Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Pemaksaan Nikah Dini Perspektif Sosiologi Hukum (Studi Kasus di Desa Bedikulon Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo)
Sebagaimana tercantum dalam Pasal 6 Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019 ayat (1) tentang Perkawinan, perkawinan harus didasarkan pada persetujuan kedua belah pihak atau calon mempelai secara tertulis yang disahkan oleh Pegawai Pencatat Perkawinan. Persetujuan tersebut juga mengikat pihak ketiga yang terkait. Dalam Pasal 7 Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019 ayat (1) tentang Perkawinan, perkawinan hanya diizinkan jika pria dan wanita telah mencapai usia 19 tahun.
Rumusan dalam penelitian ini adalah Bagaimana alasan orang tua menikahkan anaknya di usia dini dalam perspektif sosiologi hukum? Bagaimana dampak sosiologis pernikahan dini di Desa Bedikulon Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo dalam perspektif sosiologi hukum?
Adapun skripsi ini menggunakan jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif, dimana peneliti berperan sebagai aktor sentral dalam pengumpulan dan pengolah data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara dan dokumentasi.
Dari penelitian yang dilakukan selama skripsi dapat disimpulkan bahwa alasan orang tua menikahkan anaknya di usia dini dalam perspektif sosiologi hukum, yaitu: Pertama, alasan ekonomi. Kedua, alasan agama. Ketiga, alasan hamil di luar nikah. Dampak sosiologis pernikahan dini di Desa Bedikulon Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo dalam perspektif sosiologi hukum dibagi menjadi 4, yang pertama dampak terhadap pasangan suami dan istri : tidak dapat memenuhi ataupun bahkan tidak tahu tentang hak dan kewajiban sebagai suami istri. Yang kedua dampak masing-masing keluarga : mendapat gunjingan atau kritik dari orang lain. Yang ketiga dampak hukum : pernikahan tersebut melanggar ketentuan undang-undang tersebut. Yang keempat dampak psikologis dan biologis : belum matangnya pola pikir dan belum ada kesiapan diantara suami-istri maka keharmonisan sulit didapatkan terlebih para pelaku masih meninggikan ego pribadi
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI MTSN 8 MAGETAN
Jannah, Roykatul. 2024. Peran Kepala Madrasah dalam meningkatkan Kualitas Tenaga Pendidik (Guru) dan Kependidikan (TU) di MTsN 8 Magetan. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd.
Kata Kunci: Peran Kepala Madrasah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi sangat penting bagi mendorong kemajuan suatu madrasah. Madrasah dengan sumber daya manusia yang kurang memadai seperti kurangnya disiplin serta kurangnya pelatihan coaching oleh sebab itu kepala madrasah berkewajiban melakukan pembinaan terhadap sumber daya manusia yang tersedia seperti tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, agar memiliki kemampuan yang berkualitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Peran kepala madrasah sebagai Manajer dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, (2) Peran kepala madrasah sebagai Supervisor dalam meningkatkan kualitas kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, (3) Peran kepala madrasah sebagai Motivator dalam meningkatkan kualitas kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian dilakukan dengan empat tahapan yaitu, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Berdasarkan hasil analisis data di MTsN 8 Magetan ditemukan bahwa (1) Peran kepala madrasah sebagai Manajer a). Melakukan perencanaan pembelajaran dengan mengawasi guru menyiapkan silabus dan RPP, b). Mengorganizing menempatkan guru dan staf yang sesuai dengan jenjang pendidikannya, c). Memberikan kesempatan terhadap tenaga pendidik maupun kependidikan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki melalui kegiatan seminar, diklat dan MGMP serta memberikan ruang dan waktu untuk tenaga pendidik maupun kependidikan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, d). Melakukan evaluasi berupa rapat di setiap minggu dan bulan guna melihat sejauh mana progres yang sudah dilaksanakan dan dicapai. (2) Peran kepala madrasah sebagai Supervisor 1). Membantu guru dan staf dalam proses belajar dan menilai langsung kurikulum yang sedang dikembangkan serta menilai kinerja staf; 2). Memimpin sejumlah guru dan staf dalam mengembangkan potensi kelompok, materi pelajaran serta kebutuhan peningkatan kualitas guru dan staf secara bersama, 3). Memberi evaluasi terhadap tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang dilaksanakan setiap satu semester sekali (3) Peran kepala madrasah sebagai Motivator a). Memberikan penghargaan secara intensif, b). Menyediakan sumber dan media belajar yang memadai
Upaya Kepala Sekolah dalam Menanamkan Karakter Peduli Sosial di MIN 1 Ponorogo
Setyawan, Agus. 2024. Upaya Kepala Sekolah dalam Menanamkan Karakter Peduli Sosial di MIN 1 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dwi Ulfa Nurdahlia, M.Si.
