Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS IV

    No full text
    Kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah kecerdasan emosional dan motivasi belajar. Keduanya menjadi bagian dari dalam diri siswa yang berperan besar dalam mencapai kemampuan critical thinking. Realitanya di SDN 1 Nologaten masih terdapat sejumlah siswa yang mempunyai kemampuan berpikir kritis atau critical thinking di bawah rata-rata yaitu nilainya kurang dari 52. Fenomena tersebut tentunya disebabkan karena faktor kecerdasan emosional dan motivasi belajar siswa yang kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan (1) pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas IV SDN 1 Nologaten; (2) pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas IV SDN 1 Nologaten; dan (3) pengaruh secara simultan antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas IV SDN 1 Nologaten. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode yang dipakai adalah ex post facto. Populasi yang dipakai dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SDN 1 Nologaten tahun pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 32 siswa, dan semua populasi menjadi sampel. Sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik sampling jenuh non probability. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik penyebaran angket dan soal tes. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t dan uji f. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan (1) ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas IV SDN 1 Nologaten. Hasil anlisis diperoleh thitung 6,493 lebih besar dari ttabel 2,042 besar pengaruhnya adalah 58,4%; (2) ada pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas IV SDN 1 Nologaten. Hasil anlisis diperoleh thitung 3,672 lebih besar dari ttabel 2,042 besar pengaruhnya adalah 31%; dan (3) ada pengaruh secara simultan antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas IV SDN 1 Nologaten secara simultan. Hasil anlisis diperoleh Fhitung 36,419 lebih besar dari Ftabel 3,328 besar pengaruhnya adalah 71,5%. Akan tetapi jika dibandingkan lebih berpengaruh kecerdasan emosional dibandingkan dengan motivasi belajar yaitu 58,4% lebih besar dari 31%

    ..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PEGESAHAN, UPLOAD ULANG)..Harmonisasi Relasi Sosial dalam Merawat Keberagaman Santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Mlarak Ponorogo

    No full text
    Kehidupan sosial tidak akan bisa terlepas dari sebuah keberagaman, dimana keberagaman menjadi warna dalam kehidupan sosial manusia. Namun keberagaman ini juga dapat menjadi potensi terhadap munculnya konflik antar individu maupun kelompok. Fakta ini menjadi sebuah permasalahan di Indonesia terutama pada lembaga pendidikan pesantren yang memiliki banyak santri dan beragam suku, budaya, adat, warna kulit, dan bahasa. Dalam hal ini perlu adanya harmonisasi relasi sosial di lingkungan pesantren dalam merawat keberagaman santri di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) langkah-langkah harmonisasi relasi sosial dalam merawat keberagaman santri di Pondok Modern Darussalam Gontor, 2) faktor yang mempengaruhi harmonisasi relasi sosial di Pondok Modern Darussalam Gontor, dan 3) implikasi harmonisasi relasi sosial di Pondok Modern Darussalam Gontor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data model Miles, Huberman dan Saldana, yaitu menganalisis data dengan meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Analisis data kualitatif dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data berlangsung. Hasil dari penelitian: 1) langkah-langkah harmonisasi relasi sosial di Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah dilakukan yaitu melibatkan santri kedalam banyak dinamika pondok, menanamkan nilai Ta’a>rruf, Tafahhum, dan Ta’a>wun, pembauran secara bertahap, mewadahi santri dengan konsulat, memahamkan kepada seluruh warga pondok untuk mengetahui status masing-masing, mengadakan pekan perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, dan juga internalisasi nilai-nilai Panca Jiwa. 2) terdapat dua faktor yang mempengaruhi harmonisasi relasi sosial di Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya antara lain yaitu komitmen kebersamaan, orientasi dan landasan filosofis yang jelas, dan pemahaman yang baik tentang keberagaman. Faktor penghambatnya yaitu kultur budaya yang terlalu melekat dalam diri santri, santri belum masuk secara keseluruhan ke dalam pondok, dan fanatisme daerah yang berlebihan. 3) harmonisasi relasi sosial di Pondok Modern Darussalam Gontor berimplikasi bagi pondok, santri, alumni, dan juga lembaga pendidikan pesantren yang lain. Implikasi tersebut adalah menciptakan relasi sosial pondok yang harmonis, serta menjadi modal sosial bagi santri, dan juga menginspirasi lembaga pendidikan pesantren yang lain untuk menerapkan sistem yang sama. Kata kunci: Harmonisasi, Relasi Sosial, Keberagaman,Santri

