Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education
Not a member yet
    136 research outputs found

    - Analisis Stroke 200 Meter Gaya Ganti Atlet Renang Pelajar Jakarta: -

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Analisis stroke pada 200 meter gaya ganti atlet renang pelajar dki Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk menjelaskan analisis stroke Gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada dan gaya bebas pada atlet prenang pelajar dki Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet pelajar dki jakarta yang berjumlah 16 orang. Sampel yang diambil adalah total sampling. Hasil analis pada 50 meter gaya kupu-kupu diperoleh Stroke length dengan nilai minimal 2 , nilai maksimal 2,22 dan nilai rata-rata = 1,39. stroke rate dengan nilai minimal 27, nilai maksimal 54 dan nilai rata-rata 34,4. stroke count dengan nilai minimal = 20, nilai maksimal 30 dan nilai rata-rata 24,25. velocity dengan nilai minimal =31,18, nilai maksimal 39, dan nilai rata-rata 26,64. pada 50 meter gaya punggung diperoleh Stroke length dengan nilai minimal 1,51 , nilai maksimal 2,23 dan nilai rata-rata = 21,12. stroke rate dengan nilai minimal 21, nilai maksimal 32,9 dan nilai rata-rata 34,4. stroke count dengan nilai minimal = 20, nilai maksimal 30 dan nilai rata-rata 42,5. velocity dengan nilai minimal =40, nilai maksimal 48,36 dan nilai rata-rata 30,63.pada 50 meter gaya dada diperoleh Stroke length dengan nilai minimal 2, nilai maksimal 2,27 dan nilai rata-rata = 16,11. stroke rate dengan nilai minimal 29, nilai maksimal 38,9 dan nilai rata-rata 29,3. stroke count dengan nilai minimal = 22, nilai maksimal 58 dan nilai rata-rata 36,38.  velocity dengan nilai minimal =40, nilai maksimal 58,26 dan nilai rata-rata 36,38.pada 50 meter gaya beba diperoleh Stroke length dengan nilai minimal 2  , nilai maksimal 2,63 dan nilai rata-rata = 19,85. stroke rate dengan nilai minimal 38, nilai maksimal 41,2, dan nilai rata-rata 28,8. stroke count dengan nilai minimal = 19, nilai maksimal 25,5 dan nilai rata-rata 49,18.  velocity dengan nilai minimal =35, nilai maksimal 42,02 dan nilai rata-rata 23,77.   Kata kunci: Renang, gaya ganti, analisis stroke   ABSTRACT The purpose of this study was to describe the analysis of stroke in the 200-meter medley swimming athletes from DKI Jakarta students. The research method used is descriptive with a quantitative approach to explain stroke analysis Butterfly, backstroke, breaststroke, and freestyle in swimmer athletes from DKI Jakarta students. The population in this study were student-athletes from PPOP DKI Jakarta, which amounted to 16 people. The sample taken is total sampling. The results of the analysis on the 50-meter butterfly obtained a stroke length with a minimum value = 2 , a maximum value = 2.22, and an average value = 1.39. stroke rate with a minimum score = 27, a maximum value = 54, and an average value = 34.4. stroke count with a minimum value = 20, a maximum value = 30, and an average value =  24.25. the velocity with a minimum value  = 31.18, a maximum value = 39, and an average value = 26.64. At 50 meters backstroke, the stroke length is obtained with a minimum value = 1.51, a maximum value = 2.23, and an average value = 21.12. stroke rate with a minimum score = 21, a maximum value = 32.9, and an average value = 34.4. stroke count with a minimum value = 20, a maximum value = 30, and an average value = 42.5. the velocity with a minimum value of = 40, a maximum value = 48.36, and an average value = 30.63. At 50 meters breaststroke obtained Stroke length with a minimum value = 2, a maximum value = 2.27, and an average value = 16.11. stroke rate with a minimum value = 29, a maximum value = 38.9, and an average value = 29.3. stroke count with a minimum value = 22, a maximum value = 58, and an average value = 36.38. the velocity with a minimum value of = 40, a maximum value = 58.26, and an average value of 36.38. At 50 meters of gravity, the stroke length is obtained with a minimum value of 2, a maximum value of 2.63, and an average value of 19.85. stroke rate with a minimum score of 38, a maximum value of 41.2, and an average value of 28.8. stroke count with a minimum value = 19, a maximum value of 25.5, and an average value of 49.18. the velocity with a minimum value of = 35, a maximum value of 42.02, and an average value of 23.77.   Keywords: Swimming, individual medley, stroke analysi

