Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    Peranan Bimbingan Perkawinan Keluarga Sakinah Terhadap Ketahanan Keluarga di KUA Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun

    No full text
    Perkembangan dinamika keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat menunjukkan perubahan yang signifikan seiring perubahan zaman dan nilai-nilai budaya. Keluarga merupakan landasan utama bagi pembentukan karakter individu dan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kesejahteraan dan ketahanan keluarga sebagai upaya untuk memastikan stabilitas dan harmoni dalam kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan Bimbingan Perkawinan (Binwin) Keluarga Sakinah di KUA Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Peneliti memilih menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode fenomenologi untuk mendalami persepsi peserta dan KUA terkait dengan implementasi program Bimbingan Perkawinan Keluarga Sakinah. Melalui pendekatan kualitatif data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan suami atau istri yang telah melaksanakan Binwin yang tidak bercerai, dan Kepala KUA. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari wawancara kepada orang terdekat yang mengenal suami atau istri yang tidak bercerai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Binwin Keluarga Sakinah memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Program Bimbingan Perkawinan Keluarga Sakinah memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran suami istri dalam rumah tangga, komunikasi yang efektif, manajemen konflik, dan mengajarkan nilai-nilai religius yang dapat memperkuat ikatan keluarga. Implementasi Binwin Keluarga Sakinah pada KUA Wungu terbukti memberikan dampak positif untuk meningkatkan kualitas hubungan keluarga dan ketahanan keluarga secara keseluruhan

    Manajemen Kesiswaan dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non Akademik Siswa di SMP Negeri 1 Balong Ponorogo

    No full text
    Sari, Pita. 2024. Manajemen Kesisiswaan dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non Akademik Siswa di SMP Negeri 1 Balong Ponorogo. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Abdul Kholiq M.BA. Kata Kunci: Manajemen kesiswaan, akademik, non akademik, siswa. Siswa merupakan salah satu unsur terpenting dalam suatu lembaga pendidikan. Setiap siswa tentunya memiliki kompetensi yang berbeda-beda sehingga membutuhkan adanya pelayanan yang baik untuk dapat menunjang pretasinya. Karena tanpa adanya suatu pelayanan yang baik dan berkualitas tentunya siswa akan kesulitan untuk menciptakan prestasi yang unggul. Prestasi sendiri dibedakan menjadi dua yakni prestasi akademik dan non akademik. Oleh karena itu, dalam suatu sekolah perlu adanya pengelolaan manajemen kesiswaan yang baik sehingga untuk penataan dan pengaturan seluruh proses kegiatan yang berkaitan dengan siswa dapat berjalan secara efektif dan efisien. Adapun tujuan penelitian ini yakni sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMP Negeri 1 Balong Ponorogo. (2) Untuk mengetahui dan menganalisi pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMP Negeri 1 Balong Ponorogo. (3) Untuk mengetahui dan menganalisis evaluasi manajemen kesiswaan dan meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMP Negeri 1 Balong Ponorogo. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) Perencanaan dilakukan pada setiap awal tahun. Melalui kegiatan forum rapat, guna membahas terkait apa saja yang perlu dipersiapkan dalam mensukseskan berjalannya kegiatan siswa secara akdemik dan non akademik. (2) Pelaksanaan akademik, pembinaan dilakukan setiap hari yang meliputi identifikasi kecerdasan, seleksi dan penempatan siswa, pengarahan dan motivasi belajar, pembinaan siswa. Pelaksanaan non akademik dilaksanakan diluar jam pelajaran, meliputi mengadakan kegiatan non akademik, memotivasi keikutsertaan, pengelompokkan siswa, memilih guru pembina (3) Evaluasi akademik, dilaksanakan setiap tengah semester, pada kegiatan perlombaan dilakukan setiap satu bulan sekali dan triwulan. Evaluasi dapat berupa tes tulis, lisan dan praktik sesuai dengan kebutuhan, membandingkan antara hasil dan target, serta mengikusertakan siswa pada lomba seperti olimpiade dan OSN. Evaluasi non akademik, dilakukan setiap satu semester sekali. Evaluasi dapat berupa tes praktik, membandingkan antara hasil dan target serta dengan mengikutsertkan siswa pada lomba seperti porseni dan aksioma