Kata Kunci: Upaya Kepala Sekolah, Penanaman Karakter, Karakter Peduli Sosial.
Karakter peduli sosial adalah sikap dan tingkah laku seseorang yang selalu ingin membantu bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Peduli sosial tercipta karena adanya interaksi sosial yang dialami oleh seseorang. Pembentukan karakter peduli sosial peserta didik begitu penting ditanamkan melalui pendidikan di sekolah supaya peserta didik dapat memahami norma-norma yang berlaku di masyarakat
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendiskripsikan tentang upaya kepala sekolah dalam penanaman karakter peduli sosial di MIN 1 Ponorogo. 2) Mengeksplorasi kendala serta solusi untuk penanaman karakter peduli sosial di MIN 1 Ponorogo
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena metode ini merupakan sebuah metode penelitian yang memberatkan pada bidang pemahaman lebih terperinci atau mendalam terhadap suatu permasalahan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman secara interaktif dilakukan mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Upaya kepala sekolah dalam menanamkan karakter peduli sosial siswa di MIN 1 Ponorogo yaitu pemahaman, pembiasaan dan keteladanan. Upaya pemahaman dilakukan sebagai dasar untuk menanamkan pemahaman peduli sosial. Upaya keteladan dilakukan kepala sekolah sebagai panutan atau contoh agar siswa meniru atau meneladani apa yang dilakukan kepala sekolah terkait peduli sosial. Upaya pembiasaan dilakukan untuk melatih siswa agar terbiasa melakukan peduli sosial. 2) Kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam menanamkan karakter peduli sosial diantaranya yaitu faktor kurangnya pemahaman siswa dan faktor lingkungan. untuk mengatasi kendala tersebut kepala sekolah senantiasa berkoordinasi dengan guru untuk memberi penguatan dan pemahaman kepada siswa secara konsisten dan bekerja sama dengan orang tua dengan melakukan parenting untuk menambah wawasan orang tua terhadap pendidikan anak
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Learning Terhadap Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih di MTs Ma'arif Balong Ponorogo
Pemahaman dalam ilmu pengetahuan sangat penting khususnya bidang ilmu pengetahuan agama yaitu Ilmu Fiqih. Pemahaman dapat dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya yaitu penggunaan model pembelajaran. Di Mts Ma’arif Balong khususnya siswa kelas VIII C pada mata pelajaran fiqih terlihat siswa banyak yang kurang memahami materi ketika menggunakan metode ceramah. Hal ini guru dapat menarik perhatian siswa dengan cara menerapkan model pembelajaran cooperative learning. Karena model pembelajaran cooperative learning membantu siswa untuk lebih menguatkan pelajaran akademik dalam setiap anggota kelompok dengan misi agar siswa lebih berhasil dalam belajar dari pada belajar secara individu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ada tidaknya pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran cooperative learning terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Ma’arif Balong Ponorogo tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Data yang dikumpulkan menggunakan tes dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan seluruh kelas VIII di MTs Ma’arif Balong sebagai populasi yang berjumlah 81 siswa dan sampel yang berjumlah 54 siswa yang dijadikan responden, dimana peneliti mengambil sampel penelitian ini yaitu kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Data penelitian diolah dan dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen pada kondisi awal pre-test yaitu sebesar 66,11 dan pada kondisi akhir pos-test atau sesudah diterapkan model pembelajaran cooperative learning sebesar 90,19 sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata pada kondisi awal yaitu sebesar 59,26 dan nilai rata-rata pada kondisi akhir 80,37. Selanjutnya, dibuktikan dengan hasil uji hipotesis Man Whitney U yang telah diketahui sebesar 0,00 karena signifikansinya < 0,05 maka hipotesis tidak ditolak. Jadi Ha tidak ditolak dan Ho ditolak. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa dengan adanya penggunaan model pembelajaran cooperative learning dapat mempengaruhi pemahaman siswa pada mata pelajaran fiqih.
