Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Nilai- nilai Moral dalam Novel Dua Barista Karya Najhaty Sharma dan Relevansinya terhadap Tujuan Karakter Religius Remaja.
ABSTRAK
Zahro, Norma Fatimatuz. 2024. Nilai- nilai Moral dalam Novel Dua Barista Karya
Najhaty Sharma dan Relevansinya terhadap Tujuan Karakter Religius
Remaja. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan
Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing:
Farida Yufarlina Rosita, M. Pd.
Kata kunci: Moral, Novel, Karakter Religius Remaja.
Karya sastra merupakan sarana untuk mengekspresikan pemikiran
pengarang. Karya sastra diciptakan oleh pengarang untuk dinikmati, dipahami,
dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Moral yang
disampaikan melalui karya fiksi tentu sangat berguna dan bermanfaat. Begitu
pula, moral yang terdapat dalam Novel “Dua Barista” memberikan manfaat bagi
pembacanya. Moral dalam novel ini banyak berkaitan dengan hubungan antar
manusia, seperti nilai birrul walidain antara anak dan orang tua. Novel ini
mengangkat isu diskriminasi terhadap perempuan dari berbagai strata, di mana
keturunan atau ketiadaan keturunan menjadi faktor penentu perlakuan terhadap
mereka dalam keluarga. Novel ini dapat dijadikan contoh bagi semua orang dalam
bersikap, bergaul, dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan nilai pendidikan moral yang terdapat dalam novel “Dua
Barista” karya Najhaty Sharma, dan relevansinya terhadap tujuan karakter religius
remaja saat ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berupa library research.
Objek yang akan digunakan peneliti adalah sebuah novel yang berjudul “Dua
Barista karya Najhaty Sharma” dengan fokus penelitian pada pendidikan moral
yang terkandung dalam novel dan menggunakan metode analisis data,
Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini adalah (1) Nilai moral yang
terkandung dalam novel tergambar melalui perilaku tokoh yang terlibat dalam
cerita, (2) Relevansi nilai moral terhadap tujuan karakter religious remaja
dicerminkan melalui dialog, maupun kutipan dalam novel
Upaya Organisasi Lentera Karya Seni Santri (Leksentri) Dalam Meningkatkan Life Skill Santri Di Pondok Pesantren Walisongo Ngabar
ABSTRAK
Mi’at, Jannatul. 2024. Upaya Organisasi Lentera Karya Seni Santri (Leksentri) Dalam Meningkatkan Life Skill Santri Di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo. Skripsi. 2024. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Risti Aulia Ulfah, M. Pd.
Kata Kunci: Upaya, Organisasi Leksentri, Life Skill.
Life skill sangat penting bagi kehidupan santri dan upaya leksentri dalam membantu keterampilan santri menuju pribadi yang lebih baik. Permasalahan pondok pesantren seringkali lebih berkonsentrasi pada pendidikan agama dari pada meningkatkan life skill santri. Hal ini terlihat dari kurangnya perhatian pada aspek non-akademis seperti keterampilan interpersonal, kepemimpinan, komunikasi, dan disiplin waktu yang semakin penting dalam menghadapi tuntutan globalisasi. Organisasi leksentri ini merupakan salah satu program yang menerapkan peningkatan life skill dan peneliti ingin mengetahui keterampilan santri melalui program leksentri yaitu skill and art section, public speaking, lex show, puisi modern. Karena dengan adanya program leksentri ini santri dapat meningkatkan life skill di PPWS Ngabar.