Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    ..(BLM ADA TTD DAN STEMPEL KAJUR PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)..PENGEMBANGAN HOME INDUSTRY DENGAN MENGGUNAKAN DIGITAL MARKETING PADA USAHA SUN CAKE DI KABUPATEN MAGETAN PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi peran digital marketing dalam memengaruhi perilaku usaha home industry Sun Cake di Magetan. Selain itu, penelitian ini akan menganalisis dampak yang ditimbulkan oleh penerapan digital marketing terhadap pengembangan usaha home industry tersebut, guna memahami bagaimana strategi ini berkontribusi terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Sun Cake di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, karena peneliti ingin memahami fenomena yang kompleks dan dinamis melalui observasi dan wawancara langsung dengan narasumber, serta memperoleh data yang alamiah dan mendalam mengenai situasi sosial dan teori yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan home industry usaha pastry Sun Cake melalui penggunaan digital marketing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pengembangan usaha Sun Cake melalui digital marketing menunjukkan pentingnya adaptasi terhadap teknologi dan perubahan perilaku konsumen untuk pertumbuhan bisnis. Dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp, Sun Cake berhasil memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan komunikasi dengan konsumen, sekaligus menerapkan prinsip akad bai' salam untuk menjaga kesesuaian dengan nilai-nilai ekonomi Islam. Meskipun ada peningkatan efisiensi, tantangan seperti persaingan, jumlah pengikut yang terbatas, dan manajemen pesanan manual masih perlu diatasi. Oleh karena itu, integrasi sistem manajemen yang lebih otomatis dan pengembangan strategi pemasaran yang lebih efektif sangat penting untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan

    Pengaruh Kemudahan Transaksi, Keragaman Produk, Reputasi dan Keamanan Terhadap Minat Belanja Ulang Pada Hijup.com

    No full text
    Dwi Sholihati, Oktiviani. Pengaruh Kemudahan Transaksi, Keragaman Produk, Raputasi dan Keamanan Terhadap Minat Belanja Ulang pada Hijup.com, Skripsi. 2024. Jurusan Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agam Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Maulida Nurhidayati, M.Si. Kata Kunci : Kemudahan Transaksi, Keragaman Produk, Reputasi, Keamanan dan Minat Belanja Ulang Hijup.com adalah platform e-commerce fashion multibrand yang menyediakan berbagai kategori busana muslim sebagai cara untuk memberdayakan wanita muslim dan memberikan akses untuk mendapatkan pakaian modis. E-commerce yang memiliki produk fashion muslim mengikuti trend, menyediakan untuk masyarakat muslim. Dengan adanya faktor dari kemudahan transaksi, keragaman produk, reputasi dan keamanan pada Hijup.com membuat minat belanja kembali para konsumen semakin tinggi. Berdasarkan perbedaan teori dan hasil penelitian terdahulu, penelitian ini menggunakan varaibel kemudahan transaksi, keragama produk, reputasi dan keamanan yang diduga mempengaruhi minat belanja ulang pada Hijup.com. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kemudahan transaksi, keragaman produk, reputasi dan keamanan terhadap minat belanja ulang pada Hijup.com. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kauntitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik sampling yaitu probability sampling. Dengan menyebar kuesioner kepada 96 followers Instagram Hijup.com yang sudah pernah melakukan pembelian pada Hijup.com. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS yang dilakukan dengan tahapan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, uji asumsi kalsik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kemudahan tranaksi secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat belanja ulang. Keragaman produk secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap minat belanja ulang. Reputasi secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap minat belanja ulang. Keamanan secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat belanja ulang. Dengan nilai R-square sebesar 0,741 kemudahan transaksi, keragaman produk, reputasi dan keamanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat belanja ulang pada Hijup.com. Variabel yang paling dominan adalah keragaman produk sebesar 33,36% sedangkan reputasi sebesar 22,38%, kemudahan transaksi 15,50% dan keamanan sebesar 2,87%

    Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Body Image Remaja Perempuan di SMK PGRI 1 Ponorogo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan citra tubuh (body image) pada remaja perempuan di SMK PGRI 1 Ponorogo. Masa remaja merupakan masa transisi yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis, di mana penampilan fisik menjadi perhatian utama, khususnya bagi remaja perempuan. Fenomena di SMK PGRI 1 Ponorogo menunjukkan bahwa sekitar 80% siswi menggunakan make-up berlebihan, meskipun ada aturan sekolah yang melarangnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 182 siswi dari delapan kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan analisis deskriptif serta uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 29.00. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara dukungan sosial dan body image dengan nilai signifikansi 0,001 dan koefisien korelasi sebesar 0,293. Meskipun demikian, hubungan tersebut tergolong rendah. Penelitian ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial memiliki peran dalam membentuk citra tubuh remaja, meskipun tingkat pengaruhnya tidak terlalu kuat

    ..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, (LETAK: DI BAWAH LEMBAR PENGESAHAN) UPLOAD ULANG).. Analisis Pemahaman Konsep Matematika Dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual Materi Pecahan Ditinjau Dari Teori Brunner Siswa Kelas V Mi Ma’arif Cekok Ponorogo

    No full text
    Pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang menjadi pelajaran wajib pada setiap jenjang/ tingkat pendidikan, mulai dari Pendidikan Dasar (SD) sampai Pendidikan Menengah Atas (SMA) . Belajar matematika berarti mempelajari prinsip dan konsep matematika. Pemahaman konsep merupakan hal penting dari suatu pembelajaran terutama dalam pembelajaran matematika, karena tujuan utama dalam pembelajaran adalah membuat siswa memahami konsep yang diberikan. Untuk memahami konsep pada pelajaran matematika, maka siswa perlu menguasai kompetensi sebagaimana yang telah ditetapkan pada kurikulum pembelajaran. Kompetensi yang perlu dikuasai siswa dalam pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 dapat dilihat dalam permendikbud no. 24 tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Untuk mengetahui pemahaman konsep siswa dengan prestasi tinggi, untuk mengetahui pemahaman konsep siswa dengan prestasi rendah, untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa yang berprestasi tinggi dan rendah. Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui angket terbuka, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan penelitian berasal dari peserta didik kelas 5A di MI Ma'arif Cekok Ponorogo yang dipilih dengan teknik pengambilan sampel. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan model analisa menggunakan acuan teori bruner yang memiliki 3 tahapan yaitu tahapan Enaktif, tahapan Ikonik dan tahapan Simbolik. Berdasarkan hasil analisa siswa dengan tingkat pemahaman konsep tinggi mampu mengingat materi pecahan dan dapat menjelaskan ulang alur proses pengerjaan soal secara sederhana, subjek mampu mengubah soal ke dalam bentuk pecahan dengan penyebut yang sama dan mampu menjelaskan langkah selanjutnya dengan tepat serta mampu menuliskan secara keseluruhan dengan benar antara penyebut dan pembilang yang sesuai serta mampu menuliskan hasil akhir yang benar. Siswa pemahaman sedang, mampu memahami isi dari soal masalah kontekstual dengan cara menuliskan ulang soal tersebut ke dalam bentuk kalimat matematika, meskipun ada beberapa bagian yang lupa, setelah diadakannya refleksi subjek mulai mengingat alur pengerjaan serta subjek dengan kategori sedang dapat dikatakan memenuhi indikator tahap ikonik dan subjek juga dapat dikatakan mampu memenuhi karena dapat menuliskan jawaban sesuai dengan perintah, mampu mengubah soal masalah kontekstual ke dalam kalimat matematika dan menuliskan hasil akhir yang tepat. Siswa dengan pemahaman rendah dengan sampel dua siswa di mana satu siswa mampu memahami soal dan menuliskan jawaban benar dan memenuhi 3 indikator teori bruner sedangkan 1 sampel lainnya tidak dapat memenuhi tiga indikator pada teori bruner setelah diadakan refleksi belum mampu mengikuti soal yang diberikan dan juga tidak mampu mengingat materi yang pernah diajarkan yaitu materi pecahan

