Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Students' Difficulties in Comprehending the English Reading Text at SMA Negeri 1 Jenangan Ponorogo
Reading comprehension is one of the skills that must be mastered by people who are learning English, this is because reading is an integral part of writing, speaking and listening skills. As a subject taught in schools, English as a foreign language is still not close to students' knowledge. This condition is in accordance with the problems at SMA Negeri 1 Jenangan Ponorogo where students experience difficulties such as limited vocabulary, making inference, and several other aspects.
The objectives of this research include; 1) to identify the difficulties faced by the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Jenangan, 2) to identify the solution of causing the students difficulties in comprehending English reading text at the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Jenangan Ponorogo.
Researcher used qualitative methods. Data was collected based on observation, interviews and documentation. The subject of the research were eleventh grade students at SMA Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Data analysis used the Miles and Huberman data analysis technique model which consists of three stages, namely data reduction, data presentation, and data conclusion.
Based on the research results, the researcher found; 1) several difficulties experienced by students, namely, inferences making, knowing words of words, sentences and their connections, and findings structure text. The researcher found students' difficulties in inference making, namely in making conclusions that were still difficult. Students' difficulties in knowing the meanings of words are due to limited vocabulary, students do not know many meanings so students do not understand the meaning of the text they read. Students experienced difficulties in sentences and theirs and finding structure texts, namely they were confused because the text was long. The researcher also examined the strategies used by students to overcome the difficulties they experienced. 2) Researcher found that students used the help of a translator application and students also skimmed the text to find out the meaning of the text they read
Analisis Media Quizizz Sebagai Evaluasi Pada Pembelajaran IPS Terpadu Di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan
Khusna, Kumil Alfia 2024. Media Quizizz Sebagai Evaluasi Pembelajaran IPS Terpadu di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan. Skripsi, Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Siti Zazak Soraya, M.Ed.
Kata Kunci: Media quizizz, evaluasi, pembelajaran IPS.
Penggunaan media kertas dalam penilaian siswa sudah menjadi tradisi yang berlangsung lama. Namun, di era digital ini, metode tersebut perlu dikaji ulang karena memiliki beberapa kekurangan yang signifikan. Dengan hal tersebut guru memberikan inovasi evaluasi pembelajaran terbaru dengan menggunakan platform media quizizz sebagai evaluasi pembelajaran IPS Terpadu. Di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan aplikasi quizizz telah diterapkan selama satu semester. Penggunaan media ini dilakukan dalam bentuk ulangan harian formatif. Kebijakan sekolah yang memperbolehkan siswa membawa HP ke sekolah dengan izin guru menjadi salah satu faktor pendukung penerapan quizizz.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan media quizizz sebagai evaluasi pembelajaran pada pembelajaran IPS Terpadu di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan, mengidentifikasi implikasi media quizizz sebagai evaluasi pembelajaran pada pembelajaran IPS Terpadu di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat media quizizz sebagai evaluasi pembelajaran IPS Terpadu di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan.
