Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    153 research outputs found

    Pembuatan Busana Pesta dengan Hiasan Motif Dayak

    No full text
    ABSTRAK Andini, Jerri.2017. PembuatanBusanaPestadenganHiasan Motif Dayak.TugasAkhir, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (I) Dra. EsinSintawati, M.Pd.   Kata Kunci: BusanaPesta, Motif Dayak, TeknikAplikasi, HiasanLekapanBenang   Busanapesta yang dibuatterinspirasidarihiasan motif Dayak, yang mempunyaikeunikandanmemilikibentuk motif yang sangatkhas.Cirikhasdari motif Dayaksepertigaris, warnadanmakna.Garis yang diambildaridesainkhas motif Dayakmembentuksuatu motif yang terlihatunik, sertawarna yang menguatkan motif sehinggamenarikdanmempunyaimakna motif yang tidaksepertibiasanya. Busanapestaadalahbusana yang digunakanuntukkesempatanpestadandibuatlebihistimewadaribusanalainnya, baikdalamhalbahan, desain, hiasan, maupunteknikjahitannya.Busanapestayang dibuatmerupakanone piece,memiliki model busanapestadengangarisleherbulat,tanpalengan, terdapatpotonganpadabagian  dadaatas. Bagianmukadanbelakangatasmenggunakanhiasantalisibory, potonganpadabagianpinggang, denganroksetengahlingkarandandihiasmenggunakanteknikaplikasi.Bahan yang digunakanuntukpotonganbagianatasadalahtile, untukbustier satin sutra danuntukbagianrok satin dutchess. Pelengkapbusanapestainiberupahiasankepaladanhiasanlengan. Teknikaplikasiadalahteknikmembuatbendakerajinantekstil yang dikerjakandengancaramembuatgambarpadakain, kemudiandiguntingdanditempelpadalembarankain, diselesaikandenganmenggunakantekniktikamjejak. Tekniklekapanbenangadalahteknikmeghiaskain yang hiasannyadiperolehdenganmeletakanpotongankain, benang, maupun pita yang dibentukmenurut motif yang diinginkan. Tujuanpenulisaniniuntukmemberiinformasikepadakalanganluasa agar lebihmengenaltentang motif Dayakdanmemberiinformasitentangpembuatanbusanapestadenganhiasan motif Dayak yang menggunakanteknikaplikasidanlekapanbenang

    Aplikasi Tekstur Buah Biji Pala pada Busana Avant Garde. Tugas Akhir

    No full text
    ABSTRAK Busana Avant Garde merupakan busana dengan tingkat penciptaan yang terbaru (ide-ide fresh) dari eksperimen-eksperimen dan riset yang dilakukan terlebih dahulu serta dibentuk kembali ke dalam sebuah rancangan yang inspiratif dan inovatif. Terdapat macam-macam teknik menghias busana dalam pengetahuan busana salah satunya teknik Aplikasi. Aplikasi adalah memperbagus atau memperindah suatu karya dari yang kurang menarik menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan fungsi aslinya serta menampilkan bentuk yang lebih bagus dari aslinya, namun pada saat pembuatan busana Avant Garde ini dimunculkan ide baru melalui pengembangan teknik Aplikasi.Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah menjelaskan proses pembuatan aplikasi tekstur buah biji pala pada busana avant garde. Pembuatan busana Avant Garde ini terdiri dari beberapa tahapan seperti pembuatan desain, persiapan alat dan bahan, pembuatan draft basic (gaun), fitting draft basic (gaun), pengambilan ukuran, perbaikan pola draft basic (gaun), pecah pola, merancang bahan dan harga, membuat aplikasi, peletakan pola pada bahan, cutting, sewing, fitting, finishing, dan pemeliharaan busana. Kesimpulan dalam saran  Busanaavant garde merupakan busana dengan aplikasi tekstur buah biji. Busana avant garde ini terdiri dari 2 piece yaug berupa blus pas badan dan rok setengah lingkar.Pada proses pemasangan aplikasi pada busanaavant gardememerlukan ketelitian yang tinggi karena teknik aplikasi ini sangat tebal tidak bisa di jahit dengan mesin, karena bahannya yang sangat tebal dan menggunakanlapisan vliselin, hanya bisa di som tangan, seharusnya aplikasi yang menggunakan bahan duches, tidak perlumenggunakan vliselin karena kain sudah tebal dan akan di som pada blouse bahan tulle yang elastis.  Pada proses menjahit rumbai memerlukan waktu yang lama dan menghambat poses pembuatan busana avant garde, karena teknik penyelesaian menjahit rumbai setelah dijahit di balik kemudian di som, seharusnya rumbai cara penyelesaiannya di jahit kemudian di balik tidak memerlukan waktu yang lama.Pada proses pembuatan pola rok setengah lingkar pada busana avant gardeterdapat kesalahan pola rok setengah lingkar tidak sama dengan pola rok patticotyang menggunakan pola lingkaran, hasil jadi rok setengah lingkar yang sudah di pasang rumbai ketika di digunakan model/pragawati tidak mengembang, seharusnya rok petticoat dan rok sestengah lingkar polanya sama menggunakan pola lingkaran. Pada proses pembuatan blousepas badan hasil jadi blouse terlalu panjang, karena pembuatan draf hanya pada blouse, seharusnya pembuatan draft juga pada rok agar blouse tidak kepanjangan. Pada saat pemasangan ban pinggang pada rok yang sudah terpasang rumbai terdapat kesulitan karena rumbai teknik pemasangannya bertumpuk dan tebal, seharusnya pemasangan rumbai secara bersusun agar pada saat pemasangan ban pinggang pada rok tidak kesulitan

