Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    153 research outputs found

    Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Konsep "Beauty Of The River"

    No full text
    ABSTRAK   Dewi, Novita Miranti. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Konsep “Beauty     Of The River”. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani,         M.Pd, (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T.   Kata kunci: Busana Avantgarde, Terrain, Beauty Of The River   Busana avantgarde merupakan busana yang digunakan untuk acara panggung/fashion show serta lebih mementingkan unsur estetika/keindahan daripada fungsionalnya dan tidak dapat digunakan untuk sehari-hari. busana avantgarde juga bisa disebut sebagai busana fantasi atau busana kreasi yaitu busana yang dibuat sebagai hasil daya cipta, khayalan, atau angan-angan, gagasan, ide, atau inspirasi seseorang. Busana yang akan dibuat merupakan busana yang mengikuti tren fesyen 2015 yaitu Terrain. Terrain memiliki arti spiritualisme dengan pengertian akan perubahan alam, cuaca, dan kontur tanah yang tidak bisa dilepaskan telah memberikan inspirasi  pada perancangan dengan garis-garis lengkung yang berjalan seirama.   Busana yang dibuat merupakan busana avantgarde dengan konsep “beauty of the river”. Konsep beauty of the river ini terinspirasi dari arus sungai berkelok-kelok yang akan ditonjolkan pada rumbai rok yang terbuat dari kain organdi dengan cara menggunting/cutting secara berkelok-kelok dan kemudian rumbai yang telah dicutting selanjutnya difinishing menggunakan neci, setelah rumbai selesai kemudian ditata pada rok secara satu persatu dan disemat menggunakan jarum pentul sagar tidak bergeser kemudian dijahit. Bahan yang dipilih untuk busana ini yaitu menggunakan kain shantung sebagai bahan utama dan kain duchess sebagai pelengkap pada bagian pinggang sedangkan kain organdi digunakan untuk rok yang berkelok-kelok menyerupai arus sungai. Warna yang dipakai merupakan warna Terrain, yaitu: hijau lumut dan abu-abu. Busana yang terdiri dari 3 bagian atau tree piece memiliki detail: (1) Bustier/kemben, (2) Rok, dan (3) Ornamen bahu. Pembuatan busana melalui beberapa tahapan yaitu: (1) Desain, (2) Pengukuran Badan, (3) Pembuatan Pola dan Pecah Pola, (4) Cutting, (5) Sewing, (6) Pelengkap Busana. Tingkat kesulitan pada busana ini yaitu: (1) pada saat memasang balen dan busa topi pada ornamen bahu harus hati-hati agar tidak robek apabila terkena benda tajam seperti balen, dan (2) pada saat menata rumbai pada rok harus diatur satu persatu dan disemat terlebih dahulu agar tidak bergeser saat dijahit