    (TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN BERMATERAI DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG).. Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak Dalam Materi Tawadhu’ Siswa Kelas VIII Di Mts Ma’arif Al-Mukarrom Kauman Sumoroto Ponorogo

    No full text
    Kustia, Dailya Rahma. 2024. Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak Materi Tawadhu’ kelas VIII Mts Ma’arif Al-Mukarrom Sumoroto. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Kharisul Wathoni, M.Pd,I. Kata Kunci: Implementasi, Akidah Akhlak, Tawadhu’ Pendidikan adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sebab pendidikan merupakan sarana pembentukan kepribadian. Pendidikan merupakan salah satu pengajaran yang diselenggarakan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan ialah membimbing manusia dari kegelapan, kebodohan, dan pencerahan pengetahuan. Pendidikan merupakan bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian utama. Setiap orang wajib mendapatkan pendidikan, didalam dunia pendidikan biasa disebut dengan pembelajaran. Pembelajaran adalah setiap kegiatan yang disusun untuk membantu seseorang dalam memahami suatu kecakapan. Oleh karena itu dalam kegiatan pembelajaran pemahaman karakteristik setiap individu sangat penting dilakukan ketika belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan akhlaqul karimah dalam diri peserta didik dalam pembentukan karakter sifat Tawadhu’ di Mts Ma‟arif Al-Mukarrom Sumoroto, selain itu juga menganalisis dampak dan problematika pembentukan karakter Tawadhu’ siswa melalui pembelajaran Akidah Akhlak di Mts‟ Ma‟arif Al-Mukarrom Sumoroto. Adapun penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, adapun teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teknik analisis data interaktif Miles, Huberman, dan saldana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, yang mencakup kata-kata dan kalimat informasi narasumber dan tindakan dari objek penelitian dengan jumlah sembilan partisipan, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan proses pembelajaran Akidah Akhlak kelas VIII yaitu menyusun RPP, menentukan tujuan yang akan dicapai, menentukan metode pembelajaran, menentukan media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, penekanan karakter Tawadhu’. Dampak dari adanya pembentukan sikap Tawadhu’ tentunya cenderung pada dampak positif, guru Akidah Akhlak dalam membiasakan sikap Tawadhu’ yaitu dengan membudayakan berbicara santun, rendah hati, suka menolong kepada sesama, patuh kepada nasehat guru, rajun belajar. Pembiasaan sikap Tawadhu’ diperlukan untuk melatih siswa agar terbiasa bersikap Tawadhu’ dan Problematika pembentukan karakter Tawadhu’ siswa di Mts Ma‟arif Al-Mukarrom Sumoroto

    Profil Kreativitas Peserta didik Melalui Kegiatan Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kelas 5 SDN 1 Nglumpang.

    No full text
    ABSTRAK Kusumawati, Putri Lidiya. 2024. Profil Kreativitas Peserta Didik Melalui Kegiatan Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Peserta Didik Kelas V di SDN 1 Nglumpang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing. Weni Tria Anugrah Putri, M.Pd. Kata kunci: Kreativitas, Projek P5, Tema Kewirausahaan Penelitian yang dilakukan di SDN 1 Nglumpang dilatar belakangi adanya kemampuan kreativitas pada peserta didik melalui pelaksanaan kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila dengan tema kewirausahaan, tema tersebut diambil untuk peserta didik memiliki wawasan berpikiran ke depan membentuk pribadi yang memiliki jiwa kewirausahaan yang dapat memanfaatkan lingkungan sekitarnya. Pelatihan pembentukan kreativitas peserta didik di sekolah tersebut dituangkan dalam kegiatan projek P5 di kelas dengan kegiatan mendaur ulang sampah yang dijadikan sebuah karya baru yang bernilai, sehingga pembentukan kreativitas pada peserta didik ini tentu akan mendorong peserta didik untuk lebih kreatif dan berkembang lebih cepat dan baik dibandingkan dengan anak yang belum mendapatkan pelatihan berkreatif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan kreativitas peserta didik melalui projek P5 aspek kewirausahaan ditinjau dari kelancaran (fluency); (2) Mendeskripsikan kreativitas peserta didik melalui projek P5 aspek kewirausahaan ditinjau dari keluwesan (flexibility); (3) Mendeskripsikan kreativitas peserta didik melalui projek P5 aspek kewirausahaan ditinjau dari keaslian (originality); (4) Mendeskripsikan kreativitas melalui projek P5 kewirausahaan ditinjau dari terperinci (elaboration) pada peserta didik kelas V di SDN 1 Nglumpang. Penelitian yang peneliti gunakan adalah metode kualitatif dan jenis penelitiannya studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan kemudian terakhir mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan kreativitas peserta didik memuat kelancaran/fluency dikategorikan baik dan lancar, hal ini, dibuktikan kemampuan mereka dalam menyusun, membentuk sebuah karya dengan lancar dan terselesaikan dengan baik; (2 Kemampuan kreativitas peserta didik memuat keluwesan/flexibility sudah dibilang cukup luwes dalam memilih, mencocokkan bahan-bahan yang diperlukan, misalkan bahan tersebut sudah kehabisan ditoko dapat menggantinya dengan bahan yang ada dan saat bekerja sama dengan kelompok membuat sebuah karya di kelas; (3) Kemampuan Kreativitas peserta didik memuat keaslian/originality belum dikatakan sepenuhnya asli hal ini, dibuktikan kemampuan peserta didik masih diteknik memodifikasi hasil karya yang dibuat; (4) Kemampuan kreativitas peserta didik memuat elaborasi/terperinci, kemampuan peserta didik menguraikan tahap demi tahap yang dilakukan dalam pembuatan sebuah karya secara detail dan rinci

