Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI METODE PROBLEM SOLVING DALAM MEMBENTUK CRITICAL THINKING SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI MTsN 2 PONOROGO
ABSTRAK
Ningtyas, Diyah Rahayu. 2024. Implementasi Metode Problem Solving dalam
Membentuk Critical Thinking Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Di MTsN 2 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. M. Syafiq Humaisi, M.Pd.
Kata kunci : Metode Problem Solving, Critical Thinking, Pelajaran IPS
Metode problem solving dalam pembelajaran IPS merupakan salah satu metode yang mampu membentuk critical thinking siswa. Namun faktanya proses pembelajaran IPS di MTsN 2 Ponorogo masih cenderung berpusat pada guru, kurangnya semangat dan motivasi belajar yang menyebabkan critical thinking siswa masih rendah, Maka dari itu dibutuhkan implementasi metode problem solving dalam membentuk critical thinking siswa pada mata pelajaran IPS materi Status, Peran, Diferensiasi, dan Stratifikasi Sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Implementasi metode problem solving dalam membentuk critical thinking siswa pada mata pelajaran IPS di MTsN 2 Ponorogo. 2) Faktor pendukung dan penghambat implementasi metode problem solving dalam membentuk critical thinking siswa pada mata pelajaran IPS di MTsN 2 Ponorogo. 3) Implikasi implementasi metode problem solving dalam membentuk critical thinking siswa pada mata pelajaran IPS di MTsN 2 Ponorogo.
Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis Miles, Huberman dan Saldana, meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik, serta pengamatan secara tekun.
Hasil penelitian ini yaitu: 1) Implementasi metode problem solving dalam membentuk critical thinking siswa pada mata pelajaran IPS yaitu dengan menumbuhkan kemampuan kognitif siswa melalui pemberian soal berisi suatu masalah, siswa mampu mencari jawaban dan solusi, siswa lebih semangat dalam proses pembelajaran, serta siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. 2) Faktor pendukung dari implementasi metode problem solving dalam membentuk critical thinking siswa adalah SDM (sumber daya manusia) baik siswa maupun guru harus memiliki semangat dalam mengikuti proses pembelajaran dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat dari implementasi metode problem solving adalah kurangnya motivasi dan semangat belajar siswa, banyak siswa yang mengobrol dengan teman sebangkunya, siswa yang bermain game di laptopnya, siswa yang belum paham terkait materi tidak mau bertanya hanya diam saja, dan kurangnya persiapan dari guru. 3) Implikasi dari implementasi metode problem solving dalam membentuk critical thinking siswa pada mata pelajaran IPS adalah membentuk siswa untuk berpikir logis dan kritis atau critical thinking dengan harapan mereka dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya
Manajemen Media Radio Gema Surya FM Ponorogo Dalam Mempertahankan Pangsa Pasar
ABSTRAK
Aprillia Ratri Parastri Fatimah, Ahya, 2024. Manajemen Media Radio Gema Surya FM Ponorogo Dalam Mempertahankan Pangsa Pasar. Skripsi. Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Irma Rumtianing UH, M.SI.
Kata Kunci/Keyword: Manajemen Media, Pangsa Pasar, Gema Surya FM
Radio Gema Surya FM merupakan sebuah Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di kabupaten Ponorogo. Radio Gema Surya FM menjadi salah satu rujukan berita oleh masyarakat Ponorogo. Di masa ini, persaingan antar media penyiaran semakin kompleks. Kompetitor yang bermunculan dan selera audiens yang semakin beragam. Akibatnya, sebuah radio dituntut bisa menerapkan strategi manajemen media yang tepat untuk bertahan dalam industri media penyiaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana identifikasi segment pendengar di Radio Gema Surya FM, bagaimana penentuan targeting pendengar Radio Gema Surya FM, serta bagaimana positioning Radio Gema Surya FM Ponorogo.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis segmentasi, targeting, dan positioning Radio Gema Surya FM Ponorogo. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sedangkan Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode induktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.
Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi manajemen Media Radio Gema Surya FM dalam mempertahankan pangsa pasarnya dilihat dari bagaimana segment pendengar yang dimiliki, siapa saja target pasarnya, dan juga bagaimana Radio Gema Surya FM memposisikan radionya di era yang semakin maju dengan media yang tentu saja telah melakukan berbagai strategi untuk mempetahankan audiensnya.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa segment pendengar di Radio Gema Surya FM Ponorogo adalah middle-up yang ditentukan berdasarkan variable deografis, geografis, dan psikografis. Adapun penentuan targeting pendengar terkonsep dari segmentasi yaitu para remaja, mahasiswa, pekerja swasta, maupun kantoran. Sedangkan positioning Radio Gema Surya FM Ponorogo dengan melakukan promosi atau publikasi seperti membagikan setiap kegiatan dan berita-berita terkini
Hiperrealitas Simulakra Mahasiswa KPI IAIN Ponorogo Dalam Penggunaan Media Sosial TikTok
ABSTRAK
Aditya, Bambang, 2024. Hiperrealitas Simulakra Mahasiswa KPI IAIN Ponorogo Dalam Pengunaan Media Sosial TikTok. Skripsi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Muchlis Daroini, M.Kom.I.
Kata kunci: Hiperrealitas Simulakra, Mahasiswa, TikTok,
Perkembangan teknologi hari ini membawa peradaban baru baru dalam dunia sosial masyarakat. Munculnya berbagai paltfrom media sosial dengan berbagai fitur yang ditawarkan mendorong masyarakat untuk bebas bereksplorasi dalam dunia virtual. TikTok menjadi salah satu media sosial yang hari ini sedang ramai digunakan oleh berbagai kalangan, tak terkecuali para mahasiswa KPI IAIN Ponorogo. Dalam penggunaanya TikTok telah memunculkan sebuah fenomena yang disebut Jean Baudrillard sebagai hiperrealitas simulakra. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahi secara detai bentuk-bentuk hiperrealitas yang terjadi pada pengguna TikTok dikalangan mahasiswa KPI IAIN Ponorogo
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtitatif dan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan adalah milik Jean Baudrillard yaitu hiperrealitas simulakra. Hasil temuan yang peneliti secara gambaran umum terkait hiperrealitas simulakra pada media sosial TikTok dan hiperrealitas simulakra yang terjadi pada mahasiwa FUAD IAIN Ponorogo.
Adapun hasil penelitian menujukan adanya bentuk hipperealitas simulakra mahasiswa KPI IAIN Ponorogo yang di simulasikan melalui ilusi virtual. Bentuk ini dimunculkan melalui peleburan antara realitas yang real dengan realitas semu pada fitur TikTokShop dan live. Bentuk-bentuk peniruan diluar realitas asli pemilik akun dengan menirukan konten-konten yang sedang viral. Serta pembentukan citra melalui realitas kehidupan yang di gambarkan melalui kehidupan virtual berupa konten yang di posting. Hiperrealitas menjadi hasil dari efek pengekspresian diri dari pengguna TikTok. Seolah bentuk pengekspresian dalam dunia virtual diangap sebagi sebuah realitas yang nyata melebihi realitas aslinya
..(TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA , upload ulang)..ISLAMIC PARENTING KAKEK NENEK DALAM MEWUJUDKAN CUCU YANG BERAKHLAK BAIK (Studi Kasus di Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun)
Kata kunci: Islamic Parenting, Akhlak
Pengasuhan anak menjadi tanggung jawab orang tua, namun karena beberapa hal kerap terjadi pengalihan pengasuhan anak kepada kakek nenek. Seperti terjadi di Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, pengasuhan anak diserahkan kepada kakek nenek karena orang tua harus bekerja ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ditengah maraknya isu negatif pengasuhan kakek nenek yang menyebabkan anak memiliki sifat yang kurang baik, dua dari empat remaja yang pengasuhannya dialihkan kepada kakek nenek menunjukkan akhlak yang baik.hal ini menarik perhatian peneliti untuk meneliti lebih dalam lagi.