Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    153 research outputs found

    Pembuatan Busana Pesta pada Pria dengan Inspirasi Motif Keker

    No full text
    ABSTRAK Damayanti, Retno.2016. Pembuatan Busana Pesta pada Pria Dengan Inspirasi Motif Keker. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Busana pesta pria merupakan salah satu busana yang digunakan oleh pria untuk menghadiri acara khusus atau pesta, yang bersifat formal maupun tidak formal. Busana pesta pria dibuat dengan bahan yang baik dan berkualitas sehingga memiliki daya tarik tersendiri. Keker merupakan sebuah motif yang harus digunakan oleh masyarakat suku Sasak yang terletak di Pulau Lombok ketika menghadiri sebuah jamuan pesta pernikahan. Motif keker melambangkan sebuah kedamaian dalam memadu kasih bernaung dibawah pohon sebagai motif dasar benang katun dan berkembang menjadi benang sutra dan motif berbahan benang emas atau perak. Pembuatan motif keker adalah dengan ditenun yang membutuhkan waktu yang lama, sehinggapenulis memilih membuat motif keker dengan menggunakan teknologi bordir komputer yang lebih murah, efisien dan terjangkau. Adapun pokok bahasan dari penulisan tugas akhir ini adalah (1) menjelaskan mengenai busana pesta pria, (2) menjelaskan peran motif keker sebagai inspirasi pembuatan busana, (3) mendeskripsikan proses pembuatan busana dengan penerapan motif bordir. Pembuatan busana ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan alat, pembuatan desain, pengukuran, pembuatan pola dasar, pecah pola dasar, rancangan bahan dan harga, proses membordir bahan, proses pemotongan bahan utama dan bahan pendukung, proses menjahit, fitting/pengepasan, finishing. Kesimpulan dalam pembuatan busana pesta pria dengan inspirasi motif keker adalah ketika mengerjakan bagian yangsulit sebaiknya dijelujur terlebih dahulu. Menggunakan jarum yang sesuai supayajahitan tidak berkerut. Pressing harus menggunakan temperatur panas yang sesuai supaya tidak bergelombang. Kata Kunci: busana pesta pria, motif keke

    KREASI KAIN BERBULU PADA PEMBUATAN BUSANA AVANTGARDE DENGAN TEMA RAW COLOUR

    No full text
    ABSTRACT Maimunah, Siti, 2016. Kreasi Kain Berbulu Pada Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Tema Raw Colour. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Anik Dwiastuti, S.T., M.T  (2) Nurul Hidayati, S.Pd., M.SnKata Kunci : Kreasi Kain Berbulu dan Tuft, Busana Avantgarde, Raw ColourKain berbulu adalah kain yang membentuk simpul (loop) pada permukaan kain sedangkan tuft adalah permukaan kain berbulu yang dibentuk dengan konstruksi net karpet. Pada konsep desain disini kreasi kain berbulu diciptakan dengan menerapkan kain terry berbentuk bola yang diaplikasikan pada rok dan headpice sedangkan rumbai-rumbai terbuat dari benang kinglon yang menghasilkan efek berbulu diaplikasikan pada bustier.Salah satu tema yang muncul dalam trend fashion 2016 adalah Raw Colour  dan penulis memilih Bromo untuk dijadikan sebagai sumber inspirasi karena Bromo merupakan salah satu tempat menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) terbaik di Indonesia. Melihat keindahan Bromo penulis memilih icon yang terkenal di daerah tersebut. Penulis memilih bunga edelweis untuk dijadikan sebagai inspirasi karena bunga edelweis merupakan bunga abadi karena bunga tersebut mekar dalam waktu yang cukup lama.Pembuatan busana avantagarde dengan kreasi kain berbulu terdiri beberapa tahapan yaitu persiapan alat, pengukuran, pembuatan pola, merancang bahan dan harga, pembuatan draft busana, proses memotong bahan, proses menjahit, dan menghias busana. Pada saat menjahit busana avantgarde membutuhkan ketelitian agar hasil dari busana tersebut terlihat rapi. Proses menjahit busana avantgarde meliputi, menjahit bagian bustier, menjahit bagian rok, dan proses menghias busana avantgarde.Dalam pembuatan busana avantgarde hiasan kelopak tidak disambung dengan ban pinggang rok karena menyulitkan pada saat proses menjahit dan perawatannya. Pada proses membuat rumbai-rumbai pada bustier tidak semua lubang dimasukkan benang kinglon karena hasilnya akan lebih mengembang. Pada saat menjahit bustier dengan net karpet mengalami kesulitan karena bahan net karpet yang terbuat dari strimin plastik yang tidak bisa tertusuk jarum sehingga jarak setikan tidak sama. Disarankan membuat hiasan kelopak harus dijahit tersendiri dengan ban pinggang sehingga mempermudah pada saat menjahit dan perawatannya. Pada saat membuat rumbai-rumbai disarankan memasukkan benang kinglon pada net karpet harus dilompati satu lubang agar rumbai yang menghasilkan efek berbulu hasilnya lebih bagus. Proses menjahit bustier dengan net karpet disarankan dijelujur terlebih dahulu supaya mempermudah proses menjahit

    Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Inspirasi Busana Suku Dayak Kalimantan

    No full text
    ABSTRAK Zakiyyah, Almas Fairuz. PembuatanBusanaAvantgarde Dengan Inspirasi Busana Suku Dayak Kalimantan. TugasAkhir, JurusanTeknologiIndustri, Program Studi Diploma III Tata Busana, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing : (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd, (II) Dra. EsinSintawati, M.Pd Kata Kunci : busana avantgarde,busana suku dayak kalimantan Busana Avantgardeterinspirasi dari tatto “tutang” dan busana adat yang ada di Suku Dayak Kalimantan. Tatto bagi Suku Dayak adalah sesuatu yang sakral berhubungan erat dengan beberapa kejadian dan tujuan yang sudah menjadi budaya Suku Dayak Kalimantan. Busana adat Suku Dayak Kalimantan yang terdiri dari blus yang bernama sapei inoq dan rok yang bernama ta’a. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah (1) menjelaskan tentang inspirasi Suku Dayak Kalimantan dalam desain busana avantgarde, (2) menjelaskan tentang pembuatan busana avantgarde, (3) Menjelaskan tentang cara perawatan busana avantgarde. Pembuatan busana avantgarde memiliki alur produksi yaitu, persiapan alat, pembuatan desain, pengukuran badan, pembuatan pola dasar, pembuatan draft busana, pembuatan pecah pola, rancangan bahan dan harga, memotong bahan, menjahit, fitting atau pengepasan, dan finishing.  Pembuatan motif menggunakan teknik aplikasi dan inkrustasi.Alat yang digunakan adalah gunting untuk memotong pada pinggiran motif dan solder digunakan saat membuat bulatan kecil pada motif.Mengaplikasikan motif menggunakan teknik bordir sebagai melekatkan motif pada bahan faux leather untuk mempertegas garis pada bentuk motif. Kesimpulan dalam pembuatan busana avantgarde berbahanfaux leather diperlukan ketelitian dalam mengerjakan karena bahan yang digunakan terlalu sulit, proses menjahitnya menggunakan mesin khusus untuk menjahit bahan seperti faux leather, dan melakukan proses pembuatan busana avantgarde sesuai dengan alur produksi yang telah dibuat supaya hasilnya sesuai dengan desain