Kata Kunci: Pembelajaran Cooperative Learning, Pemahaman Siswa
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK SISWA DI MTS MA’ARIF BALONG PONOROGO
Ula, Anggik Maghfiratul, 2024. Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair
Share Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran
Akidah Akhlak Siswa Di MTs Ma’Arif Balong Ponorogo. Skripsi. Jurusan
Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut
Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Ju’subaidi, M.Ag
Kata Kunci: Model Think Pair Share, Motivasi, Hasil Belajar
Penerapan pendekatan penelitian kuantitatif, melalui desain eksperimental,
guru dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran dengan memilih model yang
sesuai materi yang diajarkan. Pemilihan model pembelajaran yang menarik dan
relevan dapat menjadikan proses pembelajaran lebih menarik dan membantu
mencapai tujuan pembelajaran yang diingikan, dalam mengajar bab adab bersosial
media dalam pandangan Islam, penting untuk menggunakan model pembelajaran
think pair share untuk meningkatkan interaksi antara guru dan siswa, sehingga
dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar mereka, dan mencapai hasil belajar
yang diharapkan. Pentingnya penelitian kuantitatif untuk memberikan data secara
numerik, yang memungkinkan analisis statistik yang mendalam.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan ada atau tidaknya pengaruh
penerapan model pembelajaran think pair share terhadap hasil belajar siswa pada
materi adab bersosial media dalam pandangan Islam mata pelajaran Akidah Akhlak
siswa kelas VIII di MTs Ma’arif Balong Ponorogo tahun 2023/2024, (2)
Menjelaskan ada atau tidaknya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar
siswa pada materi adab bersosial media dalam pandangan Islam mata pelajaran
Akidah Akhlak siswa kelas VIII di MTs Ma’arif Balong Ponorogo tahun
2023/2024, (3) Menjelaskan ada atau tidaknya pengaruh penerapan model
pembelajaran think pair share dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa
pada materi adab bersosial media dalam pandangan Islam mata pelajaran Akidah
akhlak siswa kelas VIII di MTs Ma’arif Balong Ponorogo tahun 2023/2024.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan data berupa angka. Populasi terdiri dari 52 penelitian
adalah siswa kelas VIII MTs Ma’Arif Balong Ponorogo tahun 2023/2024. Sampel
penelitian diambil dengan metode sampel jenuh, dimana seluruh populasi yang
berjumlah 52 responden menjadi sampel. Instrumen pengumpulan data meliputi
penggunaan angket, observasi dan dokumentasi. Analisis data dengan
menggunakan uji asumsi klasik dan uji hipotesis.
