Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
تحليل الأخطاء النحوية في نصوص الخطابة لطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS, UPLOAD ULANG)..
اللغة العربية هي إحدى لغات العالم الغنية بقواعد اللغة. أحدهم علم النحو الذي له قواعد في الجملة والتركيب أو الإعراب. و الأخطاء النحوية هي أخطاء طبيعية وشائعة لمتعلم اللغة. ومع ذلك، إذا لم يحل هذه الأخطاء على الفور، فسوف يستمر ارتكاب هذه الأخطاء. لاسيما للطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامية للبنات، أنّ التواصل باستخدام اللغة العربية في أنشطة الخطابة هي أمرا طبيعيا. ولكن هناك أخطاء كثيرة غالبة عند كتابة نصوص الخطابة، وخاصة في علم النحو، سواء في تركيب الجمل أو إعطاء الحركة لكل كلمة. المثال كتابة الطالبة: جملة "اَنْ نَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا". تلك كتابة الجملة الفعلية مخطئة، خاصة في إعراب الكلمة نَعْمَلْ. فصوابه اَنْ نَعْمَلَ عَمَلاً صَالِحًا. ولذلك، يجب إجراء البحوث المتعلقة بتحليل الأخطاء.
لمعرفة تحليل الأخطاء النحوية في نصوص الخطابة لطالبة الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات، فتهدف كتابة هذا البحث إلى :١) للوصف وللتحليل وللتصنيف عن الأخطاء النحوية في مجال الجملة الفعلية لنصوص الخطابة لطالبة الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات. ٢) للوصف وللتحليل وللتصنيف عن الأخطاء النحوية في مجال الجملة الإسمية لنصوص الخطابة لطالبة الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات.
وفي كتابة هذه الدراسة، استخدمت الباحثة منهج البحث المكتبي. و مصادر البيانات في هذا البحث هو وثيقة نصوص الخطابة لطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات، مجموعها عشرة نصوص من الخطابة. أساليب جمع البيانات المستخدمة هي الوثيقة. ولأساليب تحليل البيانات استخدمت الباحثة Miles and Huberman.
وأما نتيجة لهذا البحث فهي: ١) الأخطاء النحوية في مجال الجملة الفعلية في نصوص الخطابة لطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات من حيث الإعراب منها : ثلاثة أخطاء في حالة الرفع، وسبعة عشر خطأ في حالة النصب وثمانية أخطاء في حالة الجر. وهناك خطأ في تركيب الجملة الفعلية. ومجموع الأخطاء كلهم تسعة وعشرين خطأ. ٢) الأخطاء النحوية في مجال الجملة الإسمية في نصوص الخطابة لطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات من حيث الإعراب منها : سبعة أخطاء في المبتدا بحرف أنّ وخطآن في المبتدأ وخطأ في الخبر وثلاثة أخطاء في الإضافة وخطأ في حرف الجر وخطأ في النعت. وهناك خطأ في التذكير وخطأ في التأنيث. ومجموع الأخطاء كلهم سبعة عش
Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Siswa di SMPN 4 Ponorogo
ABSTRAK
Fuadah, Shofiyyatul. 2024. Pengaruh Kualitas Layanan Pendidikan Terhadap Kepuasan Siswa di SMPN 4 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing : Dian Pratiwi, S.E., M.M.
Kata Kunci : Kualitas Layanan Pendidikan dan Kepuasan Siswa
Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dia terima dibandingkan dengan harapannya. Kepuasan pelanggan adalah bentuk persepsi tentang kualitas produk dan jasa yang diberikan, tingkat kepuasan pelanggan didasarkan atas lima dimensi : reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible.
Penelitian ini membahas tentang pengaruh kualitas layanan pendidikan terhadap kepuasan siwa di SMPN 4 Ponorogo. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa berpengaruh kualitas layanan pendidikan terhadap kepuasaan siswa di SMPN 4 Ponorogo, dengan menggunkan lima dimensi kualitas layanan pendidikan yaitu yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 4 Ponorogo, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purpose sampling dengan mengedepankan beberapa kriteria pemilihan, sampel yang didapatkan adalah 33 responden dari banyak nya populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui seberapa berpengaruh kualitas layanan pendidikan terhadap kepuasan siswa di SMPN 4 Ponorogo yang terdiri dari reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible.
