Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    Perbedaan Karakter Sosial Remaja Antara Santri Mukim dengan Santri Non Mukim Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum Bendo Magetan

    No full text
    Zeni Lina Zahrina, 2024, Perbedaan Karakter Sosial Remaja Antara Santri Mukim dengan Santri Non Mukim di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Fendi Krisna Rusdiana, M.Psi. Kata Kunci : Karakter Sosial Remaja, Santri Karakter sosial adalah keseluruhan perilaku individu dalam berinteraksi terhadap sesama makhluk di dalam kehidupan bermasyarakat. Karakter sosial menjadi sangat penting sekali kedudukannya karena bersangkutan dengan kegiatan interaksi antar personal manusia dalam kehidupannya.Pembinaan karakter sangat diperlukan dalam generasi sekarang ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan karakter sosial remaja santri mukim dengan santri non mukim di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum, Bendo, Magetan. Untuk menjawab rumusan yang ada, penelitian ini menggunakan kuantitatif komparatif yang berarti membedakan karakter sosial remaja antara santri mukim dengan santri non mukim. Populasi dalam penelitian sebanyak 138 santri mukim dan non mukim dengan sampel 130 santri yang terdiri dari 65 santri mukim dan 65 santri non mukim di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum, Bendo, Magetan. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu uji instrumen, uji asumsi dan uji beda. Dari hasil perhitungan uji independent sample test menunjukkan bahwa nilai signifikansi karakter sosial remaja santri mukim dan non mukim sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini juga dibuktikan dengan data mean karakter sosial yang mengandung empat aspek (kerjasama, toleransi, jujur dan kepedulian/ solidaritas), santri mukim diperoleh mean 119,42 dan santri non mukim memiliki mean 106,38. Jadi kesimpulannya, terdapat perbedaan karakter sosial remaja antara santri mukim dengan santri non mukim di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum, Bendo, Magetan

    Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran PAI Kelas X di SMAN 1 Sambit

    No full text
    ABSTRAK Sari, Dila Puspita. 2024. Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran PAI kelas X Di SMAN 1 Sambit. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Ponorogo. Pembimbing: Yusmicha Ulya Afif, M.Pd.I. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam. Kurikulum merdeka adalah sebuah upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada sekolah dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Terutama di SMAN 1 Sambit yaitu sebagai sekolah penggerak, dalam implementasi kurikulum merdeka, guru, kepala sekolah, pengawas, bahkan komite sekolah harus memberi contoh dan menjadi suri tauladan dalam mempraktikkan indikator - indikator pendidikan karakter di sekolah maupun di masyarakat pada umumnya. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah salah satu mata pelajaran yang diharapkan dapat diimplementasikan dengan baik dalam kurikulum merdeka. Penelitian ini, bertujuan untuk 1) mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran PAI kelas X di SMAN 1 Sambit. 2) mendeskripsikan hasil implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran PAI kelas X di SMAN 1 Sambit. 3) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat implementasi kurikulum merdeka siswa kelas X di SMAN 1 Sambit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait. Wawancara dilakukan dengan guru PAI dan pihak sekolah untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai implementasi kurikulum merdeka. Hasil penelitian ini yaitu: 1) pelaksanaan kurikulum merdeka pada mata pelajaran PAI kelas X di SMAN 1 Sambit, dilakukan secara tatap muka, evaluasi diagnostik, asesmen formatif, asesmen sumatif pada akhir suatu materi, akhir semester dan akhir suatu fase dengan menggunakan teknik penilaian berupa tes dan non tes. 2) hasil implementasi pada mata pelajaran PAI kelas X berbasis kurikulum merdeka di SMAN 1 Sambit yaitu, adanya perkembangan kompetensi siswa melalui pembelajaran yang fleksibel, pencapaian tujuan pembelajaran melalui penanaman profil pelajar pancasila yang juga mulai berkembang. 3) Faktor pendukung implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran PAI di SMAN 1 Sambit yaitu, dalam pelaksanaan penilaian autentik adalah mengenai fasilitas sekolah. Sedangkan faktor penghambatnya:, kurangnya sosialisasi dan pelatihan kurikulum merdeka

    Peran Guru Dalam Menumbuhkan Sikap Kepedulian Lingkunga Pada Peserta Didik Di MI GUPPI Bogoharjo

