Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    Penerapan Prinsip Etika Bisnis Islam Terhadap Usaha Telur Asin Di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan

    No full text
    Ginting, Frida Nabilla 2024. Penerapan Prinsip Etika Bisnis Islam Terhadap Usaha Telur Asin Di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan. Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. pembimbing: Soleh Hasan Wahid, M.H.I. Kata Kunci/ Keayword : Analisis dan Etika Bisnis Islam Bisnis dalam Islam tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan material tetapi juga mengharapkan berkah dan manfaat bagi masyarakat. UMKM seperti usaha telur asin menjadi sektor yang signifikan dalam ekonomi Indonesia, memberikan kontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja. Dalam praktiknya, bisnis yang dijalankan secara Islami harus mengedepankan etika yang mencerminkan nilai-nilai moral Islam. Faktanya, pemasaran pada usaha telur asin Bu Nur di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan, ada kalanya salah satu pihak merasa dirugikan, hal tersebut dikarenakan kurangnya transparasi dan tanggung jawab dalam hal tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan prinsip tauhid usaha telur asin Di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.? (2) Bagaimana penerapan prinsip tanggung jawab dalam pengelolaan usaha Di Di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan? (3) Bagaimana penerapan prinsip kejujuran dan transparansi usaha telur asin Di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan? Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Adanya Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif. Dari penelitian ini dapat di tarik kesimpulan bahwa: (1) Penerapan prinsip tauhid dalam usaha telur asin Di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan sudah menerapkan aspek religius seperti memperhatikan waktu sholat, mendukung karyawan berhijab dan bersedekah dalam praktik bisnis, di mana setiap tindakan berlandaskan pada prinsip etika yang kuat. (2) Penerapan prinsip tanggung jawab dalam penelolaan usaha telur asin Di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan sudah menerapkan salah satu prinsip tanggung jawab yaitu menunjukkan upaya untuk mensejahterakan karyawan, yang mencerminkan salah satu aspek penting dari penerapan prinsip tanggung jawab etika bisnis Islam. Namun, belum sepenuhnya bertanggung jawab karena terdapat kurangnya tanggung jawab dari penjual terhadap keluhan konsumen dan kualitas produk dan dalam proses pengiriman. (3) Penerapan prinsip tauhid dalam usaha telur asin Di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan sudah menerapkan salah satu prinsip kejujuran dan transparansi, terutama dalam penetapan harga. Namun masih terdapat ruang untuk meningkatkan kualitas penyampaian informasi agar lebih mendetail, sehingga dapat mengurangi ketidakpastian (gharar) terkait kualitas produk

    Analisis Jizaf Pada Praktik Jual Beli Ikan Dalam Bentuk Tumpukan (Studi Kasus di TPI Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek)

    No full text
    Prinsip dasar dari hukum jual beli menurut Islam adalah halal, oleh sebab itu setiap penjual dan pembeli yang muslim wajib mentaati seluruh aturan yang ada dalam melaksanakan transaksi jual beli. Dengan dihalalkannya jual beli berarti agama membukakan jalan bagi manusia untuk kemajuan dalam perkembangan dunia ekonominya. Oleh karena itu para ulama sepakat mengenai kebolehan jual beli sebagai suatu perkara yang diperbolehkan untuk dilakukan umat muslim, namun dalam materi yang penulis paparkan adalah jual beli ikan dalam bentuk tumpukan yang tidak diketahui pasti kadar atau berat dari objek jual beli dan bagaimana konsep harga dari ikan tersebut ditentukan, banyak ulama' fiqh yang membahas masalah ini, termasuk Imam Maliki dan Imam Shafi’i. Dari latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimanakah syarat barang yang diperjualbelikan (ikan) dalam dalam bentuk tumpukan (jizaf) di TPI Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek?, dan bagaimanakah penetapan harga jual beli ikan dalam bentuk tumpukan (jizaf) di TPI Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek?. Adapun skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis induktif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Praktik jual beli tumpukan (Jizaf) yang terjadi di Tempat Pelelangan Ikan Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, dari segi ketentuan syarat jual beli jizaf (barang yang diperjualbelikan) telah memenuhi syarat-syarat yang dibenarkan menurut kaidah Fiqh Muamalah. Namun masih menimbulkan adanya unsur riba, tadlis (penipuan) dan gharar (ketidakjelasan) dalam transaksi jual beli, hal tersebut tidak sesuai dengan konsep mewujudkan keadilan dalam berbisnis kaidah dalam ranah Fiqh Muamalah. Karena dengan adanya unsur tersebut dapat membuat salah satu pihak merasa dirugikan akan kecurangan yang ada. (2) Praktik jual beli tumpukan ikan (Jizaf) di TPI Pantai Prigi dalam praktik penentuan harganya sudah sesuai dengan syarat-syarat dalam kaidah Fiqh Muamalah. Dan telah terdapat nilai tukar berupa uang. Nilai tukar (harga) juga ditentukan berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran antara penjual dan pembeli tanpa adanya intervensi dari pihak manapun termasuk pengelola TPI. Sehingga tidak terdapat unsur paksaan bagi dari sisi penjual maupun pembeli. Harga yang ditetapkan oleh penjual tidak mengandung unsur paksaan maupun penipuan yang dapat mengakibatkan jual beli tersebut rusak

