Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Media Gadget Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran SKI di MA Muhammadiyah 1 Ponorogo

    No full text
    Sari, Elsa Tanjung. 2024. Pengaruh Penggunaan Media Gadget Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran SKI di MA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. M. Miftahul Ulum, M.Ag

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..paya Guru dalam Melatih Kreativitas Mewarnai bagi Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Muslimat Nahdlatul Ulama’ 001 Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Shalfiyah, Khidmatul, 2024. Upaya Guru dalam Melatih Kreativitas Mewarnai bagi Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Muslimat Nahdlatul Ulama’ 001 Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Tirta Dimas Wahyu Negara, M.Pd. Kata kunci : Upaya Guru, Kreativitas Mewarnai, dan Anak Usia Dini Kreativitas adalah salah satu bagian dari kognitif anak karena dalam kreativitas terdapat proses berpikir kreatif. Kreativitas berhubungan dengan faktor genetik dan bawaan dalam hal ini peran dari orang tua serta lingkungan sekitarnya sangat berpengaruh. Apabila tidak dilatih dengan baik akan memberikan dampak buruk bagi anak di kehidupan mendatang. Salah satu cara mengembangkan kreativitas anak pada proses pembelajaran yakni dengan cara melatih mewarnai pada anak. Dalam hal ini guru memegang perana penting dalan melatih kreativitas mewarnai pada anak. Jika seorang guru menggunakan upaya yang tepat maka perkembangan anak akan lebih berkembang kemampuannya apalagi dalam hal kreativitas guna dijadikan deteksi bakat anak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis upaya guru dalam melatih kreativitas mewarnai anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Muslimat Nahdlatul Ulama’001 Ponorogo; (2) capaian kreativitas mewarnai anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Muslimat Nahdlatul Ulama’001 Ponorogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data kualitatif menggunakan atau mengikuti konsep Miles and Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan dari penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Upaya guru di TK Muslimat dapat diterapkan sesuai dengan harapan dengan cara, pengenalan alat dan bahan untuk mewarnai lalu pengenalan warna, membebaskan anak dalam mewarnai agar anak dapat berekspresi sesuai imajinasinya, dan menciptakan belajar yang menyenangkan bagi anak; (2) Untuk capaian awal banyak yang belom berkembang tetapi setelah diadakannya kegiatan pembelajaran mewarnai banyak anak yang sudah berkembang sesuai dengan harapan. Selain itu dapat dilihat dalam hasil capaian salah satunya terkait warna pengganti jika warna yang seharusnya tidak ada dapat dilihat banyak anak yang sudah berkembang sesuai harapan maknanya anak sudah dapat memainkan imajinasi agar menghasilkan karya yang menari

    Manajemen Layanan Perpustakaan Digital dalam Peningkatan Budaya Literasi Peserta Didik (Studi Kasus di SDMT Ponorogo)