    No full text
    Dausat, Agus Janki. 2023. Peran Guru Salam Menumbuhkan Sikap Kepedulian Lingkungan Pada Peserta Didik di MI GUPPI Bogoharjo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dwi Ulfa Nurdahlia, M.Si. Kata Kunci: Peran Guru, Sikap Peduli Lingkungan, peserta didik di MI Penelitian ini dilaksanakan karena di latar belakangi pentingnya menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan. Sikap peduli terhadap lingkungan merupakan suatu upaya untuk memupuk kesadaran akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan. Sikap peduli lingkungan adalah suatu sikap yang dibutuhkan oleh setiap individu sebab dengan merawat lingkungan dan peduli terhadap lingkungan akan menjadikan lingkungan yang terasa nyaman, mencegah dari kerusakan dan terhindar dari penyakit yang disebabkan pencemaran lingkungan. Meninjau akan pentingnya sikap peduli lingkungan maka perlu ditanamkan sejak dini kepada peserta didik dari madrasah ibtidaiyah. Guru memiliki peran yang sangat urgent dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan di sekolah karena proses interaksi antara peserta didik dan guru banyak terjadi di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji lebih dalam bagaimana peran guru dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan pada peserta didik, faktor pendukung dan juga penghambat peran guru dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan pada peserta didik dan juga profil sikap kepedulian peserta didik di lingkungan sekolah MI GUPPI Bogoharjo Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kualitatif dengan tujuan untuk menjelaskan terkait fenomena yang terjadi, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang dilakukan mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan dengan kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan pengkondisian. Faktor pendukung pada peran guru dalam menumbuhkan sikap kepedulian lingkungan adalah kegiatan rutin seperti piket kelas dan peran guru. Sedangkan faktor penghambat pada peran guru dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan adalah terdapat peserta didik yang kurang antusias dalam mengikuti kegiatan peduli lingkungan, kurangnya fasilitas. Profil sikap kepedulian lingkungan sekolah peserta didik di MI GUPPI Bogoharjo yaitu pembiasaan menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sekolah,menyediakan fasilitas untuk membuang sampah dan cuci tangan, tersedianya kamar mandi dan air bersih, dan penanganan limbah praktik

    ..(GUNAKAN TTD ASLI DI ATAS MATERAI PADA LEMBAR KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG)..Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Berbantuan Question Card terhadap Minat dan Keaktifan Belajar IPS Siswa Kelas VIII di MTsN 3 Ponorogo

    No full text
    Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan yaitu guru hanya terpacu pada model konvensional sehingga membuat minat dan keaktifan siswa menurun. Hal tersebut terlihat ketika pembelajaran siswa tidak fokus, terlalu pasif, dan tidak ada yang bertanya kepada guru untuk mendalami materi IPS. Sehingga peneliti akan memberikan solusi dengan memanfaatkan model pembelajaran kooperatif TGT berbantuan question card. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) model pembelajaran kooperatif TGT berbantuan question card berpengaruh terhadap minat belajar siswa, (2) model pembelajaran kooperatif TGT berbantuan question card berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa, (3) model pembelajaran kooperatif TGT berbantuan question card berpengaruh terhadap minat dan keaktifan belajar siswa pada materi “Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan”. Adapun penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen menggunakan desain quasi eksperimen. Pengambilan data dilakukan melalui angket minat dan angket keaktifan dengan sampel kelas VIII MTsN 3 Ponorogo. Analisis data pada penelitian ini diolah dengan bantuan aplikasi SPSS versi.25. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh model TGT berbantuan question card terhadap minat belajar IPS siswa kelas VIII, dengan persentase kategori tinggi sebesar 22% pada indikator perasaan senang dan keinginan untuk bersikap aktif dalam pembelajaran, (2) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan question card terhadap keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII, dengan persentase kategori tinggi sebesar 19% pada indikator bertanya kepada siswa ataupun guru dan peserta didik mampu melakukan diskusi kelompok dengan baik berdasarkan arahan guru, (3) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan question card terhadap minat dan keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII di MTsN 3 Ponorogo secara bersamaan, hal tersebut ditunjukkan pada uji statistik multivariat Manova sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05 sehingga hal tersebut disimpulkan menolak H0 dan menerima Ha maka terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen dan dependen

