Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
PEMBUATAN BUSANA PESTA PRIA BLAZER DAN CELANA PANJANG MIRAGE
ABSTRAK Farida, Diana Ika. 2015. Pembuatan Busana Pesta Pria Blazer Dan Celana Panjang Mirage. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. Kata Kunci : Busana Pesta Pria, Blazer dan Celana Panjang , Konsep Mirage. Busana pesta pria blazer dan celana panjang mirage memiliki ciri-ciri transparent, terbuka, warna cerah dan terang serta identik dengan garis-garis. Sesuai mirage penulis memilih sumber ide pagar hias. Penerapan mirage dan sumber ide pada busana yaitu adanya desain lekukan di tengah muka blazer, panjang blazer yang tidak sejajar, memiliki warna cerah, tengah muka bazer berkesan tidak tertutup dan memberi unsur garis-garis pada busana. Dalam Pembuatan Busana Pesta Pria Blazer dan Celana Panjang Mirage, langkah awal adalah: (1) pembuatan desain sketsa, (2) pembuatan desain produksi, (3) persiapan alat dan bahan, (4) pengambilan ukuran badan, (5) pembuatan pola, (6) pembuatan draft busana, (7) rancangan bahan dan harga, (8) proses memotong bahan, (9) proses pressing interfacing, (10) proses menjahit, (11) final fitting, (12) finishing. Kesimpulan mirage pada blazer dan celana panjang terdapat pada warna yang cerah pada busana, blazer dan celana panjang terdapat hiasan garis-garis, blazer berkesan terbuka, terdapat hiasan lekukan, panjang blazer yang tidak sejajar dan celana panjang dengan bentuk semi formal. Adapun saat proses pembuatan busana dibutuhkan ketelatenan dan ketepatan dalam menjahit busana pesta pria yang terdiri dari blazer dan celana. Hal tersebut dikarenakan pembuatan busana dikerjakan dengan metode tailoring. Selain itu, pemasangan hiasan zipper pada bentuk lekukan di tengah muka blazer, juga dipasang dengan benar dan tepat karena memasang zipper yang dilekukkan hal yang tidak mudah. Pressing pada bahan blazer dilakukan sampai rapi agar bahan yang dilapisi tersebut tidak berkerut dan hasilnya halus. Pada proses perawatan busana pesta pria disesuaikan dengan desain feature yang dilihat dari desain busana, bahan yang dipakai, dan hiasan yang dipakai untuk menghiasi busana. Perawatan busana penting dilakukan agar busana yang telah dirancang dan dibuat tetap bagus dan bisa tahan lama
TANGGAPAN MAHASISWA TERHADAP FUNGSI PENASEHAT AKADEMIK PADA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Laksmianisari, Ni Nyoman Reza. 2015. Tanggapan Mahasiswa Terhadap Fungsi Penasehat Akademik Pada Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra Nurul Aini, M.Pd. Kata Kunci: Tanggapan, Fungsi Penasehat Akademik, Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Perguruan Tinggi diharapkan dapat menyediakan Penasehat Akademik (PA) untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Penasehat Akademik (PA) adalah dosen yang ditunjuk dan diserahi tugas membimbing sekelompok mahasiswa yang bertujuan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studinya secepat dan seefisen mungkin sesuai dengan kondisi dan potensi individual mahasiswa. Sejak diberlakukannya Kartu Rencana Studi (KRS) secara Online mahasiswa dapat mengakses KRS lebih mudah dan cepat di mana pun mereka berada, tanpa harus mengantri di Perguruan Tinggi setempat. Hal tersebut menyebabkan pembinaan, bimbingan, penyuluhan maupun pengarahan terhadap mahasiswa kurang berjalan secara maksimal. Dosen PA harus membuka website UM di siakad untuk mengetahui prestasi mahasiswa setiap semester yang mendapatkan IP kurang baik atau sebaliknya, sehingga tidak ada komunikasi langsung antara dosen Penasehat Akademik dengan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan tahun 2011/2012, 2012/2013 dan 2013/2014 dengan sampel sejumlah 101 yang menggunakan teknik sampling simple random sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sub variabel Membimbing mahasiswa agar studi selesai tepat waktu memperoleh persentase sebanyak 45,5% dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang membimbing dan menasehati mahasiswa, (2) Sub variabel Membantu mahasiswa dalam menyelesaikan masalah akademik dan non akademik memperoleh persentase sebanyak 39,6% dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang menasehati dan membantu mahasiswa (3) Sub variabel Memberi nasehat dan persetujuan terhadap mahasiswa yang IP nya kurang dari 2,00 memperoleh persentase sebanyak 49,5% dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang dalam memberi nasehat (4) Sub variabel Menyerahkan penanganan mahasiswa yang mengalami masalah kepada konselor memperoleh persentase sebanyak 44,6% dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang menyerahkan penanganan mahasiswa, (5) Sub variabel Memberikan konsultasi perencanaan studi kepada mahasiswa memperoleh persentase sebanyak 39,6% dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang memberikan konsultasi. Berdasarkan ke 5 sub variabel fungsi Penasehat Akademik, kesimpulan tersebut tidak dapat digeneralisasikan pada semua dosen Penasehat Akademik di Teknologi Industri atau ke 6 dosen Penasehat Akademik pada angkatan tahun 2011/2012, 2012/2013 dan 2013/2014, karena teknik sampling yang digunakan tidak tepat sehingga ada kelemahan-kelemahan. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu, hendaknya meskipun registrasi diberlakukan secara online, dosen PA sebaiknya tetap mengadakan komunikasi secara langsung minimal 1 (satu) kali dalam satu semester, sehingga dapat memantau dan menasehati mahasiswa, agar prestasi belajarnya selalu dalam kondisi terjaga, untuk mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap fungsi Penasehat Akademik pada Prodi S1 Pendidikan Tata Busana secara keseluruhan, sebaiknya lebih teliti dalammenggunakan teknik sampling sehingga tidak terjadi kelemahan-kelemahan. dan bagi peneliti lain, diharapkan dapat meneliti tentang fungsi dosen Penasehat Akademik tentang “Membuat rekam jejak dari proses kepenasehatan selama masa studi masing-masing mahasiswa bimbingan
modifikasi cape dengan penggunaan led
ABSTRAK Anastiti, Yekti. 2014. Modifikasi Cape Dengan Penggunaan LED (Light Emitting Diode). Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti,M.Pd. Kata Kunci: Cape, Modifikasi, LED. Cape adalah suatu busana resmi yang digunakan di Byzantuim. Busana ini termasuk dalam busana luar, di mana cara pemakaiannya cukup diikatkan dibahu dengan panjang sampai pinggang dan tanpa adanya lubang lengan busana. Pada kesempatan kali ini penulis terinspirasi untuk membuat suatu busana dengan menggunakan bentuk dasar cape yang akan dipadukan dengan tema neon dan dibuat sebagai busana Avant-garde, dengan beberapa modifikasi yang diantaranya adalah penggunaan cutting motif, penggunaan bahan dari bahan sintetis (oscar) dan ditambah dengan adanya LED. Adanya LED ini kemudian didukung dengan penggunaan warna busana atas yang mencolok sesuai dengan tema neon. Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah (1) mendeskripsikan tentang Cape, (2) mendiskripsikan tentang LED, (3) mendiskripsikan tentang Pembuatan Modifikasi Cape dengan Penggunaan LED. Langkah dalam proses pembuatan busana modifikasi cape dengan penggunaan LED antara lain sebagai berikut; membuat desain, desain produksi, mengukur tubuh model, membuat draft, pengepasan draft, merancang bahan dan harga, memotong bahan, membuat motif, menjahit tindas motif, menyambung bahu, merangkai LED, menempelkan LED ke busana, memaasang furing, sambung cape 2 dan cape pada kerah, jahit celana, pengepasan/final fitting. Kesimpulan yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalah pada saat pembuatan busana dibutuhkan ketelatenan dan kehati-hatian, karena dalam busana ini terdapat aliran - aliran listrik yang rentan dan beresiko putus, selain itu bahan sintetis (oscar) merupakan bahan yang mudah kusut dan sulit untuk di luruskan kembali, oleh karena itu disarankan untuk sangat berhati-hati ketika membawa, memakai dan menyimpan
Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Menggunakan Bahan Plastik dan Organdy
ABSTRAK Divani, Lintang. 2014. Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Menggunakan Bahan Plastik dan Organdy. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Study Diploma III Tata Busana, Fakulas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd., (II) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd Kata Kunci: Busana Avantgarde, Penggunaan Bahan Plastik dan Organdy. Busana avantgarde memiliki ciri yakni kebebasan dalam segala aspek mulai dari pembuatan disain busana yang aksentrik, teknik pembuatan busana yang bebas serta pemilihan bahan yang luas. Hal ini karena avantgarde sendiri memiliki arti yakni menembus batas norma- norma yang berlaku, sehingga dalam pembuatan busana avantgarde ini bebas tidak terkekang oleh pakem busana yang telah ada. Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah (1) Memberikan informasi tentang busana avantgarde, (2) Memberikan penjelasan penggunaan bahan plastik dan organdy sebagai bahan busana avantgarde, (3) Memberikan informasi tentang pembuatan busana avantgarde dengan menggunakan bahan plastik dan organdy. Langkah proses pembuatan busana avantgarde dengan menggunakan plastik dan organdy ini dimulai dari pembuatan disain, pembuatan pola, pembutan draft busana, fitting, evaluasi draft, cutting bahan utama, sewing, pembuatan hiasan kepala, dan finishing. Kesimpulan dalam proses pembuatan busana ini adalah pada saat proses cutting dan sewing bahan plastik dan organdy perlu kehati-hatian agar hasil baik mengingat tekstur plastik yang kaku
Studi Perilaku Wanita Kota Malang Pada Keputusan Pembelian Produk Fashion Branded Lokal Indonesia
ABSTRAK Gusti, Putri Wahyuning. 2014. Perilaku Wanita Kota Malang Pada Keputusan Pembelian Produk Fashion Branded Lokal Indonesia. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T. M.T. (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: Perilaku Wanita Kota Malang, Fashion Branded Minat konsumen terhadap produk branded cukup banyak terlihat dari permintaan konsumen yang banyak menginginkan produk branded serta banyaknya variasi produk yang ditawarkan produsen terhadap konsumen. Nampak dari meningkatnya penjualan produk fashion branded yang sangat signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku wanita Kota Malang dalam pembelian produk-produk fashion branded lokal di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita Kota Malang yang melakukan pembelian produk fashion branded lokal di butik Luna Maya of Hardware dan butik Tatum. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, sehingga didapatkan sampel sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, digunakan untuk mengambil data perilaku wanita Kota Malang dengan perhitungan data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian perilaku wanita Kota Malang pada keputusan pembelian produk fashion branded lokal responden sering mendapatkan produk yaitu sebesar 48,57%. Pada segi mengkonsumsi produk branded lokal responden sering mengkonsumsi produk sebesar 65,71% dan pada menghabiskan produk branded lokal responden kadang-kadang menghabiskan produk atau melakukan pembuangan produk branded lokal sebesar 60%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku wanita Kota Malang pada keputusan pembelian produk fashion branded lokal termasuk dalam perilaku konsumtif dilihat dari segi mendapatkan produk, mengkonsumsi produk dan menghabiskan produk. Saran dalam penelitian ini adalah (1) Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam melakukan penelitian lebih lanjut mengenai perilaku konsumen. (2) Dalam melakukan pembelian diharapkan konsumen lebih selektif dalam menentukan antara kebutuhan dan keinginan serta dapat mengidentifikasi jenis belanja sesuai dengan manfaat dan tujuan sebelumnya. (3) diharapkan produsen lebih mudah memahami dan mempelajari perilaku konsumen agar dapat mempermudah strategi pemasaran di dunia industri fashion.
