Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    153 research outputs found

    PEMBUATAN BUSANA PESTA MUSLIM TENUN IKAT TROSO DENGAN TEKNIK ADIBUSANA

    No full text
    ABSTRAK   Zahro, Ummu Z. 2013. Pembuatan Busana Muslim Tenun Ikat Troso dengan Teknik Adibusana. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn., (II) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn.   Kata Kunci: Busana Pesta Muslim, Tenun Ikat Troso Jepara, Teknik Adibusana Busana adalah kebutuhan manusia yang semakin berkembang nilai pokoknya. Busana saat ini, tidak hanya digunakan untuk menutupi badan, tetapi sebagai nilai penentu status sosial pemakainya di berbagai kesempatan. Salah satu kesempatan dalam berbusana adalah pesta. Pesta identik dengan keglamoran dan kemeriahan. Berdasarkan sifat tersebut, maka busana yang dikenakan dibuat lebih istimewa dari busana lainnya, baik dalam hal bahan, desain, hiasan, maupun teknik jahitannya. Pada tahun 2012, trend fashion yang muncul adalah tren busana muslim. Mode berkiblat ke tren mode dunia, tetapi sisi Indonesia tidak luntur, salah satunya adalah kain tradisional Indonesia, Tenun Ikat Troso Jepara. Busana pesta muslim modifikasi tenun ikat Troso Jepara disempurnakan dengan menggunakan teknik adibusana atau disebut juga haute couture. Karakteristik dari busana hasil teknik adibusana/haute couture ini adalah dilihat dari desain yang variatif dan bebas, tidak terkekang oleh pakem busana yang telah ada. Proses pembuatan busana pesta muslim dengan teknik adibusana ini, dimulai dari pembuatan desain, pembuatan pola, pembuatan draft busana, rancangan harga dan bahan, pemotongan bahan, proses interlining, menjahit, fitting, pembuatan aksesoris dan finishing. Pada tahap memotong pola drape, membuat pattycoat dan memotong kain bermotif seperti tenun ikat, dibutuhkan ketelitian dan kecermatan yang sangat tinggi agar bentuk dan hasil busana sesuai seperti yang diinginkan. Kesulitan dalam pembuatan busana ini adalah pada saat membentuk pattycoat, kemudian dalam menjahit tindasan pada pinggir rok, memotong motif kain tenun ikat. Bentuk pattycoat yang benar adalah membesar di bagian bawah dan mengecil di bagian atas. Pada tahap menindas pinggir rok, sebaiknya dikerjakan dua kali lipatan sehingga lebih rapi. Pada tahap memotong motif sangat dibutuhkan ketelitian agar hasil motif bisa bersambung antara potongan-potongan busana tersebut

    PENERAPAN TEKNIK PATCHWORK WAVE PADA BAHAN TENUN IKAT SULAWESI SELATAN

    No full text
    ABSTRAK   Rhea Azalea Xenia, 2013. Penerapan teknik patchwork wave pada bahan tenun ikatSulawesi Selatan untuk busana pesta Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri,Progam Studi Diploma Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas NegeriMalang. Pembimbing: (1) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd (2) Dra, EsinSintawati, M.Pd   Kata Kunci: Tenun ikat Sulawesi selatan, Busana pesta, Teknik patchwork wave Penerapan teknik patchwork wave pada bahan tenun ikat Sulawesi Selatanuntuk busana pesta bertujuan untuk mengetahui: (1) busana pesta (2) macam-macamkain Tenun Ikat Sulawesi Selatan (3) patchwork dengan menggunakan teknik wave(4) proses penerapan busana pesta dengan menggunakan bahan Tenun ikat SulawesiSelatan dan teknik patchwork wave. Simpulan yang diperoleh dari pembuatan busana pesta adalah: (1) Busanadengan teknik patchwork pada kain tenun ikat Sulawesi Selatan dikategorikan sebagaibusana pesta malam yang berkesan mewah (2) Melalui teknik patchwork, kain tenunikat Sulawesi Selatan dapat digunakan untuk bahan busana pesta bernuansa etnikdengan daya tarik yang khas (3) Pembuatan patchwork wave pada pembuatan busanapesta menggunakan lembaran kain baru. Proses pembuatan memerlukan ketelitiantinggi. Pada tahap cutting, benang mudah terlepas. Sebelum dijahit, bagian-bagianpatchwork wave dijelujur agar potongan berada pada satu titik (4) Sebelum dijahit,dilakukan penjelujuran pada bagian yang sulit. Pada sisi bagian badan lurus hinggagaun bagian bawah, pemasangan lengan dan zipper. Penjelujuran dilakukan agarwarna-warna yang sama dapat bertemu pada setiap titik. Pembuatan busana pesta dengan penerapan patchwork wave sebaiknya: (1)Dibutuhkan perhitungan yang cermat karena apabila titik patchwork tidak tepat makahasilnya tidak memuaskan dan tidak sesuai yang diinginkan (2) Kain yangmempunyai komposisi yang seimbang, serta perpaduan motif dan warna yang sesuaidengan busana tersebut (3) Teliti dan berhati-hati apabila terjadi kesalahan danmembongkar akan terlihat benang-benang yang tertiras (4) Tidak hanya mencocokkanwarna tetapi juga memperhatikan motif agar dapat memadukan arti makna motifsecara keseluruhan sehingga dapat digambarkan sebagai suatu makna tertentu

