Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Studi Komparatif Ketentuan Poligami Dalam UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Ordinan Hukum keluarga Islam Sarawak Tahun 2001

    No full text
    ABSTRAK Uyun, Siti Alfina Qurotul, 2024. Studi Komparatif Ketentuan Poligami Dalam Uu No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Dan Ordinan Hukum Keluarga Sarawak 2001. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Abid Rohmanu, M.H.I. Kata kunci/keywod: Poligami, Indonesia, Sarawak Poligami yakni sebuah perilaku dimana seoarang suami memiliki isteri lebih dari seorang. Mengenai ketentuan utama poligami di Indonesia yakni harus mendapat izin dari pengadilan Agama setelah mendapat izin dari istri sebelumnya akan tetapi di Sarawak ketentuan pligami juga mendapat izin dari mahkamah syari tanpa mencantumkan harus ada izin dari istri pertama, tetapi istri atau istri-istri sebelumnya akan dimintai keterangan. Permasalahan inilah yang penulis ambil dalam penelitian ini. Penelitian ini terfokus pada perbandingan Undang-undang hukum keluarga tentang subjek ketentuan Poligami pada kedua negara tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana ketentuan poligami Indonesia Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dan Malaysia Islamic Family Law Ordinance 43, 2001 Serawak? Bagaimana perbedaan dan persamaan peraturan poligami Indonesia Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dan Malaysia Islamic Family Law Ordinance 43, 2001 Serawak? Adapun skripsi ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-historis, yaitu dengan mempelajari bahan bacaan berupa buku, serta literatur lainnya guna mengetahui sejarah dan peraturan undang-undang hukum keluarga kedua negara tersebut, sehingga mempermudah memahami ketentuan poligami di kedua negara tersebut. Dari penelitian yang dilakukan selama proses penyusunan skripsi dapat disimpulkan bahwa Ketentuan poligami menurut UU No. 1 tahun 1974 Tentang perkawinan dan Ordinan Hukum Keluarga Sarawak 2001 sepakat tidak melarang terjadinya poligami, hanya mempersempit terjadinya poligami dengan peraturan perundang-undangan hukum keluaga masing-masing yang menharuskan izin dari pengadilan. Adapun persamaan terdapat dalam prosedur poligami seperti syarat istri sakit, tidak mampu melakukan kewajibanya, suami harus adil dan bertanggung jawab. Perbedaannya, terletak pada beberapa persyaratan, prinsip monogami yang ditekankan, dan ketentuan sanksi. Di sarawak poligami cenderung bebas dan terbuka dibadingkan dengan Indonesia

    Implementasi Pendekatan Sosio Emosional Guru Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa di Madrasah Aliyah Al-Islam Joresan

    No full text
    Zahra, Niza Baits Fadlilatuz. 2024. Implementasi Pendekatan Sosio Emosional Guru Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Al-Islam Joresan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Syaiful Arif, M.Pd. Kata Kunci: Pendekatan Sosio Emosional, Konsentrasi Belajar Pendekatan dalam pembelajaran berfungsi sebagai suatu pedoman guru dalam perencanaan proses belajar mengajar. Melalui pendekatan sosio emosional, interaksi antara guru dan peserta didik akan terjalin dengan positif dan guru mampu memberikan dorongan motivasi dan menjaga komunikasi dengan peserta didik dalam berlangsungnya proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi pendekatan sosio emosional guru di Madrasah Aliyah Al-Islam Joresan., (2) mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar siswa di Madrasah Aliyah Al-Islam Joresan., dan (3) mendeskripsikan dampak pendekatan sosio emosional guru terhadap konsentrasi belajar siswa di Madrasah Aliyah Al-Islam Joresan. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan yaitu dengan menggunakan sebuah pendekatan kualitatif studi kasus. Dalam proses pengumpulan data penulis menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Adapun teknik dalam analisis data yang digunakan oleh peneliti disini yaitu menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) implementasi pendekatan sosio emosional guru di Madrasah Aliyah Al-Islam Joresan sudah bagus. Meskipun belum sepenuhnya berhasil, hubungan antara guru dengan peserta didik menjadi dekat dan akrab serta peserta didik merasa nyaman dan tidak sungkan ataupun takut jika akan bertanya maupun mengeluarkan pendapatnya., (2) faktor yang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa di Madrasah Aliyah Al-Islam Joresan yaitu minat siswa terhadap materi, kondisi fisik, suasana kelas, dan metode pengajaran yang digunakan, pentingnya variasi metode dapat membantu meningkatkan dan mempertahankan konsentrasi siswa, peran lingkungan belajar suasana kelas yang kondusif dan nyaman sangat penting dalam mendukung konsentrasi siswa, kebutuhan individual. Adapun beberapa faktor eksternal anak, seperti masalah pribadi anak., dan (3) dampak sosio emosional yang dilakukan guru terhadap konsentrasi belajar siswa di Madrasah Aliyah Al-Islam Joresan dapat memberikan dampak yang baik. Pendekatan sosio emosional pada dasarnya merupakan suatu pendekatan agar terjalin hubungan baik antara guru dan siswa. Penerapan sosio emosional dalam pembelajaran, dapat membangun hubungan yang positif antara guru dan siswa. Pendekatan sosio-emosional memiliki dampak pada dalam manajemen kelas Setelah terjalinnya pendekatan ini membantu membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa, serta antar siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung

    Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pembagian Harta Waris Anak Ragil di Dusun Brungkah Desa Karangrejo Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan

    No full text
    Habibah, Nur, 2024. Tinjauan hukum Islam terhadap pembagian harta waris anak ragil Di Dusun Brungkah Desa Karangrejo Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Skripsi. Fakultas Syariah Jurusan Hukum Keluarga Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Khotifatul Defi Nofitasari, S.H., M.H. Kata Kunci/Keywords: Harta waris anak ragil, pembagian, hukum Islam Dijelaskan bahwa dalam hukum Islam, pembagian harta waris bagi laki-laki adalah mendapat dua bagian sedangkan perempuan mendapat satu bagian, namun yang terjadi di Dusun Brungkah Desa untuk anak ragil yang yang tinggal bersama orang tuanya mendapat bagian lebih banyak, dan juga terdapat masalah dari saudaranya yang tidak setuju dengan hal itu dari gambaran di atas peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam terkait pembagian warisan yang ada di Dusun Brungkah Desa Karangrejo Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan”. Dengan rumusan masalah, (1) Bagaimana Tinjauan hukum Islam terhadap faktor yang melatarbelakangi pada sistem pembagian warisan di Dusun Brungkah Desa Karangrejo Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan? (2) Bagaimana Tinjauan hukum Islam terhadap konsep pembagian harta waris anak ragil di Dusun Brungkah Desa Karangrejo Kabupaten Pacitan? Adapun metode penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif analisis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwasanya faktor pembagian harta waris anak ragil di Dusun Brungkah Desa Karangrejo Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan yaitu merawat orang tua, faktor ekonomi, tidak enak hati dan adat setempat. Maka faktor tersebut sudah sesuai dengan hukum Islam dan tidak melanggar syariat karena adanya penerapan asas keadilan berimbang, asas tashaluh dan Maqhasid Syari’at. Adapun konsepnya yaitu ahli waris dikumpulkan dan warisan dibagikan secara musyawarah, adanya ahli waris, pewaris sudah meninggal dunia, adanya harta warisan, warisan dibagikan setelah pewaris meninggal dunia, penerima warisan tentunya beragama Islam, adanya hubungan darah langsung dengan pewaris. Maka konsep pembagian waris di Dusun Brungkah Desa Karangrejo sudah sesuai dengan hukum Islam yaitu rukun dan syaratnya warisan

    Pelimpahan Wewenang Wali Nasab Kepada Wali Hakim Dalam Pernikahan Perpsektif Hukum Islam (Studi Kasus KUA Kecamatan Jetis)