    Ekstrakurikuler Hadrah Sebagai Upaya Mengembangkan Kecerdasan Musikal Peserta Didik di MIN 2 Ponorogo

    No full text
    Ekstrakurikuler hadrah merupakan kegiatan ekstrakurikuler di luar jam pembelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut kegiatan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat yang dimiliki oleh peserta didik, melalui kegiatan khusus yang sudah diselenggarakan oleh pihak sekolah. Dalam konteks seni Islam, hadrah mengacu pada pertunjukan musik tradisional terutama rebana, nyanyian syair-syair Islami, sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan terhadap Nabi Muhammad Saw dan ajaran-ajarannya. Sedangkan kecerdasan musikal merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk meningkatkan kualitas rangkaian nada dan irama dalam mengekspresikan melalui aktivitas musik, kepekaan anak dalam mendengarkan musik, memainkan alat-alat musik, serta kemampuan dalam menikmati alat musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan ekstrakurikuler hadrah di MIN 2 Ponorogo, mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler hadrah dalam mengembangkan kecerdasan musikal di MIN 2 Ponorogo, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat kegiatan ekstrakurikuler hadrah dalam meningkatkan kecerdasan musikal siswa di MIN 2 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan model analisis Miles, Huberman, dan Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Pelaksanaan ekstrakurikuler hadrah di MIN 2 Ponorogo rutin di laksanakan pada hari sabtu pada jam 10.00 sampai 12.00. Hal pertama yang dilakukan anggota hadrah absensi, berdoa dan dilanjutkan dengan sholawat nabi sebagai pengawalan latihan. Siswa dibagi menjadi 2 bagian, penabuh dan vocal. Dalam satu hari ada dua lagu, dua lagu tersebut di ulang-ulang sampai mereka menguasai. (2) ekstrakurikuler hadrah sangat berpengaruh dalam mengembangkan kecerdasan musikal anak. Sebelum mengikuti ekstrakurikuler hadrah siswa belum menguasai alat musik dan belum bisa mengatur penarikan nafas dalam tinggi rendahnya nada tetapi setelah mengikuti anak semakin mengerti tentang alat musik. (3) Faktor pendukung dari ekstrakurikuler hadrah di MIN 2 Ponorogo diantaranya semangat anggota hadrah setiap latihan, dukungan dari orang tua dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Faktor penghambatnya yaitu ketika pembimbing hadrah tidak hadir anggota hadrah tidak takut kepada pelatih dan yang terjadi anggota hadrah berlarian kemana-mana dan tersisa sebagian yang mengikuti pelatihan

    Implementasi Program Literasi Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Al-Qur’an di SMPN 1 Siman Ponorogo

    No full text
    Putra, Fahri Dena Ervana. 2024. Implementasi Program Literasi Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Al-Qur’an di SMPN 1 Siman Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Mughniatul Ilma, M.H. Kata Kunci: Program, Kemampuan Baca, Literasi Al-Qur’an Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Siman Ponorogo karena ingin mengetahui implementasi program literasi Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an siswa. kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan hal yang seharusnya dimiliki oleh setiap muslim. Mengajarkan Al-Qur'an kepada anak sejak usia dini adalah tanggung jawab setiap orang tua. Selain itu, sekolah juga memiliki peran penting dalam pendidikan Al-Qur'an bagi anak. Tujuan diadakannya penelitian adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program literasi Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an peserta didik di SMPN 1 Siman Ponorogo; (2) Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung program literasi Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an peserta didik di SMPN 1 Siman Ponorogo; (3) Untuk mengetahui implikasi program literasi Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an peserta didik di SMPN 1 Siman Ponorogo. Penelitian ini dirancang menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case studies). Partisipan penelitian berasal dari guru PAI, guru pendamping program literasi Al-Qur’an, dan siswa SMPN 1 Siman. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles, Huberman, dan Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) pada proses pelaksanaan program literasi Al-Qur’an ini meliputi tahap pengembangan program, tahap pelaksanaan pembelajaran, dan tahap evaluasi. (2) faktor penghambat dalam program literasi Al-Qur’an seperti kurangnya minat siswa, kurangnya motivasi siswa, kurangnya dukungan dari lingkungan rumah, dan lingkungan masyarakat. Kemudian faktor pendukung dari program literasi Al-Qur’an ini yaitu dari segi fasilitas yang diberikan sekolah cukup mendukung, guru pendamping yang berkompeten, metode dan strategi yang baik. (3) program literasi Al-Qur’an memiliki implikasi yang baik dalam kemampuan baca Al-Qur’an siswa. seperti meningkatnya kemampuan baca Al-Qur’an siswa sesuai dengan terpenuhinya indikator kemampuan baca Al-Qur’an siswa. selain itu dengan di adakannya program literasi Al-Qur’an tersebut membuat minat dan motivasi baca Al-Qur’an siswa juga meningkat

