Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    Analisis Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Buku Mata Pelajaran Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Kelas V

    No full text
    Muffidah, Ulfi. 2024. Analisis Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Buku Mata Pelajaran Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Kelas V. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Agus Tricahyo, MA. Kata Kunci: Nilai-nilai Pendidikan Akhlak, Mata Pelajaran Akidah Akhlak, Kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin merosotnya pendidikan akhlak di masyarakat yang ditandai dengan semakin banyaknya masyarakat yang tidak bermoral bahkan mereka yang berpendidikan tinggi seperti koruptor. Oleh karena itu, pendidikan akhlak perlu lebih ditekankan baik di sekolah-sekolah formal maupun nonformal, untuk mewujudkan generasi yang berakhlak. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian tentang pendidikan akhlak yang dianalisis dari buku mata Pelajaran akidah akhlak Madrasah Ibtidaiyah kelas V. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam buku mata pelajaran akidak akhlak kelas V Madrasah Ibtidaiyah, (2) mengetahui cara penanaman nilai-nilai Pendidikan akhlak yang terdapat dalam buku mata pelajaran akidak akhlak kelas V Madrasah Ibtidaiyah kepada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi literatur dengan mengkaji buku mata pelajaran akidah akhlak kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan nilai pendidikan akhlak dalam buku mata Pelajaran akidah akhlak Madrasah Ibtidaiyah kelas V yaitu menghormati orang lain, teguh pendirian, dermawan, tawakkal, sabar, disiplin, mandiri, menghindari sifat serakah, dan menghindari sifat kikir. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam buku mata pelajaran akidah akhlak kelas V Madrasah Ibtidaiyah terkandung nilai-nilai pendidikan akhlak yang cukup banyak dan perlu ditanamkan dalam diri peserta didik untuk membantu mengembangkan karakter akhlak yang baik

    PENGEMBANGAN GAME EDUKASI BERBASIS QUICK APP NINJA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI RUKHSAH SISWA DI SMPN 1 SAWO

    No full text
    Seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi semakin pesat. Inovasi terus menerus mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Dari revolusi internet hingga kecerdasan buatan, teknologi telah mengubah hampir setiap aspek kehidupan manusia. Seperti contoh proses pembelajaran saat ini selayaknya disertai dengan pemanfaatan teknologi seperti menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif. Dalam Proses pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah dan diskusi yang masih terkesan monoton situasi pembelajaran berjalan pasif dan siswa hanya menerima materi, sehingga menyebabkan siswa jenuh dan kurang memahami mata pelajaran. Media pembelajaran berbasis Android dikembangkan untuk membantu guru dalam menyampaikan materi dan proses pembelajaran lebih efektif. Kebutuhan media pembelajaran berbasis Android didasarkan pada kenyataan bahwa belum ada media pembelajaran interaktif dan menarik yang digunakan dalam pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) kelas VII di SMP Negeri 1 Sawo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Desain media pembelajaran dari aplikasi edukasi Quick App Ninja, (2) Uji produk kepada validator tentang media game edukasi dalam pembelajran, (3) Efektivitas game edukasi dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development dengan melakukan beberapa Langkah dari model penelitian ADDIE. Produk yang dikembangkan divalidasi oleh 3 validator ahli yang terdiri dari 2 dosen IAIN Ponorogo dan 1 guru PAI SMP Negeri 1 Sawo. Subjek pengambilan data siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sawo. Instrument penelitian berupa lembar validasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Desain dari produk media pembelajaran Quick App Ninja dinyatakan menarik dan mudah digunakan setelah diujikan. (2) Produk media pembelajaran Quick App Ninja dinyatakan valid dengan perbaikan atau revisi. Quick App Ninja telah mencapai kriteria sesuai dengan uji Presentase Penilaian Validator (PPV) dengan menggunakan rumus PPV diperoleh hasil sebesar 93,3% untuk validasi materi dan 100% untuk validasi media sehingga dapat disimpulkan bahwa game edukasi layak untuk digunakan. (3) Game edukasi Quick App Ninja efektif digunakan dalam pembelajaran. Pada hasil uji Paired T Test signifikansi yang dihasilkan sebesar 0,002 dan hasil uji N Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,5000 yang menyatakan efektivitas media pembelajaran dikategorikan sedang