    Pembuatan Busana Avant Garde dengan Hiasan Aplikasi Tiga Dimensi

    No full text
    ABSTRAK Chotun, Hanimul. 2016. Pembuatan Busana Avant Garde dengan Hiasan Aplikasi Tiga Dimensi. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Study Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd Kata Kunci: Busana Avant Garde, Hiasan Aplikasi Tiga Dimensi Busana Avant Garde merupakan wujud dari inovasi dan inspirasi yang direalisasikan ke dalam bentuk karya busana.Adapun inspirasi utama busana avant garde ini adalah gunung bromo yang termasuk salah satu keindahan alam yang dimiliki suku Tengger Jawa. Gunung bromo dipilih karena bentuknya yang cukup unik dengan tekstur guratan-guratan yang memberikan nilai seni tersendiri. Dalam  penerapannya gunung bromo diwujudkan dalam bentuk hiasan aplikasi tiga dimensi yakni bentuk yang memiliki ruang dan bervolume.  Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah: (1) memberikan penjelasan tentang busana avant garde; (2) memberikan penjelasan tentang hiasan aplikasi tiga dimensi; dan (3) memberikan penjelasan tentang pembuatan busana avant garde dengan hiasan aplikasi tiga dimensi. Hasil jadi busana avant garde sesuai dengan desain yang telah dirancang sebelumnya, penulis mengembangkan bentuk hiasan aplikasi yang semula hanya berupa potongan kain menjadi bentuk tiga dimensi, akan tetapi terdapat beberapa kekurangan dalam proses pembuatan busana yaitu; (1) pada hiasan aplikasi tiga dimensi efek guratan-guratan tidak terlihat jelas; (2) benang senar yang digunakan untuk membuat lipit masih tampak dari luar; (3) pada proses pembuatan busana avant garde melalui dua tahap pembuatan draft yang menyebabkan waktu produksi tidak efektif; dan (4) dalam proses pressing akhir cape blazer mengalami kesulitan sebab bentuk hiasan aplikasi yang bervolume dan berlipit serta dijahit paten sehingga hasil pressing tidak bisa maksimal. Saran yang dapat disampaikan dalam proses pembuatan busana avant garde ialah; (1) pada proses pressing bahan kain keras (trubenais) untuk hiasan aplikasi tiga dimensi diusahakan merekat sempurna agar efek guratan-guratan terlihat lebih jelas; (2) benang senar  yang digunakan untuk membuat lipit hiasan aplikasi tiga dimensi sebaiknya lebih diposisikan kedalam sehingga benang tidak akan  tampak dari luar; (3) pada proses pembuatan draft sebaiknya sudah dalam bentuk jadi busana avant garde tanpa harus membuat draft basic terlebih dahulu, agar tidak memperlambat proses produksi busana; dan (4) pada proses pressing akhir cape blazer harus dilakukan dengan menggunakan setrika uap, hal ini dikarenakan bentuk hiasan yang bervolume dan memiliki lipit yang dijahit paten

    Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Hiasan Motif Pa'tedong Dan Circle Tail

    No full text
    ABSTRAK Putri, Winni Ade. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Hiasan Motif Pa’tedong Dan Circle Tail, Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra. Endang Prahastuti,M.Pd. Kata Kunci : Busana Avantgarde, Hiasan Motif Pa’tedong,Circle Tail. Busana avantgarde merupakan karya yang bersifat kreatif, unik, eksperimental atau inovatif dalam desain serta teknik pengerjaannya terutama dalam bentuk penghormatan terhadap kultur dan kebudayaannya masing-masing.      Busana avantgarde dengan motif  Pa’tedong dan circle tail  ini terinspirasi dari bentuk tanduk kerbau yang di padu padankan dengan motif  “Pa’tedong”, Pa’ tedong berasal dari kata Tedong yang dalam bahasa Toraja berarti kerbau. Ukiran ini menyerupai bagian muka seekor kerbau. Di Toraja, kerbau adalah binatang peliharaan yang utama dan sangat disayangi. Bagi masyarakat Toraja, kerbau punya fungsi ganda yaitu sebagai emas kawin, sebagai hewan pengolah sawah, alat transaksi dalam jual beli masyarakat Toraja, sebagai korban persembahan kepada dewa atau leluhur dan lain-lain. Pembuatan busana avantgarde ini penulis mengombinasikan berbagai macam bahan tekstil yaitu shantung dan katun goni sebagai bahan utama dikarenakan kain katun goni memiliki tekstur kilau dan kuat tetapi dapat menyerap keringat sehingga jika dipadukan dengan shantung yang memiliki tekstur halus, lembut dan dingin maka busana ini akan terlihat kokoh dan glamour, dacron sebagai bahan pengisi hiasan, dan kain dormail sebagai furing busana. Penulis juga menggunakan perpaduan unsur gradarsi pada circle ekor pada gaun dan warna gold pada busana atas dengan leher depan membulat dan backless pada bagian punggung agar terlihat kesan feminin dengan siluet yang ramping. Sedangkan, detail hiasan perisai dada dan headband yang berbentuk tanduk kerbau menggunakan motif pa’tedong yang dibordir full. Hiasan bordir dilengkapi dengan taburan permata yang berkilau sehingga hiasan terlihat glamour. Simpulan dan saran yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalah Teknik menjahit tiap bagian circle pada dasaran circle yang telah diberi tanda jelujur dengan cara menjahit dari atas ke bawah ternyata menyulitkan seharusnya teknik menjahit dari bagian bawah terlebih dahulu dan diteruskan sampai circle bagian atas agar lebih mudah, Hasil jadi pada hiasan kepala kurang rapi karena jika dipakai masih mudah berubah bentuk seharusnya diberikan penegak dan penguat yang diselipkan pada bagian dalam hiasan agar pada saat dipakai tidak sakit dan tidak mudah jatuh, Penyelesaian untuk menyambung antara furing bagian atas dengan furing bagian bawah jika dijahit akan menyulitkan dan hasil jahitan tidak rapi maka sebaiknya penyelesaian furing dilakukan dengan teknik som dalam