    Pembuatan Busana Avantgarde dengan Teknik Bordir

    No full text
    ABSTRAK   Amalia, Nabella. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde dengan Teknik Bordir. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn.   Kata Kunci :Budaya Toraja, Kain Oscar dan Bordir Komputer Busana merupakan budaya pokok manusia yang digunakan setiap hari, adapun menurut jenisnya di bagi menjadi 2 yaitu busana pria dan wanita. Busana khusus ini diberi judul “The Wonder Of Tana Toraja” karena menggambarkan kekayaan budaya Toraja yang tersirat melalui busana yang berbentuk atap rumah Suku Toraja yaitu bernama Tongkonan. pola ukiran dari Pagerong dan NeqLimbongan mendominasi gaun yang melambangkan harapan agar arwah leluhur menjaga dan memberi rezeki, dengan sumber mata air yang tidak pernah kering sehingga menjadi sumber kehidupan yang di maknai bahwa rezeki akan datang dan memberi kebahagiaan. Desain dan gaya yang ditunjukkan melalui kombinasi aplikasi dan teknik bordir. Bahan Oscar sebagai bahan utama karena memiliki tekstur kaku dalam pembuatan busana Avantgarde, dan kain Nettuntuk bahan pelapis agar busana lebih menarik. Warna yang dipilih adalah warna gold, karena merupakan bukan warna dariUrban Farming dan Toraja untuk bertujuan menghasilkan kreativitas busana dengan tema Culturesistance yang mengedepankan ciri khas yang memadukan antara perlawanan dari budaya tersebut.“Culturesistance” yang merupakan perpaduan dari kata “Culture” dan “Resistance” yang berarti budaya dan “Resistance” yang berarti perlawanan sehingga tampilan yang memadukan antara perlawanan dan interprestasi terhadap budaya. Dalam Culturesistance mempunyai beberapa sub tema salah satunya yaitu Urban Famingyang difokuskan pada penciptaan kreasi busana Avantgarde dengan konteks penggabungan suatu wilayah yaitu “Suku Toraja”. Pada proses pembuatan motif bordir memilih bahan dasar Oscar.Bordir yang dipilih yaitu menggunakan bordir komputer karena lebih fleksibel dengan menggunakan File yang di scan dan di edit selanjutnya di print bordir secara bersamaan dengan jumlah banyak. Detail dari busana ini terdiri dari satu bagian, pembuatan busana dimulai dari pembuatan desain, pembuatan pola, cutting, bordir motif,sewing, finalfitting,perbaikan fitting dan finishing. Penggunakan bahan  Oscaryang keras dan kaku, bila saat terjadi kesalahan dan perlu perbaikan dengan cara melepas jahitan, akan mengakibatkan lubang-lubang kecil pada Bahan Oscar.Oleh sebab itu sebelum proses sewing sebaiknya bahan Oscar ditata dan dirapikan terlebih dahulu untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses menjahit

    Penerapan Hiasan Circle dan Motif Anyam pada Busana Avantgarde

    No full text
    ABSTRAK   Faitul Jannah, Umi.2016. Penerapan Hiasan Circle dan Motif Anyam pada Busana Avantgarde.Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra.Idah Hadijah, M.Pd, (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn.   Kata Kunci: hiasan circle, motif anyam, busana avantgarde Busana avantgarde merupakan salah satu jenis busana kesempatan khusus yang hanya digunakan pada acara fashion show atau acara panggung. Selain itu, busana avantgarde memiliki bentuk dan daya tarik tersendiri. Hiasan adalah salah satu bentuk atau bahan lain yang dipakai untuk mengisi atau memperindah suatu bidang. Motif anyam merupakan motif berupa garis yang sudah membudaya dalam kehidupan bermasyarakat. Perpaduan anyaman dengan hiasan circle merupakan penciptaan busana yang baru sehingga busana terlihat unik namun unsur tradisional tetap ada. Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah (1) menjelaskan mengenai busana avantgarde, (2) mendeskripsikan proses pembuatan busana dengan penerapan hiasan circle, (3) mendeskripsikan pembuatan motif anyam pada busana avantgarde. Pembuatan busana ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan alat, pembuatan desain, pengukuran, pembuatan pola dasar, pecah pola dasar, rancangan bahan dan harga, proses pemotongan bahan(interfacing), proses pemotongan bahan, proses menjahit, proses menghias, fitting/pengepasan, finishing. kesimpulan dalam pembuatan busana avantgarde menggunakan bahan yang sesuai dengan karakteristik bentuk desain, baik untuk membuat hiasan circle ataupun motif anyam. Membuat hiasan circle sebaiknya menggunakan bahan yang bersifat licin dan elastis, karena mudah dibentuk dan hasilnya akan rapi. Supaya motif anyam yang dihasilkan rapi sebaiknya menggunakan gunting yang runcing dan tajam untuk memotong bagian sudut. Kesulitan ditemui saat memasang hiasan circle , semakin banyak hiasan yang terpasang semakin sulit bergerak untuk menjahit hiasannya