    MANAJEMEN KESISWAAN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI 4

    No full text
    ABSTRAK Wijayanto, Fichi. 2024. Manajemen Kesiswaan dalam Meningkatan Kedisiplinan Siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Athok Fuadi, M.Pd. Kata Kunci: Manajemen Kesiswaan, Kedisiplinan, Siswa SMP. Kedisipilinan pada kalangan siswa tingkat menengah pertama (SMP) selayaknya masih dimaknai dengan rendah. Hal ini diketahui dari banyak siswa yang belum memiliki tanggung jawab penuh terhadap peraturan yang telah ditetapkan pihak sekolah selama ini. Pada situasi ini dibutuhkan keterlibatan pihak kesiswaan melalui menajemen kesiswaan yang lebih operasional dan solutif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tentang perencanaan kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo, untuk mengetahui gambaran tentang pelaksanaan kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo, dan untuk mengetahui gambaran tentang evaluasi kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa SMP Negeri 4 Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data penelitian yang diambil melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil data dari penelitian dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga langkah yaitu data collection, data condensation, data display, dan conclusions: drawing/ verification. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa 1)perencanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa SMP Negeri 4 Ponorogo dilakukan setiap awal tahun ajaran baru. 2)Untuk mengganti tata tertib atau tindakan menghukum siswa dengan membuat sebuah perencanaan keyakinan kelas yang langsung dibina oleh guru wali kelas masing-masing. 3)Pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo dimulai sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pada tahap ini, pihak kesiswaan akan melakukan pemantauan bertahap. Aktivitas ini sepenuhnya akan diserahkan pada kolaborasi kinerja kesiswaan dengan keyakinan kelas yang dilakukan oleh guru atau wali kelas. 3) Pada tahap evaluasi dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun yakni setiap akhir semester. Beradsarkan hasil penelitian diatas, diketahui faktor utama yang mempengaruhi kedisiplinan siswa adalah kurangnya kesadaran diri akan rasa tanggung jawab, pengaruh lingkungan teman, keluarga, masyarakat dan kurangnya motivasi dari orang tua atau pendampingan orang tua

    MANAJEMEN KESISWAAN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI 4 PONOROGO

    No full text
    ABSTRAK Wijayanto, Fichi. 2024. Manajemen Kesiswaan dalam Meningkatan Kedisiplinan Siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Athok Fuadi, M.Pd. Kata Kunci: Manajemen Kesiswaan, Kedisiplinan, Siswa SMP. Kedisipilinan pada kalangan siswa tingkat menengah pertama (SMP) selayaknya masih dimaknai dengan rendah. Hal ini diketahui dari banyak siswa yang belum memiliki tanggung jawab penuh terhadap peraturan yang telah ditetapkan pihak sekolah selama ini. Pada situasi ini dibutuhkan keterlibatan pihak kesiswaan melalui menajemen kesiswaan yang lebih operasional dan solutif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tentang perencanaan kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo, untuk mengetahui gambaran tentang pelaksanaan kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo, dan untuk mengetahui gambaran tentang evaluasi kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa SMP Negeri 4 Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data penelitian yang diambil melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil data dari penelitian dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga langkah yaitu data collection, data condensation, data display, dan conclusions: drawing/ verification. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa 1)perencanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa SMP Negeri 4 Ponorogo dilakukan setiap awal tahun ajaran baru. 2)Untuk mengganti tata tertib atau tindakan menghukum siswa dengan membuat sebuah perencanaan keyakinan kelas yang langsung dibina oleh guru wali kelas masing-masing. 3)Pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 4 Ponorogo dimulai sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pada tahap ini, pihak kesiswaan akan melakukan pemantauan bertahap. Aktivitas ini sepenuhnya akan diserahkan pada kolaborasi kinerja kesiswaan dengan keyakinan kelas yang dilakukan oleh guru atau wali kelas. 3) Pada tahap evaluasi dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun yakni setiap akhir semester. Beradsarkan hasil penelitian diatas, diketahui faktor utama yang mempengaruhi kedisiplinan siswa adalah kurangnya kesadaran diri akan rasa tanggung jawab, pengaruh lingkungan teman, keluarga, masyarakat dan kurangnya motivasi dari orang tua atau pendampingan orang tua.