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini melibatkan empat subjek penelitian, yang merupakan cucu dan kerabat terdekat kakek nenek. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku cucu yang berakhlak baik dan menganalisis metode Islamic Parenting yang diterapkan kakek nenek dalam mewujudkan cucu yang berakhlak baik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuhan kakek nenek berhasil mewujudkan cucu yang berakhlak baik, dilihat dari tutur kata yang baik dan sopan, bangun pagi, sholat berjamaah di masjid, berdzikir dan membaca Al-Qur’an selepas sholat, berpuasa, mencintai Rasulullah, bersedekah, mandiri, jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
Dalam proses pengasuhannya kakek nenek menerapkan Islamic Parenting dengan 1) Metode kebiasaan, kakek nenek menanamkan kebiasaan bangun pagi, sholat berjamaah di masjid dan mengaji selepas sholat. 2) Metode keteladanan, kakek nenek selalu melaksanakan kebiasaan yang ditanamkan pada cucu sebagai teladan bagi cucu. 3) Metode nasehat, saat cucu melakukan kesalahan kakek dan nenek tidak pernah memberikan hukuman, melainkan nasehat dengan tutur kata yang baik dan lembut. 4) Metode perhatian, metode ini diwujudkan dengan pemenuhan kasih sayang dan dukungan kepada cucu
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..Peran Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Tenaga Pendidik dan Kependidikan di MTsN 8 Magetan
Jannah, Roykatul. 2024. Peran Kepala Madrasah dalam meningkatkan Kualitas Tenaga Pendidik (Guru) dan Kependidikan (TU) di MTsN 8 Magetan. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd.
Kata Kunci: Peran Kepala Madrasah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi sangat penting bagi mendorong kemajuan suatu madrasah. Madrasah dengan sumber daya manusia yang kurang memadai seperti kurangnya disiplin serta kurangnya pelatihan coaching oleh sebab itu kepala madrasah berkewajiban melakukan pembinaan terhadap sumber daya manusia yang tersedia seperti tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, agar memiliki kemampuan yang berkualitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Peran kepala madrasah sebagai Manajer dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, (2) Peran kepala madrasah sebagai Supervisor dalam meningkatkan kualitas kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, (3) Peran kepala madrasah sebagai Motivator dalam meningkatkan kualitas kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian dilakukan dengan empat tahapan yaitu, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Berdasarkan hasil analisis data di MTsN 8 Magetan ditemukan bahwa (1) Peran kepala madrasah sebagai Manajer a). Melakukan perencanaan pembelajaran dengan mengawasi guru menyiapkan silabus dan RPP, b). Mengorganizing menempatkan guru dan staf yang sesuai dengan jenjang pendidikannya, c). Memberikan kesempatan terhadap tenaga pendidik maupun kependidikan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki melalui kegiatan seminar, diklat dan MGMP serta memberikan ruang dan waktu untuk tenaga pendidik maupun kependidikan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, d). Melakukan evaluasi berupa rapat di setiap minggu dan bulan guna melihat sejauh mana progres yang sudah dilaksanakan dan dicapai. (2) Peran kepala madrasah sebagai Supervisor 1). Membantu guru dan staf dalam proses belajar dan menilai langsung kurikulum yang sedang dikembangkan serta menilai kinerja staf; 2). Memimpin sejumlah guru dan staf dalam mengembangkan potens
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETEHSIS, UPLOAD ULANG).. PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI MTSN 8 MAGETAN
Jannah, Roykatul. 2024. Peran Kepala Madrasah dalam meningkatkan Kualitas Tenaga Pendidik (Guru) dan Kependidikan (TU) di MTsN 8 Magetan. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd.