    Change Of Direction (Cod) Turning Renang 1500 Meter Gaya Bebas : Indonesia

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang perubahan arah (change of direction atau CoD) yang terjadi saat melakukan teknik turning dalam olahraga renang 1500 meter gaya bebas oleh para atlet renang pelajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan analisis kuantitatif untuk menggambarkan fenomena perpindahan arah yang terjadi selama perlombaan renang 1500 meter.Populasi dalam penelitian ini adalah delapan atlet pelajar yang merupakan anggota pusat pelatihan olahraga di DKI Jakarta. Untuk mengumpulkan data, dilakukan total sampling terhadap seluruh populasi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perlombaan renang 1500 meter gaya bebas, terdapat total 29 kali perubahan arah atau CoD yang dilakukan oleh para atlet.Perubahan arah ini terjadi pada jarak-jarak tertentu, yaitu pada 50 meter, 100 meter, 150 meter, 200 meter, 250 meter, 300 meter, 350 meter, 400 meter, 450 meter, 500 meter, 550 meter, 600 meter, 650 meter, 700 meter, 750 meter, 800 meter, 850 meter, 900 meter, 950 meter, 1000 meter, 1050 meter, 1100 meter, 1150 meter, 1200 meter, 1250 meter, 1300 meter, 1350 meter, 1400 meter, dan 1450 meter dari awal perlombaan. Total waktu yang dibutuhkan oleh para atlet untuk menyelesaikan seluruh perlombaan adalah sekitar 103.90 detik, yang setara dengan 1 menit 43 detik dan 90 milidetik (01’43”90).Selain itu, waktu yang dihabiskan dalam setiap perubahan arah atau CoD juga dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh atlet dalam setiap perubahan arah adalah sekitar 3.23 detik, dengan nilai minimum sekitar 3.11 detik dan nilai maksimum sekitar 3.52 detik.Kesimpulannya, penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam perlombaan renang 1500 meter gaya bebas, terdapat total 29 kali perubahan arah dengan total waktu 103.90 detik, atau setara dengan 01’43”90 menit, dan waktu rata-rata dalam setiap perubahan arah adalah sekitar 3.23 detik. Informasi ini dapat menjadi acuan penting bagi para pelatih dan atlet untuk meningkatkan efisiensi dalam perubahan arah selama perlombaan renang 1500 meter. Kata kunci: Renang,Gaya Bebas,Turning ABSTRACT This research aims to provide an in-depth description of the change of direction (CoD) that occurs when performing turning techniques in 1500-meter freestyle swimming student swimming athletes. The research method used is a descriptive approach with quantitative analysis to describe the phenomenon of direction changes that occur during the 1500-meter swimming competition. The population in this study were eight student-athletes who were members of the sports training center in DKI Jakarta. To collect data, total sampling was carried out on the entire population. The results of the research show that in the 1500-meter freestyle swimming competition, there were a total of 29 changes in direction or CoD made by the athletes. These changes in direction occurred at certain distances, namely at 50 meters, 100 meters, 150 meters, 200 meters, 250 meters, 300 meters, 350 meters, 400 meters, 450 meters, 500 meters, 550 meters, 600 meters, 650 meters, 700 meters, 750 meters, 800 meters, 850 meters, 900 meters, 950 meters, 1000 meters, 1050 meters, 1100 meters, 1150 meters, 1200 meters, 1250 meters, 1300 meters, 1350 meters, 1400 meters and 1450 meters from the start of the race. The total time required by the athletes to complete the entire race was approximately 103.90 seconds, which is equivalent to 1 minute 43 seconds and 90 milliseconds (01’43”90). In addition, the time spent in each change of direction or CoD was also analyzed. The results show that the average time required by athletes for each change of direction is around 3.23 seconds, with a minimum value of around 3.11 seconds and a maximum value of around 3.52 seconds. In conclusion, this research reveals that in the 1500 meter freestyle swimming competition, there are a total of 29 times changing direction with a total time of 103.90 seconds or the equivalent of 01'43”90 minutes, and the average time for each change of direction is around 3.23 seconds. This information can be an important reference for coaches and athletes to improve efficiency in changing direction during a 1500-meter swimming race.  Keywords: Swimming, Freestyle,Turnin

