Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas VII melalui Kegiatan Keagamaan di SMP Negeri 1 Siman Ponorogo
Ananta, Silfia Listya Nirmalasari. 2024. Upaya Guru dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas VII melalui Kegiatan Keagamaan di Smp Negeri 1 Siman.Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dra. Aries Fitriani, M.Pd.
Kata Kunci: Peran Guru, Karakter Religius, Kegiatan Keagamaan
Di era digital saat ini, pentingnya pengembangan karakter menjadi krusial, terutama di lingkungan pendidikan, untuk mencegah terjadinya degradasi moral seperti pembullyan dan perilaku tidak sopan. Nilai religiusitas berperan penting dalam pendidikan karakter, mencakup aspek moral dan perilaku yang mengarah pada akhlakul karimah. Pembentukan karakter ini melibatkan berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Dengan penerapan program keagamaan rutin seperti mengaji dan sholat berjamaah, SMPN 1 Siman berupaya membangun pribadi siswa yang beriman dan bertakwa.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui strategi guru dalam membentuk karakter religius siswa kelas VII melalui kegiatan keagamaan, 2) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam membentuk karakter reigius siswa kelas VII melalui kegiatan keagamaan di SMP Negeri 1 Siman Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami strategi guru dalam membentuk karakter religius siswa kelas VII melalui kegiatan keagamaan di SMPN 1 Siman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan fokus pada aktivitas keagamaan, strategi pembentukan karakter, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Strategi guru dalam membentuk karakter religius siswa kelas VII melalui kegiatan keagamaan di SMPN 1 Siman terfokus pada pembiasaan yang konsisten, seperti salat berjamaah, program tartil/tahfidz, dan kegiatan keagamaan lainnya serta peran aktif guru dalam keseluruhan proses penguatan karakter religius siswanya. Dalam kegiatan pembiasaan tersebut guru berperan sebagai pendidik/pengajar penguatan karakter religius, sebagai pendorong, pemberi motivasi, suri tauladan serta pengarah bagi siswa 2) Faktor pendukung meliputi dukungan dari seluruh pihak sekolah, fasilitas ibadah, dan kedisiplinan sistem sekolah, serta faktor penghambat, seperti ketidakdisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan, kurangnya ketertiban, kurangnya dukungan serta pengawasan dari orang tua dan kurangnya konsistensi dalam praktik harian
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..Efektivitas Metode Role Playing dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas IV SDN 1 Sumoroto Ponorogo
Wahida, Erra Mastura Dewi. 2024. Efektivitas Metode Role Playing dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas IV SDN 1 Sumoroto Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Lukman Hakim, M.Pd.
Kata Kunci: Metode Role Playing, keterampilan berbicara, Bahasa Indonesia.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara, menulis, dan membaca. Namun, banyak siswa yang masih kesulitan, terutama dalam berbicara di depan kelas akibat metode pembelajaran ceramah yang kurang menarik. Terutama pada keterampilan berbicara yang selama ini dilakukan hanya sebatas bertanya jawab dengan siswa. Hasil observasi di SDN 1 Sumoroto Ponorogo menunjukkan ternyata masih rendah untuk keterampilan berbahasa lebih tepatnya pada keterampilan berbicara pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penerapan metode Role Playing dirasa dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dengan melatih imajinasi dan interaksi serta komunikasi antar siswa. Namun, kurangnya latihan berbicara menyebabkan siswa kurang percaya diri dan sulit berkomunikasi. Jika keterampilan berbicara tidak diasah, komunikasi antara siswa dan guru akan terhambat, dan tujuan pembelajaran tidak tercapai.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pelaksanaan metode Role Playing pada siswa kelas IV SDN 1 Sumoroto, (2) mengetahui keefektifan metode bermain peran (Role Playing) terhadap aspek keterampilan berbicara siswa kelas IV di SDN 1 Sumoroto.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini ialah siswa kelas IV SDN 1 Sumoroto Ponorogo dengan kelas eksperimen kelas IV Dewantara berjumlah 23 siswa dan kelas kontrol kelas IV Kartini berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data ialah menggunakan tes dan juga observasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis statstik non parametrik yaitu uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney.
