Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
(FILE TIDAK MUNCUL) ...Efektivitas Metode Survey, Questions, Read, Recite, Review (SQ3R) terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V di MI Ma’arif Setono, Jenangan, Ponorogo
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V di MI Ma’arif Setono Ponorogo. Masih rendahnya kemampuan membaca siswa tersebut dapat diketahui pada saat kegiatan pembelajaran siswa mengalami kesulitan menjawab soal berdasarkan materi atau cerita pendek. Hal ini dikarenakan siswa kurang berlatih untuk membaca dengan pemahaman yang mendalam dan siswa kurang berkonsentrasi serta bersungguh-sungguh dalam membaca. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kemampuan membaca pemahaman itu diperlukan siswa untuk dapat memahami bacaan atau materi yang tersedia. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa yaitu dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa adalah metode SQ3R, metode CIRC.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V dengan metode pembelajaran CIRC; 2) kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V dengan metode pembelajaran SQ3R;dan 3) keefektifan kemampuan membaca pemahaman yang menggunakan metode SQ3R dan metode CIRC di kelas V.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen dengan desain Comparison group eksperimental designs dipilih untuk mencapai tujuan tersebut dengan menggunakan uji independent sample t test dan uji N-Gain untuk mengetahui keefektifan dari metode SQ3R dan metode CIRC. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 46 siswa, kelas VA dan kelas VB.
Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut yaitu 1) kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V dengan metode pembelajaran CIRC peningkatan nilai sebesar 34,42%; 2) kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V dengan metode pembelajaran SQ3R mengalami kenaikan sebesar 57,58%; dan 3) hasil dari uji independent sample t test dan uji N-Gain mengatakan bahwa metode SQ3R dan metode CIRC memiliki pengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa, serta masuk kategori yang cukup efektif. Akan tetapi hasil uji N-Gain di kelas eksperimen lebih besar dibandingkan di kelas kontrol, yaitu 55,8 lebih dari 44,2
Revitalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Multikultural Dalam Menciptakan Kesalehan Sosial di SMAN 3 Ponorogo
ABSTRAK
Tesis ini mengkaji dan menganalisis tentang revitalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam menciptakan kesalehan sosial di SMAN 3 Ponorogo. Penelitian ini berawal dari pentingnya menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman terutama di lembaga pendidikan. Potensi terjadinya konflik seperti kekerasan yang mengatasnamakan agama, suku, warna kulit dan status sosial akan merusak keindahan dunia pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut SMAN 3 Ponorogo melakukan revitalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural sebagai bentuk menumbuhkan kesadaran pentingnya multikulturalisme, sehingga terciptalah kesalehan sosial di tengah-tengah perbedaan.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: 1) bentuk revitalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam menciptakan kesalehan sosial di SMAN 3 Ponorogo, 2) strategi revitalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam menciptakan kesalehan sosial di SMAN 3 Ponorogo, 3) implikasi revitalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam menciptakan kesalehan sosial di SMAN 3 Ponorogo.
Kegelisahan tersebut dijawab dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan memanfaatkan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan Milles, Huberman dan Saldana yakni: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Adapun kesimpulan dari penelitian tesis ini ialah: pertama, bentuk revitalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam menciptakan kesalehan sosial yakni dengan kegiatan atau program sekolah seperti pembelajaran, organisasi, ekstrakurikuler, PHBI/PHBN. Ditunjang kegiatan secara aspek spiritual seperti berdo’a dan beribadah sesuai agama masing-masing, sedangkan secara aspek sosial seperti Jum’at berkah, bakti sosial, bingkisan ramadhan dan P5. Kedua, strategi revitalisasi yakni penerapan pendidikan multikultural dengan integrasi pendidikan, konstruksi ilmu pengetahuan, meminimalisir prasangka, kemampuan seorang pendidik dalam penyetaraan, pemberdayaan kebudayaan sekolah. Dengan strategi pengembangannya yaitu soliditas dan solidaritas, komunikasi, pemahaman dan inovasi. Langkah-langkah yang diterapkan yaitu: kontrak belajar, KBM, controlling dan penilaian. Ketiga, implikasi revitalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam menciptakan kesalehan sosial yaitu: pertama, dilihat dari segi peningkatan pemahaman keberagaman. kedua, dilihat dari pemberian kebebasan hak. Kebebasan ini seperti kesempatan belajar, kesempatan menjadi public figure dan kesempatan bergaul dan berteman serta manfaat yang dirasakan oleh siswa, sekolah dan masyarakat.