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan kegiatan organisasi leksentri dalam meningkatkan life skill santri; (2) implikasi organisasi leksentri dalam meningkatkan life skill santri; (3) faktor pendukung dan penghambat organisasi leksentri dalam meningkatkan life skill di Pondok Pesantren Wali songo Ngabar Ponorogo.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan pengumpulan informasi, reduksi data, penyajian data, verifikasi atau penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) melalui pelaksanaan kegiatan organisasi leksentri dalam meningkatkan life skill santri. Didalam organisasi leksentri terdapat kegiatan skill and art section, puisi modern, public speaking, lex show, hadroh, tari dan paduan suara dan sebagainya; (2) melalui implikasi organisasi leksentri dalam meningkatkan Life skill santri yaitu organisasi leksentri ini melakukan berbagai hal, seperti skill and art section, puisi modern, public speaking, dan lex show telah berhasil membentuk antri menjadi lebih aktif dan lebih percaya diri, dan mereka memperoleh banyak pengalaman; (3) organisasi leksentri menghadapi berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam upaya organisasi leksentri dalam meningkatkan life skill di Pondok Pesantren Wali songo Ngabar Ponorogo yakni faktor pendukungnya adalah adanya dukungan dari ustadzah, adanya minat santriwati, fasilitas yang memadai, dan mengadakan kegiatan kegiatan terkait peningkatan life skill. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya tenaga pengajar berpengalaman, waktu pelaksanaan, dan kurangnya disiplin waktu
تصميم تعليم اللغة العربية في المدرسة الثانوية الإسلامية دار الهدى ماياك فونوروغو
مستعينة، إيتا. 2024. " تصميم تعليم اللغة العربية في المدرسة الثانوية الإسلامية دار الهدى ماياك فونوروغو" البحث العلمي. قسم تعليم اللغة العربية كلية الدراسات العليا جامعة فونوروغو الإسلامية الحكومية. المشرف الدكتور محمد مفتاح العلوم الماجستير. الدكتور الحاج أجوس تري تشاهيو الماجستير
كلمات مفتاحية: تصميم، تعليم اللغة العربية، المدرسة الثانوية، مهارة القراءة.
تصميم التعليم الجيد سينتج خريجين جيدين. لا تتم مراجعة أداء التدريس فقط من خلال كيفية شرح المعلم لمحتوى الدرس. يجب أن يعرف كيفية التعامل مع الطلاب بشكل جي، والإجابة على الأسئلة بحكمة وجميع واجبات المعلم الأخرى. هناك حاجة إلى تصميم التعلم لتلميع، وخاصة كيفية تقديم مواضيع أكثر إثارة للاهتمام ومنظمة ومتكاملة مع الكفاءات الواردة في المواد. المواد العربية هي مادة إلزامية في المدرسة الثانوية الإسلامية دار الهدى. مهارات القراءة هي واحدة من المهارات التي يجب أن يتقنها الطلاب. لتحسين جودة التعليم والمخرجات المتفوقة، يلزم تصميم التعلم المناسب. حتى لا يصبح تعليم اللغة العربية مملا.
لهذا السبب، يهدف هذا البحث إلى: 1)، الكشف عن تصميم إعداد التعليم في المدرسة الثانوية الإسلامية دار الهدى. 2)، الكشف عن تصميم تنفيذ التعليم في المدرسة الثانوية الإسلامية دار الهدى 3)، الكشف عن تصميم تقويم التعليم في المدرسة الثانوية الإسلامية دار الهدى.
يستخدم هذا البحث نهجا نوعيا مع نوع دراسة حالة. تقنيات جمع البيانات من خلال المقابلات والملاحظة والتوثيق. تم تحليل البيانات باستخدام تقنيات التحليل الخاصة ب Milles و Huberman و Saldana التي تتكون من تقليل البيانات وعرض البيانات والاستنتاجات. يتم تنفيذ تقنية التحقق من صحة البيانات من خلال المصداقية والتأكيد.
