Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..Peningkatan religiusitas masyarakat melalui kegiatan keagamaan di desa selorejo pacitan
Religiosity is a behavior of appreciating religious values which is characterized by a person's obedience in carrying out ritual worship, a person's belief in his religion, as well as a person's experience and knowledge about the religion he adheres to. In reality, village communities in general still maintain ancient culture and traditions which contain Javanese elements that are still inherent. Such as still carrying out cultural rituals such as burning incense, using perfume, offering traditions when carrying out activities such as wetonan. Even before there were religious activities, the community in Selorejo Village was said to be lacking. This is due to people abandoning worship because they are overwhelmed by worldly affairs. However, with the implementation of religious activities, people slowly began to carry out worship services that had been abandoned, for example prayer and fasting. The role of religious activities is very important to increase people's religiosity through activities such as yasinan, prayer together, tasyakuran, mawlid diba' and manaqib as well as other religious activities. These activities can increase people's religiosity.
Based on the background above, the objectives of this research in Selorejo Village are to determine: 1) Religious activities in Selorejo Village, Pacitan, 2) Implementation of religious activities to increase community religiosity in Selorejo Village Pacitan, and 3) The impact of religious activities on community religiosity in Selorejo Village, Pacitan.
This research uses descriptive qualitative methods. Data collection in this research used interview, observation and documentation techniques. Data collection in this research was analyzed using the Miles, Huberman and Saldana analysis model, namely data condensation, data presentation and conclusion.
The results of the research show that: 1) Religious activities in Selorejo Village, Pacitan include yasinan activities, group prayers, commemorating religious holidays, thanksgiving, maulid diba', and manaqib. 2) Implementation of religious activities to increase the religiosity of the community in Selorejo Pacitan Village, namely in the field of faith there is yasinan. In the Islamic field, namely performing the five daily prayers, fasting, praying together, commemorating Islamic holidays, and thanksgiving.. In the field of ihsan, namely mawlid diba' and manaqib. 3) The impact of religious activities on the religiosity of the community in Selorejo Pacitan Village a) The impact in the field of aqidah. b) The impact in the field of syari’ah. c) Impact in the field of morals
تحليل الأفعال الكلامية في فيلم الرسوم المتحركة "محسن ومحاسن" واستخدامها في تعليم الاستماع
الملخص
أناندا، داني. 2024. تحليل الأفعال الكلامية في فيلم الرسوم المتحركة "محسن ومحاسن" واستخدامها في تعليم الاستماع. البحث العلمي، قسم تعليم اللغة العربية، كلية التربية والعلوم التعليمية، الجامعة الإسلامية الحكومية فونوروجو. المشرف أحمد زبيدي الماجستير.
الكلمات الأساسية : الأفعال الكلامية، الإنشاء الطلبي، فيلم الرسوم المتحركة "محسن ومحاسن"، تعليم الاستماع.
تتضمن الدراسات اللغوية البراغماتية بعض المفاهيم هي الأفعال الكلامية والإيحاءات المحادثية والافتراض والديكس. ويمكن تقسيم الكلام في اللغة العربية بناءً على قيمته التواصلية إلى الكلام الخبري و الكلام الإنشائي، وينقسم الكلام الإنشائي إلى نوعين هي الكلام الإنشائي غير الطلبي و الكلام الإنشائي الطلبي والذي يتكون الأمر والنهي والاستفهام والتني والنداء. ويمكن تعريف مهارة الاستماع على أنها الفطرة البشرية على سماع واستيعاب وفهم ما يقوله الآخرون أو وسائل الإعلام الأخرى، وهي واحدة من مهارات اللغة العربية الأربع التي يجب على طلاب اللغة العربية إتقانها. وسيلة لدعم إتقان مهارة الاستماع، هناك العديد من الطرق، بما في ذلك الرسوم المتحركة. الرسوم المتحركة هي سلسلة من الصور التي تتم معالجتها بطريقة تنتج حركة. تخلق الرسوم المتحركة وهمًا بالحركة من خلال عرض أو تشغيل سلسلة من الصور التي تتغير تدريجيا (تقدميا) بسرعة عالية. تُستخدم الرسوم المتحركة لتصوير حركة كائن ما.
