Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    153 research outputs found

    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Kelas X Madrasah Aliyah khairuddin Gondanglegi Pada Muatan lokal Tata Busana

    No full text
    ABSTRAK   Ismiyah, Liswatul. 2012. Faktor-faktorYang Mempengaruhi Minat Belajar SiswaKelas X Madrasah Aliyah Khairuddin Gondanglegi Pada Muatan Lokal Tata Busana.Skripsi,JurusanTeknologiIndustri, Program Studi S1PendidikanTataBusana, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Agus Sunandar, S. Pd., M. Sn.(II) Dra. Dwi Astuti SihApsari, M.Kes.   Kata Kunci: Minat Belajar, Muatan Lokal, Faktor Intrinsik, Faktor Ekstrinsik   Minat belajar adalah kemauan disertaiperhatian dan keaktifan yang disengaja, akhirnya melahirkan rasa senang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan ketrampilan berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.Muatan lokal merupakan program pendidikan yang berbasis pada keunggulan lokal, yaitu pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal.Muatan lokal tata busana di MAKhairuddin Gondanglegi merupakan mata pelajaran yang mempelajari hal-hal berhubungan dengan pembuatan busana dan bertujuan untuk membekali peserta didik agar memiliki dasar pengetahuan dan ketrampilan di bidang busana serta sebagai wadah pengembangan potensi diri siswa sehingga dapat terlibat dalam pelayanan/jasa atau kegiatan lain yang berkaitan dengan keunggulan lokalsehingga dapat memperoleh penghasilan dan melestarikan budaya/tradisi/sumber daya yang menjadi unggulan daerah. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa ada dua, yaitu faktor intrinsik(faktor dari dalam diri peserta didik sendiri yang mendorongnya melakukan tindakan belajar, antara lain: perasaan, perhatian, kebutuhan dan bakat), serta faktor ekstrinsik(faktor dari luar individu peserta didik yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar, antara lain: orang tua, guru, teman, sarana dan prasarana).Rancangan penelitian, deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 48 dari 95 populasi yaitu, siswa kelas X MA Khairuddin Gondanglegi dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup dengan teknik analisis data, analisis statistik deskriptif persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwaminat belajar siswa kelas X MA Khairuddin Gondanglegi pada muatan lokal tata busana tinggi, yaitu sebesar 58,3%. Faktor yang berpengaruh, yaitu faktor intrinsik (perhatian dan kebutuhan)dan faktor ektrinsik (orang tua dan guru), sedangkan yang tidakberpengaruh faktor intrinsik (perasaandanbakat) dan faktor ektrinsik (teman, sarana dan prasarana). Kesimpulannya, meskipun siswa tidak suka dan tidak berbakat di bidang busana tetapi masih perhatianpada kegiatan tersebut karena untuk memenuhi kebutuhannyayaitu mendapatkan nilai, serta dipengaruhioleh orang tua dan guru walaupuninteraksiteman serta sarana dan prasarana tidakmendukung.Guru merupakan faktor paling berpengaruh karena madrasah sebagai lembaga pendidikan islam menanamkan nilai, guru sebagai pengganti orang tua dan Ridha orang tua/guru adalah Ridha Allah. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan: (1) Guru sebagaifaktor yang sangatberpengaruhdapat mengembangkan metode dan media pembelajaran yang lebihbaikagar kegiatan pembelajaran lebih menarik dan dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga siswa dapat menyukai materi pebelajaran yang disampaikan; (2) Guru dapatmenciptakan suasana kelas yang kondusif sehingga tercipta interaksi yang baik antar siswadandapat meningkatkan minat belajar siswa; (3) Sekolah lebih meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pada kegiatanpembelajaranmuatan lokal tata busanasehingga dapat menarik dan meningkatkan minat siswa dalam belajar.  

