Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
PENGELOLAAN KELAS YANG DILAKUKAN GURU PADA PEMBELAJARAN PEMBUATAN BUSANA WANITA DI SMK NEGERI 3 MALANG
ABSTRAK: Pengelolaan kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan kondisi belajar yang efektif, kondusif dan maksimal dengan memberdayakan seluruh potensi yang ada, mulai dari pengelolaan fisik (perabot, alat pembelajaran, dan media pembelajaran) dan siswa. Pengelolaan kelas mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan dari proses pembelajaran, sehingga guru yang baik harus mampu menjaga agar kondisi kelas tetap tertib dan menyenangkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal yang mencakup tentang pengelolaan kelas yang meliputi pengelolaan fisik (perabot, alat pembelajaran, dan media pembelajaran) dan pengelolaan siswa
Pembuatan Busana Avantgarde Berbahan Plastik Dengan Hiasan Motif Garis
ABSTRAK Rahayu, Ria Anggraeni Sri.2014. Pembuatan Busana Avantgarde BerbahanPlastikdengan Hiasan Motif Garis. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd , (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. Kata Kunci : Busana Avantgarde, Bahan Plastik, Hiasan Motif Garis Busana merupakan kebutuhan pokok manusia selain pangan dan tempat tinggal. Pada awalnya busana mempunyai fungsi sebagai alat pelindung diri dari pengaruh udara sekitar, binatang buas serta memenuhi unsur kesusilaan. Namun dengan seiring berkembangnya zaman busana tidak hanya menjadi alat pelindung diri, tetapi merupakan sarana untuk mengekspresikan diri bagi sipemakainya. Busana avantgarde merupakan busana yang digunakan untuk acara-acara fashion show atau acara panggung. Bahan yang digunakan pada busana avantgarde ini bermacam-macam dan disesuaikan dengan selera dan desain si pembuat. Dalam Pembuatan busana avantgarde ini, penulis menggunakan bahan yang jarang digunakan dalam busana, seperti biasanya. Bahan yang penulis gunakan adalah jenis bahan plastik mika, selain itu penulis juga menambahkan hiasan motif garis menggunakan bahan pita satin pada bagian bahan plastik. Dalam Pembuatan Busana Avantgarde Berbahan Plastik dan Hiasan Motif Garis, langkah awal adalah: (1) membuat sketsa; (2) desain produksi; (3) persiapan alat dan bahan; (4) pengukuran badan model; (5) pembuatan pola; (6) merancang bahan dan harga; (7) pembuatan draftbusana; (8) pemotongan bahan (cutting); (9) proses menjahit (sewing); (10) pengepasan busana (fitting); (11) membuat hiasan; (12) finishing. Kesimpulan saat proses pembuatan yaitu dibutuhkan ketelitian serta berhati-hati saat memasang bahan plastik yang dibentuk bergelombang. Selain itu pada saat memasukkan kawat BWG pada bagian tepi plastik juga harus berhati-hati, sebab jika tergores atau tertusuk maka plastik akan langsung berlubang atau sobek. Selain pada pembuatannya pada perawatannnya pun juga perlu diperhatikan agar busana tetap terjaga keindahannya. Untuk proses perawatan apabila busana ini terlihat kusut, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah menjemur langsung dibawah sinar matahari selama kurang lebih 1 jam
Pembuatan Busana Avantgarde Berbahan Plastik Dengan Hiasan Motif Garis
ABSTRAK Rahayu, Ria Anggraeni Sri. 2014. Pembuatan Busana Avantgarde Berbahan Plastik dengan Hiasan Motif Garis. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd , (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. Kata Kunci : Busana Avantgarde, Bahan Plastik, Hiasan Motif Garis Busana merupakan kebutuhan pokok manusia selain pangan dan tempat tinggal. Pada awalnya busana mempunyai fungsi sebagai alat pelindung diri dari pengaruh udara sekitar, binatang buas serta memenuhi unsur kesusilaan. Namun dengan seiring berkembangnya zaman busana tidak hanya menjadi alat pelindung diri, tetapi merupakan sarana untuk mengekspresikan diri bagi sipemakainya. Busana avantgarde merupakan busana yang digunakan untuk acara-acara fashion show atau acara panggung. Bahan yang digunakan pada busana avantgarde ini bermacam-macam dan disesuaikan dengan selera dan desain si pembuat. Dalam Pembuatan busana avantgarde ini, penulis menggunakan bahan yang jarang digunakan dalam busana, seperti biasanya. Bahan yang penulis gunakan