    No full text
    MANAJEMEN LAYANAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DALAM PENINGKATAN BUDAYA LITERASI PESERTA DIDIK (Studi Kasus di SDMT Ponorogo) ABSTRAK Sekolah memiliki peran yang krusial dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan siswa, di mana perpustakaan berfungsi sebagai pusat informasi yang dapat memperluas wawasan siswa dan guru. Meskipun demikian, rendahnya tingkat literasi di Indonesia berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan dan ekonomi. Untuk mengatasi masalah ini, perpustakaan perlu berinovasi, salah satunya melalui layanan perpustakaan digital, seperti yang diterapkan di SDMT Ponorogo. Dengan akses ke berbagai e-book dan sumber daya informasi lainnya, diharapkan layanan digital ini dapat meningkatkan literasi peserta didik secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan layanan perpustakaan digital dalam peningkatan literasi peserta didik di perpustakaan SDMT Ponorogo. Untuk memaparkan dan menganalisis pelaksanaan layanan perpustakaan digital dalam peningkatan literasi peserta didik di perpustakaan SDMT Ponorogo. Untuk menjelaskan dan menganalisis serta mengetahui evaluasi layanan perpustakaan digital dalam peningkatan literasi peserta didik di perpustakaan SDMT Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis dari Miles, Huberman, dan Saldana, yang mencakup pengumpulan, kondensasi, display data dan penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami dinamika layanan perpustakaan digital dan bagaimana layanan tersebut diterima oleh peserta didik. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Perencanaan layanan perpustakaan digital di SDMT Ponorogo melibatkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk meningkatkan literasi siswa. Dalam jangka pendek, fokus utama adalah pada pengenalan buku dan penggunaan perpustakaan digital, untuk jangka menengah, perencanaan meliputi pelatihan penggunaan teknologi informasi dan pengembangan minat baca yang lebih terarah. Sementara itu, rencana jangka panjang akan difokuskan pada pengembangan koleksi digital yang lebih luas dan upaya kolaborasi dengan lembaga lain. 2) Pelaksanaan layanan perpustakaan digital mencakup beberapa program utama dan penunjang. Kegiatan utama yang diimplementasikan meliputi layanan peminjaman buku digital, akses ke e-book, dan kegiatan literasi digital yang dilaksanakan secara berkala untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa. Selain itu, kegiatan penunjang seperti reading day, writing day dan kunjungan literasi juga diadakan untuk mendorong interaksi siswa dengan berbagai sumber informasi, serta membangun minat baca yang lebih besar. 3) Evaluasi layanan perpustakaan digital dilakukan oleh kepala perpustakaan dan tim pengelola secara berkala dan setiap semester untuk memastikan adanya perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan dan pelayanan perpustakaan digital. Proses evaluasi ini mencakup analisis data penggunaan layanan, pengumpulan umpan balik dari pengguna, serta penilaian terhadap hasil capaian program literasi. Kata Kunci: Manajemen layanan, perpustakaan digital, budaya literasi. MANAGEMENT OF DIGITAL LIBRARY SERVICES IN ENHANCING STUDENTS' LITERACY CULTURE (Case Study at SDMT Ponorogo) ABSTRACT The school plays a crucial role in developing a literacy culture among students, where the library functions as an information center that can broaden the insights of both students and teachers. However, the low literacy rate in Indonesia negatively impacts various aspects of life, including health and the economy. To address this issue, libraries need to innovate, one of which is through digital library services, as implemented at SDMT Ponorogo. With access to various e-books and other information resources, it is hoped that this digital service can significantly improve students' literacy. This research aims to describe and analyze digital library service planning in increasing student literacy at the Ponorogo SDMT library. To explain and analyze the implementation of digital library services in increasing student literacy at the Ponorogo SDMT library. To explain and analyze and find out the evaluation of digital library services in increasing student literacy at the Ponorogo SDMT library. The research method used is qualitative, with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and Saldana analysis technique, which includes data collection, condensation, display, and conclusion drawing. This approach allows researchers to understand the dynamics of digital library services and how these services are received by students. Findings from this study indicate that 1). The digital library service planning at SDMT Ponorogo involves short-term, medium-term, and long-term strategies to enhance students' literacy. In the short term, the main focus is on introducing books and using the digital library; for the medium term, planning includes training on information technology usage and developing a more directed reading interest. Meanwhile, long-term plans will focus on expanding the digital collection and collaborative efforts with other institutions. 2). The implementation of digital library services includes several core and supporting programs. The main programs implemented involve digital book lending services, access to e-books, and regular digital literacy programs to enhance students' literacy skills. Additionally, supporting programs such as reading day, writing day and liteacy visit are held to encourage students’ interaction with various information sources and foster a greater interest in reading. 3) Evaluation of digital library services is conducted by the head librarian and management team periodically and every semester to ensure continuous improvement in the management and services of the digital library. This evaluation process includes analysis of service usage data, feedback collection from users, and assessment of literacy program achievements. Keywords: Service management, digital library, literacy culture

    Peran Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (ORMEK) Dalam Pembinaan Intelektual Melalui Gerakan Literasi Berbasis Islam (Studi Kasus HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Ponorogo)