    Pembuatan Busana pesta Wanita "DEVIL FISH"

    No full text
    ABSTRAK Azizah, Nur. 2012. Pembuatan Busana Pesta wanita “Devil Fish”. Tugas Akhir, Teknologi  Industri,  Fakultas  Teknik,  Universitas  Negeri  Malang. Pembimbing:  (I)  Nurul  Hidayati,  S.  Pd., M.  Sn.,  (II) Dra.  Sri  Eko  Puji Rahayu, M. Si.   Kata Kunci: Busana Pesta Wanita, Devil Fish   Seiring  berkembangnya  jaman,  perkembangan  dunia  mode  juga  terus membuat perubahan-perubahan dan  ide-ide kreatif untuk membuat  sesuatu yang baru dalam dunia mode. Saat ini mode selalu mengalami perubahan sesuai dengan selera dan keinginan masyarakat. Mode busana yang banyak mendapat perhatian dari masyarakat khususnya busana pesta wanita. Busana pesta yang dipakai untuk menghadiri  acara  pesta  tentu memiliki  kesan  glamour. Busana  pesta merupakan busana  yang  istimewa,  sehingga  desainnya  pun  harus  disesuaikan  dengan fungsinya  yang mengutamakan  kenyamanan  didalam  pemakainya,  pembuatanya juga  sangat  rumit membutuhkan waktu yang  lama,  dalam  pemilihan  bahan  juga harus benar-benar diperhatikan yang bagus dan eksklusif misalnya bahan shiffon, silky, lace, sutra, satin, shantung, dll. Agar lebih indah dan menarik busana pesta ini  dilengkapi  dengan  hiasan.  Sehingga  penulis  mencoba  memunculkan  hiasan duri-duri yang menyerupai duri ikan “devil fish”. Busana  pesta  bertemakan  Submarine  Exploration  merupakan  trend  2011 yang mengekspor kekayaan dasar laut yang begitu beragam dan dapat dituangkan dalam  bentuk  salah  satunya  busana  pesta wanita  “devil  fish”. Devil  fish  adalah ikan laut yang bentuknya menyerupai kalajengking. Jenis ikan ini hidupnya dilaut dalam.  Ikan  ini  bertubuh  besar,  kepalanya  besar,  mulutnya  sangat  besar  dan terdapat  duri  pada  bagian  tubuhnya.  Hiasan  duri  ini  terbuat  dari  kain  yang dipotong serong, kemudian dijahit dengan jarak kecil dari lipatan kain, lalu dibalik sehingga  menyerupai  bentuk  pipa  dan  diisi  dengan  pipa  plastik  tas  agar  dapat berdiri  tegak. Hiasan  ini  terletak  pada  bagian  garis  pias  lengan  dan  bagian  sisi panggul.  Dalam pembuatan busana pesta wanita “devil fish”, langkah awal membuat desain,  pembuatan  pola, menjiplak  pola  pada  kain  blaco, merancang  bahan  dan harga, fitting I, merubah draft ukuran dressform keukuran model, cutting, sewing, final  fitting,  finishing.  Pada  tahap  sewing    pembuatan  busana  pesta  ini membutuhkan  ketelitian  dan  kesabaran  dalam membuatnya.  Pertama, membuat hiasan  duri,  kedua,  menjahit  semua  potongan  pada  busana.  Pada  bembuatan hiasan duri  ini proses menyatukan hiasan duri pada garis pias  lengan harus pres dengan pipa plastik dan tiap ujung duri dijahit pada lapisan lengan bagian bawah agar hiasan duri pada busana pesta ini dapat berdiri tegak.

    pembuatan busana pesta model long dress dengan penerapan pleatsket

    No full text
    ABSTRAK   Toni. 2012. Pembuatan Busana Pesta Model Long Dress dengan Penerapan Pleatsket.  Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata   Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negri Malang. Pembimbing (1) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (11) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd   Kata Kunci: Busana Pesta, Long Dress, Pleatsket. Busana  berfungsi  sebagai pelindung tubuh dari rasa dingin dan sengatan sinar matahari, serta untuk memenuhi adat kesopanan yang berlaku dalam masyarakat, dan menambah penampilan diri seseorang lebih baik dan lebih nyaman apabila dipandang. Busana  pesta adalah busana yang dipergunakan untuk menghadiri acara jamuan pesta, baik yang bersifat formal, semi formal atau non formal. Busana pesta mempunyai banyak ragamnya mulai dari busana pesta yang bermodel mini dress, busana pesta cookil dress, bahkan long dress. long dress adalah  busana terusan yang membentuk tubuh seseorang dan panjangnya sampai mata kaki. Bahan yang digunakan oleh penulis adalah sifon kasionik dengan penerapan pleatsket pada gaun, yaitu knife pleatsket. Tujuan yang dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir adalah menjelaskan tentang pembuatan busana pesta model long dress dengan knife pleatsket dari bahan sifon kasionik manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca dalam pembuatan busana pesta dengan penerapan pleatsket berbahan sifon kasionik. Proses pembuatan yang dilakukkan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing biaya yang dkeluarkan adalah Rp 253.000,00. Saran yang dapat diberikan adalah saat proses pembuatan pleatsket pada long dress diperlukan teknik jelujur, untuk mempermudahkan proses pembuatan pleatsket

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SEMI BLOCK SYSTEM PADA PRAKTIKUM MEMBUAT POLA DAN MEMBUAT BUSANA WANITA DI SMK NEGERI 7 MALANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012.