    (persetujuan pembimbing belum ada, judul harus di tulis huruf kecil semua)..IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL UNTUK MEMBANGUN KERUKUNAN BERAGAMA DI SMP KATOLIK HARAPAN SLAHUNG PONOROGO

    No full text
    ABSTRAK Indonesia merupakan negara multicultural yang memiliki keberagaman agama. Keberagaman tersebut dinilai sebagai realitas dan sunnatullah yang hendaknya dijaga. Namun, hal tersebut dapat pula memicu munculnya konflik. Penelitian ini berangkat dari keunikan yang ada di SMP Katolik Harapan yang memiliki keberagaman agama warga sekolah, yakni Islam, Katolik dan Kristen, meski berlabelkan sekolah Katolik justru mayoritas peserta didik beragama Islam. Penanaman dan penerapan nilai-nilai multikultural dapat dilihat melalui school culture atau budaya sekolah yang tercermin dalam program kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler juga melalui classroom culture dalam pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) Penerapan nilai-nilai multikultural di SMP Katolik Harapan, Slahung, Ponorogo, 2) Strategi penerapan nilai-nilai mutikultural dalam membangun kerukunan beragama di SMP Katolik Harapan, Slahung, Ponorogo, dan 3) Dampak penerapan nilai-nilai multikultural dalam membangun kerukunan beragama di SMP Katolik Harapan, Slahung, Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data model Miles, Huberman dan Saldana, yaitu menganalisis data dengan meliputi kondensasi data (condensation data), menyajikan data (display data), menarik kesimpulan (conclusion drawing and verification). Analisis data kualitatif dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data berlangsung. Hasil dari penelitian: 1) Penerapan nilai-nilai multikultural di SMP Katolik Harapan dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler meliputi al-ta’aruf (saling mengenal) melalui kegiatan MPLS, al-tawassut{ (moderat) melalui adanya 10 perintah Allah, al-tasa>muh{ (toleransi) pada perayaan Misa, Natal dan Idhul Fitri, al-ta’a>wun (tolong-menolong) dalam kerja bakti, membersihkan gereja dan bagi ta’jil, dan al-tawa>zun (harmoni) terlihat pada suasana kelas yang inklusif dan peraturan yang setara dan adil. 2) Strategi penerapan nilai-nilai mukltikultural dalam membangyn kerukunan beragama di SMP Katolik Harapan dilakukan melalui 4 pendekatan yakni kontribusi, aditif, transformasi dan aksi sosial. 3) implikasi penanaman nilai-nilai multikultural dalam membangun kerukunan beragama di SMP Katolik Harapan, Slahung, Ponorogo yang terwujud dalam dialog dan kerjasama antarumat beragama, saling mengenal dengan mengadakan pentas seni, meyakini agama sendiri dan menghargai agama orang lain, do’a bersama berdasarkan keyakinan masing-masing, saling mengucapkan selamat pada perayaan hari besar masing-masing agama, tidak adanya larangan penggunaan atribut yang melambangkan sebuah agama. Kata kunci: Implementasi, Nilai-nilai Multikultural, Kerukunan Beragama

    تحليل كان وأخواتها فى كتاب تيسير الخلاق للشيخ حافظ حسن المسعودى وتطبيقها في تعليم النحو (UPLOAD ULANG...FILE TIDAK MUNCUL..)