    Tinjauan Sosiologi Hukum Terhadap Implementasi Usia Nikah Sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan

    No full text
    ABSTRAK Aziz, Muhammad Fatkur Rizal Nur. 2024. Tinjauan Sosiologi Hukum Terhadap Implementasi Usia Nikah sesuai Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 di Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Nahrowi, M.H. Kata Kunci: Implementasi pernikahan, Pernikahan Dini, Faktor Pernikahan Dini Pernikahan pada dasarnya didasarkan dari kematangan usia setiap calon mempelai. Kematangan usia ini merupakan faktor penting untuk menjalankan pernikahan. Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 menetapkan batasan minimal usia menikah, yaitu 19 tahun. Namun, pada penerapannya masih sering ditemui masyarakat yang melanggar. Salah satunya yang ada di Desa Turi, Kec. Panekan, Kab, Magetan. Pada penelitian ini peneliti menentukan subjek penelitian berdasarkan permasalahan yang diteliti, yaitu terkait penerapan usia nikah sesuai UU No. 16 Tahun 2019 dan faktor penyebab terjadinya pernikahan dini. Subjek pada penelitian ini adalah pelaku nikah dini, orang tua pelaku nikah dini, Modin Desa Turi. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana tinjauan sosiologi hukum terhadap penerapan usia nikah sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan?, (2) Bagaimana tinjauan sosiologi hukum terhadap faktor terjadinya pernikahan dini di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan? Skripsi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data menerapkan wawancara. Data yang dikumpulkan berupa implementasi batas usia nikah sesuai UU No. 16 Tahun 2019 dan faktor terjadinya nikah dini di Desa Turi, Kec. Panekan, Kab. Magetan, dengan sumber wawancaraa melalui wawancara dengan pelaku nikah dini, orang tua pelaku nikah dini, Modin Desa Turi. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa dalam penerapan batas usia menikah belum sesuai dengan ketetapan UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, sebab masih ditemui 5 pasangan yang melanggar karena belum mencapai batas minimal usia menikah. Faktor-faktor yang menyebabkan masih terjadinya pernikahan dini di Desa Turi ialah karena faktor sosial budaya, faktor ekonomi, dan faktor hamil di luar nikah (married by accident)

    ..( TAMBAHKAN WATERMARK PADA SELURUH HALAMAN ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Pembulatan Harga Barang Pesanan Melalui Cash On Delivery (COD) Shopee Di J&T Ponorogo

