Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Efektivitas Penerapan Metode Problem Based Learning (PBL) dan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Hasil Belajar Fikih Siswa Kelas VII di MTs Darussalam Ketandan Dagangan Madiun
Nurmaiza, Mazlina. 2024. Efektivitas Penerapan Metode Problem Based Learning (PBL) dan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Hasil Belajar Fikih Siswa Kelas VII di MTs Darussalam Ketandan Dagangan Madiun. Skripsi, Jurusan pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Rihab Wit Daryono, M.Pd.
Kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Metode Problem Based Learning (PBL), Metode Contenxtual Teaching And Learning (CTL).
Pendidikan Agama Islam memiliki cabang mata pelajaran yang cukup banyak, salah satunya fikih. Pelajaran fikih merupakan mata pelajaran yang sangat vital dan bermanfaat, terutama untuk praktik keagamaan sehari-hari seperti materi salat Jumat. Akan tetapi 73,2% siswa di MTs Darussalam Ketandan Dagangan Madiun belum bisa mencapai hasil diatas KKM yaitu 75. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran fikih materi salat Jumat, diperlukan adanya metode yang mampu membuat siswa memahami materi yang sedang dipelajari dengan mudah, yaitu dengan menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Contextual Teaching and Learning (CTL).
Penelitian ini, bertujuan untuk (1) Mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL), dan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran fikih kelas VII di MTs Darussalam Ketandan Dagangan Madiun. (2) Mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar pre-test dan post-test dalam pembelajaran fikih kelas VII di MTs Darussalam Ketandan Dagangan Madiun. (3) Mengetahui efektivitas penggunaan metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran fikih kelas VII di MTs Darussalam Ketandan Dagangan Madiun.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, tipe quasi experiment dengan pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII MTs Darussalam Ketandan Dagangan Madiun Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 71 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, VII A sebanyak 23 siswa sebagai kelas eksperimen metode PBL, VII B sebanyak 24 siswa sebagai kelas eksperimen metode CTL, dan VII C sebanyak 24 siswa sebagai kelas uji coba. Teknik dalam pengumpulan data yaitu dengan menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengguakan validitas dan reliabilitas terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan tahap menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t (paired sample t- test), uji t (independend sample t-test), dan uji N-Gain.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) Hasil belajar siswa menggunakan metode PBL memperoleh hasil rata-rata pada nilai pretest adalah 49 dan posttest 74 sehingga meningkat sebesar 25%. sedangkan metode CTL memperoleh hasil rata-rata pada nilai pretest adalah 62 dan posttest adalah 70 sehingga meningkat sebesar 8%. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelas PBL dan CTL, terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai pretest kelas PBL dan CTL dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai posttest kelas PBL dan CTL (3) Terdapat adanya efektivitas dalam menerapkan metode PBL dan metode CTL pada siswa di MTs Darussalam Ketandan. Diketahui Nilai Gain menunjukkan rata-rata pada kelas PBL adalah 0,47 dalam kategori sedang dan kelas CTL adalah 0,18 dalam kategori rendah. Artinya tingkat efektivitas pada metode PBL lebih besar dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan menggunakan metode CTL
Analisis Faktor-Faktor Determinan Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Guru SMPN di Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi terkait disiplin kerja Guru di lingkungan SMPN Kecamatan Kauman yang menunjukkan bahwa masih terdapat guru yang terlambat dan tidak segera masuk kelas saat pergantian jam pelajaran. Peningkatan disiplin suatu lembaga pendidikan khususnya di SMP Negeri wilayah Kecamatan Kauman Ponorogo mutlak dilakukan agar produk kelulusan sekolah tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Ada beberapa faktor yang menentukan disiplin kerja guru di antaranya; 1) Punishment, 2)Motivasi, 3)Keteladanan Pemimpin (Kepemimpinan Kepala Sekolah), 4)Lingkungan sosial yang kondusif dan 5) lingkungan fisik yang nyaman.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini : 1) Untuk mendiskripsikan dan menganalisis apakah motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja guru SMPN di Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo. 2) Untuk memaparkan dan menganalisis apakah kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja guru SMPN di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. 3) Untuk menjelaskan dan menganalisis apakah lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja guru SMPN di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. 4) Untuk mendiskripsikan dan menganalisis apakah motivasi, Kepemimpinan Kepala Sekolah dan lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja guru SMPN di Kecamatan Kauman.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru SMPN di Kecamatan Kauman Ponorogo berjumlah 48 orang. Adapun teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan berganda.
