Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    (LETTER OF AUTHENTICITY harus memakai materai..)..An Analysis of Learning Strategies Used by The Eighth Grade Students in Developing Vocabulary Mastery at SMP N 2 Ponorogo

    No full text
    Learning Strategy is a tool for learner to learn something. In learning English, learning strategy is a way for students to help and understand the material. Vocabulary is the smallest unit of language. Learning vocabulary is mandatory. Therefore, to develop student’s vocabulary mastery, learning strategies are very important. The urgency in this research is that it could provide better results in the learning process, because learning strategies must be flexible to class and material needs. Mastering various learning strategies is one effort to overcome problems during the learning process. The aims of this research are 1) to define learning strategies are used by the eighth grade students in developing vocabulary mastery at SMP Negeri 2 Ponorogo. 2) to identify the factors influencing learning strategies employed by the students in developing vocabulary mastery at SMP Negeri 2 Ponorogo. This research used Brown and Schmiit theory. This research applied descriptive-qualitative method. The subject of this study were 21 students of VIII D SMP Negeri 2 Ponorogo. The data collection techniques used by researcher were interview, observation, and documentation. Data analysis techniques used theories from Miles Huberman and Saldana, namely, data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study show that 1) learning strategies used by the students were determination strategy, social strategy, memory strategy, cognitive strategy, and metacognitive strategy. 2) factors that influence learning startegies are students themselves, as well as competent and creative teachers, fun material, a good and healthy environment, as well as adequate classroom and school facilities

    Pengembangan Media Pembelajaran PAI Berbasis Aplikasi Android: IKMAL (Iman Kepada Malaikat) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 1 Slahung

    No full text
    Tingkat hasil belajar pembelajaran PAI materi iman kepada malaikat Allah SWT pada kelas VII SMPN 1 Slahung terindikaasi rendah. Penyebab rendahnya hasil belajar ini termasuk kurangnya perhatian peserta didik terhadap pelajaran, kurangnya penguasaan peserta didik terhadap konsep materi pelajaran, kurangnya variabel dan model pembelajaran yang bervariasi, dan kurangnya motivasi peserta didik untuk belajar. Kualitas pembelajaran akan meningkat jika guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan secara efektif memfasilitasi komunikasi guru-siswa dengan menggunakan metode pengajaran dan media pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan dan menghasilkan produk berupa media pembelajaran PAI berbasis aplikasi android IKMAL (Iman Kepada Malaikat) bagi siswa kelas VII SMPN 1 Slahung; serta (2) mengukur dan memproyeksikan mengenai pengaruh pengembangan media pembelajaran PAI berbasis aplikasi android IKMAL (Iman Kepada Malaikat) terhadap rasio peningkatan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 1 Slahung. Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode research and development (R&D) dengan bentuk penelitian yang terakselerasi berdasarkan prosedur penelitian pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, angket validasi produk, dan instrumen tes (kuis HOTS). Partisipan penelitian berasal dari peserta didik kelas VII B dan VII C SMPN 1 Slahung, Dosen PAI dan TIK Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo, serta guru mata pelajaran PAI dan TIK SMPN 1 Slahung. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan lima tahap pengembangan pada prosedur ADDIE, uji validitas prosentase keberhasilan aplikasi, uji validitas instrumen tes dengan korelasi product moment, uji homogenitas levene data dengan varians, serta rasio hasil belajar dengan uji t berkomparasi. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) proses pengembangan media pembelajaran PAI berbasis aplikasi android IKMAL (Iman Kepada Malaikat) dilakukan menggunakan prosedur ADDIE menggunakan software Microsoft Power Point, I Spring Suite 10, Java, dan Web 2 Apk Builder. Dan (2) hasil pengimplementasian media pembelajaran PAI berbasis aplikasi android IKMAL (Iman Kepada Malaikat) dapat dikatakan berhasil, dengan bukti berupa thitung = 10,495 lebih besar daripada ttabel = 2,042. Sehingga rata-rata hasil belajar VII C selaku kelas uji coba dengan hasil 89,40, lebih baik dibandingkan rerata hasil belajar kelas VII B selaku kelas kontrol dengan hasil 76,77

    An Analysis of Learning Strategies Used by The Eighth Grade Students in Developing Vocabulary Mastery at SMP N 2 Ponorogo

