Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PENGESAHAN, UPLOAD ULANG)..Penerapan Ex Officio Hakim Terhadap Perempuan Dalam Perkara Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 41 huruf c, didalamnya mengatur mengenai akibat putusnya suatu perkawinan karena perceraian, yaitu bahwa pengadilan dapat mewajibkan mantan suami untuk memberikan biaya penghidupan, dan atau menentukan sesuatu kewajiban bagi mantan istri. Penerapan peraturan ini terdapat pada salinan putusan yang telah dikeluarkan Pengadilan Agama Kabupaten Madiun, dengan nomor perkara 505/ Pdt.G/ 2021/ PA.Kab.Mn dan 629/ Pdt.G/ 2022/ PA.Kab.Mn. Kedua putusan ini memiliki perbedaan yaitu mengenai permintaan nafkah yang dikabulkan dan tidak dikabulkan oleh majelis hakim.
Keputusan yang berbeda untuk perkara yang sama dibenarkan dengan teori ex officio. Maka, dapat dirumuskan permasalahan pada tesis ini yaitu pertama, apakah hakim sudah memberikan perlindungan hukum dan keadilan kepada para pihak di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun?. Kedua, bagaimana hakim dapat menjamin peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan dalam memutus suatu perkara di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun?. Ketiga, bagaimana upaya hakim dalam meminimalisasi kerugian terhadap pihak ketiga dalam perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun?
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tesis ini akan mengumpulkan data-data mengenai alasan-alasan hakim dalam memutus dua perkara tersebut dan menganalisisnya dengan menggunakan teori ex officio. Penelitian pada tesis ini menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan (field research) yang dilaksanakan di Pengadilan Agama Kabupaten Madiu
Strategi Komunikasi Persuasif Pengurus Pondok Dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri DI Pondok Pesantren Al Mujaddadiyyah
Khalim, Muchamad Miftachul. 2024. Strategi Komunikasi Persuasif Pengurus Pondok Dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri Di Pondok Pesantren Al Mujaddadiyyah. Skripsi. Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dan, Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Faiq Ainurrofiq, M.A.
Kata Kunci : Komunikasi Persusif, Karakter Disiplin, Pondok Pesantren.
Pondok pesantren Al Mujaddadiyyah adalah sebuah institusi pendidikan tradisional islam yang bertujuan memberikan pengajaran, pemahaman, pengalaman, dan penerapan ajaran islam, dengan fokus pada moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Di pondok pesantren juga memiliki santri yang berasal dari berbagai daerah. Karakter disiplin di pondok pesantren sangat diutamakan. Oleh sebab itu, pembentukan karakter disiplin ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pengurus untuk membentuk karakter disiplin pada santri.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi strategi komunikasi persuasif yang dilakukan pengurus untuk membentuk karakter disiplin santri, dan mendeskripsikan bagaimana hasil strategi komunikasi persuasif yang dilakukan pengurus pondok untuk membentuk karakter disiplin santri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian untuk teknis analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Sumber data berupa sumber primer dan sekunder.