Adapun penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi Kasus. Subjek peneliti meliputi waka kesiswaan, guru IPS dan perwakilan sejumlah 3 orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik yang dipilih dalam analisis data adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, trianggulasi sumber, tianggulasi teknik dan trianggulasi waktu.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: Pelaksanaan media quizizz sebagai evaluasi pembelajaran IPS Terpadu di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penerapan quizizz di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan membawa dampak positif dalam hal keadilan dalam evaluasi dan fleksibilitas evaluasi. Quizizz sebagai alat evaluasi pembelajaran memiliki beberapa faktor pendukung utama, termasuk kemudahan penggunaan (user friendly), support sekolah, motivasi guru dan gawai atau sarana prasarana. Namun, ada juga beberapa faktor penghambat, seperti keterbatasan kemampuan siswa dalam memahami soal kuis dan koneksi internet yang kurang stabil. Untuk memastikan penerapan quizizz yang efektif di MTs Muhammadiyah 2 Jenangan, penting untuk mengatasi hambatan-hambatan ini
Implementasi Punishment dan Reward Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut Plalangan Jenangan Ponorogo
Kedisiplinan merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan suatu
proses pembelajaran. Karena jika dalam diri santritidak memiliki sikap yang
disiplin untuk proses pembelajaran, maka akan sulit mencapai sebuah proses belajar
yang efektif. Kedisiplinan sangat membantu proses belajar di Pondok Pesantren,
karena kedisiplinan bisa masuk kesemua hal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis punismnet dan reward dalam
meningkatkan kedisiplinan, khususnya dalam lingkungan pendidik seperti pondok
pesantren. Pendekatan behavioristik dari B.F. Skinner digunakan sebagai teori
utama, dimana punishment bertujuan untuk mengurangi perilaku negatif, sementara
reward diberikan untuk memperkuat perilaku posotif. Implementasi punishment
mencakup teguran lisan, hukuman fisik ringan dan berat dan pemberian edukatif,
sedangkan reward diberikan dalam bentuk pujian dan penghargaan material.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, di mana data
yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, subjek penelitian meliputi
pengasuh pondok, lurah putra dan putri, pengurus keamanan, dan santri putra.
Hasil penelitian ini menujukan bahwa implementasi punishment dan
Reward dilakukan secara seimbang dan dan terstruktur. Punishmen yang diterapkan
mencakup teguran lisan, pekerjaan sosial( seperti membersihkan lingkungan ) dan
dan hukuman berupa syari’at islam. Hokum ini dirancang agar bersifat edukatif dan
tidak merugikan secara fisik atau mental. Sementara itu, Reward diberikan dalam
bentuk pujian dan penghargaan yang efektif dalam meningkatkan notivasi santri
agar berperilaku baik dan tidak melanggar aturan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi punishment dan
Reward secara baik membantu meningkatkan kedisiplinan santri. Selain itu peran
pengasuh dan pengurus dalam pelaksanaan metode ini menjadi faktor penting
dalam keberhasilanya
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA , UBAH FILE KE PDF, UPLOAD ULANG)..Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No. 80/PUU-XVII/2019 dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 76/PUU-XVIII/2020 tentang Rangkap Jaban Wakil Menteri Perspektif Fiqh Siyasah
Chasanah, Widyningsih Nur 2024. Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No. 80/PUU-XVII/2019 dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 76/PUU-XVIII/2020 tentang Rangkap Jabatan Wakil Menteri Perspektif Fiqh Siyāsah. Skripsi Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Sesario Aulia, M.Kn.
Kata Kunci/Keywords: Rangkap Jabatan, Wakil Menteri, Fiqh Siyāsah.
Skripsi ini menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi No.80/PUU-XVII/2019 dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 76/PUU-XVIII/2020 penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan terjadinya pengujian kembali Putusan Mahkamah Konstitusi tentang larangan rangkap jabatan wakil menteri dengan menggunakan teori fiqh siyāsah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Tinjauan Fiqh Siyāsah terhadap pengujian kembali tentang rangkap jabatan wakil menteri dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No. 80/PUU-XVII/2019 menjadi Putusan Mahkamah Konstitusi No. 76/PUU-XVIII/2020?, 2) Bagaimana tinjauan fiqh siyāsah terhadap implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi tentang rangkap jabatan wakil menteri?.
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan normatif dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan buku, jurnal, penelitian terdahulu, serta bahan hukum (peraturan perundang-undangan). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan data mengenai tinjauan fiqh siyāsah terhadap pengujian kembali puusan mahkamah konstitusi tentang larangan rangkap jabatan wakil menteri dan implemtasi putusan mahkamah konstusi tentang rangkap jabatan wakil menteri perspektif fiqh siyāsah.