    No full text
    ABSTRACT Nabila, Tiara Erneza Azka. 2024. An Analysis of Learning Strategies Used by The Eighth Grade Students in Developing Vocabulary Mastery at SMP Negeri 2 Ponorogo. Sarjana’s Thesis, English Language Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic Institute of Ponorogo. Advisor: Fenty Andriani, M. Pd. Keywords: Learning Strategies, Vocabulary Mastery, English Lesson Learning Strategy is a tool for learner to learn something. In learning English, learning strategy is a way for students to help and understand the material. Vocabulary is the smallest unit of language. Learning vocabulary is mandatory. Therefore, to develop student’s vocabulary mastery, learning strategies are very important. The urgency in this research is that it could provide better results in the learning process, because learning strategies must be flexible to class and material needs. Mastering various learning strategies is one effort to overcome problems during the learning process. The aims of this research are 1) to define learning strategies are used by the eighth grade students in developing vocabulary mastery at SMP Negeri 2 Ponorogo. 2) to identify the factors influencing learning strategies employed by the students in developing vocabulary mastery at SMP Negeri 2 Ponorogo. This research used Brown and Schmiit theory. This research applied descriptive-qualitative method. The subject of this study were 21 students of VIII D SMP Negeri 2 Ponorogo. The data collection techniques used by researcher were interview, observation, and documentation. Data analysis techniques used theories from Miles Huberman and Saldana, namely, data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study show that 1) learning strategies used by the students were determination strategy, social strategy, memory strategy, cognitive strategy, and metacognitive strategy. 2) factors that influence learning startegies are students themselves, as well as competent and creative teachers, fun material, a good and healthy environment, as well as adequate classroom and school facilities

    Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Peserta Didik Di TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun

    No full text
    Vertinno, Rezaldo Syahda Putra, 2024, Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Peserta Didik di TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Dr. Muhammad Thoyib, M. Pd.I. Kata Kunci: Manajemen Sarana dan Prasarana, Kualitas Pembelajaran Peserta Didik Manajemen sarana dan prasarana digunakan untuk mengelola sebuah sarana dan prasarana dalam memndukung kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Dalam rangka bertujuan untuk meningkatkan pelayanan fasilitas pendidikan di sekolah, TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun manajemen sarana dan prasarana pendidikan dengan baik. Tetapi masih terdapat kekurangan dalam proses pemeliharaan dan masih kurangnya tempat untuk menyimpan sarana dan prasarana. Oleh karena itu manajemen sarana dan prasarana harus memiliki strategi untuk mengatasi permasahalan tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian: (1) Untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik di TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun; (2) Untuk mengetahui dan menganalisis pengadaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik di TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun; (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pemeliharaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik di TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun; (4) Untuk mengetahui dan menganalisis penghapusan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik di TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun. Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini yaitu ketekunan peneliti dengan ditambah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1) Perencanaan dan pengadaan sarana dan prasarana di TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun dalam pelaksanaannya tahapan dalam perencanaan yaitu melakukan musyawarah, membuat rancangan perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan, pengajuan ke LPP, membuat pelaporan. (2) Pengadaan yang dilakukan hanya dengan membeli. (3) Pemeliharaan sarana dan prasarana di TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun dalam pelaksanaannya tahapan pemeliharaan melakukan monitoring secara berkala dari kepala sekolah dan waka sarana dan prasarana, kemudian membuat buku panduan yang berisi pengecekan sarana dan prasarana secara berkala. (4) Penghapusan sarana dan prasarana di TK Islam Al-Irsyad Kota Madiun dalam Tahapan penghapusan yaitu melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana terlebih dahulu, selanjutnya ketika ada barang yang rusak baru membuat surat pelaporan guna proses penghapusan

    Profil Motiasi Sisw dalam Pembelajaran Materi IPS di MIN 2 Wonogiri

    No full text
    ABSTRAK Prabowo, Latif. 2024. Profil Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Materi IPS di MIN 2 Wonogiri (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran IPAS di Materi IPS MIN 2 Wonogiri). Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Esti Yuli Widayanti M.Pd,. Kata Kunci: Motivasi Belajar, orangtua, guru, dan siswa. Motivasi belajar merupakan suatu tindakan yang tumbuh dari dalam diri siswa dan tumbuh dari luar diri siswa dengan mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku siswa tersebut. Motivasi belajar dalam pembelajaran materi IPS ini terdapat 2 faktor, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Terbentuknya perubahan motivasi tersebut dengan semangat belajar materi IPS di mata pelajaran IPAS. Selain faktor tersebut, ada berbagai aspek dalam mempengaruhi motivasi siswa untuk belajar, diantaranya dari aspek lingkungan keluarga, aspek lingkungan madrasah, dan aspek lingkungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri. Penelitian ini dilakukan karena melihat motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS masih kurang. Maka peneliti melakukan penelitian di MIN 2 wonogiri untuk mengetahui lebih dalam mengenai gambaran motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS. Pendekatan dan jenis penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskripstif. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terperinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu populasi, situasi atau fenomena secara akurat dan sistematis. Data yang akan diambil adalah data survey yang didapat saat observasi, wawancara kepada informan, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru kelas 5 A, 2 siswa kelas 5 A, dan 2 orangtua siswa dengan topik pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa; 1. Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri dapat ditingkatkan. Guru dapat meningkatkan motivasi cara memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa, serta memberikan contoh yang baik dalam belajar. Keluarga uga memiliki peran penting. 2. Faktor pendorong motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS yaitu melalui guru, lingkungan keluarga, dan lingkungan sosial. 3. Upaya lingkungan madrasah dan keluarga untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri dapat diketahui dari beberapa aspek, yaitu dari aspek minat belajar, hasrat belajar, dan semangat belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS. ABSTRAK Prabowo, Latif. 2024. Profil Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Materi IPS di MIN 2 Wonogiri (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran IPAS di Materi IPS MIN 2 Wonogiri). Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Esti Yuli Widayanti M.Pd,. Kata Kunci: Motivasi Belajar, orangtua, guru, dan siswa. Motivasi belajar merupakan suatu tindakan yang tumbuh dari dalam diri siswa dan tumbuh dari luar diri siswa dengan mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku siswa tersebut. Motivasi belajar dalam pembelajaran materi IPS ini terdapat 2 faktor, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Terbentuknya perubahan motivasi tersebut dengan semangat belajar materi IPS di mata pelajaran IPAS. Selain faktor tersebut, ada berbagai aspek dalam mempengaruhi motivasi siswa untuk belajar, diantaranya dari aspek lingkungan keluarga, aspek lingkungan madrasah, dan aspek lingkungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri. Penelitian ini dilakukan karena melihat motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS masih kurang. Maka peneliti melakukan penelitian di MIN 2 wonogiri untuk mengetahui lebih dalam mengenai gambaran motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS. Pendekatan dan jenis penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskripstif. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terperinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu populasi, situasi atau fenomena secara akurat dan sistematis. Data yang akan diambil adalah data survey yang didapat saat observasi, wawancara kepada informan, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru kelas 5 A, 2 siswa kelas 5 A, dan 2 orangtua siswa dengan topik pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa; 1. Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri dapat ditingkatkan. Guru dapat meningkatkan motivasi cara memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa, serta memberikan contoh yang baik dalam belajar. Keluarga uga memiliki peran penting. 2. Faktor pendorong motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS yaitu melalui guru, lingkungan keluarga, dan lingkungan sosial. 3. Upaya lingkungan madrasah dan keluarga untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran materi IPS di MIN 2 Wonogiri dapat diketahui dari beberapa aspek, yaitu dari aspek minat belajar, hasrat belajar, dan semangat belajar siswa dalam pembelajaran materi IPS

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN/SCAN FULL SATU LEMBAR PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI, UPLOAD ULANG)...Penanaman Nila-Nilai Sosial Melalui Penguatan Ekstrakurikuler Karawitan SMP Negeri 2 Ponorogo

