Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
تطوير كتاب اللغة العربية للصف العاشر على أساس المنهج الدراسي الإستقلالي بالمدرسة العالية مفتاح العلوم كرادينان
كجزء من الجهود المبذولة لإستعادة التعليم ودعم الرؤية التعليمية الإندونيسية، والتي كان سابقًا يشار إليها بالمنهج النموذجي الذي تم تطويره الآن إلى منهج دراسي إستقلالي كإطار منهج الذي يركز أكثر على المواد الأساسية بحيث يكون التعليم متعمقًا وملائمًا لإحتياجات الطلبة وظروف الوحدات التعليمية. ويهدف هذا البحث إلى 1) تطوير كتاب دراسي للغة العربية للصف العاشر القائم على المنهج الدراسية الإستقلالي والذي يكون مناسبًا لإحتياجات التعليم في المدرسة العالية، 2) وإن تطوير هذا الكتاب الدراسي مستند إلى مفهوم التعليم أكثر مرونة، 3) يعطي الأولوية لإستقلالية تعلّم الطلبة ويعطي المساحة لتطوير قدرات الطلبة وفقًا لخصائصهم وإهتماماتهم.
والغرض من هذا البحث هو معرفة نتائج صلاحية المنتج وإستجابات الطلبة لتطوير الوحدات التعليمية للمنهج الدراسي الإستقلالي في مواد اللغة العربية للصف العاشر.
وهذا البحث يستخدم نوع البحث والتطوير، بإستخدام نموذج تطوير ADDIE (التحليل والتصميم والتطوير والتطبيق والتقييم). ومع ذلك، يقتصر هذا البحث على مرحلة التطبيق فقط. وقد تم هذا بسبب محدودية الوقت والطاقة والمال. وكان المشاركون في هذا البحث على سبعة وعشرين طالبًا وطالبة كموضوعات إختبار الإستجابة لكتاب اللغة العربية للصف العاشر القائم على المنهج الدراسي الإستقلالي.
ونتائج تحليل البيانات في هذا البحث تشير إلى أن تطوير الكتب الدراسية في مواد اللغة العربية للصف العاشر القائم على المنهج الدراسي الإستقلالي صالح وجيد جداً ومشوق جداً لزيادة إهتمام الطلبة. والدليل على ذلك: (١) أن نتائج تحقيق خبير المواد الدراسية حصلت على درجة تبلغ %76,25 وهي تدخل ضمن فئة ” صالح تمامًا ويمكن تطبيقه على الطلبة، ولكن هناك حاجة إلى إدخال إصلاحات قليلة “، (٢) أن نتائج تحقيق خبير وسائل الإعلام حصلت على درجة تبلغ %95.58 وهي تدخل ضمن فئة ” صالح جدًا ويمكن تطبيقه على الطلبة. “، (٣) أن نتائج إختبار إستجابة الطلبة حصلت على درجة تبلغ %85,92 وهي تدخل ضمن فئة "مشوق
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..Strategi Kepala Sekolah dalam Mengawal Perubahan Kurikulum di SMP Negeri 2 Ponorogo
Perubahan kurikulum disekolah adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan pengelolaan yang cermat untuk memastikan keberhasilan implementasinya. Kepala sekolah memainkan peran kunci dalam proses ini, bertindak sebagai pemimpin yang tidak hanya mengarahkan tetapi juga menfasilitasi adaptasi kurikulum yang baru. Kepala sekolah juga memiliki kemampuan manajerial yang kuat cenderung mampu mengatasi tantangan yang muncul dalam pelaksanaan kurikulum dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan Pendidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara praktek manajemen yang diterapkan oleh kepala sekolah dan kualitas implementasi kurikulum baru yang ada disekolah. Untuk mengetahui diantaranya: 1) Strategi kepala sekolah dalam mendorong kesadaran guru, 2) Strategi kepala sekolah dalam mendorong kemauan guru, 3) Strategi kepala sekolah dalam memberikan penguatan terhadap guru, 4) Strategi kepala sekolah dalam melatih kemampuan guru, dan 5) Strategi kepala sekolah dalam memberikan penguatan kepada guru.
Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi sebagai pengumpulan data serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan pendekatan manajerial yang proaktif, seperti komunikasi yang jelas, pelibatan seluruh pihak terkait, dan penilaian berkelanjutan, dapat meminimalkan resistensi terhadap perubahan dan meningkatkan adaptasi kurikulum.
Hasil studi ini adalah mengenai pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam proses perubahan kurikulum dan menyarankan bahwa peningkatan kapasitas manajerial serta dukungan professional harus selalu diberikan untuk mendukung kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya sehingga dapat berjalan secara efektif. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Strategi kepala sekolah dalam mendorong kesadaran guru yaitu dengan Menyusun visi misi sekolah dan juga mengadakan sosialisasi ataupun workshop, 2) Strategi kepala sekolah dalam mendorong kemauan guru yaitu harus memiliki visi, misi, dan tujuan, memiliki komunikasi yang efektif, dan memberikan dukungan dan sumber daya yang mendukung, 3) Strategi kepala sekolah dalam memberikan pengetahuan kepada guru yaitu dengan menyediakan sumber informasi, mengadakan training atau pelatihan, dan mengadakan kolaborasi, 4) Strategi kepala sekolah dalam melatih kemampuan guru yaitu dengan melaksanakan supervisi. 5) Strategi kepala sekolah dalam memberikan penguatan kepada guru yaitu dengan menyediakan umpan balik, memberikan penghargaan, monitoring dan evaluasi, serta pengembangan yang berkelanjuta
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Membentuk Lingkungan Religius di SMAN 1 Slogohimo Wonogiri
Lingkungan religius merupakan kondisi atau suasana di mana nilai-nilai keagamaan mempengaruhi dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan ini penting untuk di bentuk di lembaga pendidikan, dengan adanya lingkungan yang religius di sekolah akan meningkatkan keimanan, pemahaman, dan pengamalan dalam agamanya, sehingga menjadi pribadi yang taat dengan agamanya. Jam pembelajaran agama di sekolah- sekolah terbatas, hanya satu sampai dua jam per minggunya, sehingga memerlukan kreativitas lembaga pendidikan untuk membentuk lingkungan religius di luar dari jam pembelajaran agama. Dalam mengatasi hal tersebut SMAN 1 Slogohimo memiliki cara yang cukup baik, seperti dengan menggunakan budaya, kegiatan, dan program yang menunjang pembentukan lingkungan religius di lingkungan sekolah. Semua itu diperlukannya kerja sama anatar seluruh warga sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pelaksanaan pembentukan lingkungan religius; (2) Faktor pendukung dan penghambat guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam membentuk lingkungan religius; (3) Dampak pelaksanaan pembentukan lingkungan religius.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada studi kasus tentang upaya pembentukan lingkungan religius di SMAN 1 Slogohimo. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi).
Hasil penelitian di SMAN 1 Slogohimo ini menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan pembentukan lingkungan religius dengan menggunakan budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam), salat berjamaah di masjid sekolah, kegiatan Rohis, program literasi Al Quran yang dilakukan sebelum pembelajaran dan Tahfidz (2) Faktor pendukung dalam membentuk lingkungan religius adalah sarana dan prasarana yang mendukung seperti adanya masjid dan peralatan ibadah, serta adanya contoh dari bapak/ibu guru dan staf sekolah dalam melaksanakan pembentukan lingkungan religius, misalnya dengan bertutur kata baik, bersikap adil dan menunjukkan kasih sayang dan pengertian terhadap siswa. Sedangkan untuk faktor penghambatnya adalah jam dan siswa yang mengikuti program tahfidz sedikit, serta jam pembelajaran agama yang terbatas. (3) Dampak dari pelaksanaan pembentukan lingkungan religius adalah meningkatnya minat siswa salat jamaah di masjid sekolah, meningkatkan kemampuan membaca Al Quran siswa melalui program literasi Al Quran, siswi perempuan yang menggunakan hijab semakin banyak dan adab siswa semakin baik kepada bapak/ibu guru melalui budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam)
..(FILE KOSONG, UPLOAD ULANG)..PELAKSANAAN UJIAN SYAFAHI MAPEL BAHASA ARAB DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR DAN HAFALAN SANTRI DI MTs AL-ISLAM JORESAN MLARAK PONOROGO
Rahmawati, Latiful Laili Dwi, 2024. Pelaksanaan Ujian Syafahi Mata Pelajaran Bahasa Arab Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Dan Hafalan Santri MTs Al Islam Joresan Mlarak Ponorogo, Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing Mukhlison Effendi M.Ag.