    No full text
    ABSTRAK   Sulistyaningwati, Bhindri. 2012. Implementasi Pembelajaran Semi Block System pada Praktikum Membuat Pola dan Membuat Busana Wanita di SMK Negeri  7 Malang Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd, (II) Dra. Idah Hadijah.   Kata Kunci: implementasi, Semi Block System, Praktikum membuat pola dan membuat busana wanita. Perubahan kurikulum menyebabkan adanya perubahan nama standar kompetensi, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap penataan jadwal mata pelajaran harian, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas, dan materi pembelajaran yang disampaikan guru kepada siswa (termasuk didalamnya mengenai pemberian tugas). Pengaruh tersebut sangat dirasakan oleh guru dan siswa pada mata pelajaran praktikum. Oleh karena itu guru dan pihak terkait lainnya melakukan adaptasi dan inovasi untuk mengantisipasi agar kualitas pembelajaran di SMK tidak menurun dengan cara menerapkan pembelajaran Semi Block System pada praktikum membuat pola dan membuat busana wanita di SMK Negeri  7 Malang Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui susunan perencanaan,  pelaksanaan, dan  hasil  evaluasi pembelajaran Semi Block System pada praktikum  membuat pola dan membuat busana wanita di SMKN 7 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah  23 siswa kelas X, 20 siswa kelas XI, 23 siswa kelas XII dan 5 guru SMK Negeri 7 Malang yang melaksanakan pembelajaran Semi Block System pada praktikum membuat pola dan membuat busana wanita. Instrumen pengambilan data menggunakan dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase yang nantinya akan di Interpretasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran Semi Block System pada praktikum membuat pola dan membuat busana wanita, disiapkan guru dengan sangat baik/sangat siap/ sangat lengkap hal ini ditunjukkan bahwa hasil dari penyusunan perencanaan yang terdiri dari koordinasi dengan pihak lain (60%), kesiapan Silabus (100%), kelengkapan perangkat (100%), kelengkapan Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) (100%), dan menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (60%). Pelaksanaan pembelajaran Semi Block System dilakukan sesuai dengan perencanaan pembelajaran Semi Block System, hal ini dibuktikan bahwa hasil dari kegiatan pendahuluan terlaksana dengan baik (53%), kegiatan inti terlaksana dengan baik (73%), dan kegiatan penutup terlaksana dengan baik (63% ). Hasil evaluasi belajar siswa yang berupa nilai praktikum, rata-rata diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hal ini dapat dibuktikan dengan 100% hasil praktikum siswa sangat baik. Hasil evaluasi pembelajaran Semi Block System terdiri dari perencanaan dan pelaksanaan. Perencanaan berjalan dengan sangat baik (100%) dan pelaksanaannya berjalan dengan baik (68%). Saran yang dapat peneliti ajukan bagi SMK Negeri 7 Malang agar lebih memperhatikan siswa yang kurang mampu dalam melaksanakan praktikum pada mata pelajaran produktif karena minimnya ketersediaan dana  praktikum yang dimiliki siswa untuk  memenuhi continuitas praktik dalam waktu yang singkat pada pembelajaran Semi-Block System. Bagi guru agar lebih menyiapkan metode dan media yang lebih bervariasi dan menarik dalam proses belajar mengajar agar tidak  mengakibatkan kejenuhan siswa dalam proses pembelajaran Semi-Block System, selain itu diharapkan guru meluangkan waktu bimbingan diluar jam kepada siwa yang tidak masuk dikarenakan ijin atau sakit. Bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam mengikuti jadwal (kegiatan yang berkelanjutan), agar lebih disiplin dan tanggung jawab lagi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diinstruksikan oleh guru. Jika siswa tidak masuk dikarenakan ijin atau sakit harus tetap menanyakan kepada teman keesok harinya tentang materi atau tugas  pada hari yang telah ditinggalkan supaya tidak terjadi kesenjangan waktu dalam penyampaian materi akibat ketidakhadiran siswa.   