Hasil analisis menunjukkan: 1) Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja guru SMPN di Kecamatan Kauman Ponorogo sebesar 56,3%. Sedangkan 43,7% dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yang tidak ada dalam pembahasan penelitian ini. 2) Kepemimpinan Kepala Sekolah berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja guru SMPN di Kecamatan Kauman Ponorogo sebesar 26,4%. Sedangkan 73,6% dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yang tidak ada dalam pembahasan penelitian ini. 3) Lingkungan kerja berpengaruh terhadap disiplin kerja guru SMPN di Kecamatan Kauman Ponorogo sebesar 43,1% sedangkan 56,9% dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. 4) Motivasi kerja, kepemimpinan Kepala Sekolah dan lingkungan kerja guru SMPN di Kecamatan Kauman Ponorogo sebesar 56,8%. Sedangkan 43,2% dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yang tidak ada dalam pembahasan penelitian ini
Pemanfaatan Tanaman Obat oleh Orang Tua untuk Menjaga Kesehatan Anak Di Dukuh Krajan Desa Ngrayun Ponorogo
Abstrak
Indah, Nurfitriasari, Anak usia dini pada masa keemasan (golden age) merupakan masa perkembangan yang harus diperhatikan dan distimulus dengan baik, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus beredarnya obat sirup batuk produksi beberapa perusahaan farmasi yang menyebabkan meningkatnya angka kasus penyakit Gangguan Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) yang dikejutkan pada pertengahan tahun 2022 lalu atas meningkatnya kasus GGAPA didominasikan anak usia 1-5 tahun. Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan penyakit yang sering terjadi pada anak usia dini diantaranya: batuk, demam, flu, diare dengan pemanfaatan tanaman obat yang diterapkan orang tua kepada anak usia 1-4 tahun yang ditemukan di Dukuh Krajan Desa Ngrayun Ponorogo yaitu dengan memanfaatkan tanaman obat seperti: jahe, kencur, kunyit, serai, temulawak, jeruk nipis dan madu untuk mengatasi masalah kesehatan pada anak.
Tujuan dari penelitian ini (1) mengetahui profil kesehatan anak usia dini di Dukuh Krajan Desa Ngrayun Ponorogo (2) peran orang tua dalam menjaga kesehatan anak menggunakan tanaman obat di Dukuh Krajan Desa Ngrayun (3) dampak tanaman obat terhadap kesehatan anak di Dukuh Krajan Desa Ngrayun Ponorogo.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan studi kasus, penelitian dilakukan di Dukuh Krajan Desa Ngrayun Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi dengan subjek tiga orang tua dari tiga anak usia dini yang berusia 1-4 tahun. Analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan proses analisis data yang bertujuan untuk menarik kesimpulan dari proses penelitian tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, pemanfaatan tanaman obat oleh orang tua untuk menjaga kesehatan anak dilakukan dengan baik dan penuh perhatian dengan menggunakan tanaman obat seperti: jahe, kencur, kunyit, serai, temulawak, jeruk nipis dan madu untuk mengatasi masalah penyakit pada anak, pembiasaan pola hidup sehat seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan badan dan lingkungan sekitar. Karena lingkungan yang sehat akan berdampak pada kualitas hidup dan sangat penting untuk diterapkan untuk pembiasaan anak usia dini dalam membentuk jiwa yang sehat. Dengan menjaga kebersihan badan dan lingkungan berdampak pada kesehatan tubuh anak, sehingga anak tampak aktif dalam bermain dan melakukan aktivitas, menampakan aura wajah yang ceria, pertumbuhan dan perkembangan yang baik meliputi: pertumbuhan tinggi, berat badan yang stabil. Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai obat herbal dan minat dalam pemanfaatan tanaman obat. Mengkonsumsi obat kimia berlebihan khususnya di usia dini dapat mengancam kesehatan tubuh anak.
