Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Dinamika Rekigiusitas Remaja Pelaku Judi Online (Studi Kasus Remaja Di Kel Selosari Kec Magetan Kab Magetan)
ABSTRAK
Mohammad Bayu Saiiyid Abdullah. 2024. Dinamika religiusitas remaja pelaku judi online (studi kasus remaja di Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan). Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Dosen Pembimbing: Dr. Faiq Ainurrofiq, M.A
Kata kunci: remaja, judi online, religiusitas.
Perjudian merupakan permainan yang sudah lama ada di tengah masyarakat. Seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi permainan judi juga mengalami perubahan dari segi cara bermain yang sekarang lebih kita kenal sebagai judi online. Kasus perjudian tidak lagi dimainkan oleh orang dewasa, namun kini mulai menjamur di kalangan remaja.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi jenis-jenis judi online yang dimainkan oleh remaja, faktor-faktor yang mempengaruhi remaja melakukan judi online, dan dinamika religiusitas remaja yang menjadi pelaku judi online di Kelurahan Selosari.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan teknik validasi data.
Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa jenis-jenis judi online yang dimainkan oleh remaja di Kelurahan Selosari diantaranya yaitu higgs domino, judi slot, dan judi bola online. Faktor utama penyebab remaja melakukan judi online adalah bergaul dengan teman yang memiliki kebiasaan bermain judi online, serta faktor lainnya seperti faktor sosial ekonomi, faktor situasional, faktor keingintahuan, faktor persepsi kemenangan, dan faktor persepsi keterampilan. Adapun dinamika religiustias yang ditemukan pada remaja yaitu tetap melaksanakan ibadah sholat lima waktu walaupun melakukan perilaku yang dilarang oleh agama seperti bermain judi. Di sisi lain, remaja juga merasa gelisah dan menyadari bahwa perilaku yang dilakukan merupakan perbuatan salah dan berdosa
...(LENGKAPI LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI DGN TTD ASLI BUKAN SCAN/SCAN FULL SATU LEMBAR, UNDUH FORM DI WEB PERPUS, UPLOAD ULANG)...ANALISIS VERNAKULARISASI DAN AKURASI TERHADAP TERJEMAH AL-QUR’AN (Kagungan Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat Kur`an Jawi Kyai Bagus Ngarpah Surah Al-Baqarah)
ABSTRAK
Saputra, Orryza. 2023. Analisis Vernakularisasi Dan Akurasi Terhadap Terjemah Al-Qur’an (Kagungan Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat Kur`An Jawi Kyai Bagus Ngarpah Surah Al-Baqarah)
Kata Kunci : Terjemah Al-Qur`an, Vernakularisasi, Akurasi, Bahasa Jawa
Perkembangan penerjemahan Al-Qur’an di Indonesia memperlihatkan hubungan terjemah Al-Qur’an dengan budaya lokal. Hubungan tersebut menghasilkan karya-karya tafsir yang khas dalam berbagai ruang sosial-budaya. Salah satu karya terjemah yang lahir di lingkungan Karaton Surakarta dengan memuat konten-konten Arabisasi yaitu Bahasa Arab menjadi bahasa lokal (Jawa) adalah Terjemah Al-Qur’an Kagungan Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat, Kur`An Jawi karya Kyai Bagus Ngarpah memuat unsur-unsur lokalitas melalui refleksi hubungan keterangan terjemah yang dinukil dari bermacam kitab dengan bahasa Jawa sehingga memunculkan fenomena vernakularisasi. Penelitian ini melihat faktor, kondisi, dan situasi yang mempengaruhi terjemah ini sehingga penerjemahan al-Qur`an di Indonesia bisa berkembang, khususnya yang menjadi ketertarikan peneliti adalah pengaruh dari fenomena vernakularisasi ini apakah ia mempengaruhi akurasi terjemah terjemah al-Qur`an Kur`an Jawi.