    No full text
    Rohmayani, Abdullah Iqbal. 2024. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Pembulatan Harga Barang Pesanan Melalui Cash On Delivery (COD) Shopee Di J&T Ponorogo. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Umarwan Sutopo, Lc, M.H.I. Kata Kunci: Akad, pembulatan harga, COD Jual beli merupakan salah satu bentuk dari muamalah. Ketika kurir mengantarkan paket, apabila ada paket yang nominalnya kurang dari Rp 500 maka akan dibulatkan menjadi Rp 500. Namun apabila ada paket dengan nominal lebih dari Rp 500, maka akan dibulatkan ke angka Rp 1000. Dalam transaksi tersebut terdapat hak konsumen yang belum terpenuhi dengan adanya paksaan dan ketidak transparan yang dilakukan oleh kurir. Rumusan masalah pada skripsi ini adalah: (1) bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap akad pembulatan harga cash on delivery (COD) di J&T Ponorogo dan (2) bagaimana status hukum uang pembulatan harga cash on delivery (COD) Shopee dalam tinjauan hukum Islam? Jenis penelitian berupa penelitian kualitatif lapangan yang menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi pada kurir J&T Ponorogo dan para customer shopee COD yang dianalisis menggunakan metode induktif dengan pendekatan hukum Islam. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Akad pembulatan harga barang dengan sistem COD belum sesuai dengan Hukum Islam kecuali ada konfirmasi terlebih dahulu yang dilakukan oleh kurir. Adapun menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Menteri Perdagangan belum sesuai sepenuhnya, dimana masih belum mengedepankan kejujuran dan transparansi ketika memberikan informasi terhadap harga barang. (2) Status hukum uang sisa pembulatan harga belum sesuai dengan hukum Islam, kecuali ada konfirmasi terlebih dahulu yang dilakukan oleh kurir. Namun, belum memenuhi hak-hak konsumen menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Menteri Perdagangan

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Hubungan Pelaksanaan Pembelajaran Full Day School terhadap Minat Belajar IPS Siswa Kelas 8 MTs Muhammadiyah 2 Jenangan

    No full text
    Putri, Nadia Silviana. 2024. Hubungan Pelaksanaan Pembelajaran Full Day School Terhadap Minat Belajar IPS Siswa Kelas 8 MTs Muhammadiyah 2 Jenangan. Skripsi, Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Risma Dwi Arisona, M. Pd. Kata Kunci: Full day school, minat belajar, pembelajaran IPS. Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang ada yaitu sebuah fenomena berupa minat belajar siswa yang cenderung semakin rendah. Fenomena tersebut bisa dilihat dari waktu belajar yang semakin lama membuat siswa semakin bosan, jenuh, dan lelah dalam mengikuti pembelajaran di kelas terlebih lagi kemampuan siswa untuk berkonsentrasi tidak bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya siswa menjadi tidak fokus dan siswa sulit menyerap materi pelajaran. Hal tersebut kemudian akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) pelaksanaan pembelajaran full day school di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan; (2) minat belajar IPS siswa kelas 8 di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan; dan (3) hubungan pelaksanaan pembelajaran Full Day School terhadap minat belajar IPS siswa kelas 8 MTs Muhammadiyah 2 Jenangan. Adapun penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Pengambilan data dilakukan melalui penyebaran angket full day school dan angket minat belajar IPS dengan populasi dan sampel sebanyak 37 siswa kelas 8 MTs Muhammadiyah 2 Jenangan yang dipilih dengan teknik probability sampling. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji product moment yang meliputi uji prasyarat (uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas) dan uji hipotesis (uji korelasi pearson atau spearman, uji regresi linear sederhana). Penelitian ini diolah dengan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpilkan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran full day school dapat memberikan lebih banyak kesempatan pada siswa untuk mempelajari materi IPS secara mendalam di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan; (2) siswa kelas 8 di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan memiliki minat belajar yang sedang terhadap pelajaran IPS; (3) pelaksanaan pembelajaran full day school memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat belajar IPS siswa kelas 8 MTs Muhammadiyah 2 Jenangan

    Efektivitas Ice Breaking Pesan Berantai untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa kelas VII pada Materi Kegiatan Ekonomi di SMP Negeri 2 Jetis