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER, PERILAKU GURU, DAN PEMBELAJARAN MERDEKA TERHADAP KARAKTER SISWA SMP DI KABUPATEN MADIUN

    No full text
    Muniroh, Anwarul. 2024. The Influence of Extracurricular Activities, Teacher Behavior, and Independent Learning on the Character of Middle School Students in Madiun Regency. Thesis, Islamic Education Management Study Program. Postgraduate Program at the State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. Supervisor: Dr. Ahmadi, M.Ag, Dr. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I Keywords: Extracurricular Activities, Teacher Behavior, Independent Learning, Student Character This research is motivated by the serious issue of the student character crisis which includes a decline in morals and morals as well as an understanding of the importance of developing student character in junior high schools in Madiun Regency, which includes extracurricular activities, teacher behavior and independent learning as factors that have the potential to influence student character development. This research aims to determine, identify and assess whether there is a partial positive and significant influence of extracurricular activities, teacher behavior and independent learning on student character in junior high school students in Madiun Regency. This type of research is quantitative causal, with the population being junior high school students in Madiun Regency and the number of samples taken was 142 students spread across several junior high schools in Madiun Regency which was determined using proportional random sampling techniques. Data was collected through questionnaires and analyzed using SEM – PLS using the SmartPLS 3.2.9 tool. The results of this research show that extracurricular activities have a positive and significant influence on the character of junior high school students in Madiun Regency with a path coefficient of 0.289, t-value 2.800, and p-value 0.042. Then, teacher behavior has a positive and significant effect on the character of junior high school students in Madiun Regency with a path coefficient of 0.388, t-value 4.588, and p-value 0.004. Independent learning has the strongest and most significant influence on the character of junior high school students in Madiun Regency with a path coefficient of 0.845, t-value 9.035, and p-value 0.000. And finally, the Independent Learning Approach with additional support from the role of Extracurricular Activities and Teacher Behavior has a significant influence on the formation of student character

    Implementasi Program Adiwiyata Dalam Mengembangkan karakter Tanggung Jawab di MIN 2 Madiun Desa Bancong Kecamatan Wonoasri Tahun Ajaran 2023/2024

    No full text
    Naim, Ibnu Mutaqinul Muthmainun. 2024. Implementasi Program Adiwiyata Dalam Mengembangkan karakter Tanggung Jawab di MIN 2 Madiun Desa Bancong Kecamatan Wonoasri Tahun Ajaran 2023/2024. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing : Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I Kata Kunci : Program Adiwiyata, karakter Tanggung jawab Sikap Tanggung Jawab merupakan salah satu hal yang sangat penting. Di sekolah peserta didik memiliki peranan penting untuk melaksanakan satu hal tersebut. Adanya peran peserta didik yang bertanggung jawab akan menciptakan lingkungan sekolah yang disiplin, sehat dan nyaman. Untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab salah satunya dengan mengikuti kegiatan Program Adiwiyata yang merupakan kerjasama yang terjalin antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuan Penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan Implementasi program adiwiyata dalam mengembangkan karakter Tanggung Jawab di MIN 2 Madiun, (2) untuk mendeskripsikan manfaat program adiwiyata dalam mengembangkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Kondensasi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengembangan karakter tanggung jawab pada peserta didik kelas IV melalui pembiasaan yaitu Pembiasaan Mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah dengan baik, Pembiasaan melakukan piket sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dan Pembiasaan menunjukan Sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain. Peserta didik kelas IV juga sudah menunjukkan Pembiasaan Mengerjakan tugas dengan tepat waktu, Pembiasaan melakukan piket sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dan Pembiasaan menunjukan Sikap dan perilaku yang mandiri. Pembiasaan tersebut ddiimplementasikan alam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah. (2) Manfaat Program adiwiyata yaitu Terdapat perubahan perilaku peserta didik perilaku tersebut meliputi tanggung jawab terhadap diri sendiri seperti mengerjakan tugas sesuai dengan jadwal yang diberikan gur