Dari penelitian yang dilakukan dapat simpulkan bahwa Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan 80/PUU-XVII/2019 dan 76/PUU-XVIII/2020 terkait larangan merangkap jabatan Wakil Menteri yang bertentangan dengan hukum dan keadilan dalam pemerintahan. Meskipun telah ada aturan yang jelas, praktik merangkap jabatan terus terjadi dan menimbulkan kontroversi. Dalam konteks fiqh siyāsah, peran Wakil Menteri dalam pemerintahan Islam dibahas serta konsekuensi pelanggaran seperti peringatan, pencabutan kewenangan, dan pemecatan. Pentingnya kepatuhan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi untuk menjaga pemerintahan yang adil dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan juga ditekankan
Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 2 Ponorogo
Khiyarotulwaro, Niam. 2024. Pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran
IPS siswa kelas viii di SMP Negeri 2 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing:
Dr. M. Syafiq Humaisi, M. Pd.
Kata Kunci: Pembelajaran proyek, Mata pelajaran IPS, Siswa
Pembelajaran berbasis proyek diterapkan sebagai inovasi dalam pengajaran mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Ponorogo, khususnya pada materi pemanfaatan dan potensi sumber daya alam. Penelitian ini berfokus pada siswa kelas VIII D tahun ajaran 2023/2024, yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang isu-isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Bagaimana Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek pada mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Ponorogo, 2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat pembelajaran berbasis proyek pada mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Ponorogo. 3) Bagaimana dampak pembelajaran berbasis proyek pada mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Ponorogo.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru IPS, dan siswa kelas VIII D di SMP Negeri 2 Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Dan teknik yang dipilih dalam analisis data adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan peningkatan ketekunan, triangulasi sumber, Teknik dan waktu.
Hasil penelitian ini diperoleh sebagai berikut: 1) Pembelajaran berbasis proyek terdiri dari tiga tahapan: Tahap perencanaan berfokus pada penyediaan sumber belajar, Tahap pelaksanan realisasi tugas dan pengorganisasian kelompok kerja. Terakhir, tahap evaluasi penting untuk mengukur pencapaian siswa dengan mempertimbangkan aspek pengelolaan, relevansi, dan orisinalitas proyek. 2) Faktor pendukung model pembelajaran berbasis proyek yaitu: Memiliki guru yang profesional dalam pembelajaran, Semangat dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran dan Sarana dan prasarana sekolah yang mendukung dalam proses pembelajaran. Sedangkan Faktor penghambat model pembelajaran berbasis proyek meliputi: Karakteristik siswa didalam kelas yang bermacam-macam, Gaya belajar dan tingkat motivasi pembelajaran yang berbeda, serta Alokasi waktu pembelajaran yang tidak digunakan dengan baik. 3) Dampak pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran IPS adalah menjadikan siswa sebagai generasi yang aktif dan kreatif serta tidak hanya didasarkan pada pemenuhan standar akademik, tetapi juga untuk melatih tanggung jawab dan ketrampilan social
Regulasi Emosi Remaja Korban Broken Home (Studi Kasus di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri)
Menurut BKKBN sebanyak 3.172.498 keluarga di Indonesia telah mengalami konflik cerai hidup. Kondisi keluarga yang tidak harmonis ini dapat memengaruhi kesejahteraan dan perkembangan anggota keluarga, sehingga penting untuk mencari solusi atau dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan hubungan dalam keluarga. Regulasi emosi dapat membantu seseorang untuk berfungsi lebih baik dalam berbagai situasi dan mempromosikan kesejahteraan mental dan emosional yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan regulasi emosi remaja korban broken home dan strategi regulasi emosi remaja korban broken home.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitiannya studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara yang melibatkan sembilan narasumber yakni tiga remaja usia 17-21 tahun yang tidak terpengaruh kenakalan remaja, satu keluarga dan teman dekat dari masing-masing remaja. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan temuan, dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data.