Kata Kunci: Ujian Syafahi, Minat Belajar
Ujian syafahi merupakan salah satu bagian penting dari rangkaian ujian yang dilaksanakan setiap semester di Pondok Pesantren Al Islam. Ujian ini menjadi pembuka sebelum diikuti oleh ujian tahriri (ujian tulis), dan wajib diikuti oleh seluruh siswa. Partisipasi dalam ujian syafahi juga menjadi syarat untuk mengikuti ujian tahriri, yang dibuktikan dengan adanya tanda tangan penguji pada kartu ujian siswa setelah menyelesaikan ujian syafahi.
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana pelaksanaan ujian syafahi di Madrasah Tsanawiyah Al Islam Joresan Mlarak Ponorogo. (2) Untuk mendeskripsikan secara mendalam factor penghambat dan pendukung minat belajar dan Hafalan santri di Madrasah Tsanawiyah Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. (3) Untuk mendeskripsikan secara mendalam hasil pelaksanaan ujian syafahi terhadap minat belajar dan hafalan santri di Madrasah Tsanawiyah Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan, yaitu menggunakan salah satu metode yaitu kualitatif deskriptif. Dalam proses pengumpulan data peneliti ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data tersebut. Teknik analisis yang digunakan oleh peneliti ini yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.
Hasil Penilitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan ujian syafahi di MTs. Al Islam Joresan Mlarak Ponorogo merupakan salah satu rangkaian setiap semester, ujian tersebut bertujuan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian tahriri atau disebut dengn ujian tulis yang ada di pondok tersebut. Dan ujian tersebut terlebih focus pada hafalan siswa-siswi nya dalam mata pelajaran seperti Al-Qur’an dan Bahasa Arab yang menunjukkan bahwa ujian tersbut bukan sekedar untuk evaluasi akademik akan tetapi menjadi salah satu sarana latihan keterampilan siswa-siswi yang berkelanjutan. (2) Adapun faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan ujian syafahi yaitu, adanya rasa ketidak siapan santri pada pelaksanaan ujian syafahi tersebut dan mengakibatkan santri lebih memilih untuk menunda ujian di lain hari karena merasa belum siap, sehingga dapat menganggu kelancaran jadwal dan memaksa ujian diperpanjang. Adapun faktor pendukung salah satunya ialah motivasi belajar santri menjadi faktor pendukung utama dari lingkungan internal. Adapun peran seorang guru juga mendukung dengan cara memberikan kisi-kisi seminggu sebelum ujian berlangsung, sehingga santri dapat fokus pada materi inti yang akan di ujikan. (3) hasil pelaksanaan ujian syafahi di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan tergolong baik.Siswa cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan menghafal ketika menghadapi ujian syafahi, terutama karena ujian ini berlangsung secara tatap muka langsung dengan guru. Namun, perkembangan nilai siswa bervariasi setiap semesternya, tergantung dari usaha dan kesiapan masing-masing siswa
..(TAMBAHKAN TANDA TANGAN ASLI PADA SURAT PERSETUJUAB PUBLIKASI, UPLOAD ULANG)..Pembentukan Sikap Solidaritas dan Ukhuwah Siswa Kelas VII Melalui Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Al-Islam Joresan
Pembelajaran akidah akhlak memiliki peran penting dalam mengembangkan keimanan dan akhlak siswa. Sehingga tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap solidaritas dan ukhuwah menjadi fokus utama dalam penelitian ini, mengingat adanya fenomena menurunnya rasa kebersamaan dan kepedulian antar siswa. Sikap solidaritas dan ukhuwah siswa menurun seperti memilih-milih dalam berteman, kurangnya saling membantu sesama siswa dan masih belum sepenuhnya bisa saling menghargai atau mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pembelajaran akidah akhlak dalam pembentukan sikap solidaritas siswa kelas VII di MTs Al-Islam Joresan. (2) pembelajaran akidah akhlak dalam pembentukan sikap ukhuwah siswa kelas VII di MTs Al-Islam Joresan.