    PembuatanBusana Muslim WanitaDenganVariasiAnyamandanBelahanAsimetris

    No full text
    ABSTRAK Pamungkas, Whinda, Veronica Putri. 2017. PembuatanBusana Muslim Wanita Dengan Variasi Anyaman dan Belahan Asimetris. TugasAkhir, Jurusan Teknologi Industri, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Agus Sunandar, S.Pd.,M.Sn.   Kata Kunci: Busana Wanita, Trend Fashion 2015, Prolific,Anyaman dan Belahan Asimetris   Busanamerupakankebutuhanpokokmanusia yang harusdipenuhi, karena fungsi dasarnya yang melindungi tubuh dan terpenuhinya unsure kesusilaan, seiring berjalannya waktu serta perkembangan jaman dan teknologi, dunia fashion juga mengalami beberapa kemajuan.Menurut fungsinya jaman dahulu busana hanya untuk melindungi tubuh seseorang dari panas dan dingin, namun sekarang tujuan berbusana saat ini lebih dalam seperti; memenuhi unsure etika dan estetika, menutupi aurat bagi kaum muslimah, menunjukan gaya hidup seseorang, menunjukan status social dan ekonomi seseorang, menunjukan identitas seseorang, menutupi cacat atau kekurangan pada tubuh. Busana muslim adalah “pakaian yang dapat menutupi beberapa bagian khusus anggota tubuh manusia, busana ini dapat dijadikan sebagai busana muslim. Busana muslim wanita tidak boleh memiliki hiasan yang berlebihan dan tetap sederhana.Busana muslim wanita harus mencerminkan seorang muslimah.   Busana ini mengangkat tema Prolific, Prolific adalah salah satu tema besar yang adadalamtrend forecasting 2015/2016 di Jakarta Fashion Week 2014.Dalam buku (Re+habitat, 2014:94) menyatakanProlific adalah “terinspirasi oleh sejarah peradaban manusia dengan menggunakan merajut, menganyam dan teknik rumbai menggunakan warna-warna cerah, rapi terorganisir, dan pemotongan cenderung asimetris” Prolific juga lebih cenderung kepembuatan fabric baru.Dalam tema ini memberikan kesan lebih gembira dan ceria, meski mengangkat peradaban manusia namun tema ini tetap lebih inovasi dan kreatif.   Busana yang mempunyai hiasan anyaman ini akan terlihat menarik dengan bentuk asimetris,karena pada umumnya anyaman hanya terbuat dari rotan, disini anyaman diangkat menjadi sebuah busana dengan belahan asimetris.Asimetris member kesan abstrak atau acak tapi tetap memeperhatikan keindahan.