    Penerapan Hiasan Pleats Pada Busana Avant Garde

    No full text
    ABSTRAK Hakim, Anggraini Ratna. 2016. Penerapan Hiasan Pleats Pada Busana Avant Garde. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd, (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn Kata Kunci : Busana Avantgarde, Hiasan Pleats. Busana Avant Garde menembus batasan konvensional akan kelaziman berbusana dan menciptakan bentuk sendiri yang secara awam dipandang eksentrik, aneh dan pantas dikenakan di panggung peragaan busana. Penulis membuat busana initerinspirasi dari gear (rodagigi) dengan menggunakan teknik pleats pada busana avantgarde.Hiasan Pleats diterapkan pada busana dengan menggunakan cara di som pada bagian rok pada busana dress. Pada pembuatan busana ini penulis membuat busana avantgarde yang terdiri dari dress one pieces menggunakan bahan utama santung berwarna silver dan menggunakan bahan faux leatherpada bagian lengan berwarna gold dan hiasan pada bagian dada berwarna hitam dan silver menggunakan teknik menganyam motif poleng. Teknik utama yang digunakan penulis dalam hiasan utama busana avantgardeadalah terdapat pada rok dengan penerapan hiasan pleatsberbahan furing pelez warna silver dan warna abu-abu yang terinspirasi dari bentuk gear atau roda gigi.Pemilihan bahan utama hiasan pleats menggunakan bahan lining yaitu furing pelez memiliki karakteristik yang ringan dan mempunyai tektsur yang berkilau. Dalam pembuatan hiasan pleats membutuhkan bahan yang terkesan berkilau. Penerapan hiasan pleats adalah lipatan yang terdapat pada busana atau suatu teknik melipat secara bolak balik pada bahan yang kemudian di pressing dengan cara dijahit atau disetrika dengan seksama sampai hasil lipatannya berbentuk secara permanen. Simpulan dan saran yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalah pada saat pembuatan busana dibutuhkan ketelatenan dan kehati – hatian dalam proses pembuatan hiasan pleats terutama dalam proses pressing .Karena dalam busana ini membentuk lipatan-lipatan yang rapi dan teratur. Oleh karena itu disarankan untuk mengukur setiap lipatan disaat pressing dilakukan. Penyimpanan juga perlu disimpan dengan benar agar tidak merubah hiasan pleats

    Pembuatab Peplum pada Busana Pesta Remaja

    No full text
    ABSTRAK   Fathiyanti. 2015. Pembuatan Peplum pada Busana Pesta Remaja. Tugas Akhir. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti,M.Pd, (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd.   Kata kunci: Busana Pesta Remaja, Peplum Busana pesta adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta baik pesta pagi, pesta siang, pesta sore maupun pesta malam hari, dimana busana lebih istimewa dan glamour dari busana sehari-hari, baik dari segi bahan, teknik jahit, desain, atau hiasannya. Busana pesta yang dibuat adalah busana pesta remaja karena sesuai dengan sifat remaja yang periang, lincah, dan suka mengikuti trend mode baik rambut, busana, maupun aksesoris. Model busana pesta yang unik cocok untuk kaum remaja saat menghadiri suatu acara agar terlihat cantik dan berbeda dari biasanya. Keunikkan busana pesta remaja ini adalah penggunaan peplum. Peplum pada busana pesta cocok dikenakan karena model peplum yang terlihat elegan, feminim, dan berkelas bagi pemakainya. Penggunaan peplum pada busana pesta remaja juga dapat memberikan kesan memperpanjang tubuh atas dan menciptakan pinggang atau panggul yang berisi. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah (1) Memamparkan tentang busana pesta remaja. (2) menginformasikan tentang  pengertian dan model peplum. (3) menjelaskan tentang pembuatan peplum pada busana pesta remaja. Langkah proses pembuatan peplum pada busana pesta remaja ini dimulai dengan pembuatan desain, pengukuran badan, pembuatan pola, rancangan bahan dan harga, memotong bahan, pressing, menjahit, fitting, menghias busana, dan finishing. Kesimpulan yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalah dalam proses menjahit, terdapat proses penggabungan bagian-bagian peplum, membentuk peplum pada dressform, dan menjahit ban pinggang peplum  mengalami kesulitan karena peplum cukup berat dan tebal sehingga harus hati-hati dalam proses menjahit