Jenis penelitian ini adalah library research atau penelitian pustaka yaitu penelitian yang menggunakan sumber tertulis untuk mencari data. Dalam penelitian ini penulis juga menggunakan wawancara untuk menggali sumber-sumber yang belum ditemukan, dengan pendekatan deskriptif-analitis. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menjelaskan metode penerjemahan Kyai Bagus Ngarpah dalam menerjemahkan al-Qur’an. 2) Menganalisa vernakularisasi yang terdapat dalam Kur`an Jawi surat al-Baqarah dari segi bahasa dan akurasi terjemahnya. 3) Mengetahui akurasi terjemah al-Qur`an Kyai Bagus Ngarpah.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah, pertama, bahwa terjemah Kur`an Jawi yang ditulis oleh Kyai Bagus Ngarpah beserta tim-nya ditulis dengan metode tafsiriyyah, yaitu metode menerjemahkan al-Qur`an dengan memahami susunan kalimat bahasa pertama lalu menjelaskannya kembali dengan kalimat Bahasa kedua/sasaran dengan tetap berdasar dan berpegang pada maksud yang dikandung oleh bahasa sumber. Dalam penerjemahannya, Kyai Bagus Ngarpah juga menambahkan keterangan untuk ayat-ayat dan istilah asing dari beberapa referensi kitab. Kedua, jelas terdapat vernakularisasi di dalam Kur`an Jawi. Vernakularisasi tersebut dapat dilihat pada 4 aspek struktur bahasa yakni, 1) perbedaan hierarki bahasa, 2) beberapa ungkapan tradisional masyarakat Jawa. 3) penyerapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Jawa (Arabisasi bahasa) dan 4) perbedaan penerjemahan yang disebabkan faktor kosmologi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Ketiga, vernakularisasi bukanlah masalah yang mempengaruhi akurasi terjemah Kur`an Jawi, melainkan penerjemahan terlewat atau perbedaan pemaknaan yang justru banyak mempengaruhi akurasi terjemahnya
..(TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA, UBAH FILE KE PDF, UPLOAD ULANG)..STRATEGI DAKWAH KOMUNITAS PERSAUDARAAN MUSLIMAH (SALIMAH) DALAM MEMBENTUK KARAKTER MUSLIMAH DI PC KECAMATAN NGUNTORONADI KABUPATEN WONOGIRI
Semakin berkembangnya zaman, Muslimah semakin mendapatkan tantangan karenaa harus tetap tampil baik dan modern, tetapi juga harus dapat menyaring hal-hal mana yang baik mana yang buruk karena dirinya adalah seorang Muslimah yang taat kepada Allah SWT, dan mengikuti apa yang telah diajarkan oleh agama.
Persaudaraan Muslimah atau biasa disingkat dengan kata “ SALIMAH “ muncul sebagai ormas perempuan yang tumbuh dari keprihatinan mendalam terhadap tantangan bangsa Indonesia di berbagai sektor kehidupan. Komunitas SALIMAH ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kecamatan Nguntoronadi, karena sudah merubah tingkah laku dari para anak muda atau ibu-ibu yang dulunya mereka kurang istiqomah dan sekarang mereka insya allah beristiqomah dalam hijrahnya. Dengan adanya komunitas ini berdampak positif terhadap masyarakat kecamatan Nguntoronadi, karena kegiatan yang diadakan oleh komunitas ini untuk umum dan mengajarkan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT, dan memberikan solusi terhadap orang yang belum memahami tentang agama
Peran Musyrif dalam Menangani Kasus Bullying Santri di Pondok Pesantren Jannatul Firdaus Pohjenggel Kedunggalar Ngawi
Fenomena terjadinya bullynig di Pondok Pesantren menjadi salah satu isu yang serius karena melihat dampaknya terhadap kenyamanan dan kebetahan santri hingga terjadinya faktor untuk boyong dari Pondok Pesantren. Adanya peran musyrif sebagai pembimbing dan motivator sangat penting dalam menangani kasus bullying santri khususnya di Pondok Pesantren Jannatul Firdaus Pohjenggel Kedunggalar Ngawi.
Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mendeskripsikan peran musyrif sebagai pembimbing dalam menangani kasus bullying santri di Pondok Pesantren Jannatul Firdaus Pohjenggel Kedunggalar Ngawi; (2) Untuk mendeskripsikan peran musyrif sebagai motivator dalam menangani kasus bullying santri di Pondok Pesantren Jannatul Firdaus Pohjenggel Kedunggalar Ngawi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitiannya adalah jenis study kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan model analisis data menurut Matthew B.Miles, A.Michael Huberman, Johnny Saldana. Sedangkan pengecekan keabsahan data penelitian dengan menggunakan uji kredibilitas yaitu: perpanjangan keikut sertaan, pengamatan yang tekun, dan triangulasi. Partisipan atau inforfan penelitian ini terdiri dari lurah pondok, musyrif, santri pelaku bullying, santri korban bullying dan saksi.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Adanya tindakan dari musyrif di Pondok Pesantren Jannatul Firdaus yaitu musyrif mempunyai dua peran penting sebagai pembimbing dan motivator. 1) musyrif sebagai pembimbing, bagi pelaku bullying ini musyrif melakukan bimbingan, nasihat dan metode takzir atau hukungan yang bersifat membangun agar muncul rasa jera, sedangkan bagi korban ini musyrif melakukan pembinaan dan memberi nasihat dan arahan yang baik untuk membangun semangat dan kuat di pondok pesantren. Jenis korban bullying verbal seperti: seperti mengejek dan memanggil nama dengan nama julukan (laqob), dan bullying fisik seperti: mendorong dan menonjok karena rebutan sragam sekolah; 2) Musyrif sebagai motivator ini musyrif berperan memberikan dorongan moral dan semangat kepada santri, membangun kepercayaan untuk selalu di jalan kebaikan tanpa menggagu orang lain, dan membangun kepercayaan diri santri untuk melaporkan kasus bullying ini ke musyrif dengan tanpa takut atau anacaman dari santri lain, musyrif juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang memperkuat hubungan antar santri dan pengurus dan menumbuhkan rasa kebersama’an, melalui cerita pengalaman selama mondok dan shering-shering keluh kesah yang dialami santri di pondok pesantren. Serta melalui program majlis ta’lim wuquf qolbi ar-ridho dan muhadharah
..(TAMBAHKAN TTD ASLI DI ATAS MATERAI PADA LEMBAR KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG)..HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI SANTRI USIA 13 – 15 TAHUN DI PONDOK PESANTREN ITTIHADUL UMMAH
Puspitasari, Anekesya, 2024. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Penyesuaian Diri Santri Usia 13-15 Tahun di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah. Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Pembimbing M. Nurdin, M.Ag.
Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Penyesuaian Diri, Santri.
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri, manusia akan membutuhkan manusia lain dalam memenuhi kebutuhannya. Interaksi yang dilakukan manusia tidak dapat berjalan sempurna apabila ia tidak mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Salah satu lembaga yang di dalamnya banyak melatih kemampuan bersosialisasi dari masing-masing individu yang berda dalam lembaga tersebut adalah pondok pesantren.
Dengan latar belakang tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian diri santri usia 13-15 tahun di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 72 santri yang dipilih berdasarkan teknik cluster random sampling. Instrument yang digunakan dalam mengukur variabel pada penelitian ini yaitu skala kecerdasan emosional yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek kecerdasan emosional Goleman dan skala penyesuaian diri oleh Schneiders.