    STUDI TENTANG PERKEMBANGAN TENUN LURIK PEDAN DI KABUPATEN KLATEN JAWA TENGGAH

    No full text
    ABSTRAK Tenun lurik Pedan merupakan salah satu dari kekayaan budaya  Indonesia. Daerah Pedan merupakan sentra pembuatan tenun lurik sejak tahun 1950 yang memiliki 500 penusahadan 60.000 pekerja. Namun semenjak adanya mesin tekstil  yanglebih modern banyak pengusaha yang  merugi hingga saat ini hanya ada puluhan pengusaha tenun lurik, dan disamping itu ada yang  bertahan dengan cara mengembangkan baik motif, bahan dan warna. Perkembangan tenun lurik tersebut tidak banyak diketahui oleh masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang motif, warna, dan bahan dari tenun lurik Pedan Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, hasil data dalam penelitian ini berupa kata-kata. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini untuk menguji keabsahan data yang telah diperoleh, menggunakan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Untuk  menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan empat alur, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verfikasi.Berdasarkan hasil penelitian analisis tersebut diperoleh tiga hasil kesimpulan sebagai berikut : (1) tenun lurik sudah berkembang dari segi motif, warna dan bahan, namun Kabupaten Klaten masih belum memiliki motif khas tersendiri; (2)tenun lurik Pedan yang dihasilkan menggunakan berbagai jenis benang katun, sutra dan poliester; (3) Warna tenun lurik identik dengan warna gelap. Perkembangan saat ini warna yang dihasilkan saat ini lebih cerah dan memiliki banyak inovasi warna. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian iniadalah: (1) Adanya perkembangan motif tersebut hendaknya diimbangi dengan menciptakan motif tenunlurik yang khas dengan Klaten, misalnya membuat motif padi atau beras karena mayoritas penduduk di Klaten adalah petani (2) Penggunaan katun misris untuk semuatenun yang digunakan agar tenun lurik tersebut nyaman saat dikenakan,  karena minat beli konsumen selain pada motif yang menarik bahan tenun yang digunakan juga menjadi prioritas utama; (3)Upaya pengusaha tenun lurik dalam meningkatkan jenis warna tenun lurik diharapkan bisa menjadi motivasi untuk industri yang lainnya, agar perkembangan tenun lurik merata pada di daerah Pedan. Pemerintah setempat turut memberikan sosialisasi terkait dengan warna tekstil

    Studi Pemanfaatan Sarana Prasarana di Laboratorium Menjahit pada Pembelajaran Pembuatan Busana (Custom-Made) Program Keahlian Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAKFarida, Novia. 2017. Studi Pemanfaatan Sarana Prasarana di Laboratorium Menjahit pada Pembelajaran Pembuatan Busana (Custom-Made) Program Keahlian Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn.Kata Kunci : Sarana Prasarana, Pembelajaran, Pemanfaatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan jenjang pendidikan yang mengutamakan pengembangan kemampuan dan keterampilan peserta didik agar siap untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. SMKN 5 Malang berupaya mengem-bangkan keterampilan peserta didik melalui pembelajaran praktikum di laborato-rium, namun kondisi sarana prasarana laboratorium di SMKN 5 Malang belum memenuhi standar. Oleh sebab itu, sekolah sudah seharusnya menyediakan sarana prasarana yang menunjang sesuai dengan standar agar dapat dimanfaatkan peserta didik dalam pembelajaran sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan dengan maksimal sarta tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan sarana dan prasarana di laboratorium menjahit pada Pembelajaran Pembuatan Busana (Custom-Made) di SMKN 5 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII Busana Butik. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket tertutup dengan sejumlah 53 item pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana laboratorium menjahit pada umumnya sudah dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran Pem-buatan Busana (Custom-Made). Pemanfaatan laboratorium tersebut meliputi sarana di laboratorium 1, laboratorium 2, dan laboratorium 3 yang sudah dimanfaat¬kan dalam pembelajaran, namun terdapat sarana yang kurang dimanfaatkan yaitu ketersediaan alat jahit pokok dan ketersediaan alat jahit penunjang di laboratorium 1. Prasarana di laboratorium 1, laboratorium 2, dan laboratorium 3 sudah dimanfaat¬kan dalam pembelajaran dan terdapat prasarana yang kurang dimanfaatkan yaitu keamanan dan kesehatan di laboratorium 1. Bagi pihak sekolah diharapkan agar dapat lebih memperhatikan dan menyi¬apkan fasilitas sarana prasarana laboratorium menjahit sesuai standar yang telah ditetapkan supaya peserta didik dapat menggunakan semua fasilitas labora-torium yang dibutuhkan ketika mengikuti pembelajaran. Selanjutnya, guru di-harapkan dapat mengarahkan dan membimbing peserta didik agar peserta didik dapat memanfaatkan sarana prasarana yang tersedia dengan maksimal sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran praktikum dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    Pembuataan Busana Pesta dengan Hiasan Motif Dayak

