Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Analisis SWOT Implementasi Program Halal Self Declare untuk Meningkatkan Pangsa Pasar UMKM di Kecamatan Pulung
Sertifikasi halal jalur self declare dikeluarkan oleh pemerintah pertama kali di tahun 2021. Program ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM secara gratis. Namun, masih banyak pelaku UMKM di Kecamatan Pulung yang belum mengetahui adanya program ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan pelaku UMKM yang belum bersertifikat halal, sebagian besar dari mereka sudah mengetahui adanya program sertifikasi halal namun belum sepenuhnya memahami terkait self declare. Hal ini disebabkan karena sosialisasi dari pemerintah masih kurang masif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemerintah dalam menerapkan program halal self declare untuk meningkatkan pangsa pasar UMKM di Kecamatan Pulung, faktor-faktor yang dapat mendukung dan menghambat pelaku UMKM terhadap penerapan program halal self declare, serta dampak penerapan program halal self declare. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini di analisis menggunakan metode deduktif yang diawali dengan pernyataan umum dan diakhiri dengan kesimpulan khusus.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa analisis swot strategi pemerintah dalam menerapkan program halal self declare yang mencakup (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman). Faktor kekuatan diantaranya memberikan fasilitasi gratis dan melakukan sosialisasi berserta pendampingan. Faktor kelemahannya meliputi minimnya anggaran, data UMKM belum update, dan kurangnya sosialisasi kepada pelaku UMKM. Faktor peluangnya meliputi mempercepat sertifikasi halal, meningkatkan kualitas produk halal, meningkatkan minat dalam penerapan program ini, dan semua pelaku UMKM dapat menikmati fasilitasi tersebut. Selanjutnya untuk faktor ancaman meliputi rendahnya sumber daya pelaku usaha terhadap teknologi, rendahnya kesadaran dan pemahaman pelaku, dan terjadi ketidaksesuaian antara real lapangan dengan data. Adapun faktor yang mendukung pelaku usaha menerapkan program halal self declare adalah adanya dukungan dari pemerintah, adanya kesadaran dan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya program halal self declare, dan daya beli konsumen muslim yang semakin tinggi. Sedangkan faktor yang menghambat adalah rendahnya tingkat kesadaran dan pemahaman, sosialisasi kurang masif dari pemerintah, dan proses pengajuan yang rumit dan lama. Adapun dampak dari penerapan strategi tersebut dalam menerapkan program halal self declare adalah meningkatkan daya saing UMKM, menaikkan omset penjualan, produk mudah di terima masyarakat, hilangnya pangsa pasar dalam komunitas muslim, dan tidak berpengaruh apapun terhadap penjualan
..(TAMBAHKAN DAFTAR PUSTAKA, UPLOAD ULANG)..IMPLEMENTASI KURIKULUM TAKMILIYAH AWALIYAH DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH DINIYAH TARBIYATUL IHSAN KAPONAN MLARAK PONOROGO
ABSTRAK
Nada Riski, Sofia Eka. 2024. Implementasi Kurikulum Takmiliyah Awaliyah dalam Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan Kaponan Mlarak Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing H. Mukhlison Effendi, S.Ag, M.Ag.
Kata Kunci: Takmiliyah Awaliyah, Pendidikan Agama Islam, Madrasah Diniyah.
Madrasah diniyah menjadi objek yang menarik untuk dikaji lebih dalam, mengingat dinamika dan perkembangannya yang dinamis dan eksis dilingkungan masyarakat. Seiring perkembangan pendidikan dengan pembaharuan yang terjadi di Indonesia, madrasah diniyah harus memunculkan ide pembaharuan yang berfokus pada permasalahan pendidikan Islam khususnya dari segi efektivitas dan efisiensi dalam proses belajar yaitu mulai dari pengelolaan sarana prasarana, kurikulum yang terstuktur dan sumber daya manusia yang berkualitas. Dilihat dari fenomena yang telah terjadi, kurikulum tidak bisa terlepas dari proses pembelajaran pendidikan agama Islam karena kurikulum merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum takmiliyah awaliyah hadir sebagai upaya dalam meningkatkan pendidikan agama Islam yang lebih optimal dan mampu memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat khususnya pada ranah pendidikan Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) implementasi kurikulum takmiliyah awaliyah di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan Kaponan Mlarak Ponorogo, (2) faktor pendukung dan penghambat implementasi kurikulum takmiliyah awaliyah di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan Kaponan Mlarak Ponorogo, (3) implementasi kurikulum takmiliyah awaliyah dalam meningkatkan pembelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan Kaponan Mlarak Ponorogo.
Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode kualitatif diskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah kepala madrasah, Ustadzah dan santri Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan model analisa Miles Huberman dan Saldana melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan analisa data ditemukan bahwa (1) implementasi kurikulum takmiliyah awaliyah di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan Takmiliyah Awaliyah dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan dipadukan dengan kurikulum lokal yang menyesuaikan kebutuhan santri dan kondisi lingkungan madrasah. (2) Faktor pendukung implementasi kurikulum takmiliyah awaliyah di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan yaitu perencanaan kurikulum yang optimal, lingkungan belajar yang baik, sarana prasarana yang memadai, hubungan kerjasama yang baik antara yayasan, wali santri, santri dan ustadzah serta tenaga pendidik yang berkompeten. Faktor penghambat implementasi kurikulum takmiliyah awaliyah di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan yaitu alokasi waktu pembelajaran yang kurang maksimal, materi dan kompetensi dasar yang kompleks, tingkat pemahaman santri yang berbeda, karakteristik santri yang berbeda, dan ustadzah yang terlambat dan izin tidak hadir pada kegiatan pembelajaran. (3) Implementasi kurikulum takmiliyah awaliyah memiliki dampak positif dalam meningkatkan pembelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan. Setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan harus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pembelajaran yang jelas dan terstruktur, materi ajar yang lengkap, metode pembelajaran yang sesuai, alokasi waktu yang sesuai mampu meningkatkan pembelajaran pendidikan agama Islam pada santri di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Ihsan
تطبيق أنشطة ممارسة اللغة العربية في تطوير مهارات اللغة لطلاب الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية البيروني جومبانج..(TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..
عزيزة, ليلى محبوبة. 2024. "تطبيق أنشطة ممارسة اللغة العربية في تطوير مهارات اللغة لطلاب الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية البيروني جومبانج. قسم تعليم اللغة العربية كلية التربية والعلوم التعليميّة بالجامعة اإسلامية الحكومية فونوروجو. المشرف الدكتور الحاج أجوس تري تشاهيو الماجستير.
الكلمات الأساسية: مهارة الكلام, مهارة القراءة.
تناقش هذا البحث تطبيق أنشطة ممارسة اللغة العربية في تطوير مهارات اللغة لطلاب الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية البيروني جومبانج. ونوع البحث المستخدم هو البحث النوعي الوصفي. من خلال اختيار موقع البحث في المدرسة الثانوية الإسلامية البيروني جومبانج، تم الحصول على مصادر البيانات من البيانات الأولية والثانوية التي كانت ذات صلة أسئلة البحث قيد الدراسة، وشملت أساليب جمع البيانات المقابلات والملاحظة والتوثيق. وفي الوقت نفسه، فإن أسلوب تحليل البيانات المستخدمة هي تقليل البيانات وعرض البيانات والتحقق من البيانات.
مهارة الكلام للطلاب ضعيفة قبل المشاركة في أنشطة ممارسة اللغة العربية. بعد المشاركة في أنشطة ممارسة اللغة العربية، شهدت مهارة الكلام للطلاب تحسنًا تدريجيًا. أصبح بإمكان متوسط الطلاب الكلام باللغة العربية.
مهارة القراءة للطلاب ضعيفة قبل المشاركة في أنشطة ممارسة اللغة العربية. ولكن بعد المشاركة في أنشطة ممارسة اللغة العربية، شهدت مهارة القراءة للطلاب تحسنًا تدريجيًا. أصبح بإمكان متوسط الطلاب قراءة النصوص العربية أو الكتب العربية بطلاقة وسلاسة
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Di Kabupaten Ponorogo Tentang Mahar Viral Pada Media Sosial
Roshidah, Maya, 2024, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Kabupaten Ponorogo Tentang Mahar Viral Pada Media Sosial. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing, Dr. Abid Rohmanu, M.H.I.
Kata Kunci: Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Istinbãth hukum, Mahar Viral pada Media Sosial.
Mahar merupakan pemberian laki laki kepada perempuan dengan sebab adanya pernikahan. Pemberian mahar dalam Islam tidak ditentukan bentuk dan jumlahnya, sehingga apapun dapat dijadikan sebagai mahar dengan syarat mahar tersebut merupakan sesuatu yang mengandung manfaat bagi pihak perempuan. Namun pada praktiknya di lapangan persoalan tentang mahar pernikahan ini tidak tercermin sebagaimana di dalam normanya, yaitu munculnya beberapa trend pemberian mahar di luar kebiasaan, seperti yang terjadi di dalam media sosial yaitu adanya pemberian mahar pernikahan berupa linggis, kain kafan, tiga butir telur ayam, secangkir kopi, segelas air putih dan lain lainnya, yang pada biasanya pemberian mahar menggunakan barang berharga seperti emas, perak, uang seperangkat alat salat dan lain sebagainya.
Berangkat dari persoalan di atas, penelitian ini akan berfokus pada beberapa hal di antaranya adalah: 1. Bagaimana pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Ponorogo terhadap mahar viral pada media sosial? 2. Bagaimana argumentasi dan penalaran hukumnya dari para tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap mahar viral pada media sosial?.
Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan desain deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deduktif.
Berdasarkan penelitian, pembahasan dan analisa dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap mahar viral pada media sosial yaitu mereka memilki titik persamaan dan perbedaan, yakni kesamaan dalam hal kebolehannya jika menggunakan mahar tersebut, dan memiliki perbedaan yakni Ahmad munir yang tidak memperbolehkan menggunakan filosofi pada mahar, dan Badrus Soleh yang memperbolehkan jika kedua nya sama sama merelakan dan hanya memilki benda tersebut untuk dijadikan sebagai mahar. Argumentasi dan penalaran hukum dari tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap mahar viral pada media soaial dapat disimpulkan bahwa dalam ber-istinbãth hukum Nahdlatul Ulama menggunakan metode qoulī, yang merujuk kepada kitab fiqih dari para imam mazhab yakni pada kitab fatḥ al qarib. Sedangkan Muhammadiyah merujuk secara langsung kepada Al Qur’an yakni surat An-Nisa’ ayat 34 dan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud
TINJAUAN ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP JUAL BELI BENIH PORANG DI DESA GAJAH KECAMATAN SAMBIT KABUPATEN PONOROGO
Etika bisnis Islam adalah normanorma etika yang berbasiskan Al-Quran
dan Hadist yag harus dijadikan acuan oleh siapapun dalam aktivitas bisnisnya.
Permasalahan yang terjadi pada penentuan harga jual beli benih porang yang
dilakukan kelompok pengepul ketika musim tanam harga jual benih benih
porang melajut tinggi dan ketika musim panen harga beli benih porang menurun
drastis. Hal ini sangat merugikan petani porang karena mereka merasa tertipu
bisnis dari pengepul benih porang tersebut. Penelitian ini difokuskan untuk
menganalisis etika bisnis Islam terhadap mekanisme penetapan harga, faktor
yang melatarbelakangi penetapan harga dan dampak dari sistem penetapan
harga jual beli benih porang.
Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif
dengan metode penelitian lapangan dengan cara mencari data langsung kepada
petani dan pengepul. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan
metode wawancara.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penetapan mekanisme harga
benih porang di desa Gajah kecamatan Sambit kabupaten Ponorogo kurang
sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam karena melanggar prinsip
keseimbangan, kejujuran, tanggung jawab, dan kebenaran. Berdasarkan hukum
Islam mekanisme penetapan harga jual beli benih porang tersebut sudah
terpenuhi karena berdasarkan kesepakatan atau kerelaan kedua belah pihak.
Faktor yang melatarbelakangi model penetapan harga benih porang adalah
permintaan dan penawaran, pendapatan dan laba, jenis pasar atau persaingan,
dan peran pemerintah. Dampak dari sistem penetapan harga benih porang
tersebut adalah pendapatan petani menurun karena harga porang kian hari
semakin merosot, dampak lain yaitu motivasi petani menurun dan banyak petani
yang beralih untuk menanam tanaman lain seperti jagung dan berternak sapi dan
kambing
Implementasi Metode Tutor Sebaya (Peer Tutoring) dalam Kegiatan Menghafal Al-Qur’an Santri Pondok Pesantren Al-Jayadi Dagangan Madiun
Hidayah, Karismatul. 2024. Implementasi Metode Tutor Sebaya (Peer Tutoring) dalam Kegiatan Menghafal Al-Qur’an Santri Pondok Pesantren Al-Jayadi Dagangan Madiun. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.
Pembimbing: Siti Rohmaturrosyidah Ratnawati, M.Pd.I.
Kata Kunci: Menghafal Al-Qur’an, Metode Tutor Sebaya, Santri
Menghafal al-Qur’an merupakan pekerjaan yang sangat mulia, akan tetapi dalam prosesnya tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Permasalahan yang sering terjadi dalam kegiatan menghafal al-Qur’an yaitu rendahnya motivasi menghafal, tidak fokus, canggung meminta bantuan teman untuk menyimak hafalan, kurang terbuka atas kesulitan yang dihadapi dan kurangnya rasa percaya diri. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan metode menghafal al-Qur’an yang sesuai dengan kebutuhan santri, salah satunya yaitu dengan penerapan metode tutor sebaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi metode tutor sebaya (peer tutoring) dalam kegiatan menghafal al-Qur’an santri Pondok Pesantren Al-Jayadi Dagangan Madiun; (2) faktor pendukung dan penghambat kegiatan menghafal al-Qur’an santri dengan metode tutor sebaya (peer tutoring) di Pondok Pesantren Al-Jayadi Dagangan Madiun; (3) dampak implementasi metode tutor sebaya (peer tutoring) dalam kegiatan menghafal al-Qur’an santri Pondok Pesantren Al-Jayadi Dagangan Madiun.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus menggunakan pendekatan kualitatif dengan hasil data berupa deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan konsep dari Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Implementasi metode tutor sebaya dalam kegiatan menghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Jayadi terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan juga evaluasi. Setiap tahapan tersebut terdiri dari beberapa kegiatan yang berbeda-beda. (2) Faktor pendukung kegiatan menghafal al-Qur’an santri dengan metode tutor sebaya (peer tutoring) di Pondok Pesantren Al-Jayadi Dagangan Madiun adalah santri tentor yang terseleksi, motivasi, bimbingan dari ustadz dan ustadzah, kepedulian santri di lingkungan pesantren, dan fasilitas pendidikan, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kemampuan memahami tajwid, ketidakmampuan mengatur waktu hafalan, pengaruh teman, lupa dan rasa malas. (3) Metode tutor sebaya memberikan dampak yang signifikan terhadap hafalan santri, diantaranya yaitu kemampuan hafalan santri yang semakin baik. Hal tersebut dilihat ketika setoran hafalan berlangsung santri dapat melafadzkan ayat-ayat al-Qur’an dengan lancar, panjang pendeknya bacaan sesuai hukum tajwid. Selain itu, semangat hafalan santri juga semakin meningkat, karena ketika terjadi permasalahan yang berkaitan dengan hafalan akan dibantu untuk dicarikan solusi
Implentasi Manajemen Peserta Didik dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di SMKN 1 Ponorogo
Kata Kunci: Manajemen Peseta Didik dan Meningkatkan Kedisiplinan
Kedisiplinan memiliki kedudukan yang sangat penting bagi seorang siswa untuk meraih sebuah kesuksesan dimasa depan. kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menuju kesuksesan seseorang terutama begi seorang peserta didik, kedisiplinan sendiri adalah suatu aturan pendidikan yang merujuk pada jenis keterlibatan aturan dalam mencapai standart yang cepat atau mengikuti peraturan yang tepat dalam berperilaku dan melakukan aktivitas. kedisiplinan yang ada disekolah tercipta dengan adanya peran seorang manajemen peserta didik didalamnya yang membuat sebuah peraturan yang harus ditaati bagi yang ada didalamnya ,karena manajemen peserta didik memiliki arti sebagai seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinue terhadap seluruh siswa dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan agar dapat mengikuti PBM dengan efektif dan efisien.
Penelitian ini bertujuan;(1)untuk menjelaskan perencanaan manajemen peserta didik di SMKN 1 Ponorogo;(2)untuk memapakan pelaksanaan manajemen peserta didik di SMKN 1 Ponorogo; (3) untuk mendeskripsikan dan menganalisis terkait dukungan dan hambatan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMKN 1 Ponorogo.
Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode kualitatif dengan berjenis studi kasus, metode kualitatif menjelaskan terkait fenomena-fenomena yang terjadi dilapangan dengan menekankan mencari makna pengertian, konsep, karakteristik,gejala,simbol, maupun deskripsi, tentang sebuah fenomena, fokus multi mode, bersifat alami,dan holistic,serta mengutamakan kualitas, dengan menggunakan beberapa cara yang disajikan secara naratif.