    Upaya Pembentukan Karakter Religius Melalui Literasi Keagamaan Di SMA Negeri 1 Jetis

    No full text
    ABSTRAK Fatimah, Dewi. 2024. Upaya Pembentukan Karakter Religius Melalui Literasi Keagamaan di SMA Negeri 1 Jetis. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Fery Diantoro, M.Pd.I. Kata Kunci: Pembentukan Karakter, Karakter Religius, Literasi Keagamaan Pembentukan karakter adalah proses pengembangan nilai-nilai, sikap, dan perilaku positif pada individu, yang mencerminkan integritas, etika, dan moral yang baik. Sekolah berperan penting dalam pembentukan karakter siswa. SMAN 1 Jetis merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pembentukan karakter siswa. Pembentukan karakter religius di sekolah tentunya membutuhkan wadah, sarana atau strategi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan SMAN 1 Jetis yaitu melalui kegiatan literasi keagamaan. Literasi keagamaan dinilai memiliki urgensi yang tinggi karena mayoritas proses Pendidikan memiliki keterkaitan erat pada kecakapan dan kesadaran literasi. Literasi berperan sebagai suatu jalan peserta didik dalam memahami, mempelajari, serta mengaplikasikan pengetahuan-pengetahuan yang diperolehnya semasa berada di sekolah. Literasi keagamaan tidak hanya mengenai pemahaman teks agama saja akan tetapi juga mengenai pengembangan nilai, etika, dan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pembentukan karakter di SMAN 1 Jetis (2) menganalisis pelaksanaan literasi keagamaan dalam pembentukan karakter religius siswa SMAN 1 Jetis (3) menganalisis implikasi literasi keagamaan dalam peningkatan karakter religius siswa SMAN 1 Jetis. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu berdasarkan Miles dan Huberman dengan pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembentukan karakter siswa di SMAN 1 Jetis yaitu diawai dengan perencanaan yang disusun untuk mencapai tujuan pembentukan karakter melalui kegiatan pembiasaan, yang penerapannya yaitu pada kegiatan-kegiatan di sekolah. Penyusunan ini meliputi penetapan agenda, jadwal, penanggung jawab serta penyediaan fasilitas (2) Pelaksanaan literasi keagamaan dalam pembentukan karakter religius siswa SMAN 1 Jetis yaitu melalui kegiatan membaca Al-Quran sebelum pembelajaran, serta jumat munajat (3) Implikasi literasi keagamaan dalam meningkatkan karakter religius siswa SMAN 1 Jetis yaitu dapat memupuk nilai-nilai toleransi siswa, meningkatkan ketaqwaan dan keimanan siswa dapat meningkatkan kesadaran spiritual siswa, menumbuhkan jiwa tolong menolong dan sifat jujur yang tinggi serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis

    Nilai Pendidikan Akhlak Pada Buku Yang Hilang Dari Kita: Akhlak Karya M. Quraish Shihab Dalam Membentuk Akhlāqu Al-Karīmah