    No full text
    الحميدة, النّساء. 2024. تحليل كان وأخواتها فى كتاب تيسير الخلاق للشيخ حافظ حسن المسعودى وتطبيقها في التعليم النحو. البحث العلمي. الكلّيّة التّربيّة والعلوم التّعليمية قسم اللّغة العربيّة الجامعة الإسلاميّة الحكوميّة فونوروجو. المشرف : الدكتور اندوس الحاج حسن الماجستير. الكلمات الأساسية : كان وأخواتها, كتاب تيسر الخلاق, تعليم النحو. اللغة العربية فروع من العلوم منها النحو والصرف والبلاغة. والنحو هو المادة الرئيسية التي تؤثر في اللغة العربية، لأنه بإتقان النحو يستطيع المرء فهم اللغة العربية وقراءة الكتب العربية بشكل سليم وصحيح. ويتطلب تعلم النحو نظريًا وتطبيقًا لتسهيل فهم الطلاب للمادة في المدرسة. وأما أهداف البحث هذا البحث العلمي هي: (1) معرفة أنواع الاسم والخبر "كانَ وأخواتُها" في كتاب تيسير الخلاق، (2) معرفة تطبيق تعليم كانَ وأخواتُها في كتاب تيسير الخلاق. والمنهجية المستخدمة في هذا البحث هي دراسة نوعية وصفية مع طريقة البحث المكتبي. يعتمد تحليل هذه كان واخواتها الى نظرية علم النحو. يستخدم منهج البحث لجمع البيانات وتحليلها بنظرية علم النحو. وأما نتيجة في هذا البحث، فقد اختيركتاب تيسير الخلاق للشيخ حافظ حسن المسعودي موضوعاً للبحث، لأن هذا الكتاب يتكون من 31 باباً، وليس كل الأبواب تحتوي على كان وأخواتها. هناك 19 كان بصيغة الماضي، و11 كان بصيغة المضارع، و1 بصيغة الأمر. تتألف أخوات كان من 5 ليس، و1 ما زال، و1 ما دام. تم تطبيق كان وأخواتها في تعليم النحو باستخدام طريقتين: الطريقة القياسية والطريقة الاستقرائية

    ..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN INKLUSI DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI ENTREPRENEURSHIP SISWA DI SMP NEGERI 2 SATU ATAP JAMBON PONOROGO

    No full text
    MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN INKLUSI DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI ENTREPRENEURSHIP SISWA DI SMP NEGERI 2 SATU ATAP JAMBON PONOROGO ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi Pendidikan harus dimiliki semua orang termasuk anak berkebutuhan khusus. Setiap manusia punya hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan mendapatkan pendidikan demi kelanjutan kehidupannya yang lebih baik. Tidak membedakan apakah warna kulitnya, rasnya, agama, maupun genetiknya, dalam pendidikan setiap orang berhak untuk sejajar. Berdasarkan data yang dihimpun Kemenko PMK Kabupaten Ponorogo, jumlah penduduk miskin kota Reog mencapai 90.000 orang. Dari jumlah itu, 86.000 lainnya masuk kategori penduduk miskin ekstrem. Kemiskinan ekstem di Ponorogo ini disebabkan oleh kondisi pendapatan warga yang sangat rendah dan tidak memiliki sumber penghasilan tetap, khususnya, di Kecamatan Jambon, Desa Krebet dan sekitarnya masih banyak dijumpai masyarakat yang mengalami permasalah tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menggadakan sekolah inklusi dan mengantisipasi melalui penguatan keterampilan dan jiwa kewirausahaan pesrta didik. Salah satu mata pelajaran yang mengembangkan keterampilan dan kewirausahaan adalah prakarya yang bertujuan mengembangkan keterampilan peserta didik. SMPN 2 Satu Atap Jambon adalah salah satu lembaga pendidikan di Ponorogo yang sejak tahun 2015 mendapat SK sebagai sekolah penyelenggara Pendidikan inklusi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo dan menerapkan pelajaran prakarya pada jenjang menengah pertama. SMPN 2 SATAP Jambon Ponorogo adalah sekolah yang menerapkan prakarya kepada siswanya. Maka dari itu diperlukan manajemen kurikulum pendidikan inklusi yang baik dan sistematis dalam pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan, mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi manajemen kurikulum pendidikan inklusi dalam pengembangan kompetensi entrepreneurship siswa di SMPN 2 Satu Atap jambon Ponorogo. Peneliti menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal yaitu tempat atau lokasi penelitian hanya satu. Metode yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data penelitian yaitu metode wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis datanya menguunakan model Matthew B. Milles, A. Michael Huberman, dan Saldana sebagai acuan. Analisis data penelitian berupa pengumpulan data, pengayaan data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Perencanaan kurikulum pendidikan inklusi dalam pengembangan kompetensi entrepreneurship siswa di SMPN 2 Satu Atap Jambon Ponorogo meliputi perumusan visi dan misi, asesmen lingkungan internal dan eksternal, menyusun rencana kerja 2) Pelaksanaan kurikulum pendidikan inklusi dalam pengembangan kompetensi entrepreneurship siswa di SMPN 2 Satu Atap Jambon Ponorogo meliputi berintegrasi dalam pembelajaran(intrakurikuler), berintegrasi daam ekstrakurikuler, dan pemasaran produk. 3) Evaluasi kurikulum pendidikan inklusi dalam pengembangan kompetensi entrepreneurship siswa di SMPN 2 Satu Atap Jambon Ponorogo meliputi Evaluasi Formatif dan sumatif, Rapat Dinas, Rapat akhir semester. Kata Kunci: Manajemen Kurikulum, Pendidikan Inklusi, Kompetensi Entrepreneurshi

