Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    Pelaksanaan Gerakan Furudu Al-'Ainiyah Dalam Membentuk Karakter Religius Dan Akhlak Mulia Peserta Didik Kelas XI MAN 4 Madiun

    No full text
    Perkembangan globalisasi yang terjadi membawa perubahan dunia, salah satunya dunia pendidikan dimana peserta dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan saja tetapi dituntut memiliki karakter religius dan akhlak mulia yang baik. Namun karakter religius dan akhlak mulia pada zaman sekarang menjadi permasalahan bagi lembaga pendidikan. Salah satunya yang disebabkan globalisasi yaitu kurangnya sikap disiplin ibadah, kurangnya sikap patuh terhadap ajaran agama, dan kurangnya sikap sopan santun terhadap guru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut MAN 4 Madiun menerapkan Gerakan Furudu Al-'Ainiyah yaitu bentuk kegiatan pembiasaan keagamaan yang bertujuan membentuk karakter religius dan akhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan Furudu Al-'Ainiyah dalam membentuk karakter religius; (2) penerapan Furudu Al-'Ainiyah dalam membenuk akhlak mulia; (3) Faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter religius dan akhlak mulia. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif (qualitative research) dan jenis penelitian studi kasus. Adapun sumber data primernya yakni kepala madrasah, guru al-Qur'an hadits,fikih, aqidah akhlak, dan peserta didik kelas XI, sedangkan sumber data sekundernya adalah dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Miles dan Huberman dengan langkah-langkah melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan Gerakan Furudu Al-'Ainiyah dalam membentuk karakter religius kelas XI di MAN 4 Madiun dalam meningkatkan disiplin ibadah antara lain setiap pagi dibiasakan melantunkan Asmaul Husna, Sholawat Nariyah, membaca dan menghafalkan al-Qur'an, serta mempratikkan Thaharah. Dan Sholat jenazah. Peningkatan patuh ajaran agama melalui pembiaasaan Sholat berjamaah, antara lain Sholat Duha, Sholat zuhur, dan Sholat ashar. (2) Penerapan Gerakan Furudu Al-'Ainiyah dalam membentuk akhlak mulia salah satunya dalam membentuk sikap sopan santun terhadap guru dilakukan melalui pembiasaan berjabat tangan untuk mempererat silaturahmi, Jum'at Amal untuk menanamkan rasa ikhlas dan tolong menolong, Jum'at berkah dilakukan untuk menanamkan sikap kepedulian dengan sesama manusia; (3) Faktor pendukung pembentukkan karakter religius dan akhlak mulia yaitu guru ikut mengawasi kegiatan tersebut sekaligus mengevaluasi menjelang akhir semester, banyaknya antusias peserta didik dalam kegiatan tersebut, disediakannya al-Qur'an dan buku Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakhul Karimah (SKUA. Sedangkan faktor pendukung pembentukkan akhlak mulia yaitu adanya keinginan dan kemauan peserta didik untuk belajar memperbaiki diri, dan lingkungan keluarga yang memberikan contoh yang baik terhadap peserta didik. Faktor penghambat karakter religius dan akhlak mulia yaitu adanya rasa malas dan lingkungan teman sebaya yang kurang mendukung