Kata kunci: Revitalisasi, Nilai Pendidikan Islam Multikultural, Kesalehan Sosial
..( LAMPIRKAN SURAT PERSETUJUAN PUBLIKASI DENGAN BERTANDA TANGAN ASLI, UPLOAD ULANG).. TINJAUAN EKONOMI ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI DI WARUNG KEJUJURAN MASJID AL-HUDA PARON NGAWI
Nasihin, Muhammad Rifa’I Busyron. Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Praktik Jual Beli di Warung Kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi. Skripsi 2024. Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Choirul Daroji, Lc., M.H.
Kata Kunci: Kejujuran, Jual Beli, Ekonomi Islam
Jual beli merupakan menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara tertentu (akad) atau memindahkan kepemilikan (barang yang dimiliki) dengan pengganti berdasarkan cara-cara yang dibolehkan. Faktanya penulis menemukan suatu kejadian yang unik dalam praktik jual beli di warung kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi. Hal ini menjadi problematika adalah di Warung Kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi, pembeli mengambil sendiri barang yang akan dibeli dengan melihat label harga yang sudah tertera dibarang dagangan sehingga pembeli mengetahui harga barang yang akan dibeli. Penjual juga menaruh kotak untuk tempat menaruh uang pembayaran tanpa adanya pengawasan dari penjual itu sendiri. Sehingga praktik jual beli tersebut apakah sudah sesuai dengan teori prinsip jual beli ekonomi Islam, hal ini harus diperhatikan agar bisnis yang dijalankan tidak menyimpang dari syariat ajaran islam.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan penelitian deskriptif. Dalam pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara yang dilakukan kepada pihak takmir, pengelola, dan pembeli di warung kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli di warung kejujuran Masjid Al-Huda Paron Ngawi termasuk dalam jual beli mu’athah. karena jual beli di warung kejujuran ijab dan qabul menggunakan perbuatan, dan Untuk pengganti ijab dan qabul secara lisan penjual memberi label harga pada setiap barang dagangan yang dijual sehingga tidak mungkin pembeli itu tidak mengetahui harganya. Pada dasarnya warung kejujuran ini didirikan juga untuk mendidik karakter masyarakat agar lebih menanamkan kejujuran artinya warung kejujuran ini didirikan bukan sekedar untuk mencari keuntungan tetapi untuk kemaslahatan bersama. Dalam praktiknya warung kejujuran sudah menerapkan teori prinsip-prinsip jual beli dalam ekonomi Islam
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Membangun Sikap Toleransi Beragama di SMK PGRI 1 Ponorogo.
Marfu'i, Irkham. 2024. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Membangun Sikap Toleransi Beragama di SMK PGRI 1 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Wilis Werdiningsih, M.Pd.I.
Kata kunci: peran, guru PAI & BD, toleransi beragama.
Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (GPAI & BD) di sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan sikap moderat, terutama dalam hal toleransi beragama. Keberagaman agama di SMK menjadi tantangan tersendiri bagi siswa dalam intraksi sehari-hari. Hal ini menuntut GPAI & BD untuk memberikan penjelasan dan melatih siswa bersikap toleransi agar dapat menyikapi keberagaman agama dengan bijak.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis peran guru pendidikan agama islam dan budi pekerti dalam membangun sikap toleransi beragama siswa di SMK PGRI 1 Ponorogo. (2) menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam membangun sikap toleransi beragama siswa di SMK PGRI 1 Ponorogo.(3) menganalisis Implikasi peningkatan sikap toleransi beragama pada siswa SMK PGRI 1 Ponorogo.
Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian berasal dari Guru PAI & BD, kepala sekolah, siswa muslim dan non-muslim. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan model analisa Miles, Huberman dan Saldana, meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisa data ditemukan bahwa (1) Terdapat tiga peran GPAI & BD yaitu sebagai edukator guru memberikan materi dan pemahaman mengenai toleransi, motivator guru memotivasi siswa dengan cara menghargai, memehami perbedaan yang ada dan praktik empati, fasilitator guru mendengar, memberi arahan dan menawarkan solusi. Dimana peran guru itu sangat penting dalam semua kegiatan siswanya. (2) Faktor pendukung meliputi kebijakan sekolah, ketersediaan sarana prasarana yang memadai, serta adanya kegiatan rutin yang mendukung tujuan tersebut. Namun, faktor penghambat meliputi jumlah jam pembelajaran agama yang terlalu sedikit dan kurangnya fasilitas ruang untuk kegiatan agama non-Muslim. (3) Implikasi peningkatan sikap toleransi beragama pada siswa SMK PGRI 1 Ponorogo hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan sikap toleransi siswa berdampak positif pada lingkungan sekolah baik didalam kelas maupun luar kelas, menciptakan suasana yang harmonis dan inklusif. Siswa yang memiliki sikap toleransi lebih mampu berinteraksi secara baik dengan teman seagama maupun berbeda agama, mengurangi konflik, dan membangun kerjasama dalam kegiatan sosial. Selain itu, peningkatan sikap toleransi juga berkontribusi pada pembentukan karakter siswa yang lebih terbuka, menghargai perbedaan, dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Dengan demikian, peran aktif guru GPAI & BD sangat berpengaruh dalam mendidik dan membentuk generasi yang toleran serta memahami pentingnya kerukunan antarumat beragama
Eksternalitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mrican Ponorogo Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat
ABSTRAK
Pratama, Dony. Eksternalitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mrican, Jenangan, Ponorogo Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Sekitar. Skripsi. 2024. Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Amrul Hinung Prihamayu, S.Si., M.Cs.
Kata kunci: Eksternalitas, TPA Mrican, Kondisi Ekonomi
Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mrican Ponorogo, merupakan salah satu solusi penting dalam pengelolaan limbah di daerah dengan peningkatan populasi dan aktivitas ekonomi. Namun, pembangunan TPA ini juga membawa eksternalitas, baik positif maupun negatif, terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekonomi yang diterima masyarakat Desa Mrican akibat operasional TPA, dengan menggunakan teori eksternalitas sebagai landasan analisis.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sekitar TPA Mrican menghadapi tantangan ekonomi negatif, seperti penurunan kualitas tanah akibat pencemaran cairan lindi yang memengaruhi produktivitas pertanian. Sebaliknya, dampak positif juga ditemukan, seperti peningkatan lapangan kerja informal bagi masyarakat yang terlibat dalam aktivitas pengelolaan limbah.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa operasional TPA tidak hanya memengaruhi lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat secara signifikan tekhusus kepada mayoritas petani. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah mitigasi dampak negatif serta optimalisasi manfaat positif dari keberadaan TPA untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
Analisis Yuridis Pembatalan Perkawinan Akibat Suami Penyuka Sesama Jenis (Studi Putusan Nomor 2380/Pdt.G/2023/PA.Sby
Perkawinan yang sah dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yakni Tentang Perkawinan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Perkawinan yang tidak memenuhi atau melanggar ketentuan tersebut dapat dibatalkan dengan permohonan pembatalan perkawinan seperti kasus dalam Putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor 2380/Pdt.G/2023/PA.Sby. Pemohon adalah seorang istri yang mengajukan pembatalan perkawinan karena suaminya menyukai sesama jenis. Dalam putusan ini terjadi penolakan permohonan pembatalan perkawinan yang diputuskan hakim.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana tinjauan yuridis terhadap dasar hukum dalam pembatalan perkawinan akibat suami penyuka sesama jenis (studi putusan Nomor : 2380/Pdt.G/2023/PA.Sby)?, bagaimana tinjauan yuridis terhadap pertimbangan hukum hakim dalam pembatalan perkawinan akibat suami penyuka sesama jenis (studi putusan Nomor: 2380 /Pdt.G/2023/PA.Sby)?.
Skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library reseacrh) dengan pendekatan kualitatif normatif. Sedangkan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, yang mengumpulkan beberapa bahan hukum guna keperluan dalam penelitian ini.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada putusan Nomor 2380/Pdt.G/2023/PA.Sby. Dasar hukum yang digunakan Pemohon yaitu Pasal 72 ayat (2) KHI. Karena Pemohon merasa terjadi salah sangka dengan Termohon mengenai keadaan dirinya di mana seorang penyuka sesama jenis. Namun dalam perkara ini hak istri tidak terpenuhi karena suami yang memiliki kelainan. Adanya pasal tersebut seharusnya keputusan dari majelis hakim adalah menerima permohonan pemohon dengan mempertimbangkan lagi keputusan yang diambil dalam perkara tersebut dengan melihat perspektif lain seperti akibat dari putusan tersebut. Pertimbangan Hakim bahwa perkara tersebut bukan merupakan hal yang tepat untuk permohonan pembatalan perkawinan karena, bukan berarti telah terpenuhi kriteria telah terjadi penipuan atau salah sangka mengenai diri suami sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 72 Ayat (2) KHI, menurut majelis hakim yang dimaksud salah mengenai orangnya bukan salah dalam hal kepribadiannya. Akan tetapi dalam putusan tersebut hakim tidak dapat menerima permohonan pembatalan perkawinan dengan alasan tersebut. Alasan tersebut dapat diajukan pembatalan perkawinan berdasarkan pasal 24 sampai 27 Undang-Undang Perkawinan fasakh dapat disebabkan oleh dua hal, salah satunya adalah alasan suami menyukai sesama jenis dalam ikatan perkawinan dapat dijadikan alasan fasakh karena hal tersebut merupakan penghalang perkawinan yang disebabkan adanya penyakit atau penyimpangan sehingga tidak sesuai dengan ajaran Islam
..(LEMBAR KEASLIAN DATA TIDAK PERLU DISERTAKAN, SILAKAN DIGANTI DENGAN LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN BERMATERAI, UPLOAD ULANG)..Strategi Pemasaran Direct Selling dan Referral Produk Deposito Pada BSI KCP Tulungagung Trade Center
Kata Kunci: Strategi pemasaran direct selling, referral dan produk deposito.
Strategi pemasaran menurut Kasmir strategi pemasaran bank merupakan sarana yang paling penting untuk menarik dan mempertahankan nasabahnya untuk menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha manarik calon nasabah baru. Dalam kegiatan ini bank berusaha mempromosikan produk yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian field research (penelitian lapangan). Penelitian ini menggunakan metode analis deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Sedangkan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan model pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran produk deposito pada BSI KCP Tulungagung Trade Center menggunakan strategi direct selling dan referral Produk deposito Memperhatikan target sasaran yang tepat secara optimal seperti instansi, pengusaha, dan lain-lain, pendekatan secara face to face untuk memastikan bahwa penjelasan yang disampaikan secara jelas, pengalaman yang positif nasabah
untuk menarik minat calon nasabah deposito serta memaparkan manfaat jika calon nasabah melakukan deopsito. Strategi pemasaran direct selling dan referral produk deposito pada BSI KCP Tulungagung Trade Center diantaranya Produk deposito
salah satu produk yang bagi hasilnya lebih tinggi sehingga menjadi daya tarik nasabah maupun calon nasabah dalam melakukan investasi, biaya rendah dan ROI tinggi, serta peningkatan retensi nasabah. Kepercayaan positif terhadap produk deposito, menambah jumlah nasabah pada BSI KCP Tulungagung Trade Center, meningkatkan pengetahuan masyarakat serta meningkatkan brand awareness
terhadap BSI KCP Tulungagung Trade Center
Analisis Praktik Islamic Corporate Governance pada PT Bank syariah Indonesia Lamongan
Dewasa ini animo masyarakat terhadap Bank Syariah Indonesia cukup baik, dimana dalam benak mereka segala bentuk transaksi yang dilabeli dengan syariah adalah sesuatu yang baik. Maka untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bank Syariah Lamongan pihak pengelola menerapkan prinsip Islamic corporate governance.
Tulisan ini bertujuan menganalisis penerapan Islamic Corporate Governance pada Bank Syariah Indonesia Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan prinsip ICG. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara 5 informan dengan nasabah dan pegawai BSI Lamongan dan dilanjutkan dengan observasi serta dokumentasi, sedangkan analisis data melalui tiga tahap yaitu kondensasi data, display data dan penarikan kesimpulan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Penerapan Islamic Corporate Governance di Bank Syariah Lamongan dan mendeskripsikan kendala serta solusi penerapan Islamic corporate governance pada Bank Syariah Lamongan.
Penelitian ini menghasilkan 2 temuan; Pertama, ICG yang diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia Lamongan yaitu prinsip keadilan, amanah, transparansi, akuntabilitas, sesuai dengan syariat, musyawarah dan Tanggung Jawab. Kedua tantangan yang dihadapi BSI Lamongan yaitu minimnya penggunaan teknologi finansial dan inovasi digital, literasi yang masih relatif rendah serta Sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidang syariah
Upaya Guru dalam Melatih Kreativitas Mewarnai bagi Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Muslimat Nahdlatul Ulama’ 001 Ponorogo
Shalfiyah, Khidmatul, 2024. Upaya Guru dalam Melatih Kreativitas Mewarnai bagi Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Muslimat Nahdlatul Ulama’ 001 Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Tirta Dimas Wahyu Negara, M.Pd.