    No full text
    ABSTRAK Andini, Jerri.2017. PembuatanBusanaPestadenganHiasan Motif Dayak.TugasAkhir, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (I) Dra. EsinSintawati, M.Pd.   Kata Kunci: BusanaPesta, Motif Dayak, TeknikAplikasi, HiasanLekapanBenang   Busanapesta yang dibuatterinspirasidarihiasan motif Dayak, yang mempunyaikeunikandanmemilikibentuk motif yang sangatkhas.Cirikhasdari motif Dayaksepertigaris, warnadanmakna.Garis yang diambildaridesainkhas motif Dayakmembentuksuatu motif yang terlihatunik, sertawarna yang menguatkan motif sehinggamenarikdanmempunyaimakna motif yang tidaksepertibiasanya. Busanapestaadalahbusana yang digunakanuntukkesempatanpestadandibuatlebihistimewadaribusanalainnya, baikdalamhalbahan, desain, hiasan, maupunteknikjahitannya.Busanapestayang dibuatmerupakanone piece,memiliki model busanapestadengangarisleherbulat,tanpalengan, terdapatpotonganpadabagian  dadaatas. Bagianmukadanbelakangatasmenggunakanhiasantalisibory, potonganpadabagianpinggang, denganroksetengahlingkarandandihiasmenggunakanteknikaplikasi.Bahan yang digunakanuntukpotonganbagianatasadalahtile, untukbustier satin sutra danuntukbagianrok satin dutchess. Pelengkapbusanapestainiberupahiasankepaladanhiasanlengan. Teknikaplikasiadalahteknikmembuatbendakerajinantekstil yang dikerjakandengancaramembuatgambarpadakain, kemudiandiguntingdanditempelpadalembarankain, diselesaikandenganmenggunakantekniktikamjejak. Tekniklekapanbenangadalahteknikmeghiaskain yang hiasannyadiperolehdenganmeletakanpotongankain, benang, maupun pita yang dibentukmenurut motif yang diinginkan. Tujuanpenulisaniniuntukmemberiinformasikepadakalanganluasa agar lebihmengenaltentang motif Dayakdanmemberiinformasitentangpembuatanbusanapestadenganhiasan motif Dayak yang menggunakanteknikaplikasidanlekapanbenang

    Tanggapan Konsumen terhadap Produk Busana Berbahan Fabric Defect

    No full text
    ABSTRAK Mufarrohah, Alifatul. 2017. Tanggapan Konsumen terhadap Kualitas Produk Busana Berbahan Fabric Defect. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd,  (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn Kata Kunci: Tanggapan, Konsumen, Kualitas, Produk Busana, Fabric Defect, dan Betti Le MermaidKualitas produk merupakan strategi perusahaan agar mampu bersaing di pesatnya persaingan bisnis, salah satunya bisnis busana. Betti Le Mermaid adalah usaha di bidang busana yang berdiri sejak tahun 2014 hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan konsumen tentang kualitas produk busana Betti Le Mermaid.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik accidental sampling. Populasi konsumen Betti Le Mermaid tidak dapat dipastikan jumlahnya, untuk mendapatkan data yang representatif dapat diperoleh dengan melakukan pengambilan jumlah sampel yang memadai yaitu sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Diperoleh hasil: (1) Kinerja produk dengan persentase 60% data responden dalam klasifikasi sangat baik, (2) keistimewaan produk dengan persentase 75% data responden dalam klasifikasi baik, (3) Kehandalan produk dengan persentase 56% data responden dalam klasifikasi baik, (4) Kesesuaian produk dengan persentase 52% data responden dalam klasifikasi baik (5) Daya tahan produk dengan persentase 50% data responden dalam klasifikasi baik, (6) Kemampuan layanan dengan persentase 59% data responden dalam klasifikasi sangat baik, (7) Estetika Produk dengan persentase 52% data responden dalam klasifikasi baik, (8) Persepsi kualitas produk dengan persentase 61% data responden dalam kategori baik. Secara keseluruhan dimensi, 65% responden kualitas produk busana Betti Le Mermaid dalam kategori baik dan 35% lainnya berada dalam kategori sangat baik.Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan secara keseluruhan kondisi kualitas produk busana Betti Le Mermaid dipersepsikan baik oleh sebagian besar responden, melalui 8 dimensi kualitas produk dimensi yang paling menonjol ada pada dimensi kualitas yang dipersepsikan, dimana pada dimensi tersebut sebagian besar responden mempersepsikannya dengan kategori sangat baik. Adapun saran bagi Betti Le Mermaid, hendaknya terus meningkatkan kualitas produknya salah satunya meliputi konsistensi bahan yang digunakan dan meningkatkan kualitas kekuatan jahitan, serta memberikan jaminan produk pada produk yang cacat/rusak. Bagi Dosen Prodi Tata Busana, hendaknya memberikan pengetahuan yang mendalam terkait pentingnya kualitas produk yang mampu berhasil di pasaran, terutama pada mata kuliah jurusan. Bagi Peneliti lain, hendaknya penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan mengembangkan variabel-varibel lain yang ada