    No full text
    Salah satu penunjang pendidikan dan menjadi sebuah wadah pembinaan dari manusia adalah organisasi, organiasi adalah bentuk dari pendidikan yang berada pada ranah non-formal atau pendidikan yang berbasis dengan lingkungan dan masyarakat. Salah satu jenis organisasi kemahasiswaan adalah organisasi mahasiswa ekstra kampus, dimana ormek menjadi sebuah fasilitas dan juga wadah bagi mahasiswa yang menjadi bagian didalamnya. HMI, PMII, GMNI, KAMMI, IMM, dan lain sebagainya adalah sebagian kecil contoh organisasi ekstra kampus yang eksis dikalangan mahasiswa dalam kampus, selain itu HMI menjadi ormek tertua di Indonesia yang menawarkan banyak fasilitas, salah satunya adalah pembinaan intelektual melalui gerakan literasi yang berkaitan dengan keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) peran organisasi mahasiswa ekstra kampus dalam pembinaan intelektual melalui gerakan literasi berbasis Islam, (2) metode yang digunakan organisasi mahasiswa ekstra kampus dalam pembinaan intelektual melalui gerakan literasi berbasis Islam, (3) manfaat yang didapatkan dari pembinaan intelektual melalui gerakan literasi berbasis Islam dalam organisasi mahasiswa ekstra kampus. penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara, serta menggunakan analisis data yang berdasarkan teknik analisis dari Miles dan Hubberman dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran organisasi ekstra kampus meliputi Pengembangan pemahaman ke-Islaman khas HMI, membangun perkembangan minat dan bakat, menciptakan insan yang berintelektual Islam, menjadi miniatur kehidupan bermasyarakat, pendidikan non formal dan informal. (2) metode yang digunakan pengurus bidang PPPA HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Ponorogo antara lain Metode kajian, perefleksian, pebiasaan, mentoring dan membimbing anggota, membaca buku baik kitab ataupun buku karya ilmiah, diskusi, bedah buku, PKTI dan taddabur alam (3) dampak positifnnya adalah timbulnya rasa kepercayaan, keinginan yang kuat dalam berporses di organisasi, rasa kepercayaan diri, keinginan yanng kuat dalam berporses di organisasi, belajar secara mandiri, public speaking yang baik, pengalaman-pengalaman sebagai bekal berkehidupan di masyarakat, Menambah khasanah pemahaman ke-Islaman

    Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Ektrakurikuler di MTs negri 1 Ponorogo

    No full text
    Mengembangkan potensi peserta didik terlepas dari gaya kepemimpinan yang demokratis kepala madrasah adalah orang yang paling penting sebagai pelopor utama dalam membangun peningkatan ekstrakurikuler, terutama memberikan motivasi dan tanggung jawab kepada bawahan dalam membangun peningkatan prestasi ekstrakurikuler di MTsN 1 Ponorogo. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini :(1) Untuk mengetahui bentuk implementasi gaya kepemimpinan demokratis kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi Ekstrakurikuler di MTsN 1 Ponorogo,(2) Untuk Mengetahui dan Menganalisis Penerapan Gaya Kepemimpinan demokratis Kepala madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Ekstrakurikuler di MTsN 1 Ponorogo,(3) Untuk mengetahui dan menganalisis implikasi gaya Kepemimpinan demokrtis Kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi Ekstrakurikuler di MTsN 1 Ponorogo. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini adalah (1) Bentuk Gaya kepemimpinan demokratis kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi ekstrakurikuler di MTsN 1 Ponorogo yaitu menggunakan gaya kepemimpinan demokratis dalam memberikan dukungan, motivasi, menggerakkan, bimbingan serta memberikan dorongan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan,(2) Penerapan gaya kepemimpinan demokratis kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi ekstrakurikuler yaitu adanya perencanaan untuk pencapaian prestasi ekstrakurikuler yang akan dijalankan dalam jangka waktu satu tahun ajaran. Pembinaan ekstrakurikuler di MTsN 1 Ponorogo didukung oleh Pembina yang ahli bidangnya, sehingga bakat yang dimiliki peserta didik dapat tersalurkan dengan baik. Pelaksanaan ekstrakurikuler dilaksanakan pada hari selasa, rabu, kamis dan jum’at pada sore setelah pembelajaran dalam kelas dan hari sabtu. Kegiatan evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. (3) Implikasi dari gaya kepemimpinan demokratis kepala madrasah terhadap peningkatan prestasi ekstrakurikuler MTsN 1 Ponorogo, Faktor penghambat, kurangnya minat, sarana prasarana, dana anggaran, kurang dukungan dari orang tua, lingkungan, teman, dan waktu. Faktor pendukung, adanya dukungan dari orang tua, teman, dana yang mencukupi, fasilitas sarana prasana yang memada

    Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Praktik Jual Beli Di Warung Kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi

    No full text
    Rifa’i Busyron Nashihin, Muhammad. Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Praktik Jual Beli di Warung Kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi. Skripsi 2024. Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Choirul Daroji, Lc., M.H. Kata Kunci: Kejujuran, Jual Beli, Ekonomi Islam Jual beli merupakan transaksi pertukaran barang atau jasa antara dua pihak yang dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Faktanya penulis menemukan suatu kejadian yang unik dalam praktik jual beli di warung kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi. Hal ini menjadi problematika adalah di Warung Kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi, pembeli mengambil sendiri barang yang akan dibeli dengan melihat label harga yang sudah tertera dibarang dagangan sehingga pembeli mengetahui harga barang tersebut. Penjual juga menaruh kotak untuk tempat menaruh uang pembayaran tanpa adanya pengawasan dari penjual itu sendiri. Sehingga praktik jual beli tersebut apakah sudah sesuai dengan teori prinsip jual beli ekonomi Islam, hal ini harus diperhatikan agar bisnis yang dijalankan tidak menyimpang dari syariat ajaran Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan penelitian deskriptif. Dalam pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara yang dilakukan kepada pihak takmir, pengelola, dan pembeli di warung kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli di warung kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi termasuk dalam jual beli mu’athah. karena jual beli di warung kejujuran ijab dan qabul menggunakan perbuatan, dan Untuk pengganti ijab dan qabul secara lisan penjual memberi label harga pada setiap barang dagangan yang dijual sehingga pembeli bisa membayar sesuai dengan harga barang. Pada dasarnya warung kejujuran ini didirikan juga untuk mendidik karakter jujur pada setiap pembeli agar lebih menanamkan nilai kejujuran, artinya warung kejujuran ini didirikan bukan sekedar untuk mencari keuntungan tetapi untuk kemaslahatan bersama. Dalam praktiknya warung kejujuran sudah menerapkan teori prinsip-prinsip jual beli dalam ekonomi Islam. Dan dalam penerapannya warung kejujuran memiliki dampak posisitif terhadap lingkungan sekitar

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DAN KEASLIAN TULISAN BERMATERAI, UPLOAD ULANG).. Komunikasi Persuasif Penyuluh Agama Islam Dalam Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini Di Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan

    No full text
    Pernikahan bukanlah sebuah kompetisi dimana harus selalu ada yang menang dan kalah. Sejatinya pernikahan adalah kolaborasi dua pribadi yang berkompromi untuk meniti jalan bersama. Namun pernikahan saat ini yang terjadi atau anak dibawah umur dan menjadi salah satu fenomena yang luar biasa dikhalayak umum. Untuk itu, perlu kiranya ada keterlibatan peran Penyuluh Agama Islam dalam pencegahan pernikahan anak. Dalam penelitian ini rumusan masalah yang diteliti adalah bagaimana penerapan komunikasi persuasif yang dilakukan Penyuluh Agama Islam dalam mencegah pernikahan anak di Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan. Apa faktor penghambat komunikasi dan bagaimana cara mengatasi hambatan komunikasi persuasif yang dilakukan Penyuluh Agama Islam dalam mencegah pernikahan anak di Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam dalam pencegahan pernikahan anak di Kecamatan Bandar. Untuk menjelaskan hambatan komunikasi persuasif dan memaparkan bagaimana cara mengatasi hambatan komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam dalam pencegahan pernikahan anak di Kecamatan Bandar. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan prosedur pengumpulan data beruba observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala KUA Kecamatan Bandar, Penyuluh Agama Islam, Siswa SMK Negeri Bandar dan pelaku pernikahan anak. Hasil perolehan data dilakukan analisis berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa strategi komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan dengan menggunakan salah satu teori komunikasi persuasif De Fleur dan Roceach yaitu strategi psikodinamika yang mana pendekatan tersebut melalui pendekatan emosional kepada audiens. Cara mengatasi hambatan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan melalui komunikasi langsung yang dilakukan pada sekolah dan balai desa. Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Penyuluh Agama Islam, Pencegahan Pernikahan Anak Usia Din