    Analisis Pemahaman Konsep Matematika Dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual Materi Pecahan Ditinjau Dari Teori Brunner Siswa Kelas V MI Ma’arif Cekok Ponorogo

    No full text
    Pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang menjadi pelajaran wajib pada setiap jenjang/ tingkat pendidikan, mulai dari Pendidikan Dasar (SD) sampai Pendidikan Menengah Atas (SMA) . Belajar matematika berarti mempelajari prinsip dan konsep matematika. Pemahaman konsep merupakan hal penting dari suatu pembelajaran terutama dalam pembelajaran matematika, karena tujuan utama dalam pembelajaran adalah membuat siswa memahami konsep yang diberikan. Untuk memahami konsep pada pelajaran matematika, maka siswa perlu menguasai kompetensi sebagaimana yang telah ditetapkan pada kurikulum pembelajaran. Kompetensi yang perlu dikuasai siswa dalam pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 dapat dilihat dalam permendikbud no. 24 tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Untuk mengetahui pemahaman konsep siswa dengan prestasi tinggi, untuk mengetahui pemahaman konsep siswa dengan prestasi rendah, untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa yang berprestasi tinggi dan rendah. Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui angket terbuka, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan penelitian berasal dari peserta didik kelas 5A di MI Ma'arif Cekok Ponorogo yang dipilih dengan teknik pengambilan sampel. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan model analisa menggunakan acuan teori bruner yang memiliki 3 tahapan yaitu tahapan Enaktif, tahapan Ikonik dan tahapan Simbolik. Berdasarkan hasil analisa siswa dengan tingkat pemahaman konsep tinggi mampu mengingat materi pecahan dan dapat menjelaskan ulang alur proses pengerjaan soal secara sederhana, subjek mampu mengubah soal ke dalam bentuk pecahan dengan penyebut yang sama dan mampu menjelaskan langkah selanjutnya dengan tepat serta mampu menuliskan secara keseluruhan dengan benar antara penyebut dan pembilang yang sesuai serta mampu menuliskan hasil akhir yang benar. Siswa pemahaman sedang, mampu memahami isi dari soal masalah kontekstual dengan cara menuliskan ulang soal tersebut ke dalam bentuk kalimat matematika, meskipun ada beberapa bagian yang lupa, setelah diadakannya refleksi subjek mulai mengingat alur pengerjaan serta subjek dengan kategori sedang dapat dikatakan memenuhi indikator tahap ikonik dan subjek juga dapat dikatakan mampu memenuhi karena dapat menuliskan jawaban sesuai dengan perintah, mampu mengubah soal masalah kontekstual ke dalam kalimat matematika dan menuliskan hasil akhir yang tepat. Siswa dengan pemahaman rendah dengan sampel dua siswa di mana satu siswa mampu memahami soal dan menuliskan jawaban benar dan memenuhi 3 indikator teori bruner sedangkan 1 sampel lainnya tidak dapat memenuhi tiga indikator pada teori bruner setelah diadakan refleksi belum mampu mengikuti soal yang diberikan dan juga tidak mampu mengingat materi yang pernah diajarkan yaitu materi pecahan. Kata Kunci : Pemahaman Konsep, Matematika, Masalah Kontekstual

    ..(FILE KOSONG, UPLOAD ULANG)..PROBLEMATIKA KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS III MI MA’ARIF CEKOK BABADAN PONOROGO

