Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..PENGARUH PEMASARAN PENDIDIKAN, SISTEM INFORMASI, DAN KEBIJAKAN MADRASAH TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN MADRASAH IBTIDAIYAH MA’ARIF SE-KECAMATAN JENANGAN KABUPATEN PONOROGO
PENGARUH PEMASARAN PENDIDIKAN, SISTEM INFORMASI, DAN KEBIJAKAN MADRASAH TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN
MADRASAH IBTIDAIYAH MA’ARIF SE-KECAMATAN JENANGAN KABUPATEN PONOROGO
ABSTRAK
Kepuasan pelanggan di Madrasah merupakan aspek krusial dalam mengukur efektivitas layanan pendidikan yang disediakan oleh lembaga tersebut. Dalam konteks ini, kepuasan pelanggan mencerminkan respon positif atau negatif dari orang tua terhadap kualitas pengajaran, fasilitas, dan layanan administratif yang diberikan. Tingkat kepuasan pelanggan di Madrasah tidak hanya mencerminkan keberhasilan lembaga dalam memenuhi harapan orang tua siswa, tetapi juga menjadi indikator kinerja dan potensi perbaikan yang perlu dilakukan. Respon positif dari orang tua dapat menjadi pendorong motivasi bagi staf pengajar dan petugas administrasi untuk terus meningkatkan standar layanan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya: (1) Pengaruh yang signifikan pemasaran pendidikan terhadap kepuasan pelanggan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. (2) Pengaruh yang signifikan sistem informasi terhadap kepuasan pelanggan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. (3) Pengaruh yang signifikan kebijakan madrasah terhadap kepuasan pelanggan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. (4) Pengaruh yang signifikan pemasaran pendidikan, sistem informasi, dan kebijakan madrasah terhadap kepuasan pelanggan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex-post facto. Sampel dari penelitian ini adalah orang tua siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo sejumlah 302 orang melalui Teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kepuasan pelanggan. Inferensial statistik digunakan dalam analisis data mengunakan analisis regresi linier dan SmartPLS.
Berdasarkan analisis data ditemukan: (1) adanya pengaruh pemasaran pendidikan (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo sebesar 50,1% sisanya 49,9% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. (2) adanya pengaruh sistem informasi (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo sebesar 61,3% sisanya 38,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. (3) adanya pengaruh kebijakan madrasah (X3) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo sebesar 68,9% sisanya 31,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. (4) adanya pengaruh pemasaran pendidikan (X1), sistem informasi (X2) dan kebijakan madrasah (X3) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo sebesar 68,9% sisanya 31,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan pemasaran pendidikan, sistem informasi, dan kebijakan madrasah mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Di Kabupaten Ponorogo Tentang Mahar Viral Pada Media Sosial
Roshidah, Maya, 2024, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Kabupaten Ponorogo Tentang Mahar Viral Pada Media Sosial. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing, Dr. Abid Rohmanu, M.H.I.
Kata Kunci: Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Istinbãth hukum, Mahar Viral pada Media Sosial.
Mahar merupakan pemberian laki laki kepada perempuan dengan sebab adanya pernikahan. Pemberian mahar dalam Islam tidak ditentukan bentuk dan jumlahnya, sehingga apapun dapat dijadikan sebagai mahar dengan syarat mahar tersebut merupakan sesuatu yang mengandung manfaat bagi pihak perempuan. Namun pada praktiknya di lapangan persoalan tentang mahar pernikahan ini tidak tercermin sebagaimana di dalam normanya, yaitu munculnya beberapa trend pemberian mahar di luar kebiasaan, seperti yang terjadi di dalam media sosial yaitu adanya pemberian mahar pernikahan berupa linggis, kain kafan, tiga butir telur ayam, secangkir kopi, segelas air putih dan lain lainnya, yang pada biasanya pemberian mahar menggunakan barang berharga seperti emas, perak, uang seperangkat alat salat dan lain sebagainya.
Berangkat dari persoalan di atas, penelitian ini akan berfokus pada beberapa hal di antaranya adalah: 1. Bagaimana pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Ponorogo terhadap mahar viral pada media sosial? 2. Bagaimana argumentasi dan penalaran hukumnya dari para tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap mahar viral pada media sosial?.
Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan desain deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deduktif.
Berdasarkan penelitian, pembahasan dan analisa dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap mahar viral pada media sosial yaitu mereka memilki titik persamaan dan perbedaan, yakni kesamaan dalam hal kebolehannya jika menggunakan mahar tersebut, dan memiliki perbedaan yakni Ahmad munir yang tidak memperbolehkan menggunakan filosofi pada mahar, dan Badrus Soleh yang memperbolehkan jika kedua nya sama sama merelakan dan hanya memilki benda tersebut untuk dijadikan sebagai mahar. Argumentasi dan penalaran hukum dari tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap mahar viral pada media sosial dapat disimpulkan bahwa dalam ber-istinbãth hukum Nahdlatul Ulama menggunakan metode qoulī, yang merujuk kepada kitab fiqih dari para imam mazhab yakni pada kitab fatḥ al qarib. Sedangkan Muhammadiyah merujuk secara langsung kepada Al Qur’an yakni surat An-Nisa’ ayat 34 dan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud
Pesan Moral Dalam Iklan Gojek Para Penjaga Amanah (Analisis Semiotika Roland Barthes)
ABSTRAK
Aliza Adiewahyuni, 2024. Pesan Moral Dalam Iklan Gojek Versi Para Penjaga Amanah (Analisis Semiotika Roland Barthes). Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Asna Istya Marwantika, M.Kom.I.
Kata kunci : semiotika Roland Barthes, Pesan Moral, dan Iklan Gojek.
Iklan sering kali memuat pesan moral yang memengaruhi persepsi dan nilai-nilai masyarakat. Salah satu iklan yang menarik untuk dianalisis adlah iklan Gojek Versi Para Penjaga Amanah, yang menonjolkan nilai amanah dan dedikasi para mitra pengemudi dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, mitos serta pesan moral dalam iklan Gojek Versi Para Penjaga Amanah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisiss semiotika Roland Barthes menggunakan penanda dan petanda. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan observasi dan dokumentassi atas iklan Gojek Versi Para Penjaga Amanah.
Hasil dari penelitian ditemukan makna denotasi, konotasi, mitos serta pesan moral dalam iklan tersebut. Denotasi didalamnya yakni beberapaadegan representasi visual aktivitas nyata para pengemudi Gojek dalam menjalankan tugasnya. Mulai dari antar-jemput keluarga hingga membantu dalam situasi darurat, yang mencerminkan kualitas layanan Gojek yang dapat diandalkan di berbagai kondisi. Makna konotasi pada iklan ini yakni nilai-nilai emosional seperti dedikasi, tanggung jawab, empati, amanah, integritas dalam pekerjaan, menjaga keamanan dan kenyaman serta inklusivitas. Makna mitos dalam iklan yakni mengangkat ide-ide sosial tentang amanah dan pelayanan publik yang dipercaya dan penuh empati dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam dan responsive terhadap keberagaman kebutuhan pengguna. Serta pesan moral dari iklan ini yakni nilai-nilai moral berupa tanggung jawab, kepedulian sosial, dan komitmen pada pekerjaan serta inklusivitas menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada kualitas layanan tetapi juga pada nilai-nilai luhur yang dipraktikan dalam menjalankan tugas sehari-har
Analisis Hermeneutika Negosiatif Khaled Abou El Fadl Tentang Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia Viii Nomor 02/Ijtima’ Ulama/Viii/2024 Tentang Panduan Hubungan Antar Umat Beragama
Kata Kunci/Keywords : Fatwa, Otoritatif, Moderasi beragama, Hermeneutika Negosiatif
Fatwa adalah salah satu jenis produk pemikiran hukum Islam. Fatwa berarti jawaban atas suatu pertanyaan, atau “hasil ijtihad”, atau keputusan yang sah (ketetapan hukum). Yaitu keputusan hukum mengenai suatu persoalan atau peristiwa yang diidentifikasi oleh seorang mujtahid, sebagai hasil ijtihadnya. Secara etimologis, fatwa berasal dari kata Arab aftâ yang berarti nasehat, petuah, atau jawaban terhadap suatu pertanyaan hukum. Fatwa harusnya memberikan penjelasan dan nasehat yang bisa menengkan kepada kalangan masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Namun, pada fatwa yang dikeluarkan oleh MUI tentang panduan hubungan antarumat beragama tahun 2024 banyak menimbulkan kontrofersi di kalangan masyarakat Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fatwa MUI Nomor 02/Ijtima’ Ulama/Viii/2024 Tentang Panduan Hubungan Antar Umat Beragama, dengan hermeneutika negosiatif milik Khaled Abou el-Fadl, bagaimana mengatasi pro dan kontra yang terjadi dalam masyarakat utamanya dalam sebuah keluarga yang multireligius atas hadirnya fatwa ini, serta tawaran metodologi baru untuk merumuskan fatwa tentang hubungan antar umat beragama serta proses implementasinya.