    No full text
    Aisi, Lutfiana Agustina. 2024. Penanaman Nilai Sosial Melalu Penguatan Ekstrakurikuler Karawitan Di SMP Negeri 2 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Muhammad Widda Djuhan, S.Ag., M.Si. Kata kunci: Nilai Sosial, Ekstrakurikuler, Karawitan Makhluk sosial yang saling bersama melakukan interaksi membutuhkan nilai sosial sebagai pedoman hidup. Nilai sosial menjadi pedoman kehidupan untuk saling melakukan aktivitas dengan individu lainnya. Namun pada kenyataannya banyak peserta didik yang melakukan hal menyimpang dari nilai sosial. Terlebih lagi di era globalisasi yang berdampak pada penyimpangan nilai sosial dikalangan remaja saat ini. Maka dengan adanya hal ini guru perlu memberikan inovasi dalam belajar nilai sosial agar tidak berkesan monoton dan juga memanfaatkan media di sekitar siswa. Didalam karawitan terdapat nilai etika dan estetika yang memberikan keuntungan pada kehidupan terutama masyarakat jawa. Dengan adanya karawitan dapat menunjang penanaman nilai sosial dan juga dapat memberikan usaha pelestarian daerah. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimanakah proses penanaman nilai sosial melalui pengutan ekstrakurikuler karawitam di SMP Negeri 2 Ponorogo. 2) Bagaimanakah implikasi penanaman nilai sosial melalui penguatan ekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 2 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis deskriptif. Teknikik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif dengan langkah: 1) Pengumpulan data, 2) Kondensasi data, 3) Penyajian data, 4) Verifikasi. Metode keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa penguatan ekstrakurikuler karawitan dapat digunakan sebagi penanaman nilai sosial. Proses pembelajaran dengan cara memakai karawitan dapat memperoleh keselarasan memainkan alat. Dengan adnya keselarasan peserta didik dapat memperoleh pemahaman penanaman nilai sosial, ekstrakurikuler karawitan memberikan edukasi bahwa penerapan nilai sosial kepada peserta didik sebab karawitan sendiri adalah kesenian lokal yang menempel bagi kehidupan masyarakat jawa. Ekstrakurikuler karawitan menyebabkan perubahan sifat peserta didik lebih menjadi sopan santun dan inovatif. Implikasi dari penanaman nilai sosial melalui penguatan karawitan dengan menggunakan karawitan siswa dapat lebih memiliki sikap gotong royong, kasih sayang dan tanggung jawab

    Strategi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur 'an Al-Hasan dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Putri melalui Metode Variasi Bacaan Al-Qur'an

    No full text
    Salsabilla, 2024. Strategi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan dalam Meningkatan Kualitas Hafalan Santri Melalui Metode Variasi Bacaan Al-Qur’an. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Dr. Umar Sidiq, M. Ag. Kata Kunci : Meningkatan Kualitas Hafalan, Variasi Bacaan. Pondok Pesantren Al-Hasan merupakan salah satu pondok Tahfidzul Quran atau penghafal Al-Qur’an yang berbasis salafi. Yang mana santrinya berasal dari berbagai kalangan dan wilayah yang berbeda-beda, seperti dari lulusan pondok modern, lulusan sekolah formal dan lain-lain. Program Al-Qur’an yang ada di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hasan dibagi menjadi tiga jenjang yaitu Program bi an-Nadzor, bi al-Ghoib dan Qiroatu Sab’ah. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa banyak dari penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hasan yang kurang memperhatikan variasi bacaan dikarenakan latar belakang santri yang berbeda-beda dan juga dalam hal makhorijul huruf, sifat huruf,dan tajwid yang masih belum baik dan benar. Sehingga dengan adanya metode Tahqiq, Hadr, dan Tadwir ini guna memperbaiki kualitas hafalan santri tersebut. Dan sekitar 70% santri mendapatkan kualitas hafalan yang baik serta dapat menyelesaikan hafalannya dengan tepat. Dan selebihnya masih dalam proses belajar dan juga proses menghafal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Untuk mendeskripsikan penerapan metode Tahqiq, Hadr, dan Tadwir dalam meningkatkan hafalan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hasan Putri 2) Untuk memaparkan implikasi penerapan variasi bacaan dalam meningkatkan hafalan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hasan Putri. Untuk menjawab pertanyaan tersebut , penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Objek dari penelitian ini adalah pengurus dan santri putri Pondok Pesantren Taḥfidzul Qur’an Al-Hasan. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa 1) Penerapan metode tahqiq, tadwir, dan hadr di pondok pesantren tahfidzul Qur’an Al-Hasan dengan menggunakan sumber utama yaitu Al-Qur’an dan juga didukung oleh Risālatul al-Qurā’ wa al-Huffadz, dan juga menggunakan rujukan kitab at-Tashil. Dengan diawali menggunakan metode tahqiq kemudian metode tadwir dan yang hadr boleh dipergunakan ketika santri tersebut telah lancar dan juga paham makhorijul huruf, sifat huruf dan ilmu tajwid. 2) Implikasi Penerapan metode tahqiq, tadwir, dan hadr di pondok pesantren tahfidzul Qur'an Al Hasan ini membawa manfaat yang baik untuk santri-santri. Terkhusus bagi mereka yang baru masuk ke pondok dengan begitu dapat terlihat kemampuan mereka dalam membaca Alquran. Dan juga dengan metode ini santri akan belajar dengan lebih teliti, tekun dan juga dapat mengetahui kapan mereka menerapkan metode-metode tersebut dengan tepat. Selain itu menjadikan bacaan al-Qur’an lebih terarah