Kata Kunci: Peran Kepala Madrasah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi sangat penting bagi mendorong kemajuan suatu madrasah. Madrasah dengan sumber daya manusia yang kurang memadai seperti kurangnya disiplin serta kurangnya pelatihan coaching oleh sebab itu kepala madrasah berkewajiban melakukan pembinaan terhadap sumber daya manusia yang tersedia seperti tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, agar memiliki kemampuan yang berkualitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Peran kepala madrasah sebagai Manajer dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, (2) Peran kepala madrasah sebagai Supervisor dalam meningkatkan kualitas kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, (3) Peran kepala madrasah sebagai Motivator dalam meningkatkan kualitas kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian dilakukan dengan empat tahapan yaitu, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Berdasarkan hasil analisis data di MTsN 8 Magetan ditemukan bahwa (1) Peran kepala madrasah sebagai Manajer a). Melakukan perencanaan pembelajaran dengan mengawasi guru menyiapkan silabus dan RPP, b). Mengorganizing menempatkan guru dan staf yang sesuai dengan jenjang pendidikannya, c). Memberikan kesempatan terhadap tenaga pendidik maupun kependidikan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki melalui kegiatan seminar, diklat dan MGMP serta memberikan ruang dan waktu untuk tenaga pendidik maupun kependidikan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, d). Melakukan evaluasi berupa rapat di setiap minggu dan bulan guna melihat sejauh mana progres yang sudah dilaksanakan dan dicapai. (2) Peran kepala madrasah sebagai Supervisor 1). Membantu guru dan staf dalam proses belajar dan menilai langsung kurikulum yang sedang dikembangkan serta menilai kinerja staf; 2). Memimpin sejumlah guru dan staf dalam mengembangkan potensi kelompok, materi pelajaran serta kebutuhan peningkatan kualitas guru dan staf secara bersama, 3). Memberi evaluasi terhadap tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang dilaksanakan setiap satu semester sekali (3) Peran kepala madrasah sebagai Motivator a). Memberikan penghargaan secara intensif, b). Menyediakan sumber dan media belajar yang memadai
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP MOTIVASI DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VII DI SMPN 2 SLAHUNG
Nur Cahyanti, Endah. 2024. Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Terhadap Motivasi dan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran IPS Kelas VII di SMPN 2 Slahung. Skripsi. Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Risma Dwi Arisona, M.Pd.
Kata Kunci : Motivasi, Kemampuan Pemecahan Masalah, Model Student Facilitator and Explaining
Motivasi dan kemampuan pemecahan masalah menjadi hal penting dalam pembelajaran IPS untuk mendukung kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Hasil dari observasi peneliti di SMPN 2 Slahung menghasilkan bahwa proses pembelajaran yang aktif masih tergolong rendah dilihat dari partisipasi diantara siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan masih banyak peserta didik yang belum dapat menemukan cara penyelesaian suatu permasalahan pada pembelajaran IPS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) nilai rata-rata pretest dan posttest kelas kontrol; (2) nilai rata-rata pretest dan postest kelas eksperimen; (3) perbedaan motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah pada kelas kontrol dan eksperimen.
Adapun penelitian ini dirancang mengunakan metode kuantitatif berjenis kuantitatif eksperimen. Pengambilan data dilakukan melalui angket, pretest dan postest. Partisipan penelitian berasal dari siswa kelas VII di SMPN 2 Slahung. Data hasil penelitian kemudian di analisis menggunakan model Analisa deskriptif dan inferensial.