Hasil penelitian ini menunjukan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan regulasi emosi remaja korban broken home yaitu kondisi kesehatan, suasana rumah, hubungan dengan anggota keluarga, hubungan dengan teman sebaya dan bimbingan pengendalian emosi. Untuk meregulasi emosinya ketiga subjek remaja korban broken home dalam penelitian menggunakan strategi expresive supression yang mana remaja lebih memilih menahan diri untuk tidak mengespresikan emosiny
..(GUNAKAN SCAN WARNA PADA LEMBAR KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG)..IMPLEMENTASI BLUE ECONOMY DI DAERAH WISATA PANTAI MUTIARA TRENGGALEK
Restyoningtyas, Oksahidha Ulil. Implementasi Blue Economy di Daerah Wisata Pantai Mutiara Trenggalek Perspektif Ekonomi Islam. Skripsi. 2024. Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Negeri Ponorogo, Pembimbing: Dr. Luhur Prasetiyo, M.E.I.
Kata Kunci: Blue economy dan Ekonomi Islam
Blue economy adalah konsep pembangunan yang berfokus pada pemenfaatan sumber daya alam laut secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam implementasi blue economy di Pantai Mutiara Trenggalek masih ada beberapa kendala yang menghambat keberhasilan tujuan dari blue economy itu sendiri.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaiamana implementasi blue economy, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi blue economy dan dampak implementasi blue economy terhadap pertumbuhan ekonomi kelautan di daerah wisata Pantai Mutiara.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi blue economy di Pantai Mutiara berjalan baik sesuai prinsip blue economy dan konsep islam. Faktor sosial, ekonomi, lingkungan dan kebijakan sangat mempengaruhi terhadap implmentasi blue economy di Pantai Mutiara dan Implementasi blue economy di Pantai Mutiara berdampak positif terhadap lingkungan sekitar, kesejahteraan masyarakat dan pengembangan wisata.
Saran untuk peneliti setelahnya untuk mendukung penggunaan teknologi yang efesien dan ramah lingkungan serta inovasi dalam produk yang dihasilkan. Agar implementasi blue economy dapat berjalan maksimal dan tujuan blue economy dapat tercapai
Penggunaan Model Project Based Learning Dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Siswa Pada Pembelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 4 Ponorogo
Fajar, Miftahul. 2024. Pengunaan Model Project Based Learning dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Siswa pada Mata Pembelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 4 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. M. Syafiq Humaisi, M.Pd.
Kata kunci : Project based Learning, Tanggung Jawab, IPS
Model Project Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mendorong peserta didik menjadi lebih aktif, mandiri, dan kreatif. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis proyek dapat membangun karakter peserta didik terutama pada kreativitas dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Salah satu sekolah yang telah menerapkan model Project Based Learning dalam pembelajaran IPS Terpadu adalah SMP Negeri 4 Ponorogo.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisis pelaksanaan model project based leaarning pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 4 Ponorogo. (2) mengetahui dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat pengunaan model projetc based learning dalam membentuk karakter siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo. (3) mengetahui dan menganalisis dampak pengunaan model project based learning di SMPN 4 Ponorogo.
Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru IPS,dan siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Dan teknik yang dipilih dalam anlisis data adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan peningkatan ketekunan, tringulasi sumber, teknik dan waktu.
Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) pelaksanaan model project based learning dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo yaitu Pertama, Orientasi siswa terhadap masalah auntentik. Kedua, mengorganisasikan peserta didik. Ketiga, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, keempat, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Kelima, pembiasaan baik dari guru. (2) adapun faktor pendukung penggunaan model project based learning dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa yaitu guru yang profesional dan siswa yang antusias dan fakor penghambat penggunaan model project based learning dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa yaitu maslah waktu yang relatif pendek. (3) dampak penggunaan model project based learning dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa yaitu pertama, siswa lebih melaksanakan tugas individu dengan baik. Kedua, siap menerima dampak dari apa yang dilakukan. ketiga, inisiatif untuk berpartisipasi aktif dalam belajar. Keempat, disiplin dalam menejemen sumber belajar dan memiliki kesiapan belajar mandiri
Manajemen Kurikulum dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 3 Sambit Ponorogo
Programme for International Student Assessment (PISA) mengungkapkan bahwa negara Indonesia pada tahun 2022 mengalami penurunan pada hasil belajar esensial seperti literasi membaca, matematika dan sains. Berdasarkan fakta tersebut, maka perlu adanya perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan salah satunya melalui manajemen kurikulum. SMPN 3 Sambit menerapkan manajemen kurikulum bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan secara berkesinambungan.