Kata kunci : Upaya Guru, Kreativitas Mewarnai, dan Anak Usia Dini
Kreativitas adalah salah satu bagian dari kognitif anak karena dalam kreativitas terdapat proses berpikir kreatif. Kreativitas berhubungan dengan faktor genetik dan bawaan dalam hal ini peran dari orang tua serta lingkungan sekitarnya sangat berpengaruh. Apabila tidak dilatih dengan baik akan memberikan dampak buruk bagi anak di kehidupan mendatang. Salah satu cara mengembangkan kreativitas anak pada proses pembelajaran yakni dengan cara melatih mewarnai pada anak. Dalam hal ini guru memegang perana penting dalan melatih kreativitas mewarnai pada anak. Jika seorang guru menggunakan upaya yang tepat maka perkembangan anak akan lebih berkembang kemampuannya apalagi dalam hal kreativitas guna dijadikan deteksi bakat anak.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis upaya guru dalam melatih kreativitas mewarnai anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Muslimat Nahdlatul Ulama’001 Ponorogo; (2) capaian kreativitas mewarnai anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Muslimat Nahdlatul Ulama’001 Ponorogo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data kualitatif menggunakan atau mengikuti konsep Miles and Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan dari penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Upaya guru di TK Muslimat dapat diterapkan sesuai dengan harapan dengan cara, pengenalan alat dan bahan untuk mewarnai lalu pengenalan warna, membebaskan anak dalam mewarnai agar anak dapat berekspresi sesuai imajinasinya, dan menciptakan belajar yang menyenangkan bagi anak; (2) Untuk capaian awal banyak yang belom berkembang tetapi setelah diadakannya kegiatan pembelajaran mewarnai banyak anak yang sudah berkembang sesuai dengan harapan. Selain itu dapat dilihat dalam hasil capaian salah satunya terkait warna pengganti jika warna yang seharusnya tidak ada dapat dilihat banyak anak yang sudah berkembang sesuai harapan maknanya anak sudah dapat memainkan imajinasi agar menghasilkan karya yang menarik
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, (LETAK: DI BAWAH LEMBAR PENGESAHAN) UPLOAD ULANG).. Strategi Dakwah Pondok Pesantren Pendowo Wali Songo Dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Masyarakat Desa Sedah Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo
Azizi, Muhammad Riza. 2024. Strategi Dakwah Pondok Pesantren Pendowo Wali Songo Dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Masyarakat Desa Sedah Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dan, Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. M Irfan Riyadi, M.Ag.
Kata Kunci : Strategi Dakwah, Pondok Pesantren, Pemhaman Agama Masyarakat
Pondok pesantren Pendowo Wali Songo adalah sebuah institusi pendidikan islam yang bertujuan memberikan pengajaran, pemahaman dan penerapan ajaran islam, dengan fokus pada moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Pondok pesantren Pendowo Wali Songo memiliki strategi dakwah yang efektif dengan menyesuaikan keadaan masyarakat yang berbeda-beda, dimana dakwah tersebut sangat dibutuhkan dikalangan masyarakat Islam desa Sedah, sebagai pengamalan agama dan juga sebagai sarana pembinaan keagamaan yang khususnya memberi pemahaman tentang agama.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi dakwah yang diterapkan Pondok Pesantren untuk meningkatkan pemahaman agama masyarakat, mendeskripsikan bagaimana bentuk-bentuk dakwah yang ada di Pondok Pesantren, dan mendeskripsikan bagaimana hasil dakwah Pondok Pesantren dalam meningkatkan pemahaman agama masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian untuk teknis analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil kesimpulan penelitian ini sebagai berikut. Pertama, metode dakwah yang digunakan ada tiga yaitu bil hikmah, bil mauidhoh hasanah dan bil mujadalah bi al-lati hiya ahsan. Kedua, bentuk kegiatan dakwah Pondok Pesantren ada tiga yaitu dahwah mingguan, dakwah bulanan, dan dakwah tahunan. Dan yang ketiga, hasil dakwah Pondok Pesantren telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat desa Sedah, mulai dari peningkatan pemahaman agama melalui berbagai majlis taklim yang ada di pondok pesantren Pendowo Wali Songo , Pembinaan akhlak dan moral dari pengasuh dan para ustadz pondok pesantren, meningkatnya kesadaran beragama, lingkungan menjadi lebih agamis dan harmonis, terciptanya budaya religius, dan membuat pelatihan keterampilan yang mendukung perkembangan masyarakat secara keseluruhan.