Adapun penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitaitf dengan jenis penelitian studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian berasal dari kepala sekolah, guru akidah akhlak, dan siswa kelas VII MTs Al-Islam Joresan. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisa data ditemukan bahwa (1) Pembelajaran akidah akhlak dalam membentuk sikap solidaritas pada siswa kelas VII di MTs Al-Islam Joresan yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran berbassis proyek yangakan membiasakan siswa untuk selalu bekerjasama dan metode bermain peranyang dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama siswa serta memperdalam pemahaman mengenai solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. (2) pembelajaran akidah akhlak dalam membentuk sikap ukhuwah pada siswa kelas VII di MTs Al-Islam Joresan yaitu dengan menerapkan metode demonstrasi dan strategi pembelajaran kooperatif yang akan memperkuat ikatan persaudaraan atau ukhuwah diantara mereka, membantu siswa memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai yang mendasari hubungan baik antar sesama
Keterlibatan Stakeholder dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di SMPN 3 Sambit Ponorogo
Keterlibatan stakeholder merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, yang mencerminkan kinerja pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Melibatkan semua pihak yang berkepentingan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan adalah langkah bijak, karena dapat memberikan masukan dan saran yang berharga. Dengan melibatkan stakeholder, layanan publik yang diberikan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga mampu menciptakan pelayanan yang lebih efektif dan bermutu.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan menganalisis bentuk implementasi keterlibatan stakeholder dalam meningkatkan pelayanan publik; (2) mengetahui dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi keterlibatan stakeholder dalam pelayanan publik; dan (3) mengetahui dan menganalisis dampak implementasi keterlibatan stakeholder dalam meningkatkan pelayanan publik.
Untuk menjawab seluruh pertanyaan diatas, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Adapun sumber data diperoleh dari beberapa narasumber yaitu kepala sekolah, komite, dan perwakilan orang tua siswa, yang memberikan wawasan mendalam mengenai proses keterlibatan. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisa data ditemukan bahwa: (1) Bentuk implementasi keterlibatan stakeholder di SMPN 3 Sambit Ponorogo telah dilakukan dengan baik melalui pembentukan tim yang melibatkan berbagai pihak, identifikasi kebutuhan stakeholder, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memastikan pelayanan yang efektif dan transparan; (2) Faktor pendukung dan penghambat implementasi keterlibatan stakeholder dalam pelayanan publik beberapa aspek. Faktor pendukungnya mencakup kompetensi guru, dukungan aktif dari orang tua, peran komite sekolah, fasilitasi dari Dinas Pendidikan, serta kerja sama dengan Baznas yang memberikan fondasi kuat bagi keberhasilan program-program sekolah. Namun, terdapat juga tantangan yang menghambat, seperti keterbatasan jumlah guru dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan stakeholder di kalangan beberapa pihak.; dan (3) Dampak implementasi keterlibatan stakeholder dalam meningkatkan pelayanan publik di SMPN 3 Sambit Ponorogo berdampak positif terlihat dari peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan, kepercayaan yang lebih besar terhadap sekolah, dan penyelesaian proyek sekolah secara efisien yang memenuhi kebutuhan operasional yang menguntungkan dan berkelanjutan dalam pelayanan publik di sekolah
التشبيه في الجزء العشرين من القرآن الكريم و استفادة في تعليم النحو
الملخص
ديان أريستا، أفريلينا. (2024) التشبيه في الجزء العشرين من القرآن الكريم و استفادة في تعليم النحو.قسم تعليم اللّغة العربيّة. الجامعة الإسلامية الحكومية فونوروجو. المشرفة: إيكا روسديانا الماجستيرة.
