Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
...(LENGKAPI STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, DAN LENGKAPI WATERMARK, UPLOAD ULANG)...Komunikasi Dakwah Pengasuh Pondok Dalam Membina Ahklak Karimah Santri Di Pondok Pesantren Fathul Muna Sambit Ponorogo
Pondok Pesantren Fathul Muna Sambit Ponorogo
memiliki cara tersendiri untuk membina akhlak para santrinya,
salah satu pembinaannya yaitu dengan lebih banyak
berkomunikasi kepada santri. Komunikasi dakwah antara
pembina dengan santri terbukti cukup efektif dalam
mewujudkan santri yang berakhlak. Karena dengan banyaknya
komunikasi tersebut, santri menjadi lebih paham apa yang
dimaksud pembina mengenai perintah dan larangan yang ada.
Pondok pesantren ini mengajarkan ilmu agama kepada santri
baik untuknya sendiri ataupun bekal untuk mengajak manusia,
bertujuan untuk sama-sama berjalan Fi Sabilillah dan
mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Santri di bentuk
sebaik mungkin baik sebagai pemimpin ataupun pendakwah
bagi masyarakat dan dirinya sendiri, Berkah dalam mencari
ilmu dan menerapkan ilmu ke dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi
komunikasi dakwah Pengasuh pondok dalam membina akhlak
karimah santri di Pondok Pesantren Fathul Muna Sambit
xi
Ponorogo dan dampak komunikasi dakwah pengasuh pondok
dalam membina akhlak karimah santri di Pondok Pesantren
Fathul Muna Sambit Ponorogo. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan mengambil data dari lapangan atau
mengikuti, menyaksikan aktifitas dakwah yang dilakukan
Pengash Pondok Pesantren Fathul Muna. Adapun teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah teknik: wawancara,
dokumentasi, dan observasi. Melalui teknik tersebut peneliti
menganalisis data-data yang diperlukan.
Dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa 1)
Implementasi komunikasi dakwah Pengasuh pondok dalam
membina akhlak karimah santri di Pondok Pesantren Fathul
Muna menggunakan tujuh metode yaitu: (a) Metode al-hikmah,
(b) Metode mau'izah hasanah,(c) Metode mujadalah. 2) Di
Pondok Pesantren Fathul Muna ini terdapat tiga dampak
komunikasi dakwah yaitu (cognitive effect), (afective effect)
dan (behavioral effec
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)..TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI BAHAN BANGUNAN DENGAN SISTEM PENANGGUHAN PEMBAYARAN DI UD LANGGENG JAYA DESA BULU KECAMATAN SAMBIT KABUPATEN PONOROGO
Zakiya Nur Amalia El Muhtaromah, 2024. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Jual Beli Bahan Bangunan Dengan Sistem Penangguhan Pembayaran Di UD Langgeng Jaya Desa Bulu Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo) Skirpsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Anjar Kususiyanah, M.Hum
Kata Kunci/keywod: Tinjauan Hukum Islam, Jual Beli, Penangguhan Pembayaran
Penangguhan pembayaran yang terjadi di UD Langgeng Jaya yaitu pembeli mendatangi penjual untuk melakukan pemesanan bahan bangunan. Di awal akad atau ketika terjadi kesepakatan awal sudah dijelaskan mengenai spesifikasi terutama dalam hal harga dan spesifikasi barang yang dibutuhkan. Kemudian pembeli memberikan uang muka untuk membeli bahan bangunan, dan sisanya akan dicicil dengan kesepakatan bersama. Namun dalam beberapa bulan terakhir ini banyak yang belum mengangsur sehingga pihak toko meminta kejelasan kepada pembeli tersebut.
Dari latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah yang meliputi: (1) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap akad jual beli bahan bangunan di UD Langgeng Jaya Desa Bulu Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo?; (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penangguhan pembayaran bahan bangunan di UD Langgeng Jaya Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan menggunakan metode induktif, yaitu pembahasan yang diawali dengan mengemukakan dalil-dalil, teori-teori atau ketentuan yang bersifat umum dan selanjutnya dikemukakan kenyataan yang bersifat khusus.
