Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Penguasaan Retorika Dakwah Da'i dalam Kegiatan Muhadharah di Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo
ABSTRAK
Hasnah, Wirdatul. 2023. Penguasaan retorika dakwah da>’i dalam kegiatan Muhadharah Pondok Pesantren Nurul Akbar Babadan Ponorogo. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Dr. Iswahyudi, M. Ag.
Kata Kunci: Retorika Dakwah, Muhadharah, Da>’i
Penguasaan Retrorika dakwah menjadi aspek penting dalam kegiatan muhadharah. Dengan adanya penguasaan retorika atau seni berbicara, tujuan utamanya yaitu mengajak kebaikan dengan menyampaikan pesan dari komunikator atau da>‘i kepada komunikan atau mad’u> terlaksana dengan baik. Muhadharah menjadi salah satu kegiatan yang mewadahi dan membentuk da>‘i-da>‘iyah berkarakter untuk menyebarkan agama Islam. Melalui kegiatan ini, maka dapat diketahui bahwa muhadharah memiliki berbagai manfaat dan ilmu retorika dapat disalurkan melalui kegiatan muhadharah ini.
Dari papran diatas dapat dirumuskan masalah antara lain: pertama, bagaimana olah kontak yang dilakukan oleh da>’i dalam menerapkan retorika dakwah pada kegiatan muhadharah Pondok Pesantren Nurul Akbar. Kedua, bagaimana olah vocal yang dilakukan oleh da>’i dalam menerapkan retorika dakwah pada kegatan muhadharah Pondok Pesantren Nurul Akbar. Ketiga, bagaiman olah visual yang dilakukan oleh da>’i dalam menerapkan retorika dakwah pada kegiatan muhadharah Pondok Pesantren Nurul Akbar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama Olah kontak yang dilakukan oleh da>’i dalam menerapkan retorika dakwah pada kegiatan muh{ad>}harah Pondok Pesantren Nurul Akbar adalah santri yang bertugas menjadi seorang da>’i tidak percaya diri untuk berbicara didepan menjadi seorang pendakwah. Padangan penda>’i juga hanya menggunakan yang monoton hanya satu arah. Kedua Olah vocal yang dilakukan oleh da>’i dalam menerapkan retorika dakwah pada kegiatan muh}dh}arah Pondok Pesantren Nurul Akbar adalah bahasa yang digunakan masih susah untuk dipahami oleh mad’u>, tetapi penguasaan intonasi dalam penerapan olah vocal sudah cukup. Ketiga Olah visual yang dilakukan oleh da>’i dalam kegiatan muh}ad}harah pondok pesantren Nurul Akbar adalah pengunaan mimik atau kespresi wajah, penampilan yang baik, dan gerak tubuh. Semua ini sudah diterapkan dalam kegiatan muhadharah, walaupun belum sepenuhnya sempurna
The Educational Values of LEO Animation Movie
In recent years, there's been a growing interest in combining educational
values into entertainment, especially in animation movies like "LEO." This movie
is amusing and enjoyable, yet also could teach important lessons in life. English
Language Teaching (ELT) has taken notice of this trend, that LEO can be a
valuable for teaching more than just language. With themes of spirituality,
morality, social interaction, and cultural diversity, "LEO" offers a unique
opportunity to engage students in meaningful discussions and learning
experiences. Exploring these values in "LEO" can lead to a more enriching and
impactful educational journey for students.
This research aims to identify the types of educational values in the “LEO”
animation movie and to see how these values contribute to 21st-century skills. In
addition, also useful information for teachers, especially in teaching educational
values. The research method used in this study is library research. This means can
looked through different sources available in libraries, like books, journals, and
databases, to collect the information that needed for the study.
This research uses Taylor's theory to analyze the educational values in the
"LEO" animation movie. Taylor's theory focuses on spiritual, moral, social, and
cultural values as a way to understand and analyze these values. To collect data,
the researcher use documentation, which means gathering information from
existing records, documents, or texts related to the topic.