STUDI TENTANG KETERCAPAIAN KOMPETENSI MATA PELAJARAN FASHION DRAWING PROGRAM KEAHLIAN BUSANA BUTIK di SMK TERPADU AL-ISHLAHIYAH SINGOSARI KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Ngirfanillah, Nailul Zakiyyatil. 2014. Studi Tentang Ketercapaian Kompetensi Mata Pelajaran Fashion Drawing Program Keahlian Busana Butik di SMK Terpadu AL-Ishlahiyah Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd Kata Kunci: Ketercapaian Kompetensi, Mata Pelajaran Fashion Drawing Ketercapaian kompetensi dasar adalah pencapaian sejumlah kemampuan oleh siswa yang harus dimiliki sebagai rujukan bahwa siswa tersebut telah menguasai materi yang telah diberikan untuk bekal kehidupannya dalam bermasyarakat. Fashion drawing merupakan program keahlian yang diturunkan dari kurikulum SMK yang dipilih oleh SMK Terpadu AL-Ishlahiyah Singosari. Berdasarkan hasil survey ketercapaian kompetensi mata pelajaran fashion drawing, belum sesuai dengan kompetensi dasar yang seharusnya terdapat pada silabus. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan ketercapaian kompetensi mata pelajaran fashion drawing program keahlian Busana Butik di SMK Terpadu AL-Ishlahiyah Singosari. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas XI Busana Butik SMK Terpadu AL-Ishlahiyah yang berjumlah 23 siswa, tehnik sampling yang digunakan adalah tehnik sampel jenuh, instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Tehnik analisis yang digunakan adalah analisis statistik desktiptif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ketercapaian kompetensi mata pelajaran fashion drawing di SMK Terpadu AL-Ishlahiyah tidak tercapai. Hal tersebut dapat diketahui dari materi RPP yang tidak sesuai/relevan dengan silabus, kemudian materi RPP tidak sesuai/tidak relevan dengan materi fashion drawing. Selain itu kompetensi fashion drawing yang diberikan terhadap siswa tidak tercapai, serta tingkat penguasaan siswa tentang pengetahuan dan keterampilan kompetensi fashion drawing yang seharusnya dicapai, kurang dikuasai oleh siswa, dan SDM/pengajar yang tidak relevan dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, dari hasil penelitian tersebut bahwa ketercapaian kompetensi mata pelajaran fashion drawing program keahlian busana butik di SMK terpadu AL-Ishlahiyah dinyatakan tidak tercapai. Sesuai dengan hasil penelitian, adapun saran pada skripsi ini diberikan kepada guru untuk dijadikan acuan bahwa dalam menyampaikan kompetensi mata pelajaran fashion drawing, serta dalam pembuatan RPP sebaiknya disesuaikan dengan silabus dan materi fashion drawing sehingga kompetensi yang dimiliki siswa dapat tercapai dengan baik. Bagi siswa agar lebih meningkatkan belajarnya, lebih aktif dalam mendalami fashion drawing ini melalui media internet, perpustakaan, dan lain sebagainya, sehingga dapat mendapatkan tingkat penguasaan pengetahuan dan keterampilan kompetensi fashion drawing dengan baik. ABSTRACT Ngirfanillah, Nailul Zakiyyatil. 2014. About Competence Achifment Of Fashion Drawing Subject At Boutique Department Integrated Vocational High School Terpadu AL-Ishlahiyah Singosari. Thesis, Industrial Technology Department, Faculty Of Engineering, State University Of Malang. Counselors: (1) Dra. agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd (II) Dra. Idah Hadijah, M. Pd Keywords: competence achivement, subjects fashion drawing Achivement competence the base is attainment some ability by the students should be owned as a reference that the student had over matter that has been granted to victuals his life in social.Fashion drawing is a skill derived from curriculum smk chosen by smk integrated al-ishlahiyah singosari.Based on a survey ketercapaian competence subjects fashion drawing, not based on with competence basic supposed are on the syllabus. The purpose of this research is described achivemen competence subjects fashion drawing program expertise fashion boutique in smk integrated al-ishlahiyah singosari. The design of research used in this research is research descriptive with the approach of quantitative.A population that we use is a student xi fashion boutique smk integrated al-ishlahiyah siswa, which consisted of 23 technique of sampling used are saturated, technical samples an instrument used is poll closed.Technical analysis used is statistical analyses desktiptif with percentage. Based on the results of research that, can be inferred achivemen competence subjects fashion drawing in smk integrated al-iashlahiyah is not sufficient.Such a right can be known from matter rpp which do not correspond / relevant to the syllabus, then matter rpp not appropriate / not relevant to the matter fashion drawing.Besides competence fashion drawing rendered against the