Kesimpulan penelitian dari strategi komunikasi persuasif pengurus pondok dalam membentuk karakter disiplin santri di pondok pesantren Al Mujaddadiyyah sebagai berikut : pertama, Pengurus pondok pesantren Al Mujaddadiyyah mengutamakan kemampuan santri dalam menerima pesan persuasif dengan memperhatikan tingkat pengetahuan, latar belakang, kecerdasan, dan kesempatan yang dimiliki oleh santri. Kedua, mengelompokkan santri berdasarkan usianya sebagai salah satu strategi komunikasi persuasif. Ketiga, penggunaan keteladanan untuk membentuk karakter disiplin. Keempat, hasil dari komunikasi persuasif pengurus pondok menghasilkan hubungan pengurus dan santri menjadi lebih dekat dan lebih terasa nuansa kekeluargaanya. Kelima, pendekatan komunikasi persuasif yang dilakukan oleh pengurus membentuk komunitas yang saling mendukung, memperkuat nilai kerjasama, serta saling menghargai antara pengurus dengan santri. Keenam, komunikasi persuasif yang holistik dan terarah menciptakan pondok pesantren Al Mujaddadiyyah menjadi tempat yang inspiratif dan mendukung bagi pertumbuhan spiritual, pribadi, serta intelektual para santri, sehingga tercipta lingkungan yang mampu mendukung karakter disiplin santri
Perspektif Qira'ah Mubadalah Terhadap Sikap Posesif Istri Kepada Suami (Studi Kasus di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo)
Nurkhovivah, Mahmudha 2024. Perspektif Qira>’ah Muba>dalah Terhadap sikap
Posesif Istri Kepada Suami (Studi Kasus di Kecamatan Kauman,
Kabupaten Ponorogo). Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Falkutas
Syari‟ah Instutut agama Islam Negri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing
Khaidarulloh, M.H.I.
Kata Kunci: Qira>’ah Muba>dalah, Posesif, Keluarga
Kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah global, termasuk di
Indonesia, dengan tingginya angka kasus yang melibatkan suami dan istri.
Meskipun perspektif Qira>’ah Muba>dalah telah menetapkan prinsip kesalingan dan
kepercayaan dalam rumah tangga, dalam pratiknya menunjukan sikap posesif dari
istri terhadap suami. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prespektif Qira>’ah
Muba>dalah terhadap sikap posesif istri dalam hubungan interpersonal suami istri
di Kecamatan Kauman, serta bagaimana dampaknya terhadap keseimbangan hak
dan kewajiban dalam rumah tangga.
Rumusan masalah dalam penelitian adalah 1. Bagaimana perspektif
Qira>’ah Muba>dalah terhadap bentuk-bentuk sikap posesif istri dalam hubungan
interpersonal suami dan istri di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo? dan 2.
Bagaimana perspektif Qira’ah Muba>dalah terhadap hak dan kewajiban suami istri
dalam kasus istri yang posesif di Kecamatan Kauman, Kabupeten Ponorogo?
Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research) karena penelitian terjun langsung ke lapangan, dengan
pendekatan normatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara,
observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang detail. Analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan, pertama, pola relasi suami istri di
Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo terjadi ketidakseimbangan yang
signifikan dalam hubungan interpersonal suami istri, di mana istri menunjukan
sikap posesif yang menciptakan ketidaknyamanan dan konflik. Hal ini
bertentangan dengan perspektif Qira>’ah Muba>dalah, yang menekankan kerjasama,
saling pengertian, dan kesalingan dalam hubungan. Sikap posesif ini merugikan
hubungan suami istri dan melanggar pilar-pilar penyangga rumah tangga dalam
Muba>dalah, seperti bermusyawarah dalam menghadapi masalah, menjaga
hubungan dengan baik, dan memberikan kenyamanan kepada pasangan. Kedua,
dalam konteks hak dan kewajiban keluarga, tindakan posesif seorang istri yang
membatasi suami dalam menjalankan hak dan kewajiban dalam mencari nafkah,
meskipun muncul dari keinginan memberikan perhatian lebih dan menghindari
konflik, dianggap tidak tepat. Hal tersebut dapat menyempitkan ruang karir suami
dan mengurangi pengetahuan yang luas. kontrol berlebihan terhadap suami untuk
