Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
PEMBUATAN ROK ROTAN DENGAN HIASAN SENGKELIT
ABSTRAK Hikmah, Nurul. 2015. Pembuatan Rok Rotan dengan Hiasan Sengkelit. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra.Idah Hadijah, M.Pd, (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: rok rotan, hiasan sengkelit Busana merupakan kebutuhan pokok setiap orang, selain kebutuhan tempat tinggal, baik dari segi mode, bahan pokok, bahan penunjang, pelengkap busana sampai pelindung tubuh dari serangan bahaya alam dan untuk memenuhi adat kesopanan yang berlaku di masyarakat. Setiap orang selalu berlomba-lomba untuk mendapatkan busana yang sesuai dengan keinginan, unik, dan dapat menarik perhatian orang lain. Busana bagi sebagian orang terutama yang menyukai kebiasaan dalam berbusana tidak lagi memperhatikan fungsi busana, tetapi yang terpenting tampil beda dengan yang lain. Hiasan busana merupakan unsur yang ditambahkan pada busana yang berfungsi untuk pemperindah pada busana. Penerapan hiasan berupa sengkelit bisban. Sengkelit bisban ini selain memiliki keindahan juga memiliki inovasi baru. Fungsi sengkelit tidak hanya sebagai rumah kancing, tetapi dapat digunakan sebagai hiasan pada rok. Fungsi bisban tidak hanya untuk merompok kampuh saja tetapi dapat digunakan sebagai hiasan pada rok. Sengkelit itu sendiri yaitu tali yang terbuat dari kain panjang yang arah seratnya diagonal atau serong yang dilipat dan di jahit, kemudian dibalik menyerupai pipa. Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah (1) menjelaskan tentang pembuatan rok rotan, (2) mengaplikasikan sengkelit menjadi bagian dari rok, dan (3) mengetahui pembuatan rok rotan dengan hiasan sengkelit. Langkah dalam proses pembuatan rok rotan dengan hiasan sengkelit antara lain sebagai berikut: persiapan alat, pembuatan desain, pengukuran, pembuatan pola, rancangan bahan dan harga, proses pemotongan bahan, proses menjahit dan menghias, fitting/pengepasan, finishing. Kesimpulan saat proses pembuatan busana ini yaitu perpaduan antara warna emas, coklat muda, coklat tua dan bentuk rok rotan dengan hiasan sengkelit menggambarkan suatu desain yang memiliki nuansa primitif namun tetap unik sehingga terlihat lebih indah dan menarik. Menata kain organdy pada rangka agak sedikit sulit karena permukaan rangka rotan licin dan tekstur kain organdy yang licin. Selain itu pengepasan untuk lebar langkah kurang besar sehingga pada saat berjalan langkah kurang lebar, sehingga harus diperbaiki
Pembuatan Busana Avant-garde Bustier dengan Hiasan Peplum
ABSTRAK Indah, Bunga. 2015. Pembuatan Busana Avant-Garde Bustier dengan Hiasan Peplum. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn (II) Agus Sunandar, S.Pd, M.S.n Kata Kunci: Busana Avant-Garde, Bustier, Peplum Busana Avant-Garde bisa di sebut busana fantasi karena cara,teknik,dan bahan bisa menggunakan hal-hal yang tidak lazim digunakan.Busana Avant-Gardeyang dibuat oleh penulis terinspirasi dari tempat pemakaman dari Suku Toraja yang memiliki nuansa tradisi, magis, dan geometris, yang di aplikasikan pada bagian depan bustier.Bustier yang dahulu hanya dikenakan sebagai busana dalam untuk kebaya wanita, seiring perkembangan zaman bustier hadir dengan nuasa yang berbeda, yakni bustier yang di kenakan sebagai pakian luar. Pada pembuatan busana kali ini bustier digabungkan dengan peplum. Peplum adalah kerutan, lipatan, atau potongan kain melingkar yang mengembang dari bagian pinggang kebawah dengan panjang maksimal 25 cm. Peplum muncul di abad ke-19 lalu menjadi trend kembali di tahun 2013.Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah (1) memaparkan tentang pembuatan busana Avant-garde (2) memaparkan tentang penerapan hiasan tegak pada bagian punggung bustier (3) memaparkan tentang pembuatan aksesoris. Langkah proses Busana Avant-Garde Bustier dengan HiasanPeplumini dimulai dengan pembuatan desain, pengukuran badan, pembuatan pola, pembuatan draft busana dengan pecah pola, rancangan bahan dan harga, memotong bahan, pressing interlinning, menjahit, fitting/pengepasan, finishing. Kesimpulan yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalahdalam proses penjahitan, terdapat proses penggabungan antara bagian bustieratas dengan bagian bustier bagian tengah mengalami kesulitan karena bustierbagian atas terlebih dahulu sudah di isi dengan balen.penulis juga mengalami kesulitan pada saat pemasangan hiasan tegak pada bagian belakang bustier. Kawat yang di pasang pada bagian hiasan tegak mudah sekali bengkok
pembuatan busana avantgarde pria dengan hiasan lampu LED
ABSTRAK Nurochmah, Alfita. 2015. Pembuatan Busana Avantgarde Pria Dengan Hiasan Lampu LED. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M. Sn. Kata Kunci: Busana Avantgarde, Busana Pria, Trend Fashion 2015, Adroit, Lampu LED Busana merupakan kebutuhan pokok manusia yang digunakan setiap hari, adapun menurut jenisnya dibagi menjadi dua yaitu busana wanita dan busana pria. Busana wanita mempunyai perkembangan yang lebih pesat dibandingkan dengan busana pria. Namun, pada jaman sekarang sudah banyak pria yang ingin tampil fashionable dengan mengikuti trend yang ada. Busana yang di rancang merupakan busana Trend Fashion 2015 dengan tema besar Adroit. Adroit mempunyai sub tema diantaranya adalah tinker-toy, Facet dan Algorithm. Pada setiap desainnya Adroit mempunyai sifat yang ceria yang menggambarkan remaja jaman sekarang yang memberi kesan aktif, kreatif, gembira juga cerdas. Busana ini diberi nama Tinker pen drive, busana yang terinspirasi dari sebuah rangkaian Flashdisk. Sebuah benda kecil yang dapat menyimpan banyak file sesuai kapasitasnya. Busana yang dibuat merupakan busana Avantgarde pria dengan hiasan lampu LED. Pemilihan bahan menggunakan bahan Gordyn sebagai bahan utama dan bahan satin sebagai hiasannya. Sedangkan warna yang dipilih warna-warna adroit yang mempunyai ciri khas ceria antara lain (1) Biru, (2) Dark Gold , (3) Merah Detail dari busana ini terdiri dari dua bagian atau two piece yaitu jaket dan celana panjang. Pembuatan busana ini melalui langkah-langkah berikut; (1) Desain, (2) Pembuatan Pola, (3) Cutting, (4) Sewing, (5) Final Fitting, (6) Perbaikan Fitting, (7) Memasang Lampu LED, (8) Finishing Tingkat kesulitan pada busana ini yaitu; (1) jaket dibuat pas badan agar terlihat jelas detail hiasannya namun tetap mengutamakan kenyamanan pada busana Avantgarde pria ini, (2) Lampu LED mudah bergeser meskipun sudah ada doubletipe yang ada pada lampu LED maka lampu LED harus dijahit dengan menggunakan tusuk balut, (3) proses pembuatan hiasan lampu LED juga perlu ilmu khusus agar tidak ada kesalahan dalam penyambungan lampu LED pada kabe
Hiasan Tali Sibory Pada Gaun Pesta
ABSTRAK Kusuma, Ayu Putri, 2014. Hiasan Tali Sibory Pada Gaun Pesta. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd, (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. Kata Kunci: Hiasan Tali Sibory, Gaun Pesta Busana pesta adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta baik pesta pagi, pesta siang, pesta sore maupun pesta malam hari, dimana busana yang dikenakan lebih istimewa dibandingkan dengan busana sehari-hari, baik dari segi bahan, teknik jahit, desain maupun hiasannya. Desain busana pesta sangatlah beragam sesuai dengan waktu dan tempat, misalnya seperti desain pesta informal yang lebih bervariatif dan lebih terbuka, pada kesempatan ini penulis terinspirasi untuk membuat suatu busana pesta malam minidress oneshoulder yang dipadukan dengan tali sibory sebagai hiasan busananya. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah (1) memaparkan tentang pembuatan busana pesta (2) memaparkan tentang penerapan hiasan busana pesta malam melalui tali sibory. Langkah proses pembuatan gaun pesta dengan aplikasi tali sibory ini dimulai dengan pembuatan desain, pengukuran badan, pembuatan pola, pembuatan draft busana dengan pecah pola, rancangan bahan dan harga, memotong bahan, pressing interlinning, menjahit, fitting/pengepasan, finishing. Kesimpulan yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalah kehati-hatian dalam menjahit bahan tulle dengan bahan shantung, agar bahan tulle tidak berkerut. Penyelesaian tali sibory juga perlu diperhatikan karena ujung tali mudah sekali lepas cara yang tepat agar ujung tali tidak terlepas adalah dengan penyelesaian dengan bantuan kain yang dijahit menutupi ujung tali. Tali sibory ditata dengan pola yang tidak beraturan dengan jarak yang tidak terlalu jauh atau terlalu dekat
STUDI PEWARNAAN ALAMI PADA KAIN KATUN BERKOLIN MENGGUNAKAN LIMBAH BUNGA MAWAR (Rosa sp.) MERAH DENGAN FIKSATOR TUNJUNG, TAWAS, BAKING SODA DAN KAPUR
ABSTRAK Irma B., Adyasti. 2015. Studi Pewarnaan Alami pada Kain Katun Berkolin Menggunakan Limbah Bunga Mawar (Rosa sp.) Merah dengan Fiksator Tunjung, Tawas, Baking Soda dan Kapur. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Pewarnaan Alami, Katun Berkolin, Mawar, Fiksator, Tunjung, Tawas, Baking Soda, Kapur Mawar (Rosa Sp.) dapat digunakan sebagai pewarna tekstil yang berasal dari serat selulosa, salah satunya adalah serat kapas. Agar zat warna alam mawar merah dapat terserap dengan baik maka diperlukan zat pembangkit seperti tunjung, tawas, baking soda, dan kapur. Fungsi zat pembangkit selain untuk memperkuat daya serap zat warna ke dalam kain adalah untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan dari zat warna alam mawar merah. Untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan perlu dilakukan pengamatan terhadap kain hasil pencelupan. Pengamatan dapat dilakukan secara visual (organoleptik), yaitu dengan membandingkan kain hasil pencelupan dengan nama-nama warna untuk kain dalam colour chart fabrics cotton. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah kain katun berkolin hasil pencelupan zat warna alam mawar merah menggunakan fiksator tunjung, tawas, baking soda, dan kapur. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif, yaitu dengan memaparkan hasil pengamatan visual (organoleptik) kain hasil pencelupan zat warna alam mawar merah menggunakan fiksator tunjung, tawas, baking soda, dan kapur. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian pencelupan zat warna alam mawar merah menggunakan fiksator tunjung, tawas, baking soda, dan kapur dengan metode 10 kali celup dan 10 kali fiksasi menunjukkan bahwa: (1) Warna utama yang dihasilkan oleh mawar merah adalah smoke (warna ungu agak coklat) (2) Melalui proses fiksasi menggunakan fiksator yang berbeda-beda yaitu tunjung, tawas, baking soda, dan kapur maka diperoleh hasil pencelupan mawar merah yang berbeda-beda warna (3) Fiksator tunjung menghasilkan warna midnight (warna hitam pekat) dalam pewarnaan alam menggunakan mawar merah (4) Fiksator tawas menghasilkan warna brick (merah keunguan) dalam pewarnaan alam menggunakan mawar merah (5) Fiksator baking soda menghasilkan warna mustard (kuning kecoklatan) dalam pewarnaan alam menggunakan mawar merah (6) Fiksator kapur menghasilkan warna stone (warna coklat kekuningan) dalam pewarnaan alam menggunakan mawar merah
PEMBUATAN BUSANA PESTA WANITA DENGAN TEKNIK PATCHWORK
