Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
Pengaruh Gaya Hidup, Literasi Keuangan, dan Lingkungan Sosial Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah
Perkembangan zaman dan dampak globalisasi yang begitu terasa membuat pola perilaku konsumsi masyarakat mengalami pergeseran dan cenderung ke arah konsumsi yang tidak berorientasi pada kebutuhan primer. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok konsumen remaja dan dikenal sebagai individu berpendidikan. Pendidikan mengenai literasi keuangan didapatkan sebagai bekal mengelola keuangan dengan baik. Namun keadaan dilapangan diketahui bahwa literasi keuangan yang dimiliki mahasiswa KIP Kuliah belum sepenuhnya bisa diterapkan dan mampu mewujudkan kesejahteraan finansial mahasiswa, sebab ditemukan sebagian mahasiswa penerima KIP Kuliah yang kebingungan karna kehabisan uang ketika akhir semester. Didukung dengan gaya hidup hedon serta lingkungan sosial di kampus yang memiliki peran besar dalam mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa.
Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh gaya hidup, literasi keuangan, dan lingkungan sosial terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yaitu Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS 25. Analisis yang dipakai yaitu uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil uji, terdapat kesimpulan: (1) Variabel gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah. (2) Variabel literasi keuangan pengaruh negatif dan signifikan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah. (3) Variabel lingkungan sosial pengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah. (4) Variabel gaya hidup, literasi keuangan, dan lingkungan sosial berpengaruh secara simultan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah
..(TAMBAHKAN DAFTAR PUSTAKA, UPLOAD ULANG)..Pengelolaan Gangguan Sosio Emosional Pra Remaja Pada Kegiatan Kepramukaan Di MI Ma'arif Polorejo
Setiap individu yang memasuki masa pra remaja dihadapkan pada permasalahan penyesuaian sosial, menentukan pilihan dalam proses berinteraksi dengan orang lain. Pembentukan pribadi, tingkah laku dan perilakusosial pada masa remaja awal banyak yang ditentukan oleh pengaruh lingkungan dan keluarga. Jika hal tersebut tidak memberikan pengaruh dengan baik maka individu akan kesulitan dan mengalami hambatan dalam perkembangan sosialnya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode observasi dan wawancara secara langsung kepada subjek yang merupakan 9 orang sebagai peserta didik dan 6 orang sebagai subjek pendukung yang merupakan saudara terdekat dan guru kelas dari peserta didik.
Dalam penelitian ini, diperoleh hasil bahwa faktor penyebab terjadinya gangguan sosial emosional pra remaja adalah faktor kondisi keluarga, sosial pertemanan, usia. Bentuk perubahan perilaku sosial emosional ditandai dengan individu yang mudah menangis, emosi meledak-ledak, pelampiasan amarah dengan melempar barang disekitar, membully dan melakukan perundungan terhadap sesama teman yang lain, berkata kasar, mengolok olok guru juga pembina pendamping. Bentuk pengelolaan sosial emosional yang dilakukan berupa menyusun program pengelolaan amarah bagi remaja yang berisiko terhadap perilaku agresif, dengan menggunakan pendekatan perilaku kognitif-perilakuan, yang dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam mengenal dan pengelolaan amarah, selain itu pembina pendamping juga melakukan pendekatan nilai keagamaan dengan peserta didik dan membangun komunikasi dengan orang tua peserta didik
Tinjauan Maqasid Syari'ah Terhadap Pemenuhan Nafkah Pasangan Suami Isteri Yang Menikah Di Bawah Umur (Studi Kasus Di Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi)
‘Abidah, Zaiyana Nur, 2024. Tinjauan Maqa>s}id Syari’ah Terhadap Pemenuhan Nafkah Pasangan Suami Isteri Yang Menikah Di Bawah Umur (Studi Kasus Di Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi).
Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakukltas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Khairil Umami, M.S.I.
Kata Kunci/Keyword : Pernikahan Di Bawah Umur, Nafkah, Kecamatan Padas.