Adapun jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode kualitatif kepustakaan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan metode dokumentasi, yaitu metode yang digunakan untuk menelusuri data historis. Data historis bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya - karya monumental dari seseorang. Analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan utuk mengumpulkan data kemudian di analisis untuk mengambil kesimpulan.
Berdasarkan metode yang digunakan dalam penelitian dihasilkan kesimpulan, bahwa fatwa MUI nomor 02/Ijtima’ Ulama/VIII/2024 tentang panduan hubungan antar umat beragama terkesan otoriter dalam penafsirannya, tidak memberikan ruang dialog alternatif, dan mengambil keputusan mutlak tanpa mempertimbangkan konteks sosial dan budaya. Fatwa ini tampaknya tidak memberikan ruang dialog atau negosiasi antar kelompok agama yang berbeda, sehingga dapat menimbulkan ketegangan daripada membangun komunikasi konstruktif. Fatwa ini juga tidak menimbang dan memperhatikan terkait aspek keluarga yang multireligius dan akibat yang ditimbulkan dalam keluarga tersebut. Sehingga hendaknya dalam menentukan fatwa hendaknya memperhatikan juga aspek sosio-historis yang ada di Indonesia termasuk potensi adanya keluarga multireligius. Dengan menimbang aspek sosio-historis dalam menetapkan suatu fatwa diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas dan inklusi dalam interaksi antarumat beragama serta memastikan dialog yang lebih konstruktif
Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Sarana Komunikasi Dakwah Pada Majelis Ta'lim Al Roudhoh Kabupaten Ponorogo
Kata Kunci : WhatsApp, Interaksi Sosial, Majelis Ta’lim Al Roudhoh
Pada teknologi yang digunakan saat ini, WhatsApp telah dimanfaatkan oleh Majelis Ta’lim Al Roudhoh untuk berkomunikasi dan dakwah. Jadi fungsi WhatsApp itu sendiri yaitu untuk memudahkan berdakwah agar menjadi lebih mudah dan praktis, hanya dengan mengirimkan pesan-pesan dakwah melalui WhatsApp. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk-bentuk pemanfaatan WhatsApp sebagai sarana komunikasi dakwah pada Majelis Ta’lim Al Roudhoh Kabupaten Ponorogo di WhatsApp dan bagaimana interaksi pemanfaatan WhatsApp sebagai sarana komunikasi dakwah pada Majelis Ta’lim Al Roudhoh kabupaten ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bentuk-bentuk komunikasi yang terjadi pada Majelis Ta’lim Al Roudhoh Kabupaten Ponorogo di WhatsApp dan bagaimana interaksi pemanfaatan WhatsApp sebagai sarana komunikasi dakwah pada Majelis Ta’lim Al Roudhoh kabupaten ponorogo. Teori dalam penelitian ini adalah teori interaksi sosial yang memiliki asumsi dasar hubungan sosial yang saling berkaitan dengan hubungan antara individu, antara kelompok individu, maupun antara individu dengan kelompok manusia. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif melalui penelitian lapangan dikarenakan peneliti bermaksud mendapatkan gambaran data penelitian berupa pernyataan-pernyataan baik lisan maupun tulisan. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi dan wawancara mendalah kepada jamaah Majelis Ta’lim Al Roudhoh Berdzikir. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari analisis data yang ditemukan peneliti menunjukkan bahwa: Pertama, bentuk-bentuk komunikasi yang terjadi dalam WhatsApp Group “Al Roudhoh Berdzikir” ialah komunikasi kelompok dua arah secara verbal melalui media tertulis dan visual. Hal ini dibuktikan dengan adanya komunikasi tertulis antara jamaah satu dengan jamaah lain yang saling bertukar pesan maupun media visual seperti video dan foto. Komunikasi yang terjadi dalam WhatsApp Group tersebut sangat aktif, setiap ada salah satu jamaah yang mengirimkan pesan atau media selalu ada jamaah lain yang memberikan timbal balik atas unggahan tersebut baik dalam bentuk pesan maupun stiker WhatsApp. Kedua, implikasi yang terjadi pada interaksi WhatsApp Group “Al Roudhoh Berdzikir” tersebut ialah interaksi sosial asosiatif. Dimana para jamaah berinteraksi secara positif dan damai tanpa ada suatu perselisihan maupun pertentangan. Interaksi sosial asosiatif dapat diartikan sebagai proses interaksi sosial yang menuju pada suatu hubungan yang positif, bukti dari teori ini adalah terjadinya kerjasama yang semakin erat antar sesama jamaah Al Roudhoh
Pemanfaatan Radio Alma fm Sebagai Media Informasi Santriwati Di Pesantren Putri Al-Mawaddah Ponorogo
Marwa, Atrika Kholifati. 2024. Pemanfaatan Radio Alma FM Sebagai Media Informasi Santriwati Al-Mawaddah di Pesantren Putri Al-Mawaddah Ponorogo. Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Muh. Tasrif, M. Ag.
Kata kunci: Pemanfaatan Radio, Radio Alma FM, Santriwati.
Radio Alma FM merupakan media massa yang dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi dan edukasi di Pesantren Putri Al-Mawaddah, Ponorogo. Pemanfaatan radio ini menjadi solusi alternatif untuk menyampaikan informasi dalam lingkungan pesantren, terutama mengingat keterbatasan akses santriwati terhadap internet. Program siaran Radio Alma FM berfokus pada dakwah dan edukasi, dengan konten yang relevan bagi kebutuhan santriwati, meskipun proporsi hiburan dalam siaran masih terbatas.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola dan pendengar radio Alma FM, serta observasi langsung di pesantren. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data yang diperoleh, dan data dianalisis melalui proses reduksi dan penyajian secara induktif untuk menarik kesimpulan yang akurat. Pendekatan ini membantu peneliti memahami secara lebih mendalam pemanfaatan radio sebagai media komunikasi yang efektif di lingkungan pesantren.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa radio Alma FM memiliki peran penting dalam memberikan informasi dan pendidikan kepada santriwati. Namun, tantangan seperti kurangnya variasi konten hiburan dan komunikasi interaktif dengan pendengar perlu diperbaiki. Kritik dari pendengar menunjukkan keinginan akan konten yang lebih beragam serta interaksi yang lebih terbuka, terutama dalam sesi tanya jawab. Secara keseluruhan, meski terdapat kekurangan, radio Alma FM telah berhasil menjalankan fungsinya sebagai media edukasi yang signifikan bagi santriwati
Fenomena Pernikahan Dini Masyarakat Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Prespektif Psikologi Keluarga
Sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974, Pemerintah menetapkan regulasi batas umur pernikahan 19 tahun bagi laki-laki dna 16 tahun bagi perempuan. Kemudian atas berbagai pertimbangan kemaslahatan, batas umur pernikahan diamandemen oleh UU No. 16 Tahun 2019 yang menetapkan batas baru usia pernikahan, yakni 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. Di Indonesia bagi pasangan yang belum mencukupi umur untuk melakukan pernikahan yang disebabkan oleh beberapa hal, memiliki hak opsional untuk tetap melangsungkan pernikahan melalui dispensasi perkawinan. Dispensasi perkawinan bisa diajukan melalui pengantar Kantor Urusan Agama yang nantinya disampaikan ke Pengadilan Agama untuk ditindak-lanjuti sesuai tingkat urgensitas kedua calon pasangan. Apabila dikaji melalui teori psikologi keluarga pernikahan usia dini sangatlah rentan terjadi problem dalam rumah tangga karena tidak-siapan keimanan, mental hingga finansial.
Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah utama; (1) Apa faktor-faktor terjadinya pernikahan dini di Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo perspektif psikologi keluarga, (2) Bagaimana dampak setelah terjadinya pernikahan usia dini di Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo perspektif psikologi keluarga?.
Penelitian ini mengadaptasi filed research atau penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Akumulasi data dikumpulkan memalui beberapa proses; wawancara, observasi, survei lapangan hingga dokumentasi. Teori yang digunakan menganalisis tema adalah teori Psikologi Keluarga.
Kesimpulan dari penelitian ini antara lain; Pertama, Pernikahan dini kerap terjadi akibat kehamilan di luar nikah, kurangnya pemahaman tentang hukum, serta ketidaksiapan mental, emosional, dan finansial pasangan. Selain itu, ketergantungan ekonomi pada keluarga, ego yang besar, dan konflik rumah tangga turut memperumit keadaan. Putus sekolah dan dukungan orang tua meski pasangan belum matang juga menjadi faktor utama, ditambah stigma sosial dan kurangnya pengetahuan tentang prinsip pernikahan yang semakin memperburuk kondisi. Kedua, Pernikahan dini sering memicu konflik akibat ketidakmatangan pasangan dalam menjalani rumah tangga. Banyak pasangan bergantung pada orang tua karena kurangnya kesiapan mental, tanggung jawab, dan kesadaran hukum. Hal ini menghambat tercapainya keluarga harmonis, seperti terlihat pada kasus pasangan yang berpisah karena lemahnya komunikasi dan penyelesaian konflik. Beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan yang rendah serta stigma masyarakat terhadap status perawan tua jika tidak segera menikah.
Kata kunci/ keyword: Psikologi, Keluarga, Pernikahan Dini
(LEMBAR PERSETUJUAN DI MINTAKAN STEMPEL DI JURUSAN DULU..)..Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Pemesanan Properti Alumuniun Di Bengkel NK Alumunium Desa Patihan Kidul Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo
Fawaaiddin, Muhammad Asyfinul 2024. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Pemesanan Properti Alumunium di Bengkel NK Aluminium Desa Patihan Kidul Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr.Hj. Khusniati Rofiah, M.S.I
Kata Kunci/Keywords: Jual Beli, dan Akad Istisna.
Salah satu bentuk praktik muamalah yang sering dilakukan oleh manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya adalah jual beli. Terdapat bebagai macam akad jual beli salah satunya adalah akad Istishna yang digunakan dalam akad jual beli praktik pemesanan properti alumunium. Istiṣnā’ berarti suatu kontrak jual beli antara pembeli dan penjual dimana pembeli memesan barang dengan kritria yang jelas dan harganya dapat diserahkan secara bertahap atau dapat juga dinyatakan. Permasalahan ini muncul karenakan ingkar janji yang dilakukan oleh pemesan kepada penjual mengakibatkan kerugian yang besar
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan akad pemesanan properti alumunium properti alumunium di Bengkel alumunium NK Alumunium Desa Patihan Kidul Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo? Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pembatalan sepihak pada praktik pemesanan di Bengkel NK Alumunium Desa Patihan Kidul Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo?
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun tekhnik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah menggunakan observasi, dan wawancara. Analisis yang digunakan menggunakan metode induktif.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pertama akad yang terjadi pada praktik pemesanan properti alumunium di Bengkel NK Alumunium Ponorogo menggunakan akad Istiṣnā’ dan sesuai dengan hukum Islam, karena terpenuhinya rukun dan syarat yaitu aspek objek, berupa kuantitas barang yang menjadi objek sesuai dengan kesepakatan antara pemilik dan pemesan. Kedua pembatalan sepihak pada akad jual beli Istiṣnā’ tidak diperbolehkan dalam hukum Islam, pembatalan sepihak menggunakan akad Istiṣnā’ hanya dapat dibatalkan jika kedua belah pihak setuju untuk menghentikannya atau karena kondisi hukum yang menghalangi pelaksanaan akad. Selain itu juga menimbulkan implikasi dari pihak pemilik bengkel yaiutu kerugian biaya dan obyek yang dipesan
..( LAMPIRKAN FILE ETHESIS DENGAN FORMAT YANG DITENTUKAN, UPLOAD ULANG).. Perempuan Karir Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah
Nurrohmah, Umi. 2024. Perempuan Karir Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishba>h. Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Aksin, M.Ag.