    BUSANA KERJA MUSLIMAH DENGAN HIASAN ZIPPER

    No full text
    ABSTRAK   Sumardani, Mahlinda. 2013. Busana Kerja Muslimah dengan Hiasan Zipper.Tugas Akhir, Program Studi Diploma Tata Busana, Jurusan TeknologiIndustri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Idah Hadijah, M.Pd, (II) Anik Dwiastuti, ST., MT.   Kata Kunci: Busana Kerja Wanita, Busana Muslimah, Zipper. Busana kerja adalah busana yang digunakan untuk bekerja, bahan danmodelnya disesuaikan dengan jenis pekerjaan masing-masing. Busana muslimahadalah busana yang dapat menutupi aurat bagi umat islam dan tidak menunjukkanlekuk tubuh. Wanita muslimah juga memiliki aktivitas yang tinggi, sebagai wanita karirmereka dituntut untuk tetap terlihat cantik dan menarik. Jam kerja yang padatmenuntut mereka untuk dapat berdandan dengan cepat, sehingga tidak menyitabanyak waktu. Semua itu menjadi inspirasi bagi penulis bahwa busana kerja dapatdibuat dengan berbagai variasi tetapi tetap pada konsep busana kerja muslimah.Perkembangan busana muslim di Indonesia mengalami perkembangan yangcukup pesat. Penduduk yang mayoritas muslim serta kekayaan material danbudaya melimpah, ide kreatif, sumber daya alam dan budaya yang melimpahmenjadikan kekuatan tersendiri dalam perkembangan busana muslim tersebut.Busana kerja (formal work wear) juga tidak ketinggalan memadu padankanberbagai warna dan hiasan. Hiasan busana kerja formal kurang beragam dan monoton, dalam hal inipenulis memilih hiasan dari zipper yang berfungsi sebagai bukaan dan hiasan.Penulis memilih zipper karena warna zipper yang menarik dan dapat dapat diaplikasikan untuk berbagai bentuk hiasan. Berdasarkan materi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa wanita yangmempunyai aktivitas tinggi tetap dituntut untuk tampil menarik dalam waktu yangsingkat. Busana kerja dan busana muslim mengalami perubahan dari waktu kewaktu, zipper digunakan untuk bukaan busana dan juga hiasan sehingga dapatdijadikan aksen atau pusat perhatian. Penulis ingin menuangkan ide kreatif dengan pembuatan busana kerjamuslimah yang sedikit longgar, menggunakan bahan polyester dengan hiasanzipper sebagai aksen. Pembuatan busana ini dapat menghasilkan busana kerjayang terkesan tenang dan ceria serta dapat digunakan oleh kalangan menengah kebawah karena harga bahan yang terjangkau