adalah jenis bahan plastik mika, selain itu penulis juga menambahkan hiasan motif garis menggunakan bahan pita satin pada bagian bahan plastik. Dalam Pembuatan Busana Avantgarde Berbahan Plastik dan Hiasan Motif Garis, langkah awal adalah: (1) membuat sketsa; (2) desain produksi; (3) persiapan alat dan bahan; (4) pengukuran badan model; (5) pembuatan pola; (6) merancang bahan dan harga; (7) pembuatan draftbusana; (8) pemotongan bahan (cutting); (9) proses menjahit (sewing); (10) pengepasan busana (fitting); (11) membuat hiasan; (12) finishing. Kesimpulan saat proses pembuatan yaitu dibutuhkan ketelitian serta berhati-hati saat memasang bahan plastik yang dibentuk bergelombang. Selain itu pada saat memasukkan kawat BWG pada bagian tepi plastik juga harus berhati-hati, sebab jika tergores atau tertusuk maka plastik akan langsung berlubang atau sobek. Selain pada pembuatannya pada perawatannnya pun juga perlu diperhatikan agar busana tetap terjaga keindahannya. Untuk proses perawatan apabila busana ini terlihat kusut, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah menjemur langsung dibawah sinar matahari selama kurang lebih 1 jam
PEMBUATAN BUSANA AVANTGARDE DENGAN KONSEP LAMPION MENGGUNAKAN LED
ABSTRAK Pratiwi, Deborah Rysca. 2014. Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Konsep Lampion Menggunakan LED. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I)Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd, (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Busana avantgarde, lampion, LED. Busana avantgarde terinspirasi dari bola lampion yang diwujudkan menjadi busana yang dapat dikenakan dalam acara tertentu. Penerapan desain bola lampion merupakan pengemplementasian dari busana avantgarde yang didalamnya memiliki tema “NEON” yang menggunakan cahaya dan warna-warna spotlite yang mencolok serta penerapan pola praktis dan fungsional, sehingga dipilih warna merah dari wana-warna spotlite agar tampak lebih mencolok, maka ditambahkan LED sebagai salah satu unsur dari “NEON”, dan penggunaan desain lampion sebagai wujud dari penggunaan pola praktis. Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah (1) memberikan penjelasan tentang busana avantgarde, (2) memberikan penjelasan tentang lampion, (3) memberikan penjelasan tentang LED, (4) memberikan penjelasan tentang pembuatan pembuatan busana avantgarde dengan konsep lampion menggunakan LED. Langkah dalam proses pembuatan busana avantgarde dengan konsep lampion menggunakan LED antara lain sebagai berikut: membuat desain, desain produksi, pengambilan ukuran pada tubuh model, membuat pola, membuat draft, merancang bahan dan harga, memotong bahan, menjahit sack dress, fitting, merangkai LED, menempelkan LED ke busana, pengepasan/final fitting. Kesimpulan yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalah pemasangan pada bola lampion bagian bawah penutup rok, penulis mengalami kesulitan pada saat memasangkan pada model. Pada saat dipasangkan pada model, bagian sisi bola tertutup rapat karena disatukan dengan cara dijelujur namun pada sisi yang lainnya hanya diikatkan dengan pita sehingga terlihat terbuka dan tidak nyaman saat dikenakan
PEMETAAN PRODUK UNGGULAN BATIK TULUNGAGUNG
ABSTRAK Sukamto, Rismada, Tisna.2013. Pemetaan Produk Unggulan Batik Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anik Dwiastuti, ST., MT, (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: pemetaan produk, unggulan, batik Tulungagung Batik unggulan Tulungagung merupakan batik tulis dengan teknik pewarnaan tradisional. Sentra batik Tulungagung ada di tiga daerah batik yaitu, Kalangbret, Ringinpitu, dan Majan. Upaya pelestarian batik unggulan Tulungagung tidak terlepas dari persepsi masyarakat terhadap citra batik unggulan Tulungagung itu sendiri. Oleh karena itu penelitian tentang pemetaan produk unggulan batik Tulungagung penting dilakukan sebagai pijakan dasar mengetahui posisi produk unggulan batik Tulungagung. Fokus penelitian adalah melakukan pemetaan produk unggulan batik yang ada di wilayah Majan, Kalangbret, dan Ringinpitu Kabupaten Tulungagung. Pemetaan produk adalah pembagian wilayah serta pengelompokan hasil produk. Pemetaan