In conclusion, the analysis of educational values in the LEO animation
movie using Taylor's SMSC theory revealed 48 dialogues representing educational
values. These values align with essential 21st-century skills, such as critical
thinking, creativity, collaboration, and communication. This suggests that the
movie's values support both moral development and modern skills. Therefore,
incorporating movies like LEO into the curriculum can make learning more
engaging and realistic, helping students understand and apply key values and
skills, thereby bridging the gap between theoretical knowledge and real-world
application
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN DAN KEASLIAN TULISAN, UBAH FILE KE PDF, UPLOAD ULANG).. Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Minat Belajar Santri Di TPQ Nahdhotut Tholibin Surodikraman Ponorogo
Fitria, Kholifah. 2024. Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Minat Belajar Santri Di TPQ Nahdhotut Tholibin Surodikraman Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing, Siti Rohmaturrosyidah Ratnawati, M.Pd.I.
Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler, Minat Belajar, TPQ.
Zaman sekarang, banyak anak-anak yang susah untuk diajak mengaji. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah minat belajar. Minat belajar cukup berperan penting dalam kegiatan pembelajaran, tanpa adanya minat belajar maka proses masuknya ilmu dalam otak juga akan terhambat. Oleh karenanya perlu adanya sebuah inovasi guna membangkitkan minat belajar anak supaya mereka mau dan semangat dalam mengikuti proses mengaji. Seperti halnya inovasi yang diterapkan oleh TPQ Nahdhotut Tholibin, ia memiliki program kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan minat belajar santrinya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) memaparkan latar belakang dilaksanakannya kegiatan ekstrakurikuler di TPQ Nahdhotut Tholibin; 2) mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di TPQ Nahdhotut Tholibin; 3) menjelaskan peran kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan minat belajar santri di TPQ Nahdhotut Tholibin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) latar belakang dilaksanakannya kegiatan ekstrakurikuler di TPQ Nahdhotut Tholibin dikarenakan rendahnya minat belajar santri, seperti malas dan cepat mudah bosan dalam proses pembelajaran di TPQ; 2) untuk proses pelaksanaan kegiatan ekstrakuruler di TPQ Nahdhotot Tholibin berdasarkan pada visi, misi dan tujuan lembaga itu sendiri yang dilakukan setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Ahad dimana kegiatan ekstrakurikuler tersebut tidak mewajibkan seluruh santri untuk ikut. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut meliputi: hadrah, qira’ah, dan sepak bola; 3) kegiatan ekstrakurikuler di TPQ Nahdhotut Tholibin berperan dalam menumbuhkan minat belajar santri dalam proses pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dari beberapa indikator seperti siswa menjadi semangat dalam belajar dan siswa menjadi lebih giat lagi dalam mengaji
تنفيذ تعليم الإملاء في ترقية مهارة الكتابة لطلاب الصف السّابع بالمدرسة الثانوية نور المجتهدين ملارك فونوروجو
زكيّة، عافنا نفعا. 2024. تنفيذ تعليم الإملاء في ترقية مهارة الكتابة لطلاب الصف السّابع بالمدرسة الثانوية نور المجتهدين ملارك فونوروجو. البحث العلمى، قسم تعليم اللغة العربية، كلية التربية والعلوم التعليمية، الجامعة الإسلامية الحكومية فونوروجو. المشرف الدكتور يفريدال فطري نورسلام الماجستير.
الكلمات الأساسية : تعليم الإملاء، مهارة الكتابة، الإملاء المنقول
كان خلفية هذا البحث هو القدرات المختلفة للطلاب، مما يعني أنه ليس كل طلاب المدارس في المدرسة الإبتدائية (MI)، يذهب معظمهم إلى المدارس الإبتدائية (SD) الأقل الدراية بدروس الإملاء ونقص المعرفة حول الحروف الهجائية. الظروف الصفية التي الطلاب هي الصعوبة ربط الحروف الهجائية خاصة في إستخدام الألف لام التي تحتوي علي الإدغام شمسية والإظهار القمرية. بصرف النظر عن المشكلة نقص المعرفة حول الحروف الهجائية يحدث هذا لأنه عدم قدرة الطلاب علي فهم الدروس الإملاء. في الأساس يمكن أن تتطور هذه القدرة للأفضل إذا استمر شحذها وتدريبها لترقية إتقان مجال ما، لأن القدرة علي الكتابة ليست قدرة يتم حملها منذ الولادة ولكن يتم الحصول عليها من خلال الإجراءات التعلم النشطة والمنتجة في إنتاج الكتابة. لذلك فإن تطبيق التعلم الإملاء في المدارس هو أحد وسائل التواصل شفهيا وكتابيا من أجل فهم الأفكار والمشاعر والتعبير عنها من أجل تطوير المعرفة.
