Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X SMAN 1 JENANGAN
Putri, Nandia, 2024. Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada pendidikan Agama Islam Kelas X SMA Negeri 1 Jenangan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Ahmad Nu’man Hakim, M.Ag.
Kata Kunci : Implementasi, Pembelajaran Berdiferensiasi Kurikulum Merdeka
Pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka adalah proses belajar mengajar dimana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing peserta didik. Serta memberikan peluang bagi guru dan peserta didik bebas berkreasi, berinovasi, dan belajar mandiri agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Setiap sekolah memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam melaksanakan proses pembelajaran dalam kurikulum merdeka, salah satunya SMA Negeri 1 Jenangan yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka karena adanya permasalahan tentang minat belajar siswa yang kurang baik dan kurangnya pemahaman guru dalam penerapan kurikulum merdeka. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada proses pembelajaran di setiap kelas ini berupaya untuk menghasilkan adanya proses pembelajaran yang juga bersifat lentur, luwes, dan mengikuti keadaan serta kebutuhan peserta didik
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini: (1) Untuk menjelaskan perencanaan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Jenangan, (2) Untuk menjelaskan pelaksanaan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Jenangan, (3) Untuk menjelaskan dampak yang terjadi dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Jenangan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menerapkan jenis penelitian studi kasus, sedangkan teknis pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan teknis analisis data menggunakan model yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman dan Saldana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Implementasi pembelajaran berdiferensiasi kurikulum merdeka pada Pendidikan Agama Islam Kelas X di SMA Negeri 1 Jenangan akan melaksanakan kegiatan Pelatihan dan workshop in house training tentang perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, (2) Mengadakan workshop dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, (3) Dampak dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi berasal dari faktor internal yaitu dari motivasi, dan sikap siswa, dan berasal dari fasilitas sekolah, sedangkan faktor eksternal berasal dari dukungan orang tua. Solusi dari hambatan tersebut para pendidik memberikan pembelajaran yang lebih berinovasi untuk menambah minat dalam mengikuti proses pembelajaran
Transmisi Dan Transformasi Kandungan Al-Qur’an Dalam Tembang Macapat Karya Achmad Djuwahir Anomwidjaja (Kajian Living Qur’an Terhadap Sekar Sari Kidung Rahayu: Tembang Macapat Ingkang Ngemot Suraosipun Ayat-Ayat Al-Qur’an)
Nurdarmawan, Avip. 2024. Transmisi Dan Transformasi Kandungan Al-Qur’an Dalam Tembang Macapat Karya Achmad Djuwahir Anomwidjaja (Kajian Living Qur’an Terhadap Sekar Sari Kidung Rahayu: Tembang Macapat Ingkang Ngemot Suraosipun Ayat-Ayat Al-Qur’an). Skripsi. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Dr. M. Irfan Riyadi, M.Ag.
Kata Kunci : Macapat, transmisi, transformasi
Penyebaran Islam ke seluruh penjuru dunia bukan hanya melintasi batas regional tetapi juga ragam kebudayaan. Pergumulan antara ajaran Islam dengan budaya lain adalah keniscayaan. Al-Qur’an yang merupakan rujukan utama umat Islam tak terhindarkan dari pergumulan ini, dibuktikan dengan keberadaan tafsir, terjemah serta pengamalan yang beraneka ragam sesuai dengan latar budaya daerah masing-masing. Living Qur’an menjadi salah satu bingkai akademis yang mewadahi ragam resepsi yang ada dimasyarakat ini. Salah satu bentuk resepsi itu adalah keberadaan Sekar Sari Kidung Rahayu. Keunikan pada karya ini adalah kandungan makna Al-Qur’an bukan hanya mengalami tahap alih bahasa saja tetapi juga disajikan dalam bentuk tembang macapat yang merupakan salah satu bentuk sastra Jawa.
Jenis penelitian ini adalah gabungan (mixed research) antara penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan Sekar Sari Kidung Rahayu, 2) Menganalisa proses transmisi pada Sekar Sari Kidung Rahayu dan 3) Menjelaskan proses transformasi pada Sekar Sari Kidung Rahayu. Analisis pada kajian Living Qur’an ini menggunakan teori transmisi ilmu pengetahuan R.G.A. Dolby dan teori transformasi Jack Mezirow.