    No full text
    Pernikahan dilakukan melalui sighat ijab dan qabul antara wali nikah dan mempelai pria. Wali merupakan unsur penting dalam pernikahan karena termasuk dalam rukun dan syarat sah pernikahan. Tanpa adanya wali atau jika wali tidak hadir, pernikahan dianggap tidak sah karena hal ini berkaitan dengan rukun dan syarat sah pernikahan. Namun, ada beberapa situasi di mana wali tidak dapat hadir, seperti tidak adanya wali nasab, wali adhal, wali yang tidak diketahui keberadaannya, wali yang tidak bisa dihubungi karena dipenjara, wali nasab yang tidak beragama Islam, wali yang sedang berihram, atau jika wali yang akan menikahkan adalah mempelai pria itu sendiri. Dalam kasus seperti ini, wali hakim dapat mengambil alih perwalian sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No. 20 Tahun 2019 Pasal 13 ayat (3). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum dalam pelimpahan Wewenang wali nasab kepada wali hakim oleh Kepala KUA Kecamatan Jetis menurut perspektif hukum Islam? Bagaimana keabsahan pelimpahan wewenang wali nasab kepada wali hakim dalam pernikahan menurut dan hukum Islam? Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan empiris. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi di KUA Kecamatan Jetis. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum yang diambil yaitu Kompilasi Hukum Islam yang menjelasakan bahwa apabila wali nasab tidak dapat dihadirkan diacara akad nikah sehingga walinya menjadi wali ghaib, perwalian tersebut dilimpahkan kepada wali hakim. Sedangkan menurut PMA No. 20 Tahun 2019 tidak ada yang menjelaskan mengenai pelimpahan wali nasab kepada wali hakim sebab wali gahib, sehingga Kepala KUA Kecamatan Jetis mengambil keputusan bahwa apabila walinya tersebut dikatakan sebagai wali yang tidak diketahui keberadaannya meskipun pada dasarnya walinya tersebut diketahui keberadaannya hanya saja walinya tersebut tidak bisa dihubungi yang mengakibatkan wali nasab tidak bisa melaksanakan taukil wali. Keabsahan pelimpahan tersebut dari segi hukum Islam pernikahan tersebut tetap sah karena jika melihat dari Kompilasi Hukum Islam apabila walinya tersebut ghoib bisa digantikan oleh wali hakim. Dan sebagai syarat administrasi yang menjadi pedoman KUA Kecamatan Jetis yaitu PMA No.20 Tahun 2019 pelimpahan wali nasab kepada wali hakim harus menyertakan surat keterangan dari desa yang menyatakan bahwa wali tidak diketahui keberadaanya

    Uji Akurasi Arah Kiblat dengan Metode Raṣd Al-Qiblah Komplek Pemakaman Bhatara Katong Kabupaten Ponorogo

    No full text
    Abdurrozzaq, Mohammad, 2024 "Uji Akurasi Arah Kiblat dengan Metode Raṣd Al-Qiblah Komplek Pemakaman Bhatara Katong Kabupaten Ponorogo". Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Imroatul Munfaridah, M.S.I. Kata kunci: Akurasi, Arah Kiblat, rasd al-qiblah lokal. Diantara kajian ilmu falak adalah perhitungan arah kiblat. Imam Sha>fii berpendapat menghadap ke arah kiblat adalah mencari arah kiblat dengan sungguh-sungguh dan arah yang terdekat. Menghadap kiblat tidak hanya diperlukan ketika shalat saja, beberapa ibadah seperti, membaca al-Quran, menguburkan jenazah, menyembelih binatang kurban, berdoa, dzikir, dan belajar, disunnahkan untuk menghadap kiblat. Ditengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, masih terdapat problematika tentang arah kiblat. Masyarakat di Desa Setono, Jenangan, Ponorogo, beranggapan bahwa makam eyang Bhatara Katong tersebut sebagai pedoman dalam menentukan arah kiblat. Dewasa ini, metode penentuan arah kiblat berkembang signifikan mengikuti perkembangan jaman, banyak instrumen penentuan arah kiblat yang mudah diaplikasikan masyarakat. Dalam hal ini menarik untuk dibahas mengenai tingkat akurasi komplek pemakaman Bhatara Katong, sebagai pedoman masyarakat sekitar dalam menentukan arah kiblat pemakaman. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana metode penentuan arah kiblat Komplek Pemakaman Bhatara Katong Kabupaten Ponorogo? (2) Bagaimana tingkat akurasi arah kiblat Komplek Pemakaman Bhatara Katong Kabupaten Ponorogo ditinjau menggunakan teori raṣd al-qiblah? Adapun untuk jenis penelitian yang dilakukan peneliti dikategorikan pada penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Dalam penelitian, penulis mengambil tiga makam sebagai sampel penelitian kemudian dianalisis menggunakan teori yang telah dideskripsikan pada bab yang telah ditentukan. Hasil penelitian di lapangan, menunjukkan bahwa komplek pemakaman Bhatara Katong metode penentuan arah kiblat menggunakan perkiraan dan belum menggunakan metode falak baku. Diketahui bahwa tingkat akurasi kompek Bhatara Katong yang menjadi objek penelitian, terdapat deviasi arah kiblat sebesar 16°- 20°

    Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Pemancingan Di Desa Nglayang Kecamatan Jenagan

    No full text
    ABSTRAK Rachmadona, Rima, 2024. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Pemancingan Di Desa Nglayang Kecamatan Jenangan. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr.Hj. Khusniati Rofiah, M.S.I. Kata Kunci: Hukum Islam, Pemancingan, Jual beli dan sewa Menurut Al-Quran berakad adalah hal yang diperbolehkan asal dengan cara yang halal atau dengan cara yang jujur, adil, bermoral dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, dalam praktik Pemancingan Di Desa Nglayang terdapat kejangalan pada akad jual beli ikan sebagai objek di pemancingan Desa Nglayang dimana orang orang yang hendak memancing diharuskan membeli ikan dengan cara iuran, akan tetapi ikan yang dibeli akan langsung dilepas ke kolam pemancingan setelah ditimbang dan akan diambil para pembeli dengan cara memancingnya sesuai batas waktu yang ditentukan jika batas waktu yang ditentukan telah habis atau selesai maka ikan yang tersisa di dalam kolam akan menjadi pemilik pemancigan kembali dan diangap sebagai upah sewa kolam. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1).Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap objek jual beli ikan di pemancingan Desa Nglayang Kecamatan Jenangan. 2). Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pembayaran sewa kolam mengunakan sisa ikan di pemancigan Desa Nglayang Kecamatan Jenangan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan observasi, dan wawancara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1).Praktik jual beli objek ikan pada sistem uwul di pemancingan Desa Nglayang Kecamatan Jenangan secara hukum islam sudah sesuai dengan rukun dan syarat sah akad jual beli untuk pemancingan khusus orang dewasa, sedangkan untuk pemancingan uwul khusus anak-anak menurut pendapat ulama Hanāfiyah diperbolehkan, Menurut Ulama Malikiyāh dan Hanabilah jual beli ikan yang dilakukan di Desa Nglayang Kecamatan Jenagan ini boleh dilakukan dengan syarat telah mendapat izin dari walinya sedangkan menurut pendapat ulama Syāfi‘iyah akad jual beli ikan sebagai objek di pemancingan Desa Nglayang Kecamatan Jenangan ini tidak diangap sah. 2).Pembayaran upah sewa kolam dengan mengunakan ikan sisa pemancingan di pemancingan Desa Nglayang Kecamatan Jenagan ini belum sesuai dengan hukum Islam karna terdapat unsur ghara̅r dan penipuan didalamya, sebab ikan yang digunakan sebagai upah sewa selalu diberikan pakan secara rutin sehingga ikan dalam keadaan kenyang yang menyebabkan ikan tidak aktif menyambar umpan pemancing dengan begitu akan banyak sisa ikan dalam kolam yang tidak terpancing

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. PENGGUNAAN BUKU CERITA DALAM MENUMBUHKAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI ( 4-5 TAHUN) DI TK MUSLIMAT NU 001 PONOROGO