produk dibuat berdasarkan pada persepsi konsumen. Produk unggulan diartikan sebagai kemampuan suatu daerah menghasilkan produk berdaya saing tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai observer yang melakukan observasi mendalam pada subjek dengan berpedoman pada pedoman observasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi data. Data yang berupa catatan observasi dan transkrip wawancara dianalisis menggunakan analisis data melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian: Pertama, Produsen, konsumen, dan dinas terkait mempunyai persepsi yang bagus terhadap warna, bahan, motif, keawetan, dan proses pembuatan batik unggulan Tulungagung; kedua, Produsen menilai sangat penting terhadap segala aspek yang mempengaruhi produk unggulan batik dan juga sangat puas tehadap hasil produk unggulan batik dari ketiga daerah batik yaitu Kalangbret, Ringinpitu, dan Majan; ketiga, produsen, konsumen, dan dinas terkait mempunyai persepsi tidak mementingkan faktor harga terhadap batik unggulan Tulungagung karena mereka menjual kualitas bukan mengedepankan; keempat, hargadaya beli pasar lokal pada batik unggulan Tulungagung rendah, tetapi daya jual pada luar daerah dinilai bagus; kelima, Batik unggulan Kalangbret yakni Batik Bunga Kupu-Kupu dan Batik Sekar Jagad Kipas memiliki pewarna paling baik, yaitu 100% pewarna alami; keenam, persepsi produsen, konsumen, dan dinas terkait yang berupa hasil pemetan prroduk menunjukkan peringkat pertama batik unggulan Tulungagung adalah batik Kalangbret yaitu Batik Bunga Kupu-Kupu dan Batik Sekar Jagad Kipas. Dari hasil penelitian ini diharapkan produsen dapat memperbaiki dan mempertahankan produknya dan juga pemerintah setempat melalui dinas terkait dapat digunakan untuk mengambil kebijakan peningkatan mutu produk unggulan yang ada di Kabupaten Tulungagung. ABSTRACT Sukamto, Rismada, Tisna.2013. Product Mapping of Superior Batik Tulungagung. Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, University of Malang. Supervisor: (1) Anik Dwiastuti, ST., MT, (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Keywords: mapping products, superior, Batik Tulungagung Superior Batik of Tulungagung is batik painting with traditional staining techniques. Tulungagung’s batik center located in three areas, Kalangbret, Ringinpitu, and Majan. Tulungagung’s superior batik preservation efforts cannot be separated from the public perception of the image of Tulungagung’s superior batik itself. Therefore, research on mapping the superior batik product of Tulungagung is important to do as the basic foundation to know about Tulungagung’s batik superior product position. The focus of the study is to map the superior batik product in Majan, Kalangbret, and Ringinpitu in Tulungagung’s regency. Mapping product is zoning products and grouping the product results. Mapping products are made based on consumer perceptions. The superior product in this study is defined as the ability of an area to produce high competitiveness product. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The research instrument is the researcher herself as an observer who perform deep observations on the subject based on the observation guidance. The data was collected through direct observation, interviews, and documentation. To maintain the validity of the data, performed the triangulation data activities. Observation data in the form of notes and interview transcripts were analyzed using analysis of data through several stages yaitu data reduction, data display, and conclusion Based on the analysis of data, obtained conclusion as the following results: Pertama, Produsen, konsumen, dan dinas terkait mempunyai persepsi yang bagus terhadap warna, bahan, motif, keawetan, dan proses pembuatan batik unggulan Tulungagung. Secondly, Producers consider its very important and they were very satisfied to this superior batik product from the three batik regions (Kalangbret, Ringinpitu, and Majan); Third, producers, consumers, and related agencies have not concerned with the perception of the price of Tulungagung’s superior batik, because they sell quality instead of forward prices; fourth, prices