    AKTUALISASI PANCA JIWA DALAM KEPRIBADIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL IMAN PUTRI PONOROGO

    No full text
    Pondok pesantren Al Iman Putri merupakan salah satu pondok alumni Gontor yang menerpakan nilai-nilai pondok guna membentuk karakter santri yang merupakan landasan ideal kehidupan di pondok pesantren. Namun apabila, penanaman nilai-nilai pondok ini terkawal dengan ketat dan disiplin saja, lalu bagaimana para santri bisa memaknai dan menghayati 5 falsafah panja jiwa dengan penuh rasa kesadaran yang menjadi asas utama landasan seluruh kegiatan di pondok. Pengaktualisasian panca jiwa menjadi penting untuk dikaji dalam kepribadian santri di pondok pesantren karena dapat memperoleh gambaran bagaimana individu berdialog dengan komunitasnya dalam membangun moralitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan panca jiwa di pondok pesantren Al Iman Putri : 1) aktualisasi jiwa keikhlasan, 2) aktualisasi jiwa kesederhanaan, 3) aktualisasi jiwa berdikari, 4) aktualisasi jiwa ukhuwah islamiyah, 5) aktualisasi jiwa bebas dalam kepribadian santri. Tulisan ini membahas aktualisasi panca jiwa dalam kepribadian santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menjelaskan setiap panca jiwanya. Pengumpulan data dilakukan melaui wawancara 8 informan dengan klasifikasi 1 kyai 1 direktris 2 usth 2 santriwati dan 2 alumni, kemudian dilanjutkan observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana, yaitu menganalisis data dengan pengumpulan data (Data Collection), kondensasi data (Data Condensation), penyajian data (Data Display), serta penarikan dan verifikasi kesimpulan (Conclusion Drawing) Penelitian ini menghasilkan lima temuan. Pertama, proses aktualisasi panca mula-mula dengan adanya sosialisasi lalu pengenalan mendalam 5 panca jiwa dimulai dengan Pertama jiwa keikhlasan, ini dibuktikan dengan temuan pedoman santri dengan tiga hal pola piker, tingkah laku dan sikap. Kedua, aktualisasi panca jiwa kesederhanaan, ini dibuktikan dengan ada skala prioritas dalam mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan yang harus didahulukan. Ketiga, aktualisasi jiwa berdikari, ini dibuktikan dengan setiap jiwa bertanggungjawab atas semua perbuatan yang dilakukan. Keempat, aktualisasi panca jiwa ukhuwah islamiyah, ini dibuktikan dengan adanya sikap saling tolong menolong, empati terhadap teman, Kelima, aktualisasi panca jiwa bebas, ini dibuktikan dengan bebas dalam berfikir dan berbuat kegiatan yang ada di pondok tetapi tidak menyalahi peraturan

    TINJAUAN ‘URF TERHADAP TRADISI PENENTUAN HARI PERKAWINAN DALAM ADAT JAWA (Studi Kasus Pada Masyarakat di Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan)

    No full text
    Perkawinan adalah kebutuhan penting dalam kehidupan manusia yang mencakup berbagai aspek, baik pada aspek individu maupun sosial. Dalam pelaksanaannya, perkawian tidak hanya sekadar hubungan antara dua individu yang saling mencintai, tetapi dalam pelaksanaannya juga melibatkan berbagai aspek seperti hukum, agama, budaya, dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat. Salah satunya yaitu tradisi penentuan hari perkawinan. Tradisi ini telah menjadi hal yang tidak terlepaskan bagi masyarakat Jawa di berbagai daerah khususnya di Desa Wates, Panekan, Magetan. Tetapi, keberadaan tradisi penentuan hari perkawinan di Desa Wates ternyata mendapatkan pertentangan dari berbagai anggota masyarakat yang menganut aliran keagamaan dari ormas Islam seperti Nahdhatul Ulama, Salafi, Muhammadiyyah, Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA), LDII, Wahabi, dan lain sebagainya. Mereka menganggap bahwa tradisi ini bertentangan dengan ajaran Islam secara murni sehingga sebagian masyarakat memilih tidak mengikuti tradisi ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana tinjauan ‘urf terhadap penentuan hari perkawinan dalam adat Jawa di masyarakat Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan? 2) Bagaimana tinjauan ‘urf terhadap dampak sanksi sosial apabila tidak mengikuti tradisi penentuan hari perkawinan dalam adat Jawa di Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan? Adapun jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang merupakan pendekatan penelitian kualitatif yang memungkinkan peneliti mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data secara sistematis serta terstruktur Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi penentuan hari perkawinan dalam adat Jawa di Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan dapat diterima sebagai bagian dari ‘urf s{ah}i>h yang menjadi sumber hukum Islam. Namun, tradisi ini tidak boleh dijadikan sebagai hal yang mutlak dan mengikat, melainkan sebagai hal yang fleksibel dan relatif. Sedangkan, tinjauan ‘urf terhadap dampak sanksi sosial tidak mengikuti tradisi ini dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keterikatan dan keterbukaan masyarakat terhadap tradisi ‘urf` tersebut yang dibedakan menjadi dua yaitu Pertama, jika masyarakat setempat masih terikat terhadap tradisi ini, maka mereka akan menilai sebagai pelanggaran terhadap tradisi yang diterima oleh masyarakat. Kedua, jika masyarakat setempat sudah mulai longgar dan terbuka terhadap tradisi ini, maka mereka akan menilai hal tersebut sebagai pilihan pribadi calon pengantin