Berdasarkan analisa data ditemukan bahwa (1) pada kelas kontrol nilai rata-rata pretest motivasi belajar sebesar 34,50 dan nilai rata-rata posttest 48,70. Sedangkan kemampuan pemecahan masalah menghasilkan nilai rata-rata 50,43 dan nilai rata-rata postest 61,81. (2) pada kelas eksperimen nilai rata-rata pretest motivasi belajar sebesar 38,40 sedangkan nilai rata-rata posttest 62,78. Sedangkan kemampuan pemecahan masalah menghasilkan nilai rata-rata 53,45 dan nilai rata-rata postest 73,67. (3) rata-rata nilai postest motivasi belajar kelas kontrol < kelas eksperimen yaitu 48,70 < 62,78 yang berarti motivasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, pada hasil uji paired t-test, hasil yang di dapat yaitu sig.2 tailed sebesar 0,000 < 0,05 pengunaan model student facilitator and explaining lebih efektif. Sedangkan Rata-rata nilai postest kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol < kelas eksperimen yaitu 61,81 < 73,67 yang berarti kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, pada hasil uji paired t-test, hasil yang di dapat yaitu sig.2 tailed sebesar 0,003 < 0,05 pengunaan model student facilitator and explaining lebih efektif
Manajemen Kebijakan Program Double Track dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa di SMA Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun
Azmi, Anis Ulul. 2024. Manajemen Kebijakan Program Double Track dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa di SMA Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Afni Ma’rufah, M.Pd.
Kata Kunci: Manajemen, Program Double Track, Wirausaha
Di era sekarang ini banyak siswa SMA yang setelah lulus mereka memilih untuk bekerja. Untuk membekali mereka agar siap dalam dunia kerja dibutuhkan pembelajaran tambahan berupa keterampilan. Oleh karena itu, adanya Program Double Track ini menjadi solusi yang efektif bagi siswa SMA. Dengan tujuan untuk membekali siswa yang tidak melanjutkan keperguruan tinggi, sehingga dengan adanya program ini dapat membantu siswa dalam menumbuhkan semangat untuk meningkatkan minat berwirausaha.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini : (1) Untuk mengetahui dan menganalisis Perencanaan Program Double Track dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa di SMA Negeri 1 Dolopo. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis Pelaksanaan Program Double Track dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa di SMA Negeri 1 Dolopo. (3) Untuk mengetahui dan menganalisis Evaluasi Program Double Track dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa di SMA Negeri 1 Dolopo.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Untuk teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Model Miles, Huberman and Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah (1) Perencanaan program double track dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa di SMA Negeri 1 Dolopo yaitu dengan menentukan tujuan program, menentukan jurusan yang akan diambil, Anggaran dana yang diperlukan dan perangkat pembelajaran. (2) Pelaksanaan program double track dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa di SMA Negeri 1 Dolopo yaitu mengadakan pertemuan secara rutin dalam setiap minggunaya guna untuk memaksimalkan dalam pelatihan, menjalin kerja sama dengan pihak luar yaitu mitra dudi atau mitra usaha, dan memperhatikan kesungguhan dan kefokusan siswa selama pelaksanaan pelatihan. (3) Evaluasi program double track dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa di SMA Negeri 1 Dolopo yaitu penilaian siswa melalui ujian yang diberikan oleh pihak ITS karena pihak ITS tersebut selaku pembimbing program double track pusat yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur. Selanjutnya, dalam evaluasi ini terdapat tindak lanjut perlu diperhatikan yaitu sesaui dengan saran pihak ITS untuk sekolah bisa membuka swalayan tersendiri (DT Mart)
Pemaksaan Nikah Dini Perspektif Sosiologi Hukum (Studi Kasus di Desa Bedikulon Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo)
Sebagaimana tercantum dalam Pasal 6 Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019 ayat (1) tentang Perkawinan, perkawinan harus didasarkan pada persetujuan kedua belah pihak atau calon mempelai secara tertulis yang disahkan oleh Pegawai Pencatat Perkawinan. Persetujuan tersebut juga mengikat pihak ketiga yang terkait. Dalam Pasal 7 Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019 ayat (1) tentang Perkawinan, perkawinan hanya diizinkan jika pria dan wanita telah mencapai usia 19 tahun.
Rumusan dalam penelitian ini adalah Bagaimana alasan orang tua menikahkan anaknya di usia dini dalam perspektif sosiologi hukum? Bagaimana dampak sosiologis pernikahan dini di Desa Bedikulon Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo dalam perspektif sosiologi hukum?
Adapun skripsi ini menggunakan jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif, dimana peneliti berperan sebagai aktor sentral dalam pengumpulan dan pengolah data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara dan dokumentasi.