    No full text
    Problematika dalam pembelajaran bahasa Arab merupakan suatu faktor yang bisa menghalangi dan memperlambat pelaksanaan proses belajar mengajar bahasa Arab, khususnya dalam mempelajari keterampilan menulis. Karena di dalam belajar keterampilan menulis terdapat dua problematika diantaranya yaitu, problematika secara linguistik dan non linguistik. Problematika linguistik berupa adanya perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan dalam mempelajari bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Problematika non linguistik yang pertama adalah kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa yang timbul dari faktor lingkungan yang meliputi: lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah.Dari problematika yang dialami siswa tersebut, seorang guru berupaya untuk mencari solusi diantaranya selalu memotivasi diri siswa, memberikan apresiasi atas hal yang telah dikerjakan , dan memberikan kosekuensi ketika siswa merasa bersalah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini mempunyai tiga tujuan, pertama, untuk mengetahui problematika linguistik siswa pada pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Cekok. Kedua, untuk mengetahui problematika nonlinguistik siswa pada pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Cekok. Ketiga, untuk mengetahui solusi untuk mengatasi problematika pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Cekok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif untuk merinci identitas sosial dan membuatnya dapat dipahami secara ilmiah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di MI Ma’arif Cekok. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada problematika linguistik beberapa siswa mampu melafalkan huruf hijaiyah dengan benar, menuliskan huruf hijaiyah secara runtut, hafal dengan huruf hijaiyah, dan ada juga siswa yang belum mampu menghafal huruf hijaiyah, menuliskan secara runtut. Pada problematika nonlingistik faktor yang mempengaruhi siswa yaitu dari diri sendiri yang kurang semangat dalam belajar, faktor guru yang tidak menggunakan metode yang sesuai, faktor sarana prasarana yang kurang memadai, faktor lingkungan seperti halnya di lingkungan rumah yang kurang memberikan semangat ketika siswa belajar. Upaya yang bisa diberikan yaitu dengan memberikan motivasi kepada siswa, siswa diberikan semangat dalam hal belajar, siswa yang besar motivasinya akan giat berusaha, gigih dan tidak menyerah

    Peran Guru dalam Mengatasi Degradasi Moral Siswa Pada Era Digital di MA Nurul Iman Punung Pacitan

    No full text
    Suci, Happy Laila. 2024. Peran Guru dalam Mengatasi Degradasi Moral Siswa pada Era Digital di MA Nurul Iman Punung Pacitan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Kharisul Wathoni, M.Pd.I Kata Kunci: Peran Guru, Degradasi Moral, Era Digital. Fenomena yang terjadi di lapangan khususnya yang terjadi di MA Nurul Iman Punung, menunjukkan bahwa ada salah satu siswa/i yang merokok, berpacaran dalam kelas, membolos, berbicara tidak sopan terhadap guru dan menggunakan atribut tidak sesuai aturan sekolah. Karena usia remaja belum mampu mengimbangi arus teknologi yang berkembang semakin pesat. Dalam hal ini peran seorang guru sangat diperlukan dalam upaya mengatasi degradasi moral yang diakibatkan oleh era digital. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama, mendeskripsikan degradasi moral pada era digital yang terjadi di kalangan siswa kelas XI di MA Nurul Iman Punung Pacitan. Kedua, mendeskripsikan upaya guru Akidah Akhlak dalam mengatasi degradasi moral pada era digital yang terjadi di kalangan siswa kelas XI di MA Nurul Iman Punung Pacitan. Ketiga, mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam mengatasi degradasi moral pada era digital yang terjadi di kalangan siswa kelas XI di MA Nurul Iman Punung Pacitan. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil observasi dan wawancara kepada Kepala Madrasah, guru Akidah Akhlak, dan beberapa siswa MA Nurul Iman Punung Pacitan. Untuk data sekunder didapatkan dari sumber referensi lain seperti jurnal, bukubuku, dokumen dan foto yang berasal dari orang lain.Untuk analisis data menggunakan teknik yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dengan tahapan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini ditemukan pertama, Deskripsi tentang degradasi moral pada era digital yang terjadi di kalangan siswa kelas XI di MA Nurul Iman Punung Pacitan terdapat beberapa bentuk degradasi antara lain; merokok, berpacaran dalam kelas, membolos, berbicara tidak sopan terhadap guru dan menggunakan atribut tidak sesuai aturan sekolah. Kedua, upaya guru Akidah Akhlak dalam mengatasi degradasi moral pada era digital yang terjadi di kalangan siswa kelas XI di MA Nurul Iman Punung Pacitan diantaranya, dengan melakukan tindakan preventif (pencegahan) Kemudian, tindakan represif (menasehati) serta hukuman yang mendidik guna memberikan efek jera agar siswa tidak mengulanginya. Ketiga, faktor pendukung dan penghambat upaya guru Akidah Akhlak dalam mengatasi degradasi moral pada era digital yang terjadi di kalangan siswa kelas XI di MA Nurul Iman Punung Pacitan yakni, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dari upaya guru Akidah Akhlak, dan faktor eksternal dari murid, dan lingkungan sekitar