ABSTRACT   Sulistyaningwati, Bhindri. 2012. The Implementation of Semi Block System learning in Practicing of Making Pattern and Making Dress at SMK Negeri 7 Malang in the period of 2011/2012. Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd, (II) Dra. Idah Hadijah.   Key words: Implementation, Semi Block System, Practicum Pattern Making and Dress Making. Curriculum changing caused the name changing of standard competence, it could influence toward arrangement schedule of daily subjects, implementation of teaching and learning process in the class, and learning material which should be explained by the teacher to the students (including about giving tasks). That influence was affected by the teacher and students in practice subject. Therefore, the teacher and related one did adaptation and innovation to anticipate in order to make the learning quality at SMK did not decrease by implementing Semi Block System learning in making pattern practice and making dress at SMK Negeri 7 Malang in the period of 2011/2012. This study was conducted with the purpose of to know the arrangement planning, implementation, and evaluation result of Semi Block System learning in making pattern practice and making dress at SMKN 7 Malang. This study used descriptive research design by using quantitative. Population which was used in this study was 23 students grade X, 20 students grade XI, 23 students grade XII and 5 teachers at SMK Negeri 7 Malang who conducted Semi Block System learning in making pattern practice and making dress. Instrument for collecting data used documentation and questionnaires. Data analysis method used percentage formula that it would be interpreted. From the result study, it could be concluded that Semi Block System learning in making pattern practice and making dress, was well-prepared by the teacher; this could be shown from the result of arrangement of planning consisted of coordination with others (60%), Syllabi preparation (100%), infrastructure completeness (100%), lesson plan completeness (RPP) (100%), and deciding Minimum Standard of Passing Grade Criteria (KKM) (60%). The implementation of Semi Block System learning was done as well as planning of Semi Block System learning, this could be proven that result of the previous activity was well-done (53%), main activity was well-done (73%), and post activity was well-done (63% ). The evaluation result of student learning was in the form of practicum value, the average was above of Passing Grade Standard (KKM); it could be proven with 100% of practicum result of students that was good. Evaluation result of Semi Block System learning consisting of planning and implementation. The planning was going smoothly (100%) and so was the implementation (68%). Suggestion which could be given by the researcher, for SMK Negeri 7 Malang to be more concerning to students who were not able in doing practice of productive subjects since lacking of fund for fulfilling continuity of practice in short time of Semi-Block System learning. For the teacher, it is better to prepare more method and media which more variety in teaching and learning process in order not to make students felt bored in the learning process of Semi-Block System, besides it was expected to spend more time for guiding students outside class especially for  the students who did not join the class because of sick. For the students who had difficulty in arranging schedule (continuing activity), it is better to be more discipline and responsible in finishing tasks which was given by the teacher. if the students did not join the class because of sick, it is better to ask to the other friends the following days concerning to the material or task which had been given in order not to have incomplete time in explaining material caused by absent students