Tanggapan responden mengenai kualitas layanan pendidikan di SMPN 4 Ponorogo dinilai sangant baik. Kemudian siswa di SMPN 4 Ponorogo merasa puas dengan layanan pendidikan yang didapat. Secara masing-masing dimensi reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible memiliki pengaruh terhadap kepuasan siswa. Secara bersama-sama kualitas pelayanan pendidikan terhadap kepuasan siswa berpengaruh signifikan. Kualitas layanan pendidikan mempunyai pengaruh 79,9% sedangakn 20,1% merupakan kontribusi dari faktor lain yang tidak diteliti
Pengembangan Media Animasi dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Berbasis Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis
Awaliya, Ruli. 2024. Pengembangan Media Animasi dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMR)I Berbasis Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institute Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing : Sofwan Hadi, M.Si.
Kata Kunci: Pengembangan Media, Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia, Pemahaman Matematis.
Matematika merupakan ilmu yang memiliki peranan penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Meskipun memiliki kedudukan yang penting, namun fakta di lapangan pembelajaran matematika masih banyak kendala. Seperti halnya yang terdapat pada pelajaran matematika kelas III MIN 7 Magetan, ada beberapa kendala yang dihadapi saat melaksanakan pembelajaran khususnya pada materi mengenal sudut. Sebagian besar siswa kesulitan dalam mengerjakan soal yang berhubungan dengan sudut, siwa kurang memahami materi sudut ketika sudut diletakkan dalam posisi yang berbeda, siswa lebih cepat lupa materi karena pemahaman matematis yang kurang. Selain itu, penggunaan media maupun alat peraga juga kurang optimal. Penyebabnya masih banyak kegiatan pembelajaran matematika yang masih menggunakan model konvensional, dimana kurang efektif dalam kegiatan pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghasilkan produk media animasi dengan pendekatan pendidikan matematika realistik Indonesia (PMRI) berbasis aplikasi canva untuk meningkatkan pemhaman matematis 2) Mengetahui apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media animasi dengan pendekatan PMRI.
Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) yang meliputi tahap ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penentuan tingkat kelayakan media animasi dengan pendekatan PMRI berdasarkan uji validasi ahli media, ahli materi dan diterapkan pada kelas III MIN 7 Magetan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan tes/soal. Pengujian menggunakan uji paired sample t-test pada subjek uji coba kelas III dengan responden 21 siswa.
Hasil penelitian ini berupa produk pengembangan media animasi dengan pendekatan PMRI berbasis aplikasi canva untuk meningkatkan pemahaman matematis. Pemahaman matematis sebelum menggunakan media (pre tes) dan sesudah menggunakan media (post tes) diperoleh nilai perbandingannya sebesar 43 dan 80,7 yang artinya pemahaman matematis siswa meningkat 37,7%. Sehingga terdapat perbedaan pemahaman matematis siswa sebelum dan sesudah digunakannya media animasi dengan pendekatan PMRI. Jadi, media animasi dengan pendekatan PMRI dapat meningkatkan pemahaman matematis siswa kelas III MIN 7 Magetan
Strategi Guru Dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar IPS Siswa Kelas IX SMPN 2 Jetis Ponorogo
Pradana, Bayu Adi. 2024. Strategi Guru dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar IPS Siswa Kelas IX SMPN 2 Jetis Ponorogo. Skripsi. Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Siti Zazak Soraya, M.Ed.