    Efektifitas Pelatihan Materi Fisiologi Olahraga Terhadap Tingkat Pengetahuan Materi Fisiologi Olahraga Pada Pelatih Cabang Olahraga DKI Jakarta

    Get PDF
    ABSTRAK Fisiologi olahraga merupakan salah satu materi wajib yang diberikan pada  pelatihan cabang olahraga karena dinilai sebagai salah satu materi dasar yang perlu dipahami dan diaplikasikan oleh pelatih dalam melaksanakan latihan. Pemahaman mengenai materi fisiologi olahraga membantu pelatih untuk memahami respon tubuh atlet terhadap beban latihan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar efektifitas pelatihan materi fisiologi olahraga terhadap tingkat pengetahuan materi fisiologi olahraga pada pelatih cabang olahraga DKI Jakarta. Sampel penelitian ini sebanyak 44 orang pelatih yang tergabung pada Pengprov DKI Jakarta yang menjadi peserta pada pelatihan materi fisiologi olahraga pada pelatih cabang olahraga DKI Jakarta. Berdasarkan hasil perhitungan pada taraf signifikan α = 0,05, didapat thitung = 7,27 dan t tabel (0,05;43) = 2,02. Dengan demikian t hitung > t tabel, sehingga H0 ditolak sehihngga dapat disimpulkan bahwa terdapat efektifitas pelatihan materi fisiologi olahraga terhadap tingkat pengetahuan materi fisiologi olahraga pada pelatih cabang olahraga DKI Jakarta. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Fisiologi Olahraga, Pelatih Cabang Olahraga ABSTRACT Sports physiology is one of the mandatory materials given in sports training because it is considered one of the basic materials that need to be understood and applied by coaches in carrying out exercises. An understanding of exercise physiology material helps the coach to understand the response of the athlete's body to the given training load. The purpose of this study was to determine how effective the training of exercise physiology material was on the level of knowledge of exercise physiology material in sports coaches in DKI Jakarta. The sample of this research is 44 trainers who are members of the DKI Jakarta Provincial Government who are participants in the training of exercise physiology material for coaches in the DKI Jakarta sports branch. Based on the results of calculations at the significant level = 0.05, obtained tcount = 7.27 and t table (0.05;43) = 2.02. Thus, t count > t table, so that H0 is rejected so that it can be concluded that there is an effectiveness of training in exercise physiology material on the level of knowledge of exercise physiology material in sports coaches in DKI Jakarta

    Motivasi Berprestasi Dalam Mengikuti Latihan Di Klub Futsal Sman 11 Bekasi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi berprestasi dalam mengikuti latihan di klub futsal sman 11 bekasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian deskriptif, dan menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner melalui google form. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistitk deskriptif dan disajikan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan motivasi berprestasi dalam mengikuti latihan di klub futsal sman 11 bekasi termasuk dalam kelompok 102-111 dengan rata-rata nilai sebesar 108,67. Secara rinci motivasi berprestasi pada kelompok 122-131 sebanyak 6 orang dengan presentase sebesar 20%. Motivasi berprestasi pada kelompok 112-121 sebanyak 8 orang dengan presentase sebesar 26,7%. Motivasi berprestasi pada kelompok 102-111 sebanyak 9 orang dengan presentase sebesar 30%. Motivasi berprestasi pada kelompok 92-101 sebanyak 2 orang dengan presentase sebesar 6,7%. Motivasi berprestasi pada kelompok 82-91 sebanyak 5 orang dengan presentase sebesar 16,7%. Kata Kunci: Motivasi, Berprestasi, Futsal  ABSTRACT This research aims to find out the motivation to excel in participating in training at the sman 11 bekasi futsal club. This research is conducted using quantitative approaches, descriptive types of research, and using survey methods.Data collection techniques using questionnaires or questionnaires through google form. The sample in this study was 30 people. The data analysis techniques in this study used descriptive statistite and were presented in the form of percentages. The results showed that the motivation to excel in participating in training at the futsal club sman 11 bekasi belonged to the group of 102-111 with an average score of 108.67. In detail, the motivation to achieve in the group of 122-131 as many as 6 people with a percentage of 20%.Motivation to achieve in the group of 112-121 as many as 8 people with a percentage of 26.7%. Motivation to achieve in the group of 102-111 as many as 9 people with a percentage of 30%.Motivation to achieve in the group of 92-101 as many as 2 people with a percentage of 6.7%. Motivation to achieve in the group of 82-91 as many as 5 people with a percentage of 16.7%.  Keywords: Motivation, Achievement, Futsa