    ..(TAMBAHKAN MATERAI PADA LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG)..Urgensi Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Di Daerah Ponorogo Perspektif Fiqh Siyasah

    No full text
    ABSTRAK Kustiana, Rafika 2024. Urgensi Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Terhadap Kawasan Tanpa Rokok Di Daerah Ponorogo Perspektif Fiqh Siyāsah. Skripsi Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr Moh Mukhlas, M.Pd. Kata kunci/keywords: Pemerintah Daerah, Kawasan Tanpa Rokok, Fiqh Siyāsah. Asap rokok merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rancangan peraturan daerah (raperda) tentang KTR dalam upaya melindungi masyarakat dari dampak buruk paparan asap rokok. Perda KTR memiliki peran penting dalam mengurangi prevalensi penyakit. Selain itu, perda KTR juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Rancangan perda KTR merupakan langkah strategis dalam upaya pengendalian tembakau di tingkat daerah. Dalam Pasal 151 ayat (2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan secara tegas mengamanatkan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di setiap wilayahnya masing-masing. Landasan hukum pembentukan perda tentang KTR itu adalah Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau Terhadap Kesehatan. Serta Peraturan Bersama Menteri Kesehatan Nomor 188/MENKES/PB/1/2011 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana urgensi raperda KTR di Daerah Ponorogo perspektif fiqh siyāsah? (2) Bagaimana rumusan dan desain pengaturan KTR dalam raperda KTR di Daerah Kabupaten Ponorogo dalam perspektif fiqh siyāsah? Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di wilayah Kabupaten Ponorogo meliputi, Pemerintah Kabupaten, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi . Dari analisis data ini dapat disimpulkan bahwa menurut fiqh siyāsah dengan konsep kemaslahatan, mencegah kemudaratan, dan menjaga nyawa, maka KTR ini menjadi Urgensi di Daerah Ponorogo, dan kewajiban sebagai pemerintah Daerah ubtuk menetapkan KTR ini sudah sesuai dengan prinsip fiqh siyāsah. Menurut fiqh siyāsah tugas dan fungsi serta tanggung jawab sebagai Pemerintah Daerah mengenai pembentukan KTR di Daerah Ponorogo dengan pakar kesehatan ini juga sudah sesuai dengan acuan yang ada di prinsip fiqh siyāsah hanya tinggal menunggu proses implementasi atau sosialisasinya. Menurut fiqh siyāsah rumusan dan desain pengaturan KTR dalam raperda KTR di Daerah Kabupaten Ponorogo ini dengan konsep fiqh siyāsah tentang kemaslahatan, mencegah kemudaratan, dan menjaga nyawa tersebut sudah sesuai

    KAJIAN SHOLAT DALAM KITAB AL- MABĀDI’ AL-FIQHĪYAH JUZ 2 DAN RELEVANSINYA DENGAN MATERI FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH

    No full text
    Asy’ari, Rifqi Kurnia. 2024. Kajian Sholat dalam Kitab Al-Mabādi’ Al-Fiqhīyah Juz 2 dan Relevansinya dengan Materi Fiqih Kelas 7 Madrasah Tsanawiyah. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Khoirun Nikmah, S.Pd., M.Hum. Kata Kunci: Salat, Al-Mabādi’ Al-Fiqhīyah, Relevansi. Pada pendidikan Madrasah Tsanawiyah pembelajaran agama Islam terutama mata pelajaran fiqih merupakan salah satu pelajaran penting karena menjadi pondasi pokok bagi siswa dalam menjalankan ibadah agar sesuai dengan syari’at Islam. Oleh karena itu dalam mengimplementasikan pembelajaran guru perlu sedikit banyak mengembangkan materi pembelajaran agar dapat tercapai pembelajaran keagamaan yang optimal sesuai dengan syariat sehingga dapat mewujudkan generasi yang beriman dan bertakwa kepada kepada Tuhan yang Maha Esa. Cara untuk mengembangkan materi pembelajaran adalah dengan memadukan buku paket dengan berbagai referensi lain sebagai penunjang salah satunya adalah dengan menggunakan kitab salafiyah seperti kitab Al-Mabādi’ Al-Fiqhīyah Juz 2 Kitab ini memaparkan tentang hukum-hukum Islam dan segala tatacara beribadah kepada Allah SWT dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh siswa terutama pada bab salat. Kitab ini penting untuk dikaji khususnya bagi siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah karena terdapat beberapa materi yang relevan dengan pembelajaran di kelas 7 Madrasah Tsanawiyah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang Kajian Salat Dalam Kitab Al-Mabādi’ Al-Fiqhīyah Juz 2 dan Relevansinya dengan Materi Fiqh di Madrasah Tsanawiyah. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Untuk mengetahui kajian tentang salat dalam kitab Al-Mabādi’ Al-Fiqhīyah Juz 2 dan Materi fiqih di Madrasah Tsanawiyah. (2) Untuk mengetahui relevansi kajian tentang salat dalam kitab Al-Mabādi’ Al-Fiqhīyah Juz 2 dengan Materi fiqih di Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif library reseach. Penelitian ini dilaksanakan dengan bertumpu pada data-data kepustakaan, yaitu dengan mengkaji kitab Al-Mabādi’ Al-Fiqhīyah Juz 2. Kemudian dianalisis dengan menggunakan content analisis atau analisis isi. Dari analisis penelitian ditemukan (1) kajian tentang salat dalam kitab Al-Mabādi’ Al-Fiqhīyah Juz 2 terdapat 2 teori yang meliputi salat fardlu, salat berjama’ah. (2) Pembahasan antara kitab Al-Mabādi’ Al-Fiqhīyah dengan materi Madrasah Tsanawiyah memiliki keterkaitan atau relevansi yaitu pada pembahasan tentang salat fardlu dan salat berjama’ah. Pemahaman tentang ibadah salat fardlu akan mempengaruhi sikap dan perilaku siswa dalam kehidupannya sehari-hari. Beberapa contoh manifestasi dari ibadah salat dapat melatih siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah untuk mempraktekkan gerakan salat dengan benar dan khusyu, melatih siswa untuk selalu mengingat Allah dan mensyukuri segala bentuk kenikmatan Allah SWT, menanamkan kerimanan dan ketakwaan kepada Allah

    Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas V MI Kanzul Huda Slahung Ponorogo

    No full text
    Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) didefinisikan sebagai ilmu tentang alam. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan rendahnya hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPA, terdapat beberapa siswa yang selama mengikuti pembelajaran di kelas masih terlihat kurang aktif. Keikutsertaan dalam pembelajaran masih kurang seperti siswa yang masih belum mampu dalam menanggapi penjelasan dari guru, mengungkapkan pendapat, bertanya jawab, serta kurangnya partisipasi dalam berkelompok. Kegiatan ini bisa direpresentasikan dengan model pembelajaran yang berusaha menjadikan siswa aktif. Model discovery learning adalah salah satu yang menjadi kajian yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan model pembelajaran discovery learning dengan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas V (2) mengetahui perbedaan model pembelajaran discovery learning dengan model pembelajaran langsung terhadap keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas V (3) mengetahui efektivitas model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas V MI Kanzul Huda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design bentuk nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V MI Kanzul Huda yang berjumlah 38 siswa, dan semua populasi menjadi sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan tes dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji independent test, uji manova, dan uji N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan pada model discovery learning dengan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar dengan diperolehnya nilai sig 0,000 0,7 yang diartikan apabila nilai N-Gain lebih besar dari 0,7. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan pada mata pelajaran IPA kelas V MI Kanzul Huda

    ..(LEMBAR KEASLIAN TULISAN YANG TIDAK BERMATERAI DIGANTI DENGAN LEMBAR PESETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..Urgensi Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Terhadap Kawasan Tanpa Rokok Di Daerah Ponorogo Perspektif Fiqh Siyāsah