    No full text
    Metode bercerita merupakan suatu pemberian pengalaman yang dimiliki oleh anak, dalam melakukan suatu kegiatan pembelajaran yang ada di lembaga TK Muslimat NU 001 Ponorogo, dalam penggunaan buku cerita perkembangan bahasa anak menjadi lebih pesat. peneliti menyadari pentingnya perkembangan bahasa anak usia dini dan salah satu cara mengetahuinya adalah dengan menstimulasi kegiatan pembelajaran melalui buku cerita. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting untuk dilakukan agar dapat berkontribusi untuk dunia pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan buku cerita serta 2) mengetahui capaian perkembangan bahasa anak usia dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan pemgumpulan data. Analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Langkah-langkah penggunaan buku cerita dalam menumbuhkan perkembangan bahasa anak usia dini 4-5 Tahun dengan cara guru menyiapkan tema pembelajaran pada hari itu, pendidik mulai bercerita sesuai dengan tema pada hari itu menggunakan media buku cerita, dalam penyampaian sebuah cerita pendidik harus mempunyai imajinasi yang tinggi supaya ketika dalam penyampaian cerita tidak monoton, pendidik membagi kelompok 3 sampai 4 anak, kemudian pendidik memberikan pertanyaan kepada anak setelah kegiatan belajar mengajar dan anak menjawab pertanyaan yang telah diajukan oleh pendidik sesuai dengan cerita: 2) Capaian perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun melalui penggunaan buku cerita yaitu menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai tingkat perkembangan bahasa kategori B (BSH - Berkembang Sesuai Harapan), pada beberapa indikator kunci seperti menyimak perkataan guru, memahami cerita yang dibacakan, dan bertanya dengan kalimat yang benar. Namun, terdapat beberapa anak yang masih berada pada kategori C (MB - Mulai Berkembang) dalam beberapa indikator yaitu pada indikator memahami cerita. Hal ini juga tercermin dalam indikator lain seperti mengenal perbendaharaan kata dan memperkaya kosakata, di mana sebagian besar anak berada pada kategori B, tetapi beberapa anak masih dalam kategori C

    Efektivitas Metode Joyful Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ips Di MTs MMA Gonggang

    No full text
    Khalimatus Sakdiyah, Binti, 2024. Efekktivitas Metode Joyful Learning untuk Meningkatakan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di MTs MMA Gonggang. Skripsi, Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing; Nastiti Mufidah, M.Pd. Kata Kunci: Joyful Learning, Hasil Belajar, Pembelajaran IPS Metode joyful learning merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan, sistem pembelajaran yang berusa untuk membangkitkan minat, adanya keterlibatan penuh kepada siswa. Fenomena ini dapat dilihat dari komunikasi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran masih tergolong kurang, guru tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Siswa menganggap IPS sebagai mata pelajaran yang sangat membosankan dan tidak menyenangkan bahkan juga diremehkan. Penelitan ini bertujuan (1) Untuk mengetahui seberapa efektivitas metode pembelajaran joyful learning. (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan metode Joyfull Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa di MTs MMA Gonggang. (3) Untuk mengetahui hasil penerapan strategi Joyfull Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa di MTs MMA Gonggang. Instrument penelitian ini yaitu soal tes dan dokumentasi. Soal tes digunakann untuk mengetahui hasil belajar siswa. Dokumentasi digunakan sebagai proses meninjau atau mengevaluasi, bukti bahwa peneliti telah melakukan penelitian di sekolah tersebut. Dalam penelitian ini dirancang menggunakan metode deskriptif kuantitatif jenis penelitian one group pre-test post-test. Pengambilan data dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan sampel 20 siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Mu’alimin Mu’alimat Al-Islamiyah Gonggang. Data tes dianalisis dengan menggunakan uji paired sampel t-test dan N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas VII MTs MMA Gonggang dengan rata-rata post-test 84,25 dan nilai pre-test 53,75. Sedangkan hasil yang diperoleh dari hasil uji T dengan nilai sig. 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dalam penggunaan metode pembelajaran Joyful Learning terhadap hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik pre-test dan post test tidak sama. Artinya, dalam penerapan pembelajaran Joyful Learning sangat berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa

    Realitas Keluarga Sakīnah Menurut Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Perspektif Sosiologi Islam

