Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Analisis Tanggung Renteng Terhadap Risiko Kemacetan Pinjaman Modal Usaha Ekonomi Kecil Menengah Ditinjau Dari Perspektif Hukum Kafalah (Studi Kasus Dikelompok Simpan Pinjam Tirta Sari Pertiwi Desa Campursari Kec. Sambit Kab. Ponorogo
Kata Kunci: Tanggung Renteng, Kafalah
Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik material maupun spiritual, melalui kerjasama dan tolong menolong, seperti pemberian pinjaman modal usaha. Dalam Islam, interaksi ini diatur melalui akad-akad
seperti qard, kafalah, dan hibah. Perkembangan teknologi informasi meningkatkan
kebutuhan hidup dan mendorong masyarakat mencari pinjaman dengan jasa ringan tanpa
jaminan. Lembaga keuangan memanfaatkan peluang ini dengan menawarkan produk pinjaman syariah. Di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, UPK menerapkan sistem tanggung renteng untuk mengelola pinjaman modal usaha, menghadapi risiko kredit dengan berbagi tanggung jawab di antara anggota. Namun, UPK juga menghadapi wanprestasi, seperti nasabah lalai membayar angsuran atau melarikan diri. Sistem tanggung renteng bertujuan mengatasi masalah ini dengan memastikan anggota lain membantu membayar pinjaman yang macet. Dari latar belakang tersebut muncul dua pertanyaan terkait metode tanggung tenteng dalam mengatasi risiko pinjaman modal usaha yang macet perspektif hukum kafalah yang
terdapat di Unit Pengelola Keuangan Kec. Sambit. Pertanyaan yang muncul diakomodir
dalam penelitian ini menjadi rumusan masalah: 1) Bagaimana mekanisme sistem tanggung
renteng dalam mengatasi risiko kemacetan pinjaman pada kelompok simpan pinjam Tirta
Sari Pertiwi UPK Kec. Sambit menurut perspektif hukum Islam?; 2) Bagaimana hak dan tanggung jawab anggota Tirta Sari Pertiwi dalam menangani pinjaman modal yang macet ditinjau dari perspektif hukum Islam? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang mekanisme tanggung renteng di Kelompok Perempuan Tirta Sari Pertiwi, Desa Campursari, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Analisis
data dilakukan dengan metode Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi
sumber dan triangulasi metode.
Hasil penelitian ini adalah: 1) mekanisme tanggung renteng dalam kelompok simpan pinjam Tirta Sari Pertiwi mencerminkan prinsip kafalah dengan partisipasi aktif anggota dan mekanisme kontrol untuk menjaga integritas. Namun, terdapat ketidaksesuaian dengan teori, terutama dalam mekanisme pengambilan keputusan dan syarat tanggung renteng yang kurang jelas. Perbaikan dan penyesuaian diperlukan untuk sepenuhnya
sesuai dengan prinsip-prinsip kafalah. Meskipun demikian, langkah-langkah yang diambil sudah memberikan landasan kuat sesuai ajaran hukumIslam; 2) Implementasi hak dan tanggung jawab anggota telah menunjukkan keseimbangan penting antara kepentingan individu dan kelompok, namun masih perlupeningkatan dalam transparansi dan manfaat yang diperoleh anggota. Evaluasi dan perbaikan terus-menerus akan memastikan pemenuhan hak-hak anggota secara efektif
PENDIDIKAN KARAKTER SOSIAL MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI PONDOK PESANTREN AL-ISLAM JORESAN PONOROGO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya pemerosotan karakter sosial santri yang tinggal di lingkungan pondok pesantren, seperti memudarnya budaya gotong royong para santri dan lebih memilih bersikap eksklusif. Kemudian adanya temuan bahwa ketika ada seorang santri yang sedang sakit, teman yang lain cenderung kurang memperhatikan dan justru bersikap acuh. Hal ini menunjukkan lemahnya karakter sosial santri berupa sikap kepedulian dan komunikatif. Realita tersebut merupakan masalah yang perlu diteliti dan dicarikan solusinya, karena ketika permasalahan karakter sosial ini tidak ditangani maka bisa merusak nama baik pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang menekankan dalam pembentukan karakter yang mulia. Berdasarkan penjajakan data awal, peneliti menemukan adanya pendidikan karakter sosial melalui kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo dalam membentuk karakter sosial santri; (2) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan multikultural yang terdapat di dalam kegiatan tersebut dalam membentuk karakter sosial santri; (3) mendeskripsikan dampak positif dari pelaksanaan kegiatan tersebut dalam membentuk karakter sosial santri di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori menurut Miles, Huberman, dan Johnny Saldana yang meliputi kegiatan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Bentuk kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo dalam membentuk karakter sosial santri adalah melalui kegiatan Muhāḍarah dan Pramuka. Kegiatan ini dilaksanakan menggunkan model suplemen; (2) Kegiatan Muhāḍarah dan Pramuka di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo sebagai bentuk pendidikan nilai karakter sosial santri memuat nilai-nilai pendidikan multikultural, yaitu nilai kesetaraan, keadilan, kemajemukan, dan demokrasi; (3) Pelaksanaan kegiatan Muhāḍarah memberikan dampak positif terhadap terbentuknya sikap tanggung jawab dan komunikatif para santri. Sedangkan di dalam kegiatan Pramuka memberikan dampak positif terhadap terbentuknya sikap komunikatif, toleransi, disiplin, tanggung jawab, dan peduli sosial para santri
Nilai-nilai Moral dalam Film Animasi Coco Produksi Walt Disney's Pictures dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter Kerja Keras bagi Siswa SD/MI
Di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat saat ini, media masa menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan pengaruh terhadap pendidikan karakter anak usia sekolah dasar. Pendidikan tidak hanya didapat melalui sekolah, tetapi bisa juga dari lingkungan, kebiasaan, keseharian, media masa dalam bentuk film animasi dan lain-lain. Namun, tidak semua film animasi memberikan pengaruh positif, ada juga film yang memberikan pengaruh negatif. Salah satu film yang memberikan pengaruh positif adalah film animasi Coco. Animasi Coco merupakan film animasi terbaik tahun 2017. Animasi Coco berhasil memenangkan piala Oscar pada tahun 2018. Selain itu, animasi Coco juga masuk dalam 37 nominasi dari 108 kategori pada festival film. Film tersebut bisa ditonton semua kalangan, di samping juga mengandung nilai kerja keras.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menemukan: (1) bentuk nilai-nilai moral dalam film animasi Coco; (2) relevansi nilai-nilai moral dalam film animasi Coco dengan pendidikan karakter kerja keras siswa SD/MI.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Library Research. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi adegan dan dialog antar tokoh dalam film animasi Coco. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi.
Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa: (1) nilai moral religius (2) nilai moral universal. Relevansi nilai moral religius dengan pendidikan karakter kerja keras yaitu siswa yang berkarakter religius akan senantiasa berperilaku positif di lingkungan sekolah dan di luar sekolah, mampu menerapkan prinsip benar dan salah sehingga terhindar dari perilaku negatife. Siswa yang berkarakter religius berperilaku taat dan patuh terhadap peraturan sekolah sebagaimana taat dan patuh terhadap ajaran agamanya, menjunjung tinggi kejujuran, sehingga tercipta siswa yang berprestasi dan berkualitas. Relevansi nilai moral universal meliputi nilai kerja keras dan nilai mengutamakan keluarga. Relevansi nilai kerja keras dalam film animasi Coco dengan pendidikan karakter kerja keras siswa SD/MI dapat memberikan keteladanan bagi siswa untuk bersungguh-sungguh dalam menggapai cita-cita dengan bekerja keras serta berupaya untuk mengatasi berbagai hambatan. Relevansi nilai mengutamakan keluarga dalam animasi Coco dengan pendidikan karakter kerja keras siswa SD/MI adalah melalui keterlibatan keluarga sehingga mampu menjadi media dalam membentuk karakter anak. Melalui kegiatan tersebut anak akan terbiasa bekerja keras dan bertanggung jawab serta dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi, baik di sekolah maupun diruma
The Effectiveness Of Jeopardy Game As A Media To Improve Students' Reading Comprehension At SMPN 1 Parang Magetan
ABSTRACT
Wardani, Regika Nur. 2024. The Effectiveness of Jeopardy Game as a Media to Improve Students’ Reading Comprehension at SMPN 1 Parang Magetan. Thesis, English Language Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic Institute of Ponorogo. Advisor: Fenty Andriani, M.Pd.
Keywords: Media, Jeopardy Game, Reading Comprehension
Media is one of the crucial components that the teacher may use for teaching. Media such as the Jeopardy game can be offered as instructional media to teach English to the students, especially in reading comprehension. Reading comprehension is a process of readers combining text information and background knowledge to build meaning. The essential problem faced by students in reading is difficulty in comprehending the text. Therefore, by using the Jeopardy game, students are expected to become more interested and active in improving their reading.