Dari penelitian ini ditemukan bahwa (1) Mengenai akad pada transaksi jual beli bahan bangunan di UD Langgeng Jaya Desa Bulu, dapat disimpulkan bahwa akad pada transaksi tersebut telah memenuhi syarat dan rukunnya, serta dilakukan secara lisan dengan bukti tertulis berupa kuitansi. (2) Mengenai penangguhan pembayaran pada transaksi jual beli bahan bangunan di UD Langgeng Jaya penangguhan tersebut merupakan mubah dalam pembayaran. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa jika seseorang yang berutang benar-benar dalam keadaan sulit dan tidak mampu melakukan pembayaran, dan tidak memiliki uang pembayaran di tangannya, maka penangguhan pembayaran tersebut diperbolehkan
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS, UPLOAD ULANG)..Analisis Fikih Siyasah Terhadap Peran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Dalam Pelanggaran Kampanye Dini Pada Media Sosial Di Kecamatan Puhpelem Kabupaten Wonogiri
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) idealnya melakukan kewenangannya sebagai pengawas Pemilu dalam setiap penyelenggaran Pemilu. Namun, masih banyak faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dalam menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi termasuk pelanggaran kampanye di media sosial yang dilakukan sebelum tanggal kampanye dimulai. Penelitian ini dilatar belakangi adanya temuan pelanggaran kampanye dini di media sosial yang dilakukan oleh Caleg DPRD Dapil 3 di Kecamatan Puhpelem Kabupaten Wonogiri yang tidak ditindak lanjuti oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Puhpelem. Mengingat kampanye baru bisa dimulai tanggal 28 November 2023-10 Februari 2024. Terdapat temuan video yang diunggah di aplikasi tiktok pada tanggal 31 Oktober 2023 dan 7 November 2023 di akun pribadi salah satu Caleg.
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tinjauan fikih siyasah terhadap peran panitia pengawas pemilu dalam mengawasi kampanye dini di media sosial yang dilakukan di Kecamatan Puhpelem Kabupaten Wonogiri? Bagaimana tinjauan fikih siyasah terhadap upaya panwaslu Kecamatan Puhpelem dalam menindaklanjuti temuan pelanggaran kampanye dini di media sosial?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Puhpelem Kabupaten Wonogiri. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Kemudian, data tersebut dianalisis mengunakan Kaidah Fikih Siyasah dan Undang-undang nomer 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa Panwaslu Kecamatan Puhpelem telah melakukan perannya dalam melakukan pencegahan kampanye di media sosial dengan cara melakukan sosialisasi dan semacam memberikan leaflet dan pamflet tentang pencegahan pelanggaran kampanye di media sosial. Tetapi Panwascam Puhpelem gagal dalam melaksanakan upaya menindaklanjuti temuan pelanggaran yang terjadi di Kecamatan Puhpelem Kabupaten Wonogiri. Panwascam tidak melaksanakan tugasnya seperti yang tertera pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku tentang penanganan pelanggaran kampanye di media sosial. Hasil penelitian ini menjelaskan jika Peran dan Upaya panwaslu sudah sesuai dengan kaidah fikih siyasah
Komunikasi Interpersonal Antara Guru Dan Murid Dalam Mengembangkan Bakat Siswa Tunagrahita Di SLBN Banjarsari Wetan Dagangan Madiun
Sari, Ayu Mei Puspita, 2024. Komunikasi Interpersonal Antara Guru dan Murid dalam Mengembangkan Bakat Siswa Tunagrahita di SLBN Banjarsari Wetan Dagangan Madiun. Skripsi. Jurusan. Komunikasi Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Muchlis Daroini, M.Kom.I.
Kata Kunci : Komunikasi interpersonal, Bakat, Siswa Tunagrahita
Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan komunikasi sebagai aspek penting dalam kehidupannya. Kemampuan komunikasi yang baik sangat mempengaruhi hubungan sosial, profesional, dan pribadi seseorang. Dalam konteks pendidikan anak berkebutuhan khusus, seperti di SLBN Banjarsari Wetan Dagangan Madiun, komunikasi interpersonal antara guru dan siswa tunagrahita menjadi kunci penting dalam pengembangan bakat mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan komunikasi interpersonal antara guru dan murid dalam mengembangkan bakat siswa tunagrahita dan strategi komunikasi interpersonal guru dalam mengembangkan bakat siswa tunagrahita di SLBN Banjarsari Wetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan prosedur pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah guru di SLBN Banjarsari Wetan Dagangan Madiun. Hasil perolehan data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, pelaksanaan komunikasi interpersonal antara guru dan siswa tunagrahita di SLBN Banjarsari Wetan dilakukan dengan pendekatan personal yang mendalam, menggunakan komunikasi dua arah, menciptakan suasana nonformal, memberikan umpan balik segera, dan komunikasi dalam jarak dekat. Pendekatan ini memungkinkan guru untuk memahami kebutuhan, minat, dan potensi masing-masing siswa, serta menyesuaikan metode pengajaran yang sesuai. Kedua, strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan guru melibatkan pengadaan kelas keterampilan, seperti pembuatan keset, yang membantu siswa mengasah keterampilan motorik dan meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan sosial mereka. Klasifikasi siswa tunagrahita menjadi tiga kategori (mampu didik, mampu latih, dan mampu rawat) memungkinkan pendekatan yang lebih tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. Selain itu, kegiatan keterampilan ini juga berfungsi sebagai sumber penghasilan tambahan untuk mendukung pembelian bahan produksi
..(PERBAIKI LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, SESUAIKAN DENGAN TEMPLATE YANG ADA DI WEBSITE PERPUSTAKAAN, UPLOAD ULANG)..Penerapan Kode Etik Jurnalistik Dalam Proses Produksi Berita Di Media Online Beritamadani.co.id.