Hasil penelitian ini ialah pertama, Sekar Sari Kidung Rahayu adalah kumpulan tembang macapat yang memuat kandungan ayat-ayat Al-Qur’an karya Eyang Haji Achmad Djuwahir Anomwidjaja. Beliau lahir pada 15 Januari 1934 di Parakancanggah, salah satu desa di Kabupaten Banjarnegara. Keinginan Eyang untuk mempelajari Al-Qur’an melalui apa yang beliau gemari (tembang macapat) menjadi alasan mendasar terciptanya karya ini. Sekar Sari Kidung Rahayu tidak berhenti pada surat Al-Fatihah dan surat-surat di Juz ‘Amma saja, melainkan juga surat Yasīn, surat Al-Baqarah, surat Ali Imron dan potongan ayat-ayat Al-Qur’an lainnya. Kedua, dalam proses transmisi Sekar Sari kidung Rahayu Eyang berperan sebagai transmitter, dimulai dari perkenalan beliau dengan tradisi macapat di lingkungannya beserta pengetahuan Al-Qur’an yang didapatnya (awareness). Kemudian elaborasi atas pengetahuan (interest) dan aplikasi pada karyanya (adoption). Ketiga, tahapan transformasi pada Sekar Sari Kidung Rahayu adalah kandungan Al-Qur’an disampaikan dengan berorientasi pada bahasa tujuan (tembang macapat) sehingga terjadi ubahan dan penyesuaian dari aspek bahasa, struktur dan susunannya (sesuai aturan tembang macapat)
Pembatalan Sepihak Jual Beli Sistem Cash On Delivery pada Marketplace Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif
Peraturan perdagangan dalam Islam salah satunya adalah akad. Akad dapat digunakan secara bebas asalkan rukun dan syaratnya terpenuhi. Marketplace e-commercemenyediakan berbagai fitur pembayaran salah satunya cash on delivery (COD). Adanya fitur COD menimbulkan permasalahan antara pelaku usaha dan konsumen. Kedua belah pihak dirugikan akibat transaksi pembayaran dibatalkan secara sepihak oleh konsumen karena pesanan yang diterima tidak sesuai.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana tinjauan hukum Islam dan hukum positif terkait pembatalan sepihak dalam sistem cash on delivery (COD) pada akad perjanjian jual beli di marketplace? Dan 2. Bagaimana upaya perlindungan hukum dalam kasus pembatalan sepihak jual beli sistem cash on delivery (COD) pada marketplace berdasarkan hukum Islam dan hukum posiif?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan normatif empiris. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan antara lain melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis induktif yaitu pembahasan yang diawali dengan mengemukakan fakta-fakta dan mendeskripsikan secara menyeluruh data yang didapat selama proses penelitian..
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Bentuk akad dalam jual beli COD menurut hukum Islam adalah akad Lazim, yaitu akad yang tidak bisa difasakh kecuali dengan iqalah(kesepakatan kedua belah pihak) sedangkan dalam hukum positif jual beli COD merupakan sebuah perjanjian. Sehingga pembatalan sepihak dalam jual beli COD tidak dibenarkan, sebab melanggar akad secara hukum Islam dan hukum positif (2)Upaya perlindungan hukum dalam jual beli COD menurut hukum Islam didasarkan pada maqasid syariah, khususnya Al-Hifz Al Mal. Sebab dalam Al-Qur'an dan Hadist dilarang berlaku curang, menipu, dan merugikan orang lain. Sedangkan menurut hukum positif upaya perlindungan hukum terdapat pada UUPKyang mengatur bahwa pelaku usaha dan konsumen memiliki hak-hak dan kewajiban yang harus dipatuhi dalam menjalankan aktivitasnya
Ilokusi Dalam Komunikasi Siswa Dan Guru Pada Pembelajaran Bahasa Jawa Di MIT Darul Muttaqien Magetan
Halimah, Siti. 2024. Ilokusi dalam Komunikasi Siswa dan Guru pada Pembelajaran Bahasa Jawa di MIT Darul Muttaqien Magetan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Yuentie Sova Puspidalia, M.Pd.