الغرض من هذه الدراسة لمعرفة كفائة الطلاب في مهارة الكتابة باستخدام تعليم الإملاء في الصف السابع المدرسة نور المجتهدين ملارك فونوروجو.
طريقة البحث المستخدمة هي البحث الإجرائى في الفصل الدراسي والذي يتم في الدورتين. تتكون كل الدورة من التخطيط والتنفيذ والملاحظة والمعكسة. كانت الموضوعات البحث هي الطلاب الصف السابع المدرسة نور المجتهدين ملارك فونوروجو بالجملة 12 طالبا.
وتبين من نتائج تحليل البيانات ترقية مهارات الكتابة لطلاب الصف السابع المدرسة نور المجتهدين ملارك فونوروجو. بإجمالي 12 طلاب باستخدام الإملاء أظهرت حيث نتائج التعلم في الدور الأول، 4 طلاب بنسبة 33% مع نتائج كاملة و 8 طلاب بنسبة 67% مع نتائج غير مكتملة، تم إجراء تحسينات في الدورة الأول باستخدام الإملاء المنظور حيث قبل الإعلان للطلاب أظهر المعلم نص الجملة أولا حتي يفهم الطلاب بشكل أفضل حول كيفية توصيل الحروف في المادة الإملاء. بينما في الدورة الثاني حصل 10 طلاب بنسبة 83% علي نتائج كاملة و 2 طالبان بنسبة 17% حصلوا علي نتائج غير مكتلة، وكان التحسين الذي تم إجراؤه باستحدام الإملاء المنقول حيث قام الطلاب بنسخ الكتابة من السبورة. باستخدام هذه تعليمة يفهم ويعرفون بشكل أفضل كيفية ربط الحروف وترقية مهارات الكتابة في المدرسة الثانوية نور المجتهدين ملارك فونوروجو بالإضافة الي جوصفي أكثر ملاءمة في أنشطة التدريس والتعليم
The Effectiveness of Collaborative Strategic Reading (CSR) Technique in Improving Students’ Reading Comprehension at SMPN 2 Paron Ngawi
Reading is an important skill that everyone must master to get information from everything they read. For students, having good reading comprehension will be able to integrate comprehension strategies according to the type of text they are reading. Students will be able to explain what they are doing when they comprehend and what they do when they realize that they do not comprehend. Improving student reading can be done by applying one of the learning techniques, namely Collaborative Strategic Reading (CSR) technique. This technique for teaching students reading comprehension and building vocabulary and also working together cooperatively.
This research aims to determine whether there is any significant difference in reading comprehension between students who are taught using Collaborative Strategic Reading (CSR) technique and those who are not.
This research applied a quantitative approach and used a quasi-experimental design. The quasi-experimental used two classes taken as samples from a population where the population of this study were seventh grade students of SMPN 2 Paron Ngawi in the academic year 2023/2024 totaling 160 students. The sample of this research was 64, with 32 students in the experimental class dan 32 students in the control class. The technique of data collection was test and documentation. The data analysis was carried out using T-test and SPSS 25.
