang terus menerus, banyaknya pilihan, dan juga perasaan cemas dan tertekan karena situasi yang sulit. Bagi mahasiswa yang sebentar lagi lulus kuliah akan mengalami transisi kehidupan dari masa perkuliahan menuju kehidupan selanjutnya. Transisi kehidupan inilah yang menimbulkan quarter life crisis yang ditandai dengan munculnya berbagai perasaan emosional yang negatif. Religiusitas disebut dapat memberikan pencegahan pada munculnya depresi dan sikap agresif dalam diri seseorang yang mengalami quarter life crisis.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara religiusitas dengan quarter life crisis pada mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo angkatan 2020. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo angkatan 2020. Kemudian diambil sampel sebanyak 72 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment.
Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi sebesar -0.125 dengan nilai signifikansi sebesar 0.294 (p>0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi negatif yang tidak signifikan antara variabel religiusitas dengan quarter life crisis pada mahasiswa. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi religiusitas mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo angkatan 2020, maka mahasiswa dapat terhindar dari quarter life crisis
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, DAN PERBAIKI ALAMAT WEBSITE ETHESIS DI LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI, UPLOAD ULANG)..Pola Asuh Grandparenting Terhadap Perkembangan Kemandirian Anak Usia Dini Di Desa Tanjungsari Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo
Saat ini, banyak orang tua yang mengalihkan pengasuhan anaknya kepada kakek dan nenek. Dalam pengasuhan anak, masing-masing kakek dan nenek memiliki gaya dan cara tersendiri, pola asuh yang diterapkan dalam keluargapun berbeda antara keluarga satu dengan keluarga yang lainnya, hal itu disebabkan oleh karakteristik dari setiap keluarga. Bentuk-bentuk pola asuh sangat erat hubungannya dengan kepribadian anak setelah menjadi dewasa, apabila pola asuh yang diterapkan keliru, akan berpengaruh buruk pada kepribadian anak.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pola asuh grandparenting ditinjau dari tingkat pendidikan kakek dan nenek dalam membentuk kemandirian anak usia dini? Bagaimana pola asuh grandparenting ditinjau dari lingkungan kakek dan nenek dalam membentuk kemandirian anak usia dini? Bagaimana pola asuh grandparenting ditinjau dari budaya kakek dan nenek dalam membentuk kemandirian anak usia dini? Adapun skripsi ini merupankan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research)dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif.
Hasil dari penelitian ini ialah kakek dan nenek dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam membimbing anak untuk menjadi mandiri. Mereka lebih mampu memberikan dukungan dan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemandirian mereka. lingkungan yang diciptakan oleh pola asuh grandparenting dapat mempengaruhi perkembangan kemandirian anak. Lingkungan fisik yang aman, terstruktur, dan memungkinkan anak untuk mengeksplorasi secara mandiri dapat membantu anak merasa nyaman untuk mencoba hal-hal baru dan menjadi mandiri. Kakek dan nenek sering menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas budaya dan nilai-nilai keluarga. Berbagai aspek dari budaya keluarga yang ditransmisikan oleh kakek dan nenek, seperti nilai-nilai, tradisi, dan pola asuh, dapat mempengaruhi perkembangan kemandirian anak
....(SCAN LEMBAR BERTTD TANPA WATERMARK, PERBAIKI LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)...Upaya Penanganan Perilaku Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Kontrol Diri Siswa Di MTs Ma'arif Munggung Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo
Awalia Nafi’ah, Nanda. 2020. Upaya Penanganan Perilaku Kenakalan Remaja
Ditinjau dari Kontrol Diri Siswa di MTs Ma’arif Munggung Kecamatan Pulung
Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas
Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo.
Pembimbing: Muchlis Daroini, M. Kom. I.
Kata Kunci: Siswa, Kontrol Diri, Kenakalan Remaja.