    PROFIL KEMAMPUAN BERFIKIR LOGIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PEMBELAJARAN IPA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS V MI MA’ARIF BETON

    No full text
    Sangidah, Silfi Nur. 2024, Profil Kemampuan Berpikir Logis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pembelajaran IPA ditinjau dari Hasil Belajar pada Siswa Kelas V Mi Ma'arif Beton. Skripsi. Jurusan Pendidikan guru Madrasah ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Restu Yulia Hidayatul Umah, M. Pd. Kata Kunci : Berpikir logis, Hasil Belajar, Pembelajaran IPA Dalam proses pembelajaran, terdapat siswa yang mengalami kesulitan belajar, salah satunya dalam menyelesaikan masalah pembelajaran IPA. dalam menyelesaikan masalah tersebut diperlukan kemampuan berpikir logis pada diri siswa. Kemampuan yang dimiliki siswa tentunya berbeda-beda, ada yang tinggi, sedang dan rendah. Kemampuan yang berbeda-beda tersebut tentunya dipengaruhi oleh faktor faktor tertentu, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Dalam hal ini guru dan orang tua memiliki peran yang penting untuk mendampingi proses belajar siswa. MI Ma’arif Beton salah satu madrasah yang telah menerapkan kemampuan berpikir logis siswa dalam menyelesaikan pembelajaran IPA pada siswa kelas V. Maka sangat relavan peneliti meneliti tentang kemapuan berpikir logis ditinjau dari hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir logis siswa dalam menyelesaikan masalah pembelajaran IPA ditinjau dari hasil belajar siswa kelas V MI Ma’arif Beton Ponorogo. 2) Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir logis siswa dalam menyelesaikan masalah pembelajaran IPA ditinjau dari hasil belajar siswa kelas V MI Ma’arif Beton Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan meliputi: kondensasi data, penyajian data, serta menggambarkan dan menarik kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil Penelitian ini menunjukkan : 1) Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam pembelajaran IPA dibedakan menjadi 3 tingkat yaitu siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Siswa yang memiliki kemampuan tinggi mampu menyelesaikan masalah pada pembelajaran IPA dengan baik karena hasil belajar yang diperoleh siswa lebih dari 90 berdasarkan acuan tingkat kemampuan berpikir logis siswa dengan nilai yang diperoleh siswa yaitu 91, sedangkan siswa yang berkemampuan sedang cukup mampu dalam menyelesaikan masalah pembelajaran IPA, karena hasil belajar yang diperoleh siswa diantara 48-90, berdasarkan acuan tingkat kemampuan berpikir logis siswa dengan nilai yang diperoleh siswa yaitu 85, 80, 76, dan 72, kemudian siswa yang berkemampuan rendah kurang mampu dalam menyelesaikan masalah pembelajaran IPA karena hasil belajar yang diperoleh siswa kurang dari 48, berdasarkan acuan tingkat kemampuan berpikir logis siswa dengan nilai yang diperoleh siswa yaitu 45 dan 35. 2) faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir logis siswa diantaranya yaitu kondisi fisik, motivasi dari guru, orang tua, dan teman. Serta strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DAN LEMBAR KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG)..Pengaruh Kompetensi Kepribadian dan Sosial Guru PAI terhadap Kecerdasan Emosional Siswa pada Mata Pelajaran PAI Kelas VIII di SMPN 1 Ngebel