Pernikahan di bawah umur adalah pernikahan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan yang kedua atau salah satunya belum mencapai umur dan juga belum matang secara jasmani dan rohaninya. Di bawah umur yang dimaksud yaitu seseorang tersebut belum berumur 19 tahun dan masih menjadi tanggungjawab kedua orang tuanya. Dampak pada pernikahan di bawah umur terdapat dampak positif dan dampak negatif. Dampak yang dialami pada pasangan suami istri yang menikah di bawah umur juga mempengaruhi kehidupan setiap harinya. Dampak positif untuk kehidupan setiap hari baik secara lahir maupun batin, dan untuk dampak negatif untuk setiap harinya terkadang lahir dan batinnya baik dan juga terkadang buruk secara lahir dan batin pada kehidupan setiap harinya.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana tinjauan maqa>s}id syari’ah terhadap pelaksaan pemenuhan nafkah pasangan suami isteri yang menikah di bawah umur di Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi?. Bagaimana tinjauan maqa>s}id syari’ah terhadap dampak pernikahan di bawah umur pada pemenuhan nafkah keluarga di Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi?.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara secara mendalam, dan dokumen serta menggunakan teknik penulisan berupa deskriptif-analitis, yang artinya penulis mendeskripsikan masalah kemudian dianalisis menggunakan teori-teori yang telah dijabarkan pada bab yang telah ditentukan.
Berdasarkan hasil penelitian, pada dasarnya bahwa pelaksanaan pemenuhan nafkah pasangan suami istri yang menikah dibawah umur di Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi belum sepenuhnya tercukupi oleh suami dan juga ada yang sudah terpenuhi oleh suami. Untuk keluarga yang bisa mencukupi kebutuhan nafkahnya maka pemeliharaan jiwa, akal, dan hartanya bisa terpenuhi dengan sempurna. Tetapi jika suami yang tidak bisa memberikan nafkah sepenuhnya, maka pemeliharaan jiwa, akal, dan harta untuk isterinya tidak sempurna. Adapun dampak positifnya suami atau keduanya (suami dan istri) bisa memenuhi nafkahnya sendiri dan hidup mereka aman, damai, dan sejahtera yang bisa menjadikan pemeliharaan akal dan jiwa isteri tidak terganggu. Sedangkan dampak negatifnya yaitu adanya sebagian keluarga yang belum bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga masih ada bantuan atau campur tangan dari orang tua suami maupun orang tua isteri. Sehingga dengan adanya dampak negatif dan dampak positif, maka muncul tidak terpenuhinya nafkah yang bisa mengakibatkan isteri tidak bisa memelihara akal dan jiwanya karena nafkah tidak sepenuhnya terpenuhi
Pengelolaan Gangguan Sosio Emosional Pra Remaja Pada Kegiatan Kepramukaan Di MI Ma'arif Polorejo
Setiap individu yang memasuki masa pra remaja dihadapkan pada permasalahan penyesuaian sosial, menentukan pilihan dalam proses berinteraksi dengan orang lain. Pembentukan pribadi, tingkah laku dan perilakusosial pada masa remaja awal banyak yang ditentukan oleh pengaruh lingkungan dan keluarga. Jika hal tersebut tidak memberikan pengaruh dengan baik maka individu akan kesulitan dan mengalami hambatan dalam perkembangan sosialnya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode observasi dan wawancara secara langsung kepada subjek yang merupakan 9 orang sebagai peserta didik dan 6 orang sebagai subjek pendukung yang merupakan saudara terdekat dan guru kelas dari peserta didik.
