Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
Layanan Transportasi Sekolah Untuk Menekan Tidak Masuk Dan Terlambat Ke Sekolah Bagi Siswa (Studi Kasus di SD Islam Terpadu Al-Hikmah Bence Garum Blitar).
ABSTRAK Kariono. 2011. Layanan Transportasi Sekolah Untuk Menekan Tidak Masuk Dan Terlambat Ke Sekolah Bagi Siswa (Studi Kasus di SD Islam Terpadu Al-Hikmah Bence Garum Blitar). Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd, (II) Dr. H. A. Supriyanto, M.Pd, M.Si. Kata Kunci : layanan transportasi, transportasi sekolah, tidak masuk dan terlambat Layanan transportasi sekolah merupakan sarana transportasi bagi siswa untuk kelancaran proses belajar mengajar. Siswa akan merasa aman dan dapat masuk atau pulang sekolah dengan waktu yang tepat. Penyelenggara transportasi sekolah adalah sekolah itu sendiri atau pihak swasta yang bekerja sama dengan sekolah tersebut. Layanan transportasi ini biasa disebut dengan layanan antar jemput siswa karena transportasi ini selalu menjemput dan mengantar siswa mulai dari rumah ke sekolah sampai siswa tersebut pulang ke rumahnya. Adanya layanan transportasi sekolah ini, siswa tidak akan terlambat ke sekolah dan tentunya para orang tua akan merasa terbantu. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan fokus penelitian tentang layanan transportasi sekolah, meliputi: (1) Keragaman radius/jarak dan geografis dari tempat tinggal siswa ke sekolah; (2) Transportasi yang digunakan siswa; (3) Siswa yang membutuhkan transportasi sekolah; (4) Pengelolaan layanan transportasi di SD IT Al-Hikmah; (5) faktor pendukung dan penghambat serta upaya mengatasinya; (6) Kegiatan yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan layanan transportasi; (7) Kedisiplinan siswa terkait dengan ketepatan waktu masuk sekolah setelah adanya layanan transportasi; (8) Transportasi yang disediakan sekolah menekan terlambat dan tidak masuk siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata, melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga dengan informasi yang diperoleh bisa diketahui bagaimana layanan transportasi sekolah untuk menekan tidak masuk dan terlambat ke sekolah bagi siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu peneliti sendiri. Penjagaan keabsahan data, dilakukan melalui triangulasi data. Analisis data dimulai dari tahap penelaahan, tahap identifikasi dan klarifikasi, dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil analsis data, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Keragaman radius/jarak tempat tinggal siswa berbeda-beda, jarak terdekat ± 5 km dan jarak terjauh ± 25 km; (2) Transportasi yang digunakan siswa kebanyakan adalah L300; (3) Siswa yang membutuhkan transportasi ini adalah siswa yang orang tuanya sibuk; (4) Pengelolaan layanan transportasi, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengontrolan, dan pengevaluasian. Dalam layanan ini, fungsi menjemen ini sering terlupakan, sehingga proses kegiatan transportasi menjadi kurang maksimal; (5) Pendukung transportas
PEMBUATAN BUSANA WANITA DENGAN VARIASI OPNAISEL
ABSTRAK Suyanti, Kurnia. 2011. Pembuatan Busana Wanita Dengan Variasi Opnaisel. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardhani, M.Pd, (II) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd. Kata Kunci : Busana, Busana Wanita, Opnaisel Busana merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dikenakan dengan tujuan untuk melindungi diri baik secara fisik, etik, maupun estetik, arti busana adalah segala sesuatu yang dikenakan dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk pelengkap busana, tata rias wajah dan tata rias rambutnya. Busana wanita adalah segala sesuatu yang dikenakan oleh seorang wanita dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk pelengkap busana, tata rias wajah dan tata rias rambutnya yang mendukung penampilan serta cenderung menimbulkan kesan feminin untuk menunjukkan identitas sebagai seorang wanita. Contoh busana wanita misalnya rok dan gaun. Busana kurang lengkap apabila tidak disertai dengan hiasan-hiasan atau variasi yang selaras dan seimbang. Beberapa macam hiasan yang biasanya dipakai dalam busana yaitu bordir, manic-manik, sulam pita, opnaisel, serta masih banyak lagi hiasan yang lainnya, dari berbagai macam hiasan tersebut, penulis memilih opnaisel sebagai hiasan yang akan dibahas pada penulisan tugas akhir kali ini. Pengertian dari opnaisel adalah "lipatan kain lurus vertical yang dijahit tindas sebagai variasi pada baju, lebarnya bervariasai, ada yang 0.5cm, 1cm atau menurut keinginan". Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk menjelaskan proses pembuatan busana wanita dengan variasi opnaisel. Manfaat yang ingin diperoleh antara lain menambah pengetahuan mengenai pembuatan busana wanita. Proses pembuatan busana wanita dengan variasi opnaisel antara lain: pembuatan desain, pengukuran, pembuatan pola, fitting, cutting, sewing, final fitting, finishing. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 96, 250. 00. Hasilnya yang diperoleh adri pembuatan busana ini adalah sebuah busana wanita dengan variasi opnaisel. Akseroris yang digunakan yaitu anting dan cincin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disarankan bahwa perhitungan ukuran yang tepat pada pembuatan pola sangat dibutuhkan sehingga tepat saat memotong bahan, dan hasil jadi busana yang kita buat sesuai dengan desain
pembuatan busana pesta dengan kombinasi smock jepang model ekor ikan
ABSTRAK Usaha mempercantik diri tidak hanya sekedar dengan perawatan ataupun riasan saja, namun untuk terlihat cantik busanapun sangat mempengaruhi. Busana adalah salah satu kebutuan pokok manusia yang harus dipenuhi. Rahayu (2008:2) Pengertian busana secara umum, adalah segala sesuatu yang dikenakan oleh seseorang dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk pelengkap busana dan tatarias rambutnya. Manusia membutuhkan busana untuk berbagai manfaat diantaranya: untuk memenuhi peradaban dan norma agama, menutup bagian-bagian tubuh tertentu, serta untuk melindungi dari cuaca. Busana juga berfungsi sebagai penunjuk status sosial, dan penunjuk identitas seseorang. Busana yang indah bukan selalu busana yang mewah ataupun mahal, dengan busana yang sederhana dan sedikit sentuhan kombinasi yang sesuai akan membuat busana itu kelihatan menarik. Membicarakan tentang keindahan pada busana pesta, kurang tepat jika busana pesta hanya diperindah dengan kombinasi-kombinasi yang biasa digunakan pada umumnya, jadi untuk memperindah busana pesta penulis memilih smock sebagai kombinasi yang diterapkan karena selama ini smock hanya digunakan untuk kombinasi pada lenan rumah tangga dan busana santai saja
Pembuatan Cocktail Dress Dengan Hiasan Ruffles Pleats
ABSTRAK Artistawati, Ervin. 2011. Pembuatan Cocktail Dress Dengan Hiasan Ruffles Pleats. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Univeritas negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M. Si, (II) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M. Kes. Kata Kunci: Cocktail Dress, Hiasan, Ruffles Pleats Busana merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Keanekaragaman busana yang ada saat ini lebih banyak didominasi oleh busana wanita. Salah satunya adalah busana pesta yang menjadi perhatian khusus bagi para pecinta mode busana. Busana pesta yang menjadi trend saat ini adalah cocktail dress. Cocktail Dress adalah sebuah gaun yang dipakai untuk menghadiri acara pesta di sore hari yang sifatnya semi formal dengan panjangnya tidak melebihi lutut biasanya tanpa lengan dan terbuat dari bahan-bahan seperti sutra, satin, taffeta atau bahan mewah lainnya, tetapi penulis kali ini menggunakan bahan “dobby kombinasi” dengan bahan organdy. Cocktail dress ini dihiasi dengan hiasan ruffles pleats. Hiasan ruffles pleats adalah suatu detail pada busana yang bertekstur lipit-lipit dan berbentuk gelombang yang bagian tepinya dapat diselesaikan dengan bis, di jahit kecil maupun di rol sum. Hiasan ruffles pleats ini disusun full pada gaun. Pleats yang digunakan dalam pembuatan cocktail dress ini adalah knife pleats. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan cocktail dress dengan hiasan ruffle pleats dan menjelaskan teknik pembuatan cocktail dress secara detail. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah wawasan dan inspirasi pada para pembaca tentang cocktail dress dengan hiasan ruffles pleats. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 412.000,- Hasil yang diperoleh dari pembuatan cocktail dress ini adalah berupa gaun yang dihiasi dengan hiasan ruffles pleats yang menggunakan bahan berupa ”dobby kombinasi” dan bahan organdy dengan warna dan ukuran yang berbeda. Saran yang dapat diberikan adalah penyelesaian ruffles pleats pada tepi bahan khususnya bahan organdy, sebaiknya tepi bahan dirol sum agar tepi bahan tetap rapi dan tidak bertiras