    Pembuatan Busana Pesta Wanita Dengan Hiasan Perak Double Twist & HPL (High Preasure Laminated)

    No full text
    ABSTRAK   Krismawanti, Yurista. 2012, Pembuatan Busana Wanita Dengan Hiasan Perak Double Twist & HPL (High Preasure Laminated). Tugas Akhir, Jurusan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd. , (II) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M.Kes.   Kata Kunci : Busana wanita, HPL (High Preasure Laminated) Seiring berkembangnya jaman, hiasan pada busana wanita mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hiasan tak lagi terpancang pada bahan tekstil saja melainkan telah menggunakan bahan-bahan yang tak lazim dan biasa digunakan pada industri busana. Penggunaan bahan ini selain untuk menambah nilai keindahan juga dapat memberikan kesan unik dan beda dari busana yang telah ada sebelumnya. Penggunaan daya imajinasi serta kreatifitas dan mengerahkan segala kemampuan dalam mencerna serta mewujudkan desain dalam bentuk busana dari tema yang telah ditentukan sebelumnya. Penggunaan HPL (High Preasure laminated) dengan tipe Aluminium Brush ini merupakan bahan subtitusi atau pengganti dari seng sebagai lempenganlempengan untuk menutup seluruh permukaan rok serta pada bagian hiasan leher. Bahan ini merupakan sistem finishing yang memakai lapisan setebal 1-2 mm sebagai pelapis furniture berbahan kayu solid, bagian-bagian tepinya tidak tajam setelah mengalami proses pemotongan. Bagian tepi dari HPL ini dapat diperhalus dengan menggunakan amplas sehingga tidak akan melukai pemakai. Kilauan yang dihasilkan dari lapisan mirip seng pada permukaan HPL ini juga lebih bagus dibandingkan dengan seng. Dalam pembuatan busana wanita dengan hiasan HPL (High Preasure Laminated) ini, proses awal adalah membuat desain, membuat pola draping, menjiplak pola pada kain blacu, merancang bahan dan harga, fitting draft kain blacu, merubah draft sesuai ukuran model, pecah pola, cutting, pressing bahan pelapis, sewing, final fitting, finishing dan menghias busana. Pada tahap sewing pembuatan busana wanita ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Pertama, membuat menjahit bagian hiasan leher, kedua menjahit bagian bustier, menjahit semua potongan pada busana. Pada pemasangan hiasan HPL (High Preasure Laminated) ini proses sebelumnya adalah memotong menjadi lempenganlempengan dengan menggunakan cutter. Pada hiasan leher, pemasangan HPL (High Preasure Laminated) berbeda dengan cara pemasangan pada rok. Pada hiasan leher, HPL (High Preasure Laminated) terlebih dulu dipasang pada seutas rantai berwarna silver, sedangkan pada rok hanya dijahit dengan tangan dan ditata dengan ketinggian yang berbeda

    Studi Tentang Motif Batik Tulis Pada Paguyuban Pembatik Ikat (PPI) Bulan Asri Di Desa Randuagung Kecamatan Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Cahyani, Yustin S.D . 2012. Studi Tentang Motif Batik Tulis Pada Paguyuban Pembatik Ikat (PPI) Bulan Asri Di Desa Randuagung Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fatultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd   Kata Kunci: Motif Batik Tulis, Inspirasi Ken Dedes, Singosari   Batik merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita sebagai salah satu kesenian Indonesia. Selain dikenal dan diminati masyarakat Indonesia sendiri, batik juga banyak diminati oleh masyarakat mancanegara. Beberapa daerah saat ini telah memiliki kerajinan batik dengan kekhasan daerah masing-masing. Kecamatan Singosari merupakan salah satu daerah pengrajin batik. Istimewanya, di Kecamatan Singosari tepatnya di Desa Randu Agung ini batik dikerjakan oleh para lansia dengan nama PPI Bulan Asri Kabupaten Malang. Dengan adanya penelitian tentang motif batik tulis Bulan Asri yang ada di Kecamatan Singosari, maka dapat dipaparkan ciri dan makna tersendiri dari batik tulis Bulan Asri yang ada di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan teknik, serta perpanjangan pengamatan. Berdasarkan temuan peneliti dilapangan maka: (1) PPI Bulan Asri merupakan suatu paguyuban yang beranggotakan lansia yang mengerjakan batik tulis dan diketuai oleh Hj. Tatik S. Hajar. Paguyuban tersebut diresmikan di PUJISARI Ken Dedes dengan nama PPI Bulan Asri Kabupaten Malang pada tanggal 10 Agustus 2009 oleh Wakil Bupati Malang saat itu. (2) Motif yang dihasilkan PPI Bulan Asri terinspirasi dari Kendedes yang merupakan Ratu Singosari, sedangkan Singosari sendiri merupakan daerah pembuatan batik yang ingin diangkat oleh PPI Bulan Asri tersebut. Ada empat motif yang merupakan motif dasar Bulan Asri yaitu Pending, Parijoto, Renggo dan Padma. Keempat motif tersebut merupakan motif yang terinspirasi dari Ken Dedes (3) makna perlambang batik digambarkan pada motif-motifnya. Memiliki makna yang berhubungan erat dengan kehidupan manusia pada umumnya. Tidak ada warna khusus pada pembuatan batik tulis Bulan Asri. Saran yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah: (1) Hendaknya juga mengajak/ melibatkan para generasi muda untuk ikut bergabung. Selain untuk regenerasi pengrajin batik, hal ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dan kreatifitas batik tulis itu sendiri. (2) Motif batik tulis Bulan Asri akan lebih beragam dengan lebih menggali ornamen-ornamen yang ada pada sosok Ken Dedes untuk dijadikan bentuk motif, sehingga akan banyak variasi motif yang diterapkan pada batik. (3) Bulan Asri sebaiknya menambahkan motif dasar supaya batik yang dihasilkan Bulan Asri tidak menjenuhkan, dan lebih menarik minat pasar. (4) Bulan Asri sebaiknya lebih meningkatkan kualitas dari berbagai aspek seperti ragam motif, warna, kerapihan dalam pembuatan, dsb agar batik tulis Bulan Asri dipatenkan sehingga mendapatkan perlindungan HAKI (Hak atas Kekayaan Intellektual), dan batik tulis Bulan Asri menjadi salah satu aset budaya Kabupaten Malang yang dapat terus dilestarikan. (5) Sebaiknya PPI Bulan Asri mendokumentasikan, membukukan profil paguyuban beserta motif dan makna perlambang batik yang dibuat untuk memudahkan wisatawan yang ingin mengetahui salah satu budaya batik di Kabupaten Malang. Hal ini juga bertujuan agar batik tulis Bulan Asri lebih dikenal masyarakat