    No full text
    ABSTRAK Kompetensi guru difungsikan untuk mempengaruhi dan membentuk siswa sesuai tujuan pendidikan. Interaksi antara guru dengan siswa dalam lingkungan pembelajaran berimplikasi pada proses perkembangan siswa baik secara intelektual maupun emosional. Bagi siswa, kecerdasan emosional memiliki urgensi yang besar karena dapat membantu mereka menghadapi tantangan emosional yang kompleks selama masa transisi menuju kedewasaan. Sementara itu siswa menjadi individu yang terikat dan terdampak langsung oleh tindakan dan kewenangan guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kompetensi kepribadian dan sosial guru PAI terhadap kecerdasan emosional siswa dari perspektif siswa. Penelitian ini dianggap penting karena guru PAI memiliki peran khusus dalam membimbing siswa dalam aspek spiritual dan moral, yang juga terkait erat dengan kecerdasan emosional. Selain itu, penelitian yang berfokus pada implikasi dari kompetensi guru PAI terhadap kecerdasan emosional siswa belum banyak yang meneliti, sehingga penelitian ini untuk menambah wawasan bagi dunia pendidikan dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Adapun penelitian ini dikembangkan menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deduktif untuk menguji atau mengonfirmasi hipotesis yang telah dirumuskan melalui pengkajian teori. Proses pengumpulan data dilakukan dengan instrumen angket dan dokumentasi. Partisipan penelitian berasal dari siswa dan guru PAI Kelas VIII di SMPN 1 Ngebel Kabupaten Ponorogo, yang dipilih melalui metode non probability jenis sampling kuota. Kemudian data hasil penelitian ini melalui serangkaian pengujian validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Sedangkan pengujian hipotesis diuji menggunakan analisis regresi linier berganda, yang diolah melalui bantuan SPSS versi 23. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ditemukan bahwa (1) koefisien determinasi menunjukkan kontribusi kompetensi kepribadian dan sosial sebesar 37% dan dengan taraf signifikansi 5%, secara simultan variabel kompetensi kepribadian dan variabel kompetensi sosial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel kecerdasan emosional. (2) Dengan taraf signifikansi 5% Ho diterima dan Ha ditolak, maka secara parsial kompetensi kepribadian tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel kecerdasan emosional. Sedangkan dengan taraf signifikansi 5% Ho ditolak dan Ha diterima, maka secara parsial kompetensi sosial berpengaruh signifikan terhadap variabel kecerdasan emosional. Dari implikasi tersebut, dapat diketahui bahwa dari perspektif siswa, kompetensi sosial guru PAI dalam pembelajaran PAI secara parsial mempengaruhi kecerdasan emosional siswa

    Integrasi Program Pada Rumah Baca Sang Petualang Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Wonogiri