وهذا البحث يهدف: (1) لمعرفة أشكال الأفعال الكلامية (الإنشاء الطلبي) الموجودة في فيلم الرسوم المتحركة "محسن ومحاسن"، (2) لمعرفة تصميم مادة الأفعال الكلامية (الإنشاء الطلبي) في فيلم الرسوم المتحركة "محسن ومحاسن" لتعلم الاستماع.
المدخل المستخدم في هذا البحث هو المنهج النوعي. نوع البحث المستخدم هو البحث الوصفي. بيانات البحث هي أشكال أفعال الكلام الإنشاء الطلبي التي يستخدمها كل شخصية في فيلم الرسوم المتحرك "محسن وماسين". هناك نوعان من مصادر البيانات في هذا البحث: المصادر الأولية والمصادر الثانوية، المصادر الأولية في هذا البحث هو فيلم الرسوم المتحركة "محسن ومحاسين". المصادر الثانوية في هذا البحث هو الكتب والمقالات التي تناقش الأفعال الكلام الإنشاء الطلبي وتعليم الاستماع. يتم استخدام المصادر الثانوية عادة في البحث اللغوي. تقنية جمع البيانات المستخدمة في هذا البحث هو طريقة الاستماع. طريقة تحليل البيانات في هذا البحث هو طريقة تحليل المحتوى (Anlysis Conten).
عدد الجمل التي تحتوي على أفعال الكلام الإنشاء الطلبي 168 جملة، مع 16 جملة الأمر، و 8 جمل النهي، و 62 جملة الاستفهام، و 7 جمل التمني، و 75 جملة النداء، موجودة في حوار الفيلم الرسوم المتحرك "محسن ومحاسين" الحلقات 1-7. يمكن استخدام طريقة الانتقاء (elektik)، في تعليم الاستماع باستخدام الكلام الإنشائ الطلبي. طريقة الانتقاء هي طريقة تعليمية تعتمد على استخدام مزيج من طرق التدريس المختلفة، بدءًا من الطريقة المباشرة ثم الانتقال إلى الطريقة القائمة على المهام
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Al-Qur'an Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah 2 Ponorogo
Kinantan, Ardhiano Padang. 2024. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam mengatasi Kesulitan Belajar Al-Qur’an Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Kelas VIII di SMP Muhammadiyah 2 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Zeni Murtafiati Mizani, M.Pd.I.
Kata kunci: Peran Guru Pendidikan Agama Islam, Kesulitan Belajar Al-Qur’an Peserta Didik Berkebutuhan Khusus.
Keterbatasan dan kondisi peserta didik berkebutuhan khusus dalam mengikuti pembelajaran Al-Qur’an menjadi kesulitan yang dialami oleh peserta didik berkebutuhan khusus dalam mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Kondisi yang dialami dari setiap peserta didik berkebutuhan khusus yang beragam menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Sehingga perlunya pendampingan dan peran guru dalam upaya mengatasi kesulitan yang dialami.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai: (1) kesulitan belajar Al-Qur’an peserta didik berkebutuhan khusus di SMP Muhammadiyah 2 Ponorogo; (2) peran guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar Al-Qur’an peserta didik berkebutuhan khusus di SMP Muhammadiyah 2 Ponorogo; (3) dampak peran guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar Al-Qur’an peserta didik berkebutuhan Khusus di SMP Muhammadiyah 2 Ponorogo.
Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Dengan data penelitian berupa data primer dan sekunder untuk melengkapi data data yang diperlukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Miles dan Huberman dengan langkah-langkah melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kesulitan dalam belajar Al-Qur’an peserta didik berkebutuhan khusus kelas VIII yaitu berupa permasalahan persepsi dan koordinasi pada kemampuan berfikir dan menulisnya. Permasalahan perhatian dan hiperaktif. Kesulitan berfikir dan mengingat. Kesulitan kurang mampu menyesuaikan diri. Permasalahan menunjukkan gejala yang tidak aktif. Permasalahan pencapaian hasil belajar yang rendah; (2) Peran guru pendidikan agama dalam mengatasi kesulitan belajar Al-Qur’an peserta didik berkebutuhan khusus berperan sebagai murabbi, muallim, muaddib, mursyid, mudarris dan muzakki; (3) Dampak dari adanya peran guru pendidikan agama Islam memberikan perubahan yang dapat dilihat meningkatnya rasa kepercayaan diri peserta didik berkebutuhan khusus. Kemampuan motorik peserta didik berkebutuhan khusus meningkat. Meningkatkanya pengetahuan dalam pembelajaran Al-Qur’an. Partisipasi aktif dalam pembelajaran Al-Qur’an. Meningkatnya hafalan Al-Qur’an. Serta kelancaran dalam proses pembelajaran Al-Qur’an peserta didik berkebutuhan khusus
Nilai-Nilai Moral Anak terhadap Orang Tua dalam Kitab Mitra Sejati Karya Kyai Bisri Musthofa dan Relevansinya terhadap Materi Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah
Keluarga merupakan unit terkecil dalam sebuah tatanan masyarakat yang minimal terdiri dari kedua orang tua dan anak. Peran keluarga sangat penting dalam pembentukan sikap anak sehingga menjadi manusia yang memiliki moral yang baik dan bisa dimulai melalui pembiasaan-pembiasaan sederhana. Namun, beberapa kasus yang terjadi dalam relasi keluarga didapati anak yang kerap menyepelekan orang tuanya, dan hilangnya sikap positif yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang anak kepada orang tua mereka. Pendidikan akhlak anak kepada orang tua ternyata masih menyisakan problem yang serius bahkan di sekolah tingkat Tsanawiyah terkait Nilai Moral baik, yang belum maksimal diimplementasikan dalam tingkah laku keseharian. Hal ini mengingatkan peneliti bahwa terdapat salah satu kitab yang dapat kita jadikan referensi bersama, dalam pembenahan akhlak yang masih kerap melenceng dan jauh dari angan yang diharapkan, termasuk antara anak dan orang tua, yaitu kitab Mitra Sejati karya Kyai Bisri Musthofa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana seharusnya nilai-nilai moral anak kepada orang tua sekaligus pesan yang terkandung dalam sebuah syi’ir dalam kitab bernama “Mitra Sejati” karya Kyai Bisri Musthofa; (2) Relevansi Nilai-Nilai Moral Anak terhadap Orang Tua dalam Kitab Mitra Sejati Karya Kyai Bisri Musthofa terhadap Materi Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII.
