Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
pembuatan busana pesta asimetris dengan hiasan tali sengkelit
ABSTRAK Nurul Hidayati 2011. Pembuatan Busana Pesta Asimetris Dengan Hiasan Tali Sengkelit. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Drs. Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn. Kata Kunci : Busana pesta, asimetris, hiasan tali sengkelit. Busana merupakan sesuatu yang dikenakan oleh seseorang dari unjung rambut sampai ujung kaki, termasuk pelengkap busana, tata rias wajah dan tata rias rambutnya. Busana akan selalu berkembang, baik dari segi mode, bahan pokok, bahan penunjang, pelengkap busana, sampai dengan tujuan dan fungsibusana. Sesuai dengan perkembangan jaman dan dunia mode, fungsi busana adalah sebagai alat untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan status sosial seseorang. Busana pesta merupakan busana istimewa, sehingga desainnya pun harus disesuaikan dengan fungsi yang mengutamakan kenyamanan didalam pemakaiannya dan merupakan pakaian yang menarik perhatian, pembuatannya pun juga dipilih dari bahan – bahan pilihan yang bagus dan eksklusif serta terkesan mewah. Bahan yang digunakan untuk membuat busana pesta asimetris ini adalah kain yang berkilau yaitu kain shantung dan taffeta. Hiasan yang digunakan untuk memperindah busana adalah tali sengkelit dan manik-manik. Proses pembuatan busana pesta asimetris dengan hiasan tali sengkelit meliputi, pembuatan desain, pola, fitting I, merubah draft ke ukuran model,cutting, sewing, final fitting, menghias busana, membuat aksesoris, dan finishing.Biaya yang dikeluarkan adalah Rp 313.725,00 Hasil busana yang diperoleh daripembuatan busana pesta ini adalah berupa gaun asimetris bersiluet I dengan hiasan tali sengkelit dan manik-manik. Saran yang dapat diberikan dalam pembuatan busana pesta asimetris dengan hiasan tali sengkelit adalah diperlukannya ketelitian dalam membuat opnaisel dan kehati-hatian saat menjahit bila menggunakan bahan shantung dan taffeta
Pembuatan Busana Pesta dengan Draperi
ABSTRAK Rosidah, 2011. Pembuatan Busana Pesta Dengan Draperi. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Dra. Esin Sintawati. Kata Kunci: Busana Pesta, Draperi Salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting adalah kebutuhan berbusana, dimana hal tersebut merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap individu. Kebutuhan berbusana bagi setiap individu mempunyai perjalanan sejarah yang awalnya hanya bertujuan sebagai pelindung dan penutup tubuh, kemudian berkembang menjadi fashion. Fashion memiliki siklus yang berputar, dimana gaya berbusana akan mengalami perubahan dari masa ke masa. Di dalam perubahan tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa gaya berbusana pada era masa lalu akan kembali menjadi trend di waktu yang akan datang. Terkait dengan adanya perputaran trend fashion, busana dengan draperi merupakan salah satu contoh yang kembali menjadi trend saat ini. Busana dengan draperi menjadi pilihan yang banyak diminati oleh pecinta mode, mulai dari busana formal, busana semi formal, maupun busana muslim. Busana pesta dengan draperi ini dilengkapi dengan draperi dan merupakan mode busana dengan garis leher out off shoulder. Draperi terletak pada bagian tengah muka busana yang tersambung langsung pada bagian tengah belakang busana, sehingga draperi tampak menjuntai pada kedua sisi bagian panggul, yaitu sisi kanan dan kiri. Dress form digunakan sebagai alat pembantu untuk membentuk draperi. Bahan yang digunakan untuk pembuatan