mencari nafkah dinilai tidak sejalan dengan Muba>dalah, yang seharusnya
mencapai kesalingan, kemitraan, dan kerja sama dengan keluarga. Kesadaraan dan
kesetaraan antara perempuan dan laki-laki menjadi kunci penting untuk menjaga
harmoni keluarga
EFEKTIVITAS KHUTBAH JUMAT DI MASJID AL-MUSYAROFAH DALAM ASPEK RELIGIUSITAS JAMAAH DUKUH BANGGEL DESA JEBENG
Penanaman nilai-nilai religius dapat di internalisasi secara kuat dalam diri setiap jamaah untuk membangun budaya religius. Oleh karena itu, tingkat internalisasi nilai-nilai agama seseorang menentukan seberapa besar dan seberapa jauh ia dapat mempengaruhi dan membentuk perilakunya. Wawasan dan kepribadian religiusnya akan terlihat melalui tindakan dan perilaku keagamaannya di daerah tersebut. Nilai-nilai religius akan muncul dan seseorang dapat melindungi diri ari segala hal negatif dalam hidup dengan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Khutbah jumat mempunyai peran dalam menggali atau menumbuhkan rasa religiusitas pada jamaahnya. Khutbah Jumat merupakan media yang sangat relevan dan memadai dalam menangani permasalahan dalam fenomena masyarakat maupun memberikan pesan-pesan positif ataupun dakwah serta bimbingan kepada masyarakat, agar pemahaman masyarakat lebih baik terhadap peningkatan ibadah, sebab khutbah Jumat ini merupakan kegiatan rutin setiap seminggu sekali yang dilakukan oleh muslimin dan bersifat jamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitataif deskriptif. Jenis penelitiannya adalah fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara, yang melibatkan lima informan diantaranya dua khatib dan tiga masyarakat. Teknik pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menafsirkan data yang dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data secara keseluruhan. Teknik yang digunakan menganalisis data dalam penelitian ini reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan temuan, dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan gambaran religiusitas jamaah masjid Al-Musyarofah meliputi kegiatan keagamaan seperti, pengajian, ceramah, bimbingan spiritual. Pelayanan social, seperti, memeberikan sumbangan makanan kepada yang membutuhkan dan santri madin. Pasrtisipasi dalam pelestarian tradisi keagamaan, seperti, hajatan (genduren). Kegiatan ibadah sholat jamaah maupun sunnah. Saling memberi dukungan dan memperkuat ikatan keagamaan seperti, yasinan, barzanji, dan maulid nabi. Efektivitas khutbah jumat di Masjid Al-Musyarofah dalam meningkatkan kesadaran religiulitas masyarakat Dukuh Banggel Desa Jebeng, efektivitas khutbah jumat dalam meningkatkan kesadaran religiusitas jamaah Dukuh Banggel sebagai berikut: Jamaah yang mengikuti pengajian semakin bertambah, menambahnya minat dalam menolong sesama, memberi bantuan, seperti makanan dan minuman gratis kepada jamaah masjid dan santri madin, adanya antusias masyarakat dalam kegiatan tradisi keagamaan yang dulunya tradisi tersebut dianggap tidak terlalu penting menjadi hal yang patut di lestarikan meningkatnya jamaah sholat dan kegiatan keagamaan serta adanya antusias dalam mengikuti kegiatan kajian subuh mulai dari kalangan anak-anak kecil dan remaja.
Kata kunci: Efektivitas, Khutbah Jumat, Religiusita
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PENGESAHAN, TAMBAHKAN DAFTAR PUSTAKA, UPLOAD ULANG)..Pengelolaan Gangguan Sosio Emosional Pra Remaja Pada Kegiatan Kepramukaan Di MI Ma'arif Polorejo
Setiap individu yang memasuki masa pra remaja dihadapkan pada permasalahan penyesuaian sosial, menentukan pilihan dalam proses berinteraksi dengan orang lain. Pembentukan pribadi, tingkah laku dan perilakusosial pada masa remaja awal banyak yang ditentukan oleh pengaruh lingkungan dan keluarga. Jika hal tersebut tidak memberikan pengaruh dengan baik maka individu akan kesulitan dan mengalami hambatan dalam perkembangan sosialnya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode observasi dan wawancara secara langsung kepada subjek yang merupakan 9 orang sebagai peserta didik dan 6 orang sebagai subjek pendukung yang merupakan saudara terdekat dan guru kelas dari peserta didik.