    PEMBUATAN BUSANA AVANTGARDE DENGAN INSPIRASI TERRAIN

    No full text
    ABSTRAK   Evitasari, Enno. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde dengan Inspirasi Terrain. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.   Kata Kunci: Busana Avantgarde, Terrain, Bahan Tekstil, Perawatan Busana avantgarde merupakan busana yang memiliki konsep dasar seperti busana kostum yang hanya pantas dikenakan pada acara tertentu, diantaranya digunakan untuk acara panggung atau fashion dengan tujuan untuk dipamerkan atau diperagakan sebagai hasil karya seni.Ciri khas busana avantgarde menggunakan bahan-bahan yang tidak lazim dan bentuknya tidak biasa (aneh). Busana avantgarde juga banyak digunakan pada saat pesta seperti pesta helloween, pesta ulang tahun, dan pesta kostum lainnya. Ide sebagaisumberinspirasidesainbusanaavantgardeadalahTerrain, yaitu perubahan alam, cuaca, dan iklim dari pergerakan air, kontur tanah dan bebatuan. Busanaavantgarde yang dibuat oleh penulisterinspirasidarikonturtanahterasering yang bentukdantekturnyaunikdanmemberikan rasa tenangdannyaman. Warna-warna pada Terrain meliputi (1) Warna silver, (2) Hijau lumut, (3) Kuning (emas), (4) Hitam, (5) abu-abu, (6) Coklat tanah, dan (7) Putih. Busana avantgarde yang dibuat terinspirasi dari bentuk susunan kontur terasering, maka konsep dari segi bahan tekstil yang digunakan diantaranya yaitu (1) Kain duchess, (2) Kain shantung, (3) Kain zephyr, (4) Kain fleece motif, (5) Kain jaquardsilk, (6) Kain satin, (7) Kain tile polos, dan (8) Kain Tilegliter. Pada busana avantgarde mengkombinasikan dengan bahan tekstil bermaterial seperti (1) Koin logam, (2) Accessories koin berbahan mika, (3) Aplikasi rumbai berbahan benang minilon, (4) Benang nylon, dan (5) Tali mendong. Bahandan accessories yang adapadabusanaavantgardeperluadanyaperawatankhususuntukmerawatbusanatersebut agar tetapbersihdanrapi. Berikutadabeberapacaramerawatbusanaavantgardedengantekniksusunanberbagaimacambahantekstildankoinlogamantara lain: (1) Menggantungkanbusanaavantgarde, (2) Menyimpanbusanaavantgardepadakantongpenyimpanan, (3) Menghindariperawatanmenggunakandrycleanpada bagian logam

    Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Menerapkan Hiasan Berbentuk Jamur Myxomycota

    No full text
    ABSTRAK   Kumalasari, Devy Intan. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde Dengan MenerapkanHiasan Berbentuk Jamur Myxomycota. Tugas Akhir, Teknologi Industri,Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., (II) AgusSunandar, S.Pd., M.Sn.   Kata Kunci: jamur myxomycota, busana avantgarde, penerapan hiasan Trend fashion  setiap tahun selalu berbeda-beda. Tahun 2016 trend fashion kali ini mengangkat tema besar Resistance dengan salah satu sub temanya adalah biopop.  Busana dengan sub tema biopop ini diberi judul “3D of Myxomycota” yang terinspirasi dari bentuk jamur myxomycota serta jenis busana yang dibuat berupa busana avantgarde. Proses pembuatan busana avantgarde ini meliputi pembuatan desain, persiapan alat dan bahan, pengambilan ukuran model, pembuatan pola dan pecah pola, memotong bahan utama, memotong bahan lining, memotong bahan interlining, menjahit busana avantgarde dan membuat hiasan, menerapkan hiasan berbentuk jamur pada bagian lengan dan bagian bawah coat modifikasi busana avantgarde. Pemasangan hiasan terdapat kesulitan dalam penerapannya dengan cara membentangkan coat modifikasi pada permukaan yang datar sehingga menyebabkan hiasan tampak kurang rapat sebaiknya hiasan dipasang dengan memsangkan coat modifikasi pada mannequin. Penggunaan tulle sebagai lapisan bagian dalam hiasan yang kurang tebal menyebabkan hiasan tampak kurang kokoh sehingga sebaiknya dilapisi 3 lembar tulle. Detail hiasan busana avantgarde  ini memiliki ukuran yang berbeda-beda sebaiknya lebih teliti dalam pembuatannya. Busana ini mendapatkan penghargaan sebagai Best Creative Fabric pada pagelaran busana bertemakan Culturesistance yang diperoleh dengan memaksimalkan pembuatannya