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting. Akan tetapi pada kenyataannya perkembangan akhlak semakin menurun dari waktu kewaktu. Krisis moral yang melanda manusia dewasa ini telah mengglobal dan semakin parah. Sejauh ini pendidikan agama menjadi sorotan masyarakat, karena banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh remaja pada umumnya yang tidak sesuai dengan nilai agama dan akhlak akhir-akhir ini. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena seharusnya lembaga pendidikan memiliki konsep agar penerus bangsa memiliki akhlak yang mulia dan bukan sebaliknya yang tidak memiliki moral. Akhlak adalah tujuan hidup agar manusia menjadi manusia yang sebenarnya manusia. Sebab manusia sebagai makhluk yang paling sempurna harus menyempurnakan akhlaknya agar tidak seperti hewan atau bahkan lebih berbahaya dari hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) nilai akhlak dalam buku yang hilang dari kita : akhlak dalam membentuk akhlāqu al-karīmah, (2) bagaimana buku yang hilang dari kita: akhlak dapat membentuk akhlāqu al-karīmah. Adapun dalam penelitian ini menggunakan penelitian pustaka (library research) dengan pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penulisan penelitia ini adalah dokumentasi. Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah content analysis. sumber data primernya adalah dari Buku Yang Hilang dari Kita: Akhlak. Dan sumber sekundernya adalah dari buku, artikel, maupun sumber lainnya yang berkaitan dengan tema penelitian. Berdasarkan hasil dari penelitian ini bahwa (1) nilai akhlak dalam Buku Yang Hilang dari Kita: Akhlak terdapat 17 antara lain: Pertama, keikhlasan Kedua, rahmat Ketiga, ilmu Keempat membaca, Kelima, kesabaran Keenam, Ash Shidq(Kebenaran) Ketujuh, Amanah Kedelapan, kesetiaan Kesembilan, kekuatan Kesepuluh, kelapangan dada Kesebelas, toleransi Keduabelas, kemuliaan dan harga diri Ketigabelas, kedisiplinan Keempatbelas, hidup sederhana Kelimabelas, Al Haya’ (Malu) Keenambelas, Tabayyun(Check and Recheck) Ketujuhbelas, Sopan Santun. (2) Dalam menempuh pembentukan akhlak melalui buku yang hilang dari kita: Akhlak karya M. Quraish Shihab terdapat 4 metode yang dapat dilakukan yaitu: pembiasaan(dilakukan dengan terus menerus dan berulang), keteladanan (sebagai peringatan diri untuk terus melakukan hal hal yang membawa dampak positif), olah jiwa(pengendalian diri dan refleksi diri), lingkungan. Dari keempat metode yang dijelaskan metode yang relevan adalah metode pembiasaan

    ..(TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA, UPLOAD ULANG)..OPTIMALISASI INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN KESADARAN HALAL (Studi Pada Situs: @Halalcorner & @Halal.indonesia)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat terkait penggunaan media sosial sebagai sumber informasi dan pengetahuan tentang halal serta peran media sosial dan fungsinya sebagai agen sosialisasi untuk mentransfer pengetahuan dan informasi tentang halal serta membangun kesadaran halal di masyarakat. masyarakat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan studi Netnografi. Netnografi merupakan pendekatan interpretatif untuk mempelajari perilaku konsumen dari berbagai budaya dan komunitas di dunia maya atau Internet. Pendekatan ini juga disebut sebagai “etnografi digital” atau “etnografi virtual”. Penelitian ini menggunakan virtual community account 'halal corner & halal indonesia' sebagai objek kajian dan sumber data untuk mengamati proses transfer informasi dan pengetahuan halal dalam membentuk kesadaran halal di masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa media sosial berperan sebagai agen sosialisasi halal dan berperan dalam membentuk kesadaran halal pada masyarakat. Serta meningkatkan jumlah UMKM yang mempunyai sertifikat halal. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi akun Instagram @halalcorner dan @halal.indonesia antara lain faktor pendukung, dalam hal ini tercukupinya literasi tim serta dukungan dari Kerjasama beberapa pihak untuk menunjang kelancaran peningkatan jumlah sertifikasi halal sedangkan untuk faktor penghambatnya adalah minimnya pengetahuan UMKM tentang sertifikasi halal, kendala internet dan toolsinstagram, dan kualitas sumber daya manusia. Adapun dampak yang dirasakan diantaranya adalah dampak ekonomi, sosial, dan juga jejaring. Kata kunci: Optimalisasi Instagram, Kesadaran Halal, Teori Elemen Visua