    No full text
    Wahyuni, Dewi Tri. 2024. Efektivitas Ice Breaking Pesan Berantai untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VII Pada Materi Kegiatan Ekonomi di SMP Negeri 2 Jetis. Skripsi. Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Risma Dwi Arisona, M.Pd. Kata Kunci: Ice Breaking Pesan Berantai, Kegiatan Ekonomi, Minat Belajar Siswa yang kurang dalam memperhatikan penjelasan guru, kurang terlibat dalam diskusi dan enggan untuk berpartisipasi mengakibatkan kurang berhasilnya hasil belajar. Selama pembelajaran berlangsung siswa asik bermain sendiri beberapa siswa juga asik melamun dan sangat kaku dalam mengikuti pembelajaran, sehingga penjelasan materi dari guru sulit untuk dipahami dan dimengerti. Hal tersebut karena kurang minatnya siswa dalam belajar. Adapun faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa yaitu faktor Internal siswa dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa kelas eksperimen setelah diberikan ice breaking pesan berantai kemudian untuk mengetahui minat belajar siswa kelas kontrol yang tidak diberikan ice breaking pesan berantai dan untuk mengetahui apakah ice breaking pesan berantai efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Jetis ponorogo dengan populasi kelas VII dan sampel diambil dari seluruh populasi dengan jumlah 61 siswa. Jumlah siswa kelas eksperimen 31 siswa dan jumlah siswa kelas kontrol 30 siswa. Kelas eksperimen diberikan teknik ice breaking pesan berantai, sedangkan kelas kontrol tidak diberikan. Teknik pengumpulan data dengan kuisoner/angket. Analisis data rumusan masalah menggunakan uji Independent Sample T Test dan uji Effect size cohen’s d. Hasil penelitian menunjukan minat belajar siswa kelas eksperimen 12,9% yang termasuk dalam kategori tinggi, 74,2% minat belajar siswa dalam kategori sedang dan 12,9% minat belajar siswa dalam kategori rendah. Sedangkan minat belajar siswa pada kelas kontrol yang tidak diberikan ice breaking pesan berantai dalam kategori tinggi terdapat 13,3% siswa, dengan kategori sedang terdapat 63,4% dan dengan kategori rendah terdapat 23,3%. Berdasarkan uji independent sample t test, penerapan ice breaking pesan berantai mempengaruhi minat belajar siswa kelas VII pada materi kegiatan ekonomi dengan hasil nilai signifikansi lebih kecil dari pada 0,05 yaitu 0,004 (0,004 < 0,05), sehingga memiliki kesimpulan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, ice breaking pesan berantai efektif untuk meningkatkan minat belajar. Besaran perbedaan yang didapatkan yaitu 0,76 yang menunjukkan hasil termasuk dalam kategori sedang cenderung tinggi menggunakan uji cohen’s d, dengan kesimpulan bahwa ice breaking pesan berantai efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan

    The Effectiveness of Shared Writing Strategy to Enhance Students’ Writing Skill at MTsN 2 Ponorogo

    No full text
    ABSTRACT Azizah, Nur. 2024. The Effectiveness of Shared Writing Strategy to Enhance Students’ Writing Skill at MTsN 2 Ponorogo. Sarjana’s Thesis, English Language Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic Institute of Ponorogo. Advisor: Fenty Andriani, M. Pd. Keyword: Shared Writing, Strategy, Writing Skill. Writing was a fundamental skill for academic success and personal development. It enhanced critical thinking, communication, and comprehension abilities. Despite its importance, students at MTsN 2 Ponorogo faced significant challenges in writing, such as organizing ideas and understanding grammar. These issues highlighted the need for effective teaching strategies to improve students' writing skills. This research aimed to determine the effectiveness of the shared writing strategy to enhance the writing skills of eighth-grade students at MTsN 2 Ponorogo. Through this strategy, students encouraged to participate actively in the writing process, receiving guidance and feedback from the other students and the teacher. The findings expected to provide insights into effective teaching strategy that can foster better writing skill inthe junior high school level. This research used a quantitative method with a test data collection technique. The sample of this research was two classes that included 60 students: an experimental class with 30 students and a control class with 30 students. The sampling technique used cluster random sampling. The study employed a quasi-experimental design involving control and experimental groups, with pre-tests and post-tests to measure improvements in writing skills. This study also used data analysis techniques with the independent t-test. The independent t-test helped to determine whether the shared writing strategy could enhance students' writing skills compared to the group without treatment. Based on the research findings, the students who are taught by using the shared writing strategy in MTsN 2 Ponorogo had better writing skill than those who were not. The results showed that the t-test value was 4.086, which was higher than the t-table value at a 5% significance level, and a Sig. (2-tailed) value was 0.00 that less than 0.05 indicated a significant improvement in the writing skills of students who were taught using the shared writing strategy compared to those who were not. The null hypothesis (H0) was rejected, and the alternative hypothesis (H1) was accepted, demonstrated that the students who are taught by using the shared writing strategy in MTsN 2 Ponorogo had better writing skill than those who were not. The study concluded that the shared writing strategy significantly enhanced students' writing proficiency. The findings suggested that the shared writing strategy could be an effective strategy to enhance student’s writing skills at the junior high school level