    Persepsi Guru Terhadap Gerak Dasar Anak Sekolah Dasar

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru tentang gerak dasar anak, khususnya pada tingkat sekolah dasar. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran gerak dasar untuk anak Sekolah Dasar selama ini. Serta pandangan dan kompetensi guru dalam pembelajaran gerak dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket melalui aplikasi google form. Sample dalam penelitian ini adalah guru-guru Kabupaten Bogor berjumlah 98 orang. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa sebanyak 100% guru Pendidikan jasmani setuju bahwa gerak dasar sangat penting dan banyak memberikan manfaat terhadap perkambangan anak. 77 orangsetuju bahwa apabila anak memiliki gerak dasar yang baik maka dapat mempengaruhi kepercayaan dirinya. Akan tetapi sebanyak 50 orang guru belum mengetahui tahapan pembelajaran gerak dasar yang sesuai untuk anak.Kata Kunci: Gerak Dasar, Persepsi, Sekolah Dasar.ABSTRACTThis study aims to find out the teacher's perception of the child's basic movements, especially at the elementary school level. How to implement basic motion learning for elementary school children so far. As well as the views and competencies of teachers in basic motion learning. This research uses descriptive methods with data collection techniques using questionnaires through the Google form application. The sample in this study is that bogor regency teachers numbered 98 people. From this study, it was obtained that as many as 100% of physical education teachers agree that basic movement is very important and provides many benefits to child development. 77 people agree that if the child has good basic movements it can affect his confidence.However, as many as 50 teachers do not know the stages of basic motion learning that are suitable for children.Keywords: Elementary Motion, Perception, Elementary School

    Hubungan Antara Gaya Hidup Dan Tingkat Kebugaran Volunteer Penggerak Olahraga Provinsi DKI Jakarta

    Get PDF
    ABSTRAKGaya hidup sehat mempunyai peranan yang penting untuk meningkatkan kesehatan setiap individu. Gaya hidup merupakan perilaku dan kegiatan yang berkaitan dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan sehingga mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani memiliki arti kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan dan masih cukup energi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan tingkat kebugaran jasmani volunteer penggerak olahraga di Provinsi DKI Jakarta. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian non-eksperimental untuk menguji kebugaran jasmani. Rancangan penelitian dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode analisa deskriptif korelasi. Sampel penelitian dengan teknik purposive sampling menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner gaya hidup dan pengukuran tingkat kebugaran jasmani menggunakan multistage fitnes test. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2021. Hasil penelitian menyatakan bahwa responden dengan kategori gaya hidup baik memiliki tingkat kebugaran fisik yang bugar yaitu dibanding dengan volunteer dengan kategori gaya hidup biasa. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan tingkat kebugaran volunteer Penggerak Olahraga Provinsi DKI Jakarta.Kata Kunci: Gaya hidup, tingkat kebugaran jasmani, volunteer penggerak olahraga ABSTRACTA healthy lifestyle has an important role to improve the health of each individual. Lifestyle is behavior and activities related to efforts to maintain and improve health so that it affects the level of physical fitness. Physical fitness means the body's ability to carry out daily activities without fatigue and still have enough energy. Research Objectives: To determine the relationship between lifestyle and the level of physical fitness of volunteer Penggerak Olahraga in DKI Jakarta Province. Methodology: This research is a quantitative research with a non-experimental type of research to test physical fitness. The research design with a cross sectional approach uses a descriptive correlation analysis method. The research sample using purposive sampling technique using research instruments in the form of a lifestyle questionnaire and measuring the level of physical fitness using a multistage fitness test. This research was conducted in October 2021. The results of the study stated that respondents with a good lifestyle category had a fit level of physical fitness compared to volunteers with an Hubungan Antara Gaya Hidup Dan Tingkat Kebugaran Volunteer Penggerak Olahraga Provinsi DKI Jakarta ordinary lifestyle category. There is a significant relationship between lifestyle and fitness level of the DKI Jakarta Province Penggerak Olahraga Volunteers.Keywords: Lifestyle, Level of Physical Fitness, Penggerak Olahraga Voluntee