    Peran Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Budaya Religius Di MTsN 1 Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Kusuma, Afrizal Ardi. 2024. Peran Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Budaya Budaya Religius di MTsN 1 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kegururan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Nur Rahmi Sonia, M.Pd. Kata kunci: Peran, Kepala Madrasah, Budaya Religius. Kajian ini dilatarbelakangi oleh krisis moralitas dikarenakan pendidikan saat ini yang lebih fokus pada pertumbuhan kapasitas intelektual dan kurang memperhatikan pertimbangan moral. Oleh jarena itu, madrasah sebagai gerbang awal dalam menjaga moral siswa dirasa perlu memberikan pemahaman agama yang lebih dan penciptaan budaya religius di lingkungan madrasah, tidak terkecuali di MTsN 1 Ponorogo. Dalam hal ini, tidak terlepas dari peran kepala madrasah selaku pelopor utama dalam mengembangkan budaya religius di madrasah, dalam pelaksanaannya tidak semudah yang dibayangkan dikarenakan peserta didik masih sangat memerlukan bimbingan dan dorongan agar senantiasa menjalankan budaya religius di madrasah.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini: (1) Menganalisis peran kepala madrasah sebagai edukator dalam mengembangkan budaya religius di MTsN 1 Ponorogo, (2) Menganalisis peran kepala madrasah sebagai motivator dalam mengembangkan budaya religius di MTsN 1 Ponorogo, (3) Menganalisis dampak peran kepala madrasah sebagai edukator dan motivator dalam mengembangkan budaya religius di MTsN 1 Ponorogo. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu Millies,Huberman dan Saldana dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Peran kepala madrasah sebagai edukator (pendidik) yaitu memenuhi berbagai fasilitas penunjang kegiatan keagamaan, menjadwal para guru yang bertugas untuk menyambut siswa ketika shofahah pagi, membentuk study integrity untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan kedalam berbagai kegiatan madrasah dan menentukan kebijakan penampilan yang harus sesuai dengan kultur madrasah. (2) Peran kepala madrasah sebagai motivator yaitu mengundang tokoh agama ketika tausiyah jumat, membentuk tim sosial rohani madrasah, memberikan reward bagi siswa yang memiliki prestasi dibidang keagamaan, membuat kebijakan untuk melakukan program jumat bersih.(3) Dampaknya menciptakan generasi muda yang berbudi luhur, menciptakan lulusan yang unggul di bidang IPTEK dan juga IMTAQ, menciptakan lulusan yang memiliki prinsip yang kuat, menjadikan siswa lebih mengerti arti pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan, menciptakan persaingan yang positif dalam hal kebaikan serta menjadikan MTsN 1 Ponorogo selalu berinovasi dalam mejalankan budaya religius

    ..(LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS BLM DITANDA TANGANI, GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..Peran Guru Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa Kelas VII di MTs Muhammadiyah 05 Kalikuning Tulakan Pacitan

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemerosotan akhlak yang disebabkan oleh kurang tertanamnya jiwa keagamaan siswa dan kurang terlaksananya Pendidikan agama di madrasah, keluarga dan masyarakat. Pendidikan sangat berpengaruh terhadap karakter siswa. Peran guru akidah akhlak sangatlah penting dalam meningkatkan karakter religius siswa. Segala bentuk kegiatan diupayakan oleh guru akidah akhlak dalam rangka meningkatkan pengalaman karakter religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan upaya guru Akidah Akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah 05 Kalikuning Tulakan Pacitan. (2) Untuk mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi Guru Akidah Akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah 05 Kalikuning Tulakan Pacitan. (3) Untuk mendeskripsikan Implikasi Peran Guru Akidah Akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah 05 Kalikuning Tulakan Pacitan. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data adalah Kepala Madrasah,guru Akidah Akhlak dan siswa kelas VII MTs Muhammadiyah 05 Kalikuning Tulakan Pacitan. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yaitu Reduksi data,penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di lapangan didapatkan bahwa (1)Upaya yang dilakukan guru Akidah Akhlak MTs Muhammadiyah 05 Kalikuning Tulakan Pacitan adalah dengan pendekatan melalui peran guru akidah akhlak sebagai pembimbing, peran guru akidah akhlak sebagai teladan dan peran guru akidah akhlak sebagai penasehat. Hal tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan karakter religius siswa di madrasah. (2) Faktor Pendukung meliputi kesadaran diri guru akidah akhlak, adanya sikap bertanggungjawab mengenai tugas dan perannya, adanya dorongan dari guru akidah akhlak sendiri,lingkungan madrasah yang mendukung dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat yaitu beban tugas yang berat yang dimiliki oleh guru akidah akhlak, keterbatasan kemampuan pada siswa, dan karakter siswa yang berbeda-beda. (3)Implikasi peran guru akidah akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa dapat meningkatkan ketaqwaan siswa kepada Allah swt dengan taat dan tunduk dalam beribadah,Jujur, kerjasama, meningkatkan rasa percaya diri,menumbuhkan sikap bertanggungjawab

