Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    Analisis Islamic Marketing Mix dalam Menarik Minat Beli Konsumen di Food court Pasar Baru Magetan

    No full text
    Minat beli konsumen terjadi setelah menerima insentif dari produk yang dilihatnya. Dari situlah berkembang suatu minat untuk mencoba produk tersebut dan pada akhirnya muncul keinginan membeli. Dalam Islamic Marketing Mix (Bauran Pemasaran Islam) terdapat beberapa unsur-unsur yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, yaitu produk (product), harga (price), lokasi (place), promosi (promotion), orang (people), proses (process), bukti fisik (physical Evidence), Janji (Promise), dan Sabar (Patience). Permasalahan yang terjadi yaitu terjadinya penurunan minat beli konsumen di Food court Pasar Baru Magetan. Pengetahuan yang rendah tentang Food court tertentu juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan turunnya minat beli konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Food court Pasar Baru Magetan Dalam Menarik Minat Beli Konsumen ditinjau dari perpektif Islamic Marketing Mix dan juga Dampak Minat Beli Konsumen Yang Ditimbulkan Akibat Didirikannya Food court Pasar Baru Magetan. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian lapangan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data pada penelitian ini antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa, pemasaran yang dilakukan di Food court Pasar Baru Magetan telah sesuai dengan Islamic Marketing Mix. Walaupun mayoritas penjual di Food court Pasar Baru Magetan adalah Muslim dan bahan baku berlabel halal, ada beberapa faktor penting yang perlu dipastikan untuk benar-benar menjamin kehalalan makanan. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli di tempat tersebut mencakup usia, gender, rasa baru, dan kenyamanan. Dampak positif dari upaya perbaikan yang dilakukan dalam peningkatan kenyamanan, kebersihan, dan penataan ruang yang lebih baik. Selain itu, pembukaan kembali air mancur juga memberikan nuansa yang berbeda dan menarik. Namun, ada juga dampak negatif yang perlu diperhatikan, seperti kesulitan bagi orang lanjut usia yang tidak dapat naik karena tangga yang tinggi, dan konflik antara pihak pengelola dan juru parkir

    Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Kelas X Di SMAN 1 Jetis Ponorogo Tahun Pelajaran 2023/2024

    No full text
    Anggrahini, Desy Kurnia. 2024. Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X di SMAN 1 Jetis Ponorogo Tahun Pelajaran 2023/2024.Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Fery Diantoro, M.Pd.I. Kata Kunci : Pelaksanaan, Pembelajaran Diferensiasi, PAI BP Kelas X Pendekatan berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran sesuai dengan keberagaman peserta didik dari gaya belajar, karakteristik, kebutuhan dan kemampuan masing�masing peserta didik. Ketika pembelajaran diferensiasi dapat diimplementasikan dengan baik, maka akan memunculkan perhatian terhadap perbedaan individu di antara beberapa peserta didik. Hal ini dapat memicu pendidik untuk merespons kebutuhan dan karateristik belajar setiap peserta didik secara khusus. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan (1) Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X (2) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi (3) Implikasi Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tahap observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan terdiri dari Kondesasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian tentang Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X adalah (1) pelaksanaan pembelajaran diferensiasi terdiri 3 tahapan yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap perencanaan, yang dimulai dari mengenali karakteristik peserta didik, melakukan tes diagnostic, membuat dan mengembangakan modul ajar. Tahap pelaksanaan, a. Diferensiasi konten: materi BTQ, meraih kesuksesan dalam kebaikan dan etos kerja, menjauhi akhlak mahdzmumah dan melakukan akhlak mahmudah. b. Diferensiasi proses: menggunakan metode tutor sebaya dan diskusi kelompok. c. Diferensiasi produk: meliputi adanya tes diagnostic dan aplikasi pendukung pembelajaran seperti canva. Tahap evaluasi terdiri dari teknik konseling dan coaching, forum sosialisasi, dan adanya penilaian ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester. (2) Faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran diferensiasi yakni kurang sinerginya pendidikan keluarga dan masyarakat, sebagian siswa bersifat introvert dan sulit berbaur, sedangkan faktor pendukungnya siswa memiliki semangat tinggi dalam proses pembelajaran, penggunaan media sosial dan aplikasi pendukung proses pembelajaran. (3) Implikasi Pembelajaran berdiferensiasi telah memenuhi kebutuhan peserta didik dari segi gaya belajar, karakteristik, kebutuhan dan kemampuan dari masing-masing peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna

    ...(LENGKAPI STEMPEL PADA LEMBAR PENGESAHAN DAN TAMBAHKAN WATERMARK, UPLOAD ULANG)...Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Pada Kelas IX di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo

    No full text
    Al Fajri, Hanif Musthofa. 2024.Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Pada Kelas IX di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing : Dr. Andhita Dessy Wulansari, M.Si Kata kunci : Evaluasi, Al-Qur’an Hadis Pendidikan adalah proses penting dalam mengubah sikap dan tingkah laku individu atau kelompok dalam mencapai kedewasaan melalui pengalaman, arahan, dan pelatihan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui inovasi dalam pembelajaran, termasuk media, materi, dan metode pembelajaran. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa penggunaan variasi metode pembelajaran tidak selalu berhasil secara keseluruhan, seperti yang terjadi di kelas IX MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadis. Oleh karena itu, diperlukan metode evaluasi yang tepat untuk mengetahui evaluasi dalam pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas IX di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an Hadis di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo digunakan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an Hadis pada siswa kelas IX di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo. Penelitian ini, menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan tujuan : (1) Untuk mengetahui hasil evaluasi konteks (2) Untuk mengetahui hasil evaluasi input (3) Untuk mengetahui hasil evaluasi proses (4) Untuk mengetahui hasil evaluasi produk. Hasil evaluasi penelitiaan ini, menunjukkan bahwa : (1) Evaluasi konteks, RPP yang guru susun sudah sesuai dengan materi pelajaran Al-Qur’an Hadis dan masuk dalam katagori penilian sangat baik (88,8%) sesuai dengan kriteria penilian evaluasi konteks (2) Evaluasi input, menunjukan kesesuaian latar belakang guru pengajar dengan bidang keilmuan yang diajarkan, fasilitas pembelajaran di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong masuk dalam kategori sangat baik (90%) sesuai dengan kriteria penilian evaluasi input, (3) Evaluasi proses, proses pelaksanaan pembelajaran Al-Qur'an Hadis belajar masuk dalam kriteria penilaian sangat baik (96,5%), akan tetapi siswa mengalami kesulitan dalam menerima variasi metode pembelajaran yang digunakan (4) Evaluasi produk, menunjukan bahwa nilai ujian siswa secara umum (72,3) tidak memenuhi kriteria minimum (KKM) mata pelajaran Al-Qur’an Hadis (75). Penelitiaan memberikan rekomendasi temuan masalah terkait kegiatan evaluasi pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an Hadis pada kelas IX di MTs Muhmmadiyah Yanggong 3 Ponorogo dengan model CIPP : (1) Evaluasi konteks, guru harus mencantumkan metode pembelajaran dalam RPP yang digunakan (2) Evaluasi Input, guru harus aktif dalam mengikuti perkembangan pendidikan dengan mengikuti pelatihan pelatihan, workshop dan juga, ikut serta dalam menjaga dan merawat sarana prsaransa pendidikan (3) Evaluasi Proses, guru harus menyesuikan variasi metode pembelajaran dengan materi pelajaran yang diajarkan (4) Evaluasi Produk, guru melakukan perbaikan nilai siswa dibawah KKM, perhatian pada prestasi siswa

    Analisis Hukum Islam Dan Fatwa DSN-MUI NO. 117/DSN-MUI /IX/2018 Terhadap SPinjam Dalam Aplikasi Shopee