    Pembuatan Busana Avant Garde Dengan Mengaplikasikan Hiasan "Sengkelit"

    No full text
    ABSTRAK Honsiyah. 2016. PembuatanBusanaAvantGardeDenganMengaplikasikan Hiasan ”Sengkelit”. TugasAkhir, JurusanTeknologiIndustri, Program Studi Diploma III Tata Busana, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. EndangPrahastuti, M.Pd., (II) Rudi Nurdiansyah, S.T., M.T. Tugas Akhir ini menjelaskan tentang pembuatan  busana avant garde yang berjudul “The Queen OfPapua”.Busana ini menggambarkan tentang pakaian adat ewer Papua yang menggunakan rok rumbai-rumbai yang terbuat dari rajutan daun sagu. Tujuan Tugas Akhir ini meliputi, menjelaskan pengertian busana avant garde, menjelaskan tentang sengkelit, menjelaskan tentang adat Papua dan menjelaskan tentang pembuatan busana avant garde. Ciri khas pakaian adat Ewer Papua ditunjukkan melalui pengaplikasian sengkelit pada cape dan peplum yang dijahit secara tersusun.Kain yang digunakan dalam pembuatan sengkelit ini menggunakan kain satin, karena kain satin memiliki tekstur kilau, sehingga terkesan mewah. Hasil jadi busana ini berupa long cardigan, bustier dress, hiasan kaki, hiasan tangan, hiasan leher dan hiasan kepala.Bahan dasar long cardigan menggunakan bahan organdy yang memiliki tekstur trasnsparan. Bahan dasar bustier menggunakan bahanduthcess yang memiliki tekstur berkilau. Rok, cape dan peplum menggunakan bahan duthcess yang memiliki tekstur kilau. Hiasan kaki, hiasan tangan dan hiasan leher menggunkan bahan satin. Sedangkan hiasan kepala menggunakan bahan dasar busa topi. Cara perawatan busana ini tidak boleh dilipat, karena akan merusak balenyang terdapat dibagian peplumnya. Masukkan busana ini kedalam cover jas, kemudian masukkan kedalam lemari kering. Kata Kunci : busana avant garde, budayapapua, sengkeli

    Pembuatan Busana Avangarde dengan Hiasan Modifikasi Motif Keker

    No full text
    ABSTRAK Mulyaningtyas,Hesti. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde dengan Hiasan Modifikasi Motif Keker. TugasAkhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. IdahHadijah, M.Pd., (II) Dra. EndangPrahastuti, M.Pd. Busana avant-garde terinspirasi untuk mengangkat kebudayaan daerah Lombok dengan memadukan tema refugium. Motif keker dipilih sebagai sebagai hiasan yang diaplikasikan pada busana avant-garde karena menyesuaikan dengan motif pada tema refugium yaitu motif-motif klasik dari budaya islam. Motif keker dibuat dengan menggunakan teknik border computer. Bordir computer merupakan salah satu teknologi inovasi. Proses pembuatan busana avant-garde dengan hiasan motif keker ini dimulai dari pembuatan desain, pengambilan ukuran, persiapan alat dan bahan, pembuatan pola, pecah pola, dan draping, pembuatan rancangan bahan dan harga, pembuatan draft busana, proses memotong bahan, proses pressing interfacing (M32), proses menjahit busana, fitting, finishing, dan perawatan busana. Secara umum proses pembuatan busana tidak terlalu banyak mengalami kesulitan. Namun, hasil pressing bagian modifikasi sarung kuran grapi, bergelombang, mengkilap karena suhu yang digunakan pada saat pressing terlalu panas dan penggunaan M32 sebagai bahan pelapisnya kurang sesuai karena kurang mendapatkan kesan kaku pada bagian modifikasi sarungnya. Sebaiknyapadasaatpressingmenggunakankainperca agar setrika tidak langsung mengenai bahan utama sehingga kain tidak mengkilap dan untuk bahan seperti duchess menggunakan suhu rendah. Agar lebih terkesan kaku sebaiknya menggunakan bahan pelapis yang lebih kaku dari M32 misalnya M33. Kata Kunci: BusanaAvantgarde, Motif Keke