    Upaya Guru Dalam Membentuk Minat Belajar Siswa Melalui Penerapan Kebijakan Pada Mata Pelajaran SKI Kelas 11 MA Ma'arif Al-Ishlah Bungkal Ponorogo

    No full text
    Pelajaran SKI dalam proses pembelajarannya cenderung membuat siswanya merasakan bosan, hal ini dikarenakan materinya banyak mengandung sejarah dan cerita. Dengan adanya permasalahan tersebut sudah seharusnya para guru dapat menciptakan proses pembelajaran SKI agar menjadi efektif, dengan proses pembelajaran SKI yang efektif maka siswa akan termotivasi dalam belajar sehingga minat belajar pada siswa pada pelajaran SKI dapat terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran dan implikasi dari proses pembelajaran pada mata pelajaran SKI melalui kebijakan-kebijakan yang diterapkan guru dalam membentuk minat belajar siswa kelas 11 MA Ma’arif Al-Ishlah Bungkal Ponorogo. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan teori yang behaviorisme. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data adalah kepala sekolah, guru SKI kelas 11 dan siswa kelas 11 MA Ma’arif Al-Ishlah Bungkal Ponorogo. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verivikasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan di lapangan didapatkan bahwa pertama, upaya guru SKI kelas 11 dalam membentuk minat belajar melalui pelajaran SKI dapat dilakukan dengan tiga prinsip yaitu konsekuensi, kesegaran konsekuensi dan shaping. Kedua, implikasi dari upaya guru dalam membentuk minat belajar siswa melalui pelajaran SKI dengan penerapan teori behaviorisme yakni penerapan kebijakan yang digunakan oleh guru SKI dalam proses pembelajaran dapat membentuk minat belajar siswa pada pelajaran SKI. Dapat dikatakan demikian karena yang sebelumnya siswa kurang minat belajar pada pelajaran SKI, menjadi memiliki minat belajar siswa karena adanya stimulus yang diberikan guru sehingga mengakibatkan siswa kelas 11 tertarik dalam mempelajari materi SKI di kelas tanpa adanya paksaan saat proses pembelajaran berlangsung

    فعالية طريقةِ التعليم بالأقران لترقية إتقان المفردات العربية لطلاب الصف الثالث في المدرسة الابتدائية " المعارف" غاندو ملاراك فونوروجو

    No full text
    سيتييانيعسيه، راهايو.2024. فعالية طريقة التعليم بالأقران لترقية إتقان المفردات العربية لطلاب الصف الثالث في المدرسة الابتدائية "المعارف" غاندو ملاراك فونوروجو. قسم تعليم اللغة العربية ،كلية التربية والعلوم التعليمية، الجامعة الإسلامية الحكومية فونوروجوز. المشرف الدكتور أحمد مجيب الماجستير. الكلمة الأساسية : المفرردات، طريقة التعليم بالأقران يبدأ هذا البحث بتدني مستوى إتقان المفردات العربية في الصف الثالث بمدرسة الإبتدائية غاندو ملاراك فونوروغو. لأنهم اعتقدوا منذ البداية أن اللغة العربية صعبة ولم يرغبوا في استماع شرح المعلم أثناء الدرس، لذلك تحتاج طريقة تعليمية مثيرة للاهتمام، أحدها باستخدام طريقة تعليم بالأقران. و هذا البحث يهدف إلى (1) وصف كيف تطبيق طريقة التعليم بالأقران في تعليم مفردات اللغة العربية الصف الثالث في المدرسة الابتدائية " المعارف" غاندو ملاراك فونوروجو.(2) وصف هل هناك تأثير كبير لتطبيق طريقة التعليم بالأقران على تحسين إتقان مفردات اللغة العربية لطلاب الصف الثالث في المدرسة الابتدائية " المعارف" غاندو ملاراك فونوروجو. اما مدخل في هذا البحث هو المدخل الكمي بتصميم البحث (Quasi Eksperimen) الاختبار القبلي و الاختبار البعدي. في هذه البحث ، شارك الباحث جميع طلاب الصف الثالث في المدرسة الابتدائية " المعارف" غاندو ملاراك فونوروجو حيث تم استخدام الصف الثالث سونان كودوس كفصل تجريبي والصف الثالث سونان بوناع كفصل تحكم. استخدم الباحث أداة جمع البيانات على شكل اختبار لقياس إتقان مفردات اللغة العربية والملاحظة لقياس تطبيق طريقة التعليم با الأقران في تعليم مفردات اللغة العربية. ونتيجة هذا البحث العلمي هي : (1) تطبيق طريقة التعليم بالأقران تَمَّتْ بِخَيْرٍ. إتقان مفردات اللغة العربية لطلاب في الصف الثالث المَدْرَسَةِ الإبتدائية المعارف غاندو ملاراك فونوروجو.بقيمة متوسطة في الاختبار القبلي 48.82 وارتفع إلى 84.12 في الاختبار البعدى.وبالنسبة للفصل الذي لم يستخدم طريقة التعيلم با الأقران، فإن متوسط درجة الاختبار القبلي هو 47.50 ومتوسط درجة الاختبار البعدى هو 76.88. تشير هذه النتائج إلى أن متوسط الدرجات في الفصل التجريبي كان أعلى من الفصل التحكم. (2) هناك تأثير استخدام طريقة التعليم لتحسين إتقان مفردات اللغة العربية لطلاب في الصف الثالث المَدْرَسَةِ الإبتدائية المعارف غاندو ملاراك فونوروجو. إتقان مفردات طلاب الصف الثالث الذين استخدموا طريقة التعليم با الأقران أفضل من الفصل الذي لم يستخدم طريقة التعلم با الأقران. يمكن ملاحظة ذلك من نتائج اختبار T التي تم الحصول عليها قيمة المعنى) 2-Tailed)0.05 . تشير هذه النتائج إلى أن Ho مرفوضة و Ha مقبولة، مما يعني أن هناك تأثيرًا كبيرًا لتطبيق طريقة التعلم با الأقران على تحسين إتقان مفردات اللغة العربية