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya pendapat para ulama’ terhadap praktik pinjaman pada fitur SPinjam di aplikasi Shopee pada hukum Islam dan fatwa DSN-MUI NO.117/DSN-MUI/IX/2018 yang berpendapat bahwasanya dalam sistem kerja pada fitur SPinjam di aplikasi Shopee sesuai dengan prinsip-prinsip syariah karena kerelaan ataran pihak-pihak terkait antara seorang kreditur dan debitur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana analisis hukum Islam dan Fatwa DSN-MUI NO. 117/DSN-MUI/IX/2018 terhadap akad SPinjam dalam aplikasi Shopee? serta Bagaimana analisis hukum Islam dan Fatwa DSN-MUI NO. 117/DSN-MUI/IX/2018 terhadap pengenaan denda SPinjam dalam aplikasi Shopee? Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian pustaka (library research) yang menggunakan metode deduktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mengemukakan dalil-dalil, teori-teori atau kententua yang bersifat umum. Analisis yang digunakan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi atau pengecekan keabsahan data. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam praktik pinjaman pada fiturb SPinjam di aplikasi Shopee dalam hukum Islam dianggap sah karena kerelaan antara pihak-pihak terkait antara seorang kreditur dan debitur. Sedangkan menurut pandangan fatwa DSN MUI No.117/DSN-MUI/II/2018 akad pinjaman dalam SPinjam sudah sesuai dengan prinsip syariah karena tidak mengandung riba, gharar, (ketidak jelasan akad), maysir (Spekulasi), tadli<s (tidak transparan), d}arar (bahaya), z}hulm (kerugian), dan haram. Pengenaan denda SPinjam pada aplikasi Shopee sudah sesuai dengan hukum Islam dan termasuk ta’wid} (ganti rugi). Dalam hukum Islam sendiri, ganti rugi yang dibebankan kepada pihak debitur akibat tidak melaksanakan perikatannya, baik karena kesalahannya sendiri atau karena ada sebab diluar kehendak debitur. Denda dalam SPinjam dikenakan kepada yang melakukan keterlambatan pembayaran,sehingga ia ingkar dari kesepakatan akad. Sedangkan pengenaan denda SPinjam pada aplikasi Shopee menurut analisis fatwa DSN MUI No.117/DSN-MUI/II/2018 adalah sudah sesuai dengan ketentuan ekonomi syariah. Hal tersebut juga dikuatkan dengan fatwa DSN No. 43/DSN-MUI/VIII/2004 tentang kebolehan ta’wid} (pengenaan denda)

    Strategi Fundraising Wakaf Sehari Seratus Rupiah Pada Kelompok Jama’ah Ibu-Ibu Yasinan Desa Nguri Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan

    No full text
    Mujtahidah,Amalia.Strategi Fundrasing Wakaf Sehari Seratus Rupiah Pada Kelompok Jama’ah Ibu-Ibu Yasinan Desa Nguri Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan. Skripsi.2024. Jurusan Manajemen Zakat Dan Wakaf, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Luhur Prasetyo Kata Kunci:Wakaf, Fundraising, Strategi Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kendala-kendala yang dialami oleh Tim Keagamaan Desa Nguri dalam melakukan proses penghimpunan (fundraising) wakaf sehari seratus rupiah pada kelompok jama’ah ibu-ibu yasinan Desa Nguri. Kendala tersebut di antaranya yaitu kurangnya pemahaman donatur atau wakif terhadap konsep wakaf tunai, sehingga berimbas pada penghimpunan dana wakaf. Fokus penelitian adalah: Bagaimana konsep wakaf sehari seratus rupiah di Desa Nguri Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan. Bagaimana strategi fundraising wakaf sehari seratus rupiah di Desa Nguri Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan. Apa faktor pendukung dan penghambat fundraising wakaf sehari seratus rupiah. Pada Penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif secara induktif. Kemudian menganalisis data dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang sudah dianalisis dikembangakan dan dicarikan datanya secara berulang-ulang menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep wakaf yang digunakan yaitu wakaf tunai, dalam pelaksanaannya menggunakan nominal seratus rupiah. 2) Strategi yang digunakan oleh tim keagamaan dalam mengoprasikan program wakaf sehari seratus rupiah yaitu strategi langsung dan tidak langsung. Dalam pelaksanaanya tim keagamaan melakukan proses fundraising secara langsung dengan alasan bahwa ketika melakukan fundraising secara langsung ini dapat sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang belum paham mengenai program yang dilakukan oleh tim keagamaan ini. 3) Faktor pendukung dan penghambat dalam proses fundraising wakaf sehari seratus rupiah yaitu dari faktor-faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal yang mendukung proses fundraising adalah figuritas seorang tokoh, sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, dan kemampuan menyalurkan program. Faktor eksternal yang mendukung program ini yaitu adanya dukungan dari pemerinah Desa Nguri. mayoritas penduduknya yang beragama Islam, potensi wakaf tunai yang tak terhingga alasanya adalah dalam konteks kemampuan berwakaf. Pemahaman wakif yang belum memadai. Kurangnya sosialisasi kepada Adapun faktor eksternal penghambat fundraising yaitu melekatnya budaya masyarakat tentang berwakaf benda atau tanah, kondisi keuangan yang belum stabil