Penelitian ini mengambil metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research). yaitu suatu metode penelitian kualitatif yang lokasi atau tempat penelitiannya dilakukan di perpustakaan, atau dengan cara meneliti dan mengambil sumber dari buku, kitab, jurnal, artikel, dokumen, arsip, buku, dan sejenisnya sebagai bahan pustaka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Nilai-Nilai Moral Anak terhadap Orang Tua dan Pesan yang terkandung dalam Kitab Mitra Sejati karya Kyai Bisri Musthofa adalah Wajib berbakti, Jangan mengecewakan agar tidak menyesal ketika telah meninggal, Jangan sampai lupa membalas budi, Jangan berani/durhaka seperti berani sama Dewa dan pesan moralnya yaitu kewajiban seorang anak untuk selalu berbakti kepada orang tuanya, sikap agar tidak mengecewakan kedua orang tuanya karena dapat menyesal apalagi ketika orang tua sudah meninggal dan jangan sampai lupa membalas budi orang tua serta jangan berani ataupun durhaka kepada orang tua seperti kepada Tuhan. (2) Relevansi antara keduanya yaitu terletak pada bab “Sikap Anak Terhadap Bapak”, “Sikap Anak Terhadap Ibu” dalam Kitab Mitra Sejati dan Adab Anak terhadap Orang Tua pada Materi Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA UPLOAD ULANG).. PUTUSAN IZIN POLIGAMI KARENA CALON ISTRI KEDUA HAMIL DI LUAR NIKAH PERSPEKTIF HUKUM PROGRESIF(Studi Multi Putusan Di Indonesia)
Pertimbangan hukum mengenai izin poligami dalam konteks kehamilan calon istri kedua di luar nikah menjadi subjek perdebatan yang kompleks di pengadilan. Putusan Nomor 1/Pdt.G/2018/PA.Kras yang mengabulkan permohonan izin poligami dalam kasus tersebut menegaskan bahwa poligami dapat menjadi solusi yang adil dan wajar untuk melindungi hak-hak calon istri kedua dan anak yang belum lahir, serta mengakomodasi kepentingan keluarga dalam konteks perkawinan. Namun, Putusan Nomor 22/Pdt.G/2019/PA.Kmn justru menolak permohonan izin poligami dengan alasan kehamilan di luar nikah melanggar norma sosial dan moral. Dalam mengkaji perbedaan pendekatan ini, pendekatan hukum progresif menjadi relevan. Pendekatan ini menekankan interpretasi hukum yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan sosial, budaya, dan nilai-nilai masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi pustaka. Data primer diperoleh dari putusan pengadilan terkait permohonan izin poligami karena calon istri kedua hamil di luar nikah, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur terkait hukum progresif dan masalah poligami
Perspektif hukum progresif dalam kasus izin poligami terlihat dari pendekatan holistik yang diterapkan oleh hakim. Hakim yang menggunakan pendekatan ini tidak hanya berfokus pada teks undang-undang tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek hukum, moral, dan kontekstual. Mereka memperhatikan implikasi yang lebih luas dari keputusan mereka, seperti kesejahteraan istri dan anak-anak, serta dampak sosial dari pemberian izin poligami. Pendekatan ini dianggap progresif karena responsif terhadap dinamika sosial dan bertujuan mencapai keadilan substantif.
Di sisi lain, pendekatan kurang progresif ditandai oleh hakim yang mengadopsi pendekatan restriktif terhadap undang-undang. Hakim dengan pendekatan ini cenderung berpegang teguh pada teks hukum tanpa banyak mempertimbangkan konteks atau implikasi sosial. Mereka mengikuti ketentuan hukum secara ketat tanpa fleksibilitas, yang sering kali mengabaikan keadilan substantif demi kepatuhan formal terhadap hukum. Contohnya, hakim yang memberikan izin poligami semata-mata karena syarat-syarat formal terpenuhi, tanpa mempertimbangkan kemampuan suami dalam memenuhi kebutuhan emosional dan finansial istri dan anak-anaknya, menunjukkan pendekatan yang kurang progresif. Pendekatan kaku ini tidak responsif terhadap perubahan sosial dan mengorbankan keadilan untuk kepastian hukum
Manajemen Program Humas Berbasis Online dalam Meningkatkan Animo Masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo
Kata kunci: Humas Lembaga Pendidikan; Media Online; Animo Masyarakat.