ABSTRAK Fadhilla, Aziiza, Fitria. 2015. Pembuatan Busana Pesta Wanita dengan Teknik Patchwork. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd, Kata Kunci: Teknik Patchwork, Busana Pesta Teknik Patchwork merupakan teknik menyatukan potongan-potongan kain perca menjadi kain yang lebih besar melalui jahitan. meski pengerjaannya lebih sederhana dibanding teknik bordir, menyatukan potongan kain perca membutuhkan kreativitas yang tinggi agar dapat menghasilkan motif baru yang menarik. Menentukan bentuk potongan yang akan dipakai sebagai penghubung antar bentuk patchwork sangat dibutuhkan sebelum pembuatan pola dilakukan. “Busana pesta wanita dengan teknik patchwork” merupakan jenis busana pesta yang diadakan di malam hari. Pemilihan warna menggunakan warna dingin yang bersumber dari warna biru dan abu-abu, untuk memberikan tampilan busana terlihat segar dan ceria. Bahan utama busana menggunakan jenis bahan kain satin duchess, kain organza, kain shantung, kain poliester, dan kain chenille. Tujuan penulisan Tugas Akhir yang akan dihasilkan adalah: (1) memperkenalkan produk “busana pesta wanita dengan teknik patchwork”, (2) menjabarkan proses “pembuatan busana pesta wanita dengan teknik patchwork”, dan (3) memberikan informasi terhadap “pembuatan busana pesta wanita dengan teknik patchwork”. Rangkaian proses pembuatan “busana pesta wanita dengan teknik patchwork” memiliki beberapa tahap sebagai berikut: pembuatan desain, pengambilan ukuran, pembuatan draft busana, pembuatan pola dan pecah pola busana, rancangan bahan dan harga, langkah kerja menjahit busana, finishing busana, dan perawatan busana. Kesimpulan dalam “pembuatan busana pesta wanita dengan teknik patchwork diantaranya adalah: tahap penyambungan setiap potongan pada teknik patchwork membutuhkan ketelatenan agar setiap potongan patchwork 1 sesuai dengan pola bagian rok pias 6 modifikasi, bahan utama pada bagian potongan rok pias modifikasi diberikan tambahan lapisan M32 agar sifat bahan utama menjadi kaku, dan pemilihan kerangka dari bahan rotan pada bagian dalam rok pias 6 modifikasi bertujuan agar membentuk bagian rok pias modifikasi saat digunakan.
Pembuatan Busana Pesta Malam Bentuk Candi Borobudur
ABSTRAK Shafiyah, 2015. Pembuatan Busana Pesta Malam Bentuk Candi Borobudur. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci : Busana Pesta Malam, Candi Borobudur Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai dari kepala sampai ujung kaki. Memilih busana untuk berbagai kesempatan sangat penting karena dapat mempengaruhi penampilan pemakai, jika busana yang dikenakan sesuai dengan situasi dan kondisi akan memberikan rasa nyaman dan percaya diri. Berbagai macam busana berdasarkan kesempatan, yaitu: busana kerja, busana sekolah, busana santai atau rekreasi, busana pesta, busana olahraga, busana khusus, dan busana resmi. Busana yang dikenakan lebih istimewa dibandingkan dengan busana sehari-hari salah satunya adalah busana pesta. Busana pesta merupakan busana yang dikenakan pada kesempatan pesta, baik pesta pagi, pesta siang, pesta sore maupun pesta malam hari. Busana pesta malam merupakan pilihan penulis karena pembuatan busana ini menggunakan bahan yang berwarna gelap dengan hiasan yang berkilau sehingga sesuai jika digunakan di malam hari. Busana pesta malam adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta di malam hari. Mode busana terlihat istimewa atau berkesan glamour, dan warna yang digunakan lebih mencolok baik mode ataupun hiasannya lebih mewah. Busana pesta malam bentuk candi borobudur yang dibuat penulis akan menjadi inspirasi dalam pembuatan busana, yaitu busana pesta kostum. Candi Borobudur merupakan salah satu keajaiban dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Busana pesta malam untuk acara pesta kostum ini memiliki karakter yang unik dan kreatif baik kostum maupun aksesorisnya. Pembuatan busana pesta malam bentuk candi borobudur menggunakan teknik quilting pada cape dan rok. Busana ini menggunakan hiasan bordiran motif wajik yang dibordir pada bagian tepinya. Hiasan bordiran dilengkapi dengan taburan payet dan permata yang berkilau sehingga busana terlihat istimewa dan cantik. Kesimpulan yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalah proses menjahit. Bahan yang digunakan adalah bahan shantung dan tulle yang ditumpuk. Bahan tulle merupakan kain yang memiliki sifat elastis, untuk menjahitnya dijelujur terlebih dahulu. Hasil quilting pada cape dan rok terlihat tidak sama, karena kerapatan pada saat mengisi silikon tidak merata. Kawat yang dimasukkan pada susunan quilting cape mudah bergeser, sebaiknya terlebih dahulu dibungkus dengan vuring menggunakan tusuk balut