    كفاءة معلم اللغة العربية في تطبيق منهج دراسي مرديكا ‏ ‏‎ ‎في المدرسة الثانوية معارف بالونج فونوروجو

    No full text
    الحنين، ريحاب وردة.2024. كفاءة معلم اللغة العربية في تطبيق منهج دراسي ‏مرديكا في المدرسة الثانوية معارف بالونج فونوروجو ،البحث العلمي, قسم ‏تعليم اللغة العرابية، كلية التربية والعلوم التعليمة, الجامعة الإسلامية لحكومية ‏فونوروجو. المشرف الدكتور أحمد مجيب الماجستير.‏ الكلمات الأساسية: كفاءة معلم, اللغة العربية, منهج‎ ‎دراسي‎ ‎مرديكا ‏ اللغة العربية هي لغة أجنبية مهمة للغاية في الحياة، لأن القرآن الكريم ‏دورًا هامًا كدليل وتوجيه في توجيه مصادر الحياة للمسلمين. لذا، في ‏إندونيسيا، هناك العديد من المؤسسات التعليمية التي تقدم تخصص اللغة ‏العربية بشكل كبير نظرًا للإقبال الكبير عليه. مع تغيير المناهج التعليمية ‏الجديدة، مثل منهاج مرديكا، يواجه المعلمون العديد من التحديات، خاصة ‏في تعليم اللغة العربية في المدارس الثانوية الإسلامية. وبالتأكيد، فإن دور كفاءة ‏المعلمين واستعدادهم للتدريس ضروري جدًا لتحقيق أهدافب تعليم اللغة ‏العربية، من خلال تقديم المواد التعليمية بشكل نشط وإبداعي لتسهيل الفهم ‏وتحفيز الطلاب على التعلم.‏ ‏ و هذا البحث يهدف إلى: (1.) وصف استعداد المعلمين للغة العربية في ‏تطبيق المنهج مرديكا. (2‏‎.‎‏) وصف كفاءة المعلمين في المهارات التعليمية في ‏التعامل مع منهج التعلم امرديكا‎.‎‏ (3.) وصف كفاءة المعلمين المهنية في تنفيذ ‏منهج التعلم مرديكا‎.‎‏ بهذا الغرض، ستكون مرشدًا لي في تحديد نوع البحث‎.‎ أما مدخل هذا البحث باستخدام الأسلوب البحثي النوعي، حيث يقوم ‏الباحثة بجمع البيانات والمصادر المعلوماتية من خلال الملاحظة، والمقابلات، ‏والوثائق. وفي هذه البحثة النوعي، يتطلب أيضًا استخدام أدوات داعمة أخرى ‏مثل دليل المقابلة، ودليل الملاحظة، أو أدوات التسجيل الصوتي والمرئي. وفي ‏بحث الوصفي هذا، يتم استخدام تحليل ذي نهج استقرائي لاكتشاف المفاهيم ‏والنظريات أو حتى الفلسفات المستندة إلى البيانات‎.‎ ‏ ونتيجة هذا البحث العلمي هي : (1) قام معلمو المدرسة الثانوية ‏المعارف بالاستعداد كمدرسين لمواجهة منهج دراسي مرديكا هذا من خلال ‏حضور التوعية والتدريبات التي نظمتها وزارة الشؤون الدينية عبر الإنترنت. ‏الهدف هو زيادة فهمهم لاستراتيجيات التعامل مع المنهج المرديكا. بالإضافة ‏إلى ذلك، يجب أن تكون استعدادات المعلمين الذين يدرسون المواد قد ‏تماشت مع خلفيتهم التعليمية عند دراستهم في كلية كل منهم، لذا فإن ‏المعلمين قادرون بالفعل على تطبيق منهج دراسي مرديكا. (2) المعلمون في ‏مادة اللغة العربية لديهم كفاءة تربوية جيدة في توجيه وتوجيه ونشر المعرفة التي ‏يملكونها بصبر ودقة تامة للطلاب الذين يفتقرون إلى فهم المادة. وفيما يتعلق ‏بالأنشطة التعليمية التي تحدث في الفصول الدراسية، فإنهم قد استخدموا أيضًا ‏وحدات تعليمية تتماشى مع معايير منهج دراسي مرديكا.(3) في تطبيق ‏كفاءة مهنية المعلمين، يغادر كل معلم في مدرسة المعماريف بالونج في الصباح ‏الباكر لاستقبال الطلاب الجدد الذين يأتون إلى المدرسة. بعد ذلك، يكونون ‏ماهرين وملمين في مجالهم مع فهم جيد لعلوم النحو والصرف، كما يتمتعون ‏بسياسات لتوجيه طلابهم نحو النجاح المشترك.