    No full text
    pernikahan yang selalu menjadi harapan setiap keluarga yaitu terbentuknya keluarga yang sakīnah termasuk pada keluarga abdi dalem. Seorang abdi dalem mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar terhadap keraton. Konsekuensi menjadi abdi dalem salah satunya adalah mengenai gaji yang relatif kecil. Ikatan pernikahan pada dasarnya tidak dapat dibatasi hanya dengan pelayanan yang bersifat material dan biologis saja, melainkan perlu mengerti secara mendalam mengenai konsep kriteria dan cara membangun keluarga sakīnah agar dapat tercapaia tujuan dari pernikahan tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana realitas keluarga sakīnah abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat perspektif Sosiologi Islam? 2) Bagaimana cara membangun keluarga sakīnah abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat perspektif Sosiologi Islam? Adapun jenis penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian field research. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan triangulasi. Data tersebut kemudian di analisis dengan menggunakan teori sosiologi Islam dan dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut analisis sosiologi Islam, konsep kriteria keluarga sakīnah menurut abdi dalem merupakan perpaduan antara agama Islam dengan budaya. Realitas keluarga sakīnah merupakan proses yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Memberi ruang untuk menenangkan pikiran menjadi salah satu reaksi dari interaksi konflik yang terjadi pada keluarga abdi dalem.Adapun cara membangun keluarga sakīnah abdi dalem menurut analisis sosiologi Islam yaitu dengan cara memegang teguh nilai-nilai budaya Jawa sebagai pedoman dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan, menekankan pendidikan agama dan adat istiadat yang ada di lingkungan Keraton. Selain itu, cara membangun keluarga sakīnah dilakukan dengan cara memperkuat komunikasi, saling mendukung, dan menjaga identitas budaya. Interaksi konflik dalam membangun keluarga sakīnah abdi dalem dilakukan dengan mencari solusi bersama dan mempertahankan realitas keluarga yang dilandasi dengan agama dan budaya serta memberikan kasih sayang dan kesetiaan untuk mennghindari adanya kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan yang dapat membuat perpecahan dalam keluarga

    Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Jual Beli Padi Di Desa Purwosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo

    No full text
    Dwi Novitasari, Retno. 102180071. 2024. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Jual Beli Padi di Desa Purwosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Ahmad Junaidi, M. H. I. Kata kunci/ keyword: Jual Beli, Hukum Islam, Padi Islam mengatur tentang jual beli yang sesuai dengan ketentuan sha̅ra̅’, yang mana jual beli tersebut harus memenuhi rukun dan syarat. Salah satu rukun dari jual beli yang harus terpenuhi adalah ijab qabul. Dalam syarat ijab qabul terdapat kejelasan maksud dan tujuan dari kedua belah pihak, dalam hal tersebut keduannya harus bisa saling memahami tentang maksud tujuan dari jual beli, agar terhindar dari kecacatan. Selain itu, sistem pembayaran yang sudah disepakati oleh kedua pihak dianjurkan untuk dibayarkan tepat waktu dan menghindari adanya penundaan pembayaran agar tidak menimbulkan kerugian pada salah satu pihak. Penundaan pembayaran yang dilakukan oleh orang yang mampu merupakan suatu perbuatan yang dza̅lim. Dalam jual beli padi di Desa Purwosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo terdapat ketidakjelasan dalam melakukan i̅ja̅b qabu̅l oleh kedua belah pihak. Serta pada pembayaran hasil penjualan padi yang harusnya tepat waktu tidak dilakukan sesuai dengan kesepakatan awal, karena pihak tengkulak melakukan penundaan pembayaran dengan alasan tertentu. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) Bagaimana analisis hukum Islam terhadap ketidakjelasan i̅ja̅b qabu̅l dalam jual beli padi di Desa Purwosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo? 2) Bagaimana analisis hukum Islam terhadap penundaan pembayaran dalam jual beli padi di Desa Purwosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo? Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu metode induktif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Menurut ulama fiqh i̅ja̅b qabu̅l yang kejelasan maksud diketahui ditengah transaksi tidak sesuai dengan syarat dari rukun jual beli. Menurut jumhur ulama apabila jual beli tidak memenuhi salah satu syarat dari rukun tersebut maka menjadi rusak (fasid) 2) Berdasarkan hadist riwayat bukhari dan muslim, penundaan pembayaran yang dilakukan oleh seorang yang mampu merupakan perilaku yang dzalim dan dapat menimbulkan dosa besar bagi pelakunya. Penundaan pembayaran yang dilakukan tersebut juga tidak sesuai atau bertentangan dengan prinsip-prinsip muamalah

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