Pembuatan Busana Avantgarde Berbahan Plastik Dengan Inspirasi "PAGODA"
ABSTRAK Busana Avantgarde dengan tema Cardiomind beranjak dari inovasi dunia kesehatan dan dunia kelautan dengan kecenderungan pada warna-warna bersih, cerah dan transparan diaplikasikan pada pembuatan busana avantgarde dengan inspirasi Pagoda, yaitu bangunan yang memiliki bentuk unik dengan atap yang bertumpuk-tumpuk sebagai bangunan mercusuar diSungai Qiantang dan pemilihan warna-warna cerah yang ada dilaut. Tujuan penyusunan laporan ini adalah: (1) Menjelaskan tentang busana avantgarde; (2) Menjelaskan tentang bahan yang digunakan dalam pembuatan busana avantgarde; (3) Menjelaskan tentang langkah-langkah pembuatan busana avantgarde dengan inspirasi Pagoda. Ruang lingkup laporan ini adalah: (1) Pengertian busana avantgarde; (2) Penggunaan bahan plastik pada busana avantgarde; (3) Proses pembuatan busana avantgarde dengan inspirasi Pagoda Langkah pembuatan busana (1) desain; (2) persiapan alat; (3) pengambilan ukuran; (4) pembuatan pola dasar dan pecah pola; (5) pembuatan draft busana; (6) rancangan bahan dan harga; (7) proses cutting busana; (8) proses sewing busana; (9) pembuatan hiasan kepala; (10) final fitting. Kesimpulan dari laporan ini adalah: (1) Kesulitan ditemui pada saat menjahit bahan plastik karena menjahit bahan plastik tidak dapat menggunakan jarum pentul, sehingga saat terjadi kesalahan dalam menjahit dan didedel akan menimbulkan bekas lubang-lubang kecil pada plastik; (2) Sifat bahan plastik yang kesat menyulitkan proses menjahit, sehingga hasilnya kurang rapi; (3) Pada proses menyambung kerangka plastik pagoda I, II, III membutuhkan ruangan yang memadai; (4) Bahan plastik merupakan bahan yang sulit disimpan, menyimpan bahan plastik dengan cara dilipat akan menimbulkan bekas lipatan
PEMBUATAN BUSANA REMAJA WANITA DENGAN AKSEN GARIS SIMETRIS
ABSTRAK Firdaus, Ashfiyah Ika. 2015. Pembuatan Busana Remaja Wanita Dengan Aksen Garis Simetris. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd, (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Busana Remaja, Mirage, Aksen Garis Simetris Busana yang merupakan kebutuhan pokok manusia dapat digolongkan menurut faktor usia seseorang, golongan tersebut yaitu busana bayi, busana anak, busana remaja, busana dewasa. Dari ke empat golongan tersebut busana remaja lah yang mengalami perkembangan semakin pesat. Sifat remaja yang cepat menerima informasi dari media maupun lingkungan sekitar membuat mereka dengan mudah mengikuti trend busana yang sedang ada. Dari segi bahan dan desain, remaja lebih menyukai bahan yang ringan dan desain yang simple atau casual namun tetap menarik.busana yang dibuat merupakan busana yang mengikuti Trend Fashion 2015 yaitu Mirage. Pada setiap desainnya, Mirage memiliki ciri-ciri tegas, cerah dan memberi efek kegembiraan, desain pada Mirage pun juga simple namun tetap fashionable jika digunakan. Busana yang dibuat merupakan busana pesta remaja yaitu Minidress dengan menggunakan hiasan Aksen garis simetris. Aksen garis simetris merupakan teknik menghias busana yang menonjolkan teknik cutting baik itu dengan garis vertical, horizontal, atau diagonal. Pemilihan bahan pada busana ini yaitu menggunakan kain Duchess untuk bahan utama dan kain Organza sebagai modifikasi aksen, sedangkan warna busana ini yaitu memilih warna-warna dari Mirage, antara lain; (1) Candy Red Apple