    PEMBUATAN BUSANA PESTA ANAK BERBAHAN TENUN IKAT BANDAR KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Mustikaningtyas, Putri Rahayu . 2013. Pembuatan Busana Anak Berbahan TenunIkat Bandar Kediri. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I ) Dra. Agus Hery SI, M.Pd ,(II) Nurul Hidayati, S. Pd, M. Sn.   Kata Kunci : Busana Pesta Anak, Tenun Ikat Bandar Kediri Berkembangnya jaman didunia mode yang melaju pesat membuatkeberadaan pemakaian busana adat dan kain tradisional menjadi terkikis olehperkembangan jaman. Faktor ini disebabkan oleh kesan ketinggalan jaman yangdipersepsikan oleh anak muda sekarang. Agar kebudayaan tidak punah maka perlupembudayaan kain tradisional Indonesia seperti batik, jala, sutra, tenun ikat dll.Tenun ikat salah satu kain tradisional yang jarang dieksplor, terutama pada busanaanak apalagi pada busana pesta anak, karena anggapan warna tenun ikat hanyacocok untuk orang dewasa, namun sebaliknya pada tenun ikat Badar Kediri inimemiliki paduan warna dan motif yang cerah, sehingga cocok dikenakan anakanaksaat pesta. Penulis membuat busana pesta anak berbahan tenun ikat BandarKediri dengan model menarik sesuai usia anak-anak. Dalam Pembuatan Busana Pesta Anak Berbahan Tenun Ikat, langkah awalmembuat sketsa, desain produksi, pengukuran badan model, pembuatan pola,pembuatan draft busana, pengepasan draft, merancang bahan dan harga,pemotongan bahan (cutting), proses menjahit (sewing), pengepasan busana ( finalfitting), membuat hiasan, finishing. Pada pembuatan busana anak berbahan tenun ikat dapat disimpulkan dandisarankan bahwa saat proses pembuatan dibutuhkan kehati-hatian dan penuhketelitian pada saat proses penyusunan dan penyambungan badan dan volant sertapada saat meneci tepi yang menggunakan senar membuat volant kurang tersusunrapi dan pada saat pressing tenun ikat dibutuhkan kehati-hatian yang sangattinggi karena kain begitu mudah terbakar dan mudah kusut, maka disarankan saatproses pressing sebaiknya menggunakan suhu silk atau rata-rata 40’C. Selain padapembuatannya pada perawatannya pun juga perlu diperhatikan agar busana tetapterjaga keindahannya

    Pembuatan Busana Pesta Pria dengan Model Krah Asymmetries

    No full text
    ABSTRACT   Rini, Ira Kartika. 2012. Making of ceremonial vestment male with collar Asymmetries design. Final Project, Technology of Industry Department, Diploma of dress making, University of Malang. Conselors (1) Dra. Idah Hadijah,M.Pd, (II) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M. Kes   Keyword : Ceremonial vestment male, collar Asymmetries design   In fashion world now days, cloth is the most popular in society. Cloth is everything that is worein our part of body from the upper of hair until the underpart of our body. Cloth has various kinds such as female, male, children dress. The special subject in this final project is making of ceremonial vestment male with collar Asymmetries design which purpose to expand the knowledge of society about the ceremonial vestment collar can be explore by many kinds of innovation for instance is lobster as the main material. Making of ceremonial vestment male with collar Asymmetries design is done based on production phases which are creating vignette design process, design production, cutting design, material and fee plan, plagiarize, cuttingdraftblaco, fitting, draft adjustment into design size, cutting main material, cuttingfurring, sewing, final fitting, decorating cloth, accessories, and the last phases is finishing process. Because the process of making the ceremonial vestment male with collar Asymmetries design  need the carefulnessbeginning the decoration of arrangement application, making asymmetriescollar and set the harder material which is set to applicant is to make the main material looks neat when giving an iron, It is important to know for the tailor based on making ceremonial vestment male process with asymmetries design that tailor must be more patient and carefulin every step in order to avoid the wrongness and give the result as the previous planning