Kata kunci: Ilokusi, Komunikasi, Pembelajaran Bahasa Jawa.
Komunikasi antara siswa dan guru memiliki peran yang penting dalam transfer pengetahuan dan pengembangan keterampilan. Komunikasi yang efektif antara kedua belah pihak dapat memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih baik. Namun, komunikasi bukan sekadar pertukaran kata-kata melainkan juga melibatkan pemahaman makna dalam setiap tuturan, yang dikenal sebagai ilokusi. Dalam konteks bahasa Jawa, ilokusi mengacu pada cara penggunaan bahasa untuk menyampaikan makna atau tujuan tertentu. Dalam percakapan bahasa Jawa, penggunaan kata, atau bahkan intonasi yang khas dapat memberikan petunjuk tentang maksud pembicara yang sesuai dengan situasi dan konteks tuturan, seperti apakah mereka memberi perintah, meminta informasi, atau menyatakan pendapat. Dengan memahami situasi dan konteks tuturan, penutur dapat memilih tujuan komunikatif yang sesuai untuk mencapai efek yang diinginkan saat berkomunikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tindak tutur ilokusi asertif, (2) mendeskripsikan tindak tutur ilokusi direktif, (3) mendeskripsikan tindak tutur ilokusi komisif, (4) mendeskripsikan tindak tutur ilokusi ekspresif, dan (5) mendeskripsikan tindak tutur ilokusi deklaratif, pada komunikasi antara siswa dan guru dalam konteks pembelajaran bahasa Jawa di MIT Darul Muttaqien Magetan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Analisis data yang digunakan terdiri dari tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, teknik rekam dan simak catat.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 120 temuan data bentuk tindak tutur ilokusi, yaitu (1) 24 ilokusi asertif, (2) 72 ilokusi direktif, (3) 4 ilokusi komisif, (4) 17 ilokusi ekspresif, dan (5) 3 ilokusi deklaratif. Berdasarkan temuan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ilokusi yang paling dominan muncul pada pembelajaran bahasa Jawa di MIT Darul Muttaqien Magetan adalah ilokusi direktif karena sifatnya mengarahkan peserta didik untuk melakukan sesuatu. Dalam konteks pembelajaran, penting untuk memberikan arahan kepada peserta didik dalam memahami, menyelesaikan tugas dan aktivitas pembelajaran yang efektif. Dan paling sedikit, yaitu tindak tutur ilokusi deklaratif karena fungsi tersebut untuk membuat perubahan status atau situasi tertentu melalui pernyataan yang diucapkan secara langsung, seperti guru memberikan hukuman atau konsekuensi kepada siswa
EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL TERHADAP PEREDARAN SKINCARE DI WILAYAH MAGETAN
Penulis membahas tentang pentingnya produk perawatan kulit di kalangan masyarakat yang tertarik untuk tampil menarik dengan menjaga kebersihan dan kesehatan kulit wajah. Namun, banyak umat muslim yang tidak mengetahui atau tidak memahami produk skincare mana saja yang telah mendapatkan sertifikasihalal dari MUI.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Efektifitas implementasi Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 terkait Jaminan Produk HalalTerhadap peredaran skincare di wilayah Magetan? Bagaimana Analisis Efektifitas Terhadap Faktor peredaran skincare yang belum bersertifikasi halal di wilayah Magetan?
Adapun penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan hukum normative empiris untuk memahami perilaku dan perspektif konsumen terkait perlindungan hukum terhadap produk skincare. Jika produk tersebut ilegal sebab tidak mempunyai sertifikasi halal dari BPJPH serta izin edar dari Badan Pengawas Obat serta Makana (BPOM). Di sisi lain, produk yang beulum bersertifikasi halal dapat Mengandung zat aditif berbahaya yang beredar tanpa pengawasan, serta berpotensi Menyebabkan efek samping yang merugikan bagi konsumen terkhusus bagi kesehatan kulit wajah.