نتائج هذا البحث: 1)، تصميم إعداد التعليم باستخدام 7 خطوات تتراوح من تقييم الاحتياجات إلى اختبار الجدوى. النوع المستخدم هو التخطيط التربوي القائم على البعد الزمني مع نهج الاحتياجات الاجتماعية. 2)، يستخدم تصميم تنفيذ التعليم نموذجين ، وهما نموذج ديك وكاري وكذلك نموذج التعلم القائم على تحصيل الكفاءات. 3) ، يستخدم تصميم التقويم مناهج الاختبار وغير الاختبا، من خلال أربعة نماذج تقييم، وهي أ) التقييم التكويني، ب) التقييم التلخيصي، ج) التقييم التشخيصي، د) تقييم التنسيب. وبهذه الطريقة، من المأمول أن يتمكن تصميم التعليمي من تكوين جيل جيد في اللغة العربية سواء كان نشطا أو سلبيا
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Ikan Bandeng Semian, Balian, Dan Rame Tangan Di Desa Karangrejo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik
Baihaqi Arafat, Ahmad, 2024. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Ikan Bandeng Semian, Balian, dan Rame Tangan Di Desa Karangrejo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Muh. Maksum, M.E.Sy.
Kata Kunci: Takaran, Mekanisme Pembayaran, Hukum Islam
Sesuai dengan ajaran agama Islam dalam jual beli tidak boleh melanggar ketentuan hukum Islam karena bertujuan menciptakan kebaikan diantara sesama umat muslim. Jual beli ikan bandeng semian, balian, dan rame tangan di Desa Karangrejo terdapatnya takaran tidak sesuai dengan akad dan mekanisme pembayaran yang menyebabkan kerugian disalah satu pihak.
Rumusan penelitian dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tinjauan hukum Islam pada takaran Jual Beli Ikan Bandeng Semian, Balian, dan Rame Tangan di Desa Karangrejo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik? (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap mekanisme pembayaran pada jual beli Ikan Bandeng Semian, Balian, dan Rame Tangan di Desa Karangrejo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik?
Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan peneliti adalah metode induktif.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwah: pertama, takaran pada jual beli ikan bandeng semian, balian, dan rame tangan di Desa Karangrejo tidak sesuai dengan takaran dalam istilah fiqih yaitu makku>k dan hukum Islam sebab mengandung gharar yaitu gharar al-katsi>r/al-fahisyah. Karena adanya perbedaan kuantitas dan kuwalitas dari ikan bandeng tersebut. Kedua, Mekanisme pembayaran pada jual beli ikan bandeng, semian, balian, dan rame tangan di Desa Karangrejo terdapat dua metode. Metode pertama sesuai dengan jual beli salam, karena dalam pembayarannya dilakukan setelah barang diterima, meskipun tanpa ada uang muka ketika akad. Sedangkan metode kedua sudah sesuai dengan syarat jual beli salam, karena memberikan uang muka minimal 50% dari total harga pembelian pada waktu terjadinya akad, kemudian pelunasannnya dilakukan setelah diterima barang
...(SCAN FULL SATU LEMBAR ATAU GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI, UPLOAD ULANG)...Penetapan Harga Fotokopi Di Arthur Jaya Prespektif Etika Bisnis Islam
Astuti, Indah Dwi. “Penetapan Harga Fotokopi Di Arthur Jaya Prsespektif Etika Bisnis Islam”. Skripsi 2024. Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Prof. Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag.