    The Effectiveness of Shared Writing Strategy to Enhance Students’ Writing Skill at MTsN 2 Ponorogo

    No full text
    ABSTRACT Azizah, Nur. 2024. The Effectiveness of Shared Writing Strategy to Enhance Students’ Writing Skill at MTsN 2 Ponorogo. Sarjana’s Thesis, English Language Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic Institute of Ponorogo. Advisor: Fenty Andriani, M. Pd. Keyword: Shared Writing, Strategy, Writing Skill. Writing was a fundamental skill for academic success and personal development. It enhanced critical thinking, communication, and comprehension abilities. Despite its importance, students at MTsN 2 Ponorogo faced significant challenges in writing, such as organizing ideas and understanding grammar. These issues highlighted the need for effective teaching strategies to improve students' writing skills. This research aimed to determine the effectiveness of the shared writing strategy to enhance the writing skills of eighth-grade students at MTsN 2 Ponorogo. Through this strategy, students encouraged to participate actively in the writing process, receiving guidance and feedback from the other students and the teacher. The findings expected to provide insights into effective teaching strategy that can foster better writing skill inthe junior high school level. This research used a quantitative method with a test data collection technique. The sample of this research was two classes that included 60 students: an experimental class with 30 students and a control class with 30 students. The sampling technique used cluster random sampling. The study employed a quasi-experimental design involving control and experimental groups, with pre-tests and post-tests to measure improvements in writing skills. This study also used data analysis techniques with the independent t-test. The independent t-test helped to determine whether the shared writing strategy could enhance students' writing skills compared to the group without treatment. Based on the research findings, the students who are taught by using the shared writing strategy in MTsN 2 Ponorogo had better writing skill than those who were not. The results showed that the t-test value was 4.086, which was higher than the t-table value at a 5% significance level, and a Sig. (2-tailed) value was 0.00 that less than 0.05 indicated a significant improvement in the writing skills of students who were taught using the shared writing strategy compared to those who were not. The null hypothesis (H0) was rejected, and the alternative hypothesis (H1) was accepted, demonstrated that the students who are taught by using the shared writing strategy in MTsN 2 Ponorogo had better writing skill than those who were not. The study concluded that the shared writing strategy significantly enhanced students' writing proficiency. The findings suggested that the shared writing strategy could be an effective strategy to enhance student’s writing skills at the junior high school level

    IMPLEMENTASI DIGITALISASI PESANTREN MELALUI SANTRI INFORMATION SYSTEM (SIS) DI PONDOK PESANTREN DARUL FALAH SUKOREJO

    No full text
    Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Menjelaskan dan menganalisis Implementasi Santri Information System (SIS) sebaga sistem terintegrasi, (2) Mendeskripsikan dan menganalisis faktor keberhasilan Santri Information System (SIS) sebaga sistem terintegrasi, (3) Memaparkan dan menganalisis implikasi Santri Information System (SIS) pada pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Metode analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa : (1) Pondok Pesantren Darul Falah berhasil menggabungkan nilai-nilai tradisional pesantren dengan teknologi modern melalui penerapan SIS secara bertahap. (2) Upaya keberhasilan pada implementasi SIS didukung melalui perencanaan yang matang, melibatkan seluruh stakeholder, fasilitas teknologi memadai dan evaluasi yang berkelanjutan. (3) Implikasi SIS telah berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas tugas administratif guru lebih cepat dan akurat. Selain itu santri juga belajar mengenai literasi digital. Kata Kunci: Santri Information System (SIS), Pesantren, Terintegrasi

    KOMUNIKASI INTRAPERSONAL DALAM MEMBENTUK JIWA NASIONALISME SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN PKN DI MIN 6 PONOROGO