Dalam penelitian ini, diperoleh hasil bahwa faktor penyebab terjadinya gangguan sosial emosional pra remaja adalah faktor kondisi keluarga, sosial pertemanan, usia. Bentuk perubahan perilaku sosial emosional ditandai dengan individu yang mudah menangis, emosi meledak-ledak, pelampiasan amarah dengan melempar barang disekitar, membully dan melakukan perundungan terhadap sesama teman yang lain, berkata kasar, mengolok olok guru juga pembina pendamping. Bentuk pengelolaan sosial emosional yang dilakukan berupa menyusun program pengelolaan amarah bagi remaja yang berisiko terhadap perilaku agresif, dengan menggunakan pendekatan perilaku kognitif-perilakuan, yang dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam mengenal dan pengelolaan amarah, selain itu pembina pendamping juga melakukan pendekatan nilai keagamaan dengan peserta didik dan membangun komunikasi dengan orang tua peserta didik
...(SCAN FULL SATU LEMBAR PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)...Perilaku Pedagang Pasar Legi Ponorogo Perspektif Etika Bisnis Islam
Kata kunci: Perilaku, Pedagang, Etika Bisnis Islam.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan pasar yang menjadi tempat transaksi jual beli. Hal tersebut masih sangat rentan dengan perilaku pedagang yang mengabaikan etika bisnis Islam dalam menjalankan usahanya. Akibatnya pedagang akan bertolak belakang dari tata cara berdagang secara syari’at Islam dikarenakan sikap ingin mendapatkan keuntungan yang besar dengan cara apapun sehingga konsumen dirugikan oleh praktek yang tidak dilandasi dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam seperti mengurangi takaran timbangan dan menyembunyikan barang kualitas buruk didalam kemasan yang tertutup barang kualitas bagus.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana perilaku pedagang dalam prinsip etika bisnis Islam di pasar Legi Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan ditinjau dari lokasi sumber datanya termasuk penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, dan wawancara. Sedangkan teknik pengelolaan datanya menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam proses analisis data, Peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan cara berfikir deduktif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pemahaman pedagang di pasar Legi mengenai etika berdagang dalam Islam disimpulkan bahwa para pedagang kurang mengetahui etika bisnis Islam. Akan tetapi, dalam melaksanakan transaksi berdagang mereka menggunakan aturan yang telah diatur oleh agama Islam. Kedua, perilaku pedagang di pasar Legi telah sesuai dengan etika bisnis Islam yang meliputi, tidak melupakan ibadah shalat wajib, berdo’a dan bersedekah, adil atau seimbang dalam menimbang atau menakar dan tidak menyembunyikan cacat, memberikan kebebasan kepada penjual baru dan tidak memaksa pembeli, menepati janji dan bertanggungjawab atas kualitas barang, bersikap ramah tamah dalam melayani dan bermurah hati dengan memberi waktu tenggang pembayaran. Namun, sebagian perilaku pedagang ada yang tidak sesuai dengan etika bisnis Islam yaitu lalai dalam menjalankan ibadah shalat wajib ketika melakukan transaksi jual beli, tidak menepati janji, tidak bersikap ramah kepada pembeli dan tidak memberikan waktu tenggang pembayaran
Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Pengupahan Pekerja Borongan di UD Reog Star Polorejo
Layina, A’la Awalul. Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Pengupahan Pekerja Borongan di UD Reog Star Polorejo. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Hj. Rohmah Maulidia, M. Ag.