    Problematika Kesulitan Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas III MI Ma’arif Cekok Babadan Ponorogo

    No full text
    Problematika dalam pembelajaran bahasa Arab merupakan suatu faktor yang bisa menghalangi dan memperlambat pelaksanaan proses belajar mengajar bahasa Arab, khususnya dalam mempelajari keterampilan menulis. Karena di dalam belajar keterampilan menulis terdapat dua problematika diantaranya yaitu, problematika secara linguistik dan non linguistik. Problematika linguistik berupa adanya perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan dalam mempelajari bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Problematika non linguistik yang pertama adalah kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa yang timbul dari faktor lingkungan yang meliputi: lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah.Dari problematika yang dialami siswa tersebut, seorang guru berupaya untuk mencari solusi diantaranya selalu memotivasi diri siswa, memberikan apresiasi atas hal yang telah dikerjakan , dan memberikan kosekuensi ketika siswa merasa bersalah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini mempunyai tiga tujuan, pertama, untuk mengetahui problematika linguistik siswa pada pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Cekok. Kedua, untuk mengetahui problematika nonlinguistik siswa pada pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Cekok. Ketiga, untuk mengetahui solusi untuk mengatasi problematika pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Cekok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif untuk merinci identitas sosial dan membuatnya dapat dipahami secara ilmiah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di MI Ma’arif Cekok. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada problematika linguistik beberapa siswa mampu melafalkan huruf hijaiyah dengan benar, menuliskan huruf hijaiyah secara runtut, hafal dengan huruf hijaiyah, dan ada juga siswa yang belum mampu menghafal huruf hijaiyah, menuliskan secara runtut. Pada problematika nonlingistik faktor yang mempengaruhi siswa yaitu dari diri sendiri yang kurang semangat dalam belajar, faktor guru yang tidak menggunakan metode yang sesuai, faktor sarana prasarana yang kurang memadai, faktor lingkungan seperti halnya di lingkungan rumah yang kurang memberikan semangat ketika siswa belajar. Upaya yang bisa diberikan yaitu dengan memberikan motivasi kepada siswa, siswa diberikan semangat dalam hal belajar, siswa yang besar motivasinya akan giat berusaha, gigih dan tidak menyerah

    Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Religiusitas Siswa Kelas XI di SMAN 1 Slahung Ponorogo

    No full text
    Qorik'ah, Enjelifatul Nur. 2024. The Influence of Family Environment on the Religiosity of Class XI Students at SMAN 1 Slahung Ponorogo. Thesis. Department of Islamic Religious Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Sciences, Ponorogo State Islamic Institute. Supervisor: Lia Amalia, M.Si. Keywords: Family Environment, Religiosity and Religion. Religiosity is a person's attachment to the religion he adheres to. Religiosity is an important part of children's identity formation because it includes a person's belief in God, moral values, ethics, and social actions. Religiosity is said to be important because it is a representation of one's faith and belief in God Almighty. The family environment, as the first social institution, has a major influence on a person's growth, including the formation of their religious values. The family is the first educational environment for children. It is hoped that religious education since childhood, especially in the family, can form individuals who have faith and devotion. A good family environment will affect good student behavior, and a poor family environment will also affect student behavior. However, many children do not get it for various reasons such as parents' work or lack of understanding. The importance of religious cultivation in students is to guide students to pay attention to the surrounding associations and choose for themselves which associations are good and which are bad. The purpose of this study is to prove whether there is an influence of the family environment on the religiosity of class XI students at SMAN 1 Slahung Ponorogo. The method used in this research is quantitative research with the type of ex post facto research. With a population of 163 students. While the number of samples was 62 students with Probability sampling technique with Accidental sampling type. The data collection instrument used is a questionnaire. While the data analysis technique in this study is descriptive analysis and simple linear regression. Based on the results of the analysis, it can be concluded that there is a significant influence of the family environment on the religiosity of class XI students at SMAN 1 Slahung Ponorogo, which is 57.4% while the remaining 42.6% is influenced by other factors that are not included in this study