Kata Kunci : Anak Usia Dini, Kesehatan, Tanaman Oba
Mutu Lulusan Smpn 3 Ponorogo Ditinjau Dari Faktor Kebijakan Kepala Sekolah, Layanan Bimbingan Konseling, Dan Karakter Peserta Didik
Ardian,Mahareni Sri, Mutu lulusan menjadi cerminan baik buruknya lembaga pendidikan, maka dari itu permasalahan terkait mutu lulusan perlu segera dicarikan solusi yang tepat. Sebagaimana yang terjadi pada SMPN 3 Ponorogo, di mana pada ajaran 2019/2020 dan 2020/2021 terdapat satu peserta didik yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Tentunya hal ini bukanlah hal yang remeh sehingga perlu dicarikan faktor kemungkinan yang melatarbelakanginya. Mengingat SMPN 3 Ponorogo memiliki berbagai sarana dan prasaran yang memadai untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Sementara itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui signifikansi pengaruh (1) kebijakan kepala sekolah terhadap mutu lulusan di SMPN 3 Ponorogo, (2) layanan bimbingan konseling terhadap mutu lulusan di SMPN 3 Ponorogo, (3) karakter peserta didik terhadap mutu lulusan di SMPN 3 Ponorogo, (4) kebijakan kepala sekolah, layanan bimbingan konseling, dan karakter peserta didik terhadap mutu lulusan di SMPN 3 Ponorogo.
Selanjutnya, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 193 responden yang terdiri dari alumni SMPN 3 Ponorogo tahun ajaran 2022/2023, melalui rumus Issac dan Michael didapatkan sampel berjumlah 129 responden. Pengambilan data melalui angket. Kemudian data dianalisa melalui regresi linier sederhana dan regresi linier berganda.
Hasil analisa menunjukkan bahwa adanya signifikansi pengaruh 1) kebijakan kepala sekolah terhadap mutu lulusan di SMPN 3 Ponorogo sebesar 42,6%, (2) layanan bimbingan konseling terhadap mutu lulusan di SMPN 3 Ponorogo sebesar 35,3%, (3) karakter peserta didik terhadap mutu lulusan di SMPN 3 Ponorogo sebesar 40,3%, (4) kebijakan kepala sekolah, layanan bimbingan konseling, dan karakter peserta didik terhadap mutu lulusan di SMPN 3 Ponorogo sebesar 82,5% dikarenakan peningkatan secara bersama-sama ketiga faktor akan lebih efektif dalam meningkatkan mutu lulusan.
Kata Kunci: Karakter Peserta Didik; Kebijakan Kepala Sekolah; Layanan Bimbingan Konseling; Mutu Lulusan
Analisis Praktik Jual Beli Netflix Sharing Premium Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen
Setyareni, Avreda Ayu. 2024. Analisis Praktik Jual Beli Netflix Sharing Premium Dalam Perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Lukman Santoso, M.H.
Kata Kunci: Jual Beli, Netflix Sharing Premium.
Kemajuan teknologi, khususnya internet, telah mengubah kebiasaan masyarakat dengan memunculkan dunia digital. Di Indonesia, popularitas smartphone dan aplikasi seperti Netflix semakin meningkat. Namun, akun Netflix sharing premium yang diperjualbelikan ini diperoleh secara illegal, bukan dari pihak resmi Netflix. Dan seringkali menimbulkan permasalahan terutama terkiat deskripsi uji coba yang tidak jelas atau rinci, seperti masa pemakaian yang dijanjikan satu bulan tetapi hanya bertahan satu minggu.
Penelitian ini mengambil rumusan masalah: (1) Bagaimana tinjauan hukum Islam dan Undang-undang perlindungan konsumen terhadap objek jual beli Netflix sharing premium? (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam dan Undang-udang perlindungan konsumen terhadap hak-hak pembeli dalam jual beli Netflix sharing premium?