students are not be reached and a mastery of students knowledge about the level of competence and skill fashion drawing it should be, less controlled by the students, of this research that ketercapaian competence subjects fashion drawing program expertise fashion boutique in smk integrated al-ishlahiyah declared not be achieved. According to research, the advice on thesis is given to a tutor to be used as reference that in conveying competence subjects fashion drawing, and in making draft better adapted to syllabus and matter fashion drawing so competence owned students can be achieved well.For students to increase of learning, actively in symbolical fashion drawing is through internet media, libraries, and others, so as to achieve the level mastery knowledge and skill competence fashion drawing well
Penerapan Lampu LED Pada Busana Three-piece
ABSTRAK Dimasari, Denok Tri. 2014. PenerapanLampu LED PadaBusanaThreePiece. TugasAkhir, JurusanTeknologi, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) NurulHidayati, S.Pd. M.Sn (II)Dra. NurEndahPurwaningsihM.Pd. Kata Kunci: busanathree-piece, lampu LED Busanainiterinspirasidaritema neon yang beranjakdaricahayadankilaulampuspotlite. Mode yang diterapkanadalahbusanaavant-garde three-piece, berupaTailcoatmodifikasi, bustierdancelanapendek. KarakteristikdariTailcoat modifikasiberupakerahdrakula (the besty collar), dikombinasiekordenganbentukdasarberuparokpias 8. Tujuanpenyusunanlaporaniniadalah: (1) memberikanpenjelasantentangpembuatanbusanathree-piece; (2) memberikanpenjelasantentangcarapengaplikasianlampu LED dalamsuatubusana. Ruanglingkuplaporaniniadalah: (1) pembuatanbusanathree-piecedenganlampuLED ; (2) tailcoatmodifikasi; (3)bustier; (4) celanapendek. Metodepembuatanbusanathree-piecemelaluilangkah-langkahberikut:; (1) desain; (2) pengambilanukuran; (3) pembuatanpoladanpecahpola; (4) merancangbahandanharga; (5) membuatdraft; (6) fitting draft; (7) memperbaikiukuran draft; (8) cutting; (9) sewing; (10) memasanglampu LED; (11) fitting; (12) finishing. Kesimpulandarilaporaniniadalah: (1) Kerahdrakulamemerlukanteknikjahitankhusus agar kerahdapattegakdantidakmudahroboh;(2)Pressingbahanpelapis (M32 danfiselin) padabahanoscardengansuhutinggidapatmenyebabkanbahanmeleleh; (3)Pemasanganlampu LED padarompimembutuhkanpencahayaan yang seimbang agar sinarpadalampumemberikeindahanpadaTailcoatmodifikasi;(4)Proses menjahitkainoscarmembutuhkanteknikkhususuntukmempermudahdalampenjahitanbusana; (5) Pembuatanbusanathree-piecemenggunakanbahanoscar (semi kulit), bahaniniakanterasapanasjikadigunakanterlalu lama
Studi Perilaku Wanita Kota Malang Pada Keputusan Pembelian Produk Fashion Branded Lokal Indonesia
ABSTRAK Gusti, Putri Wahyuning. 2014. Perilaku Wanita Kota Malang Pada KeputusanPembelian Produk Fashion Branded Lokal Indonesia. Skripsi, JurusanTeknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T.M.T. (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: Perilaku Wanita Kota Malang, Fashion Branded Minat konsumen terhadap produk branded cukup banyak terlihat dari permintaan konsumen yang banyak menginginkan produk branded serta banyaknya variasi produk yang ditawarkan produsen terhadap konsumen. Nampak dari meningkatnya penjualan produk fashion branded yang sangat signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku wanita Kota Malang dalam pembelian produk-produk fashion branded lokal di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita Kota Malang yang melakukan pembelian produk fashion branded lokal di butik Luna Maya of Hardware dan butik Tatum. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, sehingga didapatkan sampel sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, digunakan untuk mengambil data perilaku wanita Kota Malang dengan perhitungan data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian perilaku wanita Kota Malang pada keputusan pembelian produk fashion branded lokal responden sering mendapatkan produk yaitu sebesar 48,57%. Pada segi mengkonsumsi produk branded lokal responden sering mengkonsumsi produk sebesar 65,71% dan pada menghabiskan produk branded lokal responden kadang-kadang menghabiskan produk atau melakukan pembuangan produk branded lokal sebesar 60%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku wanita Kota Malang pada keputusan pembelian produk fashion branded lokal termasuk dalam perilaku konsumtif dilihat dari segi mendapatkan produk, mengkonsumsi produk dan menghabiskan produk. Saran dalam penelitian ini adalah (1) Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam melakukan penelitian lebih lanjut mengenai perilaku konsumen. (2) Dalam melakukan pembelian diharapkan konsumen lebih selektif dalam menentukan antara kebutuhan dan keinginan serta dapat mengidentifikasi jenis belanja sesuai dengan manfaat dan tujuan sebelumnya. (3) diharapkan produsen lebih mudah memahami dan mempelajari perilaku konsumen agar dapat mempermudah strategi pemasaran di dunia industri fashion