    Persepsi Orang Tua Terhadap Tingkat Stres Atlet Disabilitas Intelektual Special Olympics Indonesia Provinsi DKI Jakarta

    Get PDF
    ABSTRAK Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan drastis hampir dalam semua sendi kehidupan, mulai dari bekerja, sekolah, beribadah, hingga interaksi sosial. Semua sektor terdampak, termasuk olahraga demikian pula dengan atlet disabilitas intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stress atlet disabilitas intelektual khususnya atlet Special Olympic DKI Jakarta melalui persepsi yang dilakukan oleh orang tua masing-masing. Penelitian ini dilakukan di Provinsi DKI Jakarta pada bulan Oktober tahun 2021, sebanyak 60 sampel yang telah melewati proses inklusi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu pengumpulan data primer dan instrument penelitian yang menggunakan instrument DASS 21. Hasil penelitian disimpulkan bahwa sebanyak 35,56% orang tua memiliki persepsi bahwa anak-anak masuk dalam kriteria tingkat stress sangat berat selama pandemic COVID-19. Kata kunci: Persepsi Orang Tua, Tingkat Stress, Disabilitas Intelektual   ABSTRACT The Covid-19 pandemic has caused drastic changes in almost all aspects of life, from work, school, worship, to social interaction. All sectors are affected, including sports as well as athletes with intellectual disabilities. This study aims to determine the stress level of athletes with intellectual disabilities, especially DKI Jakarta Special Olympic athletes through perceptions made by their respective parents. This research was conducted in DKI Jakarta Province in October 2021, as many as 60 samples had passed the inclusion process. Data collection techniques were carried out in two ways, namely primary data collection and research instruments using the DASS 21 instrument. The results of the study concluded that as many as 35.56% of parents had the perception that children were included in the criteria for very severe stress levels during the COVID-19 pandemic.  Keywords: Parents' Perceptions, Stress Levels, Intellectual Disabilitie

    Pengaruh Penggunaan Media Bola Karet Terhadap Kemampuan Passing Atas Permainan Bola Voli Pada Siswa SMP Negeri 2 Karawang Barat

    Get PDF
    Abstrak           Permasalahan yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah Pengaruh Penggunaan Media Bola Karet Terhadap Kemampuan Passing Atas Permainan Bola Voli Pada Siswa SMP Negeri 2 Karawang Barat?. Berdasarkan permasalahan di atas maka, tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Media Bola Karet Terhadap Kemampuan Passing Atas Permainan Bola Voli Pada Siswa SMP Negeri 2 Karawang Barat. Dalam penelitian ini diajukan hipotesis, yaitu Diduga adanya pengaruh yang signifikan Penggunaan Media Bola Karet Terhadap Kemampuan Passing Atas Permainan Bola Voli Pada Siswa SMP Negeri 2 Karawang Barat, Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan pendekatan Kuantitatif. Adapun terdapat pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang siswa pada siswa SMP Negeri 2 Karawang Barat. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu: Tes Passing Atas. Dari perhitungan Hipotesis diperoleh t hitung (8,20) > t tabel (2,052) pada taraf nyata/signifikan = 0,05 dengan dk = 31 (2,052) Kriteria pengujian adalah, terima jika –t 1-½ < t hitung< t 1-½ . Dalam hal ini thitung berada pada daerah penolakan Ho, artinya Ho ditolak. karena H0 ditolak,  Maka kesimpulannya terdapat Pengaruh yang signifikan kemampuan passing atas bola voli Pada Siswa SMP Negeri 2 Karawang Barat sebelum dan setelah diberi penerapan Proses pembelajaran menggunakan bola karet. Kata Kunci : Media, Bola Karet, Passing Atas, Bola Voli Abstract The problem that becomes a reference in this study is the influence of the use of rubber ball media on the passing ability of volleyball games in students of SMP Negeri 2 Karawang Barat?. Based on the problems above, the purpose of this study is to determine the effect of using rubber ball media on the passing ability of volleyball games in students of SMP Negeri 2 Karawang Barat. In this study, a hypothesis was proposed, namely that there was a significant influence of the use of rubber ball media on the passing ability of volleyball games in students of SMP Negeri 2 Karawang Barat. This study used an experimental method with a quantitative approach. As for there is sampling using the technique ofpurposive sampling, with a sample of 32 students to students of SMP Negeri 2 Karawang Barat.The data collection tools used are: Upper Passing Test. From the calculation of the hypothesis obtained t count (8.20) > t table (2.052) at the real/significant level = 0.05 with dk = 31 (2.052) The test criteria are, accept if –t 1-½ < t count< t 1-½ . In this case, tcount is in the area of ​​Ho's rejection, meaning that Ho is rejected. because H0 is rejected, then the conclusion is that there is a significant influence on the ability of passing over volleyball on students of SMP Negeri 2 Karawang Barat before and after being given the application of the learning process using rubber balls.  Keywords : Media, Rubber Ball, Top Passing, Volleybal