Perilaku kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang terdapat di
lingkungan sekitar diantaranya di lingkungan sekolah. Terdapat berbagai macam
perilaku kenakalan remaja di sekolah meskipun dianggap masih wajar akan tetapi
dikhawatirkan menjadi hal yang lebih buruk dikemudian hari sehingga perlu adanya
penanganan yang tepat.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
fenomenologis. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara,
observasi dan dokumentasi. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu: 1)
bagaimana bentuk kontrol diri siswa yang berperilaku nakal di MTs Ma’arif
Munggung berdasarkan aspek kontrol diri?, 2) bagaimana upaya penanganan
perilaku kenakalan remaja di MTs Ma’arif Munggung?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri siswa yang berperilaku
nakal yaitu sulit konsentrasi, marah hingga berkata kotor, menerima ajakan teman
dengan pertimbangan, menyontek atau mengerjakan tugas asal-asalan dan kesulitan
menghentikan kebiasaan buruk seperti bedagang, telat makan, merokok. Upaya
penanganan berupa tindakan pencegahan seperti koordinasi dengan orang tua,
pembinaan keagamaan, dan ekstrakurikuler. Tindakan hukuman seperti membaca
atau menghafalkan surah Al-Qur’an atau tahlil. Tindakan penanganan yaitu
konseling yang dilakukan di ruang BK secara intensif. Upaya penanganan
disesuaikan dengan kontrol diri siswa guna mengurangi perilaku kenakalan remaja
serta adanya kontrol orang tua dan tenaga pendidik secara intensif meningkatkan
kontrol diri siswa karena adanya pengawasan secara intensif
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA, UBAH FILE KE PDF, UPLOAD ULANG)..Pesan Moral Dalam Film Prasangka Karya Kemenkeu RI
Film merupakan sebuah alat dalam hal penyampaian berbagai pesan kepada masyarakat dengan menggunakan media cerita. Salah satu pesan yang terkandung dalam film yaitu pesan moral. Pesan moral yang disampaikan lewat sarana komunikasi terdapat banyak jenisnya. Melalui film ini kemekeu ingin melakukan sosialisai dengan mengusung tagar #SadarAPBN adalah gerakan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk memahami anggaran negeri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana Teun Van Dijk. Objek dalam penelitian ini adalah pesan moral yang terkandung dalm film prasangka. Sedangkan subjek penelitian ini adalah film pendek yang berjudul prasangka. Penulis merumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana Struktur Teks yang terkandung dalam Film Prasangka Karya Kemenkeu RI ? (2) Bagaimana Kognisi Sosial yang terkandung dalam Film Film Prasangka Karya Kemenkeu RI? (3) Bagaimana Konteks Sosial yang terkandung dalam Film Film Prasangka Karya Kemenkeu RI ? (4) Bagaimana Pesan Moral yang terkandung dalam Film Film Prasangka Karya Kemenkeu RI ?
Hasil penelitian menunjukkan struktur teks ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu struktur makro (tematik), superstruktur (skematik) dan struktur mikro (semantic, sintaksis, stalistik dan retoris). Aspek pertama struktur makro / topik dalam film prasangka ini adalah tentang prasangka. Aspek kedua superstruktur yang terkandung dalam film ini berupa empat tahap yaitu pembukaan, konflik, anti klimak dan akhiran. Aspek ketiga struktur mikro terdapat tiga elemen. Elemen semantic menjelaskan tentang latar, detail dan maksud. Elemen sintaksis ada koherensi, kata ganti dan bentuk kalimat. elemen stalistik, elemen retoris dari Grafis, Metafora dan Ekspresi. Kognisi sosial dalam penelitian ini kemenkeu ingin melakukan sosialisasi melalui film prasangka ini, agar masyarakat ikut andil dalam mengawal anggaran pemerintah APBN. Konteks sosial dalam penelitian ini adalah pandangan masyarakat terhadap APBN yang memiliki nuasa menarik. Tetapi masyarakat masih negative ikut berpartisipasi dalam mengawal APBN ini. Pesan moral dalam film ini terdapat 2 hubungan yaitu Hubungan Manusia dengan Diri Sendiri, Hubungan Manusia dengan Manusia atau Lingkungan Sosial
Gugatan Nafkah Istri Di Luar Sengketa Perceraian Dalam Peraturan Perundang-Undangan Perspektif Tujuan Hukum
Khairudin, Mohammad 2024. Gugatan Nafkah Istri Diluar Sengketa Perceraian Dalam Peraturan Perundang-Undangan Perspektif Tujuan Hukum. Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Nahrowi, M.H.