    No full text
    ABSTRAK Kustiana, Rafika 2024. Urgensi Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Terhadap Kawasan Tanpa Rokok Di Daerah Ponorogo Perspektif Fiqh Siyāsah. Skripsi Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr Moh Mukhlas, M.Pd. Kata kunci/keywords: Pemerintah Daerah, Kawasan Tanpa Rokok, Fiqh Siyāsah. Asap rokok merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rancangan peraturan daerah (raperda) tentang KTR dalam upaya melindungi masyarakat dari dampak buruk paparan asap rokok. Perda KTR memiliki peran penting dalam mengurangi prevalensi penyakit. Selain itu, perda KTR juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Rancangan perda KTR merupakan langkah strategis dalam upaya pengendalian tembakau di tingkat daerah. Dalam Pasal 151 ayat (2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan secara tegas mengamanatkan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di setiap wilayahnya masing-masing. Landasan hukum pembentukan perda tentang KTR itu adalah Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau Terhadap Kesehatan. Serta Peraturan Bersama Menteri Kesehatan Nomor 188/MENKES/PB/1/2011 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana urgensi raperda KTR di Daerah Ponorogo perspektif fiqh siyāsah? (2) Bagaimana rumusan dan desain pengaturan KTR dalam raperda KTR di Daerah Kabupaten Ponorogo dalam perspektif fiqh siyāsah? Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di wilayah Kabupaten Ponorogo meliputi, Pemerintah Kabupaten, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi . Dari analisis data ini dapat disimpulkan bahwa menurut fiqh siyāsah dengan konsep kemaslahatan, mencegah kemudaratan, dan menjaga nyawa, maka KTR ini menjadi Urgensi di Daerah Ponorogo, dan kewajiban sebagai pemerintah Daerah ubtuk menetapkan KTR ini sudah sesuai dengan prinsip fiqh siyāsah. Menurut fiqh siyāsah tugas dan fungsi serta tanggung jawab sebagai Pemerintah Daerah mengenai pembentukan KTR di Daerah Ponorogo dengan pakar kesehatan ini juga sudah sesuai dengan acuan yang ada di prinsip fiqh siyāsah hanya tinggal menunggu proses implementasi atau sosialisasinya. Menurut fiqh siyāsah rumusan dan desain pengaturan KTR dalam raperda KTR di Daerah Kabupaten Ponorogo ini dengan konsep fiqh siyāsah tentang kemaslahatan, mencegah kemudaratan, dan menjaga nyawa tersebut sudah sesuai

    تنفيذ برنامج ثنائي اللغة في تعليم اللغة العربية لطلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو

    No full text
    الملخص فرتوي، فرح حنا. 2024. تنفيذ برنامج ثنائي اللغة في تعليم اللغة العربية لطلاّب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلاميّة الحكومية الثانية فونوروجو. البحث العلمي، قسم تعليم اللغة العربية، كلية التربية و العلوم التعليمية ، الجامعة الإسلامية الحكومية فونوروجو. المشرف: الدكتور الحاج أجوس تري تشاهيو الماجستير الكلمات الأساسية : البرنامج ثنائي اللغة، تعليم اللغة العربية، المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو ثنائية اللغة هي قدرة المتحدث على استخدام لغتين على حد سواء. يقع هذا البحث في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو. ويوجد في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو أربعة برامج ممتازة وهي البرنامج المعجل، والبرنامج الدولي، والبرنامج ثنائي اللغة، والبرنامج العادي يواجه البرنامج ثنائي اللغة في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو تحديات في تنفيذه. فالمرافق المتاحة ليست على النحو الأمثل، والمعلمون مقيدون في تنفيذ منهج ميرديكا، والطلاب أقل حماسًا لاستخدام اللغات الأجنبية. كما أن الافتقار إلى الأنشطة الداعمة للغة العربية، والتقويم الذي لم يكن شاملاً بعد، وهيمنة اللغات المحلية في البيئة المدرسية تشكل عقبات في تحقيق أقصى قدر من النتائج. تهدف هذه الدراسة إلى تحليل (1) عملية التخطيط للبرنامج ثنائي اللغة في تعليم اللغة العربية في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو (2) عملية تنفيذ البرنامج ثنائي اللغة في تعليم اللغة العربية في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو (3) كيفية تقويم البرنامج ثنائي اللغة في تعليم اللغة العربية في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو. تم تصميم البحث باستخدام المنهج الكيفي باستخدام أسلوب دراسة الحالة. تم تنفيذ تقنيات جمع البيانات المستخدمة في هذه الدراسة عن طريق المقابلات والملاحظة والتوثيق. وشمل المشاركون في هذه الدراسة رئيس برنامج ثنائي اللغة، ومعلمي اللغة العربية وطلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو الذين تم اختيارهم من خلال قيود المشكلة في هذه الدراسة. ثم تم تحليل البيانات المستقاة من البحث باستخدام نموذج تحليل مايلز وهوبرمان بما في ذلك مراحل تثليث البيانات، وعرض البيانات، واستخلاص النتائج. واستنادًا إلى نتائج تحليل البيانات، تبيّن أن (1) أن المعلمين قد طبقوا برنامج ثنائية اللغة بشكل جيد في الفصول الدراسية. (2) أن العديد من الطلاب لا يزالون لا يطبقون استخدام لغتين سواء في الفصل الدراسي أو خارج الفصل الدراسي. ويحدث هذا العامل بسبب عدم تطبيق اللغة في المدرسة، ويمكن أن يكون سبب هذا العامل أيضًا البيئة المعيشية التي لا تزال تستخدم اللغة المحلية كلغة يومية. (3) يمكن أن يكون البرنامج ثنائي اللغة المطبق في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية فونوروجو عاملاً مميزاً بين المدارس الأخرى لأن لديها برنامجاً متفوقاً