    Pembuatan Busana Avantgarde "King Of Biominang"

    No full text
    ABSTRAK Dewi, Ni PutuEmas Bella Yulya. 2016. Pembuatan Busana “Avantgarde King Of Biominang”. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dra. EsinSintawati, M.Pd., (II) Dra. NurulAini. M.Pd Kata Kunci : busana avantgarde, king of biominang, laser cutting Busana avant-garde merupakan busana yang tidak dapat dikenakan untuk sehari- hari, busana avant-garde dikenakan pada kesempatan khusus. Busana avant-garde ini terbuat dari bahan kain faux leather dengan inspirasi dari rumah adat Provinsi Sumatera dan mengacu pada trend fashion 2016 dengan mengangkat tema Biopop. Biopop merupakan kemajuan riset-riset synthetic biology memberikan harapan baru dengan warna-warna busana yang cerah. Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah (1) menjelaskan mengenai desain busana avant-garde, (2) mendeskripsikan proses pembuatan busana dengan motif laser cutting, (3) Menjelaskan cara perawatan busana avant-garde dengan bahan kain faux leather dan nylon netting. Proses pembuatan busana avant-garde King Of Biominang ini dimulai dari pembuatan desain, pembuatan pola kontruksi, pembuatan draft busana, pembuatan rancangan bahan dan harga, proses pembuatan motif dengan teknik laser cutting yang dibordir, proses memotong bahan, proses pressing interlining, proses menjahit, proses fitting dan finishing. Pembuatan motif menggunakan teknik laser cutting, yaitu menggunakan laser sebagai alat untuk memotong bahan yang kemudian hasilnya di bordir untuk menghasilkan motif yang lebih mewah. Benang bordir yang digunakan berwarna gold untuk menambah kesan mewah. Kesimpulan dalam pembuatan busana avant-garde ini menggunakan bahan yang sesuai dengan karakteristik desain, yakni tegas dan kaku. Menjahit bahan kain faux leather sebaiknya diperlukan ketelitian dalam setiap menjahit dengan menjelujur bagian-bagian potongan terlebih dahulu. Melepas jahitan yang salah akan menyebabkan timbulnya lubang-lubang kecil pada bahan kain faux leather

    Penerapan Metode Eksperimen Pencampuran Warna untuk Meningkatkan Kognitif pada Kelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan. Skripsi Prodi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Universitas Nege

    No full text
    ABSTRAK   Evitasari, Enno. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde dengan Inspirasi Terrain. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.   Kata Kunci: Busana Avantgarde, Terrain, Bahan Tekstil, Perawatan Kemampuan kognitif khususnya mengenal konsep pencampuran warna dalam hal mencoba dan menceritakan apa yang terjadi ketika warna dicampur masih rendah di TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan. Berdasarkan hasil observasi bahwa hanya 2 anak yang mengerti tentang konsep pencampuran warna. Hal ini disebabkan karena anak hanya dikenalkan macam-macam warna saja tanpa memperkenalkan warna primer dan warna sekunder. Selain itu metode pembelajaran yang diterapkan membuat pasif seperti metode pemberian tugas. Rumusan masalah peneliti yaitu (1) bagaimana penerapan metode eksperimen pencampuran warna dengan menggunakan lem kayu untuk meningkatkan kognitif pada anak kelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan? (2) apakah penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan? Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dikelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, daftar cek, catatan lapangan dan dokumentasi. Peneliti terlibat dalam penelitian sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan kognitif anak dapat meningkat. Hal ini terbukti dari hasil belajar anak dari siklus I, pada indikator 1 yaitu membedakan dan membuat 2 kumpulan benda yang sama jumlahnya-yang tidak sama, yang lebih banyak-lebih sedikit, belum ada anak yang berkembang; indikator 2 yaitu mengenal perbedaan banyak-sedikit dan sama-beda, 3 anak yang berkembang; indikator 3 yaitu mencoba menceritakan apa yang terjadi jika warna dicampur, 21 anak berkembang; indikator 4 yaitu mengungkakan sebab akibat, 21 anak berkembang. Kemudian dilakukan siklus II perkembangan kognitif anak meningkat pada indikator 1, 19 anak berkembang; indikator 2, 22 anak berkembang; indikator 3, 22 anak berkembang; indikator 4, 22 anak berkembang. Menerapkan metode eksperimen berhasil meningkatkan kognitif anak kelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan, hal ini terbukti dari data yang diperoleh saat penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar guru memilih metode yang tepat dan kreatif dalam mencoba ide baru agar anak aktif dalam proses pembelajaran serta anak tidak merasa cepat bosan, misalnya dengan menerapkan metode eksperimen