Adapun hasil dari penelitian ini meliputi:(a) perencanaan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMKN 1 Ponorogo dimulai dari penerimaan peserta didik baru dengan sesuai juknis yang ada, (b) pelaksanaan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMKN 1 Ponorogo sudah dimulai ketika masuk pertama kali kesekolah atau masa MPLS dengan menghadirkan pelopor pemuda sebagau pembekalan seorang siswa baru tentang kedisiplinan yang harus dijalankan, selain itu pelaksanaan kedisiplinan siswa dilakukan setiap hari dengan membentuk tim PKS yang berguna mengamankan jalan pada saat menyabrang jalan dan pembentukan tim tata tertib guna menertibkan pakaian para siswa pada saat masuk kesekolah dengan dijaga didepan gerbang serta menertibkan apabila ada yang terlambat datang kesekolah para siswa ataupun para guru.(c) dukungan dan hambatan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMKN 1 Ponorogo, semua guru dan juga orang tua mendukung terkait kedisiplinan siswa, serta hambatan yang ditemui masih ada siswa yang terlambat serta karakter seorang siswa yang beragam
Pemanfaatan TikTok sebagai Media Komunikasi Pemasaran pada akun @SECALA/HIJAB
Zahro, Fatimatuz, Salah satu jenis media baru adalah media sosial. Media sosial sendiri lahir karena adanya internet yang juga hasil dari perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi dan informasi. Dari media sosial masyarakat dapat mengakses segala hal yang terjadi di dunia. Menurut data Apptopia dalam Kompas.com disebutkan bahwa media sosial yang paling banyak diunduh pada tahun 2021 adalah TikTok. TikTok yang di awal hanya media hiburan sekarang merambat ke dunia pemasaran.TikTok merupakan platfrom video pendek yang memungkinkan pengguna berimajinasi dan mengekspersikan ide secara bebas dalam bentuk video pendek. Pada 17 April 2021, secara resmi aplikasi TikTok di Indonesia menghadirkan fitur baru yang dinamakan dengan TikTok Shop. Fitur ini adalah sebuah social commerce inovatif yang dapat menjangkau para penjual, pembeli, dan kreator untuk menyediakan pengalaman berbelanja yang lancar, menyenangkan, dan nyaman. Dengan fitur tersebut, Konsumen tidak akan kesulitan lagi dalam hal mengakses produk dan membelinya dengan proses berbelanja di aplikasi TikTok. Kecanggihan yang sudah ada pada fitur fitur TikTok membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pemanfaatan TikTok Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Pada Akun @SECALA.HIJAB”. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan TikTok pada penjualan yang dilakukan oleh akun @SECALA.HIJAB. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitiannya menggunakan kualitatif deskriptif. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu Motif akun @SECALA.HIJAB menggunakan TikTok sebagai media pemasaran mereka yaitu dapat dengan gampang memberikan informasi atau melakukan branding pada akun jualan mereka kepada para pelanggan atau khalayak, bisa melakukan interaksi secara langsung dimanapun dan kapanpun dengan pelanggan, para pembeli dengan mudah mencari dan membeli produk mereka, dan menjadi kepuasan bagi owner Secala Hijab karena jangkauan target pasar mereka semakin luas. Kelemahan dan keunggulan dalam penggunaan TikTok sebagai media komunikasi pemasaran akun @SECALA.HIJAB memiliki hasil yang sama. Dengan menggunakan TikTok sebagai model komunikasi pemasaran secala hijab, akun secala hijab sekarang sudah menjadi besar, dan hal itu berpengaruh dalam meningkatnya omset penjualan secala hijab. Disisi lain, dengan adanya perubahan zaman dan trend membuat secala harus memahami algoritma TikTok yang tidak pasti supaya penjualan mereka melalui TikTok tetap berjalan dengan lanca
Analisis ‘Urf Terhadap Penyertaan Mahar Minyak Goreng Dalam Pernikahan (Studi Kasus Di KUA Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo)
Arwani, Ahmad Kholid, Mahar adalah pemberian yang diwajibkan untuk mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan. Dalam al-Quran dan Hadis berkaitan dengan jenis, ukuran, atau nilai mahar tidak ditentukan. Tentang wujud mahar, terdapat peristiwa unik di Desa Suru Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo. Sepasang pengantin melangsungkan pernikahan dengan menyertakan mahar minyak goreng pada awal bulan Februari 2022. Hal ini bertolak belakang dengan wujud mahar secara umum yang menjadi kebiasaan di wilayah tersebut berupa uang, alat sholat dan perhiasan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana tinjauan ‘Urf terhadap penyertaan mahar minyak disamping mahar utama dalam pernikahan di KUA Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo dan bagaimana tinjauan ‘Urf terhadap nilai minyak goreng sebagai mahar dalam pernikahan di KUA Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo.