Dari penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran
think pair share tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada
materi adab bersosial media dalam pandangan Islam mata pelajaran Akidah Akhlak
kelas VIII di MTs Ma’arif Balong Ponorogo, dengan pengaruh hanya sebesar 0,012,
(2) Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar pada materi adab
bersosial media dalam pandangan Islam mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VIII
di MTs Ma’arif Balong Ponorogo,dengan pengaruh hanya sebesar 0,002, (3)
Penerapan model pembelajaran think pair share dan motivasi belajar tidak
berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar pada materi adab bersosial media
dalam pandangan Islam mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VIII di MTs Ma’arif
Balong Ponorogo, dengan pengaruh hanya sebesar 0,040
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS, UPLOAD ULANG).. Konsep Pengasuhan dalam Buku Wisdom Of Luqman El-Hakim dan Relevansinya dengan Pendidikan Anak dalam Islam
Penelitian ini dilatar belakangi dengan pendidikan merupakan faktor penting peradabaan sebuah bangsa, pendidikan ini tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Kemajuan peradaban suatu bangsa tercapai melalui pendidikan yang benar. Anak dan cucu yang nantinya sebagai penerus bangsa hendaknya sebagai orang tua untuk memperhatikan pengasuhan serta menyiapkan pendidikan yang terbaik bagi mereka. Akan tetapi pada kenyataannya yang terjadi di lapangan saat ini krisis moral yang sangat memperihatinkan. Hal ini tidak bisa dibiarkan sebab bagaimana bisa menunjukkan peradaban suatu bangsa sedangkan para penerusnya tidak memiliki moral dan akhlak yang baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu konsep pengasuhan dalam buku wisdom of luqman el-hakim dan relevansinya dengan pendidikan anak dalam Islam. Dengan fokus masalah, (1) konsep pengasuhan dalam buku wisdom of luqman el-hakim, (2) relevansi konsep pengasuhan dalam buku wisdom of luqman el-hakim dengan pendidikan anak dalam Islam.
Dalam penelitian ini menggunakan penelitian pustaka (library research) pengumpulan data yang penulis pergunakan dalam penulisan penelitian ini adalah dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini ialah content analysis. Sumber data primernya adalah dari buku wisdom of luqman el-hakim. Dan sumber sekundernya adalah dari buku, artikel, maupun sumber lainnya yang berkaitan dengan tema penelitian.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan konsep pengasuhan dalam buku wisdom of luqman el-hakim terdapat 12 wasiat yakni : pertama, jangan menyekutukan Allah. Kedua, berbakti kepada orang tua. Ketiga, tidak ada ketaatan dalam mendurhakai Allah. Keempat, wala’ dan bara’. Kelima, detailnya hisab dan pentingnya muqarabah. Keenam, dirikanlah shalat. Ketujuh, amar ma’ruf nahi munkar. Kedelapan, bersabarlah. Kesembilan, jangan sombong. Kesepuluh, janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Kesebelas, etika berjalan. Keduabelas, etika bertutur kata. Relevansi konsep pengasuhan yang terdapat dalam buku wisdom of luqman el-hakim dengan pendidikan anak dalam Islam yakni masuk pada pendidikan akidah, pendidikan syari’at, pendidikan akhlak. Jadi, dalam hasil dari konsep pengasuhan dalam buku wisdom of luqman el-hakim ini akan memberikan pelajaran kepada calon orang tua maupun yang sudah menjadi orang tua supaya dapat mendidik anak-anak mereka untuk memiliki keimanan yang kuat, pemahaman pada syari’at sehingga dapat bersikap sesuai tuntunan syari’at Islam dan terhindar dari kerusakan akhlak pada masa kini yang semakin merisaukan
PENERAPAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI SMPN 1 PONOROGO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai kasus disharmonis antar umat beragama di dalam relasi sosial yang beberapa kali terjadi di lembaga pendidikan, seperti intoleransi, menutup diri dan diskriminasi kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural. SMPN 1 Ponorogo merupakan sekolah negeri di kabupaten Ponorogo yang memiliki berbagai macam keunikan dan latar belakang agama siswa yang berbeda-beda. SMPN 1 Ponorogo menjadi sekolah yang pertama kali menanamkan nilai pendidikan multikultural secara formal di Ponorogo, menjadi lokasi study banding pada masalah penanaman nilai pendidikan multikultural dan pusat pembelajaran non muslim yang dipercaya oleh gereja kabupaten Ponorogo.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai pendidikan multikultural di SMPN 1 Ponorogo dan strategi penerapan serta implikasinya dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama di SMPN 1 Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga temuan peneliti. 1) Pendidikan multikultural di SMPN 1 Ponorogo yaitu nilai kemajemukan, nilai kesetaraan, nilai keadilan, nilai kebangsaan, nilai hak asasi manusia dan nilai demokrasi. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan multikultural di SMPN 1 Ponorogo sudah menciptakan iklim lembaga pendidikan yang mempromosikan kesadaran multikultural. 2) Strategi penerapan nilai-nilai pendidikan multikultural dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama di SMPN 1 Ponorogo dilakukan melalui pendekatan aditif, guru memberikan edukasi kepada semua siswa terkait pentingnya toleransi melalui materi pembelajaran, memberikan kesetaraan hak yang sama kepada semua siswa dan menerapkan nilai kerjasama antar umat beragama dalam kelas dan di luar kelas. 3) Implikasi penerapan nilai pendidikan multikultikultural dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama di SMPN 1 Ponorogo yaitu siswa memiliki hubungan sosial yang harmonis, tidak ada diskriminasi antar umat beragama dan mampu berkolaborasi mencapai tujuan bersama.
