195 research outputs found

    PARTIKEL TERSUSPENSI DAN BAHAN ORGANIK YANG TERPERANGKAP PADA DAERAH LAMUN DAN DAERAH TIDAK ADA LAMUN DI PERAIRAN PULAU BARRANG LOMPO MAKASSAR

    Full text link
    Lamun merupakan tumbuhan air yang telah beradaptasi hidup terbenam di salinitas yang tinggi. Tumbuhan tersebut memiliki daun yang panjang dan berada di kolom air serta sistem perakaran yang menyilang menyebabkan tumbuhan mampu memerangkap partikel yang tersuspensi dan bahan organik di kolom air. Partikel tersuspensi yang berada di kolom air dapat menyebabkan perairan menjadi keruh dan dapat  mempengaruhi kehidupan biota di perairan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui partikel tersuspensi dan bahan organik yang terperangkap baik di daerah lamun maupun didaerah tidak ada lamun. Metode penelitian menggunakan sediment trap yang terbuat dari pipa paralon ukuran 5 inci, dipasang di lamun daerah serta daerah tidak ada lamun. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa partikel tersuspensi yang terperangkap tertinggi dalam sediment trap terdapat di daerah lamun berkisar 2,37-4,57 mg/cm2/hari dan 1,87-2,32 mg/cm2/hari, sementara di daerah tidak ada lamun berkisar 2,28-2,32 mg/cm2/hari dan 2,13-2,21 mg/cm2/hari. Nitrat dan ortofosfat yang terperangkap di daerah lamun berkisar 0,3-0,7 mg/kg dan 13,3-17,4 mg/kg sementara di daerah tidak ada lamun berkisar 0,3-0,4 mg/kg dan 12,4-13,6 mg/kg

    IMUNOGENISITAS VAKSIN INAKTIF WHOLE CELL Aeromonas salmonicida PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio)

    Full text link
    The aims of this research was to determine the immunogenicity of inactivated vaccine A. salmonicida whole cell in common carp and the best mothod in vaccine administration. Vaccine was produced by inactivated A. salmonicida with adding 1 ppm (v/v) formaldehide and incubated for 24h in room temperature. Ten juvenil of carp (Vaccine was administrated in each 10 fish by injection intraperitoneally (107 cfu/fish), orally (107 cfu/fish), immersion (107 cfu/ml for 30 minute) and control (fish with no vaccination). Booster was conducted 7 days after first vaccination with same dossage and method. Titer antibody was evaluated in three times i.e. before vaccination, 7th days after first vaccination, and 7th days after booster. Water quality such as dissolved oxygen, pH, and water temperature was measured as a supported parameters. Results showed that titer antibodi for all treatment before vaccination was 1/6. However, titer antibody after vaccination and booster increased to 1/58.67 and 1/85.33 for i.p injection, 1/42.67 and 1/64 for oral, 1/24 and 42.67 for immerse, respectively. Whereas, there was no significantly increasing of titer antibody in control that was 1/9.33 and 1/18.67 for vaccination and bosster, respectively. Vaccine adminsitration method by injection i.p. was the best method for obtain the best immunogenicity of vaccine. Water quality parameters along this experiment still in optimum range for common carp living

    ANALISA KEBIASAAN MAKANAN IKAN GELODOK (Mudskipper) JENIS Baleophthalmus boddarti DI DAERAH PERTAMBAKAN DESA CEPOKOREJO KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN

    Full text link
    Ikan gelodok (Mudskipper) Jenis Baleophthalmus boddarti merupakan salah satu sumber daya perikanan di perairan payau yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal, khususnya masyarakat Desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Dalam mengoptimalkan pemanfaatannya diperlukan kelestariannya guna pengembangan budidaya yang diperlukan adanya beberapa informasi tentang aspek biologisnya terutama kebiasaan makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kebiasaan makanan ikan gelodok di daerah pertambakan Desa Cepokorejo., sehingga diharapkan menjadi tambahan informasi terutama tentang aspek biologisnya sebagai dasar pengelolaan dan pemanfaatannya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa makanan utama ikan gelodok dari kedua stasiun adalah sama yaitu ; Skeletonema sp., Nitzschia sp., dan Pleurosygma sp. Data isi organ pencernakan dianalisa dengan uji chi kuadrat (c2), dalam hal ini digunakan tes homogenitas untuk membandingkan dua atau lebih frekuensi distribusi yang diamati (observed = O), sedang yang diharapkan adalah [expected number = E] dari masing-masing kategori. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa kebiasaan makanan /pola jenis makanan ikan gelodok pada kedua stasiun ternyata berbeda sangat nyata yang ditunjukkan dari hasil perhitungan c2 Hitung = 123,07 > c2 Tabel (0,01) = 21,67

    PERTUMBUHAN Tetraselmis Sp DI MEDIA KULTUR BERBEDA DENGAN PENAMBAHAN Pb2+

    Full text link
    Lead has known as toxic metal element in water environment which may come from domestic and industrial waste systems. Recent research proved that microalgae may reduce lead concentration by using bioaccumulation mechanism to the threshold level approximately. Tetraselmis is marine microalgae which has sensitive respond to heavy metal. The research aim was to determined the bioacumulation treshold effect of specific heavy metal (lead) on marine microalgae Tetraselmis sp. The research was conducted on July 2010 in BBPBL Hanura Lampung Province. The research was used two different media (TMRL and Conwy) and each treatment was added lead of 0,25 mg/l. Data was analyzed by using simple linier regression model to found the correlation between microalgae density and present of heavy metal. The result showed that the media has not significant effect on bioaccumulation ability of Tetraselmis sp. In the other hand, the present of heavy metal on media has positive correllation to initial concentration of heavy metal on microalgae biomass (rConwy=0,657; rTMRL=0,682)

    PENGARUH EKSTRAK SIDAWAYAH DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA UNTUK MENGATASI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophilla PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7Permasalahan yang sering muncul dalam usaha budidaya ikan nila adalah serangan penyakit bakteri yang disebabkan oleh Aeromonas Hydrophilla atau biasa dikenal penyakit bercak merah “Motil Aeromonas Septicemia” (MAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sidawayah dalam menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophilla secara in vitro; pengaruh pemberian berbagai konsentrasi sidawayah terhadap tingkat kelulushidupan dan jumlah koloni bakteri dalam ginjal ikan nila dan konsentrasi terbaik yang mampumemberikan tingkat kelulushidupan tertinggi pada ikan nila. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman sidawayah berpengaruh nyata terhadap tingkat kelulushidupan ikan nila (P < 0,05). Tingkat kelulushidupan ikan nila selama penelitian adalah 29% (A), 64% (B), 72% (C) dan 44% (D). Hasil penelitian menunjukkan pula perlakuan C (konsentrasi sidawayah 0,04%) merupakan perlakuan yang terbaik, dengan tingkat kelulushidupan ikan nila tertinggi sebesar 74%

    176

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AQUASAINS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