Dengan adanya kebebasan pers dan semakin bertambahnya media-media baru yang mulai muncul ini, membuat suatu harapan baru bagi khalayak untuk memporoleh sebuah informasi yang akurat, berimbang, independen dan selalu menerapkan nilai kejujuran. Maka dari itu untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu dengan menerapkan kode etik jurnalistik pada proses produksi berita yang harus dilakukan oleh wartwan. Media online Beritamadani.co.id ini merupakan media yang masih baru. Dengan itu apakah media online Beritamadan.co.id ini telah menerapkan Kode Etik Jurnalistik sesuai dengan undang-undang pers yang telah ditentukan.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis pemahaman wartawan pada kode etik jurnalistik di media online Beritamadani.co.id, selain itu untuk mendeskrepsikam bagaiamana, seorang wartawan memproduksi sebuah berita di media online Beritamadani.co.id.
Dalam penelitian ini, peneliti memilih pendekatan deskriptif kualitatif dengan menerapkan metode fenomenologi. Metode fenomenologi bertujuan untuk menggali, memahami, dan menginterpretasikan makna dari suatu fenomena yang diamati. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap redaktur serta wartawan Beritamadani.co.id. Sementara itu, data sekunder menggunakan buku-buku pendukung, jurnal.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasilnya menunjukan bahwa Beritamadani.co.id telah menerapkan aturan sesuai dengan aturan kode etik jurnalistik pada proses produksi beritanya. Hal tersebut terjadi karena wartawan telah faham mengengenai kode etik yang harus dipatuhi dalam menjunjung profesionalitas seorang wartawan. Karena setiap wartwan yang bekerja di media Beritamadani sebelumnya harus mengikuti UKW (Uji Kompetensi) sehingga pemahaman wartawan tidak diragukan lagi
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..Konsep Childfree Dalam Perspektif Pandangan Islam ( Telaah Q.S Luqman Ayat 14 Dengan Pendekatan Ma'na Cum Maghza
Di era zaman modern saat ini telah digemparkan dengan fenomena yang menjadi pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat yaitu keputusan bersama suami istri untuk tidak memiliki anak ( Childfree ). Kaum childfree menganggap bahwa hadirnya anak merupakan beban yang berat. Mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui bahkan merawatnya. Di dalam Alquran surah Luqman ayat 14 telah menggambarkan proses kesusah payahan seorang Ibu dalam memiliki anak, mulai mengandung, melahirkan, dan menyusui. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji ulang Q.S Luqman ayat 14 melalui metode interpretasi Ma’na-cum-naghza dan mengkontekstualisasikan hasil interpretasi ayat terhadap fenomena childfree.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, penghimpunan data melalui library research atau bersifat kepustakaan. Dengan menggunakan sumber data primer yait u Alquran surah Luqman ayat 14, dan sumber data sekunder yaitu berupa buku, artikel, jurnal, maupun literatur-literatur lainnya yang releven dengan penelitian ini. Adapun pengolahan datanya, penelitihan ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik.
Dari hasil analisa penulis, dapat disim[ulkan bahwa secara historis Q.S Luqman ayat 14 adalah sebuah wasiat ataupun perintah allah kepada semua manusia, untuk berbakti dan berbuat baik kepada orang tua. Signifikansi fenomenal histori dari Q.S Luqman ayat 14 adalah (1) Kewajiban berbakti semua kepada orang tuanya (2) Perjuangan seorang Ibu dalam mengandung, melahirkan dan menyusui dalam keadaan yang lemah dan semakin lemah. Selanjutnya signifikansi fenomenal dinamis dari Q.S Luqman ayat 14 yaitu (1) Hubungan seorang anak dengan orang tua (2) Kewajiban seorang anak berbakti kepada orang tua. (3) Kemuliaan orang tua atas perjuangannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Q.S Luqman ayat 14 telah memberikan ibrah atau pembelajaran untuk umat Islam untuk tidak melakukan childfree
Pengaruh Peran Orang Tua Dan Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosional Peserta Didik MI Ma'arif Setono Ponorogo
Ma’ruf, Latifah Ely. 2024. Pengaruh Peran Orang Tua dan Teman Sebaya Peserta Didik MI Ma’arif Setono Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Muhammad Ali, M.Pd.