Kata Kunci: Penerapan, Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural, Kerukunan Antar Umat Beragama
تطبيق اسلوب “الشاور” لترقية فهم النحو بكتاب كفاية الأخيار للشيخ تقي الدين أبي بكر لطلاب معهد نور الأزهر جونونجان سانفونج فونوروجو..(UPLOAD ULANG SESUAI KAIDAH)..
النحو هو تعليم مهم التى يدرس فى كل المعهد. خاصة في مدرسة الداخلية القائمة على السلف. واسلوب الشاور هى اسلوب يستخدم لتعليم النحو بكتاب كفاية الأخيار. يختار مقدمو الرعاية اسلوب الشاور, لأن اسلوب الشاور ان يجعل للطلاب مناقشة أو تبادل الأفكار وتذكير بعضهم الى البعض. بإضافة الى ذلك, فإن تعليم استخدام طريقة الشاور يجعل الدروس سهيلة الفهم والحفظ.
يهدف هذا البحث : 1) كيف خلفية تطبيق اسلوب الشاور في ترقية فهم النحو بكتاب كفاية الأخيار لطلاب معهد نور الأزهار . 2)كيف تطبيق اسلوب الشاور في ترقية فهم النحو بكتاب كفاية الأخيار لطلاب معهد نور الأزهار. 3) كيف ترقية قدرة فهم النحو بكتاب كفاية الأخيار لطلاب معهد نور الأزهار.1) لوصف خلفية تطبيق اسلوب الشاور في ترقية فهم النحو بكتاب كفاية الأخيار لطلاب معهد نور الأزهار. 2) لوصف تطبيق اسلوب الشاور في ترقية فهم النحو بكتاب كفاية الأخيار لطلاب معهد نور الأزهار. 3) لوصف ترقية قدرة فهم النحو بكتاب كفاية الأخيار لطلاب معهد نور الأزهار.
هذا البحث نوع من البحث الكمّى, قامت الباحثة بالبحث فى معهد نور الأزهار جونونجان سانفنج فونوروجو. و لجمع البيانات إستخدمت الباحثة بدراسة الحالة. و تحليل البيانات إستعملت الباحثة الطريقة الشخصى.