Kata Kunci: Strategi Guru, Konsentrasi Belajar, IPS
Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Seorang guru yang profesional diharapkan mampu menunjukkan kemampuannya di kelas. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah kemampuan mengkomunikasikan pembelajaran kepada siswanya. Oleh sebab itu, dalam suatu proses pembelajaran tentu perlu adanya konsentrasi dalam belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan konsentrasi belajar IPS siswa IPS kelas IX di SMPN 2 Jetis Ponorogo dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat guru dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa IPS IX di SMPN 2 Jetis Ponorogo
Adapun penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif studi kasus, adapun teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang
digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisisnya meliputi pengumpulan data, kondensasi, penyajian data, yang mencakup kata-kata dan kalimat informasi narasumber dan tindakan dari objek penelitian dengan berjumlah enam partisipan, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian tersebut ditemukan beberapa strategi guru dalam meningkatkan konsentrasi belajar IPS: 1) Strategi guru dalam meningkatkan konsentrasi belajar IPS siswa
kelas IX SMPN 2 Jetis, dalam pelaksanaanya menggunakan: a) Strategi pembelajaran ekspositori, dengan menggabungkan metode ceramah dan memberikan kuis-kuis terkait materi.
Terdapat lima tahapan umum dalam penerapan strategi ekspositori: persiapan, penyajian, korelasi, menyimpul
kan, mengaplikasikan. b) Strategi pembelajaran kooperatif, dalam strategi ini guru IPS menggunakan model pembelajaran group to group, guru memberikan tugas berbeda kepada kelompok yang berbeda. Kelompok yang sudah menyelesaikan tugasnya masing-masing kemudian menyampaikan hasil dari kelompoknya. 2) Faktor pendukung dan penghambat strategi guru dalam meningkatkan konsentrasi belajar IPS siswa kelas IX SMPN 2
Jetis. Faktor pendukungnya antara lain: a) Faktor jasmani, b) Faktor peran kepala sekolah, c) Faktor kecakapan dan keahlian guru, d) Faktor sarana dan prasarana. Sedangkan untuk faktor
penghambatnya, untuk faktor internalnya yakni faktor yang datang dari dalam diri sendiri seperti: ketika memasuki jam pelajaran siang siswa banyak yang mengantuk, ketika proses
belajar mengajar ada siswa yang gaduh, kurangnya minat belajar dan motivasi belajar. Sedangkan faktor eksternalnya yakni faktor lingkungan, pergaulan di rumah, dan kebisingan
yang menyebabkan siswa kurang bisa berkonsentrasi ketika pembelajaran di kelas
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Santri melalui Kegiatan Shawir di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo
Hudha Khoirul Arifin, Nurul. 2024. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Santri Melalui Kegiatan Shawir di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo. Skripsi, Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponoroo. Dosen Pembimbing: Ayunda Riska Puspita M. A
Kata Kunci: berpikir kritis, shawir
Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan saat ini, dikarenakan semakin kompleksnya permasalahan maka adanya berpikir kritis juga semakin dibutuhkan oleh peserta didik. Sebuah Lembaga kemasyarakatan berupa pondok pesantren salah satunya yang berada di Ponorogo yaitu Pondok Pesantren Darul Huda Mayak memiliki sebuah kegiatan yang dijadikan sebuah kebiasaan yang dilaksanakan mingguan yang berkaitan dengan literasi membaca, khususnya membaca kitab kuning dan juga kegiatan berdiskusi, yang mana dari hal tersebut sangat penting guna mengembangkan kemampuan berpikir para muridnya. Adapun kegiatan tersebut adalah kegiatan shawir.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk 1) menjelaskan dan menganalisis implementasi shawir digunakan sebagai meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa; 2) menjelaskan dan menganalisis faktor penghambat dan pendukung kegiatan shawir sebagai cara meningkatan kemampuan berpikir kritis siswa; dan 3) menjelaskan dan menganalisis implikasi kegiatan shawir digunakan sebagai meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis studi kasus, yaitu sebuah eksplorasi mendalam mengenai sebuah sistem yang terikat, artinya kasus tersebut dipisahkan dari kasus serupa di tempat, waktu, konteks yang lain. Analisis data dengan menggunakan pendekatan dari Matthew B. Milles, A. Michael Huberman dan Johnny Saldana yang terdiri dari kondensasi data, diplay data, dan konklusi atau penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui derajat keabsahan data digunakan teknik triangulasi perpanjangan pengamatan dan ketekunan pengamatan.