Kata Kunci/Keywords: Hukum Islam, Pengupahan, Pekerja Borongan
Praktik pengupahan di UD Reog Star Polorejo menggunakan dua sistem, yaitu sistem harian dan sistem borongan. Pengupahan sistem harian terbagi menjadi dua jenis, yaitu pekerja yang menyelesaikan pembuatan sapu ijuk mulai dari pengerekan hingga memberi tangkai kayu pada sapu ijuk diberi upah sebesar Rp 60.000,00 perharinya dan pekerja yang bertugas menempeli stiker label UD Reog Star dan juga memberi plastik pembungkus pada sapu ijuk diberi upah sebesar Rp 40.000,00 perharinya. Sedangkan pengupahan dengan sistem borongan dengan cara mengalikan jumlah sapu ijuk yang telah dihasilkan dengan upah untuk perbiji sapu ijuknya. Kisaran upah yang diterima pekerja borongan adalah Rp 600-950,00 untuk perbiji sapu ijuk, tergantung tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Dalam praktiknya, telah terjadi perbedaan pengupahan yang disebabkan karena salah satu pekerja yang telah menetapkan upah tinggi secara sepihak terhadap hasil kerjanya. Jika dilihat dari tingkat keproduktifan setor dan kualitas sapu ijuk, pekerja tersebut memiliki presentase lebih rendah daripada pekerja borongan lainnya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap akad pengupahan pekerja borongan di UD Reog Star Polorejo? (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap sistem penetapan upah pekerja borongan di UD Reog Star Polorejo?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah teknik observasi dan teknik wawancara (interview). Adapun teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan verivication data.
Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa praktik pengupahan yang terjadi di UD Reog Star Polorejo terkait akad yang dilakukan telah sesuai dengan hukum Islam. Karena telah menjadi umum oleh para pekerja di perusahaan tersebut. Dan hal tesebut telah memenuhi rukun dan syarat ija>rah. Sedangkan sistem penetapan upah pekerja borongan di UD Reog Star Polorejo belum sepenuhnya sesuai dengan hukum Islam, karena belum terpenuhinya salah satu syarat ija>rah karena terjadi selisih upah dan ketidakjelasan upah serta standar kualitas sapu di UD Reog Star Polorejo. Meskipun sistem penetapan upah semua pekerja di UD Reog Star Polorejo belum sepenuhnya sesuai dengan hukum Islam, tetapi terdapat juga pengupahan yang telah sesuai dengan hukum Islam diantaranya pengupahan pekerja harian dan pekerja borongan lain yang telah menerima upah dari pemilik UD
Tinjauan Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan Terhadap Konsep Keluarga Sakinah dalam Keluarga TKI (Studi Kasus Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun)
Fenomena perceraian keluarga TKI sedang marak terjadi akhir-akhir ini, data dari BPS (Badan Pusat Statistik) yang dirangkum oleh databox menunjukkan bahwa pada tahun 2022 terdapat 516.344 total kasus perceraian dengan 388.358 kasus isteri bertindak sebagai penggugat. Fakta ini menunjukkan bahwa dominasi gugatan yang dilayangkan isteri entah mereka yang berada di rumah atau bekerja di luar negeri lebih dari 65% dari total kasus perceraian. Namun demikian hal terbalik justru terjadi pada keluarga TKI yang ada di Desa Pucanganom Kebonsari Madiun. Meski sudah lama berpisah karena bekerja di luar negeri selama puluhan tahun mereka tetap bisa menjaga keutuhan rumah tangga tidak kalah dengan mereka keluarga utuh yang semua anggota keluarganya ada di dalam satu rumah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana tinjauan kompilasi hukum Islam dan Undang-undang Perkawinan terhadap konsep keluarga sakinah dalam keluarga TKI di Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kab Madiun? (2) bagaimana tinjauan kompilasi hukum Islam dan Undang-undang Perkawinan terhadap peran keluarga TKI dalam membentuk keluarga sakinah di Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kab Madiun?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (qualitatif field research). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode data reduction (reduks data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga TKI di Desa Pucanganom memiliki tingkat pemahaman yang tinggi mengenai konsep keluaga sakinah baik secara hukum Islam maupun hukum positif, walaupun mereka tidak pernah mengetahui bahwa ada aturan yang mengatur cara berkeluarga seperti di dalam UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam dan termasuk dalam golongan keluarga Sakinah I. Dalam hal peran keluarga, keluarga TKI di Desa Pucanganom memiliki kepahaman gender yang baik, mereka tidak mempermasalahkan sistem pembagian peran di dalam keluarganya. Para suami dari keluarga TKI berperan ganda sebagai pencari nafkah dan sang isteri. Adapun sang isteri yang bekerja di luar negeri memiliki maksud dan niat untuk membantu sang suami memenuhi kebutuhan hidup sehingga tercapai keluarga yang aman, tentram dan damai meskipun berpisah jarak dan waktu.