Kata Kunci: Peran Orang Tua, Teman Sebaya, Kecerdasan Emosional.
Kecerdasan emosional menjadi semakin relevan dalam menghadapi perkembangan saat ini, pesatnya kemajuan teknologi juga memberi perhatian terhadap tantangan perkembangan psikologis anak-anak. Kesulitan yang akan dihadapi bagi anak-anak tingkat sekolah dasar salah satunya adalah mengelola emosional mereka, seperti rasa cemas, takut, atau kurang mampu mengelola emosional saat belajar. Hal ini dapat mempengaruhi kesejahteraan mental dan prestasi akademis mereka. Orang-orang yang berperan dalam lingkungan anak-anak, akan mempengaruhi perkembangan anak dalam proses belajar sosialnya. Proses belajar sosial inilah yang membentuk pengalaman-pengalaman di masa anak-anak dan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kecerdasan emosionalnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini mempunyai tiga tujuan. Pertama, untuk mengetahui pengaruh peran orang tua terhadap kecerdasan emosional peserta didik kelas IV dan V di MI Ma’arif Setono Ponorogo. Kedua, mengetahui pengaruh peran teman sebaya terhadap kecerdasan emosional peserta didik kelas IV dan V di MI Ma’arif Setono Ponorogo. Ketiga, mengetahui pengaruh peran orang tua dan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional peserta didik kelas IV dan V di MI Ma’arif Setono Ponorogo.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 94 responden peserta didik MI Ma’arif Setono Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dan uji regresi linear berganda.
Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa (1) peran orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan emosional peserta didik di MI Ma’arif Setono Ponorogo diperoleh tingkat signifikansi atau probabilitas 0,000 < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh dan memberikan kontribusi sebesar 22,9%; (2) peran teman sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan emosional peserta didik di MI Ma’arif Setono Ponorogo dengan hasil signifikansi 0,000 < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh dan memberikan kontribusi sebesar 34,1%; dan (3) peran orang tua dan teman sebaya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan emosional peserta didik di MI Ma’arif Setono Ponorogo dengan hasil signifikansi 0,000 < 0,05 dan memberikan kontribusi sebesar 42,9%.
Pandangan Sadd al-Dhariah Terhadap Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2022 dan Implementasinya di Pengadilan Agama Ponorogo
Berdasarkan data laporan Statistik Indonesia 2023, kasus perceraian di Indonesia mencapai 516.334 kasus pada tahun 2022. Jelas angka ini meningkat 15% dibandingkan 2021 yang mencapai 447.743 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa perkara perceraian yang dari tahun ke tahun tidak mengalami penurunan. Kencenderungan alasan yang digunakan hanya karena emosi sesaat sehingga terjadilah perceraian dini. Polemik ini meresahkan para hakim, kerena mereka belum memiliki payung hukum pasti mengenai batas waktu minimal perceraian.Keprihatinan ini dijawab oleh Mahkamah Agung (MA) dengan mengeluarkan SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) yang menjadi payung hukum para hakim. Seperti SEMA No. 1 Tahun 2022 mengenai pelaksanaan minimal batas waktu perkara perceraian. Berangkat dari permasalah diatas, peneliti ingin melihat melalui konsep sadd al-dharī’ah yang artinya menutup jalan menuju sesuatu yang mengandung kemudaratan. dengan merumusan (1) bagaimana batas waktu perkara perceraian dalam SEMA No. 1 tahun 2022 ditinjau dari sadd al-dharī’ah?, (2) bagaimana implementasi batas waktu perkara perceraian dalam SEMA No. 1 tahun 2022 di Pengadilan Agama Ponorogo ditinjau dari sadd al-dharī’ah?
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan dukungan penelitian empiris atau lapangan (field reseach) melalui metode kualitatif deskriptif. Untuk teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Kemudian data diolah dan dianalisis mengunakan perspektif sadd al-dharī’ah .