    Pembuatan Busana Khusus “Angel of Toraja” dengan Menggunakan Teknik Smock Modifikasi

    No full text
    ABSTRAK   Enjelia, Nina. 2016. Pembuatan Busana Khusus “Angel of Toraja” dengan Menggunakan Teknik Smock Modifikasi. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Rudi Nurdiansyah, S.T., M.T.,   Kata Kunci: Smock Modifikasi, Angel of Toraja, Budaya Toraja Busana Khusus ini diberi judul “Angel of Toraja” karena menggambarkan manusia yang harus bekerja cepat, tepat waktu, disiplin, dan terampil serta memadukan unsur kebudayaan Toraja dengan mengambil bentuk atap rumah Tongkonan. Menggambarkan manusia yang memiliki sayap dengan busana yang memiliki detail unik. Angel of Toraja merupakan busana two piece yang terdiri dari mini dress dan aksesoris kerangka besi. Proses pembuatannya menggunakan creative fabric berupa smock modifikasiyang membentuk motif khas Toraja yaitu Paqambo Uai. Pembuatan smock modifikasidibuat dengan cara menjepit garis-garis yang sudah dijahit terlebih dahulu dengan menggunakan benang senar menjadi bentuk yang diinginkan. Hasil jadi yang dihasilkan berupa mini dress berwarna gold full creative fabric dan mempunyai aksesoris kerangka besi yang berbentuk atap rumah Toraja yang terbalik. Kerangka besi terbuat dari besi ringan yang dibentuk dengan cara di las. Smock modifikasi dibuat terlebih dahulu dengan menjahit lurus kain berjarak 9 cm sepanjang panjang dress yang diinginkan sebelum memotong bahan, lalu dilakukan proses pressing dengan posisi hasil jahitan berada diposisi dua garis hasil jahitan. Perawatan busana sebaiknya jangan dilipat karena akan merusak smock modifikasinya. Cukup digantung pada hanger dan dimasukkan kedalam cover jas agar tidak ada debu yang menempel pada lipatan busana. Mencuci busana dengan teknik dry clean (pembersihan kering atau tanpa air)

    PEMBUATAN BUSANA AVANT GARDE DENGAN KONSEP “FUTURE HOME OF PAPUA”