Kata Kunci : Etika Bisnis Islam, Penetapan Harga, Fotokopi
Etika bisnis Islam merupakan akhlak dalam menjalankan suatu kegiatan bisnis sesuai dengan aturan dan nilai-nilai dalam Islam. Penetapan harga dalam Islam sangat penting dan merupakan aspek penentu kegiatan ekonomi suatu tatanan masyarakat Islam. Fotokopi Arthur Jaya merupakan salah satu bentuk usaha yang bergerak pada bidang fotokopi serta menyediakan pelayanan di bidang penjualan alat tulis dan kantor. Dengan adanya penetapan harga yang berprinsip pada etika bisnis Islam dapat mewujudkan bisnis yang mashlahah, memperoleh keuntungan bisnis yang baik, dan memberikan manfaat kepada konsumen sesuai dengan harga produk yang ditetapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan harga fotokopi Arthur Jaya menurut etika bisnis Islam, menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi penetapan harga pada usaha fotokopi Arthur Jaya, dan menganalisis dampak dari penetapan harga pada usaha fotokopi Arthur Jaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Fotokopi Arthur Jaya telah mampu memenuhi etika penetapan harga dalam etika bisnis Islam, pada aspek keadilan. Sedangkan pada aspek kejujuran dan tidak melipatgandakan harga masih belum diperhatikan secara maksimal, ditunjukkan dengan adanya praktik pembulatan harga. Fotokopi Arthur Jaya telah mampu memenuhi faktor-faktor dalam penetapan harga, pada aspek; biaya, persaingan, persepsi pelanggan, dan tujuan perusahaan. Sedangkan pada aspek permintaan dan lokasi usaha masih belum diperhatikan secara maksimal sehingga perlu adanya evaluasi dan perbaikan. Fotokopi Arthur Jaya melakukan praktik pembulatan harga dalam transaksi jual beli, sehingga melanggar nilai-nilai yang ada pada Etika Bisnis Islam. Penetapan harga dengan sistem pembulatan harga di usaha fotokopi berdampak pada terjadinya penurunan omzet penjualan, keuntungan, maupun pangsa pasar. Selain itu, Pembulatan harga dapat membuat konsumen merasa dirugikan karena dengan adanya pembulatan tanpa konfirmasi tersebut konsumen merasa dibohongi
Pandangan Tokoh Masyarakat Terhadap Perilaku Tabattul Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Ngabar Kabupaten Ponorogo)
Hartini, 2024. Pandangan Tokoh Masyarakat Terhadap Perilaku Tabattul (membujang) Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Ngabar Kabupaten Ponorogo). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Lia Noviana, M.H.I.
Kata kunci/keywords : Tabattul (membujang), Hukum Islam.
Allah SWT menciptakan kodrat-Nya berpasang-pasangan yaitu laki-laki dan perempuan untuk saling melengkapi untuk mengarahkan hawa nafsu yang Allah berikan kepada manusia sebagai pengikutnya demi kelangsungan hidup manusia dan demi ibadah kepada Allah serta kesempurnaan para pengikut ajaran Nabi Muhammad SAW. Tetapi ada dari beberapa masyarakat yang enggan untuk menikah atau biasa disebut tabattul atau membujang. Hukum bagi seseorang yang membujang dapat dilihat dari alasan pelaku. Seperti halnya yang terjadi kepada beberapa masyarakat di Desa Ngabar Kabupaten Ponorogo setiap orang yang membujang memiliki alasan tersendiri dan akan memiliki hukum yang berbeda-beda sesuai dengan hukum Islam.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pandangan tokoh masyarakat terhadap alasan pelaku tabattul (membujang) di Desa Ngabar Kabupaten Ponorogo perspektif hukum Islam ? (2) Bagaimana pandangan tokoh masyarakat terhadap dampak perilaku tabattul (membujang) di Desa Ngabar Kabupaten Ponorogo perspektif hukum Islam ?.
Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan peneliti adalah metode induktif.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pertama, Pandangan tokoh masyarakat terhadap alasan pelaku tabattul memiliki perbedaan pendapat. Semua tokoh sepakat dalam 3 (tiga) hal yaitu : 1) Setuju bahwa kejiwaan dapat dijadikan alasan tabattul, 2) tidak setuju dalam hal belum mendapatkan pasangan yang cocok, dan 3) tidak setuju dalam hal ingin bebas. Adapun mereka berbeda pendapat dalam 2 (dua) hal yaitu: 1) kurangnya ekonomi, dan 2) alasan penyakit yang diderita. Masing-masing pendapat di atas memili dasar dari berbagai madhab. Pandangan tokoh masyarakakat terhadap dampak perilaku tabattul memiliki beberapa pendapat. 1) tabattul berdampak pada kesehatan yakni tidak dikeluarkannya sperma dalam jangka waktu yang lama, 2) tabattul berdampak pada psikis yakni membuat seseorang menjadi murung dan menyendiri, 3) tabattul berdampak pada sosial yakni membuat seseorang merasa dikucilkan oleh orang disekitarnya, 4) tabattul berdampak pada agama yakni ketiadaan keturunan
Manajemen Redaksional Akun Instagram @infoponorogo Sebagai Media Citizen Journalism
Media has an important role in building and supporting the information and communication needs of the public. Instagram social media is a sharing medium, where users can freely interact, such as sharing information in the form of photos, videos assisted by information (captions). The development of social media can become a forum for citizen journalists to provide information. Citizen journalism utilizes the media to disseminate information quickly. One of them is the Instagram social media account @infoponorogo which is currently a forum for information for the community around Ponorogo. Therefore, when using Instagram social media as an information medium used by citizen journalists, they must pay attention to editorial management in its management. This research aims to find out how editorial management is implemented by the Instagram account @infoponorogo as a citizen journalism medium. The research method used is a qualitative approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The analysis technique used is the Miles and Huberman interactive data analysis model. The research results show that: (1) The @infoponorogo planning stage is planning editorial management based on the results of issue research, including the latest news trends, considering targets, and preparing a posting schedule. (2) The @infoponorogo organizing stage in editorial management has been adjusted to the skills possessed by the management staff, such as involving editorial staff, marketing, reporters and other departments. (3) In the actuating stage @infoponorogo there is news sent by citizen journalism which will be managed through editing by considering the validity of the news, the management team also carries out reporting, writing and editing activities. (4) The controlling stage of @infoponorogo is carried out, involving measuring the reach of the content, evaluating obstacles in the field, and considering the content to be uploaded
..(SCAN FULL SATU LEMBAR PADA LEMBAR BERTTD, UPLOAD ULANG)...Kyai Kampung Dan Perubahan Sosial (Studi Kasus Peran Kyai Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat di Dusun Gading Desa Bungu Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo)
ABSTRAK
Wijaya, Lanan Dwi. 2023. Kyai Kampung dan Perubahan Sosial (Studi Kasus Peran Kyai dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat di Dusun Gading Desa Bungu Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo). Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Nur Kolis, Ph.D.
Kata Kunci: Kyai Kampung, Perubahan Sosial, Kegiatan Keagamaan
Kyai kampung merupakan sebutan bagi pemuka agama yang ada di lingkungan pedesaan dan biasanya hidup sebagai pengasuh musala atau masjid. Mereka berperan penting dalam menyebarkan ajaran agama Islam di lingkungan pedesaan dengan melalui kegiatan keagamaannya. Berdasarkan observasi awal, peneliti melihat bahwa kondisi lingkungan di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, mulanya masih banyak masyarakat yang belum terlalu paham mengenai agama dan ibadah serta banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh masyarakat khususnya pada kalangan anak muda seperti mabuk-mabukkan. Namun setelah adanya kyai, penyimpangan-penyimpangan tersebut lambat laun mulai menghilang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, respon masyarakat terhadap peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, serta implikasi peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Miles, Huberman dan Saldana yang langkah-langkahnya berupa kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Terdapat tiga peran yang diemban oleh kyai kampung di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo yaitu sebagai pendidik, agen perubahan sosial, dan tokoh agama. (2) Respon masyarakat terhadap peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo ini sangat beragam, ada yang senang dan ada yang tidak senang terhadap segala upaya yang dilakukan oleh kyai. (3) Implikasi dari peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo mengalami perubahan, baik perubahan perilaku maupun pola pikir dan tentunya menjadi masyarakat yang lebih agamis
Kyai Kampung Dan Perubahan Sosial (Studi Kasus Peran Kyai dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat di Dusun Gading Desa Bungu Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo)
ABSTRAK
Wijaya, Lanan Dwi. 2023. Kyai Kampung dan Perubahan Sosial (Studi Kasus Peran Kyai dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat di Dusun Gading Desa Bungu Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo). Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Nur Kolis, Ph.D.