Hasil penelitian ini menunjukan 1) Upaya penanaman kemampuan berpikir kritis santri melalui shawir dilakukan berdasarkan tiga sesi, yaitu sesi pembukaan, sesi diskusi, dan konfirmasi; 2) Faktor pendukung dari kegiatan shawir ini dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa minat belajar, dan faktor eksternal berupa sarana prasarana dan konsumsi. Sedangkan faktor penghambat dalam kegiatan shawir ini adalah berupa kendala teknis yang terkadang terjadi, dan juga komposisi tim yang kurang sepadan; dan 3) implikasi kegiatan shawir sebagai bentuk penanaman kemampuan berpikir kritis santri ditunjukkan dengan adanya pemikiran yang out of the box, adanya sikap skeptis, rasa ingin tahu yang tinggi dan juga pola pikir yang mendalam
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Manajemen Supervisi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru (Studi Kasus di Sman 1 Balong Ponorogo)
Rendahnya mutu pendidikan yang disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, sehingga dibutuhkan SDM dilingkup sekolah yang berkualitas. Supervisi hadir sebagai kegiatan yang dimulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi. Dalam hal ini, guru merupakan faktor utama dalam meningkatkan dunia pendidikan, sebab tanpa adanya guru tujuan pendidikan tidak akan tercapai.
Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mengetahui dan menganalisis perencanaan supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru; (2) Mengetahui dan menganalisis pelaksanaan supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dan (3) Mengetahui dan menganalisis evaluasi supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMA Negeri 1 Balong
Menjawab permasalahan diatas, penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dilakukan di SMAN 1 Balong, dengan sumber data dari Kepala Sekolah, Waka Kurikulum dan Guru SMAN 1 Balong. Sedangkan pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selain itu untuk keabsahan data digunakan pengamatan yang tekun serta triangulasi sumber.
Berdasarkan analisis data di temukan bahwa; (1) Perencanaan supervisi Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja guru di SMAN 1 Balong diawali dengan membentuk tim supervisi dan menentukan waktu diadakannya supervisi, teknik dan model yang digunakan, serta instrumen.;(2) Pelaksanaan supervisi Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja guru di SMAN 1 Balong dimulai dengan rapat dinas di awal semester untuk menyampaikan agenda supervisi, tim supervisi, jadwal supervisi, dan jadwal guru yang disupervisi. Kemudian koordinasi dengan tim supervisi untuk melakukan pelaksanaan supervisi. Supervisi dilakukan dengan menggunakan metode kunjungan kelas, maka kepala sekolah akan mendatangi guru yang akan disupervisi dikelas sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan;(3) Evaluasi supervisi kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru di SMAN 1 Balong, Kepala Sekolah bekerja sama dengan Waka Kurikulum yang diadakan setelah pelaksanaan supervisi selesai dengan tujuan meningkatkan kinerja guru di SMA Negeri 1 Balong. Ada beberapa kegiatan evaluasi yang dilakukan baik untuk menunjang kemajuan dan perkembangan, seperti memberikan pembinaan secara langsung, kepala sekolah memberikan evaluasi berupa pembinaan dan saran kepada guru ketika dirasa metode pembelajaran kurang baik secara langsung saat itu juga, maupun memberikan pembinaan secara tidak langsung berupa mendiskusikan hasil supervisi dengan guru yang sudah disupervisi, menugaskan guru untuk mengikuti diklat, pembinaan, atau kegiatan lainnya
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. Peran Orang Tua dalam Memilihkan Sekolah Berbasis Agama Islam di MI Darul Falah Desa Glinggang Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo
ABSTRAK
Tajudin, Yusuf Arsad. 2024. Peran Orang Tua dalam Memilihkan Sekolah Berbasis Agama Islam di MI Darul Falah Desa Glinggang Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Ahmad Numan Hakiem, M.Ag.