Dari peneitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Efektifitas Implementasi Undang-undang nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal terhadap peredaran skincare di magetan belum optimal. Kurangnya pemahaman terkait jaminan produk halal serta hak konsumen muslim atas produk halal menjadikan kurang efektifnya Undang-undang nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal di magetan terhadap peredaran skincare.. Untuk meningkatkan Efektifitas implementasi hukum, penulis menyarankan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya masyarakat muslim, tentang pentingnya menggunakan produk bersertifikat halal
Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Metode Mind Mapping pada Siswa Kelas 5B MIN 4 Ponorogo
Baihaqy, Ahmad Abdul Hakim. 2023. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Paragraf Deskripsi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Metode Mind Mapping pada Siswa Kelas 5B MIN 4 Ponorogo Bangunrejo Sukorejo Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Tintin Susilowati, M.Pd.
Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Mind Mapping, Menulis Teks Paragraf Deskripsi
Pada jenjang pendidikan SD/MI tingkat tinggi khususnya kelas 5, terdapat materi pembelajaran menulis teks paragraf deskripsi sederhana. Saat ini tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis paragraf deskripsi. Hal ini terjadi karena siswa kurang konsentrasi dalam pembelajaran, siswa kesulitan memahami materi yang diajarkan, siswa mampu menulis paragraf deskripsi namun gaya penyampaianya kurang memikat pembaca dan pilihan katanya masih kurang menggugah selera pembaca. Hal ini membuat kemampuan siswa belum sesuai dengan kriteria menulis paragraf deskripsi. Sehingga solusinya dengan menerapkan Metode Mind Mapping.
Tujuan adanya penelitian ini adalah, (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan Metode Mind Mapping dalam meningkatkan kemampuan menulis teks paragraf deskripsi pada siswa kelas 5 MIN 4 Ponorogo. (2) Untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan kemampuan menulis teks deskripsi menggunakan Metode Mind Mapping pada siswa kelas 5 MIN 4 Ponorogo.
Penelitian yang digunakan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 2 Siklus. Penelitian yang digunakan, menerapkan metode mind mapping untuk meningkatkan kemampuan menulis teks paragraf deskripsi. Tahap penelitian yang digunakan meliputi: perencanaa, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5B MIN 4 Ponorogo dengan jumlah keseluruhan 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1)Metode pembelajaran ini dirasa baik digunakan untuk meningkatkan memampuan menulis teks paragraf deskripsi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil dari siklus I dan siklus II dapat disimpulkan sebagai berikut: Penelitian pada siklus I belum tuntas. Dibuktikan dengan hasil rata-rata nilai kemampuan menulis teks paragraf deskripsi siswa kelas 5B sebanyak 70.5%, dengan ketuntasan hasil belajar siswa menulis teks paragraf deskripsi siswa sebanyak 65%. (2)Nilai kemampuan menulis teks paragraf deskripsi siklus II sudah mengalami peningkatan sebanyak 16%. Rata-rata nilai kemampuan menulis teks paragraf deskripsi siswa kelas 5B pada siklus II sebanyak 86.5%. sedangkan ketuntasan belajar menulis teks paragraf deskripsi pada siklus II sebanyak 100%. Kesimpulannya penerapan Metode Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan menulis teks paragraf Deskripsi siswa. Karena metode ini dapat mempermudah siswa dalam mengakap dan memahami isi materi yang diberikan dalam pembelajaran
Depresi Dalam Perspektif Al-Qur'an (Studi Tafsir Tematik)