    PENERAPAN SULAM PITA PADA BUSANA PESTA ANAK BERBAHAN SARUNG

    No full text
    ABSTRAK   Putri,AnekeWidyari.2013.PenerapanSulam Pita padaBusanaPestaAnakBerbahanSarung.TugasAkhir, TeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I )Dra. Sri EkoPujiRahayu, M.Si , (II) Dra. Agus Hery SupadmiIrianti, M.Pd.   Kata Kunci   : SulamPita,BusanaPestaAnak, Sarung Seiringdenganperkembanganjaman yang di ikutidengankemajuanteknologimendorongmanusiauntukmengembangkandiridantampilmenarikterutama di duniafashion.Modebusana yang berkembang, tidakhanyauntuksatujenisbusanasaja, melainkanberbagaijenisbusanadapatdanselaluberubah-ubahmenurutirama/ritmeperkembanganbusana di dunia.Salahsatunyabusanapesta, termasuk mode yang paling cepatberubah.Perubahan mode dapatdilihatdari material busananya, garis/siluet, warna, motif dansebagainya.Salahsatunyaadalahsarung, sarungadalahkain yang dijahitbagiansisinyasajaberbentuksegipanjang.Sarungbiasanyahanyadigunakanolehparapriasaatsholat, pengajian, ataupakaiansehari-hari. Agar Sarungtidakdianggap material busana yang dibuatuntuksholatpenulismencobamerubahanggapanmasyarakatdengancaramembuatbusanapestaberbahansarung.Busanapesta yang penulisbuatmerupakanperpaduanantaracelanapanjangdanbluslenganpanjang yang terbuatdarimaterialsarungdikombinasidenganbahantaffeta. Di pilihnyabahantaffeta karenataffeta memilikikarakteristik yang hampirsamadengansarungMakasaryaitu tipis, lembut, danberkilau. Mode untukpembuatanbusanapesta kali ini, berupacelanapanjang motif kotak-kotakyang  dipadudenganblouse, double sleeve,(lenganlicindanlengan  tulip) dan model gelembungpadabagianrok. Langkahawal yang dilakukanpenulispadasaatmenyulamadalahmenmbuatdesainbusanapesta, desainsketsasulaman pita, desainproduksi 1 dan 2, menyiapkanalatdanbahansertalangkahpembuatansulam pita padabusanapestaanak. Pertamamembuatpolasulamandikertaspola, menjiplakpolakeselembarkain, menempelpelapispadakain, danmenyulam pita padabahantaffeta.Tusukhias yang digunakanolehpenulisadalahtusukStem Stitch, Leaf Stitch, Spider Web Rose, dan French Knot.Perawatandanpemeliharaanharusdiperhatikankarenaberpengaruhterhadapkualitasbusana.Busanapestadengansulam pita yang berbahansarungpadasaatdicucitidakperlu proses perendaman, dikucekringan, danmenggunakandeterjenbiasa. Saatpengeringansebaiknya di angin-angikan, disimpanditempat yang kering, diberikapurbarus. Kesimpulandaripenerapansulam pita padapembuatanbusanapestaanakmengalamikesulitan, karenabahan yang digunakanmempunyaiseratrapatdanmudahrusak, khususnyapadatusukFrench Knotmakapadasaatmenarik pita haruspelan-pelan agar tidakmerusakseratkain. Hasilpembuatanhiasansulam pita kurangrapikarenamasihadakerutanpadabagiansisiblouse yang dihias. Hal inidisebabkanbidang yang disulamsudahdilapisiolehinterlining, sehinggatenunankainmenjadirapat.Olehsebabitudisarankanuntuktidakmemasanginterliningsetelahdisulam