    No full text
    ABSTRAK Nafi’ah, Miftakhul Ngulumun. 2024. Komunikasi Intrapersonal dalam Membentuk Jiwa Nasionalisme Siswa Kelas IV pada Pembelajaran PKn di MIN 6 Ponorogo Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag. Kata Kunci: Komunikasi Intrapersonal, Jiwa Nasionalisme, Siswa Kelas IV, Pembelajaran PKn Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri kita, termasuk berbicara dengan diri sendiri, mengamati dan mempersepsikan (intelektual dan emosional) tentang lingkungan kita. Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dengan diri sendiri. Ini adalah dialog internal dan bahkan bisa terjadi saat Anda bersama orang lain. Misalnya, saat sedang bersama seseorang, yang terlintas di benak adalah komunikasi batin. Dalam komunikasi internal sering kali mempelajari peran persepsi dalam perilaku manusia. Dalam hal ini biasanya dilakukan lebih sering daripada dalam komunikasi lainnya. Secara khusus, komunikasi intrapersonal mencakup di mana kita dapat membayangkan, bermimpi, memahami dan memecahkan masalah dalam pikiran kita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) komunikasi intrapersonal dalam membentuk jiwa nasionalisme siswa kelas IV pada pembelajaran PKn; (2) faktor yang mempengaruhi komunikasi intrapersonal dalam membentuk jiwa nasionalisme siswa kelas IV pada pembelajaran PKn; (3) manfaat komunikasi intrapersonal dalam membentuk jiwa nasionalisme siswa kelas IV pada pembelajaran PKn. Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian adalah studi kasus. Pengambilan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Partisipasipan penelitian berasal dari guru PKn dan siswa kelas IV di MIN 6 Ponorogo. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dan diolah menggunakan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data dilakukan melalui pengecekan prosedur triangulasi sumber data dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian, hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai guru harus memberikan contoh secara langsung pada anak bagaimana sikap yang mencerminkan nasionalisme seperti disiplin, dapat menyanyikan lagu indonesia raya dengan baik, mengikuti upacara hari senin serta dapat mengamalkan Pancasila, siswa juga dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, menghargai guru, dapat mengenal lagu-lagu daerah, menghargai orang lain yang berbeda kepercayaan atau kebudayaan dengan dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang aktif dalam komunikasi intrapersonal cenderung memiliki kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya nilai-nilai kebangsaan, serta menunjukkan minat yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang memperkuat jiwa nasionalisme.   ABSTRACT Nafi’ah, Miftakhul Ngulumun. 2024. Intrapersonal Communication in Forming the Spirit of Nationalism of Grade IV Students in Civics Learning at MIN 6 Ponorogo Thesis. Department of Elementary Madrasah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic Institute of Ponorogo. Advisor, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag. Keywords: Intrapersonal Communication, Spirit of Nationalism, Grade IV Students, Civics Learning Intrapersonal communication is communication that occurs within ourselves, including talking to ourselves, observing and perceiving (intellectually and emotionally) about our environment. Intrapersonal communication is communication that occurs with ourselves. This is an internal dialogue and can even occur when you are with other people. For example, when you are with someone, what comes to mind is inner communication. In internal communication, we often study the role of perception in human behavior. In this case, it is usually done more often than in other communications. Specifically, intrapersonal communication includes where we can imagine, dream, understand and solve problems in our minds. This study aims to analyze (1) intrapersonal communication in shaping the nationalism of fourth grade students in PKn learning; (2) factors that influence intrapersonal communication in shaping the nationalism of fourth grade students in PKN learning; (3) the benefits of intrapersonal communication in shaping the nationalism of fourth grade students in PKn learning. This study was designed using a qualitative research method with the type of research being a case study. Data collection through interviews, observations and documentation. Research participation came from PKn teachers and fourth grade students at MIN 6 Ponorogo. The research data were then analyzed and processed using data reduction, data presentation and conclusion drawing processes. Data credibility was carried out through checking the triangulation procedure of data sources and techniques. Based on the research results, this shows that we as teachers must provide direct examples to children of attitudes that reflect nationalism such as discipline, being able to sing the Indonesian Raya song well, participating in Monday ceremonies and being able to practice Pancasila, students can also use Indonesian properly. good, respect teachers, can recognize regional songs, respect other people who have different beliefs or cultures from themselves. This shows that students who are active in intrapersonal communication tend to have a higher awareness of the importance of national values, and show greater interest in participating in activities that strengthen the spirit of nationalism

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