busana pesta dengan draperi adalah kain shantung strech berwarna biru tosca untuk bagian mini dress dan kain sifon berwarna biru laut untuk bagian draperi dan lengan, serta untuk bagian vuring menggunakan kain vuring kaos dengan jenis kaos spandex. Tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk menjelaskan tentang proses pembuatan busana pesta dengan draperi. Sedangkan manfaat dari penulisan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan mengenai pokok bahasan yang ada. Proses pembuatannya meliputi, pembuatan desain, pola, memotong bahan, menjahit, proses pengepasan, dan menghias busana. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta dengan draperi ini adalah busana pesta yang terbuat dari bahan shantung stretch dan sifon terlihat mewah karena sifat dari kedua bahan tersebut berkilau, dengan hiasan manik-manik. Bahan shantung stretch dapat mengikuti bentuk tubuh, sehingga terlihat pressbody, sedangkan bahan sifon yang melangsai dapat menghasilkan susunan kain yang lembut (tidak kaku)
Analisa Pola Bustier yang Dibuat dengan Pola Praktis dan Pola So-En Ditinjau dari Fitting Factornya pada Tubuh Ukuran Standar "M"n
ABSTRAK Ningtyas, Yuni Trisna. 2011. Analisa Pola Bustier yang Dibuat dengan Pola Praktis dan Pola So-En Ditinjau dari Fitting Factornya pada Tubuh Ukuran Standar “M’. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn (II) Dra. Nur Endah Purwaningsih , M.Pd Kata Kunci: Pola Bustier Pola adalah jiplakan bentuk badan yang biasanya dibuat diatas kertas, yang nantinya sebagai contoh untuk menggunting bahan utama dan bahan pelengkap busana. Pola bustier dapat dibuat dengan beberapa metode, seperti pola So-En dan pola praktis. Dari kedua teknik pembuatan pola ini akan dilihat fitting factornya pada tubuh ukuran standar “M”. Penelitian ini dapat dijadikan refererensi bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih detail mengenai analisa pembuatan pola bustier hingga jadi dan mengetahui tingkat kenyamanan dari pola praktis dan pola So-En. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui tingkat kenyamanan dari pola praktis dan pola So-En dan untuk mengetahui fitting factor pada bustier yang diuat menggunakan pola praktis dan pola So-En. Data penelitian ini diambil menggunakan validator dari panelis ahli dalam bidang tata busana yaitu Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, Dra. Agus Heri Supadmi Irianti, M.Pd dan Dra. Idah Hadijah selaku dosen tata busana di Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian ini dilakukan dengan cara membuat pola So-En dan pola praktis. Teknik pengambilan data menggunakan lembar pengamatan yang diisi oleh panelis. Sedangkan teknik analisa data berupa prosentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pola So-En dan pola praktis memiliki presentase yang berbeda, yaitu 99% untuk pola praktis dan 87% untuk pola So-En. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola praktis memiliki kekurangan pada bagian lingkar dada atas, sedangkan pada pola So-En memiliki kekurangan pada bagian lingkar dada atas, lingkar badan, lingkar dada bawah, lingkar pinggang dan lingkar panggul 1. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dalam pembuatan bustier menggunakan pola praktis lebih teliti lagi pada bagian lingkar dada atas. Sedangkan pada pola So-En perlu menggunakan kupnat cuian pada bagian sisi pola agar pada kedudukan lingkar dada atas, lingkar badan, lingkar dada bawah tidak bergelembung dan lebih teliti lagi pada ukuran lingkar pinggang dan lingkar panggul 1.