Hasil penelitian ini adalah (1) Aktivitas siswa terhadap model pembelajaran Role Playing memperoleh kategori sangat tinggi dengan hasil rata-rata 87% para siswa dapat lebih memahami konteks penggunaan bahasa dalam situasi komunikatif yang berbeda. Siswa yang terlibat dalam kegiatan role playing menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam minat mereka terhadap pembelajaran Bahasa terutama Bahasa Indonesia. (2) Penggunaan metode role playing dalam pembelajaran keterampilan berbicara di kelas IV SDN 1 Sumoroto Ponorogo efektif. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan ketuntasan hasil tes siswa dari 24% menjadi 100% di kelas eksperimen, dibandingkan dengan peningkatan dari 17% menjadi 91% di kelas kontrol yang menggunakan metode. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan dalam keterampilan berbicara antara kedua kelompok, dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa metode role playing secara signifikan lebih efektif dibandingkan metode ceramah, dengan nilai p yang sangat kecil (0,00)
ANALISIS PERBEDAAN MATERI POKOK PEMBELAJARAN AL-QUR'AN HADIST PADA KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM MERDEKA 2022
Wulan,Ayu Diah Nawa: 2024. Analisis Perbedaan Materi Pokok Al-Qur’an Hadist Pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka 2022 Skipsi. Jurusan pendidikan agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Basuki, M.Ag.
Kata kunci: Kurikulum 2013, kurikulum merdeka 2022, materi pokok al-qur’an hadist
Setiap mata pelajaran agama di sekolah dalam kurikulum 2013 selama pandemi COVID-19 sangat berat karena pembelajaran untuk setiap materi pelajaran dipaksa untuk mencapai empat indikator kompetensi (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan). Kondisi ini menjadi salah satu latar belakang penerapan kurikulum prototipe 2022 mulai tahun ajaran 2022-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan materi pelajaran agama dalam kurikulum 2013 dan kurikulum prototipe 2022. Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan dengan sumber data utama "kebijakan kurikulum 2013" dan "kebijakan kurikulum prototipe 2022". Dengan menggunakan analisis isi, ditemukan bahwa pokok bahasan materi al-qur’an hadist dalam kurikulum 2013 dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar berdasarkan tiga kelas. Sedangkan materi kredo dalam kurikulum merdeka 2022 dirumuskan berdasarkan capaian pembelajaran berdasarkan enam tahap. Berdasarkan perbedaan tersebut, pokok bahasan kurikulum merdeka 2022 menekankan pencapaian materi esensial di setiap fase. Dengan demikian, kurikulum merdeka 2022 dapat memulihkan permasalahan beban masing-masing.
Tujuan Penelitian adalah mengetahui analisis materi pokok Al-Qur’an hadist pada Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis materi pokok mata pelajaran Al-Qur'an dan Hadis pada Kurikulum Merdeka 2013 dan kurikulum merdeka 2022. 2) Analisis perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka 2022. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu inovasi terbaru dalam sistem pendidikan di Indonesia yang memberikan kebebasan bagi sekolah untuk lebih mengembangkan materi ajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dalam kajian ini, dilakukan perbandingan antara materi pokok Al-Qur'an dan Hadis pada Kurikulum Merdeka dengan kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan dari jurnal dan buku teks, dan sumber referensi lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka 2022 memberikan penekanan lebih pada pengembangan kompetensi literasi Al-Qur'an dan Hadis, serta pemahaman kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis dalam konteks yang lebih relevan dengan tantangan zaman.
Berdasarkan analisis perbandingan materi pokok Al-Qur'an dan Hadis pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka 2022, terdapat beberapa perbedaan signifikan. Kurikulum Merdeka 2022 lebih menekankan pada pengembangan kompetensi pemahaman dan penerapan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari, sementara Kurikulum 2013 cenderung memberikan penekanan pada hafalan dan pengetahuan faktual. Kurikulum Merdeka juga mengurangi beban materi hafalan dan meningkatkan ruang bagi analisis kritis dan kontekstualisasi ajaran agama. Dengan perubahan ini, diharapkan siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih aplikatif dan relevan terhadap Al-Qur'an dan Hadis, sesuai dengan tantangan dan kebutuhan masa kini.