Hasil analisis data menggunakan korelasi product moment dengan bantuan SPSS V.23 diperoleh hasil nilai korelasi (r) kedua variabel sebesar 0,626 dengan taraf signifikansi 0,000 sehingga dikatakan p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan penyesuaian diri santri usia 13-15 tahun yang ada di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Anak Sejuta Bintang dan Relevansinya dengan Motivasi Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar
Pendidikan merupakan usaha sadar yang direncanakan untuk mendapatkan suasana belajar yang baik dengan tujuan agar peserta didik dapat aktif mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Dalam pendidikan, terdapat beberapa pembahasan yang salah satunya tentang nilai-nilai pendidikan. Nilai-nilai pendidikan merupakan segala sesuatu yang dapat menumbuhkan sifat kepribadian yang baik bagi kehidupan dan didapat melalui proses pendidikan. Nilai-nilai pendidikan yang didapat oleh seseorang akan mengarahkannya untuk menjadi pribadi yang baik dan memiliki dorongan semangat belajar yang tinggi. Semangat belajar tersebut, sering disebut dengan motivasi belajar. Motivasi belajar sangat penting dalam proses belajar peserta didik karena dapat memberikan dorongan kepada peserta didik untuk mau belajar, baik yang berasal dari dalam diri peserta didik maupun dari luar diri peserta didik. Motivasi belajar tidak hanya bisa didapatkan di sekolah ataupun dari buku pelajaran. Motivasi belajar juga bisa didapatkan dari sebuah novel, salah satunya dari novel Anak Sejuta Bintang (ASB) karya Akmal Nasery Basral.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral; (2) menjelaskan penanaman nilai-nilai pendidikan dalam novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral; (3) merelevansikan penanaman nilai-nilai pendidikan dalam novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral dengan motivasi belajar.
Adapun penelitian ini dirancang menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kajian pustaka. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral. Analisis data menggunakan analisis isi.
Berdasarkan hasil analisis isi pada novel ASB ditemukan nilai-nilai pendidikan berupa nilai pendidikan religius, moral, sosial, dan budaya. Penanaman nilai-nilai pendidikan tersebut ditanamkan secara langsung dan tidak langsung oleh para tokoh novel ASB yang disajikan dalam bentuk cerita dan dialog. Relevansi penanaman nilai-nilai pendidikan dalam novel ASB dengan motivasi belajar berasal dari motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik yang terdapat dalam nilai-nilai pendidikan religius, moral, sosial, dan budaya
...(LENGKAPI STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)...Pola Komunikasi Organisasi Oleh Pimpinan Kepada Staf Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Kerja Di Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Madiun
Latif, Muchamad Saddam Abdurrahman. 2024. Pola Komunikasi Organisasi Oleh Pimpinan Kepada Staff Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Kerja Di Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Madiun. Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing Dr. H. Ahmad Munir, M. Ag.
Kata Kunci : Komunikasi, Organisasi, Kedisiplinan Kerja, Dinas Komunikasi Dan Informatika
Komunikasi merupakan suatu kegiatan yang melekat pada kehidupan manusia baik sebagai individu maupun menjadi manusia sosial. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Madiun sebagai lembaga pelayanan publik yang memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan informatika dan komunikasi di tingkat kabupaten diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan tingkat kedisiplinan kerja yang tinggi. Ditemukan beberapa indikasi kurangnya disiplin kerja di Diskominfo Kabupaten Madiun, seperti keterlambatan sebagian pegawai mengikuti apel pagi setiap Senin-Kamis dan terlambat masuk pada hari jumat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi organisasi oleh pimpinan kepada staf dalam meningkatkan kedisiplinan kerja di dinas komunikasi dan informatika Kabupaten Madiun, mendeskripsikan bentuk komunikasi dan implementasi komunikasi oleh pimpinan kepada staf, dan mengetahui hasil dari pola komunikasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Kesimpulan mengenai pola komunikasi organisasi oleh pimpinan kepada staf dalam meningkatkan kedisiplinan kerja di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Madiun : 1) Bentuk komunikasi pimpinan adalah komunikasi organisasi dengan mengkombinasikan komunikasi verbal lisan dan tertulis serta komunikasi non-verbal 2) Implementasi dari komunikasi organisasi yang dilakukan pimpinan berupa arahan, motivasi, teguran lisan, terguran tertulis dan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dengan presentasi menit keterlambatan pegawai 3) Pimpinan menerapkan pola komunikasi roda, yang efektif dalam meningkatkan kedisiplinan kerja, dengan berkurangnya menit keterlambatan pegawa
Efektivitas Media Pembelajaran Treasure Hunt Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Siswa Kelas 4 di MI Ma’arif Setono
Dalam proses pembelajaran di kelas seringkali menghadapi permasalahan diantaranya siswa yang pasif dalam berdiskusi dan menjawab pertanyaan. Selain itu, kesulitan siswa dalam memberikan kesimpulan karena terdapat bahasa asing dalam materi, serta kurangnya siswa dalam memberi argumentasi dalam pembelajaran. Dengan demikian, perlunya memanfaatkan variasi media pembelajaran agar siswa dapat lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran. Seperti penerapan media pembelajaram treasure hunt, media tersebut mendorong siswa untuk memecahkan teka-teki, mengumpulkan informasi, dan menjalani pertualangan pembelajaran, serta meningkatkan pemikiran kritis.