    Pembuatan Gaun Dengan Inspirasi "Devil Fish"

    No full text
    ABSTRAK AISYAH KUSUMA. 2012. Pembuatan Gaun Dengan Inspirasi Devil Fish. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd, (II) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd   Kata kunci : gaun, devil fish, modifikasi lengan kop   Gaun adalah busana yang dirancang pas badan atau longgar, biasa dipakai untuk menghadiri pesta baik formal maupun non formal. Dengan mengambil inspirasi dari devil fish salah satunya yaitu hiu yang identik dengan sirip dan gigi yang runcing serta tajam, menjadikan gaun ini cocok sebagai busana kostum atau panggung. Bahan yang di gunakan adalah shantung mulur yang nyaman dipakai. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang gaun dan menjelaskan tentang pembuatan gaun dengan inspirasi devil fish. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhi ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat gaun dengan inspirasi devil fish. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan untunk membuat gaun dengan inspiasi devil fish ini adalah Rp. 147.500,00. Hasil yang diperoleh dari pembuatan gaun ini berupa gaun dengan modifikasi lengan kop, dan terdapat hiasan duri pada bagian dada dan berbahan dasar shantung mulur. Saran yang dapat diberikan adalah memerlukan ketelatenan dan ketelitian dalam membuat hiasan duri, serta dipelukan banyak pelapis yaitu M32 dan fiselin agar bentuk lengan dapat terlihat tegak.

    Studi Tentang Proses Pembuatan Pakaian Jadi Batik Tulis di Andis Batik Druju

    No full text
    Batik merupakan kebudayaan asli Indonesia yang memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi. Sehingga batik mudah diterima oleh masyarakat domestik dan mancanegara. Perkembangan batik saat ini mengalami banyak perubahan dan berkembang dengan cepat. Banyak pengrajin batik di berbagai daerah yang berlomba-lomba menciptakan motif dan teknik yang semakin kreatif dan inovatif. Desa Druju merupakan suatu tempat terciptanya motif-motif dan teknik membatik yang inovatif, yang dihasilkan oleh bapak Eddi Subagio dan ibu Antik Subagio sebagai pengusaha batik. Teknik pembuatan batik Druju berbeda dengan pembuatan batik pada umumnya. Media yang digunakan oleh Andis Batik Druju adalah pakaian bukan selembar kain, sehingga motif yang dihasilkan dapat menyambung pada semua bagian yaitu bagian sisi badan, sisi lengan, kerung lengan, bahu, tengah muka, dan tengah belakang. Selain teknik pembuatan yag berbeda, Andis Batik Druju juga menghasilkan warna hitam yang berbeda yaitu warna hitam yang benar-penar hitam pekat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan ketekunan pengamatan. Berdasarkan temuan peneliti dilapangan maka: (1) Andis Batik Druju ada sejak tahun 1996, setelah bapak Eddi Subagio merantau keberbagai daerah penghasil batik dan beliau memberanikan diri untuk menciptakan batik dengan motif dan karakteristik yang berbeda; (2) Motif yang dihasilkan Andis Batik Druju menyambung pada semua bagian karena media yang digunakan untuk membatik adalah pakaian (seperti: kemeja, blus, dan gaun; (3) Tahapan dalam Proses pembuatan pakaian batik tulis di Andis Batik Druju antara lain: membuat desain (busana dan motif batik), produksi pakaian, membuat pola motif batik pada pakaian, dan proses membatik; (4) Warna hitam yang dihasilkan oleh Andis Batik Druju merupakan warna hitam yang benar-benar hitam pekat. Saran yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah Produk yang dihasilkan Andis Batik Druju lebih bervarias