atau warna merah apel, (2) White, (3), Sateen Silk Gold atau warna gold. Detail dari busana ini terdiri dari satu bagian atau one piace yaitu minidress dan ditambah dengan headband sebagai hiasan kepala. Pembuatan busana ini melalui langkah-langkah berikut; (1) Desain, (2) Pembuatan pola dan draft, (3) Fitting draft, (4) Merubah draft keukuran model, (5) Cutting, (6) Sewing, (7) Final fitting dan perbaikan, (8) Pelengkap Busana, (9) Finishing. Tingkat kesulitan pada busana ini yaitu; (1) Minidress yang dibuat yaitu busana pas badan maka draft yang dibuat harus benar-benar pas dibadan namun tetap nyaman dikenakan, (2) Pada saat Cutting bahan dibutuhkan ketelatenan dan waktu yang panjang, (3) pada saat menjahit potongan-potongan busana tersebut dibutuhkan kesabaran dan ketelitian, (4) Kain Organsa yang digunakan sebagai modifikasi aksen garis merupakan kain yang mudah bertiras meskipun telah dilapisi Viselin
STUDI PEWARNAAN ALAMI KULIT PISANG RAJA NANGKA (Musa paradisiaca linn) MENGGUNAKAN FIKSATOR TAWAS, TUNJUNG, DAN JERUK NIPIS PADA KAIN KATUN ATBM
ABSTRAK Sulistyo, Noviary. 2015. Studi Pewarnaan Alami Kulit Pisang Raja Nangka (Musa Paradisiaca Linn) Menggunakan Fiksator Tawas, Tunjung, dan Jeruk Nipis pada Kain Katun ATBM. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: Pewarnaan alami, Kulit pisang (Musa Paradisiaca Linn), Fiksator, Tawas, Tunjung, Jeruk Nipis. Kulit pisang Raja Nangka (Musa Paradisiaca Linn) merupakan jenis kulit pisang yang banyak ditemukan di Kota Kediri sebagai limbah dari home industry gethuk pisang. Limbah kulit pisang raja Nangka dapat diolah sebagai bahan pewarna tekstil yang memiliki serat kapas seperti yang banyak dipakai pada kain katun ATBM di Industri tenun ikat di Kediri. Agar zat warna alam kulit pisang dapat terserap dengan baik maka diperlukan zat pembangkit seperti tawas, tunjung, dan jeruk nipis. Fungsi zat pembangkit selain untuk memperkuat daya serap zat warna ke dalam kain adalah untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan dari zat warna alam kulit pisang. Untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan perlu dilakukan pengamatan terhadap kain hasil pencelupan. Pengamatan dapat dilakukan secara visual (organoleptik), yaitu dengan mencocokkan kain hasil pencelupan dengan nama-nama warna untuk kain dalam Colour card fabric cotton. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Obyek penelitian ini adalah kain katun ATBM hasil pencelupan zat warna alam kulit pisang menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan jeruk nipis. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah memaparkan hasil pengamatan visual (organoleptik) kain hasil pencelupan zat warna alam kulit pisang menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan jeruk nipis. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian pencelupan zat warna alam kulit pisang menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan jeruk nipis dengan metode 10 kali celup-fiksasi menunjukkan bahwa:(1) Warna utama yang dihasilkan oleh kulit pisang adalah solid honey (2) Melalui proses fiksasi yaitu: fiksator tawas menghasilkan warna solid khaki, fiksator tunjung menghasilkan warna solid midnight, fiksator jeruk nipis menghasilkan warna solid khaki. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ini, terdapat beberapa saran untuk penelitian lain yaitu (1) perlu dikembangkan zat warna alam kulit pisang menggunakan metode lain, misalnya dengan cara distilasi (penguapan) (2) Mencoba menggunakan fiksator lain, misalnya gula jawa, kapur, soda kue, daun jambu biji, serta cuka (3) Melakukan variasi jumlah konsentrasi larutan fiksator (4) Menggunakan bahan sutera untuk mengetahui perbedaan hasil warna untuk dibandingkan dengan katun. (5) Melakukan pengujian-pengujian ketuaan warna dan ketahanan luntur warna