AQUASAINS
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
Embriogenesis Dan Daya Tetas Ikan Pelangi (Melanotaenia parva) Pada Salinitas Yang Berbeda
Ikan hias adalah salah satu potensi perikanan yang cukup besar di Indonesia. Budidaya ikan hias air tawar memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi dan berpeluang dapat meningkatkan devisa. Ikan hias dapat dijadikan alternatif usaha yang dapat memberikan keuntungan finansial. Ikan pelangi (Melanotaenia parva) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki warna, bentuk dan ukuran yang menarik, serta mudah dibudidayakan. Budidaya ikan pelangi memiliki kendala terutama pada ketersediaan benih. Ketersediaan benih berhubungan dengan waktu penetasan telur yang membutuhkan waktu lama. Peningkatan salinitas dapat digunakan untuk meningkatkan ketersediaan benih ikan pelangi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap daya tetas dan lama waktu penetasan telur ikan pelangi. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan salinitas yaitu 0; 2; 4; 6; 8; dan 10 ppt dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetasan telur menggunakan salinitas yang berbeda berpengaruh terhadap lama embriogenesis. Telur ikan pelangi yang ditetaskan pada salinitas 4 ppt lebih cepat menetas dibandingkan dengan perlakuan lain. Kontras dengan lama waktu penetasan, ternyata salinitas tidak berpengaruh terhadap daya tetas telur ikan pelangi. Penelitian ini menyarankan agar penggunaan air berkadar garam rendah disarankan untuk mempersingkat embriogenesis ikan pelangi
Transfer Nutrisi Dan Energi Larva Udang Vanname (Litopennaeus vannamei) dengan Pemberian Pakan Artemia sp. Produk Lokal dan Impor
Nutrisi dalam pakan merupakan faktor utama yang diperlukan dalam pertumbuhan dan meningkatkan tingkat kelulushidupan. Transfer nutrisi diperlukan untuk menemukan kandungan nutrisi yang paling banyak diserap dan dimanfaatkan untuk pertumbuhan larva udang, kemudian kebutuhan energy ditemukan melalui proses penyerapan nutrisi dalam Artemia sp. pada larva udang. Tujuan dari penelitian ini, yaitu menemukatan transfer nutrisi melalui profil asam lemak serta profil asam amino essensial dan menemukan kebutuhan energy total dalam penyerapan pakan Artemia sp. pada larva udang vanname stadia PL1-PL10. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan 3 perlakuan dan analisa data yang dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil analisis profil asam lemak dan profil asam amino essensial. Hasil yang didapatkan transfer asam lemak lemak jenuh tertinggi pada larva udang dengan pemberian pakan Artemia sp. produk lokal, yaitu asam lemak palmitat dan transfer asam lemak tak jenuh tertinggi pada larva udang dengan pemberian pakan Artemia sp. produk impor, yaitu 6,44%. Transfer asam amino essensial total tertinggi pada larva udang dengan pemberian pakan Artemia sp. produk lokal dengan nilai transfer 0,61 ppm. Hasil perhitungan energi total pada larva udang vanname stadia PL 5 dan PL 10 dengan pemberian pakan Artemia sp. produk lokal adalah 2,95 kkal/g dan 3,35 kkal/g; kemudian untuk energi total pada larva udang stadia PL 5 dan PL 10 dengan pemberian pakan Artemia sp. impor adalah 2,76 kkal/gr dan 3,20 kkal/gr
Konsentrasi Efektif (EC50-1Jam) Ekstrak Akar Tuba (Derris elliptica) Sebagai Bahan Anestesi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Tuba (Derris elliptica) root was used traditionally as a poison to fish catching. This research looks for beneficial of tuba root extract as an anesthetic for the transport of fish seed. This research aims was to explore the value of effective concentration (EC50 - 1 hr) of tuba root extracts by ethanol and hexane, as well as determine the effect of the effective concentration value and the period of transportation time on the survival and growth of common carp seed. Probit analysis used to determine the effective concentration , whereas to determine the effect of differences of periods of transportation (2 , 4 and 6 hours) and the value of the effective concentration of each solvent on the survival and growth of the research design uses factorial analisis. The results of probit analysis for ethanol and hexane solvent are 6.166 and 3.72 ppm. Transportation showed the highest survival rate at treatment of transportation period 2 hour with values reaching an average of 100%, while the highest growth occurres in hexane treatment on the period of transportation of 6 hours. This results also found that the period of transportation differences significantly affect the survival of common carp seeds but has no significant effect on the growth of common carp other results showed that the difference in the solvent not significantly affect the survival and growth of common carp seed