on the local market purchasing power of Tulungagung’s superior batik is low, but the selling power outside the region considered good; fifth, The superior Batik from Kalangbret namely, Batik Bunga Kupu-Kupu and Batik Sekar Jagad Kipas has the best coloring, which is 100% of natural color; Sixth, perceptions of producers, consumers, and related agencies in the form of product mapping results show first ranked from superior batik of Tulungagung. They are Kalangbret’s batik for the Butterfly Flower Batik and Batik Sekar Jagad Kipas. From the results of the mapping study Tulungagung’s superior batik product is expected the producers to can improve and maintain his products and also the local government through the relevant agencies can be used to take the policy to improve the quality of existing superior products in Tulungagung
Studi Tentang Pengelolaan Event Karnaval Pada Jember Fashion Carnaval (JFC)
ABSTRAK Prastiana, Vita. 2012. Studi Tentang Pengelolaan Event Karnaval Pada Jember Fashion Carnaval (JFC). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Program Studi Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn. Kata kunci: pengelolaan, event, jember fashion carnaval (jfc) Jember Fashion Carnaval merupakan fashion carnaval pertama di Indonesia yang diselenggarakan di kota Jember. Tema yang digunakan oleh JFC setiap tahunnya selalu berbeda-beda dengan melihat perkembangan yang terjadi pada saat tema dibuat, para peserta JFC diberi berbagai pelatihan tanpa dipungut biaya kecuali untuk mendanai sendiri kostum yang dipakai pada saat showtime, pembuatan kostum tidak hanya menggunakan bahan baru tapi juga dapat memanfaatkan bahan bekas yang dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga menjadi barang yang bermanfaat dan indah. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan JFC, mendeskripsikan pengorganisasian JFC, mendeskripsikan pelaksanaan JFC dan mendeskripsikan evaluasi kegiatan JFC.Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif tingkat sederhana tanpa menggunakan pendekatan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumen dan pelaksanaan Fokus Group Discution (FGD) dengan beberapa informan.Lokasi penelitian di Dynand Fariz International High Fashion Center yang merupakan kantor dari Jember Fashion Carnaval Center yang terletak di Gunung Batu Permai A1.B Jember, Jawa Timur.Paparan hasil penelitian ini hasil dari pengambilan data di lokasi penelitian, pengelolaan fashion carnaval ini diawali dengan perencanaan yang beruntun, mulai dari penentuan tema yang selalu berubah-ubah, berbagai pelatihan yang nantinya dikompetisikan/olimpiade, presentasi kostum dan penilaian kostum serta performance pada saat grand jury. Pengorganisasian Jember Fashion Carnaval keanggotaanya setiap tahun selalu berubah karena sering keluar masuknya para anggota JFC. Kepanitiaan JFC juga terdiri dari peserta JFC yang sudah pernah mengikuti JFC sebelumnya atau peserta JFC senior dan pernah mendapatkan juara di setiap kompetisi.Pelaksanaan JFC diselenggarakan sehari sebelum showtime yaitu press conference yang diselenggarakan di Dynand Fariz Center yang dilanjutkan dengan general rehearsal di central park dan diakhiri dengan renungan malam. Pada hari H, peserta JFC melakukan preparation showtime dengan melakukan make up dan prepare kostum hingga waktu showtime tiba. Seminggu setelah berakhirnya showtime JFC, diselenggarakan JFC Awarding yang merupakan penghargaan bagi peserta yang berprestasi.Kegiatan terakhir dari pengelolaan JFC adalah pengevaluasian kegiatan yang telah dilaksanakan. Pengevaluasian di JFC dibagi menjadi 2 evaluasi yaitu, evaluasi per sesi dan evaluasi akhir yang dilaksanakan setelah kegiatan JFC Awarding
BUSANA KERJA MUSLIMAH DENGAN HIASAN ZIPPER