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN, PENGESAHAN, KEASLIAN TULISAN, DAN PERSETUJUAN PUBLIKASI, UPLOAD ULANG).. KETAHANAN KELUARGA PADA PASANGAN YANG BELUM MEMILIKI KETURUNAN DI DESA BALEREJO KECAMATAN KEBONSARI KABUPATEN MADIUN

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari fenomena pasangan yang belum memiliki keturunan di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Secara umum, pernikahan sering kali diharapkan akan menghasilkan keturunan. Namun, meskipun belum diberkahi dengan anak, pasangan-pasangan ini tetap mampu menjaga keutuhan hubungan pernikahan mereka selama beberapa tahun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali, dan memahami konsep yang mendorong ketahanan keluarga (family resilience) pada pasangan yang belum memiliki keturunan. Serta metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam. Data dikumpulkan dari empat pasangan di wilayah tersebut yang mengalami ketidakhadiran anak dalam kehidupan keluarga mereka. Hasil penelitian atau temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pasangan yang belum memiliki keturunan mengelola emosi dan tekanan dalam menjaga keutuhan dan kebahagiaan keluarga mereka. Selain itu, tinjauan tentang ketahanan keluarga juga merupakan pemantau seberapa besar ketahanan yang dimiliki oleh keluarga subyek informan. Penelitian ini diharapkan memberikan pandangan terksait kemampuan strategi keberlangsungan hidup pasangan yang belum memiliki keturunan dalam upayanya untuk diberikan keturunan, serta strategi alternatif jangka panjang dalam pemeliharaan kehidupan mereka. Kemudian, kohesi keluarga dan dukungan emosional antara pasangan juga turut berperan dalam membangun ketahanan keluarga. Keberadaan ikatan yang kuat antara pasangan dan dukungan satu sama lain dalam menghadapi segala rintangan membantu menjaga stabilitas dan keseimbangan dalam hubungan mereka. Selain itu wawasan yang lebih dalam tentang dinamika dan strategi yang digunakan oleh pasangan yang belum memiliki keturunan di untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan keluarga mereka. Dengan hasil berupa pentingnya memperkuat sumber daya sosial, komunikasi, dan keterlibatan dalam keagamaan untuk meningkatkan ketahanan keluarga, khususnya bagi pasangan yang mengalami kesulitan untuk dikaruniai kehadiran anak di kehidupan berkeluarga

    Peran guru ekstrakurikuler dalam menumbuhkan motivasi baca tulis al-qur'an peserta didik di mi al muna sobontoro magetan