Modifikasi Biosekuritas, Peningkatan Performa Tambak Dan Keberlanjutan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung
Penerapan biosekuritas pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan hubungannya secara deskriptif dengan infeksi penyakit virus dan parasit dan performa budidaya dipelajari untuk keberlanjutan budidaya udang di Kabupaten Pesawaran. Penelitian dilakukan dengan kuisioner standar biosekuritas, diagnosis penyakit virus, identifikasi jenis parasit dan performa budidaya udang. Penelitian menggunakan empat desa yang merupakan sentra budidaya udang di Kabupaten Pesawaran antara lain Hanura, Sidodadi, Gebang, Seribu dengan mengambil 16 petak tambak sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat modifikasi penyediaan sarana, prasarana dan aplikasi biosekuritas pada empat desa dibandingkan biosekuritas standar. Modifikasi biosekuritas yang buruk di Desa Hanura menyebabkan infeksi penyakit virus dan budidaya udang tidak berlanjut. Modifikasi biosekuritas di Desa Sidodadi, Gebang dan Seribu yang berbeda mempengaruhi performa budidaya udang. Penerapan standar biosekuritas yang konsisten sesuai aturan lokal, nasional dan internasional diperlukan agar keberlanjutan industri udang vaname di Kabupaten Pesawaran dapat dipertahankan
Tepung Fermentasi Kedelai Sebagai Pengganti Tepung Ikan dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon Fabricius)
Growth and survival rate of shrimp affected by feed and water quality factor. Artificial diets is one alternative to improve the growth and survival rate of tiger shrimp. The study aims to determine the effect of substitution of the use of fish Flour with fermented soy flour againts growth and survival rate of tiger shrimp and determine the best treatment that can enhance growth and survival of shrimp. This research used experimental methode with completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The results showed that feeding treatment with different compositions will provide significant effect (P <0.05) on the growth and influence of absolute biomass are significantly different (P <0.01) the daily growth rate, but not significantly different at survival. Absolute biomass growth on treatment B hasi best provide for (2422.33 mg) and a row followed by treatment C (2225.87 mg), A (2108.07 mg) and D (1348 mg). The best daily growth were treatment B (8.15% / day), C (7.91% / day), A (7.82% / day) and D (6.64% / day). Percentage survival of C (72%), B (70%), D (69.33%) and A (64.67%). The results of measurements of water quality parameters as maintenance medium for research is still in a decent range for maintenance of tiger shrimp
Studi Kepadatan Zooxanthella Pada Tridacna squamosa dan Hippopus hippopus di Perairan Desa Toli-Toli dan Desa Sawapudo Sulawesi Tenggara
Zooxanthellae is one food source of clams. Zooxanthellae stay on the mantle tissue and photosynthesis activity. Quantity of photosynthesis is influenced by the zooxanthellae density and type of clam. This study aims to determine the density zooxanthellae of symbiotic with clams Tridacna squamosa and Hippopus hippopus. The usefulness of the research will provide data and information on the density zooxanthellae of the Tridacna squamosa zooxanthella and Hippopus hippopus clams and as consideration for site selection translocated clams. The study was conducted in August-December 2013 by doing sampling clams in Toli-Toli and Sawapudo village waters. Mantle tissue clams taken 1 cm2 and analyzed in the laboratory. The results showed that Tridacna squamosa has the highest density zooxanthellae compared with Hippopus hippopus. Tridacna squamosa and Hippopus hippopus shell size > 15 cm has the highest density zooxanthellae compared with shell size <15 cm. High suspended solids in the water affect the density zooxanthellae of clams
KAJIAN KUALITAS PERAIRAN BERDASARKAN PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KENDARI SULAWESI TENGGARA
AbstrakPelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Sulawesi. Banyaknya kapal-kapal yang berlabuh di PPS Kendari membuat banyak pula buangan sampah dan tumpahan minyak - minyak bekas yang masuk ke perairan laut. Buangan-buangan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air berdasarkan parameter fisika dan parameter kimia di PPS Kendari. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengelolaan wilayah pesisir khususnya Pelabuhan Perikanan Samudera. Penentuan stasiun penelitian berdasarkan aspek keterwakilan pengaruh akibat aktivitas industri dan PPS yaitu, Stasiun 1 berada di dermaga PPS dimana dijadikan sebagai tempat berlabuhnya kapal dan tempat pembongkaran hasil tangkapan. Stasiun 2, berada di muara instalasi pembuangan limbah (IPAL) PPS Kendari. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, padatan tersuspensi, pH, salinitas, oksigen terlarut, nitrat, fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air PPS Kendari ditinjau dari parameter fisika dan kimia berdasarkan KepMen LH No. 51 Tahun 2004 sudah melebihi baku mutu air terutama untuk suhu, salinitas, oksigen terlarut dan fosfat
Distribusi Dan Margin Pemasaran Hasil Tangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Tpi Ujungbatu Jepara
Ikan Tongkol adalah salah satu ikan ekonomis penting yang tidak hanya disukai oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga beberapa negara di Asia. Diperlukan proses pemasaran yang baik dalam menyalurkan barang dari produsen hingga ke konsumen. Panjang pendeknya saluran pemasaran berpengaruh terhadap harga dari barang pada konsumen terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran serta efisiensi pemasaran pada tiap level lembaga pemasaran di TPI Ujungbatu Jepara. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi, sedangkan metode analisis data menggunakan metode deskriptif, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran. Distribusi pemasaran ikan Tongkol di TPI Ujungbatu dipengaruhi oleh harga, produk, tempat, dan promosi. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa lembaga yang berperan dalam distribusi pemasaran ikan Tongkol adalah nelayan, pedagang besar, pedagang pengecer serta konsumen dengan pola distribusi yang terdiri dari 2 rantai pemasaran dan kesimpulan yang dapat diambil adalah keuntungan dan margin pemasaran terbesar diperoleh pedagang besar. Lembaga pemasaran baik pedagang besar maupun pengecer memiliki pemasaran yang efisien
Penapisan Bakteri Pendegradasi Total Ammonia Nitrogen dari Sedimen Tambak Tradisional Udang Windu (Penaeus monodon)
Bioremediasi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi limbah tambak dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kandidat isolat bakteri bioremediasi yang mampu mendegradasi total ammonia nitrogen (TAN) dari sedimen tambak tradisional. Sedimen didapat dari tiga tambak udang windu (Penaeus monodon) di Desa Mulyosari, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung dengan jarak tambak dari pantai yaitu antara 600 - 1800 m). Metode phenate digunakan untuk menguji pendegradasi TAN. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga isolat bakteri terbaik yang mampu menurunkan kandungan TAN adalah TI6, TI1, dan TII5 sebanyak 0,10; 0,06 mg/l dan 0,06 mg/l secara berurutan. Ketiga isolat tersebut diidentifikasi sebagai genus Campylobacter, Listeria dan Nitrosococcus
Toksisitas Metil Metsulfuron Hubungannya Dengan Maskulinitas Copepoda Daphnia SP.
Metil metsulfuron merupakan senyawa aktif yang umum digunakan oleh para petani untuk membasmi gulma di sawah. Penggunaan yang tidak sesuai pada senyawa aktif tersebut akan menyebabkan resiko pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap kondisi organisme non target disekitarnya seperti gangguan reproduksi pada Daphnia sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas metil metsulfuron dengan menentukan nilai LC50-48 jam terhadap Daphnia sp. serta mengetahui rasio jenis kelamin jantan anakan Daphnia sp. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian senyawa aktif metil metsulfuron dengan konsentrasi yang berbeda. Pada uji toksisitas akut menggunakan konsentrasi 0 ppm; 20,89 ppm; 43,64 ppm; 91,17 ppm; 190,48 ppm dan 397,96 ppm. Sedangkan pada uji pengaruh metil metsulfuron terhadap rasio anakan jantan Daphnia sp. yaitu 0 ppm; 20 ppm; 40 ppm dan 80 ppm. Hasil penelitian pada uji toksisitas menunjukkan nilai (LC50)-48 jam sebesar 140,2 ppm sedangkan persentase rasio anakan jantan Daphnia sp. tertinggi terdapat pada perlakuan 80 ppm yaitu mencapai 71%. Hubungan antara konsentrasi metil metsulfuron dengan rasio anakan jantan Daphnia sp. menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi metil metsulfuron yang dipaparkan pada Daphnia sp., maka semakin meningkat pula rasio anakan jantan Daphnia sp. yang dihasilkan