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif lapangan (field research), dengan pendekatan yuridis-normatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode netnografi. Netnografi merupakan metode penelitian antropologi yang memanfaatkan internet untuk mengakses informasi publik yang dapat diakses oleh siapapun melalui media sosial
Dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa objek jual beli Netflix sharing premium di telegram dianggap fasid dalam hukum Islam karena objek yang dijual adalah barang illegal, yang dilarang. Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Perlindungan Konsumen, praktik ini juga melanggar hak kekayaan intelektual dan merugikan konsumen. Demikian pula, pembelian Netflix sharing premium di telegram tidak memenuhi rukun dan syarat jual beli dalam hukum Islam, seperti tidak adanya penggantian akun yang rusak, dan barang yang dijual tidak nyata atau cacat. Praktik ini termasuk penipuan dan melanggar Undang-Undang karena tidak memberikan keamanan daninformasi yang jelas kepada pembeli, serta respon penjual yang lambat saat diminta pertanggungjawaban
...(LENGKAPI STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG FORMAT PDF)...Uji Akurasi Arah kiblat Masjid-Masjid Di Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo Menggunakan Aplikasi Google Earth
ABSTRAK
Fatiyathurrachma, Annisa, 2024. “Uji Akurasi Arah kiblat Masjid-Masjid Di Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo Menggunakan Aplikasi Google Earth”. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I.
Kata Kunci: Akurasi, Arah kiblat, Google Earth.
Pelaksanakan ibadah Shalat harus memperhatikan syarat dan rukun Shalat. Sebelum melakukan ibadah Shalat juga harus mengetahui dan memenuhi syarat rukunya Shalat. Salah satu syarat sahnya Shalat yaitu menghadap kiblat. Dalam hal ini para ulama sepakat menghadap arah kiblat merupakan syarat sahnya Shalat maka orang Islam wajib menghadap ke arah kiblat dalam melaksanakan ibadah Shalat. Sepertihalnya Masyarakat Desa Jimbe Kecamatan Jenangan merupakan masyarakat yang beraneka ragam. Meskipun begitu tidak semua masyarakat sangat religius ada beberapa yang lingkungan masyarakatnya belum begitu menguasai dalam khazanah ke-Islamaan. Terutama dalam masalah ketepatan dalam arah kiblat masjid.
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana analisis terhadap Akurasi Arah kiblat Masjid-Masjid di desa Jimbe kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo menggunakan aplikasi Google Earth ? (2) Bagaimana analisis terhadap Deviasi Arah kiblat Masjid-Masjid di desa Jimbe kecamatan Jenangan kabupaten Ponorogo menggunakan aplikasi Google Earth ?
Adapun untuk jenis penelitian yang dilakukan peneliti dikategorikan pada penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Dalam penelitian, peneliti mengambil delapan masjid sebagai sampel penelitian kemudian dianalisis menggunakan teori yang telah dideskripsikan pada bab yang telah ditentukan.
Hasil Penelitian diketahui bahwa dari delapan sample Masjid, dari empat masjid tidak menghadap ke kiblat tetapi lurus menghadap menyerong kearah selatan dan tiga masjid lainnya menghadap sesuai kiblat. Peneliti mendapatkan hasil dari delapan masjid yang menjadi sample penelitian yang empat ada deviasi dan yang tiga tidak ada deviasi
Manajemen Program Double Track Dalam Menumbuhkembangkan Keterampilan Entrepreneurship Siswa Di SMAN 1 Wungu
SMA Double Track merupakan istilah yang diberikan kepada satuan pendidikan pada jenjang SMA yang menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) reguler dan pembekalan keterampilan secara berdampingan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Tujuan program ini ialah untuk mengurangi potensi pengangguran lulusan SMA yang kemungkinan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga melalui program tersebut mereka diberikan pelatihan agar mempunyai skill dan diharapkan dapat bekerja atau berwirausaha saat lulus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) perencanaan program double track dalam menumbuhkembangkan keterampilan entrepreneurship siswa di SMAN 1 Wungu; (2) pelaksanaan program double track dalam menumbuhkembangkan keterampilan entrepreneurship siswa di SMAN 1 Wungu; dan (3) evaluasi program double track dalam menumbuhkembangkan keterampilan entrepreneurship siswa di SMAN 1 Wungu.