Kata Kunci: Perempuan Karir, Tafsir Al-Misba>h
Karir diartikan sebagai perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, atau jabatan seseorang. yang bisa menyandang karir bukan hanya laki-laki tetapi perempuan juga bisa berakrir. Namun ketika perempuan yang sudaha menikah ia harus bisa membagi waktu antara keluarga dan karirnya. Hal yang melatar belakangi penelitian adalah maraknya emansipasi wanita dan adanya gender yang menjadikan wanita maju. Akan tetapi, banyak wanita yang terlalu maju menjadi wanita karir yang sukses tetapi mengabaikan tanggung jawabnya. M. Quraish Shihab pada prinsipnya Islam tidak melarang wanita untuk berkarir dengan syarat, istri yang sekaligus menjadi wanita karir mampu membagi waktu dan tenaganya untuk mendidik anak-anak mereka dan melaksanakan tugasnya.
Penelitian ini menggunakan metode Library Research (penelitian kepustakaan). Dengan pendekatan deskriptif analisi. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana pendapat M. Quraish Shihab terhadap wanita karir dalam Tafsir Al-Mishba>h? 2. Bagaimana peran dan sikap yang harus dilakukan wanita karir menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishba>h?
Hasil dari penelitian ini adalah 1. Istri yang sekaligus menjadi wanita karir tetap bertanggung jawab atas perannya sebagai istri atau memainkan peran ganda dalam rumah tangga. Dalam menjalankan fungsinya sebagai seorang istri dalam rumah tangga ia juga berperan sebagai wanita karir tetntu yang ditunjang suami dalam menjalankan perannya. Demi menyeimbangkan hal tersebut dalam keluarga maka kerjasama dan musyawarah sangat menunjang hasil keputusan yang bijaksana dan tidak merugikan salah satu pihak. 2. Peran wanita karir sebagai istri dibuktikan sebagai penasehat dan pendorong yang baik bagi suami. Peran waita karir sebagai ibu rumah tangga meliputi peran memperhatikan keharmonosanisan keluarga. Dan peran wanita karir sebagai pendidik meliputi peran menanamkan sikap religius, menanamkan akhlak mulia,membantu keberlangsungan pendidikan akademik dan mendorong minat dan bakat anak sudah dilakukan dengan baik
PEMAKNAAN MASYARAKAT TERHADAP KHATMUL QUR’AN (Studi Living Qur’an Di Dusun Jangglengan, Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemaknaan masyarakat terhadap kegiatan khatmul qur’an di dusun Jangglengan, Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo Ponorogo, melalui pendekatan Living Qur’an. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya memahami bagaimana tradisi keagamaan seperti khatmul qur’an diinterpretasikan oleh masyarakat dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kegiatan khatmul qur’an merupakan tradisi pembacaan seluruh Al-Qur’an yang dilaksanakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat ukhuwah diantara warga.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitati dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada hari sabtu malam di masjid Baitul Muttaqien. Wawancara dilakukan secara mendalam dengan tokoh-tokoh yang berpengaruh, anggota blajar ngaji karo ngopi dan masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan khotmul qur’an untuk menggali pemaknaan mereka terhadap tradisi ini. Dokumentasi berupa catatan kegiatan dan foto-foto juga digunakan untuk mendukung analisis.
Temuan penelitian ini menujukkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di dusun Jangglengan setiap hari sabtu malam dan selesai pada hari minggu siang. Kegiatan ini diikuti oleh golongan bapak-bapak dan golongan muda. Kegiatan ini juga memiliki makna bagi masyarakat bahwasanya mereka menjadi lebih paham pentingnya membaca Al-Qur’an, memahami dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah adalah bahwa Khatmul Qur’an di dusun Jangglengan diterima baik oleh masyarakat karena dapat meningkatkan pemahaman agama dan mempererat ukhuwah antar warga. Dukungan dari tokoh masyarakat dan masjid sangat penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Kegiatan ini bisa menjadi model komunitas yang lain yang ingin menghidupkan tradisi keagamaan khatmul qur’an