Penelitian ini bertujuan untuk; 1) untuk mengetahui keterlaksanaan pengguanaan media pembelajaran treasure hunt terhadap kemampuan berfikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS; 2) untuk mengetahui aktivitas siswa dalam penggunaan media pembelajaran treasure hunt terhadap kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran IPAS; 3) untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran treasure hunt terhadap kemampuan berfikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS.
Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan model quasi experimental yaitu dengan uji Pre-Test dan Post-Test kepada siswa kelas IV A sebagai kelas kontrol dengan siswa 27 anak serta kelas IV B sebagai kelas eksperimen dengan siswa 26 anak. Instrumen penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji hipotesis penelitian ini.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; 1) dalam keterlaksanaan penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan dimana pada pertemuan pertama peneliti memberikan soal pre-test dan penguatan materi mengenai materi wujud benda. Kemudian pertemuan kedua penerapan media treasure hunt dilanjut siswa mengerjakan soal post-test; 2) siswa mampu berperan aktif dalam memecahkan masalah, menganalis serta menggabungkan informasi berdasarkan petunjuk pada permainan treasure hunt; 3) berdasarkan uji T-Test dapat diketahui bahwa nilai signifikan 2-tailed sebesar 0,005, maka dapat dinyataka
Manajemen Program Kelas Bina Prestasi dalam Membentuk Madrasah Unggulan Akademik Nasional Studi Kasus Di MAN 2 Ponorogo
Widiyaningsih, Linda Nur. 2024. Manajemen Program Kelas Bina Prestasi dalam Membentuk Madrasah Unggulan Akademik Nasional (Studi Kasus di MAN 2 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Prof. Dr. Mukhibat, M.Ag.
Kata Kunci: Manajemen, Bina Prestasi, Madrasah Unggulan.
Dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan MAN 2 Ponorogo memiliki kelas unggulan yang disebut dengan Bina Prestasi. Bina Prestasi di MAN 2 Ponorogo dilaksanakan sejak tahun 2012 dan sudah banyak prestasi-prestasi yang diperoleh peserta didiknya. Maka disini, peneliti ingin mengkaji lebih dalam terhadap apa yang dilakukan oleh MAN 2 Ponorogo tentang bina prestasi sehingga sudah sangat relevan dalam konteks meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan. Selain itu, juga dapat memberikan informasi kepada madrasah lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program kelas bina prestasi dalam membentuk madrasah unggulan akademik nasional studi kasus di MAN 2 Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan rancangan penelitian studi kasus yang mendasarkan pada suatu program. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis Miles, Huberman, dan Saldana yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil analisa data ditemukan bahwa (1) Perencanaan program kelas bina prestasi dalam membentuk madrasah unggulan akademik nasional studi kasus di MAN 2 Ponorogo yaitu: program kerja, tujuan dan manfaat program, pembiayaan, waktu, penanggung jawab, pelaksana, mitra, dan sasaran. (2) Pengorganisasian program kelas bina prestasi dalam membentuk madrasah unggulan akademik nasional studi kasus di MAN 2 Ponorogo yaitu: adanya struktur tersendiri untuk Tim Pengelola Kelas Bina Prestasi berkordinasi langsung dibawah naungan Waka Kurikulum. (3) Pelaksanaan program kelas bina prestasi dalam membentuk madrasah unggulan akademik nasional studi kasus di MAN 2 Ponorogo yaitu: a) Memberikan kegiatan atau program unggulan untuk peserta didik yang berada di kelas bina prestasi. b) Mengarahkan peserta