    Pembuatan Busana Avantgarde dengan Teknik Payet

    No full text
    ABSTRAK Rosyidah, D.C. 2017. Pembuatan Busana Avantgarde dengan Teknik Payet. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd. Kata Kunci : pembuatan busana,avantgarde, teknik payet.Pembuatan buasana avantgarde  terinspirasi oleh motif Kalimantan yaitu motif akar bertaut  yang memiliki makna persatuan dan kesatuan. Motif tersebut dari suku dayak dan memiliki ciri khas yaitu bentuk akar yang saling bertautan. Motif akar bertaut biasa dijumpai pada kain tenun asli Kalimantan. Dari motif akar bertaut penulis mengadaptasi sebagian dari motif tersebut menjadi motif baru yang akan digunakan pada busana avantgarde. Ditambah dengan sentuhan payet pada hampir keseluruhan busana menambah kesan busana tersebut khas Kalimantan. Busana avantgarde merupakan busana dengan tingkat penyelesaian yang memiliki kesulitan serta teknik tersendiri dalam pembuatannya.Teknik payet merupakan creative fabric dari busana avantgarde ini. Pemilihan payet pada busana avantgarde dimaksudkan untuk menambah kesan khas Kalimantan. Arti kata payet sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah hiasan berkilap, berbentuk bulat kecil yang dilekatkan pada baju, sepatu, topi.Cara perawatan busana avantgarde agar tahan lama dan tidak mudah rusak yaitu dengan cara menghindari hal-hal berikut, khususnya untuk pakaian yang berpayet dengan bahan suede : jangan mencuci pakaian berpayet dengan mesin cuci, jangan terlalu sering dicuci, rendam dalam detergen, simpan ditempat yang kering.Simpulan dan saran pada busana ini Teknik payet ini diterapkan sebagai motif pada hampir keseluruhan busana untuk memberi kesan timbul.Pada pembuatan busana avantgarde diperlukan ide yang matang sebelum pembuatan desain, dan memperhatikan detai-detail busana dengan baik seperti bahan, creative fabric, teknik, dan lain-lain. Pengerjaan handmade pada busana avantgarde diperlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi untuk hasil yang rapih dan sesuai keinginan

    pembuatan busana avantgarde dengan creative fabric aplikasi "kulit komodo" dari bahan oscar