The results of the research showed that the mean score of pre-test for the experimental class was 56.09 and after receiving treatment it rose to 82.03. Meanwhile, for the control class that did not receive treatment, the mean pre-test result was 55.16 and the post-test result was 65.78, which means there was no significant increase in the control class. The results of hypothesis testing using the independent sample t-test are so the Ha was accepted and H0 was rejected. Considering from the data analysis previously, that means there is a significant difference in reading comprehension between students who were taught using Collaborative Strategic Reading (CSR) technique than those who were not or the experimental class had better reading comprehension than the control class who did not receive a treatment. In simple terms, Collaborative Strategic Reading (CSR) technique proved to be effective in improve students’ reading comprehension at SMPN 2 Paron Ngawi
Pengasuhan Anak Untuk Membentuk Karakter Tanggung Jawab (Studi Kasus di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Yatim Piatu Dhuafa' Al-Amin AMM Cabang Jetis)
Tidak semua anak memiliki kedua orang tua yang lengkap, ada anak yang sudah tidak meiliki orang tua/ keluarga, tidak adanya orang tua menyebabkan anak menjadi yatim, piatu, maupun yatim piatu yang mengakibatkan anak dititipkan di LKSA Yatim Piatu Dhuafa AL-Amin AMM Cabang Jetis ataupun keluarga yang menitikan anaknya karena masalah perekonomian dan ingin anak mendapatkan pengasuhan yang lebih layak.
Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Untuk menjelaskan bagaimana pengasuhan yatim piatu dhuafa’ al-amin AMM cabang jetis dalam membentuk karakter tanggung jawab anak pada aspek personal, (2) Untuk menjelaskan bagaimana pengasuhan yatim piatu dhuafa’ al-amin AMM cabang jetis dalam membentuk karakter tanggung jawab anak pada aspek moral, (3) Untuk menjelaskan bagaimana pengasuhan yatim piatu dhuafa’ al-amin AMM cabang jetis dalam membentuk karakter tanggung jawab anak pada aspek sosial.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi, untuk memastikan kebenaran dari data yang diperoleh. Metode analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa: (1) Pengasuh menanamkan pada anak asuh untuk selalu menjaga pola makan pola tidur menjaga kebersihan diri menjaga keamanan diri, karena hal yang kelihatannya sepele tersebut, tentunya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, dan termasuk tanggung jawab personal bagi anak, (2) Dalam membentuk tanggung jawab moral peran pengasuh untuk menanamkan tanggung jawab moral anak adalah dengan memberikan hukuman kepada anak yang melanggar peraturan yang telah ditentukan oleh pengasuh, sehingga dengan adanya hukuman anak akan lebih berhati-hati dalam bertindak, dan akan lebih bertanggung jawab, (3) Anak- anak akan peduli kepada lingkungan sosial, jika mereka diajak dan dirangkul dengan begitu anak akan berkontribusi untuk kemajuan lingkungan sosial hal tesebut termasuk salah satu tanggung jawab anak sebagai warga sosial, saling tolong menolong dan bergotong royong
The Effectiveness of Reciprocal Teaching Strategy to Enhance Students' Reading Comprehension and Vocabulary Mastery at SMK PGRI 2 Ponorogo
ABSTRACT
Arista, Vita Refvi. 2024. The Effectiveness of Reciprocal Teaching Strategy to Enhance Students' Reading Comprehension and Vocabulary Mastery at SMK PGRI 2 Ponorogo. Sarjana’s Thesis, English Language Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic Institute of Ponorogo. Advisor: Fenty Andriani, M.Pd.
Key words: reciprocal teaching, reading comprehension, vocabulary mastery.
Reading comprehension is the ability to understand and interpret written texts. Vocabulary mastery is the ability to understand and effectively use a wide range of words and phrases in a language. Improving reading comprehension and vocabulary mastery is an important aspect in language learning. Reciprocal teaching strategies have become a concern in efforts to enhance students' reading comprehension and vocabulary mastery. By involving active interaction between teachers and students, this strategy is expected to make a positive contribution to students' reading comprehension and vocabulary mastery.
This research is purposed to know the effectiveness of reciprocal teaching strategy to enhance students' reading comprehension and vocabulary mastery at SMK PGRI 2 Ponorogo. The purposes of this research are; 1. To find out the significant difference in reading comprehension between students who are taught using reciprocal teaching and those who are not. 2. To find out the significant difference in vocabulary mastery between students who are taught using reciprocal teaching and those who are not.
This research used a quantitative approach with an experimental design using quasi-experiment. The random sample research sample was taken from two classes, namely the experimental class which received learning using a reciprocal teaching strategy and the control class whose learning used the Genre-Based Approach (GBA) strategy. Data collection was carried out through reading comprehension tests and vocabulary mastery tests before and after treatment to enhance students' reading comprehension and vocabulary mastery at SMK PGRI 2 Ponorogo.