الكلمة الأساسية : التشبيه في الجزء العشرين، القرآن الكريم ،وظيفة اللتشيه، تعليم النحو.
التشبيه في القرآن الكريم ليس مجرد أداة بلاغية، بل هو أيضًا وسيلة تعليمية فعّالة. يوصي البحث بأن يُستخدم التشبيه بشكل أوسع في تعليم اللغة العربية لتعزيز فهم الطلاب وتقديرهم لجمال اللغة والمعاني في النصوص المقدسة.
تظهر هذه الدراسة أن التشبيه في الجزء العشرين من القرآن ليس مجرد أداة لغوية، بل هو أيضًا جسر لفهم وتعليم اللغة العربية بشكل أكثر فعالية. من خلال الاستفادة من أمثلة التشبيه في التعليم، يمكن للمعلمين مساعدة الطلاب ليس فقط على فهم بنية القواعد، ولكن أيضًا على تقدير جمال وعمق المعاني في النصوص المقدسة.
يهدف هذا البحث إلى تحليل أشكال التشبيه في الجزء العشرين من القرآن الكريم واستكشاف تطبيقاته في تدريس النحو لتحسين فهم الطلاب للغة العربية. يعتمد البحث على منهجية نوعية باستخدام تحليل النصوص. تم جمع البيانات من خلال دراسة الأدبيات وتحليل الآيات التي تحتوي على التشبيه في سور النمل، القصص، والعنكبوت. تظهر نتائج البحث أن التشبيه في الجزء العشرون من القرآن يُستخدم لإثراء المعنى وتقديم صور بصرية قوية. بالإضافة إلى ذلك، يساعد تطبيق التشبيه في تدريس النحو الطلاب على فهم بنية اللغة وتعزيز قدرتهم على التحليل للنصوص.
استخدام أسلوب اللغة في القرآن الكريم، وخاصة التشبيه، له دور مهم في إيصال المعاني العميقة. الجزء العشرون من القرآن يحتوي على العديد من أمثلة التشبيه التي يمكن استكشافها لفهم جمال اللغة العربية وتطبيقاتها في التعليم. صياغة مشكلة هذه الرسالة هي ما هي أشكال التشبيه الموجودة في الجزء العشرون من القرآن وكيف يمكن تطبيق التشبيه في تدريس علم النحو.
تشير النتائج إلى أن التشبيه لا يقتصر فقط على كونه أداة لغوية، بل يعمل كجسر لفهم اللغة العربية بشكل أعمق. من خلال الاستفادة من أمثلة التشبيه في التعليم، يمكن للمعلمين مساعدة الطلاب على فهم بنية القواعد وتقدير عمق المعاني. في الختام، يُظهر البحث أن التشبيه في القرآن الكريم له دور أساسي في إيصال المعاني العميقة، ويعتبر أداة فعالة في تحسين تدريس اللغة العربية
تطبيق المنهج الدّراسيّ المستقل في مادة اللغة العربية لدى طلاب الصف السابع بالمدرسة المتوسطة الإسلاميّة الحكوميّة 3 ماديون.(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, (LETAK: DI BAWAH LEMBAR PENGESAHAN) UPLOAD ULANG)..