PEMBUATAN BUSANA PESTA REMAJA
ABSTRAK Perwitasari, Galuh, Ajeng Rembuyung. 2011. Pembuatan Busana Pasta Remaja “Bubble Fish”. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Agus Hery Supadmi irianti, M.Pd. , (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci : Busana Pesta, Remaja, Bubble Fish. Busana merupakan salah satu kebutuhan pokok selain pangan dan papan. Busana adalah segala sesuatu yang dipakai dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk aksesoris dan tatarias wajah dan rambut. Perkembangan busana sangat cepat, dan busana bukan hanya sebagai sarana untuk melindungi tubuh tetapi juga dapat digunakan untuk mengekspresikan diri bagi setiap penggunanya. Bahkan tidak jarang juga para remaja menggunakan busana sebagai alat untuk menunjukkan jati diri dan gaya hidup mereka. Busana pesta “Bubble Fish” ini terinspirasi dari sebuah ikan yang dadannya mengelembung seperti balon, maka dari itu penulis menuangkan ide pada pembuatan busana pesta remaja dengan paduan rok balon pada bagian bawah gaun. Balon skirt adalah rok yang terbentuk dengan cara di kerut pada bagian pinggang dan dikerut pada bagian kelim rok bagian bawah. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah untuk memperkenalkan cara penerapan model gelembung atau balon pada busana. Manfaaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah dapat dijadikan inspirasi bagi para pembacanya. Proses pembuatan yang dilakukan dari pembuatan busana pesta ini adalah pembuatan pola, memotong, membuat hiasan, menjahit dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 95.200 Hasil yang diperoleh dalam pembuatan busana pesta ini adalah busana pesta remaja “Bubble Fish”. Aksesoris yang digunakan adalah anting dan sepatu. Saran yang dapat diberikan adalah Pembuatan busana pesta dengan model gelembung pada bagian bawah atau biasa disebut dengan model balon hendaknya menggunakan isi dakron sehingga dapat memperoleh hasil gelembung yang sempurna
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS
ABSTRAK Puspitasari, Findra Siswanti Dwi. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Think-Talk-Write untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IX-A SMP Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si (II) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif model Think-Talk-Write, Hasil belajar Berdasarkan observasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada bulan Agustus-Oktober tahun 2010 di SMP Negeri 7 Malang diketahui bahwa guru masih menggunakan metode pembelajaran yang sifatnya memusat yaitu tanya-jawab dan diteruskan dengan mengerjakan LKS. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran kurang bervariasi. Dampaknya siswa merasa bosan dan akhirnya hasil belajar yang diperoleh siswa belum maksimal, nilai rata-rata ulangan harian 58,4 dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) untuk mata pelajaran IPS adalah 70. Kondisi sosiokultural siswa kelas IX-A yang mayoritas berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah kebawah dan kurangnya motivasi dari orang tua yang mayoritas lulusan SD menyebabkan budaya belajar siswa menjadi rendah. Kondisi tersebut mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa, termasuk dalam mata pelajaran IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menerapan model pembelajaran Think-Talk-Write yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IX A SMP Negeri 7 Malang dalam mata pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari 2 siklus, siklus pertama 1 pertemuan dan siklus kedua 2 pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas IX A dengan jumlah siswa 36 orang. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, hasil observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas IX A SMP Negeri7 Malang. Rata-rata nilai sebelum tindakan adalah 58,4 mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 59,6 dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 81,12. Ketuntasan belajar klasikalnya juga mengalami peningkatan. Ketuntasan belajar klasikal sebelum tindakan adalah sebesar 14%, meningkat pada siklus I menjadi 41,7 %, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 88,9 %. Bertitik tolak dari hasil penelitian ini disarankan: (1) bagi guru IPS, model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa, (2) Perlu memperhatikan alokasi waktu agar tahapan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan tujuan dapat tercapai
pembuatan semi jaket pria menggunakan modifikasi lengan kop
ABSTRAK Ermawati Emi. 2011. Pembuatan Semi Jaket Menggunakan Modifikasi Lengan Kop. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Progaram Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S. T, M. T, (II) Dra. Endang Prahastuti, M. Pd. Kata Kunci : busana pria, semi jaket dan lengan kop Busana termasuk salah satu kebutuhan pokok manusia yang dikenakan pada tubuh dan berfungsi sebagai penutup tubuh, melindungi tubuh, menambah nilai estetika, memiliki rasa keindahan serta memenuhi syarat peradaban dan kesusilaan”. Berdasarkan pendapat tersebut, busana pria adalah segala sesuatu yang dikenakan oleh pria mulai dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki yang dapat mencerminkan kepribadian, pekerjaan dan statusnya. Serta dapat melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari. Busana yang dipilih penulis yaitu semi jaket menggunakan modifikasi lengan kop. Dikatakan semi jaket karena busana ini apabila ditinjau dari bahan tidak menghangatkan seperti fungsi jaket, tetapi apabila ditinjau dari teknik potong dan terdapat lapisan beserta vuring maka penulis menyebutnya semi jaket penulis juga menambahkan sesuatu baru pada tugas akhir ini yaitu lengn kop. Lengan kop biasa digunakan oleh wanita yang terdapat kerut pada puncak lengan, tetapi lain halnya dengan lengan kop yang diterapkan pada busana pria ini. Puncak lengan tidak dikerut melainkan dijahit melebar sesuai dengan bahu yang sudah dinaikkan sesai selera atau rumus tertentu. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan tugas akhir ini adalah menjelaskan tentang pembuatan semi jaket pria menggunakan modifikasi lengan kop dan manfaat tugas akhir ini dalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat semi jaket menggunakan modikasi lengan kop. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pettern, cutting, sewing dan finishing. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat semi jaket menggunakan modifikasi lengan kop adalah Rp. 66.950,00. Saran yang dapat diberikan oleh penulis untuk bahan katun jangan meletakkan disembarang tempat, karena kain katun mudah kusut. Serta rencanakan terlebih dahulu untuk pengembangan pola agar tidak terjadi kesalahan pada hasil jadi
Analisa Hasil Pola Draping dan Pola Meyneke pada Pembuatan Kebaya Pesta.
ABSTRAK Timur, Frieska Murbeng. 2011. Analisa Hasil Pola Draping dan Pola Meyneke pada Pembuatan Kebaya Pesta. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd., (II) Agus Sunandar, S. Pd., M. Sn.Kata kunci: Pola, draping, meyneke, kebaya, kenyamanan.Pola merupakan bagian penting dalam pembuatan sebuah busana khususnya kebaya. Kebaya akan terlihat indah jika melekat tepat pada badan dan nyaman dikenakan. Pola draping adalah pola yang dihasilkan dengan cara menyampirkan bahan busana atau kertas baik pada boneka maupun langsung pada badan seseorang. Pola meyneke adalah salah satu jenis pola dasar konstruksi datar yang mempunyai lebih dari satu kupnat yaitu kupnat bahu depan dan belakang serta pinggang, sehingga sesuai untuk busana pas badan. Jenis pola-pola tersebut masing-masing mempunyai perbedaan dalam proses pembuatannya. Tetapi terdapat satu hal yang menarik minat penulis untuk meneliti lebih jauh, yaitu bagaimana tingkat kenyamanan masing-masing pola tersebut jika diaplikasikan pada kebaya pesta? Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kenyamanan kebaya pesta yang dibuat dengan pola meyneke dan draping, disamping kelebihan dan kelemahan pola masing-masing kebaya tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subyek penelitian pola draping dan meyneke yang diterapkan pada hasil pembuatan kebaya pesta. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan oleh panelis ahli busana sebagai pengamat, penilai sifat atau mutu benda berdasarkan kesan subyektifitas untuk menguji sampel penelitian, metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data pendukung tentang kebaya, pola dasar sistem draping dan meyneke serta ukuran standart medium (M) dari buku-buku, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola draping kriteria titik pas atau fitting factor menunjukkan persentasi bahwa pada kategori nyaman dengan nilai 3 tercapai 85,19% dari total kenyamanan titik pas kebaya, karena item kenyamanan yang terpenuhi dengan nilai di atas rata-rata 2,56 adalah 7 kriteria dari 9 kriteria yang digunakan. Sedangkan untuk kategori kurang nyaman dengan nilai 4 sebanyak 7,41 % masing-masing terletak pada garis bahu dan garis sisi kebaya. Sedangkan kategori tidak nyaman bernilai 2 sebanyak 7,41% karena item tidak nyaman yang dihasilkan dengan nilai di atas rata-rata 0,22 adalah 1 item kriteria garis bahu dari total 9 kriteria yang digunakan.Penilaian titik pas atau fitting factor pola meyneke dengan kriteria titik pas, pola meyneke pada kedudukan kerung leher, garis bahu, lingkar pinggang, lipit kup, punggung dan lingkar panggul pas atau nyaman. Tetapi pada kedudukan lingkar badan tetarik dan TM tidak lurus dan garis sisi pakaian kurang nyaman karena posisi sedikit miring ke belakang. Kriteria titik pas atau fitting factor menunjukkan persentasi bahwa pada kategori nyaman dengan nilai 3 tercapai 92,59% dari total kenyamanan titik pas kebaya, karena item kenyamanan yang terpenuhi dengan nilai di atas rata-rata 2,78 adalah 7 item kriteria dari 9 kriteria yang digunakan. Sedangkan untuk kategori kurang nyaman dengan nilai 2 sebanyak 3,70% karena item kurang nyaman yang diperoleh dengan nilai di atas rata-rata 0,11 pada garis sisi kebaya. Kategori tidak nyaman menunjukkan 1 item kriteria dari 9 kriteria yang digunakan bernilai 1 sebanyak 3,70% karena item tidak nyaman yang dihasilkan dengan nilai di atas rata-rata 0,11 yaitu pada kedudukan lingkar badan.Saran yang diajukan kepada peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian dengan pola draping dan meyeneke, adalah dapat menggunakan bahan dan metode yang beragam atau berbeda. Untuk para praktisi busana, disarankan menggunakan poin-poin ukuran yang lengkap, misalnya lingkar badan dan panggul 1, 2 dan 3, agar bentuk busana terutama sisi kebaya dapat pas pada badan dan tidak mengggelembung atau tertarik. Pola draping menuntut ketelitian dalam memilih bahan sebagai polanya, jenis bahan pola dan bahan asli harus sama karena akan mempengaruhi kelenturan bahan atau bahan pola saat ditarik atau dilipat mengikuti desain pada badan model atau dressform. Memetakan badan model untuk memperoleh pola draping harus teliti karena jika miring maka posisi bahu dan garis sisi akan miring sehingga terasa tidak nyaman saat kebaya dipakai. Kerung lengan harus diberi kelonggaran maksimal 2 cm untuk ruang gerak lengan pada ketiak. Jeda waktu mengukur badan dan pengerjaan kebaya sampai pada waktu pengepasan tidak boleh terlalu lama karena akan mempengaruhi pengepasan kebaya baik volume tubuh yang membesar atau mengecil (gemuk dan kurus). Memilih bahan disarankan yang bertekstur baik, maksudnya tidak tajam perbedaan motifnya pada permukaan kain, terutama kain tile karena akan mempengaruhi setikan dan hasil jadi jahitan (gelombang)
Studi Penerapan Hasil Bordir Spandex dengan Menggunakan Bermacam-macam Bahan Tambahan (Home Industry Bordir di Daerah Tanggulangin)