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan gambar dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah model Miles dan Huberman, Saldana, meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisa data ditemukan bahwa (1) Perencanaan program double track di SMAN 1 Wungu meliputi dua tahapan yaitu pengajuan proposal atau mengajukan surat pengajuan peserta double track kepada ITS dan melakukan pemetaan siswa melalui penyebaran angket. Program tersebut ada karena masih banyak lulusan yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Program tersebut dilaksanakan di sekolah diluar jam pelajaran reguler yang melibatkan kepala sekolah, tim double track, guru, dan siswa melalui kerja sama dengan DUDI. (2) Pelaksanaan program double track di SMAN 1 Wungu dimulai dengan melakukan pendataan siswa hingga seleksi tes wawancara. Pelaksanaan program ini memaksimalkan pelatihan desain grafis dan pengolahan pastry bakery sekaligus keterampilan entrepreneurship peserta didik melalui kerja sama dengan DUDI. (3) Evaluasi program double track di SMAN 1 Wungu ada dua, yaitu evaluasi formatif berupa rapat koordinasi rutin yang dilaksanakan setiap triwulan dan dihadiri semua tim double track sekolah. Kedua, evaluasi sumatif yang dilakukan ITS melalui ujian/tes tulis diakhir kegiatan. Hasil evaluasi membuktikan program tersebut sudah berjalan cukup baik, meski menuai kendala sekolah mempunyai solusi seperti dimilikinya DT Mart sederhana, bekerjasama dengan DUDI, mengikuti event, memotivasi siswa, dan dari program tersebut memberikan dampak signifikan bagi peningkatan keterampilan entrepreneurship siswa
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..IMPLEMENTASI PRINSIP AL-TA’ĀWUN (TOLONG MENOLONG) DALAM PEMBIAYAAN MURĀBAHAH DI BSI KCP MOJOAGUNG JOMBANG
ABSTRAK
Sa’diyah, Dewi. Implementasi Prinsip Al-Ta’āwun (Tolong Menolong) Dalam
Pembiayaan Murābahah Di BSI KCP Mojoagung Jombang. Skrispsi, 2023.
Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut
Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Unun Roudlotul Janah,
M.Ag.
Kata Kunci: Al-ta’āwun , Pembiayaan, Murābahah.
Pembiayaan murābahah sangat bermanfaat untuk nasabah disaat
kekurangan dana dan membutuhkan barang, dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan hidupnya atau peningkatan usaha, maka nasabah dapat meminta BSI
KCP Mojoagung Jombang untuk memenuhi kebutuhan dengan pembayaran yang
dilakukan secara cicilan dalam kurun waktu yang disepakati. Prinsip al-ta’āwun
merupakan prinsip saling membantu dan bekerja sama antara anggota masyarakat
dalam kebaikan. Salah satu esensi penerapan prinsip al-ta’āwun dalam pembiayaan
murābahah, implementasinya terutama akan tampak ketika salah satu pihak
menghadapi kesulitan, dalam hal ini ketika nasabah mengalami penurunan tingkat
kemampuan membayar.
Penelitian ini dilakukan di BSI KCP Mojoagung Jombang dengan
menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Adapun sifat pada
penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang dibutuhkan
dalam penelitian yaitu sumber data primer yang diperoleh secara langsung dari
sumber aslinya. Dalam hal ini sumber data diperoleh dari narasumber (informan)
menggunakan metode wawancara dengan pihak-pihak yang terkait. Setelah semua
data terkumpul maka peneliti menganalisis dengan menggunakan teknik analisis
data kualitatif dengan metode deduktif.
Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip alta’āwun dalam pembiayaan murābahah sudah diterapkan dengan baik pada akad
pembiayaan murābahah dan sistem pembayaran angsuran, sedangkan pada
penyelesaian wanprestasi prinsip al-ta’āwun belum sepenuhnya diterapkan karena
kebijakan tertentu. Bank melakukan pembiayaan sesuai dengan prinsip syariah,
salah satunya prinsip al-ta’āwun. Selain untuk terwujudnya bank yang sehat, BSI
juga ingin selalu menjaga citra baik bank. Sikap al-ta’āwun sudah tertanam pada
diri setiap karyawan secara lahiriyah. Selain salah satu wujud sikap kemanusiaan,
tolong menolong juga merupakan salah satu kewajiban sebagai seorang hamba
kepada hamba yang lain. Penerapan ini merupakan upaya meminimalisir adanya
wanprestasi pada pembiayaan murābahah
TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP PERILAKU KONSUMEN PENGGUNA SHOPEE PAYLATER DI KALANGAN MAHASISWA IAIN PONOROGO
ABSTRAK
Triningrum, Asiyah, 2024, Tinjauan Sosiologi Hukum Terhadap Perilaku Konsumen Pengguna Shopee Paylater di Kalangan Mahasiswa IAIN Ponorogo, Skripsi, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Abid Rohmanu, M.H.I
Kata Kunci: Shopee PayLater, Konsumsi, Perilaku
Mahasiswa menjadi salah satu target dari adanya perkembangan teknologi PayLater. Mahasiswa dapat dengan mudah memiliki barang yang di inginkan meskipun belum memiliki uang yang cukup untuk membelinya melalui Shopee PayLater. Kemudahan dalam menggunakan layanan Shopee PayLater dapat menimbulkan sikap berlebihan atau boros dalam memenuhi keinginan tanpa memikirkan risiko yang akan timbul ke depannya. Selain itu layanan Shopee PayLater terdapat unsur riba di dalamnya, karena terdapat ketentuan denda di awal perjanjian jika mengalami keterlambatan pelunasan tagihan.
Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin meneliti lebih lanjut dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Faktor-faktor apakah yang melatarbelakangi penggunaan Shopee PayLater di kalangan mahasiswa IAIN Ponorogo? (2) Bagaimana tinjauan sosiologi hukum terhadap perilaku penggunaan Shopee PayLater di kalangan mahasiswa IAIN Ponorogo?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode (field research). Kemudian penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah metode induktif.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan keputusan penggunaan Shopee PayLater mahasiswa IAIN Ponorogo memiliki beberapa faktor yaitu Pertama, faktor budaya digital. Kedua, faktor impulsivitas. Ketiga, faktor ekonomi. Keempat, faktor lingkungan. Kelima, faktor pendidikan. Tindakan mahasiswa dalam menggunakan layanan Shopee PayLater mengandung kemaslahatan dan kemudharatan. Adapun tindakan mahasiswa dalam menggunakan layanan Shopee PayLater ditinjau dari teori tindakan mempunyai orientasi pada tindakan yang berlandaskan tujuan, tindakan yang memiliki suatu nilai, tindakan yang didorong oleh emosional atau perasaan, dan tindakan yang bersifat tradisional
Perbandingan Kepuasan Nasabah Dalam Menggunakan Mobile Banking Bank Muamalat Indonesia Dan Bank Syariah Indonesia Pada Masyarakat kabupaten Ponorogo
Nurcahyani, Wahyu Dwi. Perbandingan Kepuasan Nasabah dalam Menggunakan Mobile banking Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Indonesia pada Masyarakat Kabupaten Ponorogo. Skripsi. 2024. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Tiara Widya Antikasari, M.M.
Kata Kunci: Mobile banking, Kepuasan Nasabah, Perbankan
Mobile banking merupakan saluran distribusi bank yang digunakan untuk mengakses rekening yang dimiliki nasabah dengan teknologi penyampaian data melalui handphone. Kecanggihan mobile banking adalah dapat diakses melalui smartphone secara maksimal. Kepuasan nasabah merupakan kesesuaian antara harapan dengan hasil dari apa yang telah diperoleh. Dalam tingkatan kepuasan adalah fungsi dari yang membedakan antara kinerja dengan sebuah harapan.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membandingkan kepuasan nasabah dalam menggunakan BMI mobile banking dan nasabah pengguna BSI mobile banking dengan beberapa indikator. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan nasabah pengguna BMI mobile banking dan BSI mobile banking. Dan untuk mengetahui apa saja dampak dari kepuasan nasabah dalam menggunakan BMI mobile banking dan BSI mobile banking. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dimana peneliti lebih cenderung menggunakan analisis dan landasan teori dimanfaatkan sebagai gambaran umum untuk bahan pembahasan hasil penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perbandingan kepuasan nasabah BMI mobile banking terletak pada aplikasi mudah digunakan, layanan mudah dijangkau, dan dapat diandalkan. Sedangkan pada BSI mobile banking terletak pada inovasi produk dan aman. Sedangkan faktor yang mempengaruhi terhadap kepuasan nasabah BMI adalah kualitas layanan, kualitas produk, harga dan pribadi. Sedangkan faktor yang mempngaruhi BSI adalah kualitas layanan, kualitas produk, dan harga. Selanjutnya dampak dari kepuasan nasabah BMI mobile banking loyal, mengulang kembali pembelian produk, dan membeli produk lain. Sedangkan nasabah BSI mobile banking loyal dan mengulang kembali pembelian produk