Kata Kunci/Keyword : Gugatan Nafkah, Di Luar Sengketa Perceraian, Peraturan Perundang-Undangan
Adanya aturan hukum yang memberikan peluang terhadap penyelesaian gugatan nafkah yang diajukan didalam ikatan perkawinan ini memiliki urgensi tujuan hukum. Dimana, sebenarnya ada pasal yang membolehkan istri untuk menuntut nafkah tanpa harus melalui perceraian, namun terdapat juga alternatif lain yang dapat dipilih dalam bentuk gugatan nafkah. Berdasarkan Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menjelaskan bahwasannya istri dapat mengajukan gugatan kepada pengadilan jika tidak mendapatkan nafkah yang layak dari suami. Namun pada kenyataannya banyak masyarakat yang belum menggunakan pasal tersebut. Apakah masyarakat belum memahami tujuan dari sebuah hukum itu diciptakan atau bahkan masyarakat belum mengetahu adanya pasal tersebut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mekanisme pengajuan gugatan nafkah istri di luar sengketa perceraian dalam Peraturan Perundang-Undangan perspektif tujuan hukum?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan hukum normatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi.
Dari penelitian yang dilakukan selama skripsi dapat disimpulkan bahwa kelalaian suami dalam memberikan nafkah kepada istri berdampak pada kesulitan istri dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, meskipun istri tersebut memiliki penghasilan sendiri. Berdasarkan Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, jika suami melalaikan kewajibannya untuk memberi nafkah kepada istri, istri memiliki hak untuk mengajukan gugatan nafkah ke Pengadilan. Gugatan tersebut harus disertai dengan surat gugatan yang memuat fakta dan alasan istri menggugat, serta dilengkapi dengan bukti surat nikah sebagai bukti sah pernikahan dan bukti-bukti terkait penghasilan suami. Tujuan hukum Gustav Radbruch menjelaskan bahwa hukum dan tujuannya perlu berorientasi dalam tiga hal yakni keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Segi keadilan, hak anak untuk berkembang, mendapat pendidikan, dan mendapatkan kasih sayang dalam kebijakan ini dapat terakomodir dengan baik. Segi kepastian hukum, seorang istri tidak lagi takut untuk mengajukan gugatan nafkah ke pengadilan meskipun dalam status perkawinan. Segi kemanfaatan, nilai kemanfaatan yang dapat dirasakan pihak istri dalam serangkaian peraturan tentang gugatan nafkah terletak pada eksekusi putusan hakim
..(PERBAIKI LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)...Pengembangan Media pembelajaran Education Gift Box (DUGIBO) Materi Ide Pokok Bermuatan Wawasan Lingkungan Hidup untuk Mengasah Keterampilan Membaca Siswa Kelas 5 di MI Ma’arif Kadipaten Ponorogo
ABSTRAK
Istiqomah. 2024. Pengembangan Media Pembelajaran Education Gift Box (DUGIBO) Materi Ide Pokok Bermuatan Wawasan Lingkungan Hidup untuk Mengasah Keterampilan Membaca Siswa Kelas 5 di MI Ma’arif Kadipaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Farida Yufarlina Rosita, M.Pd.
Kata Kunci: Bahasa Indonesia, lingkungan hidup, media pembelajaran.