Dewasa ini, gangguan kesehatan mental depresi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat selalu dipandang dari sudut medis atau psikologis saja. Dalam pandangan Islam, Al-Qur’an juga turut memandang persoalan depresi dan hal ini dapat dikaji melalui sudut pandang Al-Qur’an. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengetahui terminologi depresi dalam Al-Qur’an, makna ayat-ayat depresi dalam Al-Qur’an serta solusi yang ditawarkan Al-Qur’an untuk mencegah terjadinya depresi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian yang bersifat kepustakaan atau library research. Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, kitab maupun artikel. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dengan pendekatan tematik atau maudhu’i, yakni mengupulkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan topik atau judul tertentu dengan satu tema keseluruhan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat term dalam Al-Qur’an yang mewakili makna depresi yaitu kata khauf, ya’us, khassyah dan qanuth. Ayat-ayat depresi di dalam Al-Qur’an diantaranya Q.S Al-Baqarah [2]: 155, Q.S Al-Maidah [5]: 52, Q.S Yusuf [12]: 87, dan Q.S Al-Hijr [15]: 56. Al-Qur’an menawarkan solusi dalam mencegah depresi yaitu dengan bersikap sabar terdapat dalam Q.S Al-Baqarah [2]: 155, meningkatkan keimanan dalam Q.S. At-Taubah [9]: 40, ikhtiar dan bertawakal yang terdapat Q.S. At-Taubah [9]: 51 kemudian dengan bersyukur dalam Q.S Al-Hijr [15]: 88
Konversi Agama Untuk Legalitas Pernikahan Di Kecamatan Taman Prespektif Cinta Ibnu Qayyim Al Jauziyah
cinta sendiri lebih luas dari sekedar hubungan suka antara lawan jenis. Tetapi cinta merupakan salah satu unsur yang penting dalam kehidupan manusia. Jika tidak ada cinta maka tidak ada pula kehidupan. Termasuk dalam agama, dimana orang masuk agama biasanya dilandaskan kepada keimanan. Dimana inti dari keimanan tersebut adalah cinta itu sendiri. Tetapi dalam suatu kasus pernikahan terdapat pasangan yang berbeda keyakinan. Dimana mereka dilarang untuk menikah karena karena agama melarang menikah dengan agam lain. Salah satu cara agar mereka dapat menikah adalah dengan konversi agama. Dimana salah satu dari mereka mengalah dan berpindah agama.
Konversi agama yang digunakan untuk legalitas pernikahan bertentangan dengan makna cinta itu sendiri. Dimana selain cinta sebagai dasar hubungan dari pernikahan, cinta juga ada didalam dasar keyakinan terhadap agama tertentu. atau dalam arti lain konversi agama untuk legalitas pernikahan mengesampingkan cinta dalam agama untuk melegalkan cinta terhadap wanita. Maka dari sinilah peneliti berusaha untuk meneliti terkait pemaknaan cinta dan agama dari para pelaku konversi agama untuk legalitas pernikahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna cinta dari pasangan konversi agama untuk menikah. Dimana mereka berani mengesampingkan cinta agama demi bisa menikahi pasangan yang mereka cintai. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metede wawancara. Dimana penelitian berfokus kepada hasil wawancara yang dilakukan kepada bapak Marten Ngaru, dan bapak I Ghede sebagai pelaku konversi agama. Hasil dari wawancara akan diananlisis menggunakan teori cinta dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.
Hasil dai penelitian ini menyatakan bahwa konversi agama yang dilakukan pasangan memang sah sacara hukum. Baik itu hukum islam ataupun hukum positif di Indonesia. Tetapi terdapat suatu kesalahan secara hakikat makan cinta. Dimana mereka mengutamakan cintanya kepada pasangan dari pada cinta kepada tuhan. Sedangkan cinta kepada mahluk itu tidak akan menjadi cinta sejati. Tetapi jika cinta itu didasarkan kepada tuhan maka cinta itu akan menjadi cinta yang sejati
Konsep Moderasi Beragama Dalam Konten Youtube "Warga Toleran" Kementerian Agama Republik Indonesia (Analisis Wacana Teun A. Van Dijk)
Afif Fathurrahman, 2024, Konsep Moderasi Beragama dalam Konten Youtube “Warga Toleran” Kementerian Agama Republik Indonesia (Analisis Wacana Teun A. Van Dijk), Skripsi, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing Dr. Faiq Ainurrofiq M.A
Kata Kunci : Moderasi Beragama, Analisis Wacana, Youtube
Indonesia Merupakan negara yang memiliki banyak sumber daya baik alam maupun manusianya. Salah satu keunikan dari Indonesia adalah keberagamannya baik secara bahasa, suku, adat, budaya ras, bahkan agama. Di samping,itu, keberagaman agama juga menjadi celah untuk dijadikan sebagai gerbang awal perpecahan bagi bangsa Indonesia.