modifikasi overalls dan hiasan smock pada busana remaja
ABSTRAK Muryati Suryaning Pungkasari. 2011. Modifikasi Overalls dan Hiasan Smock pada Busana Remaja. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M. Pd, (II) Dra. Hapsari K, M.Pd Kata Kunci: Busana remaja, overalls dan hiasan smock Busana merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi, karena fungsi dasarnya yang melindungi tubuh dan terpenuhinya unsur kesusilaan. Busana remaja terus mengalami perkembangan, oleh karena itu Remaja yang memiliki pengertian yaitu masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Busana remaja yang dipilih penulis yaitu modifikasi overalls dan hiasan smock. Overalls ialah celana yang menyatu dengan pakaian (menyerupai baju montir) yang mulai popular tahun1960-an. Penulis memodifikasi overalls dengan menggunakan camisole yang menyatu dengan culottes. Kamisol adalah sebuah kaos tanpa lengan untuk wanita, biasanya memanjang ke pinggang. kamisol biasanya terbuat dari satin, nilon, atau katun. Kamisol disatukan dengan kulot yang memiliki pengertian celana rok. Penulis menambahkan hiasan yang memiliki pengertian barang yang dipakai untuk menghiasi sesuatu. Hiasan dibuat menyerupai gelembung-gelembung air dengan menggunakan smock yang dibentuk menyerupai bolero. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang pembuatan modifikasi overalls dan hiasan smock pada busana remaja. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat modifikasi overalls dan hiasan smock pada busana remaja. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modifikasi overalls dan hiasan smock pada busana remaja adalah Rp. 319.950,00. Hasil yang diperoleh dari modifikasi overalls dan hiasan smock pada busana remaja adalah busana pesta semi formal yang memiliki kamisol yang menyatu dengan kulot dan hiasan smock jepang pada bagain dada, yang terbuat dari kain satin gradasi warna merah. Saran yang dapat diberikan adalah Corak kain menentukan letak motif, sehingga dibutuhkan ketelitian dalam menata bahan serta memotongnya satu per satu agar bagian kanan dan kiri memiliki motif yang sama. Serta sebaiknya pada saat proses membuat hiasan smock dibuat perhitungan bahan terlebih dahulu agar mendapat ukuran yang tepat dengan lebar dada
Pengembangan Modul Pembelajaran Tata Busana Standar Kompetensi Membuat Busana Bayi untuk SMK Kelas X
ABSTRAK Atmaningrum, Fitriasih Pudyo. 2011. Penyusunan Modul Pembelajaran Tata Busana Standar Kompetensi Membuat Busana Bayi untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas X. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd, (II) Dra. Anti Asta Viani, M.Pd. Kata kunci: Spektrum, Sekolah Menengah Kejuruan, Modul, Membuat Busana Bayi. Pesatnya perkembangan dunia usaha/dunia industri, menjadi salah satu alas an pemerintah untuk kembali melakukan penyempurnaan kurikulum pada tahun 2008 dengan dikeluarkannya Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang baru dan diberlakukan pada tahun pelajaran 2008/2009 mulai kelas X. Berdasarkan spectrum terbaru, terdapat perubahan nama-nama program pendidikan SMK. Perubahan yang terjadi salah satunya adalah diberlakukannya nama standar kompetensi baru yaitu membuat busana bayi. Bahan ajar membuat busana bayi masih sangat terbatas, kalaupun ada, belum disesuaikan dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan tujuan intruksional yang ingin dicapai. Penelitian ini membahas tentang pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran membuat busana bayi untuk SMK Kelas X semester 1 yang dapat digunakan selama 1 semester. Sekolah yang menjadi acuan pada penyusunan modul adalah SMKN 3 Malang. Modul terdiri dari 9 kegiatan belajar yaitu : kegiatan belajar 1 tentang pengetahuan dasar mengenai busana bayi, kegiatan