PENGGUNAAN KAIN ENDEK DALAM BUSANA PESTA MUSLIM ANAK
ABSTRAK Raharjo, Fatimah Nurrahma. 2014. Penggunaan Kain Endek dalam Busana Pesta Muslim Anak. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci : Busana Pesta Muslim Anak Kain Endek Kain endek atau dalam bahasa Bali disebut wastra endek adalah satu teknik ikat yang berkembang khususnya di Bali yaitu pada penyempurnaan ragam hias ikat pada kain di bagian-bagian tertentu yang ditambah dengan coletan yang disebut nyantri. Nyantriadalah penambahan warna dengan goresan kuas dari bambu seperti orang yang melukis. Keindahan ragam hias pola nyantri ini ditekankan pada penyempurnaan warna hiasan berbentuk flora dan fauna serta motif-motif yang diambil darimitologi Bali dan wayang. Motif-motif inilah yang menjadi ciri khas kain endek. Proses pembuatan busana pesta muslim anak berbahan kain endek ini dimulai dari pembuatan desain, pembuatan pola kontruksi, pembuatan draft busana, pembuatan rancangan bahan dan harga, proses memotong bahan, proses menjahit, dan finishing. Pada tahap menjahit busana pesta ini membutuhkan ketelitian dalam menyamakan motif agar hasil jadi busana bagus dan rapi. Langkah pertama adalah menjahit rompi yang berbahan kain endek. Kemudian menjahit aplikasi biku-biku pada bagian muka rompi. Kesulitan dalam pembuatan busana ini adalah menyamakan motif kain endek saat menata pola, sebab motif yang beraturan. Saat menata pola, kain sebaiknya direntangkan hanya 1 helai agar mempermudah proses pemotongan. Proses menjahit aplikasi biku-biku pada rompi dan rok sedikit sulit terutama pada sudut-sudut aplikasi biku-biku yang kecil. Oleh karena itu, sebelum menjahit aplikasi tersebut dijelujur terlebih dahulu agar ketika dijahit kain aplikasi tidak bergeser. Saat menjelujur, sebaiknya sambil menggunting sedikit sudut-sudut kain aplikasi biku-biku agar dapat dilipat dan setelah dijahit, sudut biku-biku di soom dalam agar terlihat rapi
SURVEI MASA TUNGGU PADA ALUMNI SI PENDIDIKAN TATA BUSANA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2007
ABSTRAK Hidayati, Arinanda Dyah. 2014. Survei Masa Tunggu Pada Alumni SI Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Skripsi, Program StudiPendidikanTata Busana, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dra. Esin Sintawati, M.PddanDra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. Kata kunci :Masa Tunggu Alumni Pada era globalisasi yang serba kompetitif di berbagai bidang kehidupan, dunia kerja masih sangat penting dan masih dibutuhkan keberadaannya. Pendidikan dianggap sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun dalam kenyataannya, pendidikan juga dianggap berkaitan erat dengan masa tunggu seseorang dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Pertumbuhan angkatan kerja terbilang masih relatif tinggi, sedangkan lapangan pekerjaan atau lowongan pekerjaan yang tersedia terbatas. Itulahyang menyebabkan terjadinya masa tunggu. Tujuanpenelitianiniadalahuntuk mengetahuimasa tunggu alumni SI Pendidikan Tata Busana angkatan 2007 Universitas Negeri Malang.Penelitianinitermasukdalamjenispenelitiankuantitatif, populasi penelitian ini adalah seluruh alumni 2007 program studi SI Pendidikan TataBusana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, yang berjumlah 46 responden. Teknik penarikan sampel menggunakan sampel jenuh yang artinya sebagai teknik penentuan sampel bila anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hasilpenelitiandiketahuibahwaalumni terbanyak lulus pada tahun 2011/2012 semester gasal dengan lama pendidikan 9 semester, dengan lama masa tunggu tercepat 0 bulan dantermasuk pada harkat dan peringkat sangat baik dan terlama alumni mengalami masa tunggu selama lebih dari 3 tahun. Kegiatan yang dilakukan alumni selama masa tunggu dengan berusaha mencari pekerjaan di perusahaan Negeri/Swasta dan membuka usaha sendiri. Usaha yang dilakukan alumni untuk mendapatkan pekerjaan dengan melamar pekerjaan diberbagai perusahaan/instansi. Apabila alumni telah melakukan berbagai macam usaha maka alumni dapat membuka usaha diberbagai bidang atau jasa. Alasan terjadinya masa tunggu pada alumni karena tidak adanya lowongan pekerjaan yang tersedia. Pendidikan yang tinggi lebih memudahkan alumni dapat memilih pekerjaan yang diminati. Peran almni sangatlah penting dalam memberikan informasi untuk mendapatkan pekerjaan, maka di sarankan Ikatan Alumni lebih banyak memberikan informasi tentang lapangan pekerjaan atau lowongan pekerjaan