    ...(SCAN LEMBAR BERTTD SESUAI ASLINYA/ TANPA WATERMARK,LENGKAPI STEMPEL PADA LEMBAR PENGESAHAN, UPLOAD ULANG)...Analisis Kemampuan Unit Usaha dalam Menunjang Biaya Operasional di Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat Madiun

    No full text
    LAZNAS Nurul Hayat Madiun merupakan Lembaga mandiri yang berkomitmen tidak mengambil hak amil untuk keperluan biaya operasional Lembaga terutama untuk gaji karyawan itu sepenuhnya diambilkan dari hasil laba unit usaha salah satunya unit usaha aqiqoh Nurul Hayat Madiun sedangkan untuk keperluan biaya operasional diambilkan dari hak amil, jadi hak amil tidak diberikan untuk amil melainkan digunakan untuk biaya operasional Lembaga. Unit usaha Nurul Hayat Madiun dalam menunjang biaya operasional Lembaga belum optimal terutama setelah masa pandemi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan unit usaha dalam menunjang biaya operasional yang dilakukan LAZ Nurul Hayat Madiun, menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat unit usaha dalam menunjang biaya operasional pada LAZNAS Nurul Hayat Madiun, serta penelitian ini juga bermaksud menganalisis bagaimana seharusnya LAZNAS Nurul Hayat Madiun dalam memaksimalkan dan mengelola seluruh unit usahanya sehingga dapat menunjang biaya operasional Lembaga. LAZNAS Nurul hayat madiun memiliki dua unit usaha untuk menunjang biaya operasional Lembaga yaitu unit usaha aqiqoh dan biro umroh. untuk mekanismenya dari semua karyawan yang ada di LAZNAS Nurul Hayat Madiun untuk untuk marketingnya dibagi yang pertama, dibagian penawaran kedua, dibagian penarikan ketiga, dibagian admin dan yang keempat, dibagian penyaluran. Faktor penghambat unit usaha Nurul Hayat Madiun dalam menunjang biaya operasional adalah masa transisi, selain itu yang menjadi penghambat unit usaha Nurul Hayat Madiun adalah pesaing yang tidak sehat, selain itu tingginya biaya operasional yang sangat berat bagi Lembaga. Sedangkan faktor pendukungnya Sadarnya Masyarakat mengenai betapa pentingnya melaksanakan aqiqoh, yang kedua Nurul Hayat Madiun juga memiliki relasi dalam membangun sebuah bisnis terutama pada unit usaha aqiqoh, yang ketiga unit usaha Nurul Hayat Madiun mempunyai brand yang netral, yang keempat unit usaha aqiqoh Nurul Hayat Madiun sudah mempunyai standar produk dari pusat. LAZNAS Nurul Hayat Madiun juga memiliki Langkah atau Solusi dalam mengoptimalkan unit usahanya diantaranya yang pertama dengan pola dan program yang baru, yang kedua menjaga kualitas produk, yang ketiga mengurangi SDM

    ...(LENGKAPI ABSTRAK, UPLOAD ULANG)...Analisis Hukum Positif Dan Hukum Islam Terhadap Kasus Scam Dan HackBack Jual Beli Akun Game Genshin Impact Di Instagram