    No full text
    Choiriyah, Widya Lailatul. 2024. Peran Guru Ekstrakurikuler dalam Menumbuhkan Motivasi Baca Tulis Al-Qur’an Peserta Didik di MI Al-Muna Sobontoro Magetan, Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dwi Ulfa Nurdahlia, M.Si. Kata Kunci: Peran Guru Ekstrakurikuler, faktor penghambat dan pendukung, Peserta didik. Peran guru eksrakulikuler dalam menumbuhkan motivasi baca tulis Al-Qur’an paling penting dalam pendidikan dan pencapaian keberhasilan pembelajaran di sekolah yaitu sebagai pembimbing, motivator,dan fasilitator. Keadaan peserta didik di MI Al-Muna Sobontoto Magetan dalam memahami pembelajaran baca tulis Al-Qur’an masih heterogen, ada yang sudah sesuai dengan yang diharapkan guru dan ada yang belum. Maka dari itu, perlu bimbingan yang intensif dalam menumbuhkan motivasi baca tulis Al-Qur’an tersebut. Peran guru disinilah sangat diperlukan dalam menumbuhkan motivasi peserta didik supaya peserta didik mencapai keberhasilan didalam pembelajaran Ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan peran guru Ekstrakurikuler baca tulis Al-Qur’an dalam menumbuhkan motivasi baca tulis Al-Qur’an peserta didik di MI Al-Muna Sobontoro Magetan (2) untuk mendeskripsikan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam menumbuhkan motivasi baca tulis Al-Qur’an peserta didik di MI Al-Muna Sobontoro Magetan. Adapun penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan model Milles dan Huberman meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) peran guru Ekstrakurikuler dalam menumbuhkan motivasi baca tulis Al-Qur’an peserta didik di MI Al-Muna Sobontoro Magetan yang pertama yaitu sebagai edukator, pendidik berperan sebagai teladan bagi peserta didiknya, dan juga melalui kegiatan pembiasaan, yang kedua sebagai motivator dengan memberikan dukungan, memberikan nasihat, guru menciptakan kompetisi, membuat kelompok, dan memberikan hadiah bagi peserta didik yang berprestasi, yang ketiga sebagai fasilitator yaitu sebagai fasilitator guru memberi kemudahan dan membantu peserta didik dalam pemahaman materi, membangun hubungan dekat dan akrab dengan peserta didik, dan membimbing dengan pendekatan terhadap peserta didik yang mengalami masalah dan mengajak peserta didik terbuka tentang permasalahannya dan (2) faktor penghambat dalam menumbuhkan motivasi baca tulis Al-Qur’an peserta didik di MI Al-Muna Sobontoro Magetan yaitu siswa, keterbatasan waktu belajar, dan sarana prasarana, sedangkan fator pendukung dalam menumbuhkan motivasi baca tulis Al-Qur’an peserta didik di MI Al-Muna Sobontoro Magetan yaitu keluarga atau orang tua, teman atau lingkungan sekitar,dan sarana prasarana yang ada di sekolah

    ..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG).. Model Pendidikan Karakter Sosial Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya pemerosotan karakter sosial santri yang tinggal di lingkungan pondok pesantren, seperti memudarnya budaya gotong royong para santri dan lebih memilih bersikap eksklusif. Kemudian adanya temuan bahwa ketika ada seorang santri yang sedang sakit, teman yang lain cenderung kurang memperhatikan dan justru bersikap acuh. Hal ini menunjukkan lemahnya karakter sosial santri berupa sikap kepedulian dan komunikatif. Realita tersebut merupakan masalah yang perlu diteliti dan dicarikan solusinya, karena ketika permasalahan karakter sosial ini tidak ditangani maka bisa merusak nama baik pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang menekankan dalam pembentukan karakter yang mulia. Berdasarkan penjajakan data awal, peneliti menemukan adanya pendidikan karakter sosial melalui kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo dalam membentuk karakter sosial santri; (2) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan multikultural yang terdapat di dalam kegiatan tersebut dalam membentuk karakter sosial santri; (3) mendeskripsikan dampak positif dari pelaksanaan kegiatan tersebut dalam membentuk karakter sosial santri di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori menurut Miles, Huberman, dan Johnny Saldana yang meliputi kegiatan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini adalah: (1) Bentuk kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo dalam membentuk karakter sosial santri adalah melalui kegiatan Muhāḍarah dan Pramuka. Kegiatan ini dilaksanakan menggunkan model suplemen; (2) Kegiatan Muhāḍarah dan Pramuka di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo sebagai bentuk pendidikan nilai karakter sosial santri memuat nilai-nilai pendidikan multikultural, yaitu nilai kesetaraan, keadilan, kemajemukan, dan demokrasi; (3) Pelaksanaan kegiatan Muhāḍarah memberikan dampak positif terhadap terbentuknya sikap tanggung jawab dan komunikatif para santri. Sedangkan di dalam kegiatan Pramuka memberikan dampak positif terhadap terbentuknya sikap komunikatif, toleransi, disiplin, tanggung jawab, dan peduli sosial para santri

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