    No full text
    INTEGRASI PROGRAM PADA RUMAH BACA SANG PETUALANG DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI WONOGIRI ABSTRAK Masalah kemiskinan merupakan topik utama pembahasan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa penduduk miskin berada diangka 9,57 persen atau setara dengan 26,36 juta jiwa. Permasalahan lainnya adalah angka pengangguran yang cukup tinggi. Menurut BPS prosentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 5,45 persen. Rendahnya tingkat pendidikan salah satu penyebab masalah itu terjadi. Selain itu, lapangan pekerja tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Keterampilan (skill) dari individu dan masyarakat perlu ditingkatkan. Salah satu wadah sebagai tempat pemberdayaan adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Dari banyaknya TBM yang ada di Indonesia cenderung berfokus pada program pemberdayaan dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menganalisis pelaksanaan program-program pemberdayaan pada Rumah Baca Sang Petualang di Wonogiri dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menggali informasi terkait integrasi program pemberdayaan dan keterlibatan dari berbagai pihak yang berperan di dalamnya. Sumber penelitian ini dari wawancara pendiri, pengurus, anggota dan masyarakat yang menjadi bagian proses dari pemberdayaan. Hasil penelitian ini, integrasi program pemberdayaan yang digunakan adalah paduan atau gabungan dari program pemberdayaan dalam bidang pendidikan, pemberdayaan usaha kecil dan menengah, pemberdayaan dalam bidang peternakan dan pemberdayaan dalam bidang usaha kerajinan. Integrasi program yang diterapkan memiliki faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung yang dimaksud adalah peran pemerintah, peran pihak swasta dan regulasi yang mendukung. Yang menjadi faktor penghambatnya adalah kesadaran masyarakat, terbatasnya sarana prasarana dan terbatasnya sumber daya. Dampak dari integrasi program pemberdayaan dapat merubah pola pikir masyarakat, menciptakan pendidikan non formal, menciptakan peluang usaha, menambah pendapatan masyarakat serta mengurangi dampak negatif lingkungan. Dari sekian dampak tersebut tidak bertentangan dengan maqasyid al-syariah. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kesejahteraan, Taman Bacaan Masyarakat   INTEGRATION OF PROGRAMS IN RUMAH BACA SANG PETUALANG TO IMPROVE COMMUNITY WELFARE IN WONOGIRI ABSTRACT The issue of poverty is a major topic of discussion on sustainable development in Indonesia. The Central Statistics Agency (BPS) stated that the poor population was at 9.57 percent or equivalent to 26.36 million people. Another problem is the high unemployment rate. According to BPS, the percentage of open unemployment rate (TPT) reached 5.45 percent. Low level of education is one of the causes of the problem. In addition, employment is not proportional to the population. Skills of individuals and society need to be improved. One of the containers as a place of empowerment is the Community Reading Garden (TBM). Of the many TBMs in Indonesia, they tend to focus on empowerment programs in the field of education. This study analyzes the implementation of empowerment programs at Rumah Baca Sang Petualang in Wonogiri and its impact on the welfare of the local community. A qualitative approach was used in this study to explore information related to the integration of empowerment programs and involvement from various parties who play a role in it. The source of this research is from interviews with founders, administrators, members and communities who are part of the empowerment process. The results of this study, the integration of empowerment programs used is a combination of empowerment programs in the field of education, empowerment of small and medium enterprises, empowerment in the field of animal husbandry and empowerment in the field of handicraft business. The integration of applied programs has supporting and inhibiting factors. The supporting factors in question are the role of the government, the role of the private sector and supporting regulations. The inhibiting factors are public awareness, limited infrastructure and limited resources. The impact of integrating empowerment programs can change people's mindsets, create non-formal education, create business opportunities, increase community income and reduce negative environmental impacts. Of these effects do not contradict the maqashid al-sharia. Keywords: Community Empowerment, Welfare, Community Reading Garde

    PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN KEAGAMAAN SISWA KELAS X DI MAN 4 MADIUN

    No full text
    Lutfiana, Nur Avia. 2024. Pembentukan Karakter Religius Melalui Program Pembiasaan Keagamaan Siswa Kelas X di MAN 4 Madiun. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Risti Aulia Ulfah, M.Pd. Kata Kunci: Karakter Religius, Program Pembiasaan Keagamaan. Karakter sangat penting bagi kehidupan manusia dan sebagai upaya membantu perkembangan jiwa menuju pribadi yang lebih baik. Permasalahan yang berhubungan dengan karakter siswa menjadi perhatian yang penting bagi lembaga pendidikan. permasalahan siswa seperti siswa menunjukkan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai religius, seperti berkata kasar dan tidak menghormati guru, serta teman sebaya yang memiliki perilaku negatif, dapat mempengaruhi karakter religius siswa. MAN 4 Madiun merupakan salah satu sekolah yang menerapkan program pembiasaan keagamaan dan peneliti ingin mengetahui karakter religius melalui program pembiasaan keagamaan yaitu melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an. Karena dengan adanya program pembiasaan keagamaan diharapkan siswa MAN 4 Madiun dapat menumbuhkan karakter religius yang berjiwa Qur’ani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an di MAN 4 Madiun; (2)karakter siswa melalui program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an; (3) kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Quran untuk kelas X di MAN 4 Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan pengumpulan informasi, reduksi data, penyajian data, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) melalui program pembiasaan keagamaan di MAN 4 Madiun yang meliputi melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al-Qur'an secara rutin telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam membentuk karakter religius siswa. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga memperkuat spiritualitas dan keimanan siswa. (2) melalui program pembiasaan keagamaan melalui melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al-Qur'an telah berhasil membentuk karakter religius siswa dengan meningkatkan pemahaman keagamaan, kualitas ibadah, dan sifat-sifat religius lainnya. (3) Meskipun guru menghadapi berbagai kendala dalam melaksanakan program pembiasaan keagamaan, dengan pendekatan yang tepat dan fasilitas yang memadai, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi. Perencanaan yang matang, kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta penggunaan metode pengajaran yang inovatif adalah kunci untuk memastikan program pembiasaan keagamaan dapat berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan dalam membentuk karakter religius siswa

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