belajar 2 tentang pembuatan popok bayi, kegiatan belajar 3 tentang pembuatan gurita bayi, kegiatan belajar 4 tentang pembuatan kemeja bayi, kegiatan belajar 5 tentang pembuatan sepatu bayi, kegiatan belajar 6 tentang pembuatan topi bayi, kegiatan belajar 7 tentang pembuatan celana popok bayi, kegiatan belajar 8 tentang pembuatan cape bayi, dan kegiatan belajar 9 (pengayaan) tentang pembuatan jaket bayi. Modul yang dikembangkan melalui tahap tinjauan ahli dan preliminary field test (uji coba terbatas). Draft modul ditinjau oleh 4 orang ahli yaitu 1 orang ahli isi/materi, 2 orang ahli media(modul), dan seorang ahli bahasa. Aspek penilaian terdiri dari beberapa indikator dan beberapa butir pertanyaan berupa angket dengan menggunakan ratingscale. Hasil tinjauan ahli isi/materi adalah 92,62% artinya draft modul yang dikembangkan valid; hasil tinjauan ahli media (modul) adalah 85,53% artinya draft modul yang dinyatakan valid; dan hasil tinjauan ahli bahasa adalah 91,17% artinya draft modul yang dikembangkan valid. Berdasarkan kriteria hasil tinjauan ahli draft modul dinyatakan valid tidak perlu dilakukan revisi sehingga dapat dijadikan sebagai produk modul, namun dikarenakan ada beberapa tanggapan dari para ahli maka penulis melakukan revisi pada draft modul yang dikembangkan. Produk modul kemudian diujicobakan melalui uji coba perseorangan dengan melibatkan 3 orang guru tata busana SMKN 3 Malang dan uji coba kelompok kecil dengan melibatkan 9 orang peserta didik di SMKN 3 Malang. Aspek penilaian pada uji coba modul adalah aspek keterbacaan. Masing-masing aspek terdiri dari beberapa indikator dan beberapa butir pertanyaan berupa angket dengan menggunakan ratingscale. Hasil uji coba perorangan adalah 93,01% dan hasil uji coba kelompok kecil adalah 85,77% artinya penilaian untuk aspek keterbacaan modul dinyatakan valid dan sesuai untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil persentase validasi dan uji coba, maka disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan valid sehingga sesuai untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar penelitian ini dilanjutkan pada tahapan penelitian lanjutan melalui kajian eksperimen dan uji coba yang lebih luas
Pembuatan Busana Pesta dengan Ruffles dan Modifikasi Smock Jepang
ABSTRAK Maknun, Luklu’il. 2011, Pembuatan Busana Pesta dengan Ruffles dan Modifikasi Smock Jepang. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Eko Puji Rahayu M.Si, (II) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti M.Pd. Kata Kunci: Busana Pesta, Ruffles, Modifikasi, Smock Jepang Hasrat untuk berkreatifitas sangat diperlukan untuk seseorang yang berkecimpung di dunia busana. Seiring berjalannya waktu busana berkembang tidak hanya sebagai kebutuhan melindungi tubuh saja, namun sebagai gaya hidup untuk tampil menunjukkan ciri khasnya. Busana pesta salah satunya, menjadi dambaan setiap wanita untuk tampil menawan dalam sebuah acara. Hal tersebut sangat menarik sehingga membuat Penulis ingin menciptakan busana pesta dengan desain menggunakan model ruffles dan smock Jepang yang dimodifikasi, agar tercipta busana dengan detail yang eksklusif. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang pembuatan ruffles dan modifikasi smock pada busana pesta. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan tugas akhir ini adalah menambah pengetahuan dan memberi inspirasi kepada pembaca, untuk membuat busana pesta dengan menggunakan model ruffles dan modifikasi smock Jepang. Dalam Tugas Akhir ini dikembangkan bagaimana proses pembuatan busana pesta, dengan menggunakan model ruffles dan pengembangan dari smock Jepang yaitu dengan cara memodifikasinya
Pembuatan Busana Pesta Asimetris dengan Hiasan Tali Sengkelit