فنتيجة البحث هى : (1) النتيجة الأول ، نقص فهم الطلاب في تعلم النحو لأنهم يدرسون النحو فقط وليس لهم ممارسة. ثانيا ، التعلم من خلال اسلوب الشاور يجعل الطلاب متحمسين وسهلة الى فهم النحو.2) تطبيق اسلوب الشاور في تنمية فهم الطلاب لتعلم النحو في معهد نور الأزهر.بدأ بقسم المعلم مجموعة الشاور, يشرح المعلم للطلاب خطوات المناقشة الجيدة, المعلم, يعطى المدة الى كل المجموعة, يقوم المعلم بتوجيه المناقشة, المعلم يعرض إحدى مجموعات المناقشة لوصول المناشقتهم أو عرض نتائج المناقشة .3) ترقية قدرة فهم الطلاب فى تعلم النحو في كتاب كفاية الأخيار. بتطبيق اسلوب الشاور الطلاب يستطيع فهم النحو و قرأة كتاب الأصفر. وهم يستطيع تبادل الأفكار و تذكير بعضهم البعض
Manajemen Strategi dalam Membangun Budaya Mutu Pendidikan di SDMT Ponorogo
Dalam membangun budaya mutu pendidikan tidak lepas dari upaya dalam meningkatkan standar kualitas yang diharapkan. Upaya dalam membangun budaya mutu pendidikan ini bisa dimulai dengan peningkatan mutu sumber dayanya. Karena mereka yang memegang peranan besar dalam membantu membentuk peserta didik yang bermutu. Disini manajemen strategi berperan penting dalam membangun budaya mutu pendidikan. Karena dengan menggunakan manajemen strategi yang sesuai maka akan diperoleh keberhasilan dari penggunaanya.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam teknik pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan teknik pengamatan yang tekun, triangulasi sumber dan triangulasi metode serta kecukupan referensi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perumusan strategi dalam membangun budaya mutu pendidikan di SDMT Ponorogo, mengetahui dan menganalisis implementasi strategi dalam membangun budaya mutu pendidikan di SDMT Ponorogo serta mengetahui dan menganalisis evaluasi strategi dalam membangun budaya mutu pendidikan di SDMT Ponorogo.
Temuan yang di peroleh dari penelitian ini adalah bahwa dalam (1) Perumusan strategi dalam membangun budaya mutu pendidikan di SDMT Ponorogo sudah sesuai dengan kaidah manajemen strategi menurut Fred R. David. Perumusan strategi mencakup pengembangan visi dan misi, identifikasi peluang dan ancaman eksternal suatu organisasi, mengenali kekuatan dan kelemahan suatu organisasi serta merancang strategi untuk mencapai tujuan organisasi dalam rangka menyediakan jasa terbaik. Perumusan strategi ini dilakukan pada raker di tiap akhir tahun dengan melibatkan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Tim Penjamin Mutu Pendidikan Sekolah, guru, tenaga kependidikan dan stakeholder. Hasil dari perumusan strategi ini yaitu diadakannya program-program yang konkrit dan terukur meliputi program akademik, program ekstrakurikuler, program mutu guru, program kelas, program al-qur’an dan program penanaman karakter. Strategi ini disusun secara strategis dan realistis untuk upaya keberhasilan program dalam membangun budaya mutu pendidikan yang ada di SDMT Ponorogo. Sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk mencapai tujuan dan target yang sudah ditetapkan, (2) Implementasi strategi dalam membangun budaya mutu pendidikan di SDMT Ponorogo telah berhasil mengorganisasikan seluruh pihak agar pelaksanaan lebih optimal dan maksimal. SDMT Ponorogo menerapkan program-program diantaranya adalah program akademik, program ekstrakurikuler, program mutu guru, program kelas dan program al-qur’an. Selain itu juga terdapat program bagi tenaga pendidik dan kependidikan berupa workshop, classroom management dan juga terdapat program bagi orang tua berupa parenting yang sudah dirumuskan dengan tetap melalui pengawasan dan motivasi dari kepala sekolah. Diharapkan dengan adanya pengawasan dan motivasi yang diberi oleh kepala sekolah menghasilkan budaya mutu pendidikan yang baik. Dalam pelaksanaan program-program yang ada sudah bisa dinilai cukup berhasil. Hal itu dikarenakan dalam implementasi strategi ini memunculkan hasil yang nyata, misalnya prestasi siswa, kepuasan orang tua dan masyarakat, kenaikan peserta didik secara signifikan, menumbuhkan siswa yang berkarakter serta meningkatnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, (3) Evaluasi strategi dalam membangun budaya mutu pendidikan di SDMT Ponorogo dilakukan oleh pihak yang berwenang dan bersangkutan seperti kepala sekolah, Tim Penjamin Mutu Pendidikan Sekolah dan kepala kelas (wali kelas) yang dilaksanakan setiap tahun secara terbuka untuk mengetahui kendala dan hambatan. Kemudian dari kendala dan hambatan tersebut dicari solusi yang sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. Pelaksanaan evaluasi ini melalui berbagai aspek, seperti rapat/musyawarah dan penilaian kerja. Selain itu juga dilakukan pengawasan secara intens dan pemberian dorongan, penguatan, serta motivasi kepada warga sekolah agar terus berkontribusi dalam membangun budaya mutu pendidikan.