    No full text
    Jual beli akun game genshin impact di instagram yang dilakukan oleh para pemain terdapat sebuah kasus scam dimana saat akad berlangsung objek barang yang sudah dibeli tidak diserahkan oleh penjual. Selain itu, terdapat kasus lain akun yang sudah dibeli oleh pembeli dalam kurun waktu tertentu akun tersebut diambil lagi (HackBack) oleh penjual, sehingga mengakibatkan kerugian besar yang dialami oleh pembeli. Berawal dari permasalahan tersebut, maka peneliti menemukan rumusan masalah, 1) bagaimana tinjauan hukum Positif dan hukum Islam terhadap adanya Scam dalam jual beli akun game genshin impact di instagram? 2) bagaimana tinjauan hukum Islam dan hukum Positif terhadap adanya HackBack jual beli akun game genshin impact di instagram?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yaitu Penelitian kualitatif, dan menggunakan pendekatan normatif. Data dalam penelitan ini yaitu, data tentang kasus scam dan hackback dalam jual beli akun game genshin impact dan Sumber datanya yaitu para penjual dan para pembeli akun game genshin impact. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini antara lain: 1) adanya scam dalam jual beli akun game genshin impact di instagram menyebabkan transaksi jual beli tersebut tidak sah baik menurut hukum Islam maupun hukum positif. Dalam hukum Islam, salah satu syarat sah jual beli adalah barang yang diperjualbelikan harus dapat diserahkan oleh penjual. Namun, karena akun tidak diserahkan, jual beli ini tidak sah dan termasuk jual beli yang batil. Selain itu, sebagaimana pasal 1320 KUHPerdata, pada syarat ketiga menyatakan bahwa objek perjanjian harus sudah ada atau berada di tangan pembeli pada waktu perjanjian dibuat. Scam ini melanggar syarat dalam perjanjian tersebut, sehingga jual beli akun tersebut tidak sah menurut hukum positif. 2) adanya Hackback dalam jual beli akun genshin impact di instagram menyebabkan tidak terpenuhinya syarat-syarat jual beli baik secara hukum positif maupun hukum Islam. Dalam hukum Islam, transaksi tersebut tidak sah karena akun tidak diserahkan kepada pembeli secara permanen, Dalam hukum positif, jual beli ini tidak sah karena objek perjanjian (akun) tidak sepenuhnya berada di tangan pembeli saat perjanjian dibuat, adanya hackback juga melanggar syarat keempat dalam perjanjian yaitu sebab yang halal, yang berarti isi perjanjian harus sesuai hukum dan norma. Berdasarkan Pasal 31 UU ITE, tindakan hackback ini merupakan intersepsi ilegal, membuat transaksi jual beli akun tersebut batal karena penjual meretas akun yang sudah dibeli pembeli dengan mengganti email dan kata sandi melalui verifikasi nomor telepon

    EFEKTIVITAS REVITALISASI PASAR WAGIR LOR NGEBEL PONOROGO TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PEDAGANG

    No full text
    Revitalisasi pasar merupakan upaya yang penting dalam memperbaharui dan mengembangkan pusat kegiatan ekonomi di suatu wilayah. Dengan mengimplementasikan strategi yang tepat, revitalisasi pasar dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan daya tarik bagi pengunjung, serta meningkatkan kesejahteraan bagi para pedagang dan masyarakat sekitarnya. Pasar tradisional memiliki peran vital dalam memutar roda perekonomian masyarakat yang ada disekitranya, tentu Pasar Wagir Lor juga demikian. Pasar Wagir Lor merupakan pasar yang terletak dalam kawasan wisata Telaga Ngebel. Mayoritas pekerjaan masyarakat disana berkebun, tentu masyarakat disana bergantung pada Pada Pasar Wagir Lor dalam menjual hasil kebun mereka. Pada awal observasi kondisi fisik pasar sudah tergolong baik, namun ada beberapa fasilitas seperti penerangan yang belum merata, dan toilet yang masih dalam kondisi tidak layak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja revitalisasi yang telah direalisasikan di Pasar Wagir Lor, mengetahui dan menganalisis sejauh mana efektivitas revitalisasi Pasar Wagir Lor, dan mengatahui dan menganalisis dampak revitalisasi Pasar Wagir lor. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian langsung yang dilakukan di lapangan. Teknik pengumpulan data di penelitian ini, dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap pihak pengelola dan pedagang Pasar Wagir Lor. Wawancara kepada 7 pedagang, 1 pengelola pasar, dan Kepala Desa Wagir Lor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang sudah merasa bersyukur atas program revitalisasi yang telah dilakukan, karena sebelumnya kondisi pasar yang sudah rusak dimakan usia, banyak atap yang hampir roboh. Pasca dilakukan revitalisasi bangunan pasar sudah dirasa lebih baik dan aktivitas jual beli juga semakin meningkat. Namun masih ada keluhan pedagang yang menunjukkan program revitalisasi menonjol pada segi fisik bangunan utama pasar saja tidak memerhatikan fasilitas pendukung seperti sanitasi toilet, penerangan pasar, dan pengelolaan dan penertiban pedagang liar. Selain itu masih banyak kios dan lapak pasar yang kosong, dan pedagang liar yang seharusnya di relokasi kedalam pasar masih belum berhasil terealisasi. Hal tersebut menujukkan bahwa program revitalisasi pasar masih kurang efektif