Kurikulum memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan, maka dari itu kurikulum perlu dikelola dengan baik dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan perencanaan kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 3 Sambit; (2) mendeskripsikan pelaksanaan kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 3 Sambit; (3) mendeskripsikan evaluasi kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 3 Sambit.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 3 Sambit Ponorogo dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Ketekunan pengamatan dan triangulasi digunakan untuk menguji keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 3 Sambit dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu (a) memahami karakteristik satuan pendidikan, (b) menyusun visi, misi dan tujuan satuan pendidikan, (c) melakukan pengorganisasian pembelajaran, (d) melakukan perencanaan pembelajaran, (e) merencanakan sistem pendampingan, evaluasi dan pengembangan profesional; (2) bentuk pelaksanaan kurikulum di SMPN 3 Sambit melalui pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler dan kokurikuler berupa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila; (3) evaluasi kurikulum yang diterapkan di SMPN 3 Sambit sudah baik dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa dari waktu ke waktu. Adapun tahapan evaluasi terebut meliputi (a) evaluasi pada kegiatan kurikulum meliputi evaluasi dokumen KOSP, evaluasi perencanaan pembelajaran, evaluasi pelakanaan pembelajaran, evaluasi penilaian pembelajaran dan evaluasi pengolahan hasil belajar; (b) evaluasi dalam kegiatan pembelajaran meliputi evaluasi formatif dan sumatif
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..Implementasi Prinsip Ukhuwah Dalam Pelayanan Frontliner Pada Bank Muamalat KCP Madiun
Pratiwi, Annisa Pisca. Implementasi Prinsip Ukhuwah dalam Pelayanan Frontliner pada Bank Muamalat KCP Madiun. Skripsi. 2024. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Ratna Yunita, M.A.
Kata Kunci: Implementasi Prinsip Ukhuwah, Pelayanan Frontliner, Kepuasan Nasabah
Kajian skripsi ini dilatar belakangi pada pelayanan frontliner yang dikhususkan untuk nasabah. Dengan implementasi prinsip ukhuwah melalui pelayanan frontliner. Dalam pelayanan frontliner Bank Muamalat menerapkan prinsip ukhuwah, dengan fokus pada aspek keandalan, responsivitas, empati, dan keramahan. Terdapat alasan Bank Muamalat menerapkan prinsip ukhuwah karena adanya keluhan nasabah terkait kecepatan dan kualitas layanan yang dinilai kurang responsif serta kurangnya keramahan staff frontliner.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pelayanan yang diberikan frontliner pada Bank Muamalat KCP Madiun. 2) untuk mengetahui penerapan prinsip ukhuwah dalam pelayanan frontliner di Bank Muamalat KCP Madiun. 3) untuk mengetahui efektivitas prinsip ukhuwah terhadap pelayanan frontliner pada Bank Muamalat KCP Madiun.
Metode dan jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian melakukan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Kemudian, untuk mengecek keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu mencatat fenomena yang dilihat maupun didengar dengan teliti kemudian menjawab tujuan dari penelitian ini.
Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa SOP 3S (Senyum, Sapa, Salam) telah diterapkan, terdapat kekurangan dalam pelaksanannya, termasuk ketidakpuasan nasabah terkait waktu tunggu yang lama, keterbatasan petugas, dan kurangnya keramahan di awal jam operasional. Oleh karena itu, penerapan prinsip ukhuwah belum sepenuhnya memenuhi harapan nasabah, sehingga diperlukan peningkatan dalam pelatihan sikap empatik, efisiensi waktu, dan penambahan tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan nasabah