ABSTRACT
Wulan, Ayu Diah Nawa: 2024. Analysis of Differences in Core Materials of Al-Qur'an and Hadith in the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum 2022. Undergraduate Thesis. Department of Islamic Religious Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic Institute of Ponorogo. Supervisor: Dr. Basuki,M.Ag.
Keywords. 2013 Curriculum, Merdeka Curriculum 2022, core materials, AlQur'an, Hadith.
The religious subjects in schools under the 2013 Curriculum during the COVID-19 pandemic were particularly challenging due to the demand for each subject to meet four competency indicators (spiritual attitude, social attitude, knowledge, and skills). This situation served as one of the driving factors for the implementation of the 2022 Prototype Curriculum starting in the 2022-2023 academic year. This study aims to identify and analyze the differences in religious education materials within the 2013 Curriculum and the 2022 Prototype Curriculum. This research is a library study, with the primary data sources being the "2013 Curriculum policy" and the "2022 Prototype Curriculum policy." By employing content analysis, the study found that the core materials of Al-Qur'an and Hadith in the 2013 Curriculum were formulated based on basic competencies divided into three class levels, while in the 2022 Merdeka Curriculum, the materials were formulated based on six learning achievement stages. As a result, the Merdeka Curriculum 2022 helps address the burden of material in each subject
The objectives of this study are to analyze the core materials of Al-Qur'an and Hadith in the Merdeka Curriculum. This research aims to: 1) analyze the core materials of Al-Qur'an and Hadith subjects in the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum 2022; and 2) analyze the differences between the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum 2022. The Merdeka Curriculum represents one of the latest innovations in Indonesia’s education system, offering schools greater flexibility in developing learning materials that cater to students' needs. In this study, a comparison is made between the core materials of Al-Qur'an and Hadith in the Merdeka Curriculum and the previous 2013 Curriculum. The research method used is library research with a descriptive-analytical approach. Data were collected from journals, textbooks, and other relevant references. The findings of the study indicate that the Merdeka Curriculum 2022 places more emphasis on developing literacy competencies in Al-Qur'an and Hadith and contextual understanding in daily life. Additionally, there is a reduction in memorization-based material and an increase in content that encourages critical analysis and a deeper understanding of religious teachings. These changes are expected to enhance students' understanding of the values of Al-Qur'an and Hadith in a more applicable and relevant context for the challenges of the current era.
Based on the comparative analysis of the core materials of Al-Qur'an and Hadith in the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum 2022, several significant differences were identified. The Merdeka Curriculum 2022 places greater emphasis on developing competencies related to understanding and applying the values of Al-Qur'an and Hadith in everyday life, whereas the 2013 Curriculum focuses more on memorization and factual knowledge. The Merdeka Curriculum also reduces the burden of memorization and provides more space for critical analysis and contextualization of religious teachings. in line with contemporary challenges and needs
Perilaku Konsumsi Warga Muslim Di Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres Kota Jakarta Barat Dalam Belanja Online Menggunakan Pembayaran Shopee PayLater
Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan perilaku konsumsi warga Muslim di Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres Kota Jakarta Barat dalam belanja online menggunakan pembayaran Shopee PayLater. Meskipun dalam ajaran agama Islam telah mengajarkan pentingnya mengurus harta dengan bijak, tetapi banyak warga muslim yang terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang berlebihan, yang dapat menunjukkan adanya ketidaksesuaian terhadap ajaran Islam. Selain itu, pengetahuan yang kurang tentang etika konsumsi dalam Islam ternyata turut memperburuk keadaan. Penelitian ini mendapati bahwa penggunaan Shopee PayLater, walaupun memberikan kemudahan, ternyata menunjukan peningkatan frekuensi dan volume belanja yang sangat tidak terencana.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi warga muslim di Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres Kota Jakarta Barat dalam belanja online menggunakan pembayaran Shopee PayLater. Untuk dapat mengetahui hasil analisis yang sesuai dan dapat menginterpretasikan data dengan baik, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif field research dengan menjadikan warga muslim Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres Kota Jakarta Barat sebagai subjek ataupun informan dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif field research yang telah dilakukan dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi, termasuk kemudahan penggunaan, promosi yang menarik, dan pengaruh sosial dari lingkungan sekitar. Selain itu, dampak penggunaan Shopee PayLater terhadap perilaku konsumsi warga muslim juga teridentifikasi, dimana banyak informan mengalami peningkatan dalam jumlah frekuensi serta volume belanja online serta kecenderungan untuk berbelanja lebih dari kebutuhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang perilaku konsumsi diera digital, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai dampak pembayaran digital dalam konteks ekonomi syaria
..( LAMPIRKAN SURAT KEASLIAAN TULISAN YANG ASLI DENGAN TTD ASLI BERMATERAI, UPLOUD ULANG).. Analisis Profesi Penghulu Atas Pencatatan Perkawinan Anak Angkat yang Dinasabkan pada Ayah Angkat (Studi di Kua Kecamatan Manguharjo Kota Madiun)
Dalam literatur yuridis maupun fiqih disebutkan bahwa nasab anak angkat tidak terputus dengan orang tua kandungnya. Sehingga ketika anak tersebut menikah maka baik nasab maupun wali yang tertulis maupun terjadi tetap pada ayah kandung. Namun pada praktiknya ada beberapa kasus di Indonesia yang menjadikan ayah angkat sebagai nasab aslinya bahkan sebagai wali nikah, Di Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, semenjak tahun 2022 hingga 2023 ditemukan dua kasus pencatatan perkawinan anak angkat yang dinasabkan pada ayah angkatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dengan tinjauan yuridis normatif alasan pihak KUA tetap menikahkan anak adopsi tanpa mengubah nasab yang ada terhadap menjalankan profesinya, serta kesesuaian hukumnya pada praktik wali nikah pada kasus tersebut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana tinjauan yuridis dan normatif profesi penghulu terhadap alasan pencatatan pernikahan anak angkat yang dinasabkan pada Ayah Angkat oleh KUA Kecamatan Manguharjo? 2. Bagaimana tinj
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Pengaruh Beban Kerja, Motivasi Kerja, dan Lingkungan Kerja Islami terhadap Produktivitas Kerja Karyawan di PT. Pos KCU Madiun
PT Pos merupakan bagian dari lembaga yang berkaitan dengan jasa yang sangat besar di Indonesia, maka menjaga produktivitas kerja itu menjadi hal penting agar tidak menurunkan kepercayaan konsumen. Kemudian PT Pos yang dapat saya jangkau adalah PT Pos KCU Madiun dimana perusahaan ini memiliki permasalahan pada produktivitasnya. Permasalahan dalam produktivitas kerja sering kali muncul akibat beban kerja yang tinggi dan ketidaksesuaian antara tugas yang dihadapi dengan kompetensi pekerja. Situasi ini diperburuk oleh keterbatasan fasilitas penunjang yang seharusnya mendukung pelaksanaan tugas secara efektif. Fenomena ini menyebabkan banyak pekerjaan tidak terselesaikan tepat waktu dan karyawan harus menangani tugas di luar bidang keahliannya. Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa tingkat produktivitas tetap meningkat setiap bulannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor yang mendasari peningkatan produktivitas di tengan tantangan-tantangan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh beban kerja, motivasi kerja, dan linkungan kerja islami terhadap produktivitas kerja karyawan di PT Pos Indonesia KCU Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh dengan 65 responden sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis dngan menggunakan IBM SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Motivasi kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Kemudian lingkungan kerja islami secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Kemudian untuk beban kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja islam secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa kendala yang signifikan, produktivitas tetap dapat ditingkatkan. Hal ini mengindikasikan pentingnya pengelolaan beban kerja yang efektif, program peningkatan motivasi karyawan untuk mendukung kinerja, serta inovasi dalam lingkungan kerja
Pengelolaan Objek Wisata Bantaran Kali Poyo Madiun Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Perspektif Ekonomi Islam
Septian, Andrea Bagus. 2024. Menyatakan Bahwa Skripsi Yang Berjudul: Pengelolaan Objek Wisata Bantaran Kali Poyo Madiun Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Perspektif Ekonomi Islam. Skripsi. Jurusan Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing. Unun Roudlotul Jannah, M.Ag.
Kata Kunci: Pengelolaan, Kesejahteraan, Pengelolaan dalam Ekonomi Islam
Pengelolaan merupakan proses, cara, perbuatan pengelola, proses melakukan kegiatan tertentu sebagai suatu proses yang diterapkan oleh individu atau kelompok dalam upaya-upaya koordinasi untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian tersebut dalam skala aktivitas juga dapat diartikan sebagai aktivitas menerbitkan, mengatur, dan berpikir yang dilakukan oleh seseorang, sehingga mampu mengemukakan, menata, dan memanajemen segala sesuatu yang ada disekitarnya, mengetahui prinsip-prinsipnya serta dapat merealisasikan tujuan dari sebuah pengelolaan. Pengelolaan menjadi peran utama dalam penelitian ini, sejauh manakah sasaran yang dimaksud mampu menerapkan pengelolaan secara menyeluruuh. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan yang diterapkan oleh pengelola dalam mengatur dan memanajemen objek wisata Bantaran Kali Poyo Madiun.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak adanya pengelolaan objek wisata dirasa belum maksimal akibat adanya kendala-kendala yang dihadapi. Selain itu proses pengelolaan belum berjalan dengan optimal dan menjadi tantangan bagi pihak pengelola untuk keberlanjutan dalam pengembangan objek wisata.
Adapun kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek Wisata Bantaran Kali Poyo ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni perawatan, perbaikan, perencanaan dan pengorganisasian. Dimana faktor ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat, pengelola dan pemerintah dalam upaya meningkatkan baik dalam segi sarana, prasarana dan pengenalan objek wisata kepada khalayak umum. Agar objek wisata tidak hanya diketahui oleh masyarakat lokal akan tetapi dapat di minati dan digemari oleh masyarakat secara umum khususnya di wilayah kabupaten Madiun dan sekitarnya
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM VIDIO USTAZ HANAN ATTAKI YANG BERJUDUL “KALAU LAGI MENTOK, HARUS GIMANA?” DI MEDIA SOSIAL
ABSTRAK
Thoriq, Atsaqofi Hisbulloh. 2024. Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam vidio Ustaz Hanan Attaki Yang Berjudul “Kalau Lagi Mentok, Harus Gimana” Di Media Sosial, Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Ahmad Sulton, M.Pd.I.
Kata kunci : Nilai Pendidikan Islam, Media Sosial, Hanan Attaki
Nilai pendidikan Islam adalah prinsip-prinsip yang mendasari pengajaran dan pembelajaran dalam Islam, yang bertujuan membentuk kepribadian manusia yang utuh, seimbang antara aspek spiritual, moral, intelektual, dan fisik. Nilai-nilai ini tidak hanya menekankan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pembentukan akhlak, etika, dan karakter yang baik, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Hadis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) Bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam dalam video Ustaz Hanan Attaki yang berjudul “Kalau Lagi Mentok, Harus Gimana?” di media sosial? dan (2) Bagaimana relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam video ceramah Ustaz Hanan Attaki tersebut di media sosial?