Kata Kunci: Peran, Orang Tua, Sekolah Berbasis Islam, Pendidikan Agama.
Pendidikan adalah eksperimen tanpa akhir, selalu berkembang seiring kehidupan manusia. Sebagai bagian dari kebudayaan dan peradaban, pendidikan harus terus maju. Di era teknologi dan informasi, pendidikan menjadi elemen vital dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pendidikan yang baik, namun kesibukan mereka sering mengurangi perhatian dan bimbingan terhadap anak. Dengan kemajuan zaman dan teknologi, tantangan orang tua dalam memberikan pendidikan, terutama pendidikan agama, menjadi semakin berat. Penelitian ini berjudul "Peran Orang Tua Dalam Memilihkan Sekolah Berbasis Agama Islam di MI Darul Falah Desa Glinggang Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo".
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) peran orang tua dalam memilihkan sekolah berbasis Islam, (2) faktor-faktor penghambat yang dihadapi, (3) serta alasan yang mendasari keputusan tersebut.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitati
تحليل الأخطاء النحوية في نصوص الخطابة لطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات
اللغة العربية هي إحدى لغات العالم الغنية بقواعد اللغة. أحدهم علم النحو الذي له قواعد في الجملة والتركيب أو الإعراب. و الأخطاء النحوية هي أخطاء طبيعية وشائعة لمتعلم اللغة. ومع ذلك، إذا لم يحل هذه الأخطاء على الفور، فسوف يستمر ارتكاب هذه الأخطاء. لاسيما للطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامية للبنات، أنّ التواصل باستخدام اللغة العربية في أنشطة الخطابة هي أمرا طبيعيا. ولكن هناك أخطاء كثيرة غالبة عند كتابة نصوص الخطابة، وخاصة في علم النحو، سواء في تركيب الجمل أو إعطاء الحركة لكل كلمة. المثال كتابة الطالبة: جملة "اَنْ نَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا". تلك كتابة الجملة الفعلية مخطئة، خاصة في إعراب الكلمة نَعْمَلْ. فصوابه اَنْ نَعْمَلَ عَمَلاً صَالِحًا. ولذلك، يجب إجراء البحوث المتعلقة بتحليل الأخطاء.
لمعرفة تحليل الأخطاء النحوية في نصوص الخطابة لطالبة الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات، فتهدف كتابة هذا البحث إلى :1) للوصف وللتحليل وللتصنيف عن الأخطاء النحوية في مجال الجملة الفعلية لنصوص الخطابة لطالبة الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات. 2) للوصف وللتحليل وللتصنيف عن الأخطاء النحوية في مجال الجملة الإسمية لنصوص الخطابة لطالبة الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات.
وفي كتابة هذه الدراسة، استخدمت الباحثة منهج البحث المكتبي. و مصادر البيانات في هذا البحث هو وثيقة نصوص الخطابة لطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات، مجموعها عشرة نصوص من الخطابة. أساليب جمع البيانات المستخدمة هي الوثيقة. ولأساليب تحليل البيانات استخدمت الباحثة Miles and Huberman.
وأما نتيجة لهذا البحث فهي: 1) الأخطاء النحوية في مجال الجملة الفعلية في نصوص الخطابة لطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات من حيث الإعراب منها : ثلاثة أخطاء في حالة الرفع، وسبعة عشر خطأ في حالة النصب وثمانية أخطاء في حالة الجر. وهناك خطأ في تركيب الجملة الفعلية. ومجموع الأخطاء كلهم تسعة وعشرين خطأ. 2) الأخطاء النحوية في مجال الجملة الإسمية في نصوص الخطابة لطالبات الصف الرابع بمعهد المودة الإسلامي للبنات من حيث الإعراب منها : سبعة أخطاء في المبتدا بحرف أنّ وخطآن في المبتدأ وخطأ في الخبر وثلاثة أخطاء في الإضافة وخطأ في حرف الجر وخطأ في النعت. وهناك خطأ في التذكير وخطأ في التأنيث. ومجموع الأخطاء كلهم سبعة عشر خطأ
Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Minat Belajar Santri Di TPQ Nahdotut Tholibin Surodikraman Ponorogo
Fitria, Kholifah. 2024. Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Minat Belajar Santri Di TPQ Nahdhotut Tholibin Surodikraman Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing, Siti Rohmaturrosyidah Ratnawati, M.Pd.I.
Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler, Minat Belajar, TPQ.
Zaman sekarang, banyak anak-anak yang susah untuk diajak mengaji. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah minat belajar. Minat belajar cukup berperan penting dalam kegiatan pembelajaran, tanpa adanya minat belajar maka proses masuknya ilmu dalam otak juga akan terhambat. Oleh karenanya perlu adanya sebuah inovasi guna membangkitkan minat belajar anak supaya mereka mau dan semangat dalam mengikuti proses mengaji. Seperti halnya inovasi yang diterapkan oleh TPQ Nahdhotut Tholibin, ia memiliki program kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan minat belajar santrinya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) memaparkan latar belakang dilaksanakannya kegiatan ekstrakurikuler di TPQ Nahdhotut Tholibin; 2) mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di TPQ Nahdhotut Tholibin; 3) menjelaskan peran kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan minat belajar santri di TPQ Nahdhotut Tholibin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) latar belakang dilaksanakannya kegiatan ekstrakurikuler di TPQ Nahdhotut Tholibin dikarenakan rendahnya minat belajar santri, seperti malas dan cepat mudah bosan dalam proses pembelajaran di TPQ; 2) untuk proses pelaksanaan kegiatan ekstrakuruler di TPQ Nahdhotot Tholibin berdasarkan pada visi, misi dan tujuan lembaga itu sendiri yang dilakukan setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Ahad dimana kegiatan ekstrakurikuler tersebut tidak mewajibkan seluruh santri untuk ikut. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut meliputi: hadrah, qira’ah, dan sepak bola; 3) kegiatan ekstrakurikuler di TPQ Nahdhotut Tholibin berperan dalam menumbuhkan minat belajar santri dalam proses pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dari beberapa indikator seperti siswa menjadi semangat dalam belajar dan siswa menjadi lebih giat lagi dalam mengaji
..(TAMBAHKAN LEMBAR KEASLIAN TULISAN BERMATERAI DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG).. Membangun Kecerdasan Interpersonal Siswa SDN Sukorejo 01 Kebonsari Madiun Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Hadrah
Zahro’, Ulfi Fatimatuz. 2024. Membangun Kecerdasan Interpersonal Siswa SDN Sukorejo 01 Kebonsari Madiun melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Hadrah. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Lukman Hakim, M.Pd.
Kata kunci: Kecerdasan interpersonal, Ekstrakurikuler, Hadrah, SDN Sukorejo 01
Kecerdasan interpersonal atau kecerdasan sosial merupakan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Selain itu seseorang mampu untuk menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, mampu mengorganisasi, mampu memecahkan masalah dan mampu berhubungan baik dengan orang lain.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pelaksanaan ekstrakurikuler hadrah, (2) pengembangan kecerdasan interpersonal siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler hadrah.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian study kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 3 hingga siswa kelas 6 yang mengikuti kegiatan hadrah.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pelaksanaan ekstrakurikuler hadrah diadakan oleh pihak sekolah sesuai dengan keinginan masyarakat. Ekstrakurikuler hadrah dilakukan setiap satu minggu sekali pada hari sabtu pukul 11.00. Ekstrakurikuler hadrah di SDN Sukorejo 01 Kebonsari Madiun melibatkan siswa kelas 3 hingga kelas 6. (2) Kegiatan ekstrakurikuler hadrah ini telah berhasil membantu pengembangan kecerdasan interpersonal siswa. Yaitu siswa lebih aktif berinteraksi, berkomunikasi dan bekerja sama dengan pelatih, guru maupun siswa lainya. Dampak berkembangnya kecerdasan interpersonal tersebut, hubungan antar siswa, guru, pelatih maupun masyarakat terjalin dengan sangat baik