Pembelajaran Bahasa Indonesia memerlukan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Media pembelajaran menjadi titian antara guru dengan peserta didik yang membantu kedalaman pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran. Selain mengangkat materi sesuai kurikulum yang berlaku, wawasan dalam media pembelajaran perlu dikembangkan berdasarkan kebutuhan. Salah satu tema yang perlu dijadikan perhatian yaitu terkait wawasan lingkungan hidup, dimana saat ini kerusakan lingkungan di lingkungan sekitar peserta didik mengalami perubahan ke arah yang memprihatinkan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan proses pengembangan media pembelajaran DUGIBO (Education Gift Box) Bermuatan Wawasan Lingkungan Hidup pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 di MI Ma’arif Kadipaten, Ponorogo; dan (2) Menjelaskan kevalidan media pembelajaran DUGIBO (Education Gift Box) Bermuatan Wawasan Lingkungan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Siswa Kelas 5 di MI Ma’arif Kadipaten, Ponorogo.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pengembangan atau Research dan Development dengan model penelitian 4D yang terdiri dari pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5A MI Ma’arif Kadipaten Ponorogo. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif dianalisis menggunakan rumus percentages correction.
Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa berdasarkan hasil uji validasi ahli, penilaian media DUGIBO aspek media memperoleh nilai rata-rata 96,6%, aspek materi mendapatkan rata-rata 99%, dan aspek bahasa memeroleh nilai rata-rata 95,7%. Sehingga, hasil nilai rata-rata ketiga aspek DUGIBO berdasarkan validasi ashli sebesar 97,1%. Sementara itu, hasil rata-rata angket respon siswa sebesar 93,9%. Jika ditarik rata-rata dari keduanya, maka kevalidan media DUGIBO mencapai nilai 95,5%. Berdasarkan nilai tersebut, media DUGIBO bermuatan wawasan lingkungan hidup dikategorikan sangat layak, sehingga media DUGIBO layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran
Pesan Dakwah Dalam Lirik Lagu Flatlined Dari Grup Musik Purgatory
Musik dengan genre death metal merupakan subgenre ekstrem dari musik heavy metal. Dalam genre ini, umumnya digunakan gitar yang sangat terdistorsi dan disetel rendah. Vokalnya ditandai oleh suara menggeram yang dalam, sedangkan permainan drumnya bersifat agresif dan kuat, namun musik death metal seringkali diartikan oleh masyarakat awam sebagai lagu dengan isi aliran setan dan kekerasan. Lagu Flatlined justru hadir dengan makna-makna Islami dan mengandung unsur dakwah. Lagu ini berbicara tentang permintaan ampun dan penyesalan kepada Tuhan Yang Maha Esa dari orang-orang yang disiksa dineraka karena berbuat dosa semasa mereka hidup. Hal ini menarik untuk diteliti dengan harapan dapat mengubah pandangan masyarakat bahwa tidak seluruh lagu atau musik dengan genre death metal memiliki arti yang berisi hal-hal buruk.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi penanda pesan dalam lirik lagu Flatlined dari grup musik Purgatory. (2) mendeskripsikan petanda pesan dalam lirik lagu Flatlined dari grup musik Purgatory. (3) menjelaskan jenis pesan dakwah yang terdapat dalam lirik lagu Flatlined dari grup musik Purgatory. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika. Teknik pengumpilan data yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan analisis semiotika Ferdinand de Saussure.
Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa (1) penanda pada lirik lagu Flatlined yaitu lirik lagu Flatlined yang memiliki enam bait. (2) petanda lirik lagu Flatlined bermakna penyesalan seseorang yang berada di neraka karena telah melakukan perbuatan dosa selama hidupnya, pengingat untuk beribadah, dan meningkatkan iman kepada Allah SWT. (3) jenis pesan dakwah yang terdapat pada lirik lagu Flatlined adalah jenis pesan dakwah akidah dan syariah