المنهج هو شيء أساسي في تنفيذ التعليم. التحوّل المنهجي يستند إلى أهميته في الاستجابة للتطورات الزمنية والمعرفية. التغيير في هذا العصر من المنهج الدراسي لعام 2013 إلى المنهج الدراسي المستقل. المنهج الدراسي المستقل هو ابتكار هام في نظام التعليم الوطني، ولكن تطبيقها لا يزال يواجه العديد من التحديات. تم تطبيق المنهج الدراسي المستقل في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 3 ماديون منذ عام 2022، حيث كانت أول مدرسة يتم اختيارها لتطبيق هذا المنهج. أهمية هذه الدراسة تكمن في تقييم تطبيق المنهج الدراسي المستقل في التعليم اللغة العربية للصف السابع بالمدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 3 ماديون. وإن كان بعض المؤسسات التعليمية، مثل المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 3 ماديون، إلا أن هناك تحديات تواجه عملية التكيّف مع المنهج الجديد، مثل صعوبة تطبيق أساليب التدريس الجديدة، وقلة الموارد، وعدم وجود أدوات تقييم تتوافق تمامًا مع مفهوم المنهاج المنهج الدراسي المستقل. بالإضافة إلى ذلك، فإن فهم المعلمين المنهج الدراسي المستقل لا يزال متنوعًا، مما يؤثر على فعالية تطبيقه. الدعم والتعاون من جميع الأطراف ضروري للغاية لتجاوز هذه التحديات وتحقيق أهداف التعليم الأكثر تكيفًا وملاءمة لاحتياجات العصر الحالي.
والهدف من كتابة هذا البحث إلى: (1) للوصف وللتصنيف عن أهداف تعليم اللغة العربية للصف السابع والتي يتم تنفيذها باستخدام المنهج الدراسي المستقل في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 3 ماديون. (2) للتحليل وللتصنيف عن خطوات تعليم اللغة العربية في الصف السابع والتي تم إعدادها بناءً على المنهج الدرسي المستقل في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 3 ماديون لفهم عملية التنفيذ. (3) للتحليل وللتصنيف عن عملية تقييم الامتحان لمادة اللغة العربية للصف السابع والتي يتم إجراؤها بالرجوع إلى المنهج الدرسي المستقل في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 3 ماديون لتحديد فعاليتها في قياس التحصيل التعليمي.
منهج البحث المستخدم في هذا البحث هو النوعية مع نوع المنهج هو دراسة الحالة. وأساليب جمع البيانات المستخدم هو الملاحظة مستقيم والمقابلة مستقيم والتوثيق. وأما بالنسبة تحليل البيانات فاستخدمت الباحثة تخفيض البيانات، وعرض البيانات، واستنتاج البيانات. وأما لفحص صحّة البايات باستخدام التثليث.
وأما نتائج هذا البحث فهي: (1) الهدف من تعليم اللغة العربية للصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 3 ماديون باستخدام منهج الدراسي المستقل هو تطوير المهارات الأساسية في اللغة العربية لدى الطلاب التي تشتمل على الاستماع، والكلام، والقراءة، والكتابة، بالإضافة إلى غرس القيم الإسلامية التي تحسن الشخصية الدينية للطلاب. لا يهدف هذا التعليم إلى تمكين الطلاب من إتقان اللغة العربية للأغراض الأكاديمية فقط، ولكن أيضا لفهمها وتطبيقها في الحياة اليومية.(2) خطوات تعليم اللغة العربية للصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 3 ماديون باستخدام منهج الدراسي المستقل تتكون من سبع خطوات، حيث إن لكل خطوة هدفا محددا يسعى لتحقيق تقديم المادة للطلاب بشكل جيد. من خطوة الإعداد إلى خطوة التأمل النهائي، يمنح الطلاب فرصة للمشاركة النشطة في كل خطوة من خطوات التعلم. (3) الامتحانات لدرس اللغة العربية للصف السابع في المدرسة الثانوية الحكومية 3 بماديون باستخدام منهج الدراسي المستقل تتضمن ثلاثة أنواع من التقييم لقياس معرفة الطلاب بالدرس. أولا، التقييم التشخيصي (diagnostik) الذي يتم في بداية التعلم مثل امتحان حفظ المفردات. ثانيا، التقييم التكويني (formatif)، وهو كتابة المفردات ثم البحث عن معانيها في القاموس، بالإضافة إلى امتحان القراءة والكتابة. ثالثا، التقييم الختامي (sumatif)، يجري هذا التقييم في نهاية الفصل الدراسي لتقييم أداء الطلاب بعد انتهاء عملية التعلم
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..Inklusivisme Perspektif Nurcholish Madjid Dan Relevansinya Dengan Nilai Pendidikan Islam Indonesia