    No full text
    ABSTRAK Busana avantgarde terinspirasi dari fauna asli daerah NusaTenggara Timur, Komodo yang dipadupadankan dengan detail alat musik Sasando.  Kedua hal tersebut dijadikan bahan inspirasi kemudian diaplikasikan sebagai aksen pada busana avantgarde. Tekstur kulit komodo dipilih sebagai unsur creative fabric pada baju yang diaplikasikan pada busana avantgarde. creative fabric dibuat menggunakan bahan oscar yang dipotong persegi selebar 1,5cmx1,5cm.Proses pembuatan busana avantgarde dengan aplikasi bahan oscar ini dimulai dari pembuatan desain, pengambilan ukuran, persiapan alat dan bahan, pembuatan pola dasar  dan pecah pola, pembuatan rancangan bahan dan harga, pembuatan draft busana, proses memotong bahan, proses pressing interfacing (kain gula dan tricot), proses menjahit busana, fitting, finishing, dan perawatan busana.Busana avantgarde ini menggambarkan laki-laki yang kuat, tegas dan pemberani, busana avantgarde terdiri dari headpiece, kemeja modifikasi dan celana. Warna yang dipilih pada busana avantgarde ini menggunakan lebih banyak dominan coklat muda, yang melambangkan kehangatan dan rasa bahagia, yang dipadukan dengan warnahitam yang memiliki filosifi perlindungan, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri dan kekayaan. Simpulandan saran yang diperoleh dalam pembuatan busana avantgarde ini sebaiknya memperhatikan suhu yang digunakan saat pressing bahan interfacing pada bahan utama, karena jika suhu yang digunakan terlalu tinggi hasil pressing akan kurang sempurna dan meninggalkan kerut, hal lain yang harus diperhatikan yakni saat proses pemasangan creative fabric berbahan oscar memerlukan ketelitian dan ketepatan pada saat menjahit tangan potongan oscar menggunakan tangan pada bahan utama. Proses menjahit busana avantgarde memerlukan ketelitian tinggi karena apabila pada saat menjahit terjadi kesalahan, kemudian melepas jahitan yang sudah dijahit tersebut, akan terjadi bekas jahitan yang membuat hasil akhir busana avantgarde hasilnya tidakrapi

    Pengaplikasian Ukiran Pa'baranaq pada Busana Avantgarde

    No full text
    ABSTRAK Anjarwati, Endang. 2017. Pengaplikasian Ukiran Pa’baranaq pada Busana Avantgarde. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.Kata Kunci : Busana Avantgarde, Budaya Toraja, Ukiran Pa’baranaqProses pembuatan busana avantgarde ini dimulai dari penemuan ide atau inspirasi, pembuatan desain, persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan, pengambilan ukuran model, pembuatan pola, pembuatan draft busana, fitting draft busana pada model, merancang bahan dan harga, proses memotong bahan sesungguhnya, proses menjahit busana, finishing, dan cara perawatan busana avantgarde.Penulis menciptakan busana avantgarde dengan memadukan unsur kebudayaan Indonesia yaitu kebudayaan Tana Toraja. Toraja adalah daerah yang terletak di Pulau Sulawesi Selatan. Toraja berasal dari kata To = orang dan Raya = besar, jadi Toraya atau Toraja adalah orang yang besar atau bisa diartikan orang yang terhormat. Toraja memiliki banyak kebudayaan, salah satunya yaitu ukiran. Busana ini terinspirasi dari ukiran Pa’baranaq yang artinya pohon beringin. Makna ukiran ini adalah agar keturunan memperoleh rezeki dan memiliki jiwa pemimpin seperti halnya pohon beringin yang tumbuh dengan lebatnya dan kuat.Pengaplikasian ukiran Pa’baranaq pada busana avantgarde terletak pada bentuk dari busana yaitu pada bagian leher dan rok yang memiliki bentuk melengkung atau bergelembung yang bermaksud untuk melindungi seperti halnya motif pada ukiran Pa’baranaq,  serta diaplikasikan pada tengah muka, potongan princes panggul depan dan belakang, potongan lengan dengan menggunakan teknik bordir. Ukiran Pa’baranaq melambangkan seorang wanita yaitu dari garis lengkung yang dinamis dan dari makna ukiran untuk memperoleh keturunan sehingga busana ini diterapkan pada wanita.Cara perawatan busana ini jangan dilipat karena dapat merusak busana terutama pada bagian lingkar leher dan rok yang menggelembung. Sebaiknya busana ini disimpan/ditaruh pada manekin dan dilapisi plastik agar busana tetap terjaga bentuknya dan terhindar dari debu. Mencuci busana dengan teknik dry clean atau pencucian kering/tanpa air. Simpulan dan saran pada busana ini yaitu motif bordir yang diaplikasikan pada busana kurang sesuai dengan yang diinginkan karena penulis tidak mendesain motif pada bidang yang sesungguhnya terlebih dahulu, seharusnya penulis mendesain motif pada setiap bagian, seperti pada tengah muka, lengan, dan rok sehingga tukang bordir dapat memahami dengan baik. Headpiece kurang nyaman saat dipakai karena bando kurang besar, seharusnya menggunakan bando yang lebih besar agar kuat dan tidak mudah jatuh saat diperagakan

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