Munculnya lembaga pendidikan baru di berbagai jenjang baik negeri maupun swasta, membuat persaingan dunia pendidikan semakin ketat. Hal tersebut menciptakan kompetisi antar lembaga tidak bisa dihindarkan. Masyarakat sekarang yang notabenenya adalah generasi keluarga muda, relatif melek dan sadar akan dunia pendidikan dan perkembangan teknologi lebih memilih lembaga pendidikan yang dinilai berkualitas. Kecenderungan orang tua dalam memilih sekolah yang berkualitas membuat banyak lembaga ditinggalkan dengan alasan lembaga (dinilai) tidak berkualitas. Akibatnya, tidak sedikit lembaga pendidikan gulung tikar akibat tidak mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain. Strategi untuk menghadapi kondisi tersebut adalah dengan ikut berkompetisi secara maksimal, bagaiamana supaya sekolah tetap diminati masyarakat.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan program humas berbasis online melalui serangkaian tahapan (1) membuat perencanaan program humas berbasis online, (2) mengimplementasikan program humas berbasis online, dan (3) mengevaluasi program humas berbasis online. Tahapan tersebut digunakan humas sebagai upaya untuk meningkatkan animo masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo melalui penerapan penggunaan media online secara maksimal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data wawancara dalam penelitian ini antara lain Kepala Sekolah, Waka humas, Guru dan siswa. Teknik analisis data dalam penelitian dilakukan dengan empat tahapan yaitu, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pada perencanaan program humas berbasis online dalam upaya meningkatkan animo masyarakat, humas bersama tim (tim multimedia muhipo) membuat strategi perluasan aksesibilitas, efektivitas, dan efisiensi informasi terhadap publik dengan cara memaksimalkan penggunaan media online yaitu Instagram, Youtube, Tiktok dan website sekolah. (2) Pada implementasi program humas berbasis online, humas membuat dan menyajikan konten berupa konten video profil sekolah, video profil perpustakaan, konten program unggulan sekolah, konten promosi sekolah, podcash, dan konten PPDB. (3) Pada evaluasi program humas berbasis online, pelaksanaannya dilakukan secara langsung (monitoring) saat program akan atau sedang berjalan. Kemudian evaluasi secara berkala pada setiap enam bulan sekali, pelaksanaannya dilakukan ketika program telah usai dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan serta menganalisis kekurangan dari pelaksanaan program sebagai tolak ukur pengambilan keputusan di masa mendatang
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS, UPLOAD ULANG).. PENERAPAN METODE MUSHAFAHAH DALAM MENJAGA AUTENTISITAS QIRAAT SAB’AH (Studi Analisis di PPTQ al-Hasan Ponorogo dan PP al-Munawwir Krapyak)
Qira>at sab’ah dewasa ini menjadi topik hangat dalam kalangan para pelajar. Kemajuan teknologi menambah kemudahan bagi mereka untuk mengakses informasi tentang qiraat. Namun, pada sisi lain meninggalkan problematika autentisitas berupa terputusnya kredibilitas sanad dan peyusutan pada orisinalitas bacaan, dimana ketersambungan sanad menjadi hal kompleks dalam menjaga riwayah bacaan.
Tulisan ini membahas penerapan metode musha>fahah dalam menjaga autentisitas qira>at sab’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan membandingkan dan menyandingkan penerapan metode musha>fahah di PPTQ al-Hasan dan PP al-Munawwir Krapyak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara 10 informan dengan klasifikasi 2 kiai 4 ustadz dan 4 santri serta menggunakan semi-structured interview, kemudian dilanjutkan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kondensasi, display dan penarikan kesimpulan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisisi genealogis sanad qira>at sab’ah, Penerapan metode musha>fahah serta implikasinya terhadap pembelajaran qira>at sab’ah di PPTQ al-Hasan Ponorogo dan PP al-Munawwir Krapyak.
Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, genealogi sanad qira>at sab’ah PPTQ al-Hasan Ponorogo dan PP al-Munawwir Krapyak sama dengan qiraat mashhu>rah yang disandarkan kepada imam Ashim, ini dibuktikan dengan temuan data pada sha>hada}h (Ijazah). Kedua, penerapan metode musha>fahah di PP al-Munawwir berorienstasi pada kredibilitas sanad dan orisinalitas bacaan hal ini dibuktikan dengan standarisasi yang tinggi, sedangkan di PPTQ al-Hasan bertransformasi ke arah populis dan praktis dengan menurunkan standar kajian qira>at sab’ah. Ketiga, transformasi metode musha>fahah yang diterapkan PPTQ al-Hasan Ponorogo mampu memacu aspek kuantitas yang dibuktikan dengan peningkatan jumlah santri yang mengikuti kajian qira>at sab’ah dan PP al-Munawwir Krapyak berfokus pada aspek kognitif dengan menerapkan musha>fahah fase klasik
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS, UPLOAD ULANG).. GAYA KEPEMIMPINAN KHALIFAH MUAWIYAH BIN ABU SUFYAN DAN RELEVANSINYA DENGAN MATERI SKI MTs KELAS VII
Sholikhah, Zhiyana Walidatus. 2024. Gaya Kepemimpinan Khalifah Muawiyah Bin Abu Sufyan Dan Relevansinya Dengan Materi SKI MTs Kelas VII. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Yusmicha Ulya Afif, M.Pd.I.
Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Khalifah Muawiyah Bin Abu Sufyan, Materi SKI MTs Kelas VII
Gaya kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mengarahkan, mempengaruhi, mendorong dan mengendalikan orang lain atau bawahan untuk bisa melakukan sesuatu pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam perjalanan sejarah Islam salah sosok pemimpin yang dapat di teladani kepemimpinan adalah Khalifah Muawiyah Bin Abu Sufyan. Muawiyah berusaha selama memegang kekhalifahan untuk menjalankan roda pemerintahannya antara posisi sentralisasi dengan desentralisasi. Muawiyah memilih Damaskus sebagai ibu kota negara. Kota ini menjadi pusat pemerintahan utama yang mengeluarkan instruksi politik, ekonomi, dan administrasi bagi negara. Sehingga, Muawiyah telah berhasil memegang jabatan gubernur Damaskus selama 20 tahun dan khalifah dalam dinastinya selama 20 tahun. Gaya kepemimpinan yang patut untuk dijadikan acuan dalam memimpin yaitu, mampu memberikan perubahan yang signifikan atas tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Penulis dalam penelitian ini, merelevansikan gaya kepemimpinan Khalifah Muawiyah Bin Abu Sufyan dengan Materi SKI MTs Kelas VII.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan Khalifah Muawiyah Bin Abu Sufyan, (2) untuk mendeskripsikan relevansi gaya kepemimpinan Khalifah Muawiyah Bin Abu Sufyan dengan materi SKI MTs Kelas VII.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelitian kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Penelitian ini di analisis menggunakan content analysis (analisis isi).
Dari hasil penelitian ditemukan, bahwa gaya kepemimpinan Khalifah Muawiyah Bin Abu Sufyan menerapkan gaya kepemimpinan yang strategis yaitu gaya kepemimpinan otokratis, gaya kepemimpinan demokratis dan gaya kepemimpinan kebebasan yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat. Hal ini dibuktikan ketika ia mampu memimpin selama 20 tahun di Damaskus. Gaya kepemimpinan Khalifah Muawiyah Bin Abu Sufyan yang relevan dengan materi SKI MTs Kelas VII adalah gaya kepemimpinan otokratis dan gaya kepemimpinan kebebasan
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA, UPLOAD ULANG)..Gaya Kepemimpinan Kyai Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Ringinputih Sampung Ponorogo
Andriani, Putri Ramandha, 2024. Gaya Kepemimpinan Kyai Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Ringinputih Sampung Ponorogo, skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Abdul Kholiq, M.BA.
Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Kyai, Pesantren
Gaya kepemimpinan adalah bagaimana cara seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diperintahkannya. Seorang pemimpin dalam organisasi memiliki peran yang sangat penting menentukaan dalam pencapaian dalam organisasi. Keberadaan kyai di dalam pondok pesantren sangat sentral dan pada tingkat tertentu kemajuan dan perkembangan pesantren tergantung pada kyai. Dengan demikian, kemajuan dan kemunduran pondok pesantren benar-benar terletak pada kemampuan kyai dalam mengatur operasional dan pelaksanaan proses belajar mengajar di pondok pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalan sebagai berikut (1) Untuk menganalisis gaya kepemimpinan yang diterapkan kyai di Pondok Pesantren Nurul Azhar Gunungan Sampung Ponorogo. (2) untuk menganalisis peran kepemimpinan kyai dalam mengelola Pondok Pesantren Nurul Azhar Ringinputih Sampung Ponorogo.
Dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan metode pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Dan teknik yang dipilih dalam analisis data yang digunakan yaitu Milles & Huberman dengan pengumpulan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kyai Pondok Pesantren Nurul Azhar adalah Pertama, gaya kepemimpinan kyai yang diterapkan menggabungkan beberapa macam gaya kepemimpinan yaitu gaya kepemimpinan demokratis, otoriter, dan visioner. Yang kedua, peran kyai dalam mengelola pondok pesantren yaitu ketika pengambilan keputusan dan menyelesaikan masalah. kyai memiliki tugas untuk mengelola pondok pesantren, dalam membimbing, mengasuh, mendidik, dan mengarahkan secara langsung terhadap unstadz, ustadzah, dan juga santri. Selain itu kyai juga mempunyai peran diluar pesantren sebagai penghubung antara pondok pesantren dengan masyarakat, dengan melakukan sosialisasi, menjaga keharmonisan, dan sebagai sumber informasi
Manajemen Strategi dalam Peningkatan Daya Saing Lembaga Pendidikan (Studi Kasus SMKN 1 Bendo Magetan)
SMKN 1 Bendo Magetan didirikan pada tahun 2001 untuk mewujudkan aspirasi masyarakat peduli tentang pentingnya pendidikan dan berkembangnya zaman. Tugas pokok yang diembannya adalah mengembangkan pendidikan kejuruan kelompok teknologi industri. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang sangat mempengaruhi tuntutan terhadap kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja, khususnya tenaga kerja tingkat menengah, SMKN 1 Bendo Magetan berupaya menjadi sekolah kejuruan yang berdaya saing tinggi. SMKN 1 Bendo Magetan berupaya menyiapkan siswa untuk dapat mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, berpandangan jauh ke depan, tanggap dan responsif terhadap segala perubahan atau perkembangan serta menghasilkan output lulusan yang siap kerja.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan dan menganalisis 1) perumusan strategi, 2) implementasi strategi, 3) evaluasi strategi, dan 4) implikasi dari manajemen strategi peningkatan daya saing lembaga pendidikan di SMKN 1 Bendo Magetan.
Peneliti menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif dengan studi kasus tunggal, yaitu lokasi penelitian hanya satu. Peneliti dalam mengumpulkan data penelitian dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data penelitian, peneliti menggunakan model Milles, Hubermans dan Saldana sebagai acuan. Pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi data.
Hasil dari penelitian strategi manajemen peningkatan daya saing lembaga pendidikan di SMKN 1 Bendo Magetan menunjukkan bahwa 1) dalam perumusan strategi menggunakan sistem pengembangan SDM yang unggul dan mempedomani visi misi sekolah yang sudah dibentuk pada awal pendirian lembaga, 2) pada proses implementasi strategi yang digunakan adalah komunikasi dan koordinasi sehingga pengelolaan tetap terkontrol, 3) evaluasi dilakukan secara rutin dan berkala sebagai langkah untuk mengukur keterlaksanaan program, selain itu juga menggunakan instrumen rapot mutu sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja SDM, 4) implikasi dari strategi yang diterapkan adalah SMKN 1 Bendo dikenal dengan lulusannya yang banyak diterima kerja di berbagai perusahaan industri bahkan siswa yang belum lulus pun sudah diminta untuk bekerja pada perusahaan, hal inilah yang menjadi atensi masyarakat bahwa SMKN 1 Bendo Magetan merupakan sekolah desa, rasa kota, prestasi mendunia. Sehingga memunculkan ciri khas dan daya tarik tersendiri, dengan demikian strategi manajemen peningkatan daya saing lembaga pendidikan di SMKN 1 Bendo Magetan dapat dikatakan berhasil