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Manajemen Strategi Dalam Meningkatkan Daya Saing Pendidikan (Studi Kasus di SMK PGRI 2 Ponorogo)

    No full text
    Anggraeni, Darsla Dyah Ayu, 2024. Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Daya Saing Pendidikan (Studi Kasus di SMK PGRI 2 Ponorogo). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing: Dr. Mohammad Thoyib, M.Pd. Dr. Muhammad Ghafar, M.Pd.I. Kata Kunci: Manajemen Strategi, Peningkatan Daya Saing Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang sangat mempengaruhi tuntutan terhadap kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja, khususnya tenaga kerja tingkat menengah, SMK PGRI 2 Ponorogo berupaya menjadi sekolah yang berdaya saing tinggi. Daya saing tidak hanya sebuah kekuatan tapi lebih dari itu merupakan konsistensi untuk tetap bertaha menghadapi persaingan yang semakin ketat. SMK PGRI 2 Ponorogo berupaya menyiapkan siswa agar bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Sekolah ini mendorong siswa untuk memiliki visi ke depan, responsif terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi, serta menghasilkan lulusan yang siap terjun langsung ke dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan dan menganalisis 1) perumusan strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan, 2) implementasi strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan, dan 3) evaluasi strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo. Peneliti menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif dengan studi kasus tunggal, yaitu lokasi penelitian hanya satu. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data penelitian, peneliti menggunakan model Milles, Hubermans dan Saldana sebagai acuan. Pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan penarikan Kesimpulan/verifikasi data. Temuan dari penelitian ini adalah Pertama, perumusan strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo mengutamakan pengembangan SDM yang unggul dengan tetap berlandaskan pada visi misi yang telah ditetapkan. Sekolah berfokus pada sekolah industri dengan berbasis pondok pesantren. Kedua, implementasi strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo dijalankan melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif untuk memastikan pengelolaan yang terkendali dan terarah. Ketiga, evaluasi strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo dilakukan secara rutin dan berkala sebagai alat ukur pelaksanaan program, dengan mengagendakan rapat dinas tiap 3 bulan dan rapat dadakan sewaktu-waktu jika ada masalah. Hasil ini menekankan pentingnya sinergi antara pengembangan SDM, koordinasi efektif, dan evaluasi berkelanjutan daldiam upaya meningkatkan daya saing sekolah. Dengan program unggulan sekolah dan terserapnya lulusan SMK PGRI 2 Ponorogo yang banyak diterima kerja di berbagai perusahaan industry, hal tersebut yang menjadi perhatian masyarakat bahwa SMK swasta ini memiliki prestasi dan memunculkan ciri khas serta daya tarik tersendiri. Dengan demikian manajemen strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo dapat dikatakan berhasil

    Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Daya Saing Pendidikan (Studi Kasus di SMK PGRI 2 Ponorogo)