    ANALISIS JUAL BELI PAKAIAN BEKAS IMPOR PADA AKUN INSTAGRAM @VANJAVA_THRIFT_SHOP PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2022

    No full text
    Kristinawati, Elif. 2024. Analisis Jual Beli Pakaian Bekas Impor Pada Akun Instagram @Vanjava_Thrift_Shop Perspektif Hukum Islam Dan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2022. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Wahyu Saputra, M.H.Li. Kata Kunci/Keyword : Jual Beli, pakaian bekas, Hukum Islam Jual beli merupakan sebuah kesepakatan antara dua belah pihak untuk menukar sesuatu yang memiliki nilai secara sukarela. Suatu akad jual beli di katakan sebagai jual beli yang sah apabila jual beli itu disyariatkan, memenuhi rukun dan syarat sah yang di tentukan. Pada praktinya jual beli pakaian bekas impor di akun Instagram @Vanjava_Thrift_Shop terdapat ketidaktransparan atau tidak dicantumkannya harga secara jelas oleh penjual. Kesadaran hukum merupakan faktor kunci dalam menjaga kualitas produk jual beli. Kurangnya kesadaran ini dapat mengakibatkan ketidakpatuhan terhadap peraturan dan standar yang berlaku. Tingginya tingkat pelanggaran hukum telah menyebabkan penurunan kesadaran akan hak dan kewajiban individu, serta tanggung jawab sebagai anggota masyarakat. Dengan kesadaran hukum pelaku usaha pada Vanjava Thrift Shop memperjual belikan pakaian bekas impor tersebut masih secara terang-terangan meskipun sudah dilarang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2022. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana analisis Hukum Islam terhadap mekanisme pelaksanaan jual beli pakaian bekas impor pada akun Instagram @vanjava_thrift_shop? (2) Bagaimana kesadaran hukum pada pelaku usaha di akun Instagram @vanjava_thrift_shop terhadap peraturan larangan pakaian bekas impor? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis induktif. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Mekanisme jual beli pakaian bekas dalam akun Instagram @vanjava_thrift_shop belum sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam karena, belum memenuhi syarat sah jual beli. Harga tidak dicantumkan pada barang yang ditawarkan untuk dijual dan tidak diketahui, hal itu bisa menciptakan situasi gharar dalam transaksi jual beli. Pada vanjava thrift shop ini terdapat Khiyar Aib dan pembeli tidak diberikan hak untuk membatalkan transaksi jika barang yang diterima tidak sesuai dengan deskripsi yang disampaikan saat akad jual beli. (2) Kesadaran hukum pada pelaku usaha di akun instagram @Vanjava_Thrift_Shop terhadap peraturan larangan pakaian bekas impor sangat rendah yang diukur melalui empat indikator utama yakni, pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum, dan perilaku hukum. Faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran hukum seperti tingginya minat konsumen terhadap pakaian bekas impor, kondisi ekonomi yang kurang stabil, serta kurangnya penegakan aturan dan kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi perdagangan