Dari penelitian yang dilakukan selama skripsi dapat disimpulkan bahwa alasan orang tua menikahkan anaknya di usia dini dalam perspektif sosiologi hukum, yaitu: Pertama, alasan ekonomi. Kedua, alasan agama. Ketiga, alasan hamil di luar nikah. Dampak sosiologis pernikahan dini di Desa Bedikulon Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo dalam perspektif sosiologi hukum dibagi menjadi 4, yang pertama dampak terhadap pasangan suami dan istri : tidak dapat memenuhi ataupun bahkan tidak tahu tentang hak dan kewajiban sebagai suami istri. Yang kedua dampak masing-masing keluarga : mendapat gunjingan atau kritik dari orang lain. Yang ketiga dampak hukum : pernikahan tersebut melanggar ketentuan undang-undang tersebut. Yang keempat dampak psikologis dan biologis : belum matangnya pola pikir dan belum ada kesiapan diantara suami-istri maka keharmonisan sulit didapatkan terlebih para pelaku masih meninggikan ego pribadi
. GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..PERAN GURU DALAM MENSTIMULUS KEMAMPUAN BERBAHASA PADA ANAK USIA DINI (STUDI KASUS DI RA MUSLIMAT NU 003 CEKOK, BABADAN, PONOROGO )
Bahasa merupakan alat komunikasi, dengan bahasa orang dapat saling bertegur sapa, bertukar pikiran untuk memenuhi kebutuhannya. Guru dan orang tua harus selalu memperhatikan perkembangan anak tersebut. Peran sebagai seorang pendidikanak usia dini yaitu peran untuk mengetahui bakat, minat yang dapat dimilki pada diri anak usia dini dalam pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini. Berdasarkan fakta yang ditemukan di RA Muslimat NU 003 Cekok Ponorogo permasalahan yang ditemukan yakni perkembangan kemampuan berbahasa anak usia dini yang belum optimal yaitu pada indicator aspek berbicara dan berpartisipasi dalam percakapan.
Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mendeskripsikan pada peran guru sebagai pelatih dalam menstimulus kemampuan berbahasa pada aspek berbicara pada anak usia dini di RA Muslimat NU 003 Cekok (2) Untuk mendeskripsikan pada peran guru sebagai pembimbing dalam menstimulus kemampuan berbahasa pada aspek berbicara anak usia dini di RA Muslimat NU 003 Cekok (3) untuk mendeskripsikan pada dampak dari peran guru dalam menstimulus kemampuan berbahasa anak usia dini pada aspek berbicara anak usia dini usia 4-6 Tahun di RA Muslimat NU 003 Cekok.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif deskriptif. Jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan Teknik analisis data menurut Miles dan Huberman langkah-langkahnya yaitu: (1) Reduksi data; (2) Display data; (3) Kesimpulan dan verifikasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) peran guru sebagai pelatih dalam menstimulus kemampuan berbahasa anak memberikan kegiatan yang dapat memfasilitasi anak dalam melatih berbicara dan media yang digunakan guru dalam melatih kelancaran dalam berbicaranya contoh kegiatan yaitu merangkai rangkaian huruf, membaca alphabet dasar. (2) peran guru sebagai pembimbing dalam menstimulus kemampuan berbahasa guru setiap hari membimbimbing anak dengan membangun komunikasi dengan anak sehingga kemampuan anak dalam berkomunikasi lisan bisa meningkat secara optimal contohnya diajak untuk bercakap, sedangkan di kelas menggunakan metode peran agar anak melatih untuk berbicara. (3) dampak dari peran guru dalam menstimus kemampuan berbahasa : perkembangan bahasa anak melalui berbicara dapat berkembang dengan teknik bercerita, dengan bercerita anak terlihat aktif ikut berbicara kepada guru, tahap perkembang bahasa anak akan berkembang dengan cara menuntun anak untuk melakukan kegiatan yang sedang dilakukan oleh guru seperti permainan tebak huruf