Penelitian ini mengkaji sebuah langkah KEMENAG dalam memanifestasikan moderasi beragama melalui media sosial Youtube dengan konten yang berjudul “Warga Toleran”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana model Teun Van A. Dijk. Rumusan pada penelitian ini adalah bagaimana konten Youtube “Warga Toleran” dianalisa dengan model analisa wacana Teun Van A. Dijk yang meliputi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.
Hasil Penelitian menunjukkan : dari segi teks, konten “Warga Toleran” menghadirkan tema internalisasi moderasi beragama terhadap generasi muda. Selain itu, terdapat beberapa skema yang dihadirkan seperti, sikap toleransi, sikap tolong menolong, sikap menyayangi seluruh makhluk, dan mengedepankan kepentingan umum. Dan dari struktur mikronya, konten tersebut menggunakan bahasa yang santai dan memasukkan seluruh keanekaragaman bahasa dan logat di beberapa daerah. Hal tersebut juga didukung dengan grafis yang menonjolkan sikap moderasi di setiap skema pada tiap tiap adegan. Dari segi kognisi sosial, KEMENAG memasukkan ideologi Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila serta nilai rahmatan lil ‘alamiin dalam konten “Warga Toleran”. Dan secara konteks sosial, KEMENAG memiliki andil penuh dalam melaksanakan praktik kekuasaan dan akses dalam mempengaruhi wacana pada masyarakat khususnya wacana moderasi beragama
(MOHON LEMBAR YANG KOSOSNG DIHAPUS SAJA) fenomena catcalling pada remaja: dinamika psikologis dan dampaknya
Masa remaja adalah masa dimana seorang anak bertumbuh kembang dengan kapasitas pengetahuan lebih banyak dibandingkan pada saat kanak-kanak. Menurut Erikson krisis identitas merupakan tahapan untuk membuat suatu keputusan terhadap berbagai permasalahan penting yang berkaitan dengan identitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena catcalling dan dampaknya terhadap korban. Pendekatan penelitian menggunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara pandang advocacy / participatory yang berorientasi pada peubahan dengan pendekatan fenomenologi. secara spesifik lebih diarahkan pada penggunaan pendekatan penelitian kualitatif, mengumpulkan data primer dari remaja korban catcalling data sekunder teman korban melalui wawancara mendalam. Tujuannya adalah memperoleh pemahaman mendalam melalui perspektif dan pengalaman langsung dari responden, dengan validasi data melalui triangulasi data.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada 6 orang subjek yakni: R, A, V, R, O, F dapat disimpulkan bahwa fenomena catcalling terjadi dan pernah dilakukan oleh remaja akan tetapi hal ini tidak terjadi pada lingkungan sekitar mereka tinggal. Terjadinya tindakan catcalling disebabkan ketidaktahuan remaja akan catcalling, dampak yang ditimbulkan bagi korban dan pelaku serta sanksi hukum bagi pelaku yang melakukan tindakan catcalling. Hal ini dapat dijelaskan melalui teori perkembangan psikososial Erik Erikson, yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan periode krisis identitas versus kebingungan peran. Dalam upaya mencari jati diri, remaja cenderung meniru perilaku orang lain atau lingkungan sekitarnya, termasuk tindakan catcalling yang mereka amati. Pengaruh teman sebaya, media, dan masyarakat secara luas memainkan peran signifikan dalam membentuk perilaku remaja. Oleh karena itu, catcalling yang dilakukan oleh remaja tidak hanya mencerminkan pencarian identitas mereka, tetapi juga menunjukkan bagaimana perilaku negatif dapat dipelajari dan direplikasi dari lingkungan sekitar. Dampak dari catcalling terhadap korban menunjukkan bahwasannya catcalling memang membuat perasaan tidak nyaman, malu bahkan membuat korban berfikir bahwa penampilan yang membuat tindakan ini terjadi