    فعاليّة نموذج التعليم بالتفكير والقرينة والمشاركة في تحسين القراءة باللغة العربية لطالبات الصف الأوّل في معهد المودّة جوفير جتيس فونوروجو..9..(GUNAKAN SCAN WARNA PADA LEMBAR PERSETUJUAN, LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS BLM DITANDA TANGANI, GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN, TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA, UPLOAD ULANG)..

    No full text
    تعتبر نماذج التعلم مؤثرة جدًا في عملية التعلم، لأن النموذج أو الطريقة الصحيحة ستساعد على فعالية التعلم. وبناء على نتائج ملاحظات الباحثين، يرى الباحثون أنه لا تزال هناك صعوبات تواجه الطالبات في تعلم اللغة العربية، وخاصة مهارة القراءة. ويتجلى ذلك من خلال حقيقة أنه لا يزال هناك العديد من طلاب الصف الاول الذين يأخذون BTQ (القراءة والكتابة وتلاوة القرآن) كل صباح في الفصل بإرشاد مشرفة. ومن خلال إقامة هذا النشاط يتبين أنه لا يزال هناك الكثير من الطالبات اللاتي لا يتقنن قراءة القرآن بعد وما زلن يتعلمن القراءة. عدا عن ذلك فإن الطالبات يشعرن بالملل وقلة الحماس عند دخولهن دروس اللغة العربية. وهذا البحث يهدف إلى :(1) معرفة تحسين القراءة في الفصل التجريبة معهد المودّة الإسلامي للبنات. (2) معرفة تحسين القراءة في الفصل الضبطة معهد المودّة الإسلامي للبنات. (3) قياس فعاليّة نموذج التعلم بالتفكير والقرينة والمشاركة في تحسين القراءة للصف الأول في معهد المودة الإسلامي للبنات أما مدخل هذا البحث فهو مدخل الكمي الذي يتم من خلال نوع التجربة, ويستخدم بيانات رقمية و إحصائية لتحليلها. ويشمل هذا النوع من الأبحاث بحث التصميم التجريبي الحقيقي, أي البحث الذي يقيس فعالية متغير نمودج التعلم "فكر-زوج-تشارك" على متغير "مهارة القراءة". ونتيجة هذا البحث العلمي هي:(1) من بيانات نتائج الاختبار القبلي للفصل التجريبي للفصل التجريبي أعلاه الذي يضم 22 طالبا ومتوسط قيمة الاختبار القبلي للفصل التجريبي 67.05, نتائج الاختبار البعدي للفصل التجريبي الذي يضم 22 طالبًا ومتوسط قيمة الاختبار البعدي للفصل التجريبي 87.27.(2) من البيانات الخاصة بنتائج الاختبار القبلي للفصل الضابطة أعلاه بإجمالي 20 طالبًا ومتوسط قيمة الاختبار القبلي للفصل التجريبي 54.50، وحصلت نتائج الاختبار البعدي للفصل التجريبي بإجمالي 20 طالبًا ومتوسط قيمة الاختبار البعدي للفصل التجريبي 77.25.(3) فعاليّة نموذج التعلم بالتفكير والقرينة والمشاركة في تحسين القراءة العربية على الفصل التجريبي ولم يستخدم الفصل الضابطة طريقة المشاركة بالقران المفكر، من نتائج هذه الدراسة هناك فعالية نموذج التعلم بالمشاركة بالقران المفكر الذي تم تنفيذه في الفصل التجريبي. أظهرت نتائج اختبار العينة المستقلة وجود علامة سيج ذات ذيلين 0.000 <0.05، مما يشير إلى رفض هو وقبول ها لوجود فرق متوسط في نتائج طالبات مهارة القراءة في الفصل التجريبي باستخدام طريقة المشاركة في التفكير الزوجي والفصل الضابطة باستخدام الطرق التقليدية

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