The purpose of this research was to find out whether students who are taught using the Jeopardy game get better reading comprehension scores than those who are not at SMPN 1 Parang Magetan.
This research applied a quantitative approach and used a quasi-experimental design. The population of this research was VII grade, which consisted of 190 students. This research used two classes, experimental groups and control groups. The sample size in this research was 30 students from each group. The researcher used simple random sampling as a sampling technique. The data collection procedures were testing and documentation. To analyze the data, the researcher used an independent sample t-test.
The result showed that the mean score of the post-test in the experimental class was 84.33, and the mean score of the post-test in the control class was 77.50. The value sig (2-tailed) of the equal variant assumed 0.000 and α = 0.05. Based on the analysis data and testing of the hypothesis, the result of the calculation found that the null hypothesis (H0) was rejected, and the alternative (Ha) hypothesis was accepted. So, from the computation above, it can be concluded that there is a significant difference between students’ reading comprehension who are taught by the Jeopardy game and those who are not at SMPN 1 Parang Magetan
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, (LETAK: DI BAWAH LEMBAR PENGESAHAN) UPLOAD ULANG).. Tinjauan Sosiologi Pengetahuan Terhadap Konsep Kesetaraan Oleh "Aliansi Laki-Laki Baru"
TINJAUAN SOSIOLOGI PENGETAHUAN TERHADAP KONSEP KESETARAAN DALAM KELUARGA OLEH "ALIANSI LAKI-LAKI BARU"
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis dalam melihat konsep kesetaraan dalam keluarga yang digagas oleh "Aliansi Laki-laki baru". ALB mengharapkan kesetaraan sama rata antara laki-laki dan perempuan dengan mewujudkan keadilan keduanya, tidak ada dominasi dari laki-laki, dan juga mempraktikkan bentuk perkawinan monogami. Tidak hanya itu ALB juga mendorong perempuan untuk berani bermimpi dan keluar dari sangkar belenggu domestiknya. Hal ini agar semua lini manusia mendaptatkan kesetaraan yang berimbang. Gerakan ALB yang mengkampanyekan gagasannya melalui media sosial menjadi fokus utama dalam penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif bersifat kepustakaan. Sementara metode yang digunakan adalah konten analisis dengan teknik pengumpulan data dengan mereduksi untuk penyederhanaan data, kemudian penyajian data dan terakhir analisis data.
Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui bagaimana makna objektif kondisi sosio-historis "aliansi laki-laki baru" dalam membentuk konsep kesetaraan perspektif sosiologi pengetahuan, 2) untuk mengetahui bagaimana makna ekspresif komunitas "aliansi laki-laki baru" terhadap konsep kesetaraan dalam keluarga perspektif sosiologi pengetahuan, 3) untuk mengetahui bagaimana makna dokumenter "aliansi laki-laki baru" dalam mensosialisasikan konsep kesetaraan gender perspektif sosiologi pengetahuan.
Temuan yang didapatkan oleh peneliti terkait konsep kesetaraan dalam keluarga adalah munculnya konsep ini didasari oleh dua pengaruh utama, yakni pengaruh sosio historis dan pengaruh makna. Kemudian didapatkan hasil bahwa pengalaman organisasi para founder dan co-founder menjadi latar belakang yang paling kuat mereka untuk memiliki konsep kesetaraan. Pada pengaruh makna lebih rinci dibagi menjadi tiga, yakni makna ekspresif, makna perilaku dan makna dokumenter. Kesatu, pada makna ekspresif ALB menunjukkan bahwa mereka mengubah persepsi sosial tentang peran gender dalam keluarga. Kedua, pada makna perilaku atau objektif ALB tidak hanya menyuarakan kesetaraan gender secara teoritis, tetapi juga secara konkret mempraktikkan dan membentuk ulang konsep kesetaraan melalui perilaku dan interaksi sosial mereka dalam konteks keluarga. Ketiga, pada makna dokumenter ALB tidak hanya mengadvokasi kesetaraan gender secara konseptual, tetapi juga bagaimana mereka merespon dan merekam realitas sosial mereka dalam upaya mencapai tujuan kesetaraan dalam keluarga. Dalam upaya mensosialisasian gagasannya, "Aliansi Laki-Laki Baru" menggunakan media sosial untuk memudahkan penyebaran kepada semua aspek masyarakat tak terkecuali laki-laki dan generasi baru. Menggunakan konten edukatif dan ringan serta menarik, menjadi poin utama dalam penyebarannya
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN, GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Strategi Dakwah Program Acara Ustad Menjawab Sakti TV
ABSTRAK
Miftakhurridho, Ahmad. 2024. Strategi Dakwah Program Acara Ustad Menjawab Sakti TV. Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Pembimbing Dr. Anwar Mujahidin, MA.