ABSTRAK Mufarida, 2011. Studi Penerapan Hasil Bordir Spandex dengan Menggunakan Bermacam-macam Bahan Tambahan (Home Industry Bordir di Daerah Tanggulangin). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Program Studi Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nurul Aini, M. Pd, (II) Abdul Mu`id, S.T., M. T. Kata Kunci: Penerapan hasil bordir, spandex, bahan tambahan Bordir merupakan suatu hiasan yang berfungsi untuk menghias busana dengan menggunakan mesin. Membordir dapat diterapkan pada berbagai bahan material kain. Bahan material kain tersebut berbeda-beda sifat dan karakteristiknya. Karakteristik kain yang bervariasi menyebabkan hasil bordir kurang maksimal, sehingga perlu dilakukan treatment untuk hasil tersebut. Penerapan bordir pada bahan elastis spandex menjadi hambatan bagi warga Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo yang menjadi pekerjaan sehari-harinya. Berkaitan dengan hal itu, maka diperlukan bagaimana cara untuk mendapatkan hasil bordir spandex yang maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil kerutan, kerapatan setikan dan kerapihan bordir spandex dengan menggunakan berbagai bahan tambahan. Penelitian ini bermanfaat bagi guru pengajar, mahasiswa yang menempuh mata kuliah bordir dan bagi masyarakat pengrajin bordir khususnya di kawasan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan hasil bordir spandex dari pengamatan kerutan, kerapatan setikan dan kerapihan. Populasinya adalah 10 orang pembordir di daerah kecamatan Tanggulangin yang terdiri terdiri dari 5 pembordir di desa Randegan, 2 pembordir desa Ketegan, dan 3 pembordir desa Kludan, sedangkan 3 orang adalah dosen. Instrumen dalam bentuk check list dengan persentase. Berdasarkan paparan hasil penelitian, penelitian ini mendeskripsikian hasil kerutan, mendeskripsikan hasil kerapatan setikan dan kerapihan dalam bentuk tabel dan gambar. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil kerutan bordir spandex dengan hasil yang paling baik menggunakan kain organdi, sedangkan hasil kerutan terendah menggunakan bahan kertas koran dan kertas manila. Hasil kerapatan setikan yang paling baik adalah menggunakan bahan tambahan kain kapas, sedangkan kerapatan setikan dengan nilai terendah menggunakan kertas koran. Hasil kerapihan yang paling baik menggunakan kain organdi, sedangkan hasil terendah menggunakan kertas koran
. Identifikasi Pemilihan Gaya Busana Pada Mahasiswa Prodi S1 Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Suryani, Lilis. 2011. Identifikasi Pemilihan Gaya Busana Pada Mahasiswa Prodi S1 Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: Pemilihan, gaya busana. Gaya berbusana merupakan ekspresi kehidupan masyarakat sehari-hari, ada 4 macam gaya busana yang dapat dipilih atau dianut oleh masyarakat, yaitu Classic, New Classic,Trend dan New Waves. Gaya busana Mahasiswa Tata Busana merupakan fenomena yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan kajian tentang Pemilihan Gaya Busana Pada Mahasiswa Prodi S1 Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Indikator pemilihan gaya busana yang akan diteliti dalam penelitian ini meliputi mode, warna, jenis busana dan accessories dan millinaries. Hasil penelitian yang tertingi pada indikator mode sebanyak 35,6% lebih cenderung memilih mode aliran trend untuk pemilihan gaya busananya, pada indikator warna sebanyak 38,4% lebih cenderung memilih warna aliran clasic untuk pemilihan gaya busananya, pada indikator jenis busana sebanyak 28,8% lebih cenderung memilih jenis busana aliran new clasic untuk pemilihan gaya busananya dan pada indikator accessories dan millinaries sebanyak 45,6% lebih cenderung memilih accessories dan millinaries aliran trend untuk pemilihan gaya busananya. Sedangkan untuk yang terendah pada indikator mode sebanyak 17% memilih mode aliran clasic untuk pemilihan gaya busananya, pada indikator warna sebanyak 8,1% memilih warna aliran new waves untuk pemilihan gaya busananya, pada indikator jenis busana sebanyak 17% memilih jenis busana aliran clasic untuk pemilihan gaya busananya dan pada indikator accessories dan millinaries sebanyak 9,3% memilih accessories dan millinaries aliran clasic untuk pemilihan gaya busananya. Kesimpulan yang diperoleh dari pemilihan gaya busana adalah mahasiswa cenderung memilih mode dari aliran trend untuk gaya busananya, pada warna mahasiswa cenderung memilih warna dari aliran classic untuk gaya busananya, pada jenis busana mahasiswa cenderung memilih jenis busana dari aliran new classic untuk gaya busananya dan pada accessories dan millinaries mahasiswa cenderung memilih accessories dan millinariesdari aliran trend untuk gaya busananya