    Pembuatan Busana Wanita Dengan Teknik Adibusana

    No full text
    ABSTRAK   Masitoh, Weny Emelia. 2012. Pembuatan Busana Wanita dengan Teknik Adibusana. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd., (II)Nurul Hidayati, S. Pd., M. Sn   Kata Kunci : Busana, Teknik Adibusana   Bidang busana merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang telah dikembangkan oleh manusia. Busana itu sendiri berarti sesuatu yang dipakai atau dikenakan pada tubuh manusia. Teknik yang digunakan untuk membuat busana ada bermacam-macam, salah satunya adalah teknik adibusana atau houte couture. Teknik adibusana adalah teknik pembuatan busana dengan kualitas tinggi, rapi dan halus. Hiasan yang digunakan lebih bervariasi serta bahan (kain) memiliki kualitas baik dengan tekstur sangat lembut serta berkilau. Busana ini biasanya digunakan oleh kalangan ratu kerajaan, selebritis dan para artis. Proses pembuatan busana wanita dengan teknik adibusana ini dimulai dari pembuatan desain, pembuatan pola draping dan konstruksi, pembuatan draft busana, pembuatan rancangan bahan dan harga, proses pemotongan bahan, proses pressing interlining, proses menjahit, fitting, finishing dan menghias busana. Pada tahap menjahit busana wanita ini  membutuhkan ketelitian agar hasil jadi dari busana ini bagus dan rapi. Pertama-tama menjahit one piece, setelah itu menjahit rok lingkaran bersusun empat, lalu memasang hiasan pada one piece yaitu hiasan pita berwarna emas dengan menggunakan teknik lekapan pita yang diberi taburan permata, manik-manik, dan akrilik pada bagian yang kosong, pada rok lingkaran diberi hiasan payet dan terdapat lipit bersusun yang bagian ujungnya diberi neci dengan warna berbeda. Tingkat kesulitan dalam pembuatan busana ini pada saat Pressing, lebar alas yang digunakan tidak selebar bahan dan membuat hasilnya tidak sempurna. Proses memotong dan menjahit bahan tile tidak maksimal karena tile memiliki tingkat kemuluran yang banyak. Oleh karena itu sebelum memotong, terlebih dahulu mengukur kelebaran/kemuluran tile sehingga lebar bahan sesuai ukuran lebar badan dan menjahit tile dengan menggunakan alas kertas agar hasilnya rapi.

    Pembuatan Busana Pesta dengan Kombinasi Smock Jepang Model Ekor Ikan

    No full text
    ABSTRAK   Nika Sovia S. 2011. Pembuatan Busana Pesta dengan Kombinasi Smock Jepang Model Ekor Ikan. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M. Kes (II) Dra. Endang Prahastuti, M. Pd.   Kata Kunci: Busana Pesta, Smock Jepang Model Ekor Ikan. Busana adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi pemakainya. Busana yang indah bukan selalu busana yang mewah ataupun mahal, dengan busana yang sederhana dan sedikit sentuhan kombinasi yang sesuai akan membuat busana itu kelihatan menarik. Dalam pembuatan busana pesta ini penulis memilih Smock Jepang model ekor ikan sebagai kombinasinya karena tekstur dari Smock Jepang model ekor ikan yang sangat mirip dengan ekor ikan, hal tersebut sesuai dengan busana pesta yang terinspirasi dari ikan terbang yang dibuat oleh penulis Bahan yang digunakan dalam pembuatan busana pesta ini menggunakan bahan shantung stretch yang bersifat elastic. Jarang sekali ditemukan shantung stretch diterapkan pada busana pesta dengan kombinasi smock. Dalam pemilihan warna, pada kesempatan kali ini penulis menggunakan warna biru tua dan biru muda karena sesuai dengan tema busana pesta, warna tersebut identik dengan warna laut yang dekat sekali dengan tema ikan terbang. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang pembuatan busana pesta dan Smock Jepang model ekor ikan. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca dalam membuat busana pesta dengan kombinasi Smock Jepang model ekor ikan

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