didik untuk mengikuti berbagai perlombaan baik tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional, maupun Internasional. c) Muatan kurikulum yang digunakan untuk proses pembelajaran sesuai dengan kebijakan Pemerintah yang berlaku saat ini yaitu K13 dan Kurikulum Merdeka (Kurmer). d) Metode pembelajaran menggunakan strategi student centre. e) Media pembelajaran digital dengan berbagai platfrom. f) Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. (4) Evaluasi program kelas bina prestasi dalam membentuk madrasah unggulan akademik nasional studi kasus di MAN 2 Ponorogo yaitu: menerapkan evaluasi sumatif. Sedangkan evaluasi pembelajaran program kelas bina prestasi bagi peserta didik dalam bentuk Computer Based Test (CBT), Praktikum (Kimia, Fisika dan Biologi), Laporan Hasil Praktikum, dan Portofolio
..(SCAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN/ SCAN FULL SATU LEMBAR, UPLOAD ULANG)...KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PESERTA ICSP 2023 DI LINGKUNGAN MADRASAH UTHMANIAH PENANG, MALAYSIA
Ihsanul Hudiya Arliansyah. 2024. Komunikasi Antar Budaya Peserta ICSP 2023 di Lingkungan Madrasah Uthmaniah Penang, Malaysia. Skripsi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. H. Ahmad Munir, M.Ag
Kata Kunci : Komunikasi Antar Budaya, Harmonisasi, Internasional
Komunikasi memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang harmonis dan efektif. Penyampaian informasi atau pesan dari satu orang ke orang lain sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami adalah pengertian proses komunikasi. Keanekaragaman budaya sangat mempengaruhi bagaimana kita berkomunikasi, seperti yang kita ketahui bahwa komunikasi merupakan penyampaian pesan atau informasi kepada orang lain, maka jika dalam penyampaian kita berhadapan dengan budaya lain tentu ini membuat terhambatnya informasi yang akan disampaikan. Proses berkomunikasi melintasi batas-batas budaya, entah itu ras, etnis, sosial ekonomi, atau gabungan dari keempatnya, dikenal sebagai komunikasi antar budaya. Komunikasi antar budaya masih terus berkembang, terutama dengan adanya kebebasan berkomunikasi yang diberikan oleh kemajuan teknologi. Penelitian ini akan membahas tentang Komunikasi Antar Budaya Peserta ICSP 2023 di Lingkungan Madrasah Uthmaniah Penang, Malaysia.
Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut, dirumuskan masalah berupa bagaimana proses komunikasi antar budaya yang dilakukan peserta ICSP 2023 di lingkungan Madrasah Uthmaniah Penang, Malaysia, apa saja kendala komunikasi antar budaya yang ditemui peserta ICSP 2023 di lingkungan Madrasah Uthmaniah Penang, Malaysia, dan bagaimana solusi untuk mengatasi kendala komunikasi antar budaya yang dilakukan oleh peserta ICSP 2023 di lingkungan Madrasah Uthmaniah Penang, Malaysia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif untuk menggambarkan dan mendeskripsikan bagaimana proses komunikasi antar budaya yang dilakukan oleh peserta ICSP 2023.
Hasil dari penelitian ini yaitu sebagai berikut : Pertama, dalam proses komunikasi antar budaya peserta ICSP 2023 menggunakan cara adaptasi yang dilakukan selama kegiatan berlangsung di lingkungan Madrasah Uthmaniah. Kedua, ditemukan kendala utama oleh peserta ICSP 2023 pada saat komunikasi antar budaya di lingkungan Madrasah Uthmaniah yaitu berupa perbedaan bahasa. Ketiga, solusi yang dilakukan oleh peserta ICSP 2023 dalam menangani kendala komunikasi antar budaya adalah dengan menggunakan bahasa internasional atau bahasa inggris, bahasa tubuh atau non verbal, menggunakan teknologi smartphone, dan mengembangkan fleksibilitas dalam berkomunikasi