ABSTRAK Sumardani, Mahlinda. 2013. Busana Kerja Muslimah dengan Hiasan Zipper.Tugas Akhir, Program Studi Diploma Tata Busana, Jurusan TeknologiIndustri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Idah Hadijah, M.Pd, (II) Anik Dwiastuti, ST., MT. Kata Kunci: Busana Kerja Wanita, Busana Muslimah, Zipper. Busana kerja adalah busana yang digunakan untuk bekerja, bahan danmodelnya disesuaikan dengan jenis pekerjaan masing-masing. Busana muslimahadalah busana yang dapat menutupi aurat bagi umat islam dan tidak menunjukkanlekuk tubuh. Wanita muslimah juga memiliki aktivitas yang tinggi, sebagai wanita karirmereka dituntut untuk tetap terlihat cantik dan menarik. Jam kerja yang padatmenuntut mereka untuk dapat berdandan dengan cepat, sehingga tidak menyitabanyak waktu. Semua itu menjadi inspirasi bagi penulis bahwa busana kerja dapatdibuat dengan berbagai variasi tetapi tetap pada konsep busana kerja muslimah.Perkembangan busana muslim di Indonesia mengalami perkembangan yangcukup pesat. Penduduk yang mayoritas muslim serta kekayaan material danbudaya melimpah, ide kreatif, sumber daya alam dan budaya yang melimpahmenjadikan kekuatan tersendiri dalam perkembangan busana muslim tersebut.Busana kerja (formal work wear) juga tidak ketinggalan memadu padankanberbagai warna dan hiasan. Hiasan busana kerja formal kurang beragam dan monoton, dalam hal inipenulis memilih hiasan dari zipper yang berfungsi sebagai bukaan dan hiasan.Penulis memilih zipper karena warna zipper yang menarik dan dapat dapat diaplikasikan untuk berbagai bentuk hiasan. Berdasarkan materi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa wanita yangmempunyai aktivitas tinggi tetap dituntut untuk tampil menarik dalam waktu yangsingkat. Busana kerja dan busana muslim mengalami perubahan dari waktu kewaktu, zipper digunakan untuk bukaan busana dan juga hiasan sehingga dapatdijadikan aksen atau pusat perhatian. Penulis ingin menuangkan ide kreatif dengan pembuatan busana kerjamuslimah yang sedikit longgar, menggunakan bahan polyester dengan hiasanzipper sebagai aksen. Pembuatan busana ini dapat menghasilkan busana kerjayang terkesan tenang dan ceria serta dapat digunakan oleh kalangan menengah kebawah karena harga bahan yang terjangkau
Kreasi Sarung Bugis pada Busana Pesta
ABSTRAK Nur Wahyuning Tyas. 2013. Kreasi Sarung Bugis pada Busana Pesta. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd, (II) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd. Kata Kunci: Busana pesta, sarung bugis dan korsase Busana merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi karena berfungsi untuk melindungi tubuh dan sebagai unsur kesusilaan. Perkembangan busana wanita semakin melaju pesat. Berbagai kreasi busana semakin dieksplorasi hingga sedemikian rupa. Material yang digunakan pun tidak tanggung-tanggung, mulai dari bahan tradisional sampai bahan yang terkesan lebih variatif. Busana wanita yang dipilih penulis adalah kreasi sarung bugis untuk busana pesta. Sarung adalah sepotong kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya, sehingga berbentuk seperti pipa/tabung. Tujuan dalam pembuatan Tugas Akhir ini ialah menjelaskan tentang pembuatan kreasi sarung bugis pada busana pesta. Busana pesta adalah busana yang dikenakan untuk kesempatan pesta dan dibuat lebih istimewa dari busana lainnya, baik dalam segi bahan, desain, hiasan, maupun teknik jahitnya. Kreasi yang dilakukan ialah memadu padankan bahan sarung bugis dengan kain satin gradasi. Sarung bugis dipilih sebagai bahan utama karena kain ini terbuat dari serat cendana yang akan memberi keharuman dan kesejukan saat dipakai selain itu akan menampilkan kemewahan tersendiri karena kilauannya. Pengaplikasian korsase terbuat dari bahan sarung bugis dan satin gradasi sehingga nampak senada. Korsase merupakan aksesoris pakaian yang berbentuk bunga. Proses pembuatan kreasi sarung bugis pada busana pesta dimulai dari membuat desain, membuat pola, membuat draft pada blaco, fitting draft, merancang alat dan bahan, memotong bahan, menjahit, final fitting dan finishing. Perawatan sebaiknya dilakukan sesuai dengan jenis busana, dimulai dari pencucian dan perawatannya. Pencucian dilakukan dengan menggunakan deterjen untuk kain sutera tanpa direndam terlalu lama. Perawatan agar tetap rapi dan licin dengan menggunakan standing steamer karena permukaan busana yang bervolume. Penyimpanan busana dimasukkan ke dalam kantong plastik agar terhindar dari debu serta diberi pewangi untuk mengusir ngengat. Saat memotong dan menjahit kain sarung motif kotak-kotak harus menyamakan motifnya. Saat menjahit agar tidak terjadi kesalahan yang mengharuskan untuk melepas jahitannya harus hati-hati akan merusak serat kai