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis isi. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung terhadap video serta analisis mendalam terhadap pesan-pesan keagamaan yang disampaikan. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam video ini mencakup tawakal (berserah diri kepada Allah), ikhtiar (usaha maksimal), sabar (kesabaran dalam menghadapi ujian), dan optimisme (berpikir positif). Nilai-nilai tersebut relevan dengan situasi kehidupan sehari-hari generasi muda dan mendorong mereka untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah di tengah tantangan hidup modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa video ini tidak hanya menyampaikan nilai-nilai pendidikan Islam yang mendalam, tetapi juga memanfaatkan media sosial secara efektif sebagai sarana dakwah. Relevansi pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh generasi muda karena disampaikan dalam bahasa yang ringan, namun bermakna
..(CANTUMKAN SURAT IZIN PUBLIKASI, LEMBAR KEASLIAN TULISAN, LEMBAR PERSETUJUAN,TAMBAHKAN WATERMARK SAMPAI DAFTAR PUSTAKA DAN UPLOAD ULANG).. Analisis Islamic Corporate Governance pada PT Bank Syariah Indonesia Lamongan
Dewasa ini animo masyarakat terhadap Bank Syariah Indonesia cukup baik, dimana dalam benak mereka segala bentuk transaksi yang dilabeli dengan syariah adalah sesuatu yang baik. Maka untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bank Syariah Lamongan pihak pengelola menerapkan prinsip Islamic corporate governance.
Tulisan ini bertujuan menganalisis penerapan Islamic Corporate Governance pada Bank Syariah Indonesia Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan prinsip ICG. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara 5 informan dengan nasabah dan pegawai BSI Lamongan dan dilanjutkan dengan observasi serta dokumentasi, sedangkan analisis data melalui tiga tahap yaitu kondensasi data, display data dan penarikan kesimpulan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Penerapan Islamic Corporate Governance di Bank Syariah Lamongan dan mendeskripsikan kendala serta solusi penerapan Islamic corporate governance pada Bank Syariah Lamongan.
Penelitian ini menghasilkan 2 temuan; Pertama, ICG yang diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia Lamongan yaitu prinsip keadilan, amanah, transparansi, akuntabilitas, sesuai dengan syariat, musyawarah dan Tanggung Jawab. Kedua tantangan yang dihadapi BSI Lamongan yaitu minimnya penggunaan teknologi finansial dan inovasi digital, literasi yang masih relatif rendah serta Sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidang syariah
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS MEDIA KONKRIT TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR REFLEKTIF SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MI MA'ARIF CEKOK
Matematika sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari karena segala jenis aktivitas dalam kehidupan menyebabkan kurang belajarnya matematika. Berfikir reflektif dapat terjadi ketika siswa mengalami kebingungan, hambatan, atau keraguan dalam menyelesaikan masalah matematika yang dihadapinya. Sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali kendala dalam proses belajar matematika yang terkadang juga membosankan. Penyebabnya karna masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Upaya untuk mengatasi hal ini peneliti melakukan penelitian pada pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Model pembelajaran ini sangat efektif dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran discovery learning untuk mengetahui kemampuan berpikir siswa, mengetahui kemampuan berpikir reflektif mata pelajaran Matematika, dan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran discovery learning dengan basis media konkret terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental Design desain pretest and posttest control group. Pengambilan data dilakukan dengan observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes. Sampel penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability Sampling. Sampel penelitian ini kelas III A sebagai kelas kontrol dan kelas III B sebagai kelas eksperimen. Data penelitian diolah dan dilakukan uji hipotesis berupa uji independent t Test dan Uji N-Gain.
Hasil penelitian ini yaitu (1) Penggunaan model pembelajaran discovery learning 95% terlaksana. (2) Kemampuan berfikir reflektif mata Pelajaran matematika terdapat peningkatan antara sebelum dan sesudah diberikan model pembelajaran. Pada indikator Reacting mendapatkan nilai tertinggi yaitu 8,71, dan nilai terendah pada indikator Contemplanting dengan nilai 1,56. (3) pada uji hipotesis dihasilkan nilai Sig. (2-tailed) 0,00 < 0,05 dan rata-rata skor NGain sebesar 81,67. Maka dapat disimpulkan Model Pembelajaran Discovery Learning cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan berfikir reflektif mata Pelajaran Matematika MI Ma’arif Ceko