Kata Kunci: Strategi Dakwah, Program Acara Televisi
Dakwah menggunakan meida televisi akan lebih praktis dan efisien dikarenakan jarak komunikan yang jauh dan tersebar akan mudah untuk dicapai. Namun, program siaran dakwah melalui media televisi hanya dapat ditonton pada waktu-waktu tertentu saja. Pada zaman yang modern ini, dengan adanya teknologi internet, program siaran dakwah dapat memanfaatkan peran media sosial untuk dapat meraih pemirsa yang lebih luas. Seperti halnya program Ustad Menjawab Sakti TV, merupakan kegiatan dakwah yang disirakan oleh salah satu stasiun televisi swasta yang mengkombinasikan siaran televisi dengan penggunaan media sosial seperti Youtube, Instagram, Facebook dan Website Streaming sebagai upaya mendapatkan pemirsa yang luas.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi dakwah Program Ustad Menjawab meliputi: bentuk strategi dakwah serta efektivitas program siaran Ustad Menjawab.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk-bentuk dakwah program Ustad Menjawab Sakti TV adalah dengan menggunakan format acara talkshow dengan menghadirkan dua orang narasumber yang saling bergantian disetiap episodenya dan dipandu oleh seorang moderator. (2) Program acara Ustad Menjawab Sakti TV sangat efektif dalam menjangkau pemirsa secara luas. Hal ini dikarenakan manajemen Sakti TV memanfaatkan platform media sosial baik Instagram, Facebook dan Youtube juga Web Streaming sebagai tempat promosi tayangan program acara Ustad Menjawab agar meraih pemirsa yang lebih luas. Selain itu dengan seringnya narasumber untuk mengisi pengajian-pengajian di masyarakat menjadikan nilai tambah untuk program acara ini
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..STUDY KOMPARASI KOMPETENSI PENDIDIK DALAM KITAB TA’LĪM AL-MUTA’ALLIM KARYA SYEKH BURHANUDDIN AZ-ZARNUJI DAN KITAB ‘ADĀBU AL-‘ĀLIM WAL MUTA’ALLIM KARYA KH. HĀSYIM ASY’ARĪ
Rohman, Moh. Abdul 2024. Study Komparasi Kompetensi Pendidik dalam Kitab Ta’līm al Muta’allim Karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji Dan Kitab ‘Adabul ‘Ālim wal Muta’allim Karya KH. Hāsyim Asy’arī. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Ponorogo. Pembimbing: Dr. Mambaul Ngadhimah, M. Ag.
Kata Kunci: Kompetensi Pendidik, Kitab Ta’li@mul Muta’allim, Kitab ‘Adabul ‘Alim Wa Muta’allim,
Pendidik adalah orang yang sangat penting dalam dunia pendidikan, karena pendidik merupakan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan terutama menyangkut bagaimana peserta didik diarahkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Seorang guru dituntut dengan sejumlah persyaratan minimal, antara lain: memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai, memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak didiknya, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempunyai etos kerja dan komitmen tinggi terhadap profesinya, dan selalu melakukan pengembangan diri secara terus.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan bagaimana kompetensi pendidik dalam kitab Ta’līmu al-Muta’llim karya Syekh Burharuddin Az Zarnuji (2) Bagaimana kompetensi pendidik dalam kitab ‘Adabu al-‘Ālim wal Muta’allim karya Kyai Hāsyim Asy’arī (3) Bagaimana perbandingan kompetensi pendidik dalam kitab Ta’līmu al-Muta’llim dan dalam kitab ‘Adabul al-‘Ālim wal Muta’allim.
Jenis penelitian ini adalah library research (perpustakaan) dengan menggunakan metode analisis data, yaitu data-data yang dikumpulkan adalah data-data yang bersifat deskriptif tekstual, maka dalam mengelola data peneliti menggunakan analisis menurut isinya.
Dari analisis tersebut ditemukan hasil sebagai berikut. (a) kompetensi kepribadian yaitu wara’, murah hati dan sabar, bermusyawarah. (b) kompetensi profesional yaitu ‘Alim, berpengalaman yang lebih tua usianya dari pada peserta didik. (2) Dalam kitab ‘Adabu al-‘Alim wal Muta’allim seorang pendidik harus memiliki empat kompetensi. (a) kompetensi kepribadian yaitu, bersikap muroqobah, khauf, tawadu’, wira’i, zuhud, ‘abid, berjiwa bersih dan berakhlaqul karimah. (b) kompetensi profesional yaitu produktif, tepat dalam menggunakan metode, progresif. (3) Perbandingan kedua kitab dari kaca mata kompetensi pendidik pertama kitab ini secara umum sama-sama menjelaskan tentang dua kompetensi pendidik sebagai kriteria pendidik yang sama dengan Peraturan Pemerintah No, 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Sedangkan perbedaannya adalah dalam kitab ‘Adabu al-‘Alim wal Muta’allim disampaikan kriteria dari masing-masing dari kedua kompetensi pendidik yang itu lebih terperinci, sedangkan kitab Ta’līmu al-Muta’llim lebih ringkas dan universal
Pembinaan Pedagang Melalui Program Baitul Quran Berbasis Teologi Ekonomi Islam (Studi Pada Masjid Raya Al Falah Sragen)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh langkah proaktif yang diambil oleh Masjid Raya Al Falah melalui program "Baitul Quran" sebagai respons signifikan terhadap sejumlah masalah yang lama mengganggu kegiatan ibadah dan ketertiban di sekitar masjid. Sebelumnya, para pedagang sering kali tidak mematuhi peraturan-peraturan terkait perizinan dan tata ruang. Selain itu, ditemukan juga bahwa para pedagang kurang memperhatikan aspek-aspek penting seperti penggunaan bahan, manajemen modal, kewajiban zakat, dan pelaksanaan salat. Melalui program "Baitul Quran," upaya pembinaan holistik ditawarkan kepada mereka.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki efektivitas program pembinaan pedagang melalui Program Baitul Quran di lingkungan Masjid Raya Al Falah Sragen. Fokus utamanya adalah menganalisis metode dan pendekatan yang digunakan dalam pembinaan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan program tersebut. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program pembinaan terhadap peningkatan keimanan ekonomi para pedagang.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kombinasi teknik-teknik ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh beragam sudut pandang dan mendalami konteks yang relevan dengan penelitian ini.
Temuan dan hasil penelitian mengungkapkan bahwa Program "Baitul Quran" di Masjid Raya Al Falah adalah inisiatif strategis untuk membina pedagang dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, memperkuat keimanan, dan membangun komunitas yang lebih baik di sekitar masjid. Pembinaan dilakukan melalui pendekatan holistik yang mencakup pendekatan informatif, partisipatif, dan eksperiensial. Fokusnya adalah pada pemahaman agama, pengembangan etika bisnis, keterampilan praktis, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dukungan dari pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk masjid, Muhammadiyah, dan pemerintah setempat, menjadi krusial dalam kesuksesan program. Meskipun demikian, ada beberapa kendala seperti kendala finansial dan kurangnya kesadaran serta partisipasi dari pedagang. Pemahaman mendalam tentang kendala-kendala ini penting untuk mengidentifikasi strategi yang tepat guna memastikan kesuksesan program di masa mendatang. Program ini memberikan dampak signifikan dan multidimensional, memperkuat nilai-nilai keislaman dalam praktik bisnis sehari-hari, menciptakan pedagang yang bertanggung jawab secara sosial dan ekonomi sesuai dengan prinsip-prinsip teologi ekonomi Islam.
Kata Kunci: Pembinaan Pedagang, Teologi Ekonomi Islam, Baitul Qura
Tinjauan Fiqh Siyāsah Dalam Implementasi Peraturan Bupati Madiun Nomor 58 Tahun 2021 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa Terhadap Masa Jabatan Ketua Rukun Tetangga Di Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun
Selviana, Maria Ulfa, 2024. Tinjauan Fiqh Siyāsah Dalam Implementasi Peraturan Bupati Madiun Nomor 58 Tahun 2021 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa Terhadap Masa Jabatan Ketua Rukun Tetangga Di Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Skripsi. Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Moh. Mukhlas, M.Pd.
Kata Kunci/Keywords: Fiqh Siyāsah, Implementasi Peraturan, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Masa Jabatan Ketua RT
Masa jabatan Ketua RT di Kabupaten Madiun sudah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2021 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa. Pengaturan masa jabatan ketua RT diatur dalam pasal 8 ayat (3) dan (4).
Ketua RT memegang masa jabatan selama 5 tahun dan bisa menjabat paling banyak 2 kali masa jabatan baik secara berturut-turut ataupun tidak. Namun, pasal tersebut belum
terealisasikan dengan baik dikarenakan adanya dua Ketua RT di Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun yang melebihi masa jabatan lebih dari 2 periode.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana tinjauaun fiqh siyāsah terhadap masa jabatan Ketua RT di Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun? (2) Bagaimana tinjauan fiqh siyāsah terhadap implikasi Peraturan
Bupati Madiun Nomor 58 tahun 2021 mengenai masa jabatan ketua RT yang melebihi masa jabatannya?
Adapun skripsi ini merupakan jenis penelitian kualitatif lapangan (Qualitative Research) yang berlokasi di wilayah Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi.
Kemudian, data tersebut dianalisis dengan analisis data kualitatif.
Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa ketua RT yang menjabat lebih dari 2 periode disebabkan oleh masih dipercaya masyarakat untuk menjabat, tidak adanya pengganti, dan ketua RT tersebut memiliki kinerja yang baik sertaamanah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai ketua RT . Selain itu, terdapat implikasi dari masa jabatan ketua RT yang melebihi batas baik dari segi positif maupun negatif.
Untuk menghindari implikasi negatif yang muncul maka masa jabatan ketua RT harus dibatasi dengan regulasi yang jelas seperti Peraturan Bupati Madiun Nomor 58 Tahun 2021 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa. Hasil
penelitian ini menjelaskan bahwa masa jabatan ketua RT di Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun yang melebihi batas tidak bertentangan dengan fiqh siyāsah
(KESEDIAAN PUBLIKASI BELUM ADA..LENGKAPI DULU)..Urgensi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Daerah Ponorogo Perspektif Fiqh Siyasah
ABSTRAK
Kustiana, Rafika 2024. Urgensi Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Terhadap Kawasan Tanpa Rokok Di Daerah Ponorogo Perspektif Fiqh Siyāsah. Skripsi Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr Moh Mukhlas, M.Pd.
Kata kunci/keywords: Pemerintah Daerah, Kawasan Tanpa Rokok, Fiqh Siyāsah.
Asap rokok merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rancangan peraturan daerah (raperda) tentang KTR dalam upaya melindungi masyarakat dari dampak buruk paparan asap rokok. Perda KTR memiliki peran penting dalam mengurangi prevalensi penyakit. Selain itu, perda KTR juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Rancangan perda KTR merupakan langkah strategis dalam upaya pengendalian tembakau di tingkat daerah. Dalam Pasal 151 ayat (2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan secara tegas mengamanatkan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di setiap wilayahnya masing-masing. Landasan hukum pembentukan perda tentang KTR itu adalah Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau Terhadap Kesehatan. Serta Peraturan Bersama Menteri Kesehatan Nomor 188/MENKES/PB/1/2011 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana urgensi raperda KTR di Daerah Ponorogo perspektif fiqh siyāsah? (2) Bagaimana rumusan dan desain pengaturan KTR dalam raperda KTR di Daerah Kabupaten Ponorogo dalam perspektif fiqh siyāsah?
Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di wilayah Kabupaten Ponorogo meliputi, Pemerintah Kabupaten, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi .
Dari analisis data ini dapat disimpulkan bahwa menurut fiqh siyāsah dengan konsep kemaslahatan, mencegah kemudaratan, dan menjaga nyawa, maka KTR ini menjadi Urgensi di Daerah Ponorogo, dan kewajiban sebagai pemerintah Daerah ubtuk menetapkan KTR ini sudah sesuai dengan prinsip fiqh siyāsah. Menurut fiqh siyāsah tugas dan fungsi serta tanggung jawab sebagai Pemerintah Daerah mengenai pembentukan KTR di Daerah Ponorogo dengan pakar kesehatan ini juga sudah sesuai dengan acuan yang ada di prinsip fiqh siyāsah hanya tinggal menunggu proses implementasi atau sosialisasinya. Menurut fiqh siyāsah rumusan dan desain pengaturan KTR dalam raperda KTR di Daerah Kabupaten Ponorogo ini dengan konsep fiqh siyāsah tentang kemaslahatan, mencegah kemudaratan, dan menjaga nyawa tersebut sudah sesuai