    ..(FILE KOSONG, UPLOAD ULANG)..Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Membentuk Karakter Siswa SDIT Darul Falah Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Ngaini, Qurhotul 2024. Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Membentuk Karakter Siswa SDIT Darul Falah Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Ayunda Riska Puspita, M.A. Kata Kunci: Profil Pelajar Pancasila, Karakter, Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang masih baru di Indonesia. Penerapan kurikulum ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil belajar siswa karena pembelajaran dilaksanakan secara merdeka sesuai dengan kebutuhan siswa di setiap sekolah. SDIT Darul Falah Ponorogo merupakan sekolah Islam terpadu yang selalu berevolusi dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya dalam melaksnakan program-program sekolah. Terutama P5 di SDIT Darul Falah Ponorogo merupakan salah satu upaya membentuk karakter siswa di sekolah. Pengalaman P5 di SDIT Darul Falah Ponorogo mendapatkan respon positif baik dari siswa maupun wali murid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, pertama, pelaksanaan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDIT Darul Falah. Kedua, karakter siswa melalui projek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Ketiga, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDIT Darul Falah Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Teknik Metthew B. Miles, A. Michael Hubberman dan Jhonny Salada, yakni dengan tahap kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, pelaksanaan Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDIT Darul Falah Ponorogo, dilaksanakan sesuai dengan modul yang telah disusun melalui koordinasi kepala sekolah, waka kurikulum dan guru. Dengan alokasi waktu 1 kali dalam seminggu, dan menggunakan metode project beased learning. Kedua, kegiatan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDIT Darul Falah Ponorogo berperan dalam membentuk karakter beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan karakter berkebihnekaan global pada diri siswa. Sebenarnya dari keenam dimensi yang tersebut saling berkaitan walaupun didalam modul projek hanya disebutkan dua dimensi yang diterapkan di sekolah. Ketiga, faktor pendukung pelaksanaan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDIT Darul Falah Ponorogo tersebut di antaranya, pendanaan yang cukup, sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan dari lingkungan sekolah dan siswa, seperti wali murid, seluruh guru atau tenaga mendidik yang berada disekolah. Faktor penghambat kurangnya alokasi waktu dan media yang mengalami teknis

    Pengaruh Sikap Empati dan Simpati Siswa dengan Interaksi Sosial dengan Siswa ABK Kelas Atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo

    No full text
    Arini, Sintia Dwi. 2024. Pengaruh Sikap Empati dan Simpati Siswa terhadap Interaksi Sosial dengan Siswa ABK Kelas Atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Muhammad Ali, M.Pd. Kata Kunci: Sikap empati, sikap simpati, interaksi sosial Interaksi sosial merupakan suatu kemampuan seseorang untuk dapat melakukan hubungan sosial dengan individu yang lain yang ditandai dengan adanya kontak sosial dan komunikasi. Interaksi sosial yang baik dapat menimbulkan hubungan sosial yang baik pula dengan individu yang lain. Namun sayangnya di SDN 1 Nologaten Ponorogo di kelas atas interaksi sosialnya masih rendah terutama dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus, hal tersebut dibuktikan dengan penelitian yang telah dilakukan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui signifikansi pengaruh sikap empati terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas SDN 1 Nologaten Ponorogo, (2) untuk mengetahui signifikansi pengaruh sikap simpati terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo. (3) untuk mengetahui signifikansi pengaruh sikap empati dan sikap simpati terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian ex post facto. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 67 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan rumus statistika yaitu uji regresi linier sederhana dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut, (1) Sikap empati tidak berpengaruh signifikan terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo dengan besaran pengaruh hanya 3,9%. (2) Sikap simpati berpengaruh signifikan terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo dengan besaran pengaruh sebesar 12%. (3) Sikap empati dan sikap simpati berpengaruh signifikan terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo dengan besaran pengaruh sebesar 14,6%

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