    Komparasi Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Discovery Learning terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V di MIN 4 Ponorogo.

    No full text
    Hasil belajar dapat dijadikan ukuran tingkat keberhasilan pemahaman individu atau siswa dalam menempuh pendidikan yang diinginkan. Berdasarkan observasi awal yang di lakukan peneliti di MIN 4 Ponorogo hasil belajar IPA siswa terbilang rendah, di buktikan dengan nilai siswa rata-rata masih di bawah KKM. Nilai siswa rata-rata di bawah 70 bahkan ada yang mendapat nilai 20 dan 30, padahal nilai kreteria ketuntasan minimal adalah 70. Hal ini disebabkan oleh salah satunya kurang tepatnya Model pembelajaran yang digunakan. satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah mencoba menggunakan Model Project Based Learning dan Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. (2) Mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang menggunakan Model Project Based Learning dengan siswa yang menggunakan Model Discovery learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini merupakan peserta didik kelas V MIN 4 Ponorogo yang berjumlah 46 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling Teknik penumpulan data yang digunakan merupakan observasi, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang di gunakan merupakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Paired T Tes dan Uji Independent T Tes. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah (1) Terdapat perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning yang diperoleh dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikan ∝ = 0,05. (2) Terdapat perbedaan hasi belajar dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning yang diperoleh dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikan ∝ = 0,05. (3) Berdasarkan hasil Uji Independent T Tes menunjukkan perbedaan hasil belajar IPA dengan model pembelajaran Project Based Learning dan model pembelajaran Discovery Learning. Dengan hasil belajar IPA siswa yang menggunakan Project Based Learning lebih baik di bandingkan dengan yang menggunakan Discovery learning

    Identifikasi Persiapan Pembelajaran Membaca Bahasa Indonesia Di Tinjau Dari Aspek Persiapan Antara Guru Dan Peserta Didik Kelas 1 Min 6 Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Sabatina, Linnafi. 2024. Identifikasi Persiapan Pembelajaran Membaca Bahasa Indonesia di Tinjau dari Aspek Persiapan Antara Guru dan Peserta Didik Kelas 1 di Min 6 Ponorogo, Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Ponorogo. Dosen Pembimbing Dwi Ulfa Nurdahlia, M. Si. Kata Kunci: membaca permulaan, guru, perserta didik Pentingnya pembelajaran membaca permulaan harus dilaksanakan dengan penuh persiapan. Proses pembelajaran dipersiapkan sekolah untuk mengarahkan peserta didik secara terencana baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap, sehingga memberikan perubahan tingkah laku pada peserta didik, baik secara pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Guru sebagai pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam mengarahkan peserta didiknya. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui persiapan pembelajaran membaca di tinjau dari peserta didik. (2) untuk mengetahui persiapan pembelajaran membaca di tinjau dari guru kelas. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Jenis penelitiannya adalah studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan teknik interaktif Miles,Huberman dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Persiapan pembelajaran membaca ditinjau dari peserta didik kelas 1 yaitu terdapat persiapan fisik dan psikis yang dilakukan. Persiapan fisik yaitu dengan membawa buku pelajaran yang digunakan untuk membaca dan sudah menyiapkan buku pelajaran mulai dari kemarin. Sedangkan persiapan psikisnya yaitu lancar membaca cerita didepan kelas serta berani tampil membaca di depan kelas dengan keras dan didengarkan teman-temannya. (2) Persiapan pembelajaran membaca ditinjau dari guru kelas yaitu guru mempersiapkan aspek fisik maupun psikisnya. Aspek fisik yang dipersiapkan meliputi ruang kelas, metode pembelajaran yang menarik, tema atau rpp pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, dan bahan bacaan atau buku bergambar atau berwarna yang bisa menarik siswa untuk membaca. Sedangakan aspek psikis yang dipersiapkan yaitu kesiapan mental agar tidak strees dalam mengajar supaya memberikan dampak positif, sebelum memulai pelajaran guru melakukan ice breaking dengan anak-anak setiap pagi harinya untuk membangun suasana kelas yang menyenangkan. Mental dan keberanian harus terjaga sehingga guru tidak merasa canggung atau malu, tidak merasa bosan, dan yakin akan materi yang diberikan saat mengajari siswanya membaca