    No full text
    ABSTRAK Fadhilah, Laily Nur. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde dengan Konsep “Future Home of Papua”. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nurul Hidayati S.Pd., M.Sn., (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. Kata Kunci: busana avantgarde, future home of Papua Busana avantgarde adalah busana yang dibuat dari ide-ide kreatif, desain yang unik, dan diperlukan eksperimen dalam teknik pengerjaannya. Busana untuk kesempatan khusus ini diciptakan sebagai busana dengan tingkat seni yang tinggi dan layak untuk dipertontonkan pada acara fashion. Konsep adalah ide atau gambaran yang menguatkan inspirasi dan karakter dari sebuah busana yang diwujudkan. Konsep desain yang terinspirasi dari keprimitifan rumah adat Papua yaitu honai menjadi rumah honai modern. Rumah honai modern yang disebut sebagai rumah masa depannya Papua atau Future Home of Papua ini merupakan hasil inovasi dari arsitektur modern. Future Home of Papua ini dengan bentuk-bentuk geometris yang bertumpuk-tumpuk seperti halnya tumpukan jerami pada atap rumah honai. Bentuk geometris ini dibuat untuk memberi kesan modern, konstruksi kuat, dan kokoh. Rumbai-rumbai yang terinspirasi dari bentuk daun buah merah yang memiliki nama ilmiah pandanus conoideus. Tumbuhan ini merupakan buah traditional dari Papua. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah menjelaskan cara pembuatan busana avantgarde dengan konsep“Future Home of Papua”. Pembuatan busana ini terdiri dari beberapa tahapan seperti persiapan alat, pembuatan desain (tema, storyboard, moodboard, konsep desain, sketsa, dan desain produksi), pemilihan bahan, pengambilan ukuran, pembuatan pola dasar dan pecah pola, pembuatan draft busana, merancang bahan dan harga, cutting, sewing, finishing, final fitting, dan pemeliharaan busana. Kesimpulan dalam pembuatan busana ini yaitu pada pembuatan pola membutuhkan kecermatan dalam mengukur karena terdapat banyak potongan. Proses menjahit bentuk geometri pada mini dress mengalami kesulitan karena pola bagian lipatan sisi agak menyudut sehingga jika dijahit tiga lapis secara bersamaan, hasil jahitan tidak tepat pada tanda rader. Proses menjahit rumbai-rumbai pada bagian cape dan mini dress membutuhkan waktu yang lama karena menggunakan mesin jahit portable. Proses menjahit bentuk geometri pada mini dress bagian kanan mengalami kesulitan karena menggunakan mesin jahit portable sedangkan mesin jenis ini agak sulit untuk menjahit bahan yang tebal

    Pembuatan Busana Avantgarde “Gandrung in Fashion” dari Bahan Lurik dan Prada Bali

    No full text
    ABSTRAK   Christanty, Chyntia Yuana. 2012. Pembuatan Busana Avantgarde “Gandrung in Fashion” dari Bahan Lurik dan Prada Bali. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Anik Dwiastuti, ST., MT, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd.   Kata Kunci: Busana Avantgarde, Gandrung in Fashion, Lurik, Prada Bali Busana avantgardebiasa disebut sebagai busana fantasi atau busana kreasi  yaitu busana yang dibuat sebagai  hasil daya cipta, khayalan atau angan-angan, gagasan, ide atau inspirasi seseorang yang bentuk busananya menyerupai benda aslinya, serta dapat juga menggunakan bahan-bahan yang tidak lazim untuk pembuatan busana. Pada desain busana avantgarde yang dibuat, penulis membutuhkan bahan yang bersifat transparan, tebal dan lebar. Bahan yang digunakan yaitu plastik mika sebagai salah satu bahan material dalam busana ini. Inspirasi busana Avantgarde “Gandrung in Fashion” adalah dari busana tarian Gandrung Banyuwangi. Perpaduan nilai-nilai budaya Jawa (khususnya Banyuwangi)dan Bali dalam busana ini sangat kuat mewarnai tampilan busana ini,sehingga dipilihlah kain lurik dan prada Bali sebagai material utama busana tersebut. Lurik adalah kain tradisional Jawa tengah. Sedangkan Kain prada Bali adalah kain yang dihiasi dengan lempengan tipis yang terbuat dari serbuk emas pada permukaan kain yang kemudian dibentuk menurut motif-motif ragam hias berbentuk flora dan fauna. Detail desain busana initerdiri dari 3 bagian, yaitu rompi beserta dengan ornamen kerucut sebagai center point, blus yang menyambung denganpiasdan rok. Metode pembuatan busana ini melalui langkah-langkah berikut:; (1) Desain; (2) Pembuatan pola dan draft; (3) Fitting draft; (4) Merubah kain draft ke ukuran model; (5) Cutting; (6) Sewing; (7) FinalFitting dan perbaikan; (8) Menghias Busana; (9) Pelengkap Busana; (10) Finishing. Tingkat kesulitan pada busana ini,yaitu; (1) Pada saat mengolah kain lurik yang membutuhkan ketelatenan dan waktu panjang; (2) Pada saat pemasangan kawat pada pias yang membutuhkan kesabaran dan mengkondisikan tangan supaya tetap bersih dan tidak lembab; (3) Pada saat pemasangan kawat pada pias harus berhati-hati karena dapat menyebabkan pias menjadi sobek karena tertusuk kawat; (4) Menjahit rok berbahan plastik yang tidak boleh salah karena apabila terjadi kesalahan, jahitan yang didedel dan dijahit kembali menyebabkan plastik berlubang

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