    Hubungan Antara Kemampuan Koordinasi Mata Tangan Dan Koordinasi Mata Kaki Terhadap Hasil Indeks Prestasi Komulatif Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya hungan antara skor koordinasi  mata-tangan dan Koordinasi Mata-kaki terhadap Hasil Indeks Prestasi Mahasiswa. Penelitian ini mengggunakan sampling mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa Bimbingan Akademik (PA) pada semester 115. Disain Penelitian ini menggunakan metode Korelasi yang menghubungkan antara hasil tes Koordinasi Mata-tangan dan Koordinasi Mata-kaki terhadap hasil Indeks Prestasi Komulatif mahasiswa.  Hasil dari penelitian ini didapatkan : 1). Terdapat hubungan yang positif antara koordinasi mata-tangan dengan indeks prestasi komulatif (yang dijelaskan oleh koefisien korelasi sebesar 0,83 dan kontribusi koordinasi mata-tangan  sebesar 0,68 melalui Ŷ = 79,08 + 0,8X1). 2). Terdapat hubungan yang positif antara koordinasi mata-kaki dengan indeks prestasi komulatif (yang   dijelaskan oleh koefisien korelasi sebesar 0,83 dan kontribusi koordinasi mata-tangan sebesar 0,68 melalui Ŷ = 79,08 + 0,8X1). 3. Koordinasi mata-tangan dan koordinasi mata-kaki, baik secara individu atau bersama-sama, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap indeks pencapaian kumulatif. Dilihat dari kontribusi yang diberikan oleh koordinasi mata-tangan 68% dan koordinasi mata-kaki 72% terhadap indeks pencapaian kumulatif, koordinasi mata-kaki lebih cenderung berkontribusi. Kata Kunci: Koordinasi Mata-Tangan, Koordinasi Mata-Kaki, Indeks Prestasi ABSTRACT                The study aims to find out the corelation of score of eye-hand and eye-foot coordination toward on the results of the cumulative achievement index of students. This study uses sampling of the student who This study uses a sampling of student groups who are enrolled in academic guidance in semester 115 . This study uses a correlation study that connects the results of the eye-hand coordination and eye-foot coordination test on the students' cumulative achievement index results. The results of this study are as follows: 1). there is a positive relationship between eye-hand coordination and cumulative achievement index (explained by the correlation coefficient of 0.83 and the contribution of eye-hand coordination of 0.68 through = 79.08 + 0.8X1). 2). there is a positive relationship between eye-foot coordination and cumulative achievement index (which is explained by the correlation coefficient of 0.83 and the contribution of eye-hand coordination of 0.68 through = 79.08 + 0.8X1). 3). Eye-hand coordination and eye-foot coordination, either individually or together, make a significant contribution to the cumulative achievement index. Judging from the contribution made by eye-hand coordination 68% and eye-foot coordination 72% to the cumulative achievement index, eye-foot coordination is more likely to contribute.  Keywords: Eye-Hand Coordination, Eye-Foot Coordination, Achievement Index Resul

    Hubungan Kekuatan Otot Lengan Dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Kecepatan Flying-shot Atlet Bola Tangan

    Get PDF
    Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengukur seberapa signifikan pengaruh kekuatan otot lengan, daya ledak otot tungkai terhadap kecepatan flying-shot pemain bola tangan Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Sampel dari penelitian ini adalah atlet bola tangan Kota Malang yang berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubugan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai dengan kecepatan flying-shot. Dapat dibuktikan nilai korelasi (r) antara kekuatan otot lengan (X1) dan daya ledak otot tungkai (X2) dengan kecepatan tembakan melayang (Y) menunjukan rhitung =  0,972> rtabel = 0,666 pada taraf signifikansi 5% sehingga hipotesis nihil (Ho) di tolak dan hipotesis alternatif (Ha) di terima. &nbsp

    131

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