Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
..( LAMPIRKAN SURAT PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOUD ULANG)..STRATEGI GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA KELAS VII MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI SMP NEGERI 1 SIMAN PONOROGO
ABSTRAK
Ananta, Silfia Listya Nirmalasari. 2024. Upaya Guru dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas VII melalui Kegiatan Keagamaan di Smp Negeri 1 Siman.Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dra. Aries Fitriani, M.Pd.
Kata Kunci: Peran Guru, Karakter Religius, Kegiatan Keagamaan
Di era digital saat ini, pentingnya pengembangan karakter menjadi krusial, terutama di lingkungan pendidikan, untuk mencegah terjadinya degradasi moral seperti pembullyan dan perilaku tidak sopan. Nilai religiusitas berperan penting dalam pendidikan karakter, mencakup aspek moral dan perilaku yang mengarah pada akhlakul karimah. Pembentukan karakter ini melibatkan berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Dengan penerapan program keagamaan rutin seperti mengaji dan sholat berjamaah, SMPN 1 Siman berupaya membangun pribadi siswa yang beriman dan bertakwa.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui strategi guru dalam membentuk karakter religius siswa kelas VII melalui kegiatan keagamaan, 2) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam membentuk karakter reigius siswa kelas VII melalui kegiatan keagamaan di SMP Negeri 1 Siman Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami strategi guru dalam membentuk karakter religius siswa kelas VII melalui kegiatan keagamaan di SMPN 1 Siman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan fokus pada aktivitas keagamaan, strategi pembentukan karakter, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Strategi guru dalam membentuk karakter religius siswa kelas VII melalui kegiatan keagamaan di SMPN 1 Siman terfokus pada pembiasaan yang konsisten, seperti salat berjamaah, program tartil/tahfidz, dan kegiatan keagamaan lainnya serta peran aktif guru dalam keseluruhan proses penguatan karakter religius siswanya. Dalam kegiatan pembiasaan tersebut guru berperan sebagai pendidik/pengajar penguatan karakter religius, sebagai pendorong, pemberi motivasi, suri tauladan serta pengarah bagi siswa 2) Faktor pendukung meliputi dukungan dari seluruh pihak sekolah, fasilitas ibadah, dan kedisiplinan sistem sekolah, serta faktor penghambat, seperti ketidakdisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan, kurangnya ketertiban, kurangnya dukungan serta pengawasan dari orang tua dan kurangnya konsistensi dalam praktik haria
Pemulihan Ekonomi Masyarakat Desa Tumpuk Pascabencana Alam Perspektif Islam
Terjadinya bencana alam telah memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan masyarakat di Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo Ponorogo terutama pada perekonomiannya yang membutuhkan strategi yang tepat oleh pemerintah untuk memulihkan kembali perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak terlebih dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang terdampak bencana di Desa Tumpuk. Data Primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel dan jurnal terkait.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apa saja strategi pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana alam tanah longsor perspektif Islam. (2) Untuk mengetahui bagaimana dampak yang diperoleh masarakat pasca upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana alam
Hasil dari penelitian ini adalah (1) Pemulihan ekonomi setelah bencana alam membutuhkan strategi menyeluruh yang melibatkan peran aktif pemerintah, masyarakat, dan lembaga non-pemerintah (LSM) yang mencakup pembangunan kembali infrastruktur, pemberian bantuan kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi pekerjaan dan pemanfaatan potensi lokal Upaya pemulihan ekonomi masyarakat perspektif ekonomi Islam (Maqashid Syariah) dengan indikator antara lain pemeliharaan agama dengan adanya pengaruh pemuka agama dalam menciptakan kondisi yang tenang dan ikhlas, pemeliharaan jiwa yakni dengan pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan juga layanan kesehatan yang komprehensif, pemeliharaan akal dengan diselenggarakannya edukasi tentang mitigasi bencana oleh BPBD, pemeliharaan keturunan dengan menjaga hubungan kekeluargaan dan pemeliharaan harta dengan dukungan finansial kepada masyarakat yang terdampak. (2) Upaya pemulihan ekonomi pascabencana memiliki dampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah yang terdampak. Pemulihan ekonomi yang efektif, termasuk pembangunan kembali infrastruktur, dapat mengubah arah ekonomi lokal dengan mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk pembangunan serta mitigasi risiko bencana
Pengaruh Penggunaan Metode Usmani dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Kemampuan Baca al-Qur'an Mahasantri Ma'had al-Jami'ah IAIN Ponorogo Tahun 2024/2025
Mufiddah, Fitriana. 2024. Pengaruh Penggunaan Metode Usmani dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Kemampuan Baca al-Qur’an Mahasantri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo Tahun 2024/2025. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. M. Miftahul Ulum, M. Ag.
Kata Kunci: Penggunaan Metode Usmani, Kompetensi Profesional Guru, Kemampuan Baca al-Qur’an.
Kemampuan baca al-Qur’an merupakan kesanggupan seseorang dalam melafadzkan bacaan al-Qur’an secara baik dan benar. Adapun kemampuan antar individu tidaklah sama. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan baca al-Qur’an mahasantri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo. Faktor intrinsik yang berasal dari dalam diri mahasantri, seperti minat, bakat, intelegensi, pemahaman, kematangan serta kesiapan. Sedangkan faktor eksternal atau dari luar diri mahasantri diantaranya lingkungan, baik sosial maupun non sosial, seperti guru, metode mengajar, fasilitas pendidikan, lingkungan masyarakat, suasana rumah dan waktu belajar. Berdasarkan hasil observasi awal, temuan yang diperoleh peneliti adalah masih banyak mahasantri yang nilai placement test masih kurang atau dibawah rata-rata. Sehingga rendahnya kemampuan baca al-Qur’an mahasantri ini menjadi perhatian penting agar dapat diatasi dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting adanya mengetahui faktor-faktor yang secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan baca al-Qur’an mahasantri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh penggunaan metode Usmani terhadap kemampuan baca al-Qur’an mahasantri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo; (2) pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan baca al-Qur’an mahasantri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo; dan (3) pengaruh penggunaan metode Usmani dan kompetensi profesional guru terhadap kemampuan baca al-Qur’an mahasantri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo.
Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif jenis ex post facto. Populasi penelitian ini sebanyak 392 mahasantri yang mana 25% dari populasi dijadikan sebagai sampel penelitian (responden), yakni sebanyak 98 mahasantri. Adapun teknik yang digunakan dalam menganalisis data penelitian adalah analisis regresi linier sederhana dan berganda untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Selanjutnya instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan angket dan tes.
Berdasarkan hasil analisa data ditemukan bahwa (1) Pengaruh penggunaan metode Usmani terhadap kemampuan baca al-Qur’an mahasantri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo adalah sebesar 44,9%. (2) Kompetensi profesional guru berpengaruh sebesar 28,2% terhadap kemampuan baca al-Qur’an mahasantri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo. (3) Penggunaan metode Usmani dan kompetensi profesional guru berpengaruh sebesar 48,3% terhadap kemampuan baca al-Qur’an mahasantri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo
STRATEGI PETANI PADI UNTUK MENJAGA EKOSISTEM PERTANIAN DI DESA NGRUPIT KECAMATAN JENANGAN KABUPATEN PONOROGO
Padi merupakan tumbuhan pangan yang sangat utama dikonsumsi oleh masyarakat setiap harinya, untuk hasil yang maksimal maka dibutuhkan perawatan seperti pembelian pupuk maupun pestisida atau yang lainnya. Strategi untuk menjaga ekosistem merupakan upaya memanfaatkan konsep ekonomi hijau dalam rangka menunjang keberlangsungan ekosistem lingkungan pertanian.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Selanjutnya dapat diidentifikasi sebagai studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa, observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian adalah analisis deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi data. Adapun wawancara dalam penelitian ini dilakukan pada pelaku atau petani adi di Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo.
Berdasarkan hasil penelitian strategi untuk menjaga ekosistem pertanian yang digunakan oleh petani padi di Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo ialah yang pertama, mengurangi penggunaan pestisida yang diganti dengan barang yang ada di sekitar kita seperti sunlinght atau air sabun wing dan bumbu masak micin (untuk hama wereng), dan air masak bawang (untuk hama sundep) yang di semprotkan pada padi dengan perbandingan 1 liter air : 3 sendok makan yang di semrotkan di pagi har pada jam 06.00-09.00 WIB, dan untuk strategi yang kedua membuat pupuk sendiri yang memberikan dampak baik adalah dengan menggunakan sistem mengurangi penggunaan pestisida dan mengurangi penggunaan pupuk kimia kemudian membuat pupuk sendiriyang dari kotpran kambing dan daun-daunan yang di fermentasi dalam kurun waktu 1 bulan dan sudah dikeringkan. Sistem tersebut terbukti mampu menjaga ekosistem petani padi di Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo
Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Perspektif Islam (Studi di Literia Coffee Dungus Kabupaten Madiun)
Manajemen SDM adalah suatu hal yang terdiri dari banyak kegiatan saling berkaitan. Pada dasarnya tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Islam adalah menciptakan komunikasi yang baik didalam lingkungan kerja dan mempertimbangkan hal-hal baik dalam bekerja seperti mengambil keputusan. Pada praktik manajemen di Literia Coffee sudah dilakukan berbagai arahan dan masukan oleh owner, namun realitanya masih banyak ketidaksesuaian dengan visi misi yang diterapkan.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) untuk dapat menemukan secara khusus dan realistik mengenai sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja karyawan di Literia Coffee Dungus. Jenis penelitian lapangan (field research) ini digunakan karena peneliti ingin mendapatkan informasi dari objek yang diteliti secara langsung dari kehidupan nyata yang ada dilapangan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan praktik manajemen sumber daya manusia dalam islam belum dikelola dengan baik dan benar di Literia Coffee mulai dari kualitas pelayanannya, tujuan, dan prinsip-prinsip manajemen sumber daya manusia dalam Islam. Faktor yang mempengaruhi Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan kinerja karyawan di Literia Coffee itu berasal dari beberapa faktor seperti kemampuan, kepribadian, motivasi, kreativitas, dan keberadaan pekerjaan yang sesuai. Dampak dari manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja karyawan dalam suatu perusahaan akan memiliki dampak yang positif apabila dikelola dengan benar
Nilai-nilai Pendidikan Islam pada Novel Cinta dalam Diam Karya Shineeminka dan Relevansinya dengan Materi PAI BP di SMP
Pendidikan Islam diartikan sebagai proses menggambarkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik di berbagai lingkungan, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan perkembangan arus globalisasi yang berdampak pada kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi menjadi hal yang sangat positif karena banyak hal yang bisa dimanfaatkan dalam pendidikan. Akan tetapi, dengan meningkatnya kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat peserta didik kurang menggunakan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam pada peserta didik bisa melalui novel karena novel merupakan salah satu media dalam pendidikan yang banyak digemari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan Islam (nilai akidah, nilai syariah, dan nilai akhlak) yang terdapat di novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka, dan untuk menjelaskan relevansi nilai-nilai pendidikan Islam di novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka dengan materi Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka yang digunakan untuk mencari, menemukan data berupa dialog-dialog antar tokoh dalam novel ini yang menunjukkan nilai-nilai pendidikan Islam (nilai akidah, nilai syariah dan nilai akhlak). Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini adalah: (1) novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yaitu nilai akidah, nilai syariah dan nilai akhlak. Nilai akidah meliputi iman kepada Allah Swt, iman kepada Malaikat Allah Swt, iman kepada kitab-kitab Allah Swt, iman kepada Nabi dan Rasul Allah Swt, dan iman kepada qada’ dan qadar. (2) Nilai syariah meliputi melaksanakan salat, berdoa, membaca Al-Quran dan berwudu. (3) Nilai akhlak terdapat nilai yaitu berbakti kepada orang tua, pemaaf, bersyukur, bersabar, ikhlas, dan saling tolong-menolong. (4) Terdapat relevansi nilai-nilai pendidikan Islam pada novel Cinta dalam Diam dengan materi pendidikan agama Islam dan budi pekerti di SMP yaitu kelas VII, VIII, dan IX
Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi Kerja, dan Sistem Reward Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Madiun
Khoiriyah, Linda. Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi Kerja, dan Sistem Reward Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Madiun. Skripsi. Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Faruq Ahmad Futaqi, M.E.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Sistem Reward, Kinerja Karyawan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja, dan sistem reward terhadap kinerja karyawan di PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Madiun. Berdasarkan gap penelitian sebelumnya yang menunjukkan hasil beragam mengenai pengaruh ketiga variabel tersebut, penelitian ini mencoba mengisi kekosongan literatur dengan menguji hubungan antara kepemimpinan, motivasi kerja, dan sistem reward terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan strategis bagi manajemen PT Pos Indonesia dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan, merancang sistem motivasi yang sesuai, serta mengembangkan sistem reward yang mampu mendorong peningkatan kinerja karyawan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei dan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan di PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Madiun. Pengolahan data dilakukan menggunakan uji regresi untuk mengetahui pengaruh parsial dan simultan dari variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji vaiditas, uji reliailitas, uji regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi menggunakan software SPSS.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, variabel kepemimpinan, motivasi kerja, dan sistem reward masing-masing berkontribusi positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Madiun, dengan motivasi memberikan pengaruh terbesar dibandingkan dua variabel lain. Hasil uji F juga menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan, motivasi kerja, dan sistem reward secara Bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Madiun. Temuan ini mengindikasikan bahwa manajemen perlu fokus pada peningkatan motivasi dan pengembangan sistem reward yang efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan. Selain itu, implementasi kepemimpinan yang tepat dapat membantu karyawan mencapai performa optimal, sehingga perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan jasa logistik lainnya
Self Acceptance Orang Tua Dan Sikap Ikhlas Terhadap Kondisi Anak Down Syndrome Di Desa Jimbe Kec. Jenangan Kab. Ponorogo
ABSTRAK
Munifatul Khariza. 2024. Self Acceptance Orang Tua Dan Sikap Ikhlas Terhadap Kondisi Anak Down Syndrome Di Desa Jimbe Kec. Jenangan Kab. Ponorogo. Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing. Walida Asitasari, M.Psi.
Kata Kunci : Down Syndrome, Self Acceptance, Ikhlas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self acceptance orang tua serta sikap ikhlas terhadap kondisi anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara yang dilakukan dengan kedua orang tua anak down syndrome dan data sekunder yang diperoleh dari observasi terhadap kondisi dan keseharian anak down syndrome serta sumber-sumber lain berupa artikel, jurnal, skripsi, penelitian terdahulu, dan situs web. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling yakni teknik untuk menentukan sampel berdasarkan pada pertimbangan peneliti terkait sampel yang paling sesuai.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada ketiga subjek yakni bapak BF, ibu PS dan anak G, dapat disimpulkan bahwa kondisi anak G memiliki ciri-ciri fisik seperti jarak jari-jari kaki yang lebar antara jempol dan jari telunjuk dan jarak antara hidung dan mulut yang berjauhan. Dari segi intelektualnya, anak G mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan kemampuan belajar yang mengalami keterlambatan dibandingkan dengan anak tanpa down syndrome. Penerimaan diri dari kedua orang tua G juga didapat adanya perbedaan. Ibu PS berada pada tahap bargaining yang mana ibu PS mulai bisa mengelola emosinya dengan lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan bapak BF sudah berada pada tahap acceptance yang mana bapak BF sudah menyadari bahwa takdir yang diterimanya sudah tidak dapat diubah lagi dan berusaha menjadi lebih baik bagi anaknya. Adapun untuk sikap ikhlas orang tua terhadap kondisi anak down syndrome ditunjukkan dengan rasa syukur dan menerima segala takdir yang diberikan termasuk dengan kondisi down syndrome pada anak G
Penerapan Kriteria Saksi Nikah Di Desa Rejosari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Perspektif Hukum Islam
ABSTRAK
Muttaqin, Ahmad, 2024, Penetapan Kriteria Saksi Nikah di Desa Rejosari Kecamatan Kebosari Kabupaten Madiun Perspektif Hukum Islam Tentang Bagaimana Analisis Hukum Islam terhadap keterpenuhan terhadap syarat Adil di Desa Rejosari. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing, Imriatul Munfaridah, M.S.I.
Kata Kunci: Pernikahan, Saksi, Desa Rejosari,
Dalam hal syarat nikah di Desa Rejosari sendiri ada sedikit yang kurang diperhatikan yaitu berkaitan dengan Saksi Nikah, dalam hal Saksi Nikah sendiri di Desa Rejosari dilakukan dengan memprioritaskan saudara sendiri, karena yang menetukan saksi bukan modin melainkan pihak keluarga, apabila tidak ada maka mencari tetangga terdekat, karena yang terpenting memenuhi syarat islam, baligh, berakal, dan laki-laki. cara memilih saksi Desa Rejosari sendiri, tanpa mempertimbangkan beberapa syarat menjadi Saksi Nikah, salah satunya adalah Saksi yang Adil dan paham akan Agama Islam dalam melangsungkannya pernikahan.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1. Bagaimana kriteria yang di tetapkan oleh Tokoh Masyarakat Desa Rejosari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun dalam menentukan Saksi Nikah? 2. Bagaimana Analisis Hukum Islam Terhadap Keterpenuhan Kriteria Adil Dalam Saksi Nikah di Desa Rejosari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian Lapangan (Field research) Penelitian lapangan ini tepatnya di Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif ,dimana peneliti menggali data di Masyarakat desa Rejosari mengenai saksi dalam pernikahan dan bagaimana kriteria yang di pakai oleh Masyarakat, dalam melakukan penelitian ini.
Penetapan keriteria seorang saksi dikatakan adil di desa Rejosari yaitu dengan memastikan bahwa saksi tersebut beragama islam, sudah baligh, berakal dan laki-laki. Padahal menurut hukum islam, adil menjadi syarat sahnya persaksian dalam akad. Untuk mengetahui keadilan seorang saksi cukup tidak dikenal sebagai orang fasik. Karena persaksian orang yang fasik itu tidak diterima, Saksi harus memiliki sifat adil, yang berarti dia dikenal tidak melakukan dosa besar dan senantiasa menjaga integritas moral dan agamanya. Keadilan seorang saksi mencerminkan kesanggupan untuk memberikan kesaksian yang objektif dan tidak bias, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dalam pelaksanaan ibadah pernikahan. Dalam hal ini praktik penunjukan seorang saksi di Desa Rejosari belum memenuhi kriteria saksi yang adil menurut hukum islam, karena keadaan sosial didesa rejosari, Sebagian Masyarakat masih melakukan perbuatan yang melanggar hukum syar’i yang mana hal tersebut termasuk kategori orang fasik
Pola Kepengasuhan Kiai dalam Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Al Ishlah Tambakmas Kebonsari Madiun
ABSTRAK
Fatkuroji, Arif. 2024. Pola Kepengasuhan Kiai dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Al Ishlah Tambakmas Kebonsari Madiun. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Ahmad Sulton, M. Pd.I.
Kata Kunci : Pola Asuh, Karakter Santri, Pendidikan Pesantren
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri. Pembentukan karakter di pesantren tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pola kepengasuhan yang diterapkan oleh kiai. Kiai, sebagai sosok sentral di pesantren, tidak hanya bertindak sebagai pendidik tetapi juga sebagai pengasuh, panutan, dan pembimbing bagi santri dalam aspek keagamaan, moral, dan kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan pola kepengasuhan kiai yang diterapkan dalam membentuk karakter di Pondok Pesantren Al Ishlah Tambakmas Kebonsari Madiun; (2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Al Ishlah Tambakmas Kebonsari Madiun; dan (3) mendeskripsikan dampak pola kepengasuhan kiai dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Al Ishlah Tambakmas Kebonsari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data dengan model Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi: kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) pola asuh yang digunakan oleh pengasuh pondok dalam menumbuhkan karakter santri yaitu pola asuh otoriter semi demokratis yang artinya gabungan antara pola asuh otoriter dan pola asuh demokratis yang lebih cenderung menggunakan pola asuh demokratis; (2) faktor yang mendukung dalam proses pembentukan karakter santri yaitu adanya insting, tata tertib pondok pesantren, cuaca, dukungan keluarga, teman, dan pendidik di pondok pesantren. Faktor penghambat dalam pembentukan karakter santri yaitu keadaan badan santri yang mudah lelah, bosan dan mengantuk dikarenakan struktur kegiatan yang padat dan jadwal kepulangan santri yang dua minggu sekali; dan (3) dampak pola asuh terhadap pembentukan karakter disiplin dan mandiri santri di Pondok Pesantren Al Ishlah Tambakmas Kebonsari Madiun adalah memeprcepat penanaman nilai-nilai karakter melalui aturan dan program-program pesantren serta adanya evaluasi berkala untuk memastikan pola asuh. Cara evaluasi yang pertama melakukan musyawarah bersama yang dilaksanakan oleh seluruh pengurus. Kemudian evaluasi kedua dengan cara musyawarah bersama yang dilaksanakan oleh seluruh pengurus dan ustadz pondok dan yang ketiga dengan cara musyawarah bersama dengan melibatkan orang tua atau wali santri