ABSTRAK Busana adalah sesuatu yang dikenakan oleh seseorang dari unjung rambut sampai ujung kaki, termasuk pelengkap busana, tata rias wajah dan tata rias rambutnya (Rahayu, 2008:2). Selain itu busana merupakan kebutuhan pokok setiap orang, selain kebutuhan tempat tinggal, sandang dan pangan. Busana akan selalu berkembang, baik dari segi mode, bahan pokok, bahan penunjang, pelengkap busana, sampai dengan tujuan dan fungsi busana. Pada mulanya fungsi busana adalah sebagai pelindung tubuh dari serangan bahaya alam dan untuk memenuhi adat kesopanan yang berlaku di masyarakat. Sesuai dengan perkembangan jaman dan dunia mode, fungsi busana adalah sebagai alat untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan status sosial seseorang. Dewasa ini mode busana pesta mendapat banyak perhatian, khususnya untuk busana pesta wanita. Busana pesta adalah busana yang dipergunakan untuk menghadiri acara atau jamuan pesta, baik yang bersifat formal, semiformal atau non formal (Rahayu, 2008:8). Busana pesta merupakan pakaian yang melekat pada tubuh yang dipakai untuk menghadiri acara pesta dengan tujuan untuk memperindah dan mempercantik penampilan. Busana pesta juga merupakan busana istimewa, sehingga desainnya pun harus disesuaikan dengan fungsi yang mengutamakan kenyamanan didalam pemakaiannya dan merupakan pakaian yang menarik perhatian, pembuatannya pun juga dipilih dari bahan – bahan pilihan yang bagus dan eksklusif serta terkesan mewah, misalnya dari bahan yang melangsai seperti sutra, silky, lace, tula, satin, sifon dan sebagainya. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis menuangkan ide dengan pembuatan busana pesta asimetris dengan hiasan tali sengkelit. Pembuatan busana pesta tersebut dilatar belakangi oleh “pola pikir para desainer yang semakin kreatif dan unik juga mempengaruhi tren rancangan busana serba dekonstruksi dan asimetris … Sudah tidak aneh melihat rancangan dengan banyak layer atau “compang-camping”, karena sekarang dunia mode sudah punya “prinsip” baru: makin asimetris, makin keren!”( http://www.rileks.com/lifestyle/trendz/fashion/ 31098-asimetris-dan-simpel-di-tahun-2010.html). “Trend pakaian hanya menggunakan satu bahu yang memberi kesan asimetris … pakaian satu bahu ini memberi kesan anda tampil lebih sexy.” (http://www.lifestyle.dnaberita.com). “Busana yang tidak simetris justru memiliki karakter personal. Dijamin, membuat penampilan jadi paling trendi!” (www.femina.co.id). Selain itu busana asimetris memiliki kesan dinamis (lebih hidup). Hal tersebut membuktikan bahwa tren busana asimetris memiliki karakter dan memberi kesan dinamis serta seksi pada wanita. Asymmetric styling adalah desain yang tidak simetris. Bagian kiri busana berbeda bentuknya dengan bagian kanan. Bentuk asimetris bisa tampak dikrah, potongan leher, penutup, atau pinggiran busana (Pro, 2010:11). Sedangkan Waskito (2002:58), asimetris adalah tidak setangkup, tidak simetris. Maka dapat disimpulkan bahwa desain dengan potongan antara bagain kanan dan kiri busana tidak sama. Busana pesta asimetris dengan hiasan tali sengkelit tepat dikenakan oleh kalangan remaja karena busana pesta ini menonjolkan desain hiasan dan mengambil warna-warna yang cerah dan mencolok yang sesuai dengan sifat remaja yang selalu ingin menonjolkan diri dan selalu ingin diperhatikan. Pakain dan perhiasan adalah standar lain bagi remaja akhir. Keadaan pakaian yang tidak memuaskan seringkali membuat mereka menghindarkan diri dari pergaulan kelompok teman sebaya/ peer group (Mappiare, 1982:90). Bagi remaja putri, pesta dan rekreasi umumnya disengaja untuk kepentingan pergaulan dengan teman baru (Mappire, 1982:87). Sebuah busana pasti memiliki daya tarik tersendiri, keindahan suatu busana pesta tidak hanya terlihat pada model dan warnanya, tetapi juga berasal dari hiasan