Kata Kunci: Kyai Kampung, Perubahan Sosial, Kegiatan Keagamaan
Kyai kampung merupakan sebutan bagi pemuka agama yang ada di lingkungan pedesaan dan biasanya hidup sebagai pengasuh musala atau masjid. Mereka berperan penting dalam menyebarkan ajaran agama Islam di lingkungan pedesaan dengan melalui kegiatan keagamaannya. Berdasarkan observasi awal, peneliti melihat bahwa kondisi lingkungan di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, mulanya masih banyak masyarakat yang belum terlalu paham mengenai agama dan ibadah serta banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh masyarakat khususnya pada kalangan anak muda seperti mabuk-mabukkan. Namun setelah adanya kyai, penyimpangan-penyimpangan tersebut lambat laun mulai menghilang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, respon masyarakat terhadap peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, serta implikasi peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Miles, Huberman dan Saldana yang langkah-langkahnya berupa kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Terdapat tiga peran yang diemban oleh kyai kampung di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo yaitu sebagai pendidik, agen perubahan sosial, dan tokoh agama. (2) Respon masyarakat terhadap peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo ini sangat beragam, ada yang senang dan ada yang tidak senang terhadap segala upaya yang dilakukan oleh kyai. (3) Implikasi dari peran kyai dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, masyarakat di Dusun Gading, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo mengalami perubahan, baik perubahan perilaku maupun pola pikir dan tentunya menjadi masyarakat yang lebih agamis
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN,TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UBAH FILE KE PDF, UPLOAD ULANG).. Perilaku Pedagang Pasar Legi Ponorogo Perspektif Etika Bisnis Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan pasar yang menjadi tempat transaksi jual beli. Hal tersebut masih sangat rentan dengan perilaku pedagang yang mengabaikan etika bisnis Islam dalam menjalankan usahanya. Akibatnya pedagang akan bertolak belakang dari tata cara berdagang secara syari’at Islam dikarenakan sikap ingin mendapatkan keuntungan yang besar dengan cara apapun sehingga konsumen dirugikan oleh praktek yang tidak dilandasi dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam seperti mengurangi takaran timbangan dan menyembunyikan barang kualitas buruk didalam kemasan yang tertutup barang kualitas bagus.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana perilaku pedagang dalam prinsip etika bisnis Islam di pasar Legi Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan ditinjau dari lokasi sumber datanya termasuk penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, dan wawancara. Sedangkan teknik pengelolaan datanya menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam proses analisis data, Peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan cara berfikir deduktif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pemahaman pedagang di pasar Legi mengenai etika berdagang dalam Islam disimpulkan bahwa para pedagang kurang mengetahui etika bisnis Islam. Akan tetapi, dalam melaksanakan transaksi berdagang mereka menggunakan aturan yang telah diatur oleh agama Islam. Kedua, perilaku pedagang di pasar Legi telah sesuai dengan etika bisnis Islam yang meliputi, tidak melupakan ibadah shalat wajib, berdo’a dan bersedekah, adil atau seimbang dalam menimbang atau menakar dan tidak menyembunyikan cacat, memberikan kebebasan kepada penjual baru dan tidak memaksa pembeli, menepati janji dan bertanggungjawab atas kualitas barang, bersikap ramah tamah dalam melayani dan bermurah hati dengan memberi waktu tenggang pembayaran. Namun, sebagian perilaku pedagang ada yang tidak sesuai dengan etika bisnis Islam yaitu lalai dalam menjalankan ibadah shalat wajib ketika melakukan transaksi jual beli, tidak menepati janji, tidak bersikap ramah kepada pembeli dan tidak memberikan waktu tenggang pembayaran