Dalam penelitian ini, diperoleh hasil bahwa faktor penyebab terjadinya gangguan sosial emosional pra remaja adalah faktor kondisi keluarga, sosial pertemanan, usia. Bentuk perubahan perilaku sosial emosional ditandai dengan individu yang mudah menangis, emosi meledak-ledak, pelampiasan amarah dengan melempar barang disekitar, membully dan melakukan perundungan terhadap sesama teman yang lain, berkata kasar, mengolok olok guru juga pembina pendamping. Bentuk pengelolaan sosial emosional yang dilakukan berupa menyusun program pengelolaan amarah bagi remaja yang berisiko terhadap perilaku agresif, dengan menggunakan pendekatan perilaku kognitif-perilakuan, yang dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam mengenal dan pengelolaan amarah, selain itu pembina pendamping juga melakukan pendekatan nilai keagamaan dengan peserta didik dan membangun komunikasi dengan orang tua peserta didik
Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan (Studi Kasus di SMPN 2 Slahung)
Kajian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kepala sekolah yang cenderung lebih fokus pada tugas-tugas administratif dan banyak yang tidak begitu tertarik pada kinerja guru dan tenaga kependidikan, kinerja ini perlu untuk diperhatikan serta ditingkatkan karena akan berdampak kepada kualitas dan keberhasilan lembaga pendidikan dalam mewujudkan visi, misi serta tujuan sekolah. kepala sekolah merupakan manager dilembaga pendidikan yang semestinya menjadi panutan bagi seluruh warga sekolah dan dapat menyusun berbagai program sekolah khususnya bagi peningkatan kinerja guru dan tenaga kependidikan.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu: (1) Untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi manajerial kepala sekolah dalam perencanaan program peningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan SMPN 2 Slahung, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi manajerial kepala sekolah dalam pelaksanaan program peningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan SMPN 2 Slahung, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi manajerial kepala sekolah dalam mengevaluasi program peningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan di SMPN 2 Slahung.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan pengambilan kesimpuan, yang merupakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Untuk menguji keabsahan dan kredibilitas data menggunakan cara meningkatkan ketekunan dan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini adalah (1) Kompetensi kepala sekolah dalam perencanaan program peningkatan kinerja guru dan tenaga kependidikan di SMPN 2 Slahung diawali dengan merumuskan tujuan, mengidentifikasi masalah, dan menentukan program bersama dengan Tim Penjamin Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS). Perencanaan program dilakukan sekali dalam setahun pada awal tahun ajaran baru, adapun programnya meliputi workshop, bimtek, IHT (in house Training), diklat, program belajar mandiri, serta melakukan monitoring dan supervisi secara berkala. (2) Kompetensi kepala sekolah dalam pelaksanaan program peningkatan kinerja guru dan tenaga kependidikan yaitu dengan memberikan dorongan dan menggerakkan guru dan tenaga kependidikan agar terlibat dalam program, program tersebut dilaksanakan minimal satu tahun sekali sesuai dengan kebutuhan sekolah, selain itu kepala sekolah juga melakukan monitoring dan pengawasan terhadap kinerja dan program yang dilaksanakan, (3) Kompetensi kepala sekolah dalam evaluasi program peningkatan kinerja guru dan tenaga kependidikan dilakukan secara periodik, yang didasarkan pada beberapa laporan program dan laporan kinerja serta hasil monitoring yang dilakukan, hal tersebut dapat mempengaruhi peningkatan kinerja. Dibuktikan dengan guru dan tenaga kependidikan di SMPN 2 Slahung yang mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing
Intensifikasi Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Upaya Mengoptimalkan Moralitas Siswa di MTs Terpadu Hudatul Muna Jenes Ponorogo
ABSTRAK
Fitriani, Sofia. 2024. Intensifikasi Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Upaya Mengoptimalkan Moralitas Siswa di MTs Terpadu Hudatul Muna Jenes Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Bustanul Yuliani, M.Pd.I.
Kata Kunci: Intensifikasi nilai, Profil Pelajar Pancasila, Optimalisasi Moralitas
Profil pelajar Pancasila merupakan kurikulum terbaru dengan konsepnya yang membebaskan siswa untuk berfikir secara bebas sesuai dengan potensi yang dimilikinya guna mempersiapkan kehidupan sebagai salah satu warga masyarakat. Dalam upaya menanamkan kebiasaan yang baik melalui nilai-nilai profil pelajar Pancasila. Berbagai penelitian terkait nilai profil pelajar Pancasila telah banyak dilakukan, namun belum ada yang mengambil fokus pada optimalisasi moralitas siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan strategi intensifikasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila di MTs Terpadu Hudatul Muna Jenes Ponorogo; (2) menganalisis kontribusi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam upaya mengoptimalkan moralitas siswa di MTs Terpadu Hudatul Muna Jenes Ponorogo; (3) menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat intensifikasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam upaya mengoptimalkan moralitas siswa di MTs Terpadu Hudatul Muna Jenes Ponorogo.