Kata Kunci: keluarga sakinah, tenaga kerja indonesia (TKI), peran suami dan isteri
..(LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI BLM DITANDA TANGANI, GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..PENGARUH AKSESIBILITAS, TARIF, FASILITAS TERHADAP KEPUTUSAN KUNJUNGAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA TELAGA WAHYU MAGETAN
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan jumlah kunjungan wisata Telaga Wahyu menunjukkan penurunan pada tahun 2023 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hasil dari wawancara yang dilakukan diketahui bahwa adanya perbedaan antara teori dan praktik di lapangan terkait aksesibilitas, tarif dan fasilitas. Berdasarkan permasalan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh aksesibilitas, tarif dan fasilitas berpengaruh terhadap keputusan berkunjung pada objek wisata Telaga Wahyu Magetan. Jika keputusan pengunjung pada objek wisata Telaga Wahyu Magetan rendah maka, hal tersebut akan berdampak pada pendapatan dan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang bersifat kuantitatif berupa pertanyaan kuesioner dari indikator variabel yang diteliti, kemudian dibagikan kepada para pengunjung wisata Telaga Wahyu Magetan sebanyak 97 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis menggunakan software SPSS 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan kunjungan. Tarif terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan kunjungan. Fasilitas terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan kunjungan. Secara simultan, aksesibilitas, tarif, fasilitas terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan kunjungan wisatawan di Telaga Wahyu Magetan
Tinjauan Maslahah Terhadap Praktik Perkawinan Pada Malem Songo (Studi Kasus Di Kecamatan Kasiman kabupaten Bojonegoro)
Aisy, Nabilah Rihhadatul, 2024. “Tinjauan Maslahah Terhadap Praktik Perkawinan Pada Malem Songo di Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro”.Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Muhammad Ilham Tanzilulloh, M.H.I.
Kata Kunci/keyword : Maslahah, Perkawinan pada malem songo
Budaya perkawinan di Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro, yang dilaksanakan di malam ke-29 atau hari ke-28 bulan Ramadan dikenal dengan sebutan perkawinan malem songo. Tradisi ini merupakan bagian dari kepercayaan lokal yang diyakini oleh masyarakat setempat akan membawa berkah bagi pasangan yang menikah. Selain keyakinan akan keberkahan, terdapat beberapa alasan lain dibalik pelaksanaan tradisi ini, seperti menghindari hitungan Jawa, menyelesaikan masalah jika hitungan Jawa tidak cocok, dan menghindari hari geblag. Perkawinan malem songo menjadi alternatif bagi pasangan yang ingin segera menikah tetapi terhalang oleh pertimbangan hitungan Jawa.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana tinjauan maslahah terhadap motif pelaksanaan perkawinan pada malem songo yang terjadi di masyarakat Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro? Bagaimana tinjauan maslahah terhadap pelaksanaan perkawinan pada malem songo di Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan normatif. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif.
Dari analisis data, dapat disimpulkan perkawinan malem songo di Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro tetap mematui hukum syariah tanpa mengabaikan unsur-unsur dan syarat perkawinan. Dalam konteks shara’, perkawinan malem songo memiliki sisi maslahah berupa maslahah al-hajiyyah dianggap sebagai langkah pencegahan yang bijaksana bagi calon pengantin untuk menjaga hifzh al-nasl (memelihara keturunan) dan hifzh al-nafs (memelihara jiwa), serta mencegah terjerumusnya calon pengantin kedalam perbuatan maksiat. Perkawinan malem songo jika dikaitkan dengan keterhubungan syar’i termasuk maslahah al-mursalah