    Keaktifan Belajar Ditinjau dai Gaya Belajar Siswa Kelas V MI Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo

    No full text
    Sumarti, Endang Sri. 2024. Keaktifan Belajar Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas V MI Ma’arif Setono Jenangan Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Ayunda Riska Puspita, M.A. Kata kunci: keaktifan belajar, gaya belajar, siswa kelas v Kemampuan siswa dalam hal menangkap pelajaran di MI Ma’airf Setono berbeda-beda. Ada sebagian siswa yang cepat, ada juga yang lambat dalam menangkap materi. Oleh karena itu, mereka juga memiliki cara yang berbeda-beda dalam hal memahami materi. Sebagian dari siswa akan suka jika cara mengajar gurunya dengan menuliskan segala materi di papan tulis, ada juga yang hanya dijelaskan saja sudah paham. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Ma’arif Setono, (2) mendeskripsikan gaya belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Ma’arif Setono, (3) mendeskripsikan keaktifan belajar ditinjau dari gaya belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V Ma’arif Setono. Penelitian ini bertempat di MI Ma’arif Setono Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo dimulai pada tanggal 15 Maret – 28 Maret 2024. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data yang didapat dari hasil angket keaktifan belajar dan angket gaya belajar. Pengambilan data didapat dari hasil angket keaktifan belajar dan angket gaya belajar. Peneliti menyajikan data dari hasil angket dalam bentuk narasi dengan maksud mudah di pahami oleh peneliti maupun pembaca. Dalam penelitian ini diperoleh hasil pertama, keaktifan belajar siswa kelas V MI Ma’arif Setono dengan predikat sangat aktif sebanyak 3 siswa, predikat aktif sebanyak 17 siswa, dan predikat cukup sebanyak 4 siswa. Kedua, gaya belajar siswa adalah dengan rincian 11 siswa memiliki gaya belajar visual, 10 siswa dengan gaya belajar kinestetik, dan 3 siswa dengan gaya belajar auditorial. Ketiga, siswa yang memiliki keaktifan belajar sangat aktif terdiri dari 3 siswa, yaitu 2 siswa dari gaya belajar kinestetik dan 1 siswa dari gaya belajar visual. Untuk siswa yang tingkat keaktifannya sangat aktif pada saat di dalam kelas sudah berani bertanya, menjawab. Siswa yang memiliki keaktifan belajar aktif terdiri dari 17 siswa, dengan rincian 9 siswa dari gaya belajar visual, 5 siswa dari gaya belajar kinestetik, dan 3 siswa dari gaya belajar auditorial. Siswa tersebut sudah berani bertanya tetapi belum dapat menjawab pertanyaan guru. Siswa yang keaktifannya cukup terdiri dari 4 siswa, yaitu 1 dari gaya belajar visual dan 3 dari gaya belajar kinestetik