    PEMBUATAN BUSANA PESTA MUSLIM ANAK BERBAHAN DASAR KAIN SARUNG DENGAN HIASAN SULAM PITA

    No full text
    ABSTRAK   Handayani, Ririn. 2010. Pembuatan Busana Pesta Muslim Anak Berbahan Dasar Kain Sarung dengan Hiasan Sulam Pita. Tugas Akhir, JurusanTeknologi Industri, Fakultas Tehnik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rosanti Rosmawati, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.   Kata Kunci: Busana Pesta anak, Busana Muslim, Kain Sarung Bugis, Sulam Pita. Busana anak adalah segala sesuatu yang dipakai anak –anak mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sedangkan busana pesta anak adalah busana yang dipakai anak-anak saat menghadiri pesta / acara tertentu, terhitung mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Anak anak memiliki aktivitas yang sangat tinggi pada suatu kesempatan dan juga sangat beragam, misalnya acara ulang tahun. Semua itu dapat menjadi sumber inspirasi bagi penulis bahwa busana pesta muslim anak memiliki prospek yang sangat bagus pada suatu kesempatan. Perkembangan busana muslim di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Penduduk yang mayoritas muslim serta kekayaan materi dan budaya yang melimpah, orang-orangnya kreatif, sumber daya alam banyak, serta memiliki suatu budaya menjadi nilai kekuatan tersendiri dalam perkembangan busana muslim tersebut. Selain itu, busana muslim juga tidak kalah ketinggalan tambahan hiasannya serta perpaduan warna yang digunakan dengan busana pesta lainnya. Dalam perkembangan busana jarang sekali ditemukan busana yang berbahan dasar kain sarung. Bahkan sebagian besar penduduk beranggapan bahwa kain sarung hanya digunakan sebagai penutup tubuh bagian bawah saja. Detail hiasan pada busana pesta sanggat beragam yang bertujuan untuk menambahkan unsur-unsur pada busana yang berfungsi untuk memperindah. Unsur-unsur yang dapat ditambahkan pada busana diantaranya berupa sulaman ataupun lekapan. Penulis memilih sulaman pita sebagai hiasan karena fungsi dari sulam pita pada busana pesta muslim anak ini adalah sebagai titik pusat perhatian dan kesan kegembiraan. Kesan yang ditimbulkan oleh pemakaian pita akan mendatangkan kegembiraan karena terdiri dari berbagai warna, disain, dan tekstur yang dapat digabungkan sesuai dengan keinginannya. Berdasarkan materi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa anak-anak juga memiliki aktivitas yang beragam,busana muslim mengalami perubahan dari waktu kewaktu, minimnya penggunaan kain sarung sebagai bahan pembuatan busana dan sulam pita merupakan salah satu hiasan yang memberikan keindahan pada tekstur kain sehingga dapat dijadikan aksen atau pusat perhatian.  Dengan demikian penulis ingin menuangkan ide kreatif dengan pembuatan busana pesta muslim sedikit longgar untuk anak usia 11 tahun berbahan dasar kain sarung bugis dengan hiasan sulam pita sebagai aksen. Pembuatan busana ini selain dapat melestarikan kain nusantara juga dapat menghasilkan suatu busana muslim yang berkesan ceria dalam suatu acara pesta ulang tahun

    Pembuatan Gaun Dengan Inspirasi Devil Fish

    No full text
    ABSTRAK AISYAH KUSUMA. 2012. Pembuatan Gaun Dengan Inspirasi Devil Fish. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd, (II) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd   Kata kunci : gaun, devil fish, modifikasi lengan kop Gaun adalah busana yang dirancang pas badan atau longgar, biasa dipakai untuk menghadiri pesta baik formal maupun non formal. Dengan mengambil inspirasi dari devil fish salah satunya yaitu hiu yang identik dengan sirip dan gigi yang runcing serta tajam, menjadikan gaun ini cocok sebagai busana kostum atau panggung. Bahan yang di gunakan adalah shantung mulur yang nyaman dipakai. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang gaun dan menjelaskan tentang pembuatan gaun dengan inspirasi devil fish. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhi ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat gaun dengan inspirasi devil fish. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan untunk membuat gaun dengan inspiasi devil fish ini adalah Rp. 147.500,00. Hasil yang diperoleh dari pembuatan gaun ini berupa gaun dengan modifikasi lengan kop, dan terdapat hiasan duri pada bagian dada dan berbahan dasar shantung mulur. Saran yang dapat diberikan adalah memerlukan ketelatenan dan ketelitian dalam membuat hiasan duri, serta dipelukan banyak pelapis yaitu M32 dan fiselin agar bentuk lengan dapat terlihat tegak

    Pembuatan Gaun Pesta "Half Circular Skirt"