Kasus intoleransi di Indonesia masih terjadi dengan angka yang cukup tinggi dari tahun ke tahun. Kondisi ini sangat kontras dengan indeks kesalehan sosial yang justru menunjukkan nilai yang “sangat baik”. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketaatan dalam ritual ibadah dan sikap sosial yang ditunjukkan masyarakat. Dengan kata lain, meskipun masyarakat kita terlihat religius, sikap sosial yang ramah dan terbuka terhadap sesama masih perlu ditingkatkan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam (1) nilai – nilai inklusivisme dalam pemikiran Nurcholish Madjid, termasuk pengertian, prinsip-prinsip, serta nilai-nilai yang mendasarinya; (2) identifikasi dan analisis nilai – nilai inklusivisme yang terdapat dalam konsep pendidikan Islam; dan (3) relevansi pandangan inklusivisme menurut Nurcholish Madjid dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia dan potensi kontribusinya dalam mendorong pemahaman agama yang lebih inklusif.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku – buku karya Nurcholish Madjid. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan berupa analisis isi (content analysis). Langkah–langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu: (1) menyusun formulasi permasalahan; (2) mencari literatur yang terkait; (3) mengevaluasi data atau memilah data yang dibutuhkan; dan (4) melakukan analisis dan interpretasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) inklusivisme dalam pandangan Nurcholish Madjid merupakan manifestasi dari konsep Tauhid yang menegaskan kesetaraan seluruh umat manusia di hadapan Tuhan, serta mendorong penghormatan terhadap keberagaman agama dan budaya; (2) nilai–nilai inklusivisme relevan untuk menghadapi tantangan era modern dengan menekankan pentingnya kurikulum yang terbuka terhadap pluralitas, dialog antaragama, dan keterampilan kritis; dan (3) integrasi nilai–nilai keislaman dengan wawasan kebangsaan, seperti Pancasila, dapat menciptakan generasi yang toleran, nasionalis, dan adaptif terhadap perkembangan global
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)..STRATEGI PEMASARAN PRODUK GADAI EMAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH PADA PT. BPRS MITRA MENTARI SEJAHTERA KANTOR KAS PULUNG
Pratiwi, Diah Ayu Nanda Anjar, 2024. Strategi Pemasaran Produk Gadai Emas Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Nasabah Pada Pt. Bprs Mitra Mentari Sejahtera Kantor Kas Pulung. Skripsi. 2024. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Ruliq Suryaningsih, M. Pd.
Kata Kunci: Strategi pemasaran, penghambat strategi pemasaran, minat
PT. BPRS Mitra Mentari Sejahtera Kantor Kas Pulung merupakan lembaga keuangan syariah yang memiliki berbagai produk pembiayaan seperti produk gadai emas. Pihak bsank telah melakukan strategi pemasaran untuk produk gadai emas seperti yang dilakukan pada produk lainnya, kenyataannya hal ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan minat nasabah dalam menggunakan pembiayaan gadai emas syariah. Produk gadai emas syariah di BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo, khususnya di Kantor Kas Pulung, adalah yang paling sedikit peminatnya dibandingkan dengan produk pembiayaan lainnya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan kualitatif. Data dan sumber data diperoleh dari pihak PT. BPRS Mitra Mentari Sejahtera Kantor Kas Pulung dan nasabah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan metode deduktif.
Hasil penelitian menyimpulkan strategi pemasaran gadai emas yang dilakukan PT. BPRS Mitra Mentari Sejahtera Kantor Kas Pulung yaitu: segmentation, targeting, positioning, product, price, promotion dan place. Terdapat dua faktor utama yang menjadi penghambat strategi pemasaran gadai emas yaitu faktor pesaing dan faktor harga, adapun faktor yang mempengaruhi minat nasabah dalam memilih produk gadai emas adalah faktor lokasi dan faktor pelayanan