The results showed that the application of reciprocal teaching strategy significantly improved students' reading comprehension and vocabulary mastery. The results of statistical tests show that the p or sig value obtained is .023, which is smaller than 0.05. This shows that the difference between the experimental class and the control class in terms of reading comprehension is statistically significant and the results of statistical tests show that the p or sig value obtained is 000 smaller than 0.05. This shows that the difference between the experimental class and the control class in terms of vocabulary mastery is statistically significant. Students who engaged in learning with this strategy showed greater improvement compared to the control group. The conclusions of this research emphasize the importance of using reciprocal teaching strategy in improving students' reading comprehension and vocabulary mastery
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Komparasi Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Discovery Learning terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V di Min 4 Ponorogo
ABSTRAK
Putri, Difa Ananda, 2024. Komparasi Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Discovery Learning terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V di MIN 4 Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Faninda Novika Pertiwi, M.Pd.
Kata kunci : Model Pembelajaran Project Based Learning, Model Pembelajaran Discovery Learning, Hasil Belajar, IPA
Hasil belajar dapat dijadikan ukuran tingkat keberhasilan pemahaman individu atau siswa dalam menempuh pendidikan yang diinginkan. Berdasarkan observasi awal yang di lakukan peneliti di MIN 4 Ponorogo hasil belajar IPA siswa terbilang rendah, di buktikan dengan nilai siswa rata-rata masih di bawah KKM. Nilai siswa rata-rata di bawah 70 bahkan ada yang mendapat nilai 20 dan 30, padahal nilai kreteria ketuntasan minimal adalah 70. Hal ini disebabkan oleh salah satunya kurang tepatnya Model pembelajaran yang digunakan. satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah mencoba menggunakan Model Project Based Learning dan Discovery Learning.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. (2) Mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang menggunakan Model Project Based Learning dengan siswa yang menggunakan Model Discovery learning.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini merupakan peserta didik kelas V MIN 4 Ponorogo yang berjumlah 46 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling Teknik penumpulan data yang digunakan merupakan observasi, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang di gunakan merupakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Paired T Tes dan Uji Independent T Tes.
Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah (1) Terdapat perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning yang diperoleh dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikan ∝ = 0,05. (2) Terdapat perbedaan hasi belajar dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning yang diperoleh dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikan ∝ = 0,05. (3) Berdasarkan hasil Uji Independent T Tes menunjukkan perbedaan hasil belajar IPA dengan model pembelajaran Project Based Learning dan model pembelajaran Discovery Learning. Dengan hasil belajar IPA siswa yang menggunakan Project Based Learning lebih baik di bandingkan dengan yang menggunakan Discovery learning
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG).. PELAKSANAAN PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA SMP NEGERI 1 SAWOO
Fatmazahro, Badi’. 2024. Pelaksanaan Program Tahfidz al-Qur’an dalam Mengembangkan Karakter Religius Siswa SMP Negeri 1 Sawoo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Dr. M. Miftahul Ulum, M.Ag.
Kata Kunci: Tahfidz al-Qur’an, Karakter Religius.