    Manajemen Humas Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun

    No full text
    ABSTRAK Lathifatul ‘Aini, Binti. 2024. Manajemen Humas dalam meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Muhammad Thoyib, M. Pd. Pada prinsipnya sekolah atau madrasah sebagai satuan pendidikan tidak akan menjadi bermutu dengan sendirinya, melainkan melalui berbagai upaya peningkatan mutu pendidikannya. Peningkatan mutu pendidikan hanya akan terjadi secara efektif bilamana dikelola dengan manajemen yang tepat. Adapun salah satu peran manajemen di lembaga tersebut yaitu manajemen Humas, sebagaimana dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat. Seperti halnya humas di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun yang memiliki manajemen tersendiri dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan humas dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun, (2) mendeskripsikan pelaksanaan humas dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun, (3) mendeskripsikan evaluasi humas dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun. Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun Teknik analis data menggunakan konsep Miles Huberman dan Saldana dengan langkah-langkah yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan; Pertama terkait perencanaan humas dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun yang mencangkup semua proses perencanaan di lembaga tersbut. Dimulai dengan adanya kolaborasi terkait program sekolah, yang kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi masalah, merumuskan tujuan, penetapan strategi, proses perencanaan, penetapan anggaran, menentukan standar evaluasi, dan penyusunan program. Hal tersebut dilakukan oleh waka humas, waka kurikulum, dan waka kesiswaan beserta tim dibawah pengawasan kepala sekolah. Hasil dari perencanaan tersebut dituangkan dalam beberapa program yaitu: evaluasi capaian Pendidikan yang berasal dari assessment kelas, Rencana Kerja Madrasah (RKM), perbaikan mutu madrasah dalam hal ini adalah meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan online maupun offline, dan monev (monitoring dan evaluasi) yang dilakukan setaip awal dan akhir tahun pembelajaran. Kedua terkait pelaksanaan humas dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun. Dalam pelaksanaannya terdapat sinergi antar bagian, dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan monitoring kinerja tim. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara internal seperti guru, staf dan siswa, sedangkan secara eksternal seperti masyarakat, instansi, perusahaan dan media massa. Ketiga terkait evaluasi humas dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun. Evaluasi dilakukan secara berkala, dan dilakukan oleh humas berserta tim yang kemudian dilaksanakan bersama dengan seluruh kepengurusan madrasah, sehingga upaya yang dilakukan lembaga dapat meningkatkan mutu Pendidikan dengan baik

    PENANAMAN NILAI KARAKTER KREATIF DAN CINTA TANAH AIR MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KARAWITAN DI SDN SRANDIL, JAMBON, PONOROGO

    No full text
    ABSTRAK Fauzan, Zaky. 2024. Penanaman Nilai Karakter Kreatif dan Cinta Tanah Air melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Karawitan di SDN Srandil Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakutas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Istitut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Lukman Hakim, M.Pd. Kata Kunci: Karakter, Kreatif, Cinta Tanah Air, Karawitan Akhir-akhir ini ada berbagai macam permasalahan seperti game online, media sosial yang semakin merendahkan moral para siswa dalam dunia pendidikan. Penanaman karakter kreatif dan cinta tanah air pada anak merupakan poin penting yang dituju oleh lembaga pendidikan. Oleh karena itu, adanya ekstrakurikuler karawitan ini diharapkan peserta didik mampu meningkatkan nilai karakter kreatif dan cinta tanah air, sehingga eksistensi budaya daerah yang dimiliki dapat diminati dikalangan muda, serta ikut dalam melestarikan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi penerus. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SDN Srandil dalam penanaman nilai karakter kreatif dan cinta tanah air. (2) Mengetahui nilai-nilai yang terkandung dari pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SDN Srandil. (3) Mengetahui evaluasi dari penanaman nilai karakter kreatif dan cinta tanah air melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SDN Srandil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dimana mempunyai ciri khas yang terletak pada tujuannya, yakni mendeskripsikan kebutuhan khusus dengan memahami makna dan gejala. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penanaman nilai karakter kreatif dan cinta tanah air melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SDN Srandil dalam penerapannya sudah cukup baik. Kehadiran perangkat karawitan sangat penting karena membantu keberlangsungan pembelajaran karawitan yang ada di SDN Srandil. Nilai-nilai yang dapat terkandung dari pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SDN Srandil diantaranya, mampu menghargai budaya Indonesia, memiliki nilai estetika, memiliki nilai sosial, dan menambah wawasan. Ekstrakurikuler karawitan berjalan dengan baik serta peserta didik selalu bersemangat ketika berlatih. Materi karawitan yang disampaikan pada peserta didik tidak semuanya bisa cepat diterima dan dipahami

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