Berdasarkan tempat perolehan data, peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Jenis data penelitian yang dipakai adalah kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian peneliti menggunakan pendekatan normatif-empiris.
Berdasarkan penelitian tersebut diatas maka diperoleh hasil: Ditinjau dari ‘urf masyarakat setempat maka minyak goreng tidak termasuk sebagai mahar pernikahan. Hal ini karena minyak goreng dijadikan mahar secara kasuistik dan tidak dilakukan masyarakat secara terus-menerus sebagaimana salah satu syarat ‘urf itu sendiri. Wujud mahar utama atau mahar penyerta yang menjadi kebiasaan secara umum di Desa Suru dan di KUA Kecamatan Sooko berupa uang, perhiasan dan alat sholat. Nilai minyak goreng tidak dapat menyamai nilai dari wujud barang yang menjadi mahar pada masayarakat setempat. Kebiasaan masyarakat di Desa Suru dan di KUA Kecamatan Sooko memberikan mahar berupa uang, perhiasan dan alat sholat. Uang bernilai sebagai alat transaksi, perhiasan bernilai untuk simbol pernikahan serta investasi masa depan dan alat sholat digunakan untuk beribadah sholat. Nilai-nilai barang tersebut adalah nilai ‘urf mahar pernikahan. Sedangkan minyak goreng nilanya adalah menjadi salah satu kebutuhan untuk memasak makanan dan barang seserahan belaka
Nafkah Keluarga yang Ditinggal Khuruj Suaminya Ditinjau Madhab Syafi’i (Studi Kasus Desa Nguri Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan)
Mu’minin, Wildan Amirul. 2024. Nafkah Keluarga yang Ditinggal Khurūj
Suami Ditinjau dari Madhab Syafi’i (Studi Kasus Desa Nguri Kecamatan
Lembeyan Kabupaten Magetan). Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam
Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo.
Pembimbing: Sirojudin Ahmad, S.Ag., M.H
Kata Kunci/Keywords: Nafkah Keluarga, Madhab Syafi’i, Khurūj Fisabilillah.
Nafkah merupakan kewajiban yang harus diberikan kepada isteri selama
suami khurūj bekal yang ditinggalkan suami sering kali habis, maka isteri harus
menggunakan tabungannya sendiri atau meminjam kepada orang lain untuk
memenuhi kebutuhan keluarganya, terlebih lagi khurūj yang dilaksanakan suami
khurūj satu bulan karena waktu tersebut umumnya orang bekerja penuh untuk
mendapatkan biyaya kehidupan, dan isteri biasanya lebih menghemat pengeluaran
guna berjaga jaga apabila terdapat suatu masalah yang mendadak.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pola
pemberian nafkah keluarga Jama'ah Tabligh di Desa Nguri yang ditinggal khurūj
suaminya ditinjau Madhab Syafi’i? (2) Bagaimana tinjauan Madhab Syafi’i
mengenai pemenuhan nafkah bagi keluarga Jama’ah Tabligh saat ditinggal khurūj
suaminya?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian
lapangan studi kasus yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
normatif dan empiris, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan
melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan memahami lebih dalam mengenai proses atau prosedur nafkah
keluarga yang ditinggal khurūj suaminya ditinjau dari Madhab Syafi’i (Studi
Kasus Desa Nguri Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan).
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pertama, pola pemberian
nafkah Jamaah Tabligh yang berada di Desa Nguri terbagi menjadi 2 pola, pola
pertama nafkah diberikan per hari sesuai kebeutuhan keluarga, pola kedua nafkah
diberikan per gajian dikarenakan menyesuaikan waktu gajian suami. Kedua,
nafkah keluarga Jama’ah Tabligh yang ditinggal khurūj suaminya ditinjau dari
Madhab Syafi’i sudah terpenuhi dan tidak ada penelantaran atau kurangnya
perhatian terhadap keluarga yang ditinggal khuruj suaminya. Penyebab kurangnya
nafkah keluarga ketika ditinggal khurūj suami adalah adanya kebutuhan-
kebutuhan yang mendadak