Adapun dalam penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode kualitatif dengan bentuk pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi. Partisipan penelitian bersumber dari kepala sekolah, guru di MTs Terpadu Hudatul Muna Jenes Ponorogo. Data dari hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data menurut Miles, Huberman dan Johnny Saldana Matthew meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisa data ditemukan bahwa (1) strategi intensifikasi nilai- nilai Profil Pelajar Pancasila menunjukkan adanya nilai yang pertama Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia yang baik. Adanya nilai mandiri yang telah dibiasakan. Nilai bernalar kritis yang telah diajarkan. (2) kontribusi nilai-nilai profil pelajar Pancasila dalam upaya mengoptimalkan moralitas siswa diantaranya terdapat nilai Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia yang ditanamkan, kemudian nilai berkebhinekaan global sebagai pelajar yang baik, nilai gotong royong terhadap sesama, nilai mandiri melalui tanggung jawab sebagai pelajar, nilai bernalar kritis yang tinggi, dan nilai kreatif yang dapat mampu dikembangkan. (3) Faktor pendukung proses intensifikasi nilai-nilai profil pelajar Pancasila adalah setiap guru yang bertanggung jawab dalam profil pelajar Pancasila difasilitasi oleh sekolah. Adapun faktor penghambat berasal dari sarana prasarana yang kurang memadai, dan berasal faktor lingkungan
PENYELESAIAN PEMBIAYAAN BERMASALAH PADA AKAD MURᾹBAḤAH PERSPEKTIF FATWA DSN MUI (Studi Kasus di BMD Syariah Barat Magetan)
Amindhartik, Novia 2024. Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Pada Akad Murābaḥah Perspektif Fatwa DSN MUI (Studi Kasus di BMD Syariah Barat Magetan). Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Septiyan Hudan Fuadi, M.E.Sy.
Kata Kunci/Keywords: Pembiayaan Bermasalah, Murābaḥah, Fatwa DSN MUI.
Penelitian ini di latar belakangi dengan terjadinya rescheduling (penjadwalan kembali) tanpa penagihan ke rumah nasabah dan rescheduling (penjadwalan kembali) disertai penagihan ke rumah nasabah dalam proses penyelesaian pembiayaan bermasalah pada akad murābaḥah di BMD Syariah Barat Magetan. Langkah tersebut dilakukan oleh BMD Syariah Barat Magetan sebagai strategi dalam menurunkan angka pembiayaan bermasalah pada akad murābaḥah yang membengkak pada bulan Agustus tahun 2023. Dengan membengkaknya angka pembiayaan bermasalah pada akad murābaḥah tersebut, berdampak juga terhadap tingginya minus kas BMD Syariah Barat Magetan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah analisis Fatwa DSN-MUI terhadap penyelesaian pembiayaan bermasalah pada akad murābaḥah di BMD Syariah Barat Magetan dan analisis efektivitas penyelesaian pembiayaan bermasalah pada akad murābaḥah di BMD Syariah Barat Magetan.
Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah reduksi data (merangkum), data display (menyajikan data dalam bentuk uraian singkat) dan conclusion drawing (penarikan kesimpulan).
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tahapan rescheduling (penjadwalan kembali) yang disertai penagihan secara langsung ke rumah nasabah yang dilakukan BMD Syariah Barat Magetan dalam proses penyelesaian pembiayaan bermasalah pada akad murābaḥah telah sesuai dengan Fatwa DSN MUI dan tahapan tersebut dikatakan efektif. Hal itu dibuktikan dengan penurunan angka pembiayaan bermasalah pada akad murābaḥah yang kemudian berdampak pada penururan minus kas BMD Syariah Barat Magetan
Pengaruh Inflasi, Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Dan Return On Asset (ROA) Terhadap Total Aset Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Periode 2020-2022
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya ketidaksesuaian antara teori dan fakta. Faktanya dalam penelitian ini inflasi mengalami kenaikan diikuti dengan kenaikan total aset tetapi didalam teori apabila inflasi naik ini dapat menyebabkan total aset bank menurun, BOPO naik diikuti dengan kenaikan total aset, didalam teori ketika BOPO naik menyebabkan total aset menurun, ROA turun diikuti dengan kenaikan total aset, sedangkan pada teori apabila ROA turun ini akan mempengaruhi total aset yang juga menurun.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yakni data bulanan yang dipublikasikan oleh Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Inflasi, BOPO dan ROA, Sedangkan variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah total aset. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error Correction Model (ECM) dengan tingkat signifikansi 5%.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Inflasi dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap total aset, sedangkan dalam jangka panjang inflasi berpengaruh terhadap total aset. BOPO dalam jangka pendek maupun jangka panjang tidak berpengaruh terhadap total aset. ROA dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap total aset sedangkan ROA dalam jangka panjang berpengaruh terhadap total aset. Secara simultan dalam jangka pendek Inflasi, BOPO dan ROA berpengaruh signifikan terhadap total aset sebesar 32,6433%. Sedangkan dalam jangka panjang berpengaruh signifikan terhadap total aset sebesar 86,5721%
Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Tradisonal Pasar Dhoplang Kecamatan Slogohimo Wonogiri Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Sudut Pandang Kesejahteraan Islam
Pasar Dhoplang di Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, menjadi sorotan dengan konsep uniknya yang mengusung kearifan lokal dan nilai-nilai budaya Jawa. Meskipun menghadapi tantangan, seperti penurunan kunjungan akibat pandemi, pasar ini terus berupaya mengembangkan strategi pengembangan, termasuk perbaikan infrastruktur fisik, peningkatan aksesibilitas, dan pemasaran yang lebih agresif. Namun setelah adanya beberaspa peningkatan sebagian pedagang di Pasar Dhoplang mengalami penurunan pendapatan. Dari situ, peneliti tertarik untuk mengkaji seberapa efektif peningkatan tersebut terhadap kesejahteraan masyarakat yang ikut serta aktif di Pasar Dhoplang.
Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan di Pasar Dhoplang di Kabupaten Wonogiri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pengelola pasar dan penjual, serta analisis dokumen terkait. Teknik pengolahan data meliputi editing, klasifikasi, verifikasi, dan penyimpulan. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi tema dan hubungan antar data. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan obyektivitas.
Hasil Penelitian, Pasar Dhoplang telah menunjukkan potensi besar sebagai destinasi wisata kuliner tradisional yang menarik dan berkelanjutan, didorong oleh kesadaran masyarakat, dukungan pemerintah, dan potensi ekonomi serta lingkungan yang kuat. Meskipun demikian, infrastruktur pendukung perlu ditingkatkan untuk mengakomodasi pertumbuhan pengunjung, Pasar Dhoplang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata yang menarik dengan mengutamakan atraksi wisata sebagai daya tarik. Pengelolaan lingkungan, partisipasi masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadi fokus dalam strategi pengembangan, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Meskipun masih ada tantangan dalam implementasi, langkah-langkah konkret telah diambil untuk mencapai tujuan tersebut, seperti diversifikasi pariwisata, pendidikan wisatawan, dan perencanaan arus pengunjung
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)..Tinjauan Manajemen Dana Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Ponorogo Perspektif Manajemen Keuangan Syariah
Manajemen keuangan syariah merupakan sistem pengelolaan keuangan yang berdasarkan pada prinsip dan hukum Islam, yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam transaksi keuangan. Penelitian ini dilakukan di Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo yang memiliki jumlah peserta terbanyak dari rumah sakit Islam dan sektor ekonomi lainnya berlandaskan syariah. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, terdapat beberapa peserta yang kesulitan dalam penggunaan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dimana digunakan mulai dari pendaftaran peserta hingga proses klaim, masih banyaknya peserta yang belum mengetahui bagaimana pengelolaan dana pada BPJS Ketenagakerjaan dan adanya beberapa kendala yang mengakibatkan keterlambatan pencairan klaim oleh peserta.
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis sistem pengelolaan dana jaminan dan pencairan klaim BPJS Ketenagakerjaan KCP Ponorogo serta mengevaluasi implementasi manajemen keuangan syariah dalam konteks tersebut. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan KCP Ponorogo tidak mengelola dana jaminan sendiri, melainkan disalurkan ke BPJS Kantor Pusat. Sedangkan untuk BPJS Ketenagakerjaan KCP Ponorogo bertugas mengumpulkan iuran dana jaminan, menyetorkan dana jaminan kepada kantor pusat dan melakukan pembayaran klaim pada peserta. Pengelolaan dana jaminan pada BPJS Ketenagakerjaan KCP Ponorogo telah sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan. Sedangkan dalam penerapan manajemen keuangan syariah, masih terdapat unsur riba, dikarenakan instrumen investasi yang dipakai masih berupa investasi konvensional dan juga bekerja sama dengan bank konvensional sehingga terdapat adanya penambahan dana atau bunga