Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Penegakkan Dan Efektivitas Hukum Tentang Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 Terhadap Larangan Jual Beli Pakaian Bekas Di Kota Madiun
Putra, Fathur Alfan Prasetyo 2024. Penegakan Dan Efektivitas Hukum Tentang Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 Terhadap Larangan Jual Beli Pakaian Bekas Di Kota Madiun. Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Moh. Mukhlas. M.Pd.
Kata Kunci/Keywords: Efektivitas Hukum, Penegakan Hukum Pakaian Bekas Impor.
Perkembangan jual beli yang semakin maju dan modern ini menuntut para pedagang untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan dan keinginan para pembeli. Salah satunya adalah jual beli pakaian bekas impor, di mana para pedagang memanfaatkan pakaian bekas yang masih layak pakai dan memungkinkan untuk diolah kembali menjadi barang yang bagus, berguna, bernilai, dan bisa diperjualbelikan. Hal ini mengakibatkan permasalahan perekonomian di negara Indonesia, karena membeludaknya pelaku usaha yang hanya mementingkan hasil untuk dirinya sendiri, tanpa melihat bahaya yang ditimbulkan karena pakaian bekas tersebut. Pakaian bekas impor ini sudah dilarang oleh pemerintah yang ditetapkan di Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor. Namun, dalam realitanya masih banyak masyarakat yang masih menjual pakaian bekas impor, khususnya di Sunday Market Kota Madiun.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana usaha pemerintah Kota Madiun terhadap penegakkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 di Kota madiun? (2) Bagaimana tinjauan efektivitas hukum tentang faktor pendukung dan penghambat implementasi penjualan pakaian bekas impor di Sunday Market Kota Madiun?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Dari analisis di atas ditemukan bahwa meskipun sudah ada usah dari pemerintah untuk mengeluarkan peraturan mengenai jual beli pakaian bekas impor, sampai saat ini Dinas Pariwisata dan Perdagangan Kota Madiun tidak membentuk kebijakan sebagai tindaklanjut dari Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 terhadap larangan jual beli pakaian bekas. Kemudian kurangnya sosialisasi dan tidak adanya sanksi. Faktor pendukung dan penghambat efektivitas hukum meliputi peraturan itu sendiri, penegak hukum, dan masyarakat
Pengembangan Materi Ajar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Siswa Pada Pelajaran IPA Di MI Ma'arif Gandu
Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di MI Ma’arif Gandu, studi pendahuluan dilakukan pada siswa kelas V diketahui bahwa, dalam proses pembelajaran mengalami kesulitan pada unsur bahan ajar ini, sehingga ditemukan beberapa permasalahan, yaitu kurangnya sarana prasarana dikarenakan kurang lengkap, hilang, dan rusak dan minimnya buku LKS yang menunjang berpikir logis siswa, selain itu pembelajaran berlangsung hanya sebatas menggunakan pegangan guru dan siswa. Kurang lengkapnya isi buku LKS dikarenakan buku dari terbitan yang berbeda-beda, juga menjadi dampak buruk bagi siswa dikarenakan banyak siswa yang bertanya perihal soal dengan materi yang ada dibuku tidak saling berhubungan, sehingga menyebabkan siswa harus dituntut berpikir logis dalam menyelesaikan soal pembelajaran. Oleh karena itu guru membutuhkan buku yang dapat membantu perkembangan kemampuan berpikir logis pada siswa.
Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan proses pengembangan materi ajar, dan keefektivan materi ajar yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa di MI Ma’arif Gandu.
Jenis penelitian ini yaitu penelitian Research and Development dengan melakukan langkah dari model pengembangan ADDIE. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa kelas V sejumlah 25 anak. Aspek yang divalidasi oleh validator yaitu aspek konten dan aspek desain media. Efektivitas materi ajar diketahui dengan memberikan tes kepada siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik mixed methode.
Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) proses pengembangan materi ajar dilakukan melalui 5 tahap yaitu tahap analisis, tahap perancangan, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. 2) materi ajar dinyatakan valid ditunjukkan dari hasil validitas koten dan desain media yang mendapat rata-rata persentase sebesar 75%. 3) materi ajar dinyatakan berpengaruh besar dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa ditunjukkan dari hasil uji Effect Size Cohen’s d sebesar 0.8577, sementara itu jika dilihat dari ketuntasan belajar, 92% siswa telah mencapai nilai KKM. Dapat disimpulkan bahwa materi ajar telah teruji cukup valid, dan cukup efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berfikir logis siswa
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..dentifikasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek Mata Pelajaran IPAS Materi Zat dan Perubahannya Pada Siswa Kelas IV MIN 1 Ponorogo
ABSTRAK
Ridho, Rizki Aliyatul. 2024. Identifikasi Kemampuan Bepikir Kritis Pembelajaran Berbasis Proyek Mata Pelajaran IPAS Materi Zat dan Perubahannya Pada Siswa Kelas IV MIN 1 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fkultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: M. Fathurahman, M.Pd.I.
Kata Kunci : Metode Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Proyek, Berpikir Kritis, Siswa Kelas IV MIN 1 Ponorogo.
Dimensi bernalar kritis merupakan salah satu kompetensi yang terdapat dalam Profil Pelajar Pancasila yang diterapkan melalui kegiatan pembelajaran. Salah satunya dalam pembelajaran berbasis proyek dalam pembeajaran IPAS yang memberikan peluang terhadap peserta didik untuk aktif dalam bernalar kritis dalam tahapan menentukan proyek yang dibuat, dalam kegiatan menentukan proyek peserta didik diharapkan mampu menyelidiki sebuah permasalahan yang diberikan oleh seorang guru utuk dapat menemukan jawaban yang nantinya akan menjadi penentu tugas proyek apa yang akan dibuat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) implementasi profil pelajar pancasila dalam penerapan dimensi berfikir kritis dalam pembelajaran berbasis proyek; (2) tingkat kemampuan bernalar kritis sesudah dan sebelum diterapkannya pembelajaran berbasis proyek; dan (3) faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran berbasisi proyek.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian inimenggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman meliputi kondensasi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisa dta ditemukan bahwa (1) Kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas IV MIN 1 Ponorogo dalam pembelajaran berbasis proyek sudah dapat dikatakan mampu menguasi pembelajaran. (2) Tingkat kemampuan siswa-siswi kelas IV MIN 1 Ponorogo dalam berfikir kritis cenderung rendah pada saat sebelum diterapkannya pembelajaran berbasis proyek. Sedangkan tingkat kemampuan siswa setelah diterapkannya model pembelajaran ini terbukti membuat proses belajar lebih hidup dan interaktif. (3) Faktor pendukung dalam proses peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa bagaimana cara guru dalam menyampaikan pembelajaran yang tidak monton dengan menggunakan model pembelajaran yag sesuai. Sedangkan untuk faktor penghambatnya dapat muncul dari guru dan anak-anak sendiri seperti ketidakcocokan model pembelajaran dengan materi
Pengaruh Sikap Empati dan Simpati Siswa terhadap Interaksi Sosial dengan Siswa ABK Kelas Atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo
Arini, Sintia Dwi. 2024. Pengaruh Sikap Empati dan Simpati Siswa terhadap Interaksi Sosial dengan Siswa ABK Kelas Atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Muhammad Ali, M.Pd.
Kata Kunci: Sikap empati, sikap simpati, interaksi sosial
Interaksi sosial merupakan suatu kemampuan seseorang untuk dapat melakukan hubungan sosial dengan individu yang lain yang ditandai dengan adanya kontak sosial dan komunikasi. Interaksi sosial yang baik dapat menimbulkan hubungan sosial yang baik pula dengan individu yang lain. Namun sayangnya di SDN 1 Nologaten Ponorogo di kelas atas interaksi sosialnya masih rendah terutama dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus, hal tersebut dibuktikan dengan penelitian yang telah dilakukan.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui signifikansi pengaruh sikap empati terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas SDN 1 Nologaten Ponorogo, (2) untuk mengetahui signifikansi pengaruh sikap simpati terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo. (3) untuk mengetahui signifikansi pengaruh sikap empati dan sikap simpati terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian ex post facto. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 67 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan rumus statistika yaitu uji regresi linier sederhana dan uji regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut, (1) Sikap empati tidak berpengaruh signifikan terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo dengan besaran pengaruh hanya 3,9%. (2) Sikap simpati berpengaruh signifikan terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo dengan besaran pengaruh sebesar 12%. (3) Sikap empati dan sikap simpati berpengaruh signifikan terhadap interaksi sosial dengan siswa ABK kelas atas di SDN 1 Nologaten Ponorogo dengan besaran pengaruh sebesar 14,6%
Jual Beli Kosmetik Tanpa Label Bpom Dalam Tinjauan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Dan Hukum Islam (Studi Kasus Di Toko Ratna Desa Kiringan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan)
ABSTRAK
Nuryani, Ani 2024. Jual Beli Kosmetik Tanpa Label Bpom Dalam Tinjauan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Dan Hukum Islam(Studi Kasus Di Toko Ratna Desa Kiringan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan). Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing : Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I.
Kata Kunci/keywords : Jual Beli, Kosmetik Tanpa Label BPOM, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, Hukum Islam.
Penelitian ini mengkaji terkait praktek jual beli kosmetik tanpa label BPOM di toko Ratna. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Produk yang dijual di toko Ratna terdapat beberapa produk yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Hal tersebut mempengaruhi keamanan bagi pembeli, dikarenakan produk tersebut tidak teregistrasi BPOM sehingga tidak adanya jaminan produk aman untuk digunakan. Praktek jual beli kosmetik tanpa label BPOM tersebut dapat ditinjau dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Hukum Islam.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana analisis Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 dan Hukum Islam terhadap transaksi jual beli kosmetik tanpa label BPOM di toko Ratna? Bagaimana analisis UU No. 8 Tahun 1999 dan Hukum Islam terhadap penggunaan produk kosmetik tanpa label BPOM di toko Ratna?.
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan normatif. Sedangkan teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini metode deduktif.
Dari penelitian skripsi ini dapat disimpulkan bahwa: Pertama, transaksi jual beli kosmetik tanpa label BPOM di toko Ratna tidak sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) terkait memberikan informasi yang benar kepada konsumen dan ketidaklengkapan deskripsi pada produk kosmetik adapuun untuk rukun dan syarat jual beli di toko Ratna sudah terpenuhi, tetapi ada suatu hal diluar akad yang berpotensi membahayakan setelah pemakaian produk tersebut (dharar) yang menyebakan jual beli ini fasid. Kedua, penggunaan produk kosmetik tanpa label BPOM di toko Ratna tidak sesuai dengan hak atas informasi yang benar dan hak atas keamanan dalam UUPK, sehingga juga bertentangan dengan prinsip-prinsip al-Daruriyyat al-Khamsah dalam hukum Islam. Terutama pada prinsip al-Nafs dan al-Mal
Implementasi Metode Baghdadiyah dalam Pembelajaran Al-Qur'an di Madrasah Hasan Turonggo Kebonsari Madiun
Kusuma, Moch Dimas Wahyu. 2024. Implementasi Metode Baghdadiyah dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Hasan Turonggo Kebonsari Madiun. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Ju’suabaidi, M.Ag.
Kata Kunci : Implementasi, Metode Baghdadiyah, Pembelajaran Al-Qur’an
Metode Baghdadiyah merupakan metode pembelajaran guna mengembangkan metode dan strategi untuk mencapai keberhasilan dalam pengembangan membaca Al-Qur’an. Metode baghdadiyah memiliki kandungan makna bahwa dalam pembelajaran tersebut ada kegiatan memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode atau strategi yang optimal untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan, dengan metode baghdadiyah di mana peseta didik menghadap pendidik satu persatu secara bergantian.
Tujuan Penelitian ini adalah ; (1) Menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan metode baghdadiyah dalam pembelajaran Al-Qur’an, (2) Menjelaskan hasil penerapan metode baghdadiyah dalam pembelajaran Al-Qur’an, (3) Menjelaskan dampak implementasi metode baghdadiyah dalam pembelajaran Al-Qur’an, di Madrasah Hasan Turonggo Kebonsari Madiun.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang mengambil objek penelitian di Madrasah Hasan Turonggo Kebonsari Madiun. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informasi berasal dari peseta didik dan pendidik pembimbing membaca Al-Qur’an menggunakan metode baghdadiyah. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Teknik analisis data Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verification.
Hasil penelitian menjelaskan (1) Langkah-langkah pelaksanaan metode baghdadiyah terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, kegitan evaluasi dan kegiatan penutup. (2) Penerapan metode baghdadiyah dalam pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Hasan Turonggo Kebonsari Madiun, peserta didik dapat memahami Al-Qur’an dengan benar. Akan tetapi juga sebagian peseta didik ada yang belum faham dalam pembelajaran Al-Qur’annya, materi atau pelajaran dalam pembelajaran Al-Qur'an, meliputi: pengenalan huruf hijaiyah, cara membunyikan huruf hijaiyah dan ilmu makhraj, bentuk dan fungsi tanda baca waqof , bentuk dan fungsi dari tanda baca lainnya. (3) Dampak Implementasi metode baghdadiyah adalah peseta didik dapat melafalkan Al-Qur’an sesuai dengan makharijul hurufnya dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, serta melatih ejaan huruf-huruf yang ada di Al-Qur’an. Dan diharapkan menghasilkan peseta didik yang beriman dan bertakwa pada Allah, mampu membaca Al-Qur’an dengan benar, mendirikan sholat, penguasaan dan hafalan Surah Juz 30 yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
EVALUASI KARAKTER DISIPLIN BELAJAR DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN SISWA BERPRESTASI DI SMPN 4 MAGETAN
ABSTRAK
Mulya, Rozana. 2024. Evaluasi Karakter Disiplin Belajar Dalam Membangun Kemandirian Siswa Berprestasi di SMPN 4 Magetan.Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Ahmadi, M.Ag
Kata kunci: Evaluasi ,Disiplin belajar, Kemandirian, Siswa Berprestasi
Penelitian ini dilakukan di SMPN 4 Magetan karena ingin mengetahui bagaimana Evaluasi Karakter Disiplin dalam Kemandirian Siswa Berprestasi. Keberhasilan siswa dalam menanamkan karakter tersebut dapat memberikan dampak positif dalam keberhasilan prestasi yang mereka tanamkan, selain itu sekolah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter disiplin dan kemandirian seluruh siswa tak hanya siswa berprestasi saja.
Tujuan diadakannya penelitian adalah (1) faktor dan ciri karakter disiplin yang umumnya dimiliki oleh siswa berprestasi di SMPN 4 Magetan (2) Bentuk disiplin yang diterapkan untuk membangun kemandirian siswa berprestasi di SMPN 4 Magetan (3) Hasil karakter disiplin yang terbentuk dalam diri siswa berprestasi di SMPN 4 Magetan
Penelitian ini dirancang menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case studies). Partisipasi penelitian berasal dari guru kesiswaan, guru kurikulum, dan kepala sekolah SMPN 4 Magetan. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan metode IPO(input, product, outcome).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, evaluasi karakter disiplin belajar dalam membangun kemandirian siswa berprestasi, (1) SMPN 4 Magetan sudah menerapkan program pemerintah P5 untuk membantu kedisiplinan siswa, dengan adanya program tersebut guru dengan mudah mengarahkan siswanya untuk selalu mempunya jiwa disiplin, bertanggung jawab, menghormati, mentaati peraturan. (2) bentuk keberhasilan karakter disiplin belajar yang diterapkan untuk membangun kemandirian siswa sudah diterapkan dan berjalan dengan lancar, seluruh siswa masuk kesekolah di jam 06.30 WIB. Termasuk guru, sebagai contoh anak dalam kedisiplinan belajar. (3) Siswa SMPN 4 Magetan mampu meningkatkan kemampuan belajarnya dan berhasil mencapai hasil yang memuaskan serta dapat membentuk karakter yang bertanggung jawab atas usaha belaja
Nilai-Nilai Akhlak Dalam Buku Tuhan Ada Di Hatimu Karya Habib Ja'far Dan Relevansinya Denan Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMA
Kurangnya pemahaman mengenai materi akhlak dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dari peserta didik bisa disebabkan oleh kualitas bahan ajar yang digunakan oleh pendidik. Efektivitas pembelajaran dapat terjadi jika siswa memahami materi dengan baik. Bahan ajar seharusnya disesuaikan dengan gaya bahasa anak zaman sekarang. Remaja sekarang yang biasa dikenal dengan sebutan gen z cenderung suka membaca buku novel karena bahasanya ringan, sehingga mudah dipahami. Oleh karena itu, buku Tuhan Ada di Hatimu yang bahasanya dikemas secara ringan dan asik dibaca cocok membantu memahami kaitannya nilai akhlak dalam materi PAI & BP sehingga bisa mendorong peserta didik berakhlak mulia.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) nilai-nilai akhlak pada buku Tuhan Ada di Hatimu Karya Habib Husein Ja`far, (2) relevansi nilai-nilai akhlak dalam buku Tuhan Ada di Hatimu karya Habib Husein Ja`far dengan materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI di SMA.
Penelitian ini berjenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitaif deskriptif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dengan tahapan editing, organizing dan finding. Adapun analisis data yang digunakan merupakan analisis isi dengan tahapan editing, coding, dan meaning.
Berdasarkan penelitian tentang nilai-nilai akhlak yang terdapat dalam buku Tuhan Ada di Hatimu dan relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA diperoleh hasil sebagai berikut, pertama, dalam buku Tuhan Ada di Hatimu ditemukan 36 nilai, berupa nilai akhlak terhadap Allah dan akhlak terhadap Makhluk-Nya. Akhlak terhadap makhluk-Nya meliputi akhlak terhadap Rasulullah, diri sendiri, orangtua, keluarga, tetangga, masyarakat dan lingkungan. Kedua, terdapat 5 nilai akhlak dalam buku Tuhan Ada di Hatimu relevan dengan materi PAI & BP kelas XII SMA yang dikemas dengan bahasa kekinian, asik dan mudah dipahami sehingga cocok untuk peserta didik di zaman sekarang. Nilai yang relevan antara lain, (1) mensyukuri nikmat dan karunia Allah relevan dengan materi bab dua, (2) mencintai Allah melebihi cinta kepada siapapun juga dengan mempergunakan firman-Nya dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan kehidupan relevan dengan materi bab tiga, (3) mencintai Rasulullah saw secara tulus dengan mengikuti semua sunnahnya relevan dengan materi bab empat, (4) nilai saling menghindari pertengkaran dan permusuhan relevan dengan materi bab enam, (5) saling menolong dalam melakukan kebajikan dan takwa relevan dengan materi bab enam
Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V Ditinjau dari Kecerdasan Interpersonal di MI Ma’arif Polorejo, Babadan, Ponorogo
Anggraini, Sofia. 2024. Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V Ditinjau dari Kecerdasan Interpersonal di MI Ma’arif Polorejo, Babadan, Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Yuentie Sova Puspidalia, M.Pd.
Kata Kunci: Keterampilan Berbicara, Kecerdasan Interpersonal, MI Ma’arif
Berbicara termasuk aktivitas kehidupan sehari-hari yang sangat penting bagi seorang siswa, sebab dengan berbicara siswa dapat melakukan komunikasi dan mengekspresikan perasaan saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan keterampilan berbicara yang baik, siswa mampu berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Kecerdasan interpersonal siswa menjadi hal penting untuk mendukung keterampilan berbicara siswa. Berbagai penelitian terkait dengan keterampilan berbicara telah banyak dilakukan, namun belum ada yang mengambil fokus pada tingkat kecerdasan interpersonal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) keterampilan berbicara siswa kelas V MI Ma’arif Polorejo, Babadan, Ponorogo ditinjau dari kecerdasan interpersonal tinggi; (2) keterampilan berbicara siswa kelas V MI Ma’arif Polorejo, Babadan, Ponorogo ditinjau dari kecerdasan interpersonal sedang; dan (3) keterampilan berbicara siswa kelas V MI Ma’arif Polorejo, Babadan, Ponorogo ditinjau dari kecerdasan interpersonal rendah.
Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa (1) Keterampilan berbicara siswa ditinjau dari kecerdasan interpersonal tinggi di kelas V MI Ma’arif Polorejo, Babadan, Ponorogo, terdapat 4 siswa masuk dalam kategori kecerdasan interpersonal tinggi memiliki keterampilan berbicara yang baik. (2) Keterampilan berbicara siswa ditinjau dari kecerdasan interpersonal sedang di kelas V MI Ma’arif Polorejo, Babadan, Ponorogo, terdapat 15 siswa masuk dalam kategori kecerdasan interpersonal sedang memiliki keterampilan berbicara yang berbeda, yaitu cukup baik dan kurang. Dari 15 siswa di antaranya 11 siswa memiliki keterampilan berbicara yang cukup baik dan 4 siswa lainnya memiliki keterampilan berbicara yang kurang. (3) Keterampilan berbicara siswa ditinjau dari kecerdasan interpersonal rendah di kelas V MI Ma’arif Polorejo, Babadan, Ponorogo, terdapat 4 siswa masuk dalam kategori kecerdasan interpersonal rendah memiliki keterampilan berbicara yang kurang
( kesediaan publikasi belum ada..upload ulang)..IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTsN 6 PONOROGO
Arifia, Nur Rahma. 2024. Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di MTsN 6 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dra. Aries Fitriani, M.Pd.
Kata kunci: Kurikulum Merdeka, Keterampilan Berpikir Kritis, Strategi Penerapan, MTsN 6 Ponorogo
Kurikulum di Indonesia telah mengalami banyak perubahan seiring dengan perkembangan zaman, termasuk penerapan Kurikulum Merdeka Belajar yang menekankan pendekatan berbasis proyek. Kurikulum ini bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kompetensi siswa, khususnya dalam hal berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis sangat penting bagi siswa agar mereka dapat menganalisis permasalahan dan membuat keputusan yang rasional. Namun, dalam implementasinya, siswa masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya kemampuan memahami pembelajaran berbasis proyek, yang mengakibatkan keterampilan berpikir kritis mereka belum optimal. Penelitian ini difokuskan pada penerapan Kurikulum Merdeka di MTsN 6 Ponorogo dan kendala yang dihadapi dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan strategi pembelajaran kurikulum merdeka dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa di MTsN 6 Ponorogo (2) untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat implementasi kurikulum merdeka dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penilitian ini menggunakan model analisis data menurut Matthew B. Miles, A. Michael huberman, dan Johnny Saldana. Pengecekan keabsahan data penelitian menggunakan uji kredibilitas dengan melakukan perpanjangan pengamatan dan triangulasi.
Langkah-langkah penerapan pembelajaran kurikukulum merdeka dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di MTsN 6 Ponorogo dilakukan dengan cara; menyusun perancangan proyek kewirausahaan, dan Siswa dilatih untuk menganalisis permasalahan, merumuskan solusi, dan mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi nyata. Faktor pendukung yang ditemukan meliputi kesiapan sarana, prasarana, dan guru sebagai fasilitator. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang menjadi faktor penghambat dalam penerapan Kurikulum Merdeka di MTsN 6 Ponorogo, seperti adaptasi lambat terhadap pembelajaran yang berpusat pada siswa, kurangnya kontrol, dan kesiapan siswa