Eksplorasi Motif Tapis Lampung
ABSTRAK Diaz, I. Stephanie. 2012. Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Pemahaman Isi Bacaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas 7F SMPN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Anselmus J.E Toenlioe, M.Pd, (II) Yerry Soepriyanto S.T., M.T. Kata Kunci: model pembelajaran, metode cooperative integrated reading and composition (circ), bahasa Inggris Keempat aspek kebahasaan pembelajaran Bahasa Inggris kelas 7F SMPN 10 Malang belum maksimal. Dalam mengatasi permasalahan ini sangatlah dibutuhkan model pembelajaran yang menarik minat siswa sekaligus membuatnya menjadi belajar bermakna. Dalam hal ini model CIRC cukup memadai untuk menyelesaikan permasalahan belajar bahasa Inggris karena model ini menekankan pemahaman materi yang berintegrasi dengan kegiatan bekerja sama dengan teman sejawat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian PTK dengan data yang dideskripsikan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, observasi (hasilnya diskorkan), wawancara, umpan balik, dan dokumentasi. Ada dua teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan penelitian berupa model CIRC terbukti dapat meningkatkan pemahaman isi bacaan materi short functional text, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus 1 sampai siklus 2
PEMBUATAN BUSANA KERJA MUSLIM DENGAN MODIFIKASI KERAH REBAH
ABSTRAK Setiyaningrum, Yulia. 2013, Pembuatan Busana Kerja Muslim Dengan Modifikasi Kerah Rebah. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Agus Sunandar, S. Pd., M. Sn, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd. Kata Kunci : Busana Kerja Muslim, Kerah Rebah, Modifikasi Kerah Rebah Busana kerja muslim adalah busana kerja muslim yang didesain khusus untuk wanita muslimah yang ingin tampil modis dengan busana muslim yang elegan saat dipakai untuk ke tempat kerja. Busana kerja muslim menjadi sebuah kebutuhan bagi wanita yang sedang berkarir dan yang memiliki pekerjaan di kantoran. Kerah adalah bagian dari sebuah desain pakaian, yang terletak pada kerung leher. Selain berfungsi untuk memperindah, kerah juga berfungsi memberi kenyamanan pada pemakai seperti mempertimbangkan iklim pada suatu daerah. Salah satunya adalah kerah rebah, pola dasar kerah rebah dibuat dengan cara menumpuk pola bagian pangkal bahu dari belakang kearah pola bagian muka selebar 2 cm, untuk model kerah dibuat dengan lebar 5 cm sampai 7,5 cm. Bentuk kerah rebah agar terkesan sama lebarnya maka model kerah bagian tengah muka atau tengah belakang yang melengkung dibuat 1 cm lebih lebar dari posisi bagian kerah rebah yang lain. Standart kerah rebah biasanya dari ujung tengah muka turun 2-3 cm. Untuk model yang dibuat, modifikasi kerah rebah dari ujung tengah muka dibuat dengan posisi turun 10 cm pas dada dengan bentuk rebah yang lebar dengan ukuran lebar 9 cm. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk menjelaskan proses pembuatan buatan busana kerja muslim dengan modifikasi kerah rebah. Manfaat yang ingin diperoleh antara lain menambah pengetahuan mengenai pembuatan busana kerja muslim modifikasi kerah rebah. Proses pembuatan busana kerja muslim dengan modifikasi kerah rebah antara lain: pembuatan desain, pengukuran, pembuatan pola, fitting, cutting, sewing, final fitting, finishing. Pembuatan busana kerja muslim dengan modifikasi kerah rebah sebesar Rp. 217.000, 00. Kesimpulan dari pembuatan busana kerja muslim dengan modifikasi kerah rebah ini, hasil busana kurang sesuai dengan desain, karena ujung kerah rebah bagian tengah muka terlalu runcing dan kurang lebar, pada blezer tidak menggunakan full bahan pelapis kain gula, dan pemilihan furing pada blezer kurang tepat. Saran dalam pembuatan busana kerja muslim dengan modifikasi kerah rebah, sebaiknya busana disesuaikan dengan desain agar ujung kerah rebah bagian tengah muka tidak terlalu runcing dan kurang lebar, bagian blezer sebaiknya menggunakan bahan pelapis kain gula agar terlihat lebih rapi, furing yang digunakan sebaiknya berwarna pink, agar blezer tidak tembus pandang