dan yang digunakan. Tali sengkelit merupakan hiasan yang melekapi busana pesta. Sengkelit yaitu rumah kancing yang di buat dari kain serong berbentuk pipa. Rumah kancing ini di buat untuk pakaian kebaya, terbuat dari bahan renda seperti bahan brokad dan pada belahan yang dilapisi menurut bentuk yang digunakan pada tengah muka atau tengah belakang blus atau gaun dan pada ujung lengan (www.jakartagrosir.com). Sedangkan menurut Wancik (1992:60) sengkelit adalah rumah kancing berupa tali yang dibuat dari kain serong. Dari uraian tersebut, dapat diartikan bahwa fungsi sengkelit adalah sebagai rumah kancing/ tali pengencang baju. Namun penulis, menuangkan kretifitas bahwa tali sengkelit digunakan sebagai hiasan pada busana pesta. Tali sengkelit tersebut terbuat dari kain taffeta shantung, taffeta dan satin. Jenis kain dan warna bahan busana juga mempengaruhi sebuah model busana. Bahan yang digunakan busana pesta cenderung bahan yang melangsai seperti sutra, silky, lace, tula, satin, sifon. Namun penulis menggunakan kain taffeta santungyang sedikit kaku. Warna adalah sensasi yang diproduksi oleh mata dari cahaya atau sinar; efek yang diproduksi oleh pancaran sinar dari gelombang tertentu, atau percampuran darinya (Hindarto, 2006:3). Warana sangat mempengaruhi keseluruhan penampilan, sehingga pemilihan warna yang cocok, serasi,dan sesuai dengan waktu atau kesempatan merupakan hal yang sangat penting. Warna yang dipilih untuk busana pesta asimetris ini adalah warna orange, secara psikologis warna orange merupakan warna yang memberi kesan hidup, segar, energi, antusias dan gembira
PEMBUATAN BUSANA PESTA DENGAN HIASAN BUNGA VARIASI PLEATS
ABSTRAK Dewi, Ayu, Tri Kumala. 2011. Pembuatan Busana Pesta dengan Hiasan Bunga Variasi Pleats. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M. Kes. ,(II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd. Kata Kunci: Busana Pesta, Hiasan, Variasi Pleats. Busana merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Busana yang banyak mendapat perhatian khususnya dari para pecinta mode busana salah satunya adalah busana pesta. Mulai dari busana pesta model yang sederhana sampai model busana pesta yang mewah. Selain model, hiasan yang terdapat pada busana juga menjadi pusat perhatian yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi pemakai.Penerapan hiasan bunga dengan variasi pleats, dapat meimbulkan kesan anggun, elegan, dan nyaman yang diterapkan pada busana peata, serta dapat menimbulkan kesan feminin, penuh gaya, dan glamour yang akan menambah kecantikan dan kesempurnaan bagi pemakainya. Tujuan yang ingin di capai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah untuk menciptakan suatau desain busana pesta yang menerapkan hiasan bunga dengan variasi pleats. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi pembaca untuk mendesain busana pesta yang menggunakan hiasan buanga dengan varasi pleats. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 331.700 Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa busana pesta dengan hiasan bunga variasi pleats. Aksesoris yang digunakan adalah anting, gelang, dan juga sepatu. Saran yang dapat diberikan adalah pada saat memotong bahan, hendaknya bahan utama yang akan dipotong dijelujur terlebih dahulu hal ini dilakukan agar bahan utama tidak geser dan juga mudah untuk di tata pada saat dijahit
PEMBUATAN BUSANA PESTA DENGAN ASYMMETRIC STRIPES