    Penerapan Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill) dalam Membentuk Keterampilan Sosial Santri di Pondok Pesantren Nurul Akbar Karangtalok Babadan Ponorogo

    No full text
    Al-Makky, Ahmad Farhan. 2024. Penerapan Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill) Dalam Membentuk Keterampilan Sosial Santri Di Pondok Pesantren Nurul Akbar Karangtalok Babadan Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Ju’subaidi, M. Ag. Kata Kunci : Pendidikan, Kecakapan Hidup, Keterampilan Sosial. Salah satu ciri kecakapan hidup yang dibiasakan di pesantren adalah membentuk kemandirian santri. Pendidikan di pesantren tidak hanya tempat transfer ilmu tetapi tempat untuk menumbuhkembangkan jiwa santri dengan keterampilan, kemampuan dan karakter. Akan tetapi dalam realitannya di tengah-trengah masyarakat banyak lulusan pondok pesantren yang merasa kurang memiliki kecakapan dalam berinteraksi sosial dengan masyarakat, banyak santri yang masih minder untuk bersosial dikarenakan merasa kurang mampu dan belum terbiasa terjun langsung kepada masyarakat lingkungan sekitarnya. Peneliti menemukan perhatian khusus dari pihak Pondok Pesantren Nurul Akbar Karangtalok Babadan Ponorogo mengenai kecakapan hidup santri-santrinya, dengan melaksanakan pembiasaan-pembiasaan yang berorientasi agar santri dapat terjun langsung di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penerapan pendidikan kecakapan hidup (life skill) di Pondok Pesantren Nurul Akbar Karangtalok Babadan Ponorogo. (2) memaparkan program pendidikan kecakapan hidup (life skill) dalam membentuk keterampilan sosial santri di Pondok Pesantren Nurul Akbar Karangtalok Babadan Ponorogo. (3) menjelaskan faktor pendukung dan penghambat penerapan pendidikan kecakapan hidup (life skill) dalam membentuk keterampilan sosial santri di Pondok Pesantren Nurul Akbar Karangtalok Babadan Ponorogo. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dngan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan data penelitian berasal dari Pengasuh, Asatidz, Pengurus Pondok Pesantren dan Santri di Pondok Pesantren Nurul Akbar Karangtalok Babadan Ponorogo. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pendidikan kecakapan hidup di Pondok Pesantren Nurul Akbar Karangtalok terdiri dari personal skill, thingking skill, social skill, vocational skill dan academic skill. Dalam membentuk keterampilan sosial mengacu pada keterampilan berinteraksi, keterampilan komunikasi, keterampilan bekerja sama dan keterampilan memecahkan masalah. Dalam penerapannya terdapat faktor penghambat dan pendukung yang berupa lingkungan dan kegiatan yang mendukung pendidikan life skill tapi juga terdapat faktor penghambat yang ada disebabkan kurangnya waktu yang dibutuhkan dan kurangnya kesadaran

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