Kata kunci: Manajemen Strategi, Budaya Mutu Pendidika
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Washoya Al Aba' Lil Abna' Karya Muhammad Syakir Al-Iskandari Dan Relevansinya Dengan Upaya Pencegahan Perundungan Di Kalangan Pelajar
ABSTRAK
Fitria, Ifa. 2024. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Washoya Al Aba’ Lil Abna’ dan Relevansinya dengan Upaya Pencegahan Perundungan di Kalangan Pelajar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Jamaluddin Shiddiq, M.Pd.
Kata Kunci: Nilai karakter, Kitab Washoya Al Aba’ Lil Abna’, Perundungan.
Pendidikan karakter merupakan amanat atau konsentrasi dalam undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa pendidikan nasional yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar dapat menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Akan tetapi, realitanya tidak semua tujuan pendidikan tersebut dapat terealisasikan dengan baik dalam lingkungan pendidikan maupun masyarakat. melihat banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di kalangan pelajar salah satunya seperti tindakan kasus perundungan. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya tindakan tersebut dan ada yang menyebutkan bahwa degradasi karakter merupakan pemicu utamanya. Oleh karena itu, terdapat salah satu karya yang cocok untuk dijadikan pedoman dalam memulai suatu pembelajaran, yang mana di dalamnya membahas mengenai nilai-nilai karakter yaitu kitab Washoya Al Aba’ Lil Abna’ karya Muhammad Syakir Al Iskandari.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kitab Washoya Al Aba’ Lil Abna’ karya Muhammad Syakir Al Iskandari, (2) menganalisis relevansi nilai pendidikan karakter pada kitab Washoya Al Aba’ Lil Abna’ karya Muhammad Syakir Al Iskandari dengan upaya mencegah perundungan di kalangan pelajar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber utama adalah kitab Washoya Al Aba’ Lil Abna’ karya Muhammad Syakir Al Iskandari dan sumber data sekunder berasal dari buku dan karya ilmiah yang relevan dengan objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumenter. Teknik analisis yang digunakan analysis content (analisis isi).
Berdasarkan hasil analisa data ditemukan bahwa (1) Nilai pendidikan karakter yang terdapat pada kitab Washoya Al Aba’ Lil Abna’ adalah iman dan taqwa, cinta dan taat kepada Rosulullah, menghormati kedua orang tua, menghormati guru, menghormatu kedua orang tua, menghormati sesama, benar atau jujur, kemuliaan dan harga diri, sabar, ikhlas, amanah, disiplin, kerja keras, pantang menyerah, cinta tanah air, gemar membaca, dan peduli lingkungan. (2) Nilai karakter pada kitab Washoya Al Aba’ Lil Abna’ karya Muhammad Syakir Al Iskandari yang terdiri dari 7 nilai moral dan 3 nilai kinerja mempunyai relevansi dengan upaya mencegah perundungan di kalangan pelajar, di antaranya mengajarkan integritas moral dan etika berbasis agama serta membentuk perilaku yang menghormati norma-norma keagamaan. Selain itu, juga dengan membangun kepercayaan dan transparasi di antara pelajar untuk mengurangi kesempatan terlibat dalam perundungan