    Penerapan Critical Thinking Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Di SMPN 1 Sambit Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Valentina, Shintia Putri. 2024. Penerapan Critical Thinking pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka Belajar Siswa di SMPN 1 Sambit Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Dr. M. Syafiq Humaisi, M.Pd. Kata kunci: Critical Thinking, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Kurikulum Merdeka. Penerapan critical thinking pada kegiatan pembelajaran memiliki tujuan untuk mempersiapkan diri siswa untuk menghadapi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pembelajaran dikelas maupun diluar pembelajaran seperti dikehidupan sosial siswa. Dalam penerapan critical thinking ini diharapkan siswa mampu menganalisis persoalan serta mengambil Keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran dikelas maupun diluar kelas.Berdasarkan pertimbangan tersebut, profil pelajar pencasila terdiri dari enam dimensi salah satunya adalah dimensi bernalar kritis(Critical thinking). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan mendeskripsikan Penerapan Critical Thinking pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka Belajar Di SMPN 1 Sambit Ponorogo (2) mengetahui dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam Penerapan Critical Thinking pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka Belajar Di SMPN 1 Sambit Ponorogo (3) mengetahui dan mendeskripsikan dampak dari Penerapan Critical Thinking pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka Belajar di SMPN 1 Sambit Ponorogo. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Untuk memperoleh data-data yang valid dilakukan dengan kegiatan wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Adapun Teknik analisis data yang digunakan yaitu, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini yang digunakan untuk mengecek keabsahan data yang digunakan adalah Teknik triagulasi sumber dan meningkatkan ketekunan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)Penerapan Critical Thinking pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka Belajar sudah sesuai dengan panduan penerapan kurikulum Merdeka, upaya yang dilakukan oleh pendidik dalam meningkatkan Critical thinking dilakukan dengan cara seperti kegiatan menganalisis gambar, kegiatan diskusi, kegiatan pembuatan project dan kegiatan assessment. (2)faktor pendukung dalam penerapan Critical Thinking pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka Belajar adalah kompetensi dari pendidik dan kebebasan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Adapaun faktor penghambat ialah kurangnya rasa percaya diri pada siswa dan kebiasaan bullying (3)Dampak dari Penerapan Critical Thinking pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka Belajar sudah dinilai sangat bagus, banyak siswa yang sudah percaya diri di kelas

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