    No full text
    Anggraeni, Darsla Dyah Ayu, 2024. Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Daya Saing Pendidikan (Studi Kasus di SMK PGRI 2 Ponorogo). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing: Dr. Mohammad Thoyib, M.Pd. Dr. Muhammad Ghafar, M.Pd.I. Kata Kunci: Manajemen Strategi, Peningkatan Daya Saing Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang sangat mempengaruhi tuntutan terhadap kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja, khususnya tenaga kerja tingkat menengah, SMK PGRI 2 Ponorogo berupaya menjadi sekolah yang berdaya saing tinggi. Daya saing tidak hanya sebuah kekuatan tapi lebih dari itu merupakan konsistensi untuk tetap bertaha menghadapi persaingan yang semakin ketat. SMK PGRI 2 Ponorogo berupaya menyiapkan siswa agar bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Sekolah ini mendorong siswa untuk memiliki visi ke depan, responsif terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi, serta menghasilkan lulusan yang siap terjun langsung ke dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan dan menganalisis 1) perumusan strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan, 2) implementasi strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan, dan 3) evaluasi strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo. Peneliti menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif dengan studi kasus tunggal, yaitu lokasi penelitian hanya satu. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data penelitian, peneliti menggunakan model Milles, Hubermans dan Saldana sebagai acuan. Pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan penarikan Kesimpulan/verifikasi data. Temuan dari penelitian ini adalah Pertama, perumusan strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo mengutamakan pengembangan SDM yang unggul dengan tetap berlandaskan pada visi misi yang telah ditetapkan. Sekolah berfokus pada sekolah industri dengan berbasis pondok pesantren. Kedua, implementasi strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo dijalankan melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif untuk memastikan pengelolaan yang terkendali dan terarah. Ketiga, evaluasi strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo dilakukan secara rutin dan berkala sebagai alat ukur pelaksanaan program, dengan mengagendakan rapat dinas tiap 3 bulan dan rapat dadakan sewaktu-waktu jika ada masalah. Hasil ini menekankan pentingnya sinergi antara pengembangan SDM, koordinasi efektif, dan evaluasi berkelanjutan daldiam upaya meningkatkan daya saing sekolah. Dengan program unggulan sekolah dan terserapnya lulusan SMK PGRI 2 Ponorogo yang banyak diterima kerja di berbagai perusahaan industry, hal tersebut yang menjadi perhatian masyarakat bahwa SMK swasta ini memiliki prestasi dan memunculkan ciri khas serta daya tarik tersendiri. Dengan demikian manajemen strategi dalam meningkatkan daya saing pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo dapat dikatakan berhasil

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Implementasi Metode Bermain Peran dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini (Studi Kasus di RA Muslimat NU 008 Tanjungsari Jenangan Ponorogo).

    No full text
    Bermain peran merupakan suatu metode yang digunakan dalam membantu mengembangkan sosial emosional anak usia dini. Problematika di lapangan ditemukan bahwa terdapat beberapa anak yang masih memiliki perilaku sosial emosional yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa problem seperti anak yang sukanya menyendiri, bertengkar saat pembelajaran berlangsung, bahkan ada anak yang selalu diam pada saat pembelajaran dan hampir tidak mau melakukan kegiatan apapun bersama teman yang lainnya, akan tetapi ketika diluar kelas sangat aktif dan ceria. Hal tersebut erat kaitannya dengan perkembangan sosial anak usia dini. Dengan demikian diperlukan adanya suatu metode yang dapat membantu mengembangkan sosial emosional anak, salah satunya yaitu menggunakan metode bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan metode bermain peran, mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial emosional dalam penerapan metode bermain peran serta mendeskripsikan keberhasilan penerapan metode bermain peran dalam mengembangkan sosial emosional anak usia dini di RA Muslimat NU 008 Tanjungsari Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu dengan melakukan reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Teknik yang digunakan dalam proses pengecekan keabsahan data yaitu triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) langkah-langkah metode bermain peran dalam mengembangkan sosial emosional anak usia dini yaitu dengan: pemilihan tema yang menarik, penjelasan mengenai tema dan skenario, memilih pemeran, pelaksanaan bermain peran dan evaluasi; 2) terdapat 2 faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak usia dini dalam penerapan metode bermain peran yaitu faktor internal (genetik, motivasi diri, kesulitan dalam memahami peran) dan eksternal (lingkungan, interaksi sosial, orang tua, pendidik, kurangnya partisipasi anak); 3) keberhasilan penerapan metode bermain peran yaitu menunjukkan mayoritas anak berada pada kategori B (BSH – Berkembang Sesuai Harapan) di hampir semua indikator. Akan tetapi ada beberapa anak yang yang masih berada di kategori C (MB – Mulai Berkembang) dalam indikator menunjukkan rasa percaya diri

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