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1). Konsep sadd al-dharī’ah relevan dengan ketentuan batas waktu perkara perceraian dalam SEMA No. 1 Tahun 2022, karena ketentuan ini menjadi upaya untuk menutup terjadinya perceraian dini, dengan dimikian akan membuka jalan bagi pihak untuk berfikir ulang hingga menemukan jalan keluar yang benar-benar baik, di sini juga akan menimbulkan kemungkinan perdamaian di antara pihak terjalin kembali dan melanjutkan mahligai rumah tangga yang sakinah. 2). Implementasi di Pengadilan Agama Ponorogo mengenai batas waktu perkara perceraian dalam SEMA No. 1 Tahun 2022 telah sesuai dengan ketentuan yang ada, untuk tinjauan sadd al-dharī’ah termasuk dharī’ah yang diperbolehkan, karena penerapan ini menimbulkan kebaikan yang lebih besar daripada kerusakannya. Implementasi ini juga upaya dalam mempersulit perceraian yang diduga mengandung kemadaratan yang tinggi
Pola Asuh Grandparenting Terhadap Perkembangan Kemandirian Anak Usia Dini Di Desa Tanjungsari Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo
Defi, Tri Siska. 2024. Pola Asuh Grandparenting Terhadap Perkembangan Kemandirian Anak Usia Dini Di Desa Tanjungsari Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Program Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Muhammad Nurdin, M.Ag.
Kata Kunci: Pola Asuh, Grandparenting, Kemandirian Anak
Saat ini banyak orang tua yang mengalihkan pengasuhan anaknya kepada kakek dan nenek. Dalam pengasuhan anak, masing-masing kakek dan nenek memiliki gaya dan cara tersendiri, pola asuh yang diterapkan dalam keluargapun berbeda antara keluarga satu dengan keluarga yang lainnya, hal itu disebabkan oleh karakteristik dari setiap keluarga. Bentuk-bentuk pola asuh sangat erat hubungannya dengan kepribadian anak setelah menjadi dewasa, apabila pola asuh yang diterapkan keliru, akan berpengaruh buruk pada kepribadian anak.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pola asuh grandparenting ditinjau dari tingkat pendidikan kakek dan nenek dalam membentuk kemandirian anak usia dini? Bagaimana pola asuh grandparenting ditinjau dari lingkungan kakek dan nenek dalam membentuk kemandirian anak usia dini? Bagaimana pola asuh grandparenting ditinjau dari budaya kakek dan nenek dalam membentuk kemandirian anak usia dini? Adapun skripsi ini merupankan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research)dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif.
Hasil dari penelitian ini ialah kakek dan nenek dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam membimbing anak untuk menjadi mandiri. Mereka lebih mampu memberikan dukungan dan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemandirian mereka. lingkungan yang diciptakan oleh pola asuh grandparenting dapat mempengaruhi perkembangan kemandirian anak. Lingkungan fisik yang aman, terstruktur, dan memungkinkan anak untuk mengeksplorasi secara mandiri dapat membantu anak merasa nyaman untuk mencoba hal-hal baru dan menjadi mandiri. Kakek dan nenek sering menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas budaya dan nilai-nilai keluarga. Berbagai aspek dari budaya keluarga yang ditransmisikan oleh kakek dan nenek, seperti nilai-nilai, tradisi, dan pola asuh, dapat mempengaruhi perkembangan kemandirian anak.
D
Konsep Hifdzu An-Nafs Dan Relevansinya Di Era Milenial Perspektif M.Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Misbah
Konsep "hifdzu an-nafs" atau menjaga jiwa memiliki makna yang
mendalam dalam ajaran Islam, khususnya dalam konteks tafsir al-Misbah yang
dikembangkan oleh M. Quraish Shihab. Dalam tafsir al-Misbah, M. Quraish Shihab
menguraikan pentingnya menjaga jiwa dari berbagai perspektif, mulai dari
ketentraman hati hingga pemahaman tentang tiga jenis nafsu. Melalui pengamalan
nilai-nilai agama dan larangan membunuh jiwa, konsep ini menawarkan landasan
moral bagi generasi milenial untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana tafsir ayat-ayat
Hifdzu an-Nafs (menjaga jiwa) dalam tafsir al-Misbah?; 2) Bagaimana relevansi
tafsir ayat-ayat Hifdzu an-Nafs dalam tafsir al-Misbah di era milenial?. Jenis
penelitian ini adalah library research. Dalam mengumpulan data menggunakan
metode library research (studi kepustakaan) dan dokumentasi lalu dianalisis secara
deskriptif-analisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, generasi milenial
haruslah memiliki ketentraman hati. Kedua, generasi milenial harus mengenali tiga
jenis nafsu. Ketiga, generasi milenial harus memiliki amal terpuji dan menjauhkan
diri dari dosa. Keempat, generasi milenial harus mengerti tentang larangan
membunuh jiwa. Terakhir, setelah generasi milenial menerapkan konsep-konsep
diatas maka generasi milenial akan memilki jiwa yang damai