    No full text
    ABSTRAK   Pamungkas, Tri Murti, Yudha. 2012. Pembuatan Gaun Pesta “Half Circuler Skirt”. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Hj. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Agus Sunandar, S.Pd, M,Sn.   Kata Kunci: Gaun Pesta, Half Circular Skirt Busana pesta formal merupakan busana yang dipakai pada acara resmi, misal wisuda, upacara adat, dan acara keagamaan. Busana pesta semi formal merupakan busana pesta yang digunakan pada acara pesta setengah resmi, missal resepsi pernikahan, pembukaan pameran. Busana pesta non formal adalah busana pesta yang digunakan untuk menghadiri pesta yang sifatnya tidak resmi atau bebas, misal pesta ulang tahun, dan pentas seni. Gaun malam adalah gaun yang panjangnya menjuntai sampai mata kaki, bagian atas boleh terbuka baik bagian depan maupun belakang, begitu juga belahan yang berada disisi betis. Gaun pesta dengan rok setengah lingkar, pada bagian atas sampai dengan panggul berupa busana pas badan (kemben), dan bagian bawah merupakan rok setengah lingkar yang terdiri dari dua lembar rok, dimana rok yang pertama mulai dari tengah sisi muka dan lapisan kedua dimulai dari sisi gaun. Proses awal pembuatan gaun mulai dari mendesain, membuat pola, pecah pola, mejahit, dan pemasangan payet pada busana. Pertama, menyambung semua bagian potongan baik bahan utama maupun vuring, selanjutnya pemasangan balain, menyatukan bahan utama dan vuring, memasang payet pada bagian tengah muka dan tengah belakang. Kesulitan saat membuat gaun ini adalah saai membuat bagian tengah belakang berdiri tegak. Selain itu saat prosses pressing kain sifon suhu setrika harus diatur supaya tidak terlalu panas, jika terlalu panas hasilnya akan berkerut dan kurag rapi. Hasil yang diperoleh dari pembuatan gaun pesta Half Circular Skirt ini adalah gaun pesta yang terbuat dari kain shantung dan sifon ini terlihat indah saat digunakan, dengan ditambahkan payet gaun terlihat begitu berkilau saat terkena cahaya. Hasil pembuatan gaun pesta Half Circular Skirt mempunyai kesimpulan pembuatan rok setengah lingkar satu lapis hasilnya kurang bagus, oleh karena itu rok setengah lingkar dibuat menjadi dua lapis. Bagian tengah belakang tidak bisa berdiri tegak hanya menggunakan balein jahit, sehingga ditambahkan dengan kawat peticoat. Kain sifon yang dilapisi dengan bahan pelapis hassilnya kurang rapi dikarenakan pelapis yang terlalu banyak, sebaiknya saat pressing harus berhati-hati supaya terlihat rapi dan tidak berkerut

    Pembuatan Gaun Dengan Inspirasi Devil Fish

    No full text
    ABSTRAK   KUSUMA, AISYAH. 2012. Pembuatan Gaun Dengan Inspirasi Devil Fish. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd, (II) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd   Kata kunci : gaun, devil fish, modifikasi lengan kop   Gaun adalah busana yang dirancang pas badan atau longgar, biasa dipakai untuk menghadiri pesta baik formal maupun non formal. Dengan mengambil inspirasi dari devil fish salah satunya yaitu hiu yang identik dengan sirip dan gigi yang runcing serta tajam, menjadikan gaun ini cocok sebagai busana kostum atau panggung. Bahan yang di gunakan adalah shantung mulur yang nyaman dipakai. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang gaun dan menjelaskan tentang pembuatan gaun dengan inspirasi devil fish. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhi ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat gaun dengan inspirasi devil fish. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan untunk membuat gaun dengan inspiasi devil fish ini adalah Rp. 147.500,00. Hasil yang diperoleh dari pembuatan gaun ini berupa gaun dengan modifikasi lengan kop, dan terdapat hiasan duri pada bagian dada dan berbahan dasar shantung mulur. Saran yang dapat diberikan adalah memerlukan ketelatenan dan ketelitian dalam membuat hiasan duri, serta dipelukan banyak pelapis yaitu M32 dan fiselin agar bentuk lengan dapat terlihat tegak.

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