ABSTRAK Andika Vesti. 2011. Pembuatan Busana Pesta Dengan Asymmetric Stripes. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M. Pd, (II) Dra. Idah Hadijah. Kata Kunci: Busana pesta, asymmetric stripes Busana pesta adalah busana yang dipakai untuk menghadiri suatu pesta, baik bersifat formal, semiformal, atau nonformal dan busana tersebut memiliki desain yang menarik dan terkesan mewah (glamour). Busana pesta dengan asymmetric stripes adalah model busana yang mempunyai ketidaksamaan bentuk atau panjang pada sisi kanan dan sisi kiri layer yang terlihat pada detail garis-garis miring atau diagonal yang terdapat pada gaun. Busana pesta ini berbentuk gaun dengan bentuk dasar bustier dan asymmetris stripes pada bagian bawah gaun, yang terbuat dari bahan shantung tafeta yang dikombinasikan dengan kain bercorak yang berwarna putih tulang. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang busana pesta dan menjelaskan tentang pembuatan busana pesta dengan asymmetric stripes. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat busana pesta dengan asymmetric stripes. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat busana pesta dengan asymmetric stripes adalah Rp. 371.950,00. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa gaun dengan bentuk dasar bustier dan asymmetris stripes pada bagian bawah gaun, yang terbuat dari bahan shantung tafeta yang dikombinasikan dengan kain bercorak. Saran yang dapat diberikan adalah memerlukan ketelitian pada saat membuat pola. Dalam membuat pola ini, draft harus difitting, pada pola layers dan harus tepat pada bagian pinggang pola bustier dan membuat garis pola baru pada bagian bustier, agar memproleh garis pola yang sempurna. Pada saat proses penjahitan zipper, sebaiknya kampuh pada layer 1 dan 2 ditipiskan secara bertingkat, adapun cara lain menjahit zipper yaitu manggunakan jahitan tangan, dengan menggunakan tusuk tikam jejak
PEMBUATAN CIRCLE DRESS DENGAN HIASAN BERBENTUK SIRIP IKAN
ABSTRAK Raharjo, Nike Yulinda. 2011. Pembuatan Circle Dress Dengan Hiasan Berbentuk Sirip Ikan. Tugas Akhir, Jurusan Teknologí Industri, Program Studi diploma Tiga Tata busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn (II) Dra. Ida Hadijah Kata Kunci: Circle dress, Hiasan, Sirip ikan Circle dress merupakan pakaian bentuknya sangat lebar, ramping pada bagian atas, dan sangat bergelombang pada bagian bawah. Circle dress yang penulis buat merupakan dress one piece dengan model simetris dress dan potongan Siluet "A" bagian atas terdapat potongan pada bagian high bust. Circle dress terinspirasi dari ombak laut yang bergelombang sedangkan hiasan busana terinspirasi dari sirip ikan. Berpenampilan menarik tidak hanya diperlukan keserasian dalam berbusana, namun juga dibutuhkan sesuatu yang berbeda untuk itu diperlukan adanya hiasan busana. Hiasan busana berfungsi untuk memperindah dan mempertinggi mutu busana tersebut Penempatan hiasan yang tepat dapat membantu mode busana sederhana menjadi terlihat menarik. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah untuk menciptakan suatu desain dress yang menerapkan hiasan berbentuk sirip ikan. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah dapat dijadíkan sebagai sumber inspirasi bagi pembaca untuk mendesain dress yang menggunakan hiasan berbentuk sirip ikan. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 116.600,00 Hasil yang diperoleh dari pembuatan dress ini adalah berupa circle dress dengan hiasan berbentuk sirip ikan. Aksesoris yang digunakan adalah anting, gelang dan sepatu. Saran yang dapat diberikan adalah pada saat pemasangan hiasan sirip ikan dibagian high bust sebaiknya menggunakan jarum jahit yang berukuran 13 dan menggunakan mesin high speed dengan sepatu jahit walking food (sepatu jahit khusus untuk kain berbahan tebal) atau menggunakan tusuk tikam jejak.. Penataan hiasan duri-duri sebaiknya menggunakan bahan utama kombinasi wama hitam dan coklat disusun selang-seling sehingga tidak perlu menggunakan cat acrylic. Pada waktu pemasangan duri-duri ikan disusun sedikit mengarah diagonal sehingga jatuhnya duri-duri ikan akan sesuai dengan desain