    APLIKASI MOTIF KUPU-KUPU DENGAN BURCI PADA BUSANA PESTA

    No full text
    ABSTRAK Oktavina, Nur Hidayati. 2016. Aplikasi Motif  Kupu-kupu Dengan Burci Pada  Busana Pesta. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang , Pembimbing; (1) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si., (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Busana pesta, aplikasi burci, motif kupu-kupu. Busana pesta adalah busana yang digunakan untuk menghadiri acara atau jamuan pesta, baik yang bersifat formal, semi formal dan non formal. Busana pesta yang dibuat adalah busana non formal yang dapat digunakan pada saat acara pesta bertema, contohnya adalah pesta kostum. Penciptaan busana pesta non formal ini disesuaikan dengan usia pemakainya. Dalam laporan tugas akhir ini, penulis membuat busana pesta remaja non formal. Busana pesta non formal remaja biasanya lebih berani dan bebas. Oleh karena itu, busana pesta non formal ini dapat di rancang dengan bentuk-bentuk baru yang unik dan bebas. Busana ini terinspirasi dari motif kupu-kupu, sehingga bentuk hiasan busana ini dibuat menyerupai dengan kupu-kupu pada blus dan rok. Busana pesta tersebut terdiri dari tiga bagian busana (three piece) yang menggunakan warna soft, karena warna soft adalah warna yang mempunyai kesan lembut dan ceria.  Proses pembuatan busana ini meliputi pembuatan desain, pengukuran badan, pembuatan pola dan pecah pola, membuat draft busana, rancangan bahan dan harga, memotong bahan, menjahit busana, menghias aplikasi dan headpiece, fitting/pengepasan, finishing. Kesimpulan pembuatan busana ini adalah, sulitnya penggunaan pada saat pemakaian busana terutama pada bagian tengah belakang, karena menggunakan zipper jepang biasa. Sebaiknya pengguanaan zipper dengan menggunakan zipper jaket agar lebih mudah untuk menggunakan dan menanggalkan. ABSTRACT Oktavina, Nur Hidayati, 2016. The Application of Butterfly and Burci Themes on Party Cloth. Final Paper, Department of Industrial Technology, Study Program of Diploma III in Cloth Making, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si; (II) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn. Keywords: Party Cloth, Burci Application, Butterfly Theme Party cloth was usually worn to attend party occasions or banquets, and this cloth was characterized by formal, semi-formal and non-formal styles. Non-formal party cloth was often worn by teenagers because this party cloth was described by its relaxation attribute despite the retention of its elegancy element. This cloth was inspired by butterfly theme, and therefore, the ornaments in this cloth were then resembled with the butterfly itself. These ornaments were decorated on blouse and skirt. Party cloth comprised of three pieces. All pieces were colored in pastel because pastel color was considered as giving senses of tender and cheer. The making of this cloth involved several activities such as designing, measuring the body, patterning and splitting the pattern, drafting the cloth, preparing material and price, cutting the material, sewing the cloth, ornamenting with application and head piece, fitting and finishing. Conclusion making of this dress is, the difficulty of the use upon use fashion, especially in the middle of the back, because it uses ordinary Japanese zipper. We recommend that you use using zipper jacket zipper to make it easier to use and take off

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