    Manajemen Program Pendidikan Berbasis Budaya Religius dalam Peningkatan Mutu Lulusan Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Hikmah Pulung Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Sindy, Farales 2024, Manajemen Program Pendidikan Berbasis Budaya Religius dalam Peningkatan Mutu Lulusan SDIT Al-Hikmah Pulung Ponorogo. TESIS. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Umar Sidiq, M.Ag, Dr. Tintin Susilowati, M.Pd. Kata Kunci: Manajemen Program Pendidikan, Budaya Religius, Mutu Lulusan Program pendidikan berbasis budaya religius merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan pada lembaga pendidikan berbasis Islam. Adanya pendidikan berbasis budaya religius dapat meningkatkan mutu lulusan. Salah satu yang meningkat adalah dapat membentuk karakter siswa. Perbaikan karakter bisa ditanamkan melalui pendidikan keagamaan. Sekolah Dasar Islam Terpadu berusaha untuk menyelaraskan pengetahuan ilmu agama Islam dan juga ilmu umum. Menyelaraskan program dengan manajemen sehingga siswa terbiasa untuk menanamkan jiwa spiritual yang dapat menghasilkan pribadi siswa yang bermutu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis dalam melihat dari manajemen program pendidikan berbasis budaya religius yang ada di SDIT Al-Hikmah Pulung. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan program pendidikan berbasis budaya religius dalam peningkatan mutu lulusan SDIT Al-Hikmah (2) Memaparkan dan menganalisis pelaksanaan program pendidikan berbasis budaya religius dalam peningkatan mutu lulusan SDIT Al-Hikmah (3) Menjelaskan dan menganalisis implikasi program pendidikan berbasis budaya religius dalam peningkatan mutu lulusan SDIT Al-Hikmah. Untuk menjawab pertanyaan di atas peneliti menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data melalui tahap, pengumpulan data, reduksi data (pemilihan data sesuai tema), penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, (1) Perencanaan program pendidikan berbasis budaya religius SDIT Al-Hikmah Pulung mengacu pada visi dan misi serta tujuan yang telah dirumuskan bersama dan perencanaan program di klasifikasikan berdasarkan jangka waktu panjang, menengah dan pendek. (2) Pelaksanaan program juga diklasifikasikan berdasarkan kegiatan ekstrakurikuler, intrakurikuler dan kokurikuler yang diikuti dan diberikan siswa. Kemudian untuk perwujudan pelaksanaannya meliputi pembiasaan senyum, sapa dan salam, pembiasaan saling menghormati, puasa Senin dan Kamis, tadarrus Al-Qur’an, Sholat Dhuha berjamaah dan istigosah serta doa bersama. (3) Implikasi dari adanya program pendidikan berbasis budaya religius yang ada di SDIT Al-Hikmah Pulung adalah dengan meningkatnya karakter siswa. Meningkat dalam aspek akhlaq, amalan dan praktek-praktek keagamaan.   ABSTRACT Sindy, Farales 2024, Management of Religious Culture Based Education Programs in Improving the Quality of SDIT Al-Hikmah Pulung Ponorogo Graduates. THESIS. Postgraduate Islamic Education Management Study Program, Ponorogo State Islamic Institute. Supervisor Dr. Umar Sidiq, M.Ag, Dr. Tintin Susilowati, M.Pd. Keywords: Educational Program Management, Religious Culture, Quality of Graduates Religious culture-based education programs are activities that cannot be separated from Islamic-based educational institutions. The existence of education based on religious culture can improve the quality of graduates. One thing that has improved is being able to shape student character. Character improvement can be instilled through religious education. The Integrated Islamic Elementary School seeks to harmonize Islamic religious knowledge and general knowledge. Aligning the program with management so that students are accustomed to instilling a spiritual spirit that can produce quality student personalities. This research was motivated by the author's interest in looking at the management of religious culture-based education programs at SDIT Al-Hikmah Pulung.This research aims to (1) Know and analyze the planning of religious culture-based education programs (2) Know and analyze the implementation of religious culture-based education programs (3) Know and analyze the implications of religious culture-based education programs. To answer the questions above, the researcher used a case study type of research with a qualitative approach. The data collection techniques use interview, observation and documentation techniques. Meanwhile, data analysis techniques go through stages, data collection, data reduction (selection of data according to themes), data presentation, drawing conclusions/verification. From this research it can be concluded that, (1) The planning of SDIT Al-Hikmah Pulung religious culture-based education program refers to the vision and mission as well as goals that have been formulated together and program planning is classified based on long, medium and short term. (2) Program implementation is also classified based on extracurricular, intracurricular and cocurricular activities that students participate in and provide. Then the realization of its implementation includes the habit of smiling, saying hello and greetings, the habit of respecting each other, fasting on Mondays and Thursdays, tadarrus Al-Qur'an, Dhuha prayers in congregation and istigosah and praying together. (3) The implication of the existence of a religious culture-based education program at SDIT Al-Hikmah Pulung is to improve student character. Increase in aspects of morals, deeds and religious practices

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