Lembaga pendidikan memiliki peran penting sebagai wadah dalam pembentukan karakter seorang anak. SMPN 1 Sawoo merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Sebagai internalisasi nilai-nilai religius, lembaga ini melakukan optimalisasi melalui program tahfidz al-Qur’an yang diharapkan dapat mendukung proses pengembangan karakter religius pada peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) Pelaksanaan program tahfidz al-Qur’an di SMPN 1 Sawoo, (2) Implikasi program tahfidz al-Qur’an dalam mengembangkan karaker religius siswa SMPN 1 Sawoo, dan (3) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan tahfidz al-Qur’an dalam mengembangkan karakter religius siswa SMPN 1 Sawoo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
studi kasus. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data penelitian ini menggunakan metode Miles, Huberman, dan Saldana berupa pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menemukan hasil bahwa (1) Pelaksanaan program tahfidz al-Qur’an di SMPN 1 Sawoo terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan pertama perencanaan disusun melalui: Menetapkan tujuan program, menetapkan penanggung jawab program tahfidz al-Qur’an, dan menyusun jadwal pelaksanaan program. Tahapan kedua yakni kegiatan pelaksanaan program tahfidz al-Qur’an telah berjalan baik dari proses pra pembelajaran sampai pelaksanaan pembelajaran. Adapun tahapan terakhir adalah evaluasi. (2) Program tahfidz al-Qur’an berimplikasi dalam mengembangkan karakter religius peserta didik SMPN 1 Sawoo, pada aspek religious beliefe (keyakinan beragama), religious practice (melakukan kewajiban), religious feeling (perasaan dekat dengan Allah SWT), dan religious effect (perilaku sosial). (3) Faktor pendukung implementasi program tahfidz al-Qur`an dalam meningkatkan karakter religius siswa di SMPN 1 Sawoo adalah kuatnya kolaborasi dan kerjasama antar sekolah, orang tua, dan peserta didik. Sedangkan faktor penghambat yaitu rendahnya kesadaran siswa dalam belajar dan menghafal al-Qur’an, pembimbingan di rumah yang tumpang tindih dengan pembimbingan di sekolah, serta lingkungan pergaulan yang kurang mendukung
Pesan Dakwah dalam Pagelaran Wayang Kulit Lakon Dewa Ruci Oleh Ki Seno Nugroho
ABSTRAK
Saputra, Riky Fitroh Zendy. 2024. Pesan Dakwah dalam Pagelaran Wayang Kulit Lakon Dewa Ruci oleh Ki Seno Nugroho. Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Ahmad Choirul Rofiq, M.Fil.I.
Kata Kunci: Dakwah, Wayang Kulit, Dewa Ruci
Dakwah adalah tugas suci yang merupakan tanggung jawab setiap muslim dan muslimah untuk mengembannya sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. Pewayangan mempunyai andil besar dalam pengislaman masyarakat Jawa yang dipelopori oleh Wali Songo. Salah satu lakon (cerita) dalam pewayangan yang maknanya cukup kompleks adalah lakon Dewa Ruci. Kisah Dewa Ruci merupakan kisah tentang hasrat manusia yang senantiasa ingin melacak keberadaan Tuhan yang maha Esa.
Penelitian ini bertujuan sebagai berikut. Pertama, menjelaskan pesan dakwah dalam aspek akidah yang disampaikan dalam pagelaran wayang kulit lakon Dewa Ruci. Kedua, menjelaskan pesan dakwah dalam aspek akhlak yang disampaikan dalam pagelaran wayang kulit lakon Dewa Ruci. Ketiga, menjelaskan pesan dakwah dalam aspek syariat yang disampaikan dalam pagelaran wayang kulit lakon Dewa Ruci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian di dukung dengan teori analisis isi.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, pesan dakwah akidah yang terdapat dalam cerita pewayangan lakon Dewa Ruci adalah perintah untuk memiliki sifat tawakal kepada Allah Swt, serta senantiasa berserah diri hanya kepada-Nya. Sifat tersebut sesuai dengan dakwah Islam yang terkandung dalam al-Qur’an, Surat al-Talāq, ayat 3. Kedua, pesan dakwah akhlak yang terdapat dalam cerita pewayangan lakon Dewa Ruci adalah untuk senantiasa bersikap teguh pendirian serta berperilaku budi pekerti yang baik terhadap orang tua, saudara, guru, dan semua orang tanpa terkecuali. Sikap atau pesan dakwah tersebut sesuai dengan dakwah Islam yang terkandung dalam al-Qur’an, Surat al-Baqarah, ayat 83 dan selaras juga dengan hadis nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Ketiga, pesan dakwah syariat yang terdapat dalam cerita pewayangan lakon Dewa Ruci adalah perintah untuk senantiasa menuntut ilmu. Pesan dakwah tersebut sesuai dengan pesan dakwah Islam yang terkandung dalam al-Qur